Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24455 | 13 Mar 2026
Klinis : esak nafa sejak 2 hari dan memberat sejak satu hari yg lalu,
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah keadaan dimana individu mengalami kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti dispnea (sesak napas), takipnea, sianosis, gelisah, penurunan saturasi oksigen, dan perubahan hasil analisis gas darah. Pada pasien dengan keluhan sesak napas (esak nafa) yang memberat, gangguan pertukaran gas menjadi diagnosis keperawatan yang sangat relevan karena mengancam fungsi dasar kehidupan.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : SLKI 0401 adalah "Perbaikan Pertukaran Gas". Tujuan akhir dari intervensi keperawatan adalah memulihkan atau mempertahankan pertukaran gas yang adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Saturasi oksigen dalam rentang yang ditetapkan (biasanya >94% pada udara ruangan atau sesuai target terapi), 2) Nilai analisis gas darah (seperti PaO2, PaCO2, pH, dan HCO3) dalam batas normal atau mendekati normal sesuai kondisi pasien, 3) Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda distress pernapasan seperti sesak napas, penggunaan otot bantu napas, atau cuping hidung, 4) Tingkat kesadaran baik (compos mentis) dan tidak gelisah, 5) Kulit dan membran mukosa berwarna normal (tidak sianosis), serta 6) Laju dan irama pernapasan dalam rentang normal sesuai usia. Pencapaian SLKI ini menunjukkan bahwa intervensi yang dilakukan efektif dalam mengatasi masalah oksigenasi tubuh pasien.
Kode SIKI: 3350
Deskripsi : SIKI 3350 adalah "Manajemen Jalan Napas". Intervensi ini merupakan tindakan keperawatan utama untuk mendukung perbaikan pertukaran gas. Deskripsi intervensinya meliputi serangkaian tindakan sistematis: 1) Pemantauan: Mengkaji frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha pernapasan; memantau suara napas (mengidentifikasi wheezing, ronki, stridor); memantau saturasi oksigen secara terus menerus; dan mengobservasi tanda sianosis. 2) Posisi: Menempatkan pasien pada posisi yang memudahkan ekspansi dada, seperti semi-Fowler atau Fowler tinggi, untuk memanfaatkan gravitasi membantu pernapasan. 3) Suction: Membersihkan jalan napas dari sekret secara steril jika diperlukan, untuk mempertahankan patensi jalan napas. 4) Terapi Oksigen: Memberikan terapi oksigen sesuai dengan instruksi dokter (nasal kanul, masker, dll) dan memastikan alat berfungsi dengan baik. 5) Latihan Pernapasan: Mengajarkan dan mendorong pasien untuk melakukan latihan napas dalam dan batuk efektif untuk mengoptimalkan ventilasi dan membersihkan jalan napas. 6) Manajemen Lingkungan: Menjaga lingkungan yang bersih, bebas dari alergen atau iritan yang dapat memperburuk pernapasan. 7) Kolaborasi: Berkolaborasi dengan tim kesehatan lain dalam pemberian nebulizer, obat bronkodilator, atau fisioterapi dada sesuai kebutuhan. 8) Edukasi: Memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda distress pernapasan yang harus diwaspadai dan pentingnya kepatuhan terapi. Implementasi SIKI 3350 yang komprehensif dan tepat diharapkan dapat mencapai tujuan yang ditetapkan dalam SLKI 0401, sehingga masalah keperawatan Gangguan Pertukaran Gas (SDKI 0006) dapat teratasi atau terkontrol dengan baik.
-
Article No. 24456 | 13 Mar 2026
Klinis : DS: Ny J mengeluhkan sulit menahan apabila ingin berkemih secara tiba-tiba. Ny J mengeluhkan sering mengompol terutama pada malam hari setelah bangun tidur DO: Frekuensi berkemih 6-8x Jumlah urin relatif sedikit setiap berkemih Klien sering mengompol sehingga menggunakan popok
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, saya akan menganalisis kondisi Ny. J berdasarkan data yang tersedia dan merumuskan diagnosis keperawatan sesuai Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), serta merencanakan intervensi dan luaran menggunakan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI).
Article No. 24457 | 13 Mar 2026
Klinis : Keluarga Tn. U yang tinggal di Desa Tumbang Panyahuan RT 02 terdiri dari Tn. U (60 tahun) sebagai kepala keluarga yang bekerja sebagai petani/pekebun dengan pendidikan terakhir SMP, Ny. R (51 tahun) sebagai istri, serta tiga orang anak yaitu Tn. A (23 tahun), An. F (17 tahun), dan An. R (15 tahun). Penghasilan keluarga sekitar Rp3.000.000 per bulan yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, pendidikan anak, listrik, air, dan kebutuhan lain. Tipe keluarga adalah keluarga inti dan hubungan antar anggota keluarga cukup baik serta komunikasi berlangsung terbuka.  Pada riwayat kesehatan keluarga, Ny. R diketahui menderita hipertensi dengan hasil pemeriksaan tekanan darah 183/128 mmHg, nadi 92x/menit, respirasi 20x/menit, dan suhu 36,2°C. Ny. R mengeluhkan gangguan penglihatan pada mata kanan yang tampak kabur serta konjungtiva sedikit anemis. Riwayat penyakit keturunan juga ditemukan karena ayah Ny. R memiliki riwayat hipertensi. Anggota keluarga lainnya dalam kondisi sehat dengan tanda vital dalam batas normal.  Keluarga hanya mengetahui bahwa Ny. R mengalami “darah tinggi”, namun pengetahuan keluarga mengenai hipertensi masih terbatas, termasuk mengenai penyebab, cara perawatan, diet, dan pencegahan komplikasi. Keluarga juga belum mengetahui cara merawat anggota keluarga yang menderita hipertensi secara benar. Dalam pengambilan keputusan kesehatan, keluarga biasanya hanya membawa Ny. R ke puskesmas apabila keluhan dirasakan berat atau jika Ny. R meminta diantar. Selain itu, keluarga sering membeli obat di warung dan belum memanfaatkan fasilitas kesehatan secara optimal karena jarak puskesmas cukup jauh dan keterbatasan kendaraan.  Dari segi pola hidup dan gizi keluarga, makanan sehari-hari cukup terpenuhi dan keluarga menyukai sayuran, namun keluarga belum mengetahui diet khusus untuk penderita hipertensi dan masih mengonsumsi garam secara berlebihan. Keluarga juga menganggap keluhan hipertensi sebagai masalah biasa yang tidak terlalu berbahaya sehingga cenderung melakukan penyangkalan terhadap risiko penyakit tersebut.  Lingkungan rumah cukup mendukung kesehatan, rumah milik sendiri dengan luas sekitar 60 m², ventilasi dan pencahayaan cukup, tersedia jamban dengan septik tank, serta lingkungan rumah relatif bersih. Keluarga juga memiliki dukungan sosial yang baik dari tetangga serta memanfaatkan BPJS kesehatan jika membutuhkan pelayanan kesehatan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Suatu kondisi dimana keluarga mengalami atau berisiko mengalami ketidakmampuan dalam mengintegrasikan program terapeutik ke dalam aktivitas sehari-hari untuk mencapai tujuan kesehatan dan kesejahteraan.
