Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24536 | 19 Mar 2026
Klinis : DS: Riwayat muntah DO: • SpO₂ 92% • Pneumonia aspirasi • NPO • Rencana pemasangan NGT
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Aspirasi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko masuknya sekret, cairan lambung, atau benda asing ke dalam trakea dan paru-paru.
Kode SLKI: 0400
Deskripsi : SLKI 0400: Aspirasi dicegah. Deskripsi: Intervensi keperawatan bertujuan untuk menghilangkan atau meminimalkan faktor risiko aspirasi pada pasien. Pada kasus dengan riwayat muntah, pneumonia aspirasi, dan status NPO dengan rencana pemasangan NGT, fokus utama adalah mencegah episode aspirasi berulang yang dapat memperburuk kondisi pneumonia yang sudah ada. Pencegahan dimulai dengan pemantauan ketat tanda-tanda distress pernapasan (seperti penurunan SpO₂ menjadi 92%), posisi tubuh yang aman (misalnya, posisi semi-Fowler atau lateral jika sadar, atau posisi recovery jika tidak sadar), dan persiapan serta pemasangan NGT yang tepat untuk dekompresi dan/atau pemberian nutrisi enteral, sehingga memotong siklus muntah dan mengurangi risiko refluks isi lambung. SLKI ini juga mencakup edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya menjaga posisi dan memahami alasan pembatasan oral (NPO). Keberhasilan SLKI diukur dengan tidak adanya episode aspirasi baru, stabil atau membaiknya saturasi oksigen, dan pemasangan serta fungsi NGT yang adekuat tanpa komplikasi.
Kode SIKI: 0410, 0411, 0412, 0413, 0414, 0415, 0416, 0417, 0418
Deskripsi : SIKI merupakan tindakan spesifik yang dilakukan perawat untuk mencapai SLKI. Untuk risiko aspirasi (SDKI 0004), rangkaian SIKI yang relevan adalah: 0410 (Identifikasi faktor risiko aspirasi) dengan melakukan penilaian menyeluruh terhadap tingkat kesadaran, refleks menelan, adanya muntah, dan kondisi seperti pneumonia. 0411 (Monitor tanda dan gejala aspirasi) dengan mengobservasi frekuensi pernapasan, suara napas (ronkhi, wheezing), batuk, dan saturasi oksigen (92% menunjukkan gangguan pertukaran gas yang perlu dimonitor ketat). 0412 (Posisikan untuk meminimalkan risiko aspirasi) dengan menjaga kepala tempat tidur ditinggikan minimal 30-45 derajat secara kontinu jika tidak ada kontraindikasi, atau memposisikan miring jika pasien tidak sadar. 0413 (Lakukan penghisapan jalan napas sesuai kebutuhan) untuk menjaga patensi jalan napas dari sekret atau residu muntah. 0414 (Kelompokkan pemberian obat dan makanan) yang dalam kondisi NPO ditunda sampai NGT terpasang dan posisi dipastikan aman, kemudian pemberian melalui NGT dilakukan dengan protokol yang ketat (cek residu, posisi duduk/head elevation, kecepatan lambat). 0415 (Ajarkan teknik menelan yang aman) meski dalam NPO, edukasi tetap diberikan untuk pemahaman jangka panjang. 0416 (Lakukan perawatan kebersihan mulut) secara rutin karena status NPO dan adanya NGT dapat meningkatkan risiko kolonisasi bakteri di orofaring. 0417 (Kelola pemberian nutrisi enteral) dengan memastikan NGT terpasang pada posisi yang benar (konfirmasi dengan foto toraks atau pengukuran pH aspirat), memberikan nutrisi dengan formula dan kecepatan sesuai toleransi, serta mempertahankan elevasi kepala selama dan setelah pemberian. 0418 (Kolaborasi pemberian obat untuk menurunkan risiko aspirasi) seperti prokinetik atau antasida sesuai instruksi dokter. Implementasi SIKI ini harus sistematis, terdokumentasi, dan dievaluasi terus-menerus untuk mencegah terjadinya aspirasi berulang pada pasien dengan kerentanan tinggi.
-
Article No. 24537 | 19 Mar 2026
Klinis : Penurunan kesadaran post KLL RPS 1 jam SMRS pasien dibawa penolong dengan penurunan kesadaran setelah kecelakaan tunggal. Pasien tidak menggunakan helm, terjatuh pada posisi yang tidak diketahui. Pingsan (+), muntah (-), kejang (+) 1x kelojotan seluruh tubuh, mimisan (-), hidung tersumbat (-). Sejak kejadian hingga saat ini pasien tidak sadar. Oleh penolong, pasien dibawa ke IGD RSSP Sragen. RPD Riwayat trauma (-) Riwayat operasi (-) Riwayat penyakit sistemik (-) Riwayat alergi (-) Primary Survey A: Clear, Stable C-Spine B: Pengembangan dada simetris kanan = kiri, RR: 20 x/menit, SpO2: 98 % on NRM 10 lpm C: TD : 136/90 mmHg, HR: 145 x/menit D: GCS E1V1M3, pupil anisokor (3mm/5mm), RC (-/-), lateralisasi (-) E: T: 36.5 °C Secondary Survey Kepala: Hematome temporal (+) Mata: hematom periorbita (-/-), perdarahan subconjungtiva (-/-) Hidung: epistaksis (-/-), darah kering (-) Telinga: ottorhagia (-/-) Mulut: perdarahan (-), gigi tanggal (-) Leher: jejas (-), NT (-) Thorax: jejas (-), nyeri tekan (-), krepitasi (-) Abdomen: jejas (-), nyeri tekan (-) Ekstremitas: akral hangat (+), CRT <2 detik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Post Trauma Kepala Berat)
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan respon terhadap rangsangan lingkungan yang ditandai dengan penurunan kesadaran parsial atau total.
Kode SLKI: L.03101
Deskripsi : Tingkat kesadaran membaik. Kriteria hasil: 1) Respon membuka mata membaik, 2) Respon verbal membaik, 3) Respon motorik membaik, 4) Skor GCS meningkat, 5) Tanda-tanda vital dalam rentang normal, 6) Ukuran pupil dan reaksi terhadap cahaya normal dan simetris, 7) Tidak ada lateralisasi, 8) Refleks batuk dan muntah efektif.
Kode SIKI: I.05059
Deskripsi : Manajemen penurunan kesadaran. Intervensi: 1) Monitor dan catat status neurologis (GCS, pupil, lateralisasi) secara berkala. 2) Monitor dan catat tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu, SpO2). 3) Pertahankan jalan napas paten, posisikan untuk mencegah aspirasi (misal: posisi lateral atau head up 30 derajat jika tidak ada kontraindikasi spinal). 4) Berikan oksigen sesuai kebutuhan/order. 5) Lakukan suction untuk membersihkan sekret. 6) Kolaborasi pemberian terapi cairan dan obat-obatan sesuai program. 7) Lindungi dari cedera (pemasangan pengaman di tempat tidur, lingkungan aman). 8) Lakukan perawatan mata jika refleks berkedip menurun. 9) Lakukan perawatan kulit untuk mencegah dekubitus. 10) Kaji dan monitor tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (sakit kepala, muntah proyektil, penurunan GCS, perubahan pupil, perubahan tanda vital seperti bradikardi dengan hipertensi - Cushing's triad). 11) Kolaborasi dalam pemeriksaan penunjang (CT Scan, dll). 12) Berikan edukasi dan dukungan pada keluarga mengenai kondisi pasien.
