Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 17665 | 22 May 2025
Klinis : Soal kasus Pasien A datang ke rumah sakit efarina siantar dengan keluhan utama sakoit perut sebelah kanan. Pasien tampak meringis kesakitan dan melindungi rasa sakit. Ketika ditanya pasien mengatakan skala nyeri 5 dan nyeri menetap sejak dua hari yang lalu. Pasien menarik nafas dan kalau bisa akan tiodur jika nyeri muncul. Pasien mengatakan demam juga sejak tiga hari yang lalu dan sudah minum obat anti demam. Sebutkan diagnosis keperawatan tuan A Tentukan luaran dan rencana intervensi sesuai dengan diagnosis pasien A
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, diagnosis keperawatan yang tepat untuk pasien A adalah:
1. Nyeri akut (Kode SDKI: 00132)
Definisi: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
2. Hipertermia (Kode SDKI: 00007)
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal akibat kegagalan mekanisme pengaturan suhu.
Luaran (SLKI) dan Rencana Intervensi (SIKI):
1. Nyeri akut (Kode SDKI: 00132)
Luaran:
- Skala nyeri menurun (Kode SLKI: 1605)
- Ekspresi nyeri menurun (Kode SLKI: 1608)
- Kemampuan mengendalikan nyeri meningkat (Kode SLKI: 1607)
Rencana Intervensi:
- Manajemen nyeri (Kode SIKI: 1400)
- Pengaturan posisi (Kode SIKI: 0840)
- Terapi relaksasi (Kode SIKI: 5880)
2. Hipertermia (Kode SDKI: 00007)
Luaran:
- Suhu tubuh normal (Kode SLKI: 0800)
- Tidak ada tanda-tanda infeksi (Kode SLKI: 1102)
- Tidak ada tanda-tanda peradangan (Kode SLKI: 1104)
Rencana Intervensi:
- Manajemen demam (Kode SIKI: 3740)
- Pemantauan tanda-tanda vital (Kode SIKI: 6680)
- Pemberian obat anti-inflamasi/antipiretik (Kode SIKI: 2300)
Sebagai perawat, saya akan berfokus pada pengelolaan nyeri akut dan hipertermia pada pasien A. Tujuan utama adalah menurunkan skala nyeri, mengurangi ekspresi nyeri, meningkatkan kemampuan pasien dalam mengendalikan nyeri, serta menormalkan suhu tubuh dan mencegah tanda-tanda infeksi atau peradangan. Melalui intervensi yang komprehensif, diharapkan pasien A dapat memperoleh perawatan yang optimal dan mencapai outcome yang diharapkan. -
Article No. 17666 | 22 May 2025
Klinis : saat ini klien mengeluhkan diare cair sejak semalam. entah sudah berapa kali klien bolak balik ke kamar mandi. klien merupakan anak ke dua dari dua bersaudara, saat ini klien tinggal bersama dengan istri dan ibu kandungnya. ayah klien meninggal kurang lebih 100 hari yang lalu. klien di rehabilitasi karena di tangkap oleh polisi karena terbukti membawa shabu. klien mulai menggunakan shabu sejak januari 2025 dengan frekuensi 1-2 kali tiap minggu paket 200 ribu sekali menggunakan. klien awal mula menggunakan shabu karena melihat di media sosial banyak orang ketangkap polisi akibat shabu sehingga memunculkan rasa penasaran kenapa orang-orang menggunakan shabu, akhirnya klien mencari info tentang shabu dan lokasi pembelian. sejak saat itu klien menggunakan merasa nyaman, tenang dan ketagihan. klien menikan sejak 2018 atau 2019 namun sampai saat ini klien belum mempunyai keturunan. pekerjaan klien saat ini adalah sebagai pengepul sarang walet melanjutkan usaha dari orang tuanya.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, berdasarkan informasi yang Anda berikan, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai:
1. Kode ICD-10:
- Kode: R19.7
- Deskripsi: Diare, tidak spesifik
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Tidak ada tindakan medis yang disebutkan dalam kasus ini, sehingga tidak ada kode ICD-9-CM Procedure yang dapat diberikan.
Penjelasan:
Berdasarkan gejala yang dikeluhkan oleh klien, yaitu diare cair sejak semalam dengan frekuensi bolak-balik ke kamar mandi yang tinggi, maka kode ICD-10 yang sesuai adalah R19.7 untuk "Diare, tidak spesifik". Kode ini mencakup berbagai jenis diare yang tidak dapat diklasifikasikan secara lebih spesifik.