Kode SLKI: 2002
Deskripsi : Manajemen program terapeutik keluarga efektif. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Keluarga mengidentifikasi program terapeutik yang dibutuhkan anggota keluarga; 2) Keluarga berpartisipasi dalam pelaksanaan program terapeutik; 3) Keluarga memodifikasi lingkungan untuk mendukung program terapeutik; 4) Keluarga memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk mendukung program terapeutik; 5) Keluarga memantau respons anggota keluarga terhadap program terapeutik; 6) Keluarga melaporkan hambatan dalam pelaksanaan program terapeutik; 7) Keluarga mengevaluasi efektivitas program terapeutik. Pada kasus keluarga Tn. U, fokus intervensi adalah mencapai kriteria 1, 2, 3, 4, dan 6 terkait manajemen hipertensi Ny. R.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Fasilitasi manajemen program terapeutik. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Identifikasi bersama keluarga tentang program terapeutik yang dibutuhkan (penyebab, perawatan, diet, pencegahan komplikasi hipertensi); 2) Diskusikan dengan keluarga tentang pentingnya kepatuhan terhadap program terapeutik; 3) Bantu keluarga mengembangkan rencana untuk melaksanakan program terapeutik (jadwal minum obat, kontrol tekanan darah, diet rendah garam); 4) Ajarkan keluarga keterampilan yang diperlukan untuk melaksanakan program terapeutik (cara mengukur tekanan darah, memilih makanan rendah garam, mengenali tanda bahaya); 5) Bantu keluarga mengidentifikasi sumber daya yang tersedia (BPJS, dukungan tetangga, fasilitas kesehatan terdekat) dan cara mengaksesnya; 6) Bantu keluarga memodifikasi lingkungan rumah (misal: menyediakan tempat yang tenang untuk istirahat, menyusun menu keluarga) untuk mendukung program terapeutik; 7) Motivasi keluarga untuk berpartisipasi aktif dalam perawatan Ny. R; 8) Bantu keluarga mengidentifikasi dan mengatasi hambatan (jarak, transportasi, persepsi penyakit yang salah) dalam melaksanakan program terapeutik; 9) Anjurkan keluarga untuk membuat catatan perkembangan kesehatan dan kepatuhan terapi.
Kondisi: Kurang Pengetahuan tentang Penyakit, Prognosis, dan Pengobatan
Kode SDKI: 0007
<>Deskripsi Singkat: Suatu kondisi dimana keluarga mengalami atau berisiko mengalami kekurangan informasi kognitif terkait kondisi, prosedur, dan perawatan kesehatan.
Kode SLKI: 1803
Deskripsi : Pengetahuan: Pengelolaan penyakit. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Keluarga menyatakan pemahaman tentang penyakit (hipertensi); 2) Keluarga menyatakan pemahaman tentang faktor risiko dan penyebab (keturunan, diet garam); 3) Keluarga menyatakan pemahaman tentang tanda dan gejala (penglihatan kabur, tekanan darah sangat tinggi); 4) Keluarga menyatakan pemahaman tentang komplikasi yang mungkin terjadi (stroke, gangguan ginjal, jantung); 5) Keluarga menyatakan pemahaman tentang regimen pengobatan (kepatuhan obat, kontrol rutin); 6) Keluarga mendemonstrasikan perilaku perawatan diri yang tepat (diet, aktivitas, monitoring). Pada kasus ini, pengetahuan keluarga yang terbatas tentang hipertensi menjadi akar dari masalah manajemen yang tidak efektif.
Kode SIKI: 5520
Deskripsi : Pendidikan Kesehatan. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Kaji tingkat pengetahuan dan kesiapan belajar keluarga; 2) Jelaskan tentang hipertensi (pengertian, penyebab termasuk faktor keturunan, proses terjadinya); 3) Jelaskan tanda dan gejala hipertensi serta tanda bahaya (seperti tekanan darah 183/128 mmHg dan penglihatan kabur); 4) Jelaskan komplikasi jangka panjang hipertensi yang berbahaya untuk mengubah persepsi bahwa hipertensi adalah "masalah biasa"; 5) Ajarkan tentang prinsip diet hipertensi (membatasi garam, lemak, meningkatkan sayur & buah) dan beri contoh menu; 6) Jelaskan pentingnya obat antihipertensi rutin dan bahaya membeli obat sembarangan di warung; 7) Ajarkan cara memantau tekanan darah dan tanda-tanda klinis; 8) Diskusikan pentingnya kontrol kesehatan rutin ke fasilitas kesehatan meskipun jarak jauh, dengan memanfaatkan BPJS; 9) Berikan bahan pendidikan kesehatan (leaflet, poster) yang sesuai; 10) Evaluasi pemahaman keluarga dengan metode tanya jawab atau demonstrasi.
