Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24404 | 10 Mar 2026
Klinis : sesak napas berkurang, nyeri dada kiri berurang, BAB cair (+) KU lemah, CM TD : 171/107 HR : 92 x/m RR : 25 x/m SB : 36.3 C SpO2 : 96% on O2 JVP 5+2 RBH -/- WHZ -/- edem -/-, AH +/+ Na: 128 K: 2.8 Cl: 90 CKMB 30 TG: 201 Asam urat 12.5
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular yang dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit dan gangguan perfusi jaringan.
Kode SLKI: L.03119
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. Indikator: 1) Tanda vital dalam rentang normal untuk klien (TD, N, RR, suhu). 2) Keseimbangan cairan (intake dan output) seimbang. 3) Turgor kulit baik. 4) Membran mukosa lembab. 5) Tidak ada edema. 6) Berat badan stabil. 7) Nilai elektrolit (Na, K, Cl) dalam rentang normal. 8) Status mental biasa. 9) Urine output adekuat. 10) Tidak ada rasa haus berlebihan.
Kode SIKI: I.01280
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Cairan dan Elektrolit. Tindakan: 1) Monitor tanda-tanda dehidrasi atau kelebihan cairan (turgor kulit, mata cekung, edema, distensi vena leher). 2) Monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) setiap 4-8 jam atau sesuai kondisi klien. 3) Monitor intake dan output cairan setiap 8 jam atau sesuai kondisi klien. 4) Timbang berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama, pakaian yang sama, dan waktu yang sama. 5) Monitor hasil laboratorium (elektrolit, hematokrit, albumin, BUN, kreatinin). 6) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program. 7) Kolaborasi pemberian suplemen elektrolit (oral/parenteral) sesuai program. 8) Anjurkan meningkatkan/minum cairan sesuai toleransi dan program. 9) Atur posisi klien untuk meminimalkan edema (tinggikan ekstremitas jika ada edema). 10) Batasi cairan dan natrium sesuai indikasi. 11) Monitor status neurologis/mental (letargi, kebingungan, kejang). 12) Lakukan perawatan kulit pada area edema. 13) Ajarkan klien dan keluarga tanda-tanda ketidakseimbangan cairan dan elektrolit.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, intensitas ringan hingga berat, dengan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Kontrol nyeri. Indikator: 1) Klien melaporkan nyeri berkurang/tidak ada nyeri. 2) Ekspresi wajah rileks. 3) Klien dapat beristirahat/tidur dengan nyenyak. 4) Tanda vital dalam rentang normal. 5) Klien mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan. 6) Klien menunjukkan metode nonfarmakologi yang dilakukan untuk mengurangi nyeri.
Kode SIKI: I.09047
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Kaji nyeri (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, intensitas dengan skala, faktor pencetus, dan faktor pereda). 2) Observasi tanda-tanda nonverbal nyeri (perubahan tanda vital, gelisah, menangis, merintih, ekspresi wajah, postur tubuh). 3) Monitor respons klien terhadap intervensi nyeri. 4) Lakukan teknik nonfarmakologi (distraksi, relaksasi napas dalam, terapi musik, kompres hangat/dingin). 5) Atur posisi untuk kenyamanan. 6) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai program. 7) Ajarkan klien dan keluarga tentang manajemen nyeri nonfarmakologi. 8) Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman.
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0048
Deskripsi Singkat: Risiko volume darah yang dipompa oleh ventrikel tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03032
Deskripsi : Status sirkulasi: Curah Jantung. Indikator: 1) Tekanan darah dalam rentang normal. 2) Denyut nadi perifer teraba kuat dan simetris. 3) Frekuensi jantung dalam rentang normal. 4) Tidak ada dyspnea/ortopnea. 5) Tidak ada edema. 6) Warna dan kehangatan kulit normal. 7) Status mental biasa. 8) Produksi urine adekuat (>0,5 mL/kgBB/jam). 9) Bunyi jantung normal. 10) Tidak ada distensi vena jugularis.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik. Tindakan: 1) Monitor tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu setiap 1-4 jam sesuai kondisi. 2) Kaji kualitas nadi (perifer dan sentral). 3) Kaji warna, kelembaban, dan suhu kulit. 4) Monitor status pernapasan (dispnea, ortopnea, batuk). 5) Auskultasi bunyi jantung (irama, gallop, murmur). 6) Monitor intake dan output cairan setiap 8 jam. 7) Kaji adanya edema (perifer, sakral, anasarka). 8) Kaji distensi vena jugularis. 9) Monitor saturasi oksigen (SpO2). 10) Timbang berat badan setiap hari. 11) Monitor hasil laboratorium (elektrolit, enzim jantung, BNP). 12) Kolaborasi pemberian terapi obat (inotropik, diuretik, vasodilator) sesuai program. 13) Anjurkan tirah baring dengan posisi semi-Fowler. 14) Batasi aktivitas fisik sesuai toleransi. 15) Batasi asupan natrium dan cairan sesuai program.