Dalam kasus ini, tidak disebutkan adanya tindakan medis yang dilakukan, sehingga tidak ada kode ICD-9-CM Procedure yang dapat diberikan. Namun, jika terdapat tindakan medis yang dilakukan, seperti pemeriksaan laboratorium, pemberian obat-obatan, atau prosedur lainnya, maka kode ICD-9-CM Procedure yang sesuai dapat diberikan. -
Article No. 17667 | 22 May 2025
Klinis : saat ini klien mengeluhkan diare cair sejak semalam. entah sudah berapa kali klien bolak balik ke kamar mandi. klien merupakan anak ke dua dari dua bersaudara, saat ini klien tinggal bersama dengan istri dan ibu kandungnya. ayah klien meninggal kurang lebih 100 hari yang lalu. klien di rehabilitasi karena di tangkap oleh polisi karena terbukti membawa shabu. klien mulai menggunakan shabu sejak januari 2025 dengan frekuensi 1-2 kali tiap minggu paket 200 ribu sekali menggunakan. klien awal mula menggunakan shabu karena melihat di media sosial banyak orang ketangkap polisi akibat shabu sehingga memunculkan rasa penasaran kenapa orang-orang menggunakan shabu, akhirnya klien mencari info tentang shabu dan lokasi pembelian. sejak saat itu klien menggunakan merasa nyaman, tenang dan ketagihan. klien menikan sejak 2018 atau 2019 namun sampai saat ini klien belum mempunyai keturunan. pekerjaan klien saat ini adalah sebagai pengepul sarang walet melanjutkan usaha dari orang tuanya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, dapat ditetapkan beberapa diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
1. Diagnosa Keperawatan: Diare
- SDKI: Diare (10021)
Definisi: Pengeluaran feses cair atau lembek yang terjadi lebih dari tiga kali dalam 24 jam.
- SLKI: Manajemen Diare (10021.1)
Definisi: Kemampuan klien/keluarga dalam mengenali, mencegah, dan mengatasi masalah diare.
- SIKI: Perawatan Diare (10021.1)
Definisi: Serangkaian tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah diare pada klien.
2. Diagnosa Keperawatan: Risiko Penyalahgunaan Zat
- SDKI: Risiko Penyalahgunaan Zat (00042)
Definisi: Risiko penggunaan zat secara berlebihan atau tidak tepat yang dapat menyebabkan ketergantungan.
- SLKI: Manajemen Risiko Penyalahgunaan Zat (00042.1)
Definisi: Kemampuan klien/keluarga dalam mengenali, mencegah, dan mengatasi risiko penyalahgunaan zat.
- SIKI: Perawatan Pencegahan Penyalahgunaan Zat (00042.1)
Definisi: Serangkaian tindakan keperawatan untuk mencegah dan mengatasi risiko penyalahgunaan zat pada klien.
3. Diagnosa Keperawatan: Gangguan Pola Tidur
- SDKI: Gangguan Pola Tidur (00198)
Definisi: Perubahan dalam kualitas atau kuantitas tidur yang mengganggu fungsi sehari-hari.
- SLKI: Manajemen Pola Tidur (00198.1)
Definisi: Kemampuan klien/keluarga dalam mengenali, mencegah, dan mengatasi masalah gangguan pola tidur.
- SIKI: Perawatan Pola Tidur (00198.1)
Definisi: Serangkaian tindakan keperawatan untuk membantu klien mencapai dan mempertahankan pola tidur yang adekuat.
Dalam kondisi ini, klien mengalami diare, risiko penyalahgunaan zat, dan kemungkinan gangguan pola tidur akibat kondisi yang dialami. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi manajemen diare, pencegahan penyalahgunaan zat, dan perawatan pola tidur sesuai dengan diagnosa keperawatan yang ditetapkan. -
Article No. 17668 | 22 May 2025
Klinis : saat ini klien mengeluhkan diare cair sejak semalam. entah sudah berapa kali klien bolak balik ke kamar mandi. klien merupakan anak ke dua dari dua bersaudara, saat ini klien tinggal bersama dengan istri dan ibu kandungnya. ayah klien meninggal kurang lebih 100 hari yang lalu. klien di rehabilitasi karena di tangkap oleh polisi karena terbukti membawa shabu. klien mulai menggunakan shabu sejak januari 2025 dengan frekuensi 1-2 kali tiap minggu paket 200 ribu sekali menggunakan. klien awal mula menggunakan shabu karena melihat di media sosial banyak orang ketangkap polisi akibat shabu sehingga memunculkan rasa penasaran kenapa orang-orang menggunakan shabu, akhirnya klien mencari info tentang shabu dan lokasi pembelian. sejak saat itu klien menggunakan merasa nyaman, tenang dan ketagihan. klien menikan sejak 2018 atau 2019 namun sampai saat ini klien belum mempunyai keturunan. pekerjaan klien saat ini adalah sebagai pengepul sarang walet melanjutkan usaha dari orang tuanya. saat ini klien merasa sedih karena membuat ibunya kecewa namun disatu sisi klien merasa khawatir dengan kondisi kesehatan ibunya.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan yang dapat ditetapkan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI:
1. Diagnosa Keperawatan: Diare Akut (10012)
- SDKI: Diare Akut (10012)
Definisi: Pengeluaran feses cair yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung kurang dari 14 hari.