Kondisi: Risiko Perubahan Nutrisi: Lebih dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Suatu kondisi dimana keluarga mengalami atau berisiko mengalami asupan nutrisi yang melebihi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: 1602
Deskripsi : Status Nutrisi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Keluarga mengidentifikasi faktor risiko terkait nutrisi lebih dari kebutuhan (konsumsi garam berlebihan); 2) Keluarga memilih jenis dan jumlah makanan sesuai kebutuhan (diet rendah garam); 3) Keluarga memantau asupan nutrisi; 4) Keluarga mencapai dan mempertahankan berat badan yang diinginkan. Fokus pada keluarga Tn. U adalah memastikan keluarga, khususnya Ny. R, dapat mengidentifikasi dan mengubah pola konsumsi garam yang berlebihan.
Kode SIKI: 5240
Deskripsi : Manajemen Berat Badan. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Diskusikan dengan keluarga hubungan antara konsumsi garam/natrium berlebihan dengan hipertensi; 2) Bantu keluarga mengidentifikasi kebiasaan makan yang tinggi garam (makanan olahan, penyedap rasa, cara memasak); 3) Ajarkan cara membaca label makanan untuk kandungan natrium; 4) Anjurkan dan latih keluarga dalam teknik memasak rendah garam (menggunakan bumbu alami seperti bawang, jahe, kunyit); 5) Anjurkan peningkatan konsumsi sayuran dan buah-buahan segar yang disukai keluarga; 6) Bantu keluarga menyusun perencanaan menu harian/mingguan yang rendah garam untuk seluruh anggota keluarga sebagai bentuk dukungan; 7) Anjurkan pembatasan konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan kolesterol; 8) Motivasi keluarga untuk memantau berat badan dan tekanan darah secara berkala sebagai umpan balik.
Article No. 24426 | 12 Mar 2026
Klinis : URIN SEDIKIT, CKD STAGE 5, URIN KUNING
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Eliminasi Urin (Oliguria) pada CKD Stage 5
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Gangguan Eliminasi Urin didefinisikan sebagai keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami gangguan dalam proses pengeluaran urine. Pada pasien dengan Chronic Kidney Disease (CKD) Stage 5 atau Gagal Ginjal Terminal, gangguan ini bersifat permanen dan ireversibel akibat hilangnya sebagian besar fungsi nefron. Kondisi klinis "urin sedikit" (oliguria atau anuria) dan "urin kuning" (konsentrasi tinggi akibat penurunan laju filtrasi glomerulus) adalah manifestasi langsung dari ketidakmampuan ginjal untuk menyaring darah dan memproduksi urine dalam jumlah yang adekuat. Diagnosa ini mencakup tidak hanya output urine yang berkurang, tetapi juga dampak sistemik dari akumulasi produk sisa nitrogen (uremia) dan ketidakseimbangan cairan-elektrolit serta asam-basa yang mengancam jiwa.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : SLKI L.03115 berfokus pada Pemantauan Eliminasi Urin. Pada pasien CKD Stage 5 dengan oliguria, tujuan keperawatan bukan untuk mengembalikan fungsi ginjal (karena sudah rusak permanen), tetapi untuk memantau secara ketat dan mengelola konsekuensi dari gagal ginjal. Intervensi pemantauan ini meliputi: 1) Pengukuran intake dan output cairan secara akurat dan berkelanjutan untuk menilai keseimbangan cairan dan mencegah overload yang dapat menyebabkan edema paru dan hipertensi. 2) Pemantauan karakteristik urine (volume, warna, bau, berat jenis) sebagai indikator tidak langsung dari status hidrasi dan konsentrasi zat sisa. Urin yang sedikit dan kuning pekat merupakan temuan yang diharapkan dan harus didokumentasikan. 3) Pemantauan tanda-tanda klinis uremia seperti mual, muntah, pruritus, perubahan status mental, dan kejang. 4) Pemantauan hasil pemeriksaan laboratorium kritis seperti kreatinin, ureum, kalium, natrium, dan analisis gas darah untuk menilai progresivitas penyakit dan efektivitas terapi pengganti ginjal (seperti hemodialisis). 5) Pemantauan tanda-tanda komplikasi seperti hiperkalemia (yang dapat menyebabkan aritmia fatal) dan kelebihan cairan (edema, sesak napas). Pemantauan yang cermat adalah dasar untuk menentukan waktu dan intensitas intervensi medis seperti dialisis.
Kode SIKI: I.05240
Deskripsi : SIKI I.05240 adalah Intervensi Manajemen Ginjal. Ini adalah intervensi kompleks dan komprehensif yang langsung menangani inti masalah pasien CKD Stage 5. Intervensi ini meliputi: 1) Kolaborasi dalam pelaksanaan dan pemantauan terapi pengganti ginjal (Renal Replacement Therapy/RRT) seperti hemodialisis, dialisis peritoneal, atau persiapan transplantasi ginjal. Perawat mempersiapkan pasien secara fisik dan psikologis, memantau akses vaskular atau peritoneal selama prosedur, dan mengawasi respons hemodinamik serta kemungkinan komplikasi. 2) Manajemen cairan dan diet: Membatasi asupan cairan sesuai dengan output urine dan rekomendasi dokter untuk mencegah overload. Juga membatasi asupan kalium, fosfor, natrium, dan protein sesuai protokol gizi renal guna mengontrol gejala uremia dan ketidakseimbangan elektrolit. 3) Pemberian obat-obatan sesuai resep seperti pengikat fosfat, suplemen zat besi/erythropoietin untuk anemia, antihipertensi, dan pengatur kalsium, sambil memantau efek sampingnya. 4) Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang penyakit CKD, pentingnya kepatuhan terhadap pembatasan diet dan cairan, jadwal pengobatan, perawatan akses dialisis, serta mengenali tanda-tanda darurat seperti sesak napas, nyeri dada, atau kelemahan mendadak. 5) Memberikan dukungan psikososial dan spiritual mengingat penyakit ini kronis, mengubah hidup, dan membutuhkan ketergantungan pada mesin dialisis. Tujuan akhir intervensi ini adalah untuk mempertahankan keseimbangan internal tubuh (homeostasis) sebanyak mungkin, meminimalkan gejala, mencegah komplikasi, dan mempertahankan kualitas hidup optimal pasien meskipun dengan fungsi ginjal yang minimal. Intervensi ini dilakukan secara kolaboratif dengan tim nefrologi, gizi, dan pekerja sosial.