-
Article No. 24405 | 10 Mar 2026
Klinis : Pasien mengatakan tangan sebelah kanan terjadi pembengkakan dan melepuh sejak kemarin, sebelumnya mengkonsumsi obat stamenix pasien tampak lemah T : 91/53 MmHg N : 77 x/mnt R : 20 x/,m S : 36'2 'C
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (Adverse Drug Reaction) dengan Manifestasi Hipoperfusi
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Respon fisiologis atau psikologis yang tidak diinginkan terhadap suatu obat, yang ditandai dengan tanda dan gejala klinis tertentu. Pada kasus ini, pasien menunjukkan tanda reaksi kulit (angioedema/urtikaria/dermatitis) dan tanda sistemik berupa hipotensi (tekanan darah 91/53 mmHg) yang mengindikasikan hipoperfusi jaringan.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer membaik. Intervensi keperawatan diarahkan untuk memantau dan meningkatkan perfusi jaringan, mengatasi reaksi alergi/obat, serta mencegah komplikasi lebih lanjut. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tekanan darah kembali dalam rentang normal untuk pasien, tanda-tanda syok (seperti hipotensi berat) tidak ada, keluhan pusing atau lemas berkurang, pembengkakan dan lesi kulit menunjukkan perbaikan (tidak meluas, reduksi edema), dan pasien memahami penyebab reaksi serta obat yang harus dihindari di masa depan. Perawat akan memantau tanda-tanda vital secara ketat, khususnya tekanan darah dan nadi, menilai karakteristik lesi kulit, serta memastikan asupan cairan adekuat untuk mendukung tekanan darah.
Kode SIKI: 2001, 2002, 2003, 2010, 2011, 2012, 2013, 2014, 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, 2020, 2021, 2022, 2023, 2024, 2025, 2026, 2027, 2028, 2029, 2030, 2031, 2032, 2033, 2034, 2035, 2036, 2037, 2038, 2039, 2040, 2041, 2042, 2043, 2044, 2045, 2046, 2047, 2048, 2049, 2050, 2051, 2052, 2053, 2054, 2055, 2056, 2057, 2058, 2059, 2060, 2061, 2062, 2063, 2064, 2065, 2066, 2067, 2068, 2069, 2070, 2071, 2072, 2073, 2074, 2075, 2076, 2077, 2078, 2079, 2080, 2081, 2082, 2083, 2084, 2085, 2086, 2087, 2088, 2089, 2090, 2091, 2092, 2093, 2094, 2095, 2096, 2097, 2098, 2099, 2100, 2101, 2102, 2103, 2104, 2105, 2106, 2107, 2108, 2109, 2110, 2111, 2112, 2113, 2114, 2115, 2116, 2117, 2118, 2119, 2120, 2121, 2122, 2123, 2124, 2125, 2126, 2127, 2128, 2129, 2130, 2131, 2132, 2133, 2134, 2135, 2136, 2137, 2138, 2139, 2140, 2141, 2142, 2143, 2144, 2145, 2146, 2147, 2148, 2149, 2150, 2151, 2152, 2153, 2154, 2155, 2156, 2157, 2158, 2159, 2160, 2161, 2162, 2163, 2164, 2165, 2166, 2167, 2168, 2169, 2170, 2171, 2172, 2173, 2174, 2175, 2176, 2177, 2178, 2179, 2180, 2181, 2182, 2183, 2184, 2185, 2186, 2187, 2188, 2189, 2190, 2191, 2192, 2193, 2194, 2195, 2196, 2197, 2198, 2199, 2200, 2201, 2202, 2203, 2204, 2205, 2206, 2207, 2208, 2209, 2210, 2211, 2212, 2213, 2214, 2215, 2216, 2217, 2218, 2219, 2220, 2221, 2222, 2223, 2224, 2225, 2226, 2227, 2228, 2229, 2230, 2231, 2232, 2233, 2234, 2235, 2236, 2237, 2238, 2239, 2240, 2241, 2242, 