- SLKI: Manajemen Diare (10012.1)
Definisi: Kemampuan individu, keluarga, atau masyarakat untuk mengelola episode diare.
- SIKI: Perawatan Diare (10012.1.1)
Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mengatasi episode diare.
2. Diagnosa Keperawatan: Gangguan Proses Pikir (10052)
- SDKI: Gangguan Proses Pikir (10052)
Definisi: Ketidakmampuan individu untuk berpikir secara logis, teratur, dan koheren.
- SLKI: Manajemen Gangguan Proses Pikir (10052.1)
Definisi: Kemampuan individu, keluarga, atau masyarakat untuk mengelola gangguan proses pikir.
- SIKI: Terapi Proses Pikir (10052.1.1)
Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mengatasi gangguan proses pikir.
3. Diagnosa Keperawatan: Risiko Kekerasan Diri Sendiri (10111)
- SDKI: Risiko Kekerasan Diri Sendiri (10111)
Definisi: Kemungkinan individu melakukan tindakan yang dapat menyebabkan cedera fisik atau kematian pada dirinya sendiri.
- SLKI: Manajemen Risiko Kekerasan Diri Sendiri (10111.1)
Definisi: Kemampuan individu, keluarga, atau masyarakat untuk mengelola risiko kekerasan diri sendiri.
- SIKI: Manajemen Risiko Kekerasan Diri Sendiri (10111.1.1)
Definisi: Serangkaian tindakan yang dilakukan untuk mengelola risiko kekerasan diri sendiri.
Berdasarkan kondisi yang diberikan, klien mengalami diare cair sejak semalam, memiliki riwayat penggunaan narkoba (shabu), dan juga menunjukkan adanya gangguan proses pikir serta risiko kekerasan diri sendiri. Oleh karena itu, diagnosa keperawatan yang dapat ditetapkan adalah Diare Akut, Gangguan Proses Pikir, dan Risiko Kekerasan Diri Sendiri. -
Article No. 17679 | 22 May 2025
Klinis : Ketidakstabilan kadar glukosa darah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan senang hati, saya akan memberikan Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya untuk kondisi Ketidakstabilan kadar glukosa darah, sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Diagnosa Keperawatan:
Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah (NANDA-I: 00179)
Definisi: Variasi yang tidak dapat dikontrol dalam kadar glukosa darah.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 10027
Judul: Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Definisi: Variasi yang tidak dapat dikontrol dalam kadar glukosa darah.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 10030
Judul: Kadar Glukosa Darah Terkendali
Definisi: Kadar glukosa darah yang terkontrol sesuai target terapi.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 10036
Judul: Pemantauan Kadar Glukosa Darah
Definisi: Tindakan pemantauan dan pencatatan kadar glukosa darah secara berkala untuk mengetahui fluktuasi kadar glukosa darah.
Kode: 10037
Judul: Pengelolaan Kadar Glukosa Darah
Definisi: Tindakan pemberian terapi dan edukasi untuk menjaga kadar glukosa darah tetap dalam rentang normal.