Article No. 24427 | 12 Mar 2026
Klinis : pasien anak berusia 3 tahun dengan keluhan pasien nyeri perut, demam naik turun, diare 8x, mual muntah 8x
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Status dimana individu berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Keseimbangan Cairan. Tujuan keperawatan adalah pasien mempertahankan keseimbangan cairan yang adekuat, ditandai dengan: 1) Tanda vital dalam rentang normal untuk usia (nadi, pernapasan, tekanan darah). 2) Pengisian kapiler kurang dari 3 detik. 3) Membran mukosa bibir lembab. 4) Turgor kulit baik (kulit kembali cepat saat dicubit). 5) Produksi urin adekuat sesuai usia dan berat badan. 6) Tidak ada tanda dehidrasi berat (mata cekung, fontanel cekung pada bayi, lesu, tidak sadar). 7) Berat badan stabil (tidak ada penurunan berat badan yang signifikan akibat kehilangan cairan). Pada pasien anak usia 3 tahun dengan diare dan muntah masing-masing 8 kali, fokus SLKI ini adalah mencegah progresi ke dehidrasi dan mengembalikan keseimbangan cairan melalui intervensi yang tepat.
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : Manajemen Cairan. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Memantau tanda-tanda dehidrasi (turgor kulit, mata, fontanel jika masih ada, membran mukosa, produksi urin, kesadaran, dan rasa haus) secara berkala. 2) Memantau tanda vital (suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah) setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi. 3) Mengukur intake dan output cairan secara akurat, termasuk frekuensi dan volume diare serta muntah. 4) Memberikan cairan rehidrasi oral (oralit) sedikit demi sedikit namun sering sesuai toleransi, untuk mengganti kehilangan cairan dan elektrolit. 5) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai indikasi jika pasien tidak mampu minum atau menunjukkan tanda dehidrasi sedang-berat. 6) Memposisikan pasien dengan nyaman, kepala lebih tinggi jika muntah untuk mencegah aspirasi. 7) Memberikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya pemberian cairan, cara pemberian oralit, dan tanda-tanda dehidrasi yang harus diwaspadai untuk segera melapor. 8) Memantau hasil laboratorium (seperti elektrolit) jika diperlukan. 9) Menimbang berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama untuk menilai kehilangan cairan. 10) Memberikan perawatan kulit di area perianal untuk mencegah iritasi akibat diare.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berlangsung singkat.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tujuan keperawatan adalah pasien mencapai tingkat kenyamanan yang dapat diterima, ditandai dengan: 1) Ekspresi wajah rileks atau tidak menunjukan wajah kesakitan. 2) Dapat beristirahat dan tidur dengan cukup. 3) Pada anak, dapat ditunjukkan dengan berkurangnya perilaku menangis, rewel, atau melindungi area yang sakit. 4) Skor nyeri (menggunakan skala FLACC untuk anak 3 tahun) menurun ke skor yang ditargetkan (misal, dari skor 7 menjadi ≤3). 5) Melaporkan (atau orang tua melaporkan) penurunan nyeri secara verbal. 6) Tanda vital yang terkait nyeri (seperti peningkatan denyut nadi dan tekanan darah) kembali ke rentang normal. Penting untuk menilai nyeri pada anak secara holistik, mengingat keterbatasan komunikasi verbal, sehingga observasi perilaku dan laporan orang tua sangat krusial.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Menilai karakteristik nyeri (lokasi, intensitas menggunakan skala FLACC, durasi, faktor pencetus dan pereda) secara komprehensif. 2) Mengobservasi respons nonverbal terhadap nyeri (ekspresi wajah, postur tubuh, menangis, gelisah). 3) Melibatkan orang tua dalam proses penilaian nyeri. 4) Memberikan lingkungan yang tenang dan nyaman. 5) Melakukan distraksi non-farmakologis sesuai usia, seperti membacakan cerita, menonton video, atau bermain. 6) Memberikan kompres hangat pada abdomen jika tidak kontraindikasi (setelah penyebab bedah disingkirkan). 7) Memposisikan pasien dengan posisi yang nyaman, seperti meringkuk atau setengah duduk. 8) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dokter (misal, parasetamol untuk nyeri dan demam), dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. 9) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana pada orang tua untuk menenangkan anak. 10) Mengevaluasi respons terhadap intervensi yang diberikan dan menyesuaikan rencana jika diperlukan.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: D.0087
Deskripsi Singkat: Kondisi suhu tubuh di atas rentang normal.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Kontrol Suhu Tubuh. Tujuan keperawatan adalah pasien mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal, ditandai dengan: 1) Suhu tubuh aksila antara 36,5°C - 37,5°C. 2) Kulit teraba hangat, tidak panas atau berkeringat berlebihan. 3) Denyut nadi dan pernapasan dalam rentang normal untuk usia. 4) Tidak ada menggigil atau perasaan panas yang berlebihan. 5) Pasien tampak nyaman dan dapat beristirahat. Pada anak, demam dapat memperburuk keadaan dehidrasi dan ketidaknyamanan, sehingga pengendalian suhu tubuh merupakan prioritas.