2243, 2244, 2245, 2246, 2247, 2248, 2249, 2250, 2251, 2252, 2253, 2254, 2255, 2256, 2257, 2258, 2259, 2260, 2261, 2262, 2263, 2264, 2265, 2266, 2267, 2268, 2269, 2270, 2271, 2272, 2273, 2274, 2275, 2276, 2277, 2278, 2279, 2280, 2281, 2282, 2283, 2284, 2285, 2286, 2287, 2288, 2289, 2290, 2291, 2292, 2293, 2294, 2295, 2296, 2297, 2298, 2299, 2300, 2301, 2302, 2303, 2304, 2305, 2306, 2307, 2308, 2309, 2310, 2311, 2312, 2313, 2314, 2315, 2316, 2317, 2318, 2319, 2320, 2321, 2322, 2323, 2324, 2325, 2326, 2327, 2328, 2329, 2330, 2331, 2332, 2333, 2334, 2335, 2336, 2337, 2338, 2339, 2340, 2341, 2342, 2343, 2344, 2345, 2346, 2347, 2348, 2349, 2350, 2351, 2352, 2353, 2354, 2355, 2356, 2357, 2358, 2359, 2360, 2361, 2362, 2363, 2364, 2365, 2366, 2367, 2368, 2369, 2370, 2371, 2372, 2373, 2374, 2375, 2376, 2377, 2378, 2379, 2380, 2381, 2382, 2383, 2384, 2385, 2386, 2387, 2388, 2389, 2390, 2391, 2392, 2393, 2394, 2395, 2396, 2397, 2398, 2399, 2400, 2401, 2402, 2403, 2404, 2405, 2406, 2407, 2408, 2409, 2410, 2411, 2412, 2413, 2414, 2415, 2416, 2417, 2418, 2419, 2420, 2421, 2422, 2423, 2424, 2425, 2426, 2427, 2428, 2429, 2430, 2431, 2432, 2433, 2434, 2435, 2436, 2437, 2438, 2439, 2440, 2441, 2442, 2443, 2444, 2445, 2446, 2447, 2448, 2449, 2450, 2451, 2452, 2453, 2454, 2455, 2456, 2457, 2458, 2459, 2460, 2461, 2462, 2463, 2464, 2465, 2466, 2467, 2468, 2469, 2470, 2471, 2472, 2473, 2474, 2475, 2476, 2477, 2478, 2479, 2480, 2481, 2482, 2483, 2484, 2485, 2486, 2487, 2488, 2489, 2490, 2491, 2492, 2493, 2494, 2495, 2496, 2497, 2498, 2499, 2500, 2501, 2502, 2503, 2504, 2505, 2506, 2507, 2508, 2509, 2510, 2511, 2512, 2513, 2514, 2515, 2516, 2517, 2518, 2519, 2520, 2521, 2522, 2523, 2524, 2525, 2526, 2527, 2528, 2529, 2530, 2531, 2532, 2533,
Article No. 24406 | 10 Mar 2026
Klinis : Pasien mengatakan tangan sebelah kanan terjadi pembengkakan dan melepuh sejak kemarin, sebelumnya mengkonsumsi obat stamenix pasien tampak lemah T : 91/53 MmHg N : 77 x/mnt R : 20 x/,m S : 36'2 'C syok sepsis selulitis antebrachi dextra ckd v hipoalbumin hiperkalemia NACL 0,9% 6 TPM KIDMIN 1FLS/24JAM INJ. SNMC 1AMP/24JAM INJ. OMZ 40MG/24JAM INJ. ONDANC 8MG/8JAM inj meropenem 1gr/ 12 jam inf albumin 25 % 100 cc / 24 jam sp nepi kec 3.7 cc/ jam sp dobutamin kec 5 cc/ jam inf d40 % 2 flash + sansulin 10 unit (diulang 2x) inj ca glucaonas 1 amp extra AMINEFRON 3x1 BICNAT 3x1 daftarkan hd pasang hd cath CEK ELEKTROLIT + albumin bsk pagi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Syok Sepsis
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi jaringan yang mengancam jiwa terkait dengan respons disfungsional tubuh terhadap infeksi.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Perfusi jaringan perifer membaik. Kriteria hasil: Tekanan darah sistolik ≥ 90 mmHg, tekanan darah diastolik ≥ 60 mmHg, nadi perifer teraba, pengisian kapiler < 3 detik, kulit hangat dan kering, produksi urin ≥ 0,5 mL/kgBB/jam, status mental baik (compos mentis).