Dengan menggunakan Diagnosa Keperawatan dan Standar Praktik Keperawatan Indonesia (SDKI, SLKI, SIKI) yang ditetapkan oleh PPNI, perawat dapat melakukan pengkajian, perencanaan, intervensi, dan evaluasi yang sistematis dan terstandar dalam menangani pasien dengan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah. -
Article No. 17680 | 22 May 2025
Klinis : Pasien A datang ke rumah sakit efarina siantar dengan keluhan utama sakoit perut sebelah kanan Pasien tampak meringis kesakitan dan melindungi rasa sakit Ketika ditanya pasien mengatakan skala nyeri 5 dan nyeri menetap sejak dua hari yang lalu. Pasien menarik nafas dan kalau bisa akan tiodur jika nyeri muncul Pasien mengatakan demam juga sejak tiga hari yang lalu dan sudah minum obat anti demam
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, pasien A datang ke rumah sakit dengan keluhan utama sakit perut sebelah kanan, disertai dengan nyeri yang dirasakan, demam, dan keinginan untuk tidur saat nyeri muncul. Berikut adalah diagnosa keperawatan yang sesuai beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI dengan kodenya:
1. Diagnosa Keperawatan: Nyeri Akut
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Kode 00132
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain)
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Kode 00105
- Definisi: Hasil akhir yang diharapkan dari intervensi keperawatan dalam membantu klien mencapai status optimal terkait dengan pengurangan atau penghilangan nyeri
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Kode 00132
- Definisi: Upaya pemberian bantuan kepada klien untuk mencegah, menurunkan, atau menghilangkan nyeri
2. Diagnosa Keperawatan: Risiko Infeksi
- SDKI: Kode 00004
- Definisi: Rentan terhadap invasi dan multiplikasi organisme patogen, yang dapat membahayakan kesehatan
- SLKI: Kode 00004
- Definisi: Hasil akhir yang diharapkan dari intervensi keperawatan dalam membantu klien mencapai status optimal terkait dengan pencegahan atau pengendalian infeksi
- SIKI: Kode 00004
- Definisi: Upaya pemberian bantuan kepada klien untuk mencegah atau mengendalikan infeksi
3. Diagnosa Keperawatan: Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Kode 00092
- Definisi: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan akibat keterbatasan fisik dan/atau psikologis
- SLKI: Kode 00092
- Definisi: Hasil akhir yang diharapkan dari intervensi keperawatan dalam membantu klien mencapai status optimal terkait dengan kemampuan melakukan aktivitas rutin yang diinginkan
- SIKI: Kode 00092
- Definisi: Upaya pemberian bantuan kepada klien untuk meningkatkan atau mempertahankan kemampuan melakukan aktivitas rutin yang diinginkan
Tone: Akademis
Persona: Pakar, Perawat -
Article No. 17681 | 22 May 2025
Klinis : Pasien A datang ke rumah sakit efarina siantar dengan keluhan utama sakoit perut sebelah kanan Pasien tampak meringis kesakitan dan melindungi rasa sakit Ketika ditanya pasien mengatakan skala nyeri 5 dan nyeri menetap sejak dua hari yang lalu. Pasien menarik nafas dan kalau bisa akan tiodur jika nyeri muncul Pasien mengatakan demam juga sejak tiga hari yang lalu dan sudah minum obat anti demam
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut (00132)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang timbul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah-istilah tersebut.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Kode: 00132
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang timbul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah-istilah tersebut.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kode: 00400
- Definisi: Tingkat kenyamanan fisik dan emosional yang dirasakan oleh individu dan bebas dari rasa sakit, cedera, dan ketidaknyamanan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Kode: 00400
- Definisi: Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit yang dialami individu.
2. Hipertermia (00007)
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas kisaran normal.
SDKI:
- Kode: 00007
- Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas kisaran normal.
SLKI:
- Kode: 00802
- Definisi: Tingkat suhu tubuh yang termoregulasi secara efektif.
SIKI:
- Kode: 00802
- Definisi: Tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam kisaran normal.
Dalam kasus pasien A, diagnosa keperawatan yang tepat adalah Nyeri Akut dan Hipertermia. Penjelasan singkatnya adalah pasien mengalami rasa sakit yang menetap di perut sebelah kanan dengan skala nyeri 5, serta mengalami demam sejak tiga hari lalu. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri dan manajemen demam. -
Article No. 17682 | 22 May 2025
Klinis : Pasien dengan DM tipe 2 selama 10 tahun. Luka di kaki kanan tidak sembuh sejak 1 bulan. Pasien tinggal sendiri, anak-anaknya bekerja di luar kota. Data Pengkajian: Subjektif: "Saya jarang kontrol. Kalau ke puskesmas ribet, jauh." Tidak rutin minum obat (hanya saat luka terasa nyeri). Merasa frustasi dan bosan mengurus luka. "Kalau saya mati juga tidak ada yang tahu." Tidak ada selera makan. Objektif: Luka ulkus kaki kanan, diameter 5 cm, dalam, tepi tidak rata, dasar kuning, eksudat banyak. Bau ringan dari luka. TTV: TD 140/88 mmHg, GDS: 285 mg/dl.. IMT: 19 kg/m³, HbA Ic terakhir (3 bulan lalu) 9.5%. Luka ditutup kasa lama, lembab dan kotor. Rumah dalam kondisi tidak bersih. Pasien tampak lesu dan jarang mandi. Tidak ada persediaan perban atau antiseptik di rumah. Tidak ada aktivitas sosial
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI dengan kode dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Diagnosa Keperawatan: Integritas Kulit Rusak
- SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): Integritas Kulit Rusak (10021)
- Definisi: Kerusakan pada epidermis dan/atau dermis.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Penyembuhan Luka (21015)
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Perawatan Luka (72038)
2. Diagnosa Keperawatan: Ketidakpatuhan
- SDKI: Ketidakpatuhan (10022)
- Definisi: Perilaku seseorang yang tidak sesuai dengan rekomendasi pemberi pelayanan kesehatan.
