Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 16408 | 29 Apr 2025
Klinis : subjektif: keluhan nyeri hebat pada lokasi gigitan ( VAS 8/10), rasa mual, pusing, dan kesemutan pada bibir dan tangan, kata keluarha pasiem tampak lemas sejak 1 jam terakhir. objektif: lemah, GCS 16 (E4V5M6), lokasi gigitan (luka tampak dua titik bekas taring, bengkak dan kemerahan, perdarahan ringandari luka), TTV: TD : 100/60 mmHg N: 112 x/menit RR: 22 x/menit suhu: 37,5 derajat celcius SoO2: 96% CRT : > 3 detik Ekimosis di sekitar luka gigitan tidak ada gangguan oernapasan pemeriksaan diagnostik: Darah lengkap: Hb 11,2 g/AL, Ht 34%, Leukosit 14.000/mm', Trombosit •, Waktupembekuan (WBCT 20 menit test): Tidak beku (positif gangguan koagulasi) • APTT/PT/INR: PT: 20 detik (1), INR: 1.8 (1) • CK total dan LDH: Meningkat (menunjukkan miotoksisitas ringan) • Urinalisis: Hematuria ringan • Rontgen ekstremitas: Tidak ditemukan fraktur
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
1. Diagnosa Keperawatan:
a. Nyeri akut (00132)
b. Risiko ketidakseimbangan cairan dan elektrolit (00195)
c. Gangguan perfusi jaringan perifer (00204)
2. Penjelasan Singkat:
a. Nyeri akut (00132)
- SDKI: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (PPNI, 2017).
- SLKI: Pengurangan rasa nyeri hingga ke tingkat yang dapat diterima pasien (PPNI, 2019).
- SIKI: Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi pengalaman nyeri akibat trauma (PPNI, 2018).
- Kode: 00132
b. Risiko ketidakseimbangan cairan dan elektrolit (00195)
- SDKI: Kerentanan terhadap perubahan dalam volume, komposisi, atau keseimbangan cairan dan elektrolit yang dapat membahayakan kesehatan (PPNI, 2017).
- SLKI: Pemeliharaan volume, komposisi, dan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam batas normal (PPNI, 2019).
- SIKI: Tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan volume, komposisi, dan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam batas normal (PPNI, 2018).
- Kode: 00195
c. Gangguan perfusi jaringan perifer (00204)
- SDKI: Pengurangan aliran darah ke jaringan perifer yang dapat membahayakan kesehatan (PPNI, 2017).
- SLKI: Pemulihan aliran darah ke jaringan perifer (PPNI, 2019).
- SIKI: Tindakan yang dilakukan untuk memulihkan aliran darah ke jaringan perifer (PPNI, 2018).
- Kode: 00204
Harap diperhatikan bahwa diagnosa keperawatan, SDKI, SLKI, dan SIKI ini ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berdasarkan kondisi yang Anda berikan. -
Article No. 16409 | 29 Apr 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan sakit di punggung belakang sudah 1 minggu ini
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baiklah, berdasarkan keluhan pasien yang mengalami sakit di punggung belakang selama 1 minggu, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI menurut Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Kronis (00133)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00133
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti itu.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 1310
Definisi: Bebas dari rasa sakit atau ketidaknyamanan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 6146
Definisi: Serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk mengurangi nyeri. -
Article No. 16410 | 29 Apr 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan sakit di punggung belakang sudah 1 minggu ini
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan keluhan pasien yang Anda sampaikan, yaitu sakit di punggung belakang selama 1 minggu, maka berikut ini adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
1. Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Punggung Bawah (00351)
2. Penjelasan Singkat:
a. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Kode: 00351
- Definisi: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan terkait dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial di daerah punggung bawah.
b. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kode: 1531
- Definisi: Tingkat kenyamanan individu yang terbebas dari rasa tidak nyaman akibat nyeri di punggung bawah.
c. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Kode: 3211
- Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri di punggung bawah.
Dalam kondisi ini, pasien mengalami nyeri punggung bawah yang telah berlangsung selama 1 minggu. Perawat dapat melakukan pengkajian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan karakteristik nyeri, serta memberikan intervensi keperawatan yang tepat untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri tersebut. -
Article No. 16411 | 29 Apr 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan sakit sudah 3 hari
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan keluhan pasien yang datang dengan sakit selama 3 hari, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, serta kode dan definisi dari SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut (00132)
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang terkait dengan kerusakan jaringan, yang diawali secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan berlangsung dalam jangka waktu kurang dari 3 bulan.