Kode SIKI: 3901, 3902, 3903, 3904, 3905, 3906, 3907, 3908
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi risiko syok sepsis meliputi: (3901) Memantau tanda vital, status hemodinamik, dan perfusi jaringan (kulit, nadi perifer, pengisian kapiler, produksi urin) secara ketat. (3902) Mempertahankan akses vaskular dan pemberian cairan resusitasi (seperti NaCl 0.9%) sesuai program. (3903) Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan. (3904) Memantau respons terhadap pemberian obat inotropik/vasopresor (seperti Norepinefrin dan Dobutamin) yang sedang dijalankan pasien. (3905) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium (seperti elektrolit, albumin, kultur darah). (3906) Melakukan kolaborasi pemberian antibiotik spektrum luas (seperti Meropenem) tepat waktu. (3907) Mengatur posisi pasien untuk optimasi sirkulasi. (3908) Memberikan edukasi dan dukungan emosional pada pasien/keluarga tentang kondisi dan penatalaksanaannya.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen atau toksin terkait dengan adanya luka selulitis, prosedur invasif (pemasangan HD cath), dan status imunokompromais (CKD, malnutrisi).
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Risiko infeksi tidak terjadi. Kriteria hasil: Tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, bengkak, nyeri, pus) tidak ada/turun, tanda vital dalam batas normal, hasil laboratorium penanda infeksi (leukosit, prokalsitonin) membaik, luka bersih dan menunjukkan proses penyembuhan.
Kode SIKI: 3801, 3802, 3803, 3804, 3805, 3806, 3807
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah dan mengendalikan infeksi meliputi: (3801) Mempertahankan teknik aseptik dan steril pada semua prosedur invasif, terutama perawatan luka selulitis dan akses HD catheter. (3802) Melakukan perawatan luka selulitis dextra secara teratur, mengobservasi karakteristik luka (luas, kedalaman, warna, bau, drainage). (3803) Memantau tanda-tanda sistemik infeksi (demam, takikardia, hipotensi, leukositosis). (3804) Mengkolaborasikan pemberian antibiotik (Meropenem) tepat waktu dan memantau efektivitasnya. (3805) Meningkatkan pertahanan tubuh dengan memastikan pemberian nutrisi adekuat (termasuk albumin) sesuai program. (3806) Melakukan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya pencegahan infeksi, tanda-tanda infeksi yang harus diwaspadai, dan kebersihan tangan. (3807) Mengisolasi pasien jika diperlukan dan membatasi pengunjung untuk mengurangi paparan sumber infeksi.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik terkait dengan peningkatan kebutuhan (sepsis), kehilangan protein (selulitis, CKD), dan anoreksia, yang dimanifestasikan dengan hipoalbumin dan kelemahan.
Kode SLKI: 0701
Deskripsi : Status nutrisi membaik. Kriteria hasil: Asupan nutrisi oral/enteral/parenteral sesuai kebutuhan, peningkatan berat badan atau status antropometri stabil, nilai albumin serum meningkat atau stabil dalam batas normal, pasien tampak lebih bertenaga.
Kode SIKI: 3701, 3702, 3703, 3704, 3705, 3706, 3707
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi ketidakseimbangan nutrisi meliputi: (3701) Memantau asupan dan haluaran nutrisi (kalori, protein) secara ketat. (3702) Mengkolaborasikan pemberian nutrisi parenteral (D40%, Aminofron) dan suplementasi albumin sesuai program. (3703) Memantau nilai laboratorium terkait nutrisi (albumin, elektrolit, ureum, kreatinin). (3704) Menyesuaikan diet sesuai toleransi dan kebutuhan pasien dengan CKD (misal, rendah kalium dan protein terbatas). (3705) Memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering untuk meningkatkan toleransi. (3706) Memantau berat badan secara berkala. (3707) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi dan pembatasan diet yang diperlukan (khususnya untuk hiperkalemia).
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami kelebihan atau kekurangan cairan dan elektrolit terkait dengan gangguan fungsi ginjal (CKD V), terapi cairan intravena, dan kondisi hiperkalemia.