Kode SIKI: I.15017
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Memantau suhu tubuh secara berkala (setiap 2-4 jam). 2) Memantau tanda vital lain (nadi, pernapasan). 3) Memberikan terapi kompres hangat/tepid sponge pada area lipatan (ketiak, selangkangan) dan dahi. 4) Menganjurkan dan membantu pemberian pakaian yang tipis dan menyerap keringat. 5) Meningkatkan asupan cairan untuk mencegah dehidrasi dan membantu menurunkan suhu tubuh. 6) Mengatur suhu ruangan agar sejuk dan nyaman. 7) Kolaborasi pemberian antipiretik sesuai resep dokter (seperti parasetamol atau ibuprofen) dengan dosis sesuai berat badan. 8) Memantau respons terhadap terapi antipiretik dan kompres. 9) Memberikan edukasi kepada orang tua tentang tata laksana demam di rumah dan tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai. 10) Memantau tanda-tanda kejang demam, terutama pada anak dengan riwayat atau risiko.
Article No. 24428 | 12 Mar 2026
Klinis : pasien anak berusia 3 tahun dengan keluhan pasien nyeri perut, demam naik turun, diare 8x, mual muntah 8x, mata cowong
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: 0205
Deskripsi Singkat: Keadaan ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran cairan dan/atau elektrolit yang mengakibatkan ketidakadekuatan fungsi tubuh.
Kode SLKI: 2001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. Kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal untuk usia (nadi, pernapasan, tekanan darah). 2) Turgor kulit baik (kembali cepat saat dicubit). 3) Membran mukosa bibir dan lidah lembab. 4) Produksi urin adekuat sesuai usia (output urin minimal 1-2 mL/kg/jam). 5) Tidak ada tanda dehidrasi lebih lanjut (mata tidak cowong, fontanel tidak cekung). 6) Hasil pemeriksaan laboratorium elektrolit (Na, K, Cl) dalam batas normal.
Kode SIKI: 3400
Deskripsi : Manajemen Cairan. Intervensi keperawatan: 1) Monitor tanda-tanda vital (suhu, nadi, pernapasan, tekanan darah) setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi. 2) Observasi tanda-tanda dehidrasi: turgor kulit, keadaan membran mukosa (bibir, lidah), mata (cowong/sunken eyes), fontanel (pada bayi), produksi urin, dan kesadaran. 3) Ukur dan catat asupan dan keluaran cairan (intake-output) secara akurat, termasuk frekuensi dan konsistensi diare serta muntah. 4) Kolaborasi pemberian terapi cairan intravena sesuai resep dokter (jenis cairan, kecepatan tetesan) dengan mempertimbangkan berat badan anak. 5) Lakukan perawatan area perianal dengan hati-hati setelah setiap episode diare untuk mencegah iritasi dan ruam popok. 6) Berikan edukasi kepada orang tua tentang pentingnya pemberian cairan oral (oralit, air putih, kuah sayur) dalam jumlah kecil namun sering untuk mengganti cairan yang hilang. 7) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, hematokrit, BUN) dan laporkan setiap kelainan. 8) Timbang berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama dan pakaian yang sama untuk memantau kehilangan cairan. 9) Atur posisi yang nyaman untuk mengurangi nyeri perut dan mencegah aspirasi saat muntah. 10) Kolaborasi pemberian obat antiemetik dan antipiretik sesuai resep untuk mengontrol muntah dan demam.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0719
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: 071901
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Ekspresi wajah rileks, tidak menangis atau mengerang kesakitan. 2) Dapat beristirahat dan tidur dengan cukup. 3) Perilaku bermain sesuai usia mulai kembali. 4) Melaporkan (jika bisa) atau menunjukkan melalui skala nyeri wajah (Wong-Baker Faces Scale) bahwa nyeri berkurang atau hilang (skala 0-2). 5) Tanda vital (terutama nadi dan tekanan darah) dalam batas normal untuk usia.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan: 1) Lakukan pengkajian nyeri komprehensif menggunakan skala yang sesuai usia (FLACC Scale atau Wong-Baker Faces Scale), lokasi, karakteristik, durasi, dan faktor pencetus/pereda. 2) Observasi tanda nonverbal nyeri pada anak: menangis, gelisah, ekspresi wajah menyeringit, postur tubuh melindungi perut, penolakan untuk makan/minum. 3) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman, redupkan cahaya jika perlu. 4) Lakukan distraksi sesuai usia (misalnya, membacakan cerita, menonton video, bermain lembut). 5) Lakukan teknik kompres hangat pada abdomen (jika tidak kontraindikasi dengan kondisi inflamasi akut) untuk mengurangi spasme dan nyeri. 6) Atur posisi yang nyaman, seperti posisi miring dengan lutut ditekuk atau posisi sesuai kenyamanan anak. 7) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dokter (misalnya parasetamol untuk demam dan nyeri), evaluasi efektivitas dan efek sampingnya. 8) Ajarkan pada orang tua teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri pada anak. 9) Monitor dan catat respons anak terhadap intervensi nyeri yang diberikan.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 0702
Deskripsi Singkat: Suhu tubuh meningkat di atas rentang normal sebagai respons terhadap proses patologis.
Kode SLKI: 070201
Deskripsi : Kontrol suhu tubuh. Kriteria hasil: 1) Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5°C - 37,5°C aksila). 2) Kulit teraba hangat, tidak panas. 3) Tidak ada menggigil (rigor). 4) Tanda vital lain (nadi, pernapasan) stabil dalam batas normal untuk usia.