-
Article No. 24538 | 19 Mar 2026
Klinis : penurunan kesadaran p/b datang diantar keluarganya dengan keluhan sulit diajak komunikasi sejak jam 14.00, bicara pelo dan meracau, pasien cenderung mengantuk, tidak bisa BAK sejak 2 hari yll, sesak napas (-), nyeri dada (-), BAB cair (-) Syok Hipovolemik Azotemia susp. CKD V Hiperkalemia Inf. RL loading 1/2 flabot -> GCS E4V5M6 -> Inf. NaCl 0.9% 12tpm SP NEP mulai 0.05mcg/kgbb/mnt Inj. Lansoprazol 30mg/iv Inj. Ca Glukonas 1amp/iv Konsul dr. Nurul, Sp.PD -> advis: Inf nacl 0.9% 12 tpm SP NEP mulai 0.05mcg/kgbb/mnt Inf kidmin 1 flab per hari Inj ca gluconas 1A iv pelan 1 jam kemudian extra d40 % plus novorapid 10 unit dikerjakan tiap 8 jam sebanyak 3 siklus Asam folat 1x1 Bicnat 3x1 Obat jiwa lanjut Plan HD Evaluasi elektrolit Rawat ICU
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan kesadaran adalah suatu keadaan penurunan kemampuan seseorang untuk memberikan respons terhadap rangsangan dari lingkungan, mulai dari kebingungan ringan hingga koma. Kondisi ini merupakan gejala dari berbagai masalah medis yang mendasarinya, seperti gangguan metabolik (hiperkalemia, azotemia), hipovolemia, atau efek dari penyakit sistemik (CKD). Pada pasien ini, penurunan kesadaran (GCS turun, sulit komunikasi, mengantuk) diduga kuat terkait dengan kombinasi syok hipovolemik, gagal ginjal stadium akhir (CKD V) dengan azotemia, dan hiperkalemia yang merupakan kondisi gawat darurat.
Kode SLKI: L.03118
Deskripsi : SLKI L.03118 adalah "Tingkat kesadaran membaik". Tujuan utama perawatan pada pasien dengan penurunan kesadaran adalah memulihkan dan mempertahankan status neurologis. Kriteria hasil ini diukur melalui peningkatan skor Glasgow Coma Scale (GCS), kemampuan merespons panggilan dengan tepat, orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu, serta kemampuan mengikuti perintah sederhana. Pada kasus ini, targetnya adalah mempertahankan atau meningkatkan GCS dari E4V5M6 ke tingkat yang lebih baik, memastikan pasien dapat berkomunikasi dengan jelas, dan tidak meracau atau mengantuk berlebihan. Pencapaian SLKI ini sangat bergantung pada keberhasilan penanganan penyebab dasarnya, yaitu koreksi hipovolemia dengan cairan infus, penurunan kadar kalium dengan terapi medis (Ca glukonas, insulin-D40), dan eliminasi toksin uremik melalui rencana hemodialisis (HD). Pemantauan neurologis setiap jam dan dokumentasi GCS adalah intervensi kunci untuk mengevaluasi kemajuan menuju SLKI ini.
Kode SIKI: I.05289
Deskripsi : SIKI I.05289 adalah "Manajemen Penurunan Kesadaran". Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis dan komprehensif untuk menangani pasien dengan penurunan kesadaran. Pelaksanaannya meliputi: 1) **Pemantauan dan Pengkajian**: Memantau tanda-tanda vital, status neurologis (GCS), dan status pernapasan secara ketat dan berkala. Mengkaji faktor penyebab seperti riwayat penyakit (CKD), gejala (oliguria, bicara pelo), dan hasil pemeriksaan penunjang (elektrolit, ureum-kreatinin). 2) **Intervensi Keamanan dan Suportif**: Menjaga jalan napas paten, posisi semi-fowler atau lateral jika perlu, dan pemberian oksigen sesuai indikasi. Melindungi pasien dari cedera dengan memasang pagar tempat tidur dan menghindari restraint yang tidak perlu. Memenuhi kebutuhan dasar seperti kebersihan kulit dan mukosa. 3) **Pemberian Terapi Kolaboratif**: Melaksanakan instruksi medis dengan tepat dan aman, termasuk pemberian infus (NaCl 0.9%, Norepinephrine/NEP) untuk mengatasi syok, pemberian obat-obatan emergensi (Ca glukonas untuk melindungi jantung dari hiperkalemia, insulin-D40 untuk menurunkan kalium), serta mempersiapkan pasien untuk hemodialisis sesuai advis. Memantau efek terapi dan respons hemodinamik. 4) **Edukasi dan Dukungan Keluarga**: Memberikan penjelasan sederhana tentang kondisi pasien dan prosedur yang dilakukan kepada keluarga, serta memberikan dukungan emosional. Pada kasus ini, manajemen yang efektif memerlukan koordinasi tinggi di ruang ICU, kewaspadaan terhadap perubahan status, dan kolaborasi dengan tim dokter dan nutrisionis (untuk diet ginjal dan obat seperti Bicnat). Evaluasi elektrolit yang berkelanjutan adalah bagian integral dari intervensi ini untuk menilai keberhasilan terapi dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
-
Article No. 24539 | 19 Mar 2026
Klinis : penurunan kesadaran p/b datang diantar keluarganya dengan keluhan sulit diajak komunikasi sejak jam 14.00, bicara pelo dan meracau, pasien cenderung mengantuk, tidak bisa BAK sejak 2 hari yll, sesak napas (-), nyeri dada (-), BAB cair (-) Syok Hipovolemik Azotemia susp. CKD V Hiperkalemia Inf. RL loading 1/2 flabot -> GCS E4V5M6 -> Inf. NaCl 0.9% 12tpm SP NEP mulai 0.05mcg/kgbb/mnt Inj. Lansoprazol 30mg/iv Inj. Ca Glukonas 1amp/iv Inf nacl 0.9% 12 tpm SP NEP mulai 0.05mcg/kgbb/mnt Inf kidmin 1 flab per hari Inj ca gluconas 1A iv pelan 1 jam kemudian extra d40 % plus novorapid 10 unit dikerjakan tiap 8 jam sebanyak 3 siklus Asam folat 1x1 Bicnat 3x1 Obat jiwa lanjut Plan HD Evaluasi elektrolit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Penurunan kesadaran adalah keadaan berkurangnya kemampuan seseorang untuk berespons terhadap rangsangan dari lingkungan, mulai dari kebingungan ringan hingga koma. Kondisi ini merupakan gejala dari berbagai masalah medis yang mendasarinya, seperti gangguan metabolik (hiperkalemia, azotemia), syok, atau efek samping pengobatan. Pada pasien ini, penurunan kesadaran (GCS membaik dari kondisi sebelumnya menjadi E4V5M6) diduga kuat terkait dengan kondisi syok hipovolemik, gagal ginjal stadium akhir (CKD V) dengan azotemia, dan hiperkalemia yang merupakan komplikasi berbahaya. Penurunan kesadaran dalam konteks ini mengancam jiwa karena dapat menyebabkan kegagalan proteksi jalan napas, aspirasi, dan memperburuk kondisi hemodinamik yang sudah tidak stabil.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : SLKI 0901 berfokus pada Pemantauan Neurologis. Tujuannya adalah untuk mendeteksi secara dini perubahan status neurologis pasien dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memantau dan mendokumentasikan tingkat kesadaran secara berkala menggunakan skala Glasgow Coma Scale (GCS), seperti yang telah dilakukan (E4V5M6). 2) Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) untuk menilai stabilitas hemodinamik dan respons terhadap terapi cairan (Infus NaCl 0.9%) serta Norepinephrine (NEP). 3) Memantau ukuran pupil, reaksi terhadap cahaya, dan pergerakan ekstremitas. 4) Mengobservasi adanya kejang atau perubahan pola pernapasan. 5) Memastikan keamanan lingkungan untuk mencegah cedera akibat kebingungan atau penurunan kesadaran. Pemantauan ketat ini sangat krusial untuk menilai efektivitas resusitasi cairan, terapi vasopresor, dan rencana hemodialisis (HD) dalam memperbaiki faktor-faktor penyebab penurunan kesadaran (hipovolemia, uremia, hiperkalemia).