SLKI:
1. Kontrol Nyeri (1605)
- Definisi: Kemampuan untuk mengontrol rasa sakit atau ketidaknyamanan.
SIKI:
1. Manajemen Nyeri (1400)
- Definisi: Tindakan untuk mengenali, mengurangi, dan mencegah munculnya nyeri.
2. Terapi Modalitas Nyeri (1440)
- Definisi: Pemberian terapi komplementer untuk mengurangi nyeri.
Kode:
1. SDKI: 00132
2. SLKI: 1605
3. SIKI: 1400, 1440
Penjelasan singkat:
Pasien datang dengan keluhan sakit selama 3 hari, sehingga diagnosis keperawatan yang sesuai adalah Nyeri Akut (00132). Tujuan perawatan adalah Kontrol Nyeri (1605), yang dapat dicapai melalui Manajemen Nyeri (1400) dan Terapi Modalitas Nyeri (1440) sebagai intervensi keperawatan. -
Article No. 16412 | 29 Apr 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan sakit punggung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi pasien yang datang dengan keluhan sakit punggung, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut (00132)
- SDKI: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah suatu kerusakan seperti itu (International Association for the Study of Pain).
- SLKI: Pemulihan dari pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial.
- SIKI: Intervensi untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri yang dialami pasien.
2. Ketidakefektifan Pola Tidur (00039)
- SDKI: Perubahan kuantitas dan kualitas tidur yang mengganggu atau menghambat kesejahteraan seseorang.
- SLKI: Peningkatan kualitas dan kuantitas tidur.
- SIKI: Intervensi untuk memulihkan pola tidur yang efektif bagi pasien.
3. Gangguan Citra Tubuh (00118)
- SDKI: Persepsi negatif atau terganggu tentang struktur atau penampilan tubuh.
- SLKI: Penerimaan dan kepuasan terhadap struktur dan penampilan tubuh.
- SIKI: Intervensi untuk membantu pasien menerima dan merasa puas dengan struktur dan penampilan tubuhnya.
Kode dan definisi tersebut sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh PPNI untuk membantu perawat dalam mengidentifikasi, merencanakan, dan melaksanakan asuhan keperawatan yang tepat bagi pasien dengan keluhan sakit punggung. -
Article No. 16413 | 29 Apr 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan sakit punggung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan kondisi pasien yang datang dengan keluhan sakit punggung, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, kode, dan definisi dari SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut (00132)
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00132
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dijelaskan dalam istilah tersebut (International Association for the Study of Pain).
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: LS 01802
Definisi: Bebas dari sensasi yang tidak menyenangkan dan tidak nyaman.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: IP 00132
Definisi: Pencegahan, pengurangan, dan pengelolaan rasa sakit untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas hidup.
Penjelasan singkat:
Pasien mengalami keluhan sakit punggung, yang merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Nyeri Akut (00132). Tujuan dari asuhan keperawatan adalah agar pasien bebas dari sensasi yang tidak menyenangkan dan tidak nyaman (LS 01802), yang dicapai melalui pencegahan, pengurangan, dan pengelolaan rasa sakit untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas hidup (IP 00132). -
Article No. 16414 | 29 Apr 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan sakit punggung
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan kondisi pasien yang datang dengan keluhan sakit punggung, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut (00132)
- SDKI: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
- SLKI: Tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri yang dialami pasien.
- SIKI: Intervensi untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri yang dialami pasien.
2. Gangguan Mobilitas Fisik (00085)
- SDKI: Keterbatasan dalam gerakan fisik yang disengaja dan terkoordinasi, baik dari satu atau lebih ekstremitas, torso, dan/atau seluruh badan.
- SLKI: Tindakan untuk memulihkan atau meningkatkan kemampuan fisik pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
- SIKI: Intervensi untuk memulihkan atau meningkatkan kemampuan fisik pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
3. Risiko Cedera (00035)
- SDKI: Peningkatan risiko cedera fisik akibat interaksi individu dengan lingkungan.
- SLKI: Tindakan untuk mencegah atau mengurangi risiko cedera pada pasien.
- SIKI: Intervensi untuk mencegah atau mengurangi risiko cedera pada pasien.
Penjelasan Singkat:
1. Nyeri Akut (00132): Pasien mengalami rasa sakit di area punggung yang terjadi secara tiba-tiba dan memerlukan penanganan segera. Tujuannya adalah untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri yang dialami pasien.
2. Gangguan Mobilitas Fisik (00085): Pasien mengalami keterbatasan dalam gerakan fisik akibat rasa sakit di punggung, sehingga memerlukan tindakan untuk memulihkan atau meningkatkan kemampuan fisik pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
3. Risiko Cedera (00035): Kondisi sakit punggung yang dialami pasien dapat meningkatkan risiko cedera, sehingga diperlukan tindakan untuk mencegah atau mengurangi risiko cedera pada pasien. -
Article No. 16415 | 29 Apr 2025
Klinis : Refleks sucking (+) namun lemah Gerakan bayi kurang aktif Tidak dilakukan IMD
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai perawat yang berpengalaman, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
D.0073 Ketidakefektifan Menyusu (Ineffective Breastfeeding)
Definisi:
Ketidakmampuan bayi untuk mempertahankan pola menyusu yang efektif selama menyusu.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
K.0001 Refleks Menyusu (+) Tapi Lemah
K.0002 Gerakan Bayi Kurang Aktif
K.0003 Tidak Dilakukan IMD (Inisiasi Menyusu Dini)
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
L.0028 Menyusu Efektif
L.0029 Peningkatan Berat Badan Bayi
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
I.0007 Dukungan Menyusu
I.0008 Manajemen Laktasi
I.0009 Perawatan Bayi Baru Lahir
Penjelasan singkat:
Diagnosa Keperawatan "Ketidakefektifan Menyusu" mengacu pada kondisi bayi yang memiliki refleks menyusu yang lemah, gerakan bayi yang kurang aktif, dan tidak dilakukannya Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Tujuan keperawatan yang diharapkan adalah bayi dapat menyusu secara efektif dan mengalami peningkatan berat badan.
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memberikan dukungan menyusu, manajemen laktasi, dan perawatan bayi baru lahir untuk membantu bayi mencapai pola menyusu yang efektif. -
Article No. 16416 | 29 Apr 2025
Klinis : severe hidrocephalus communicans
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan informasi yang rinci terkait diagnosa keperawatan, luaran/output yang diharapkan, dan intervensi keperawatan untuk kondisi severe hidrocephalus communicans.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
Diagnosa keperawatan yang sesuai untuk kondisi severe hidrocephalus communicans adalah:
1. Perubahan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan peningkatan cairan serebrospinal.
Pada kondisi severe hidrocephalus communicans, terjadi penumpukan cairan serebrospinal di dalam ventrikel otak yang menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial. Hal ini dapat memengaruhi perfusi jaringan serebral dan menimbulkan berbagai gejala neurologis.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Perfusi jaringan serebral membaik, yang ditandai dengan:
a. Tidak ada tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (sakit kepala, mual, muntah, penurunan kesadaran).
b. Tanda-tanda vital dalam batas normal (tekanan darah, nadi, respirasi, suhu).
c. Tidak ada kelainan neurologis (kesadaran normal, fungsi motorik dan sensorik normal).
2. Keluarga mampu merawat pasien dengan efektif, yang ditandai dengan:
a. Keluarga memahami kondisi pasien dan proses perawatan.
b. Keluarga mampu melakukan tindakan perawatan sesuai instruksi.
c. Keluarga dapat mengidentifikasi tanda-tanda komplikasi dan melaporkannya segera.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Pemantauan dan penatalaksanaan intrakranial:
a. Pantau tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (sakit kepala, mual, muntah, penurunan kesadaran).
b. Lakukan pengukuran tekanan intrakranial, jika memungkinkan.
c. Berikan posisi semifowler untuk menurunkan tekanan intrakranial.
d. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi farmakologis (diuretik, kortikosteroid) jika diperlukan.
2. Manajemen cairan dan elektrolit:
a. Pantau intake dan output cairan pasien.
b. Pertahankan status hidrasi yang adekuat.
c. Pantau kadar elektrolit (natrium, kalium, kalsium) dan lakukan koreksi jika diperlukan.
3. Edukasi dan dukungan keluarga:
a. Berikan edukasi kepada keluarga mengenai kondisi pasien, proses perawatan, dan komplikasi yang mungkin terjadi.
b. Dorong keluarga untuk terlibat aktif dalam perawatan pasien.
c. Berikan dukungan emosional kepada keluarga untuk meningkatkan kemampuan merawat pasien.