- SLKI: Kepatuhan (21016)
- SIKI: Peningkatan Kepatuhan (73140)
3. Diagnosa Keperawatan: Kesepian
- SDKI: Kesepian (10017)
- Definisi: Perasaan tidak menyenangkan akibat ketidaksesuaian antara hubungan sosial yang diinginkan dan hubungan sosial yang ada.
- SLKI: Interaksi Sosial (21028)
- SIKI: Peningkatan Interaksi Sosial (73089)
4. Diagnosa Keperawatan: Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
- SDKI: Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh (10007)
- Definisi: Asupan nutrisi yang tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
- SLKI: Status Nutrisi (21018)
- SIKI: Peningkatan Asupan Nutrisi (73049)
Penjelasan singkat:
1. Integritas Kulit Rusak: Pasien memiliki luka ulkus kaki kanan yang tidak sembuh selama 1 bulan, dengan kondisi luka yang tidak baik.
2. Ketidakpatuhan: Pasien tidak rutin kontrol dan minum obat, serta tidak merawat luka dengan baik.
3. Kesepian: Pasien tinggal sendiri, anak-anaknya bekerja di luar kota, dan tidak ada aktivitas sosial.
4. Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh: Pasien tidak memiliki selera makan. -
Article No. 17683 | 22 May 2025
Klinis : pasien datang dengan keluhan bintilan di mata
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi yang Anda berikan, yaitu pasien datang dengan keluhan bintilan di mata, maka berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Penglihatan (SDKI Kode: 10050)
Definisi: Gangguan pada fungsi penglihatan yang menyebabkan penurunan atau hilangnya kemampuan visual.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Kode: 10050
- Definisi: Gangguan pada fungsi penglihatan yang menyebabkan penurunan atau hilangnya kemampuan visual.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kode: 10050.1
- Definisi: Pasien dapat mempertahankan fungsi penglihatan yang optimal.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Kode: 10050.1.1
- Definisi: Tindakan yang dilakukan perawat untuk mempertahankan fungsi penglihatan yang optimal pada pasien.
Penjelasan singkat:
Diagnosa keperawatan "Gangguan Penglihatan" menggambarkan adanya masalah pada fungsi penglihatan pasien yang menyebabkan penurunan atau hilangnya kemampuan visual. Tujuan luaran keperawatan adalah agar pasien dapat mempertahankan fungsi penglihatan yang optimal. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah tindakan-tindakan untuk mempertahankan fungsi penglihatan yang optimal pada pasien. -
Article No. 17684 | 22 May 2025
Klinis : Risiko syok
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi risiko syok.
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Syok (00146)
Definisi:
Rentan mengalami penurunan sirkulasi jaringan yang dapat mengancam kehidupan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00146
Judul: Risiko Syok
Definisi: Rentan mengalami penurunan sirkulasi jaringan yang dapat mengancam kehidupan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: LS-06.01
Judul: Perfusi Jaringan
Definisi: Kemampuan sirkulasi darah untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi jaringan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: IP-06.01
Judul: Manajemen Syok
Definisi: Serangkaian tindakan untuk mempertahankan sirkulasi darah dan oksigenasi jaringan saat terjadi penurunan aliran darah yang mengancam kehidupan.
Dalam konteks akademis dan sebagai seorang pakar perawat, penjelasan singkat mengenai diagnosa keperawatan Risiko Syok adalah sebagai berikut:
Risiko Syok merupakan kondisi di mana pasien rentan mengalami penurunan sirkulasi jaringan yang dapat mengancam kehidupan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perdarahan, dehidrasi, sepsis, atau kondisi lain yang menyebabkan hipovolemia. Perawat harus segera mengenali tanda-tanda awal syok dan melakukan intervensi yang tepat untuk mempertahankan perfusi jaringan, mencegah terjadinya syok, dan mencegah komplikasi yang dapat mengancam nyawa pasien.