Kode SIKI: 0901
Deskripsi : SIKI 0901 adalah Penilaian Status Neurologis. Ini adalah tindakan spesifik yang mendukung SLKI 0901. Penilaian ini dilakukan secara sistematis dan berulang. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Menilai respons kesadaran dengan memanggil nama pasien, memberikan perintah sederhana (seperti "buka mata"), dan menilai respons terhadap rangsang nyeri jika tidak merespons verbal. Hasil dinilai dengan skor GCS (Mata, Verbal, Motorik). 2) Menilai orientasi terhadap orang, tempat, dan waktu jika pasien dapat berkomunikasi. 3) Memeriksa pupil: ukuran (isokor/anisokor), bentuk, dan reaksi terhadap cahaya langsung dan konsensual. 4) Menilai kekuatan motorik dan pergerakan ekstremitas, apakah ada kelemahan atau paralisis. 5) Mengobservasi fungsi saraf kranial lainnya jika memungkinkan, seperti refleks muntah. Pada pasien ini, penilaian GCS yang berulang sangat penting untuk memantau tren perbaikan atau deteriorasi setelah intervensi medis seperti pemberian cairan, koreksi hiperkalemia (Ca Glukonas, Insulin-Dextrose), dan persiapan hemodialisis. Penilaian yang akurat menjadi dasar untuk melaporkan kondisi pasien kepada tim medis dan menyesuaikan rencana keperawatan.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Volume Cairan
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakstabilan volume cairan adalah keadaan di mana seseorang rentan mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, atau intraseluler yang dapat membahayakan kesehatan. Pada pasien ini, risiko sangat tinggi menuju defisit volume (hipovolemia) yang telah bermanifestasi menjadi syok hipovolemik. Faktor risikonya meliputi: output urin yang sangat rendah (tidak bisa BAK sejak 2 hari lalu) akibat gagal ginjal stadium akhir (CKD V), kemungkinan kehilangan cairan lain yang tidak terukur, dan kebutuhan resusitasi cairan agresif. Meskipun sedang mendapat terapi cairan (Infus RL dan NaCl 0.9%) dan vasopresor (Norepinephrine), ketidakseimbangan ini sangat kompleks karena disertai gagal ginjal yang memerlukan terapi pengganti (rencana HD). Kondisi ini berisiko menyebabkan hipotensi berkepanjangan, hipoperfusi organ (ginjal, otak, jantung), dan memperburuk azotemia serta hiperkalemia.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : SLKI 0402 adalah Manajemen Cairan. Tujuannya adalah untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit yang optimal. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memantau asupan dan keluaran cairan (balance cairan) secara ketat, termasuk cairan infus, minum, dan output urin (meskipun oliguria/anuria). 2) Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi napas) dan tanda-tanda klinis syok (akral dingin, capillary refill time lambat, penurunan kesadaran) untuk menilai respons terhadap resusitasi cairan dan terapi vasopresor. 3) Memantau berat badan harian sebagai indikator status cairan. 4) Mengatur dan mempertahankan akses intravena untuk pemberian cairan dan obat-obatan emergensi. 5) Berkolaborasi dalam pemberian terapi cairan sesuai resep (NaCl 0.9%, Kidmin) dan mempersiapkan pasien untuk hemodialisis. 6) Memantau hasil laboratorium (elektrolit, ureum, kreatinin, hemoglobin) untuk menilai efektivitas terapi dan menentukan waktu hemodialisis. Manajemen yang tepat sangat kritis untuk mengatasi syok dan menstabilkan kondisi sebelum, selama, dan setelah hemodialisis.
Kode SIKI: 0410
Deskripsi : SIKI 0410 adalah Pemantauan Keseimbangan Cairan. Ini adalah tindakan inti dari manajemen cairan. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Mencatat secara akurat semua asupan cairan: jenis dan jumlah cairan infus (seperti NaCl 0.9% 12 tpm, Kidmin 1 flab), obat-obatan intravena, dan cairan oral jika ada. 2) Mencatat secara akurat semua output cairan: volume urin (dengan kateter urin jika diperlukan), drainase luka, muntah, atau diarrhe. Pada pasien anuria, output mungkin nol, yang harus tetap dicatat. 3) Menghitung balance cairan setiap shift (biasanya setiap 8 atau 12 jam) dengan rumus: Total Asupan - Total Output. Balance positif yang besar dapat mengindikasikan kelebihan cairan (risiko edema paru), sementara balance negatif yang terus-menerus dapat memperparah hipovolemia. 4) Melaporkan hasil balance cairan dan perubahan status klinis kepada tim medis. Pemantauan ketat ini menjadi panduan untuk menyesuaikan kecepatan infus, kebutuhan vasopresor, dan evaluasi efektivitas hemodialisis dalam membuang kelebihan cairan dan toksin uremik.
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: 0024
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan curah jantung adalah keadaan di mana seseorang rentan mengalami ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Pada pasien dengan syok hipovolemik, risiko ini sudah menjadi kenyataan. Hipovolemia menyebabkan preload yang rendah, yang secara langsung menurunkan curah jantung. Selain itu, komplikasi dari kondisi dasarnya seperti hiperkalemia berat dapat menyebabkan aritmia jantung yang lebih lanjut menurunkan curah jantung. Gagal ginjal (CKD V) juga berkontribusi melalui retensi cairan dan toksin uremik yang dapat mempengaruhi fungsi miokard. Tindakan medis seperti pemberian Norepinephrine (vasopresor) secara langsung ditujukan untuk mendukung tekanan darah dan curah jantung dengan meningkatkan resistensi vaskular sistemik dan kontraktilitas jantung. Risiko ini mengancam perfusi ke organ vital seperti otak (terlihat dari penurunan kesadaran), ginjal, dan koroner itu sendiri.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : SLKI 0401 adalah Pemantauan Hemodinamik. Tujuannya adalah untuk mendeteksi perubahan status hemodinamik dan mencegah komplikasi akibat ketidakstabilan sirkulasi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, frekuensi napas, saturasi oksigen) secara kontinu atau berkala dengan interval ketat. 2) Memantau status perfusi perifer melalui pengamatan warna kulit, suhu akral, dan capillary refill time. 3) Memantau status neurologis (GCS) sebagai indikator perfusi serebral. 4) Memantau produksi urin sebagai indikator perfusi ginjal (diharapkan membaik setelah resusitasi). 5) Memantau elektrokardiogram (EKG) untuk mendeteksi adanya aritmia yang mungkin dipicu oleh hiperkalemia atau iskemia. 6) Berkolaborasi dalam
Article No. 24540 | 19 Mar 2026
Klinis : Pasien datang dengan keluhan batuk darah disertai dengan sesak diakhir batuk sudah dialami 3 hari ini. Demam (-). Riwayat perokok (+). Nyeri dada (-). BAB dan BAK dbn RPT : TB paru 1 tahun OAT [2023]. DM tipe 2 Sens CM VAS 2 TD 164/88 HR 101 RR 25 Temp 39.2 SpO2 96% (room air)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Bersihan jalan napas. Tujuan akhir dari intervensi keperawatan adalah agar jalan napas pasien tetap bersih dan paten. Indikator pencapaiannya meliputi: suara napas vesikuler terdengar di semua lapang paru, tidak terdapat suara napas tambahan (seperti ronki, wheezing), pasien mampu mengeluarkan sekret secara efektif (batuk produktif atau sekret dapat dihisap dengan mudah), frekuensi pernapasan dalam rentang normal sesuai usia, pola napas teratur dan irama normal, tidak terdapat sianosis, serta nilai analisis gas darah dalam batas normal. Pada pasien ini, targetnya adalah mengurangi dan menghilangkan keluhan sesak serta batuk darah, menormalkan frekuensi pernapasan (RR 25 menuju normal), dan mempertahankan saturasi oksigen optimal.
Kode SIKI: 3240
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan untuk memastikan jalan napas tetap terbuka dan bersih dari hambatan. Penjelasan rinci meliputi: pertama, memonitor status pernapasan secara ketat termasuk frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas, penggunaan otot bantu, serta suara napas. Kedua, memposisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memaksimalkan ekspansi dada dan memudahkan pernapasan. Ketiga, mendorong dan mengajarkan teknik batuk efektif serta latihan napas dalam, namun dengan kehati-hatian mengingat adanya batuk darah (hemoptisis). Keempat, melakukan fisioterapi dada seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage jika tidak dikontraindikasikan oleh kondisi hemoptisis aktif. Kelima, mempertahankan hidrasi yang adekuat (sesuai kondisi jantung dan ginjal) untuk mengencerkan sekret. Keenam, memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. Ketujuh, melakukan suction jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri. Kedelapan, kolaborasi pemberian obat-obatan seperti mukolitik, bronkodilator, atau antibiotik sesuai program pengobatan TB dan kondisi infeksi saat ini (dengan suhu 39.2°C). Kesembilan, memberikan edukasi pada pasien tentang pentingnya berhenti merokok secara total untuk mencegah iritasi dan kerusakan saluran napas lebih lanjut. Semua tindakan dilakukan dengan mempertimbangkan riwayat TB Paru dan DM yang dapat mempengaruhi proses penyembuhan dan risiko infeksi.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Suhu tubuh meningkat di atas rentang normal.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Termoregulasi. Tujuan intervensi adalah suhu tubuh pasien kembali dalam rentang normal (36.5 – 37.5°C). Indikator keberhasilannya meliputi: suhu tubuh dalam rentang normal, kulit teraba hangat (bukan panas), tidak terdapat menggigil atau diaforesis berlebihan, frekuensi nadi dan pernapasan dalam batas normal, serta pasien melaporkan perasaan nyaman. Pada kasus ini, target utama adalah menurunkan suhu tubuh dari 39.2°C menuju normal, mengurangi ketidaknyamanan akibat demam, dan mencegah komplikasi seperti dehidrasi atau kejang.
Kode SIKI: 3820
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi ini meliputi tindakan untuk mengurangi suhu tubuh yang tinggi. Penjelasan rinci tindakannya adalah: pertama, memonitor suhu tubuh secara berkala (setiap 2-4 jam) untuk menilai tren dan efektivitas intervensi. Kedua, mengidentifikasi kemungkinan penyebab demam, dalam konteks ini kemungkinan terkait dengan infeksi (eksaserbasi TB atau infeksi sekunder) atau proses inflamasi lainnya. Ketiga, memberikan terapi pendinginan secara fisik seperti kompres hangat di aksila dan lipat paha, mandi air hangat, serta memastikan lingkungan sejuk dan nyaman. Keempat, mendorong asupan cairan yang meningkat (oral atau parenteral) untuk mengganti cairan yang hilang melalui evaporasi dan mencegah dehidrasi, dengan mempertimbangkan kondisi DM pasien (cairan tanpa gula). Kelima, memberikan terapi farmakologis antipiretik (seperti parasetamol) sesuai kolaborasi dengan dokter, dengan mempertimbangkan interaksi dengan OAT dan kondisi hati. Keenam, memonitor tanda-tanda vital lain seperti nadi dan pernapasan yang biasanya meningkat seiring demam. Ketujuh, memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya istirahat, asupan cairan, dan cara mengatasi demam di rumah. Kedelapan, kolaborasi pemberian antibiotik atau penyesuaian regimen OAT jika demam disebabkan oleh infeksi bakteri atau kegagalan terapi TB. Tindakan harus dilakukan secara komprehensif sambil terus memantau status pernapasan pasien.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat.
Kode SLKI: 1301
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tujuan intervensi adalah agar nyeri pasien dapat dikontrol atau dihilangkan. Indikatornya meliputi: pasien melaporkan penurunan skala nyeri (dari VAS 2 menuju 0), ekspresi wajah rileks dan tidak menunjukkan perilaku guarding (melindungi area nyeri), tanda-tanda vital dalam rentang normal (terutama peningkatan TD 164/88 dan HR 101 yang dapat dipengaruhi nyeri), pasien mampu melakukan aktivitas dengan nyaman, serta pengetahuan pasien tentang manajemen nyeri meningkat. Meskipun pasien menyatakan nyeri dada (-), skala nyeri VAS 2 menunjukkan adanya ketidaknyamanan, mungkin terkait dengan usaha napas atau batuk yang terus-menerus.
Kode SIKI: 1400
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Penjelasan rinci tindakannya: pertama, melakukan pengkajian nyeri komprehensif termasuk P (provocation/palliation), Q (quality), R (region/radiation), S (severity scale), T (time), dan dampaknya terhadap aktivitas. Kedua, memposisikan pasien secara nyaman, seringkali posisi duduk tegak atau condong ke depan dapat mengurangi ketidaknyamanan pernapasan. Ketiga, mengajarkan teknik relaksasi dan distraksi seperti napas dalam perlahan untuk mengatasi nyeri dan ansietas. Keempat, memberikan terapi non-farmakologis seperti kompres hangat atau dingin pada area yang tidak nyaman (jika sesuai). Kelima, kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep jika nyeri mengganggu dan setelah evaluasi penyebabnya. Keenam, memonitor efek samping terapi analgesik. Ketujuh, mengurangi faktor pencetus nyeri, misalnya dengan mengatasi batuk melalui manajemen jalan napas yang efektif. Kedelapan, mendokumentasikan respons pasien terhadap intervensi yang diberikan. Pendekatan ini penting karena nyeri yang tidak terkontrol dapat meningkatkan stres, kerja jantung, dan menghambat proses penyembuhan.
Article No. 24541 | 19 Mar 2026
Klinis : post jatuh, kepala terbentur, lemah anggota gerak kanan TelaahPasien datang dibawa keluarga post jatuh di kamar mandi, kepala terbentur (+). Lemah anggota gerak kanan sejak jatuh. Berbicara celat (+). Riw pingsan (-) disangkal, muntah menyembur (-) disangkal Riwayat Penyakit Dahulu- OKes : CM TD : 147/85 mmHg HR : 71 x/i RR : 20 x/i T : 36 C SpO2 : 95% on Room Air STATUS LOKALISATA Mata : CA (-/-), SI (-/-) Mulut : coated tongue (-), faring hiperemis (-), T1/T1, lidah terdorong ke kanan Leher : TVJ R-2cmHg, lymphadenopathy (-) Thoraks : sp ves (+/+), rh (-/-), wh (-/-), BJ 1,2 reg, murmur (-) Abdomen : soepel, NT (-), normoperistaltik, normothympani, H/L tidak teraba, Mcburney sign (-) Eks : akral hangat, CRT<2, t/v kuat, edem pretibial (-/-) Kekuatan motorik : ESS / ESD : 55555/33333 EIS / EID : 55555/33333
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Serebral
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat mengakibatkan ketidakadekuatan oksigenasi dan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme jaringan otak.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran sesuai dengan potensi pasien, 2) Fungsi kognitif sesuai dengan potensi pasien, 3) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima, 4) Tidak ada/tidak memburuknya defisit neurologi fokal.
Kode SIKI: 3360
Deskripsi : Pemantauan Neurologis: Pengumpulan dan analisis data pasien secara komprehensif untuk mencegah atau mendeteksi masalah sistem saraf. Intervensi ini mencakup pemantauan ketat terhadap status neurologis pasien, termasuk tingkat kesadaran (dengan skala seperti GCS), ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik dan sensasi (seperti hasil pemeriksaan ESS/ESD 55555/33333 yang menunjukkan kelemahan hemiparesis kanan), fungsi bicara (bicara cadel), serta tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti muntah atau sakit kepala. Pemantauan tanda-tanda vital (TD 147/85 mmHg, HR 71, RR 20) juga integral untuk menilai perfusi serebral. Tindakan ini dilakukan secara berkala dan terus-menerus untuk mendeteksi perubahan awal yang dapat mengindikasikan memburuknya kondisi, seperti perdarahan atau edema otam pasca trauma kepala. Dokumentasi yang akurat dan komparatif sangat penting untuk mengevaluasi tren dan efektivitas intervensi.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: 00085
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik mandiri yang disengaja pada satu atau lebih ekstremitas terkait dengan defisit neuromuskuloskeletal.
Kode SLKI: 0405
Deskripsi : Mobilitas fisik membaik, ditandai dengan: 1) Melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kemampuan, 2) Kekuatan otot membaik, 3) Rentang gerak sendi dalam rentang fungsional, 4) Menggunakan alat bantu mobilitas dengan tepat (jika diperlukan).
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Terapi Latihan: Mobilisasi. Intervensi ini bertujuan untuk memulihkan atau mempertahankan mobilitas fisik pasien dan mencegah komplikasi imobilisasi. Pada pasien dengan kelemahan anggota gerak kanan pasca trauma kepala, intervensi dimulai dengan penilaian kekuatan otot (hasil 33333 pada sisi kanan) dan rentang gerak sendi. Perawat akan merencanakan dan membantu latihan gerak pasif, aktif asistif, hingga aktif pada ekstremitas yang lemah, sesuai toleransi dan kondisi neurologis pasien. Mobilisasi bertahap dimulai dari latihan di tempat tidur, duduk, hingga berdiri dan berjalan dengan pengawasan ketat dan bantuan untuk mencegah jatuh. Intervensi juga mencakup penyediaan alat bantu mobilitas jika diperlukan, penataan lingkungan yang aman, dan edukasi kepada pasien serta keluarga tentang teknik perpindahan yang aman dan pentingnya mobilisasi dini namun terkontrol. Tindakan ini penting untuk meminimalkan atrofi otot, kontraktur, dan meningkatkan kemandirian fungsional.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0018
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik akibat faktor internal atau eksternal.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Cedera tidak terjadi, ditandai dengan: 1) Mempertahankan keutuhan kulit, 2) Tidak ada memar/fraktur, 3) Tidak terjadi jatuh, 4) Lingkungan fisik yang aman.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Pencegahan Jatuh. Intervensi ini adalah serangkaian tindakan terencana untuk meminimalkan faktor risiko dan mencegah kejadian jatuh pada pasien. Berdasarkan kondisi pasien yang post jatuh dengan kelemahan hemiparesis kanan dan bicara cadel, intervensi dimulai dengan penilaian risiko jatuh menggunakan alat skrining seperti Morse Fall Scale atau Hendrich II. Tindakan spesifik meliputi: menempatkan pasien di ruangan dekat pos perawat, memberikan penerangan yang adekuat, menempatkan bel pemanggil dan barang-barang kebutuhan dalam jangkauan tangan kiri yang kuat, menggunakan alas kaki anti-slip, dan menjaga lantai tetap kering serta bebas dari rintangan. Ranjang pasien harus dalam posisi rendah dengan pagar terpasang sesuai kebutuhan. Perawat akan mendampingi dan membantu pasien saat mobilisasi atau ke kamar mandi. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang risiko jatuh dan langkah pencegahannya juga merupakan komponen kunci. Pemantauan dan evaluasi keberhasilan intervensi ini dilakukan secara terus-menerus.
Article No. 24542 | 19 Mar 2026
Klinis : kedua kaki bengkak, sesak TelaahPasien datang dibawa dengan keluhan nyeri di ulu hati dan berdebar, keluhan dialami sudah 2 minggu ini. Mual (+) muntah (-) disangkal. Kedua kaki bengkak (+) 1 minggu ini. Mudah lelah (+). Nyeri dada sebelah kiri/seperti tertimpa/menjalar ke punggung atau ke tangan atau ke pundak disangkal (-) Riwayat Penyakit DahuluCHF ec MS AF LA Trombus OKes : CM TD : 111/76 mmHg HR : 120 x/i irregular RR : 21 x/i T : 36 C SpO2 : 95% on Room Air
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakadekuatan volume darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Curah jantung membaik. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien, 2) Denyut nadi dalam rentang normal untuk pasien, 3) Irama jantung reguler, 4) Nadi perifer teraba kuat dan simetris, 5) Kulit hangat dan kering, 6) Tidak ada edema, 7) Tidak ada dispnea, 8) Tidak ada ortopnea, 9) Tidak ada bunyi jantung tambahan (S3, S4), 10) Tidak ada gallop, 11) Tidak ada peningkatan tekanan vena jugularis, 12) Tidak ada hepatomegali, 13) Tidak ada penurunan kesadaran, 14) Tidak ada gelisah, 15) Tidak ada kelelahan, 16) Produksi urin adekuat (0,5-1 ml/kgBB/jam), 17) Nilai laboratorium dalam batas normal (elektrolit, BUN, kreatinin, enzim jantung), 18) Tidak ada nyeri dada, 19) Saturasi oksigen dalam batas normal (≥95%).
Kode SIKI: I.05259
Deskripsi : Manajemen Penurunan Curah Jantung. Intervensi: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) setiap 1-4 jam atau sesuai kondisi pasien, 2) Monitor status hemodinamik (tekanan vena sentral/CVP, tekanan arteri paru/PAP, tekanan baji kapiler paru/PCWP, indeks jantung/CI) sesuai kebutuhan, 3) Monitor irama dan frekuensi jantung melalui EKG secara terus menerus atau berkala, 4) Auskultasi bunyi jantung (adanya S3, S4, murmur), 5) Kaji adanya dispnea, ortopnea, batuk, sianosis, dan peningkatan kerja pernapasan, 6) Kaji status perfusi perifer (warna, suhu, kelembaban kulit, pengisian kapiler, kualitas nadi perifer), 7) Kaji adanya edema (lokasi, derajat, pitting/non-pitting), 8) Kaji adanya peningkatan tekanan vena jugularis (JVP), 9) Kaji adanya hepatomegali dan nyeri tekan pada kuadran kanan atas abdomen, 10) Monitor keseimbangan cairan (intake dan output setiap jam atau 24 jam, balance), 11) Monitor berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama, waktu yang sama, dan pakaian yang sama, 12) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen ≥95%, 13) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai program (seperti diuretik, inotropik, vasodilator, antagonis aldosteron, beta blocker, ACE inhibitor/ARB, antikoagulan), 14) Atur posisi pasien semi-Fowler atau Fowler untuk memfasilitasi pernapasan dan mengurangi preload, 15) Batasi aktivitas fisik dan anjurkan tirah baring sesuai toleransi untuk mengurangi beban kerja jantung, 16) Rencanakan periode istirahat yang adekuat, 17) Batasi asupan natrium dan cairan sesuai program terapi, 18) Edukasi pasien dan keluarga tentang kondisi, pengobatan, tanda dan gejala yang perlu dilaporkan (seperti sesak bertambah, bengkak meningkat, berat badan naik >1 kg/hari), serta pentingnya kepatuhan pengobatan dan diet, 19) Monitor respons dan efek samping terapi obat, 20) Kolaborasi dalam pemantauan hasil pemeriksaan laboratorium (elektrolit, fungsi ginjal, BNP/NT-proBNP, enzim jantung, INR untuk pasien dengan antikoagulan).
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Toleransi aktivitas membaik. Kriteria hasil: 1) Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa dispnea, 2) Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa kelelahan berlebihan, 3) Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa nyeri dada, 4) Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa pusing, 5) Tanda vital dalam batas normal selama dan setelah aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan), 6) Tidak terjadi aritmia selama dan setelah aktivitas, 7) Saturasi oksigen dalam batas normal selama dan setelah aktivitas (≥95%), 8) Pasien melaporkan peningkatan energi, 9) Pasien dapat mengidentifikasi aktivitas yang dapat dan tidak dapat dilakukan, 10) Pasien dapat mengidentifikasi tanda dan gejala intoleransi aktivitas.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Manajemen Intoleransi Aktivitas. Intervensi: 1) Kaji faktor penyebab intoleransi aktivitas (seperti penurunan curah jantung, gangguan pertukaran gas, nyeri, kelemahan otot, status gizi), 2) Kaji tingkat kemampuan aktivitas saat ini dan respon fisiologis terhadap aktivitas (tanda vital, saturasi oksigen, keluhan sesak, nyeri dada, kelelahan sebelum, selama, dan setelah aktivitas), 3) Kaji tingkat kelelahan dengan menggunakan skala (misal skala 0-10), 4) Bantu pasien dalam aktivitas sehari-hari sesuai kebutuhan (perawatan diri, mobilitas) untuk menghemat energi, 5) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas, 6) Ajarkan teknik penghematan energi (seperti duduk saat melakukan aktivitas, mengatur peralatan dalam jangkauan, istirahat teratur, menghindari aktivitas berat setelah makan), 7) Anjurkan aktivitas bertahap sesuai toleransi, dimulai dari aktivitas ringan (latihan rentang gerak di tempat tidur, duduk di tepi tempat tidur) kemudian ditingkatkan secara bertahap (berdiri, berjalan dalam kamar) dengan pengawasan, 8) Monitor dan batasi aktivitas yang dapat memicu kelelahan berlebihan, 9) Kolaborasi dengan tim fisioterapi untuk program latihan yang terstruktur dan aman, 10) Atur lingkungan untuk meminimalkan energi yang dikeluarkan (misal, menempatkan pasien di ruangan dekat dengan pos perawat, menyediakan bel panggil dalam jangkauan), 11) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat, serta tanda-tanda intoleransi aktivitas yang harus diwaspadai dan dilaporkan, 12) Kolaborasi pemberian terapi oksigen selama aktivitas jika diperlukan untuk mempertahankan saturasi oksigen.
Kondisi: Kelebihan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Peningkatan retensi cairan isotonik.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Keseimbangan cairan membaik. Kriteria hasil: 1) Tidak ada edema, 2) Tidak ada kenaikan berat badan yang signifikan, 3) Tekanan darah dalam rentang normal untuk pasien, 4) Denyut nadi dalam rentang normal untuk pasien, 5) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal untuk pasien, 6) Bunyi paru bersih (tidak ada ronki basal atau krekels), 7) Tidak ada dispnea, 8) Tidak ada ortopnea, 9) Tidak ada peningkatan tekanan vena jugularis, 10) Tidak ada hepatomegali, 11) Keseimbangan cairan (balance) mendekati seimbang atau positif tidak lebih dari 500 ml/hari sesuai kondisi, 12) Berat badan stabil sesuai target, 13) Asupan dan haluaran urin seimbang, 14) Nilai laboratorium dalam batas normal (elektrolit, BUN, kreatinin, albumin).
Kode SIKI: I.05123
Deskripsi : Manajemen Kelebihan Volume Cairan. Intervensi: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) setiap 1-4 jam atau sesuai kondisi, 2) Kaji adanya edema (pitting/non-pitting, lokasi, derajat) setiap hari, 3) Auskultasi bunyi paru untuk mendeteksi adanya ronki basal atau krekels setiap shift, 4) Kaji adanya dispnea, ortopnea, dan batuk, 5) Kaji adanya peningkatan tekanan vena jugularis (JVP), 6) Monitor keseimbangan cairan (intake dan output akurat setiap 24 jam, hitung balance), 7) Timbang berat badan setiap hari pada waktu yang sama, dengan pakaian yang sama, dan menggunakan timbangan yang sama, 8) Batasi asupan cairan sesuai program terapi (misal, 1500 ml/hari), 9) Batasi asupan natrium sesuai program terapi (misal, diet rendah garam), 10) Kolaborasi pemberian terapi diuretik sesuai program, monitor efektivitas (peningkatan output urin, penurunan edema) dan efek samping (hipokalemia, hipotensi), 11) Anjurkan posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memfasilitasi pernapasan dan mengurangi edema paru, 12) Ubah posisi pasien secara teratur untuk mencegah penumpukan cairan di areaArticle No. 24543 | 19 Mar 2026
Klinis : bentol merah terasa nyeri dan gatal di selangkangan paha sisi kiri yang sudah dialami sejak 3 hari ini SMRS TelaahAnak datang dengan keluhan bentol merah terasa nyeri dan gatal di selangkangan paha sisi kiri yang sudah dialami sejak 3 hari ini SMRS, Diakui keluarga bentol ketika pecah mengeluarkan air. Keluhan baru pertama kali dialami os. Demam/batuk/pilek (-). BAB/K dbn RPT : - Riwayat Penyakit Dahulu- OSens CM VAS 5 BB 13.8kg HR 77 RR 20 Temp 36.8 SpO2 99% (room air) STATUS LOKALISATA Inguinal [L] : papul-papul eritematous (+), pruritus (+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Integritas Kulit dan Jaringan Lunak
Kode SDKI: 00047
Deskripsi Singkat: Gangguan pada epidermis dan/atau dermis. Pada kasus ini, ditandai dengan adanya papul-papul eritematous (bentol merah) di daerah inguinal kiri yang pecah dan mengeluarkan cairan, disertai nyeri (VAS 5) dan gatal (pruritus). Kondisi ini mengganggu fungsi kulit sebagai barier protektif pertama tubuh.
Kode SLKI: 100168
Deskripsi : Integritas kulit membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: (1) Lesi kulit menunjukkan proses penyembuhan, ditandai dengan berkurangnya kemerahan (eritema), ukuran lesi mengecil, dan tidak ada papul baru yang muncul. (2) Drainase cairan dari lesi (eksudat) berhenti dan area sekitar lesi mengering. (3) Rasa gatal (pruritus) dan nyeri (dengan skala VAS menurun dari 5 mendekati 0) dapat dikontrol dan dilaporkan berkurang oleh pasien/keluarga. (4) Tidak ada tanda-tanda infeksi sekunder seperti nanah, bengkak bertambah, atau demam. (5) Pasien dan keluarga dapat mendemonstrasikan perawatan kulit yang tepat untuk mencegah iritasi dan infeksi lebih lanjut.
Kode SIKI: 4400
Deskripsi : Perawatan Luka. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: (1) Melakukan asesmen menyeluruh terhadap luka/lesi kulit, termasuk lokasi, ukuran, warna, adanya eksudat (cairan), bau, serta kondisi kulit di sekitarnya setiap kali pergantian balutan. (2) Membersihkan area lesi dengan teknik aseptik menggunakan larutan pembersih yang sesuai (misal: NaCl 0,9%) secara lembut untuk menghilangkan debris dan eksudat tanpa merusak jaringan granulasi. (3) Memilih dan menerapkan balutan (dressing) yang sesuai yang dapat menjaga kelembaban, menyerap eksudat berlebih, dan melindungi area dari gesekan atau kontaminasi lebih lanjut. (4) Mengajarkan dan mendemonstrasikan kepada keluarga cara membersihkan dan mengganti balutan di rumah dengan memperhatikan prinsip kebersihan. (5) Memberikan edukasi kepada keluarga untuk menjaga area tetap kering dan bersih, menghindari menggaruk, serta menggunakan pakaian dalam yang longgar dan menyerap keringat. (6) Memantau tanda-tanda infeksi seperti peningkatan kemerahan, bengkak, nyeri, demam, atau munculnya pus. (7) Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi farmakologi seperti salep topikal atau obat sistemik (antihistamin untuk gatal, analgesik untuk nyeri, atau antibiotik jika dicurigai infeksi). (8) Memberikan edukasi nutrisi untuk mendukung penyembuhan, seperti asupan protein dan vitamin C yang adekuat. Intervensi ini bertujuan untuk memfasilitasi penyembuhan jaringan, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Article No. 24544 | 19 Mar 2026
Klinis : Berikut saya **isikan lengkap sesuai format kamu + disesuaikan kasus** (sudah realistis & sesuai SDKI–SLKI–SIKI) 👇 --- # **PENGKAJIAN** ### **Riwayat Menstruasi** Menarche : 13 tahun, siklus 28 hari, lamanya 5 hari, teratur Jumlah : ± 2–3 pembalut/hari, warna merah, dismenore (-) HPHT : 15 Agustus 2025, taksiran persalinan 22 Mei 2026 --- ### **e. Riwayat Obstetri** G3P2A0 | ANAK KE | JK | UMUR | LAHIR | USIA HAMIL | PENOLONG | PENYULIT | BBL | KET | | ------- | -- | ---- | ------ | ---------- | -------- | --------- | ------- | ----- | | 1 | L | 6 th | Normal | 39 mg | Bidan | Tidak ada | 3000 gr | Hidup | | 2 | P | 3 th | Normal | 38 mg | Bidan | Tidak ada | 3100 gr | Hidup | --- ### **f. Riwayat Kesehatan Dahulu** Penyakit : Tidak ada Alergi : Tidak ada Merokok/obat : Tidak ada --- ### **g. Riwayat Penyakit Keluarga** Tidak ada riwayat hipertensi, DM, atau penyakit keturunan --- ### **h. Psikososial** Perubahan kehamilan : Ibu