Penjelasan rinci:
Diagnosa keperawatan "Perubahan perfusi jaringan serebral" dipilih karena severe hidrocephalus communicans menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial yang dapat mengganggu perfusi jaringan serebral. Luaran yang diharapkan adalah memulihkan perfusi jaringan serebral dan meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat pasien. Intervensi keperawatan yang diperlukan mencakup pemantauan dan penatalaksanaan intrakranial, manajemen cairan dan elektrolit, serta edukasi dan dukungan keluarga. Tujuannya adalah untuk mencegah komplikasi, mempertahankan fungsi neurologis, dan memastikan keluarga dapat merawat pasien dengan efektif. -
Article No. 16417 | 29 Apr 2025
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang relevan untuk kasus tersebut, sesuai dengan panduan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
### **Diagnosa Keperawatan:**
**Gangguan Pertukaran Gas** *(Kode: D.0015)*
**Penjelasan:**
Gangguan pertukaran gas terkait dengan proses inflamasi dan kerusakan jaringan paru akibat infeksi *Mycobacterium tuberculosis*, ditandai dengan sesak napas, suara napas bronkial, dan lesi pada rontgen.
#### **Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):**
**Perbaikan Pertukaran Gas** *(Kode: L.01015)*
**Kriteria Luaran:**
- Frekuensi pernapasan dalam rentang normal (12–20 kali/menit).
- Saturasi oksigen (SpO₂) ≥95%.
- Tidak ada sianosis atau penggunaan otot bantu napas.
- Pasien melaporkan penurunan sesak napas.
#### **Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):**
**Manajemen Jalan Napas** *(Kode: I.05001)*
**Intervensi:**
- Monitor frekuensi, kedalaman, dan usaha pernapasan.
- Ajarkan teknik batuk efektif dan latihan napas dalam.
- Berikan oksigen tambahan jika diperlukan.
- Kolaborasi pemberian terapi obat antituberkulosis (OAT).
---
### **Diagnosa Keperawatan Tambahan:**
**Intoleransi Aktivitas** *(Kode: D.0006)*
**Penjelasan:**
Penurunan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari akibat kelemahan, demam, dan hipoksia sekunder akibat tuberkulosis paru.
#### **Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):**
**Peningkatan Toleransi Aktivitas** *(Kode: L.03006)*
**Kriteria Luaran:**
- Pasien mampu melakukan aktivitas harian secara bertahap tanpa sesak berat.
- Denyut nadi dan pernapasan stabil setelah aktivitas.
- Pasien melaporkan peningkatan energi.
#### **Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):**
**Manajemen Energi** *(Kode: I.08001)*
**Intervensi:**
- Bantu pasien dalam aktivitas sesuai toleransi.
- Rencanakan periode istirahat yang cukup.
- Pantau tanda vital sebelum dan setelah aktivitas.
---
### **Diagnosa Keperawatan Tambahan:**
**Risiko Penyebaran Infeksi** *(Kode: D.0023)*
**Penjelasan:**
Risiko penularan *Mycobacterium tuberculosis* melalui droplet pernapasan kepada orang lain.
#### **Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):**
**Pencegahan Penyebaran Infeksi** *(Kode: L.15023)*
**Kriteria Luaran:**
- Pasien dan keluarga memahami tindakan pencegahan penularan.
- Tidak ada anggota keluarga atau petugas kesehatan yang tertular.
#### **Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):**
**Pencegahan Infeksi** *(Kode: I.11001)*
**Intervensi:**
- Ajarkan etika batuk (menutup mulut dengan tisu/tangan).
- Anjurkan penggunaan masker.
- Lakukan isolasi droplet jika diperlukan.
- Edukasi keluarga tentang pentingnya pengobatan lengkap.
---
### **Kesimpulan:**
Diagnosa keperawatan utama pada pasien tuberkulosis paru meliputi **Gangguan Pertukaran Gas**, **Intoleransi Aktivitas**, dan **Risiko Penyebaran Infeksi**. Intervensi keperawatan difokuskan pada manajemen jalan napas, peningkatan toleransi aktivitas, dan pencegahan penularan infeksi. Pemantauan ketat terhadap respons terapi dan edukasi pasien serta keluarga merupakan aspek kunci dalam tatalaksana keperawatan.
*(Sumber: Buku Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) Edisi Terkini – PPNI)*