Kode SIKI: 3900
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi keperawatan: 1) Monitor suhu tubuh secara berkala (setiap 2-4 jam) dan catat pola demam (naik turun). 2) Lakukan tindakan pendinginan fisik: kompres hangat di dahi, ketiak, dan lipat paha; hindari kompres dingin/es karena dapat menyebabkan menggigil. 3) Anjurkan dan bantu pemberian cairan per oral yang adekuat untuk mencegah dehidrasi dan membantu regulasi suhu. 4) Gunakan pakaian yang tipis, menyerap keringat, dan tidak terlalu tebal. 5) Atur suhu ruangan agar sejuk dan nyaman. 6) Kolaborasi pemberian antipiretik (seperti parasetamol) sesuai resep dokter, perhatikan dosis berdasarkan berat badan. 7) Observasi tanda-tanda kejang demam, terutama pada anak dengan riwayat atau suhu yang sangat tinggi (>39°C). 8) Berikan edukasi kepada orang tua tentang tata laksana demam di rumah dan tanda bahaya yang harus diwaspadai.
Kondisi: Risiko Syok Hipovolemik
Kode SDKI: 0206
Deskripsi Singkat: Keadaan rentan terhadap penurunan perfusi jaringan yang mengancam jiwa akibat kehilangan cairan intravaskuler, yang dapat mengganggu kesehatan.
Kode SLKI: 2002
Deskripsi : Status sirkulasi adekuat dipertahankan. Kriteria hasil: 1) Tanda vital stabil (tekanan darah sistolik dalam batas normal untuk usia, nadi kuat dan teratur, capillary refill time < 2 detik). 2) Kesadaran compos mentis (responsif). 3) Warna kulit normal, tidak pucat atau sianosis. 4) Produksi urin adekuat (>1 mL/kg/jam). 5) Tidak terjadi penurunan kesadaran atau tanda syok lebih lanjut.
Kode SIKI: 4040
Deskripsi : Pemantauan Syok. Intervensi keperawatan: 1) Monitor ketat tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) setiap 1-2 jam atau lebih sering sesuai kondisi. 2) Evaluasi capillary refill time (CRT) dan warna kulit/kuku secara berkala. 3) Pantau tingkat kesadaran anak (menggunakan skala AVPU: Alert, Voice, Pain, Unresponsive) setiap jam. 4) Ukur dan catat balance cairan (intake-output) secara ketat. Perhatikan penurunan output urin yang signifikan. 5) Observasi tanda-tanda syok dini: takikardia, kulit dingin/lembab, gelisah, penurunan produksi urin. 6) Siapkan akses intravena yang adekuat dan paten. 7) Kolaborasi pemberian cairan resusitasi intravena sesuai protokol atau resep dokter untuk mengatasi defisit cairan. 8) Posisikan anak dengan posisi trendelenburg (kaki lebih tinggi) jika tidak ada kontraindikasi untuk meningkatkan aliran darah ke otak. 9) Segera laporkan tanda-tanda syok yang memburuk (seperti hipotensi, nadi lemah, penurunan kesadaran) kepada dokter. 10) Berikan oksigen tambahan jika diperlukan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%.
Article No. 24429 | 12 Mar 2026
Klinis : - Pasien mengatakan anak masih sekolah dan bergantung secara finansial. - Pasien mengatakan khawatir terkait kondisi keuangan keluarga. - Pasien mengatakan tidak dapat bekerja secara optimal. DO: - Pasien mengalami keterbatasan aktivitas akibat kelemahan ekstremitas kiri.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah suatu keadaan individu atau kelompok yang mengalami perasaan gelisah (seperti perasaan khawatir yang samar atau takut akan bahaya yang tidak jelas) dan aktivitas sistem saraf otonom sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik atau tidak diketahui. Pada kasus ini, ancaman tersebut berasal dari kondisi keuangan keluarga yang tidak stabil akibat ketidakmampuan pasien bekerja optimal pasca stroke, ditambah tanggung jawab finansial terhadap anak yang masih sekolah.
Kode SLKI: L.07110
Deskripsi : SLKI L.07110 adalah "Tingkat ansietas menurun". Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: 1) Klien mampu mengidentifikasi penyebab ansietas, dalam hal ini hubungan antara kelemahan fisik, ketidakmampuan bekerja, dan tekanan keuangan. 2) Klien melaporkan penurunan perasaan tegang, khawatir, dan takut yang berlebihan terkait kondisi keuangan. 3) Klien menunjukkan tanda-tanda fisiologis ansietas menurun (seperti frekuensi nadi dan pernapasan dalam rentang normal, tidak gelisah). 4) Klien mampu mendemonstrasikan teknik relaksasi untuk mengatasi ansietas. 5) Klien mulai mengungkapkan perasaannya secara verbal dan mencari informasi atau dukungan untuk mengatasi masalah keuangan. Tujuan dari SLKI ini adalah agar klien mencapai tingkat ansietas yang dapat dikelola sehingga tidak lagi menghambat proses adaptasi dan rehabilitasi kondisi fisiknya.
Kode SIKI: I.05246
Deskripsi : SIKI I.05246 adalah "Manajemen Ansietas". Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Membina hubungan saling percaya dengan menunjukkan sikap empati, mendengarkan aktif, dan menerima tanpa menghakami semua keluhan pasien. 2) Mengkaji tingkat ansietas, sumber, dan manifestasinya secara komprehensif. 3) Mendorong ekspresi perasaan, ketakutan, dan kekhawatiran secara verbal. Perawat dapat berkata, "Coba ibu ceritakan lebih detail kekhawatiran tentang biaya sekolah anak dan kebutuhan sehari-hari." 4) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam (deep breathing) dan relaksasi progresif untuk mengurangi ketegangan segera. 5) Membantu klien mengidentifikasi mekanisme koping yang biasa digunakan dan efektivitasnya, serta mengembangkan strategi koping adaptif baru. 6) Melibatkan keluarga (suami/istri, anak dewasa) dalam diskusi untuk membangun sistem pendukung dan mencari solusi bersama. 7) Kolaborasi dengan pekerja sosial atau konselor untuk memberikan dukungan psikososial dan eksplorasi bantuan keuangan atau program jaminan sosial yang tersedia. 8) Membantu klien menetapkan prioritas masalah dan tujuan realistis jangka pendek terkait keuangan dan rehabilitasi. 9) Meminimalkan stimulus yang dapat meningkatkan ansietas, seperti pembicaraan tentang utang atau ketidakpastian tanpa solusi. 10) Memberikan pendidikan kesehatan tentang kondisi stroke dan proses pemulihan, sehingga klien memiliki harapan realistis tentang kemungkinan kembali bekerja. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan pendekatan psikologis, edukasi, dan kolaborasi untuk mengurangi beban ansietas dan memberdayakan klien menghadapi krisis keuangannya.