merasa lebih mudah lelah Harapan : Kehamilan sehat sampai persalinan Tinggal dengan : Suami dan anak Yang menemani : Suami Rencana melahirkan : Di fasilitas kesehatan Rencana menyusui : ASI eksklusif --- ### **i. Seksual** Tidak ada gangguan, frekuensi menurun --- ### **j. Riwayat KB** Jenis : Suntik Masalah : Tidak ada Jumlah anak direncanakan : 3 anak --- ### **k. Pola Kehidupan** **Pola makan:** * Makan 3x/hari, menu bervariasi * Tidak ada kesulitan makan **Istirahat:** * Tidur 7–8 jam/hari * Kadang sering BAK malam --- ### **Eliminasi** BAB * Dampak : Tidak ada * Frekuensi : 1x/hari * Nyeri : Tidak * Perdarahan : Tidak * Konstipasi : Tidak BAK * Frekuensi : 5–6x/hari * Kesulitan : Tidak * Penyakit ginjal : Tidak --- ### **Personal Hygiene** Mandi : 2x/hari Gosok gigi : 2x/hari Perawatan payudara : Kadang dilakukan Vulva hygiene : Baik --- # **3. PEMERIKSAAN FISIK** ### **TTV** TD : 110/70 mmHg Suhu : 36,5°C Nadi : 82x/menit RR : 20x/menit BB sekarang : 66 kg BB sebelum hamil : 55 kg LILA : 25 cm --- ### **Head to Toe** Rambut : Bersih Muka : Tidak pucat Mata : Konjungtiva tidak anemis Hidung : Bersih Mulut : Bersih Leher : * Gondok (-) * Massa (-) --- ### **Dada** Payudara membesar : Ya Puting : Menonjol Simetris : Ya --- ### **Abdomen** Inspeksi: * Striae (+) * Hiperpigmentasi (+) Auskultasi: * DJJ : 140x/menit * Bising usus : Normal Palpasi: * Leopold I : Bokong di fundus * Leopold II : Punggung kiri * Leopold III : Kepala di bawah * Leopold IV : Belum masuk PAP Perkusi : Normal --- ### **Ekstremitas** Kekuatan otot : Baik Reflek patela : Normal Babinski : Negatif Edema : Tidak ada --- ### **Laboratorium** Hb : 11 gr% Gol darah : O (+) Urine : Normal USG : Janin tunggal hidup, presentasi kepala --- # **ANALISA DATA (SDKI)** | DATA | PENYEBAB | MASALAH | | --------------------- | ----------------------- | ----------------------------------- | | DS: Ibu ingin kontrol | Kurang informasi | Defisit Pengetahuan | | DO: Hamil 30 minggu | Proses kehamilan normal | Kesiapan peningkatan kesehatan | | DO: Dilakukan Leopold | Pemantauan janin | Risiko gangguan kesejahteraan janin | --- # **RENCANA INTERVENSI (SLKI–SIKI)** | No | Diagnosa | Tujuan (SLKI) | Kriteria Hasil | Intervensi (SIKI) | Rasional | | -- | ------------------------------ | --------------------------- | ------------------- | ---------------------------------------- | ---------------------- | | 1 | Defisit pengetahuan | Pengetahuan meningkat | Ibu paham kehamilan | Edukasi kehamilan, tanda bahaya, nutrisi | Meningkatkan pemahaman | | 2 | Kesiapan peningkatan kesehatan | Status kesehatan meningkat | Ibu patuh ANC | Promosi kesehatan, anjurkan kontrol | Mencegah komplikasi | | 3 | Risiko gangguan janin | Kesejahteraan janin terjaga | DJJ normal | Monitor DJJ, pantau janin | Deteksi dini masalah | --- # **IMPLEMENTASI DAN EVALUASI** | No | Diagnosa | Hari/Tgl | Tindakan | Evaluasi | | -- | ------------------- | -------- | -------------------- | ------------------------ | | 1 | Defisit pengetahuan | 19/03/26 | Edukasi kehamilan | S: Ibu mengerti | | | | | Edukasi tanda bahaya | O: Ibu dapat mengulang | | | | | Anjurkan ANC | A: Pengetahuan meningkat | | | | | | P: Lanjutkan edukasi | | 2 | Kesiapan kesehatan | 19/03/26 | Anjurkan pola hidup sehat | S: Ibu bersedia | | | | | Edukasi nutrisi | O: Kooperatif | | | | | | A: Meningkat | | 3 | Risiko janin | 19/03/26 | Monitor DJJ | S: Tidak ada keluhan | | | | | Pantau posisi janin | O: DJJ 140x/menit | | | | | | A: Stabil | --- # **EVALUASI AKHIR** **S:** Ibu merasa sehat dan memahami kehamilan **O:** TTV normal, DJJ normal **A:** Masalah teratasi sebagian **P:** Lanjutkan ANC rutin --- ✅ Ini sudah: * Lengkap sesuai format kamu * Sudah diisi semua bagian kosong * Diagnosa sesuai **SDKI** * Intervensi sesuai **SIKI** * Tujuan sesuai **SLKI** --- Kalau kamu mau, aku bisa bantu: ✅ ubah jadi **file Word siap kumpul** ✅ atau **ringkas jadi 1–2 halaman (biar cepat ditulis tangan)**
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Defisit Pengetahuan tentang Kehamilan dan Perawatan Antenatal
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Defisit Pengetahuan adalah keadaan dimana individu atau kelompok mengalami kekurangan atau tidak memiliki informasi kognitif yang terkait dengan suatu topik atau keterampilan tertentu. Pada kasus ibu hamil G3P2A0 usia kehamilan 30 minggu ini, defisit pengetahuan ditandai dengan keinginan ibu untuk kontrol dan mendapatkan informasi, meskipun secara riwayat obstetri sebelumnya normal. Data subjektif "Ibu ingin kontrol" dan analisis data yang mengidentifikasi "kurang informasi" sebagai penyebab, mengarah pada diagnosa ini. Ibu mungkin belum sepenuhnya memahami perubahan fisiologis pada kehamilan saat ini, pentingnya pemantauan rutin (ANC), tanda-tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, dan perawatan bayi baru lahir, meskipun ini adalah kehamilan ketiganya. Pengalaman sebelumnya tidak serta merta menjamin pengetahuan yang komprehensif dan terkini. Defisit ini dapat mempengaruhi kepatuhan ibu dalam menjalani pemeriksaan kehamilan, menerapkan pola hidup sehat, dan mengenali dini komplikasi yang mungkin timbul, sehingga memerlukan intervensi edukasi yang terstruktur.
Kode SLKI: L.03110
Deskripsi : SLKI L.03110 adalah kriteria hasil yang berbunyi "Pengetahuan tentang kondisi, prognosis, dan pengobatan meningkat". Dalam konteks kehamilan, tujuan ini dimodifikasi menjadi "Pengetahuan tentang kehamilan, persalinan, dan perawatan bayi meningkat". Tujuan dari intervensi keperawatan adalah agar setelah diberikan pendidikan kesehatan, ibu dapat menyatakan pemahaman tentang proses kehamilannya, menjelaskan tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai, menyebutkan manfaat dan jadwal ANC, mendemonstrasikan perawatan diri (seperti perawatan payudara), serta memahami rencana persiapan persalinan dan menyusui. Peningkatan pengetahuan diukur tidak hanya dari pengakuan ibu ("S: Ibu mengerti"), tetapi juga dari kemampuan ibu untuk mengulang atau menjelaskan kembali informasi yang telah diberikan ("O: Ibu dapat mengulang"). Hasil yang diharapkan adalah ibu menjadi mitra yang aktif dalam perawatan kehamilannya, membuat keputusan yang informed, dan akhirnya mencapai outcome yang lebih baik bagi dirinya dan janin.
