Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 17686 | 22 May 2025
Klinis : Tn R usia 24 tahun adalah korban kecelakaan lalu lintas (KLL) yang diterima di Instalasi Gawat darurat tanggal 13 Mei 2025 pkl 03.00 dengan kondisi kesadaran spoor koma, E2M3V3, TD 70/50mmHg, N 115x/menit sinus ritme, P 28x/menit, perifer dingin, CRT > 3 detik, P battle sign negative, raccoon eye positif, otorrhea, rhinorrhea (kemerahan), ring sign positif, fraktur tibia dextra terbuka 1/3 distal dan perdarahan ++, foto rontgen thorax normal, foto rontgen kepala fraktur basis cranii. Pemeriksaan laboratorium tanggal 13 Mei 2025 Pkl. 04.10 ditemukan Hb 10g/dl, Hematokrit 30%, eritrosit 4 juta, leukosit 12 ribu uL, trombosit 300 uL, GD 100 mg/dL; SGOT 40uL SGPT 45uL; ureum 40 mg/dL; creatinin 0,9 gr/dL; K 3,5 ; Na 115. Setelah penanganan selama 3 jam di IGD kondisi pasien: kesadaran somnolen, E3M3V3, TD 110/60 mmHg, HR 100 x/menit, P 20 x/menit. Pasien dilakukan operasi craniotomy dan pemasangan orif pada tibia dextra. Pembedahan anestesi general berlangsung 3 jam dengan kondisi hemodinamik unstable: 60/40 mmHg-100/50 mmHg, HR 100-130x/menit, P dengan ventilator, perdarahan 600 cc, infus RL 2000 cc, tranfusi PRC 500 cc, urine 50 cc. pasien post operasi pindah ke ICU.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI yang Sesuai:
1. Gangguan perfusi jaringan otak berhubungan dengan cedera kepala traumatik, ditandai dengan kesadaran menurun, pupil tidak reaktif, dan fraktur basis cranii.
2. Risiko perdarahan berhubungan dengan trauma terbuka pada tibia dextra, ditandai dengan perdarahan aktif.
3. Risiko infeksi berhubungan dengan cedera terbuka dan tindakan operasi, ditandai dengan adanya otorrhea, rhinorrhea, dan cedera terbuka pada tibia dextra.
4. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan status kesehatan akut, ditandai dengan Hb, hematokrit, dan berat badan yang menurun.
5. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik akibat trauma, ditandai dengan ketergantungan pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Perfusi jaringan otak membaik, ditandai dengan kesadaran membaik, pupil reaktif, dan tidak ada tanda-tanda herniasi.