Article No. 24430 | 12 Mar 2026
Klinis : - Pasien mengatakan anak masih sekolah dan bergantung secara finansial. - Pasien mengatakan khawatir terkait kondisi keuangan keluarga. - Pasien mengatakan tidak dapat bekerja secara optimal. DO: - Pasien mengalami keterbatasan aktivitas akibat kelemahan ekstremitas kiri. Perubahan kondisi kesehatan yang menyebabkan keterbatasan dalam bekerja dan menjalankan peran sebagai kepala keluarga Risiko ketidakmampuan peran
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakmampuan Peran
Kode SDKI: D.0058
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakmampuan peran adalah kondisi di mana individu atau keluarga rentan mengalami ketidakmampuan dalam menjalankan peran dan fungsi yang diharapkan secara sosial, baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat. Kondisi ini ditandai dengan adanya faktor-faktor risiko yang dapat mengganggu pemenuhan peran, seperti perubahan kondisi kesehatan, stresor psikososial, ketidakadekuatan dukungan sosial, atau perubahan struktur keluarga. Pada kasus ini, pasien mengalami perubahan mendadak dalam kondisi kesehatannya (kelemahan ekstremitas kiri) yang membatasi aktivitas dan kemampuannya untuk bekerja. Sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab secara finansial untuk anak yang masih sekolah, pasien mengalami kecemasan dan kekhawatiran yang mendalam terkait keberlangsungan ekonomi keluarga. Ketidakmampuan untuk bekerja secara optimal merupakan ancaman langsung terhadap perannya sebagai pencari nafkah, yang berpotensi menimbulkan disfungsi peran. Risiko ini mencakup tidak hanya kegagalan dalam peran pekerjaan, tetapi juga dampak pada peran sebagai ayah dan suami, dimana dukungan emosional dan pengambilan keputusan dalam keluarga juga dapat terganggu. Faktor risiko yang utama adalah perubahan fisik yang mengakibatkan disabilitas, disertai dengan tekanan psikologis berupa kecemasan dan kekhawatiran yang dapat memperburuk adaptasi terhadap peran yang baru atau yang dimodifikasi.
Kode SLKI: L.03120
Deskripsi : SLKI L.03120 berfokus pada Peningkatan Kemampuan Peran. Tujuan utama dari luaran ini adalah agar pasien mampu mengenali, menerima, dan menjalankan peran yang dimodifikasi atau baru dengan efektif, serta mempertahankan keseimbangan dalam hubungan keluarga dan sosial. Deskripsi pencapaian luaran ini meliputi beberapa aspek kritis. Pertama, pasien dapat mengidentifikasi dan mengungkapkan perasaan, kekhawatiran, serta hambatan yang dirasakan terkait dengan perannya saat ini. Kedua, pasien bersama keluarga mulai mengeksplorasi dan merencanakan penyesuaian peran yang realistis sesuai dengan kemampuan fisik dan kondisi kesehatannya yang baru. Ini mencakup pembagian tugas dalam keluarga, pencarian sumber dukungan finansial alternatif (seperti bantuan sosial, asuransi, atau pekerjaan yang dapat disesuaikan), serta pengaturan ulang prioritas keluarga. Ketiga, pasien menunjukkan keterlibatan aktif dalam pengambilan keputusan keluarga meskipun dengan keterbatasan, sehingga rasa kontrol dan harga dirinya tetap terjaga. Keempat, pasien dan keluarga mampu memanfaatkan sumber daya yang tersedia di komunitas, seperti layanan rehabilitasi medis, konseling, atau kelompok dukungan. Kelima, terjadi komunikasi yang terbuka dan saling mendukung antar anggota keluarga mengenai perubahan yang terjadi, mengurangi konflik peran dan stres. Pencapaian luaran ini diukur melalui penurunan tingkat kecemasan pasien, adanya rencana konkret untuk mengelola keuangan dan pekerjaan, serta laporan dari keluarga tentang adaptasi yang berjalan dalam dinamika rumah tangga.
Kode SIKI: I.05055
Deskripsi : Intervensi I.05055 adalah Manajemen Peran. Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan keperawatan yang sistematis untuk membantu individu dan keluarga dalam mengatasi hambatan dalam menjalankan peran, memfasilitasi transisi peran, dan memulihkan fungsi peran yang seimbang. Implementasinya dimulai dengan Pengkajian Mendalam terhadap persepsi pasien tentang perannya, harapan keluarga, sumber stres, kekuatan koping, dan sumber daya pendukung yang tersedia. Perawat kemudian membangun hubungan terapeutik untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi pasien mengungkapkan ketakutan dan kecemasannya terkait keuangan dan masa depan keluarga. Intervensi kunci meliputi: (1) Fasilitasi Ekspresi Emosi, dengan mendorong pasien untuk mengungkapkan perasaan kehilangan, ketidakberdayaan, atau kekhawatiran tanpa penghakiman. (2) Identifikasi dan Modifikasi Peran, yaitu berkolaborasi dengan pasien dan keluarga untuk menganalisis tugas-tugas peran yang tidak dapat lagi dilakukan secara penuh, dan bersama-sama merancang pembagian tugas yang baru dan adil. (3) Penguatan Mekanisme Koping, dengan melatih teknik relaksasi dan manajemen stres untuk mengurangi kecemasan. (4) Eksplorasi Sumber Daya, membantu keluarga mengidentifikasi dan mengakses bantuan keuangan (program bantuan pemerintah, BPJS Ketenagakerjaan), layanan rehabilitasi vokasional untuk pelatihan keterampilan baru, atau dukungan dari jaringan sosial seperti keluarga besar dan komunitas keagamaan. (5) Konseling dan Edukasi Keluarga, mengedukasi keluarga tentang kondisi pasien dan pentingnya dukungan emosional serta praktis dalam proses adaptasi. (6) Rujukan dan Kolaborasi, merujuk pasien ke pekerja sosial, konselor finansial, atau psikolog klinis jika diperlukan, serta berkolaborasi dengan tim medis untuk optimasi terapi fisik guna meningkatkan kemandirian aktivitas. Seluruh intervensi didokumentasikan dan dievaluasi secara berkala untuk menilai kemajuan adaptasi peran dan mencegah terjadinya disfungsi peran yang permanen.