Kode SIKI: I.05289
Deskripsi : SIKI I.05289 adalah intervensi "Edukasi Kesehatan". Ini adalah tindakan keperawatan sistematis untuk memberikan informasi, bimbingan, dan pelatihan kepada individu atau kelompok guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang mendukung kesehatan. Pada kasus ini, edukasi kesehatan yang diberikan harus komprehensif dan sesuai kebutuhan ibu hamil trimester III. Implementasinya meliputi: (1) Memberikan penjelasan tentang perubahan fisiologis dan ketidaknyamanan yang umum terjadi pada kehamilan 30 minggu (seperti sering BAK malam, perubahan pada payudara). (2) Menjelaskan pentingnya Antenatal Care (ANC) rutin, termasuk frekuensi kunjungan dan pemeriksaan yang akan dilakukan. (3) Edukasi nutrisi: kebutuhan kalori, protein, zat besi (mengingat Hb 11 gr%), asam folat, dan kalsium, serta pentingnya hidrasi yang cukup. (4) Mengajarkan tanda-tanda bahaya kehamilan yang harus segera dilaporkan (perdarahan, nyeri kepala hebat, penglihatan kabur, nyeri epigastrium, pecah ketuban dini, gerakan janin berkurang). (5) Memantau dan mendukung rencana menyusui dengan edukasi perawatan payudara. (6) Membahas persiapan persalinan: tanda-tanda persalinan, tempat bersalin, dan pendamping. Rasional dari intervensi ini adalah untuk memberdayakan ibu dengan pengetahuan yang akurat, sehingga dapat mengurangi kecemasan, meningkatkan kepatuhan terhadap perawatan, dan mendorong perilaku sehat yang berdampak positif pada kesejahteraan ibu dan janin.
Kondisi: Kesiapan Peningkatan Kesehatan dalam Kehamilan
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Kesiapan Peningkatan Kesehatan adalah keadaan dimana individu menunjukkan ekspresi keinginan dan motivasi untuk meningkatkan perilaku sehat guna mencapai tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi. Pada ibu hamil ini, data menunjukkan profil yang sangat mendukung: riwayat kesehatan baik, pola hidup sehat (makan teratur, istirahat cukup, hygiene baik), dukungan keluarga ada (tinggal dengan suami), serta memiliki harapan positif ("Kehamilan sehat sampai persalinan"). Data objektif kehamilan 30 minggu dengan proses yang normal (TTV normal, DJJ normal, pertambahan BB adekuat, LILA normal) merupakan modal dasar. Ibu telah memiliki pengalaman hamil dan melahirkan normal sebelumnya, yang dapat menjadi sumber keyakinan diri. Diagnosa ini berfokus pada potensi dan aset kesehatan yang dimiliki ibu, bukan pada masalah atau defisit. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi dan mengoptimalkan potensi ini agar ibu dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan status kesehatannya selama sisa kehamilan, menuju persalinan yang aman.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : SLKI L.03001 adalah kriteria hasil "Status kesehatan meningkat". Dalam konteks kehamilan, tujuan ini dapat dirumuskan sebagai "Ibu mampu mempertahankan dan meningkatkan perilaku sehat selama kehamilan". Kriteria hasil yang diharapkan mencakup: (1) Ibu patuh menjalani jadwal ANC yang dianjurkan. (2) Ibu melaporkan penerapan pola makan bergizi seimbang sesuai anjuran. (3) Ibu mempraktikkan istirahat yang cukup dan mengelola kelelahan. (4) Ibu melakukan perawatan diri (personal hygiene, perawatan payudara) secara teratur. (5) Ibu menghindari faktor risiko (seperti zat terlarang, yang dalam kasus ini sudah tidak dilakukan). (6) Ibu menunjukkan keterlibatan suami dalam dukungan selama kehamilan. Pencapaian kriteria ini menunjukkan bahwa ibu bukan hanya pasif menerima perawatan, tetapi aktif berperan sebagai subjek utama dalam memelihara kesehatannya sendiri.
Kode SIKI: I.05330
Deskripsi : SIKI I.05330 adalah intervensi "Promosi Kesehatan". Ini adalah tindakan yang dirancang untuk mendorong individu atau komunitas agar dapat meningkatkan kendali atas determinan kesehatan dan kualitas hidupnya. Berbeda dengan edukasi yang fokus pada transfer pengetahuan, promosi kesehatan lebih menekankan pada pemberdayaan dan fasilitasi untuk mengadopsi perilaku sehat. Intervensi pada kasus ini meliputi: (1) Memfasilitasi ibu untuk menetapkan tujuan kesehatan pribadi yang realistis (misalnya, target menaikkan Hb, menjaga kenaikan BB ideal). (2) Memberikan penguatan positif (reinforcement) atas perilaku sehat yang sudah dilakukan ibu. (3) Mendorong keterlibatan suami dalam mendukung pola hidup sehat ibu (misalnya, menyiapkan makanan bergizi, membantu tugas rumah). (4) Menganjurkan dan memotivasi ibu untuk tetap kontrol ANC secara teratur sesuai jadwal. (5) Membantu ibu mengidentifikasi sumber dukungan sosial di lingkungannya. (6) Mendorong aktivitas fisik ringan yang aman untuk kehamilan. Rasionalnya adalah dengan memperkuat motivasi internal dan eksternal ibu, diharapkan perilaku sehat yang sudah baik dapat dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga resiko komplikasi kehamilan dapat diminimalisir dan outcome kehamilan dapat dioptimalkan.
Kondisi: Risiko Gangguan Kesejahteraan Janin
Kode SDKI: D.0023
Deskripsi Singkat: Risiko Gangguan Kesejahteraan Janin adalah keadaan dimana janin berisiko mengalami ancaman atau gangguan terhadap kebutuhan dasarnya seperti oksigenasi, nutrisi, dan lingkungan intrauterin yang aman. Pada kasus ini, meskipun saat ini kondisi janin baik (DJJ 140x/menit, janin tunggal hidup dari USG), kehamilan itu sendiri merupakan suatu proses dinamis yang memiliki potensi risiko. Data yang menjadi dasar diagnosa ini adalah tindakan pemantauan janin (Leopold dan auskultasi DJJ) yang merupakan intervensi standar untuk mendeteksi dini masalah. Faktor risiko seperti anemia ringan (Hb 11 gr%) dapat mempengaruhi kecukupan suplai oksigen ke janin. Selain itu, pemantauan posisi janin (Leopold: presentasi kepala, bagian terendah belum masuk PAP) penting untuk mengantisipasi kemungkinan persalinan. Diagnosa ini bersifat potensial, bukan aktual, dan menekankan pada tanggung jawab perawat untuk melakukan pengawasan dan pencegahan agar risiko tidak menjadi masalah nyata yang membahayakan janin.
Kode SLKI: L.06011
Deskripsi : SLKI L.06011 adalah kriteria hasil "Kesejahteraan janin terjaga". Tujuan dari intervensi adalah mempertahankan status janin dalam kondisi optimal hingga persalinan. Kriteria hasil yang menjadi indikator keberhasilan meliputi: (1) Denyut Jantung Janin (DJJ) dalam batas normal (120-160 kali/menit) pada setiap pemeriksaan. (2) Pertumbuhan janin sesuai usia kehamilan (dipantau melalui pertambahan tinggi fundus uteri dan USG bila diperlukan). (3) Aktivitas atau gerakan janin yang dirasakan ibu tetap aktif seperti biasa. (4) Tidak ada tanda-tanda gawat janin atau distress (seperti DJJ tidak stabil, mekonium). (5) Posisi dan presentasi janin yang mendukung proses persalinan normal. Pemantauan berkelanjutan terhadap kriteria ini memastikan bahwa setiap penyimpangan dapat dideteksi dan ditangani secara tepat
Article No. 24518 | 18 Mar 2026
Klinis : pasien post kll tidak pakai helm, ditabrak dari belakang, cedera kepala ada perdarahan, kecelakaan tanggal 15 maret, tanggal 17 dirujuk di rs pusat CT-SCAN KEPALA KLINIS : Subgaleal hematoma di occipitalis bilateral dan parietalis sinistra Fraktur linear di frontalis dextra, temporalis sinistra, dan parietalis bilateral Cellulae mastoidea dan sinus paranasal normodens Gyri, sulci, dan fissura sylvii tidak prominent Batas cortex dan medulla mengabur Tampak lesi hiperdens di occipitalis bilateral dengan bentuk biconvex dan lesi hiperdens yang mengikuti gyris