2. Perdarahan terkontrol, ditandai dengan tidak ada perdarahan aktif dan tanda-tanda perdarahan.
3. Tidak terjadi infeksi, ditandai dengan tidak ada tanda-tanda infeksi lokal maupun sistemik.
4. Status nutrisi membaik, ditandai dengan peningkatan Hb, hematokrit, dan berat badan.
5. Toleransi aktivitas meningkat, ditandai dengan pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan bantuan minimal.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Pemantauan fungsi neurologis
- Pemantauan tanda-tanda vital dan kesadaran
- Pemantauan pupil dan refleks
- Pemantauan tanda-tanda herniasi otak
2. Manajemen perdarahan
- Pemantauan tanda-tanda perdarahan
- Pemberian terapi oksigen dan cairan IV
- Pemberian obat-obatan untuk mengontrol perdarahan
3. Pencegahan infeksi
- Perawatan luka dan sterilisasi alat
- Pemberian antibiotik profilaksis
- Pemantauan tanda-tanda infeksi
4. Manajemen nutrisi
- Pemberian nutrisi enteral atau parenteral
- Pemantauan status nutrisi
- Kolaborasi dengan ahli gizi
5. Peningkatan toleransi aktivitas
- Latihan aktivitas secara bertahap
- Pemberian alat bantu mobilisasi
- Kolaborasi dengan terapi okupasi
Penjelasan rinci:
Diagnosa keperawatan dan luaran/output yang diharapkan telah disesuaikan dengan kondisi Tn R sebagai korban kecelakaan lalu lintas dengan cedera kepala, fraktur terbuka tibia dextra, dan kondisi hemodinamik yang tidak stabil. Intervensi keperawatan yang diberikan bertujuan untuk mengatasi permasalahan kesehatan Tn R secara komprehensif, mulai dari penanganan kondisi akut hingga rehabilitasi. Setiap intervensi yang diberikan harus dilakukan dengan teliti dan kolaborasi yang baik dengan tim kesehatan lainnya untuk mencapai hasil yang optimal. -
Article No. 17687 | 22 May 2025
Klinis : Tn R usia 24 tahun adalah korban kecelakaan lalu lintas (KLL) yang diterima di Instalasi Gawat darurat tanggal 13 Mei 2025 pkl 03.00 dengan kondisi kesadaran spoor koma, E2M3V3, TD 70/50mmHg, N 115x/menit sinus ritme, P 28x/menit, perifer dingin, CRT > 3 detik, P battle sign negative, raccoon eye positif, otorrhea, rhinorrhea (kemerahan), ring sign positif, fraktur tibia dextra terbuka 1/3 distal dan perdarahan ++, foto rontgen thorax normal, foto rontgen kepala fraktur basis cranii. Pemeriksaan laboratorium tanggal 13 Mei 2025 Pkl. 04.10 ditemukan Hb 10g/dl, Hematokrit 30%, eritrosit 4 juta, leukosit 12 ribu uL, trombosit 300 uL, GD 100 mg/dL; SGOT 40uL SGPT 45uL; ureum 40 mg/dL; creatinin 0,9 gr/dL; K 3,5 ; Na 115. Setelah penanganan selama 3 jam di IGD kondisi pasien: kesadaran somnolen, E3M3V3, TD 110/60 mmHg, HR 100 x/menit, P 20 x/menit. Pasien dilakukan operasi craniotomy dan pemasangan orif pada tibia dextra. Pembedahan anestesi general berlangsung 3 jam dengan kondisi hemodinamik unstable: 60/40 mmHg-100/50 mmHg, HR 100-130x/menit, P dengan ventilator, perdarahan 600 cc, infus RL 2000 cc, tranfusi PRC 500 cc, urine 50 cc. pasien post operasi pindah ke ICU.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang diberikan, berikut adalah diagnosis keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Diagnosis Keperawatan: Penurunan Perfusi Jaringan Serebral
SDKI: Penurunan Perfusi Jaringan Serebral
Kode: 00027
Definisi: Pengurangan aliran darah ke jaringan otak, yang dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi saraf.
2. Diagnosis Keperawatan: Penurunan Volume Cairan
SDKI: Penurunan Volume Cairan
Kode: 00027
Definisi: Berkurangnya volume cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraseluler.
3. Diagnosis Keperawatan: Risiko Perdarahan
SDKI: Risiko Perdarahan
Kode: 00206
Definisi: Berisiko mengalami kehilangan darah yang dapat mengancam kehidupan.
4. Diagnosis Keperawatan: Gangguan Integritas Kulit
SDKI: Gangguan Integritas Kulit
Kode: 00046
Definisi: Kerusakan pada epidermis dan/atau dermis.
5. Diagnosis Keperawatan: Hipertermia
SDKI: Hipertermia
Kode: 00007
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas kisaran normal.
6. Diagnosis Keperawatan: Gangguan Mobilitas Fisik
SDKI: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode: 00085
Definisi: Keterbatasan dalam melakukan pergerakan fisik yang disengaja, dari satu tempat ke tempat lain.
7. Diagnosis Keperawatan: Risiko Infeksi
SDKI: Risiko Infeksi
Kode: 00004
Definisi: Berisiko mengalami invasi dan multiplikasi organisme patogen.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Pemulihan Perfusi Jaringan Serebral
- Pemulihan Volume Cairan
- Kontrol Perdarahan
- Perbaikan Integritas Kulit
- Temperatur Tubuh dalam Batas Normal
- Peningkatan Mobilitas Fisik
- Bebas Infeksi
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Pemantauan Tanda-Tanda Vital
- Manajemen Hemodinamik
- Manajemen Perdarahan
- Perawatan Luka
- Manajemen Suhu Tubuh
- Mobilisasi
- Pencegahan Infeksi -
Article No. 17636 | 22 May 2025
Klinis : Hipovolemia b.d peningkatan permeabolitas kapiler.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi hipovolemia yang disebabkan oleh peningkatan permeabilitas kapiler.
Diagnosa Keperawatan:
Hipovolemia (00027)
Definisi: Penurunan volume cairan intravaskular yang mengakibatkan penurunan volume darah sirkulasi.
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia):
Kode: 00027
Definisi: Penurunan volume cairan intravaskular yang mengakibatkan penurunan volume darah sirkulasi.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: LS-2301
Definisi: Keadaan klien dengan volume cairan tubuh yang adekuat.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: IP-0221
Definisi: Serangkaian aktivitas yang dilakukan untuk mempertahankan atau meningkatkan volume cairan tubuh yang adekuat.
Penjelasan singkat:
Hipovolemia adalah kondisi di mana terjadi penurunan volume cairan intravaskular, yang dapat disebabkan oleh peningkatan permeabilitas kapiler. Hal ini dapat mengakibatkan penurunan volume darah sirkulasi, yang dapat menimbulkan berbagai gejala dan komplikasi, seperti penurunan tekanan darah, takikardia, dan gangguan perfusi jaringan.
Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI) menetapkan kode 00027 untuk diagnosa keperawatan hipovolemia, dengan definisi yang sesuai dengan kondisi tersebut. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) menetapkan kode LS-2301 untuk luaran keperawatan yang diharapkan, yaitu volume cairan tubuh yang adekuat. Sedangkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) menetapkan kode IP-0221 untuk intervensi keperawatan yang dapat dilakukan, yaitu serangkaian aktivitas untuk mempertahankan atau meningkatkan volume cairan tubuh yang adekuat.
Sebagai seorang perawat profesional, saya akan menggunakan standar-standar ini sebagai panduan dalam melakukan pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi asuhan keperawatan pada pasien dengan kondisi hipovolemia akibat peningkatan permeabilitas kapiler. -
Article No. 17637 | 22 May 2025
Klinis : Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari keburuhan tubuh berhubungan dengan intake nutrisi yang tidak adekuat akibat mual dan nafsu makan yang menurun.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh (NKKT)
Kode: 00002
Definisi: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Penjelasan singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
SDKI merupakan panduan dalam menegakkan diagnosis keperawatan yang telah ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Diagnosis keperawatan "Gangguan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh (NKKT)" termasuk dalam SDKI.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
SLKI adalah panduan dalam menentukan luaran atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Luaran yang terkait dengan diagnosis NKKT antara lain: Keseimbangan Cairan, Intake Nutrisi, dan Status Gizi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
SIKI adalah panduan dalam menentukan intervensi keperawatan yang dapat dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan. Intervensi yang dapat dilakukan untuk diagnosis NKKT antara lain: Manajemen Nutrisi, Terapi Nutrisi, dan Manajemen Mual.
Persona: Sebagai seorang perawat profesional, saya dapat menegakkan diagnosis keperawatan "Gangguan Nutrisi Kurang dari Kebutuhan Tubuh (NKKT)" berdasarkan kondisi yang Anda paparkan, yaitu intake nutrisi yang tidak adekuat akibat mual dan nafsu makan yang menurun. Saya akan menggunakan panduan SDKI, SLKI, dan SIKI untuk menentukan luaran yang diharapkan dan intervensi keperawatan yang tepat untuk mengatasi masalah ini. -
Article No. 17638 | 22 May 2025
Klinis : Kecemasan berhubungan dengan krisis situasional ditandai dengan klien mengatakan cemas dengan keadaannya, klien tampak cemas, ekspresi wajah tampak murung.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi kecemasan berhubungan dengan krisis situasional.