Article No. 24431 | 12 Mar 2026
Klinis : pasienn makan hanya 1/2 porsi kadang 1/4 porsi
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Penurunan Asupan Makanan
Kode ICD-10: R63.4
Deskripsi Singkat : Kode R63.4 mengindikasikan "Perubahan dan penurunan asupan makanan". Kondisi ini menggambarkan situasi di mana pasien mengalami penurunan jumlah atau porsi makanan yang dikonsumsi secara signifikan dari kebutuhan normal, seperti yang dilaporkan hanya makan setengah atau seperempat porsi. Ini bukan diagnosis penyakit spesifik, melainkan gejala atau tanda yang penting untuk dicatat dalam rekam medis. Penurunan asupan makanan dapat menjadi manifestasi dari berbagai masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti gangguan saluran cerna, infeksi, penyakit metabolik, gangguan psikologis (misalnya depresi atau anoreksia), efek samping pengobatan, atau kondisi lain yang memengaruhi nafsu makan dan kemampuan menelan. Pencatatan ini sangat krusial untuk pemantauan status nutrisi pasien, penilaian risiko malnutrisi atau dehidrasi, dan perencanaan intervensi gizi atau medis lebih lanjut. Penggunaan kode ini dalam konteks pelatihan dan simulasi membantu peserta memahami pentingnya mendokumentasikan gejala non-spesifik secara akurat sebagai bagian dari proses pengkodean yang mengarah pada diagnosis definitif.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 24432 | 12 Mar 2026
Klinis : pasienn makan hanya 1/2 porsi kadang 1/4 porsi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Risiko gangguan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh adalah keadaan individu yang berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Kondisi ini ditandai dengan faktor risiko seperti penurunan asupan makanan, seperti yang dialami pasien yang hanya makan 1/2 hingga 1/4 porsi dari yang disajikan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti anoreksia, mual, muntah, disfagia, kesulitan finansial, kurangnya pengetahuan, atau masalah psikologis. Jika tidak diintervensi, risiko ini dapat berkembang menjadi masalah nutrisi aktual yang berdampak pada penurunan berat badan, kelemahan otot, gangguan penyembuhan luka, penurunan fungsi imun, dan akhirnya meningkatkan morbiditas.
Kode SLKI: L.03101
Deskripsi : SLKI L.03101 adalah Peningkatan Asupan Nutrisi. Standar Luaran Keperawatan ini bertujuan agar asupan nutrisi pasien meningkat hingga memenuhi kebutuhan tubuhnya. Indikator pencapaiannya meliputi: 1) Pengetahuan pasien/keluarga tentang kebutuhan nutrisi meningkat, 2) Nafsu makan pasien membaik, 3) Porsi makan yang dikonsumsi pasien meningkat (misalnya dari 1/4 porsi menjadi 3/4 atau 1 porsi penuh), 4) Frekuensi makan sesuai kebutuhan, 5) Asupan protein, karbohidrat, dan lemak sesuai kebutuhan, 6) Tidak ada penurunan berat badan yang tidak diinginkan, dan 7) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin dan hemoglobin) dalam batas normal. Perawat akan memantau parameter ini untuk mengevaluasi keberhasilan intervensi dalam mengatasi risiko gangguan nutrisi. Target luaran adalah pasien dapat mencapai dan mempertahankan status gizi yang adekuat, ditunjukkan dengan peningkatan konsumsi porsi makan secara konsisten dan stabilisasi berat badan.
Kode SIKI: I.05201
Deskripsi : SIKI I.05201 adalah Manajemen Nutrisi. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan yang dilakukan perawat untuk membantu pasien dalam mencapai asupan nutrisi yang optimal. Tindakan-tindakan tersebut meliputi: 1) Mengkaji faktor penyebab penurunan asupan makanan (misalnya, nyeri saat menelan, mual, depresi, atau faktor lingkungan), 2) Memantau berat badan secara teratur, 3) Berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis diet yang sesuai, 4) Memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering untuk memudahkan pasien, 5) Menciptakan lingkungan makan yang nyaman dan bebas bau tidak sedap, 6) Memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi dan cara memilih makanan yang kaya nutrisi, 7) Mendukung pasien selama waktu makan (misalnya, membantu posisi, menyiapkan makanan), 8) Memodifikasi tekstur makanan jika diperlukan (misalnya, makanan lunak atau cair), 9) Mengatur jadwal pemberian obat yang mungkin mempengaruhi nafsu makan, dan 10) Memotivasi dan memberikan pujian atas setiap peningkatan asupan. Intervensi ini bersifat holistik, tidak hanya berfokus pada makanan itu sendiri, tetapi juga pada faktor psikologis, sosial, dan lingkungan yang mempengaruhi perilaku makan pasien. Tujuannya adalah untuk menghilangkan atau meminimalkan faktor risiko sehingga risiko gangguan nutrisi tidak menjadi masalah aktual dan kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435