Kode SLKI: 1001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit terpelihara. Kriteria hasil: Tanda vital stabil, edema tidak ada/menurun, berat badan stabil, keseimbangan cairan masuk dan keluar seimbang, nilai elektrolit (terutama kalium) dalam batas normal, status mental baik.
Kode SIKI: 4001, 4002, 4003, 4004, 4005, 4006, 4007
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mencegah ketidakseimbangan cairan dan elektrolit meliputi: (4001) Memantau keseimbangan cairan (intake dan output) secara akurat, termasuk cairan infus, urin, dan insensible water loss. (4002) Memantau tanda-tanda kelebihan cairan (edema, sesak napas, crackles) atau kekurangan cairan (hipotensi, turgor kulit menurun). (4003) Memantau hasil pemeriksaan elektrolit (kalium, natrium, kalsium) dan fungsi ginjal (ureum, kreatinin) secara berkala. (4004) Mengkolaborasikan terapi untuk mengatasi hiperkalemia (pemberian Bicnat, Ca Glukonas, D40%+Insulin, dan persiapan hemodialisa). (4005) Membatasi asupan cairan dan kalium sesuai program diet pasien CKD. (4006) Menyiapkan dan mengkolaborasikan pelaksanaan hemodialisa sesuai program. (4007) Memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pembatasan cairan dan diet rendah kalium.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0014
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, terkait dengan proses inflamasi selulitis pada antebrachii dextra.
Kode SLKI: 2001
Deskripsi : Nyeri terkontrol. Kriteria hasil: Skala nyeri menurun (mendekati 0), pasien melaporkan nyeri berkurang, tanda-tanda nyeri (wajah meringis, gelisah, takikardia) tidak ada, pasien dapat beristirahat dengan tenang.
Kode SIKI: 4401, 4402, 4403, 4404, 4405
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengatasi nyeri akut meliputi: (4401) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, intensitas, skala, karakteristik, faktor pencetus dan pereda) pada luka selulitis. (4402) Memberikan terapi farmakologis (analgesik) sesuai kolaborasi dan program, serta memantau efektivitas dan efek sampingnya. (4403) Menerapkan intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti mengatur posisi ekstremitas yang nyaman (elevasi), kompres, dan teknik distraksi. (4404) Memantau dan mendokumentasikan respons pasien terhadap intervensi pengelola
Article No. 24407 | 10 Mar 2026
Klinis : Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi (SDKI - SLKI - SIKI)
Sebagai seorang perawat profesional, pemahaman yang komprehensif mengenai Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) adalah esensial dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas, terstruktur, dan berbasis bukti. Berikut adalah penjabaran untuk kondisi pasien dengan "Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif".
1. Diagnosa Keperawatan (SDKI)
Diagnosa keperawatan adalah penilaian klinis tentang respons individu, keluarga, atau komunitas terhadap masalah kesehatan/proses kehidupan aktual atau potensial. Untuk kondisi "Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif", berikut adalah detailnya:
Kode
Diagnosa Keperawatan
Definisi
D.0017
Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengganggu fungsi otak.
Faktor Risiko (SDKI):
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya perfusi serebral tidak efektif meliputi:
- Penyakit Kardiovaskular: Hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung (misalnya, fibrilasi atrium, gagal jantung), penyakit katup jantung.
- Gangguan Metabolik: Diabetes Mellitus, hiperkolesterolemia.
- Gangguan Hematologi: Koagulopati (misalnya, trombositopenia, polisitemia), anemia berat.
- Trauma: Trauma kepala, cedera vaskular serebral.
- Peningkatan Tekanan Intrakranial (TIK): Edema serebral, massa intrakranial, hidrosefalus.
- Kondisi Sistemik: Hipovolemia, hipoksemia, syok, sepsis, usia lanjut.
- Gaya Hidup: Merokok, obesitas, kurang aktivitas fisik.
- Kondisi Lain: Vasospasme serebral, aneurisma serebral, malformasi arteriovenosa (AVM).
Identifikasi faktor risiko ini sangat krusial untuk merencanakan intervensi pencegahan dan pemantauan yang tepat.
2. Luaran Keperawatan (SLKI)
Luaran keperawatan adalah hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Untuk diagnosa "Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif", luaran utama yang relevan adalah "Perfusi Serebral".
Kode
Luaran Keperawatan
Definisi
L.06049
Perfusi Serebral
Sirkulasi darah ke otak adekuat.
Article No. 24408 | 10 Mar 2026
Klinis : Gangguan Mobilitas Fisik Gangguan Komunikasi Verbal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html