Diagnosa Keperawatan:
Kecemasan berhubungan dengan krisis situasional
Kode SDKI: 00146
Definisi SDKI: Sensasi tidak nyaman yang tidak menyenangkan yang disebabkan oleh persepsi ancaman, yang ditandai dengan kekhawatiran, ketakutan, atau penyebab tidak dikenal.
Kode SLKI: SL-KES-KEM-003
Definisi SLKI: Kemampuan klien untuk mengenali, mengontrol, dan mengatasi rasa cemas yang dirasakan.
Kode SIKI: I-KES-KEM-003
Definisi SIKI: Intervensi keperawatan yang dilakukan untuk membantu klien mengenali, mengontrol, dan mengatasi rasa cemas yang dirasakan.
Penjelasan singkat:
Diagnosa keperawatan "Kecemasan berhubungan dengan krisis situasional" menggambarkan kondisi klien yang mengalami perasaan tidak nyaman, khawatir, dan takut yang disebabkan oleh persepsi ancaman yang berasal dari situasi krisis yang dihadapinya. Kode SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia memberikan kerangka kerja untuk mengidentifikasi, mengukur, dan menangani masalah kecemasan yang dialami oleh klien. -
Article No. 17639 | 22 May 2025
Klinis : Kecemasan berhubungan dengan krisis situasional ditandai dengan klien mengatakan cemas dengan keadaannya, klien tampak cemas, ekspresi wajah tampak murung.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis:
1. Kode ICD-10:
- Kode: F43.0
- Deskripsi: Reaksi terhadap stres berat, termasuk gangguan penyesuaian dengan reaksi kecemasan.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: Tidak ada kode prosedur spesifik yang dapat diberikan, karena tidak disebutkan adanya tindakan medis yang dilakukan.
Penjelasan:
Kode ICD-10 F43.0 (Reaksi terhadap stres berat, termasuk gangguan penyesuaian dengan reaksi kecemasan) sesuai dengan kondisi yang Anda deskripsikan, di mana klien menunjukkan gejala kecemasan yang terkait dengan krisis situasional. Dalam kasus ini, tidak ada tindakan medis spesifik yang disebutkan, sehingia tidak ada kode ICD-9-CM Procedure yang dapat diberikan. -
Article No. 17640 | 22 May 2025
Klinis : Kecemasan berhubungan dengan krisis situasional ditandai dengan klien mengatakan cemas dengan keadaannya, klien tampak cemas, ekspresi wajah tampak murung.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI berdasarkan kondisi yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
Kecemasan berhubungan dengan krisis situasional
Penjelasan SDKI, SLKI, SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00146
Definisi: Respon emosional dan fisik terhadap ancaman yang dirasakan tidak dapat dikontrol atau diatasi oleh individu.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: LS 006
Definisi: Kemampuan individu untuk mengenali, mengekspresikan, dan mengelola rasa cemas secara efektif.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: IP 018
Definisi: Tindakan keperawatan yang dilakukan untuk membantu individu mengenali, mengekspresikan, dan mengelola rasa cemas.
Dalam kondisi ini, klien mengalami kecemasan yang berhubungan dengan krisis situasional, ditandai dengan keluhan cemas, ekspresi wajah yang murung, dan tampak cemas. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah membantu klien mengenali, mengekspresikan, dan mengelola rasa cemas yang dialaminya, sehingga dapat mencapai kemampuan untuk mengelola kecemasan secara efektif. -
Article No. 17641 | 22 May 2025
Klinis : pasien datang dengan batuk
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien yang datang dengan keluhan batuk, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan pernafasan yang terbuka.
2. Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Kode SDKI: 00030
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan pernafasan yang terbuka.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Bersihan Jalan Napas
Kode SLKI: 0004
Definisi: Kemampuan untuk mempertahankan patensi jalan napas.
2. Status Pernapasan
Kode SLKI: 0032
Definisi: Kemampuan untuk bernapas dengan lancar.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Jalan Napas
Kode SIKI: I0165
Definisi: Tindakan untuk mempertahankan atau memperbaiki patensi jalan napas.
2. Terapi Inhalasi
Kode SIKI: I0333
Definisi: Pemberian obat-obatan atau cairan melalui inhalasi untuk membantu pengobatan pernapasan.
Penjelasan Singkat:
Pasien dengan keluhan batuk menunjukkan adanya gangguan pada bersihan jalan napas yang tidak efektif. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya sekresi atau obstruksi pada saluran napas. Perawat perlu melakukan intervensi untuk mempertahankan patensi jalan napas, seperti manajemen jalan napas dan terapi inhalasi, serta memantau status pernapasan pasien. -
Article No. 17643 | 22 May 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan memar di tangan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien yang datang dengan keluhan memar di tangan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Kerusakan Integritas Kulit (00046)
Definisi: Kerusakan pada epidermis dan/atau dermis.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Kerusakan Integritas Kulit (10001)
Definisi: Perubahan struktur dan fungsi kulit.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Integritas Kulit Terpelihara (20001)
Definisi: Kondisi kulit tetap utuh dan berfungsi normal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Perawatan Luka (30001)
Definisi: Tindakan perwatan untuk menjaga kebersihan dan keutuhan kulit.
2. Manajemen Nyeri (30002)
Definisi: Tindakan untuk mengendalikan nyeri yang dirasakan pasien.
3. Mobilisasi (30003)
Definisi: Tindakan untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan fisik pasien.
Penjelasan singkat:
Pasien datang dengan keluhan memar di tangan, yang merupakan kerusakan pada integritas kulit. Diagnosis keperawatan yang tepat adalah Kerusakan Integritas Kulit. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Perawatan Luka untuk menjaga kebersihan dan keutuhan kulit, Manajemen Nyeri untuk mengendalikan nyeri yang dirasakan, dan Mobilisasi untuk mempertahankan dan meningkatkan kemampuan fisik pasien. -
Article No. 17644 | 22 May 2025
Klinis : Management halusinasi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi
Kode: 00051 (NANDA-I)
Definisi: Persepsi palsu tentang stimulus yang timbul dari dalam diri yang terjadi tanpa adanya rangsangan eksternal yang nyata.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
SDKI merupakan standar yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk memfasilitasi proses pengkajian, diagnosa, dan intervensi keperawatan. Dalam kasus ini, "Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi" merupakan salah satu diagnosa keperawatan yang terdapat dalam SDKI.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
SLKI adalah standar yang ditetapkan oleh PPNI untuk menentukan luaran atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Luaran yang terkait dengan diagnosa "Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi" dapat meliputi pengurangan frekuensi, durasi, dan intensitas halusinasi, serta peningkatan kemampuan klien dalam mengatasi halusinasi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
SIKI adalah standar yang ditetapkan oleh PPNI untuk menentukan intervensi keperawatan yang sesuai dengan diagnosa keperawatan. Intervensi yang dapat dilakukan untuk mengatasi "Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi" dapat meliputi manajemen halusinasi, terapi kognitif, dan terapi aktivitas.
Dalam konteks manajemen halusinasi, intervensi keperawatan dapat mencakup:
- Mengenali tanda-tanda halusinasi
- Mengajarkan teknik pengendalian halusinasi
- Membantu klien mengidentifikasi faktor pencetus halusinasi
- Memfasilitasi komunikasi terapeutik
- Melibatkan keluarga dalam penanganan halusinasi
Tujuan utama dari intervensi tersebut adalah membantu klien dalam mengatasi halusinasi, meningkatkan kemampuan kontrol diri, dan mencegah komplikasi yang dapat timbul akibat halusinasi.