Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24141 | 19 Feb 2026
Klinis : Keluhan: Mengeluh nyeri perut berulang dan sesak napas pada usia kehamilan 29 minggu. Riwayat kesehatan: Pernah keguguran 2x 2. Riwayat Obstetri Bad Obstetric History (BOH) dengan dua kali aborsi spontan sebelumnya pada usia gestasi 4 bulan 3. Data Laboratorium dan Diagnostik •Serologi : Hasil tes TORCH positif untuk rubella IgG dan CMV IgG •USG Janin: Polyhydramnios, edema subkutan pada kepala, leher, dan wajah (hydrops fetalis). Efusi pleura bilateral, ascites, serta kelainan thorax. •Kondisi janin: infusiensi fetoplasenta dan absent and diastolic flow pada arteri umbilikalis 4. Pemeriksaan Fisik •TD 110/80 mmHg •RR 16x/menit •Nadi 76x/menit • Suhu tubuh normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi Berdasarkan SDKI, SLKI, SIKI
Berdasarkan data pasien yang diberikan, berikut adalah rumusan diagnosa keperawatan, luaran keperawatan, dan intervensi keperawatan yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) melalui standar SDKI, SLKI, dan SIKI.
Analisis Data Pasien:
- Keluhan Ibu: Nyeri perut berulang, sesak napas (usia kehamilan 29 minggu).
- Riwayat Obstetri: Bad Obstetric History (BOH) dengan dua kali aborsi spontan sebelumnya pada usia gestasi 4 bulan.
- Data Laboratorium: Serologi TORCH positif (Rubella IgG dan CMV IgG). Ini mengindikasikan infeksi masa lalu, namun dalam konteks hydrops fetalis, perlu dipertimbangkan kemungkinan reaktivasi atau infeksi primer yang terjadi selama kehamilan ini yang menyebabkan komplikasi janin.
- USG Janin: Polyhydramnios, edema subkutan pada kepala, leher, dan wajah (hydrops fetalis). Efusi pleura bilateral, ascites, serta kelainan thorax.
- Kondisi Janin: Insufisiensi fetoplasenta dan absent end-diastolic flow pada arteri umbilikalis (menunjukkan gawat janin/kompromi sirkulasi janin yang berat).
- Pemeriksaan Fisik Ibu: TD, RR, Nadi, Suhu dalam batas normal. Keluhan nyeri perut dan sesak napas pada ibu kemungkinan besar berkaitan dengan distensi uterus akibat polyhydramnios dan penekanan diafragma.
Dari data di atas, kondisi janin sangat kritis dan menjadi prioritas utama. Hydrops fetalis, insufisiensi fetoplasenta, dan absent end-diastolic flow adalah tanda-tanda gawat janin yang berat dan mengancam jiwa janin.
1. Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI)
SDKI adalah panduan sistematis untuk merumuskan diagnosa keperawatan berdasarkan data klinis pasien. Diagnosa keperawatan yang paling relevan dan prioritas utama untuk kasus ini adalah:
Kode SDKI
Diagnosa Keperawatan
Definisi
Data Pendukung pada Pasien
D.0021
Risiko Gawat Janin
Berisiko mengalami kondisi janin yang mengancam kehidupan akibat gangguan keseimbangan suplai oksigen dan kebutuhan oksigen janin.
- Faktor Risiko:
- Insufisiensi plasenta (terbukti dari insufisiensi fetoplasenta dan absent end-diastolic flow pada arteri umbilikalis).
- Infeksi
-
Article No. 24143 | 19 Feb 2026
Klinis : Keluhan : Mengeluh nyeri perut berulang dan sesak napas pada usia kehamilan 29 minggu. Riwayat kesehatan: Pernah keguguran 2x 2. Riwayat Obstetri Bad Obstetric History (BOH) dengan dua kali aborsi spontan sebelumnya pada usia gestasi 4 bulan 3. Data Laboratorium dan Diagnostik •Serologi : Hasil tes TORCH positif untuk rubella IgG dan CMV IgG •USG Janin: Polyhydramnios, edema subkutan pada kepala, leher, dan wajah (hydrops fetalis). Efusi pleura bilateral, ascites, serta kelainan thorax. •Kondisi janin: infusiensi fetoplasenta dan absent and diastolic flow pada arteri umbilikalis 4. Pemeriksaan Fisik •TD 110/80 mmHg •RR 16x/menit •Nadi 76x/menit • Suhu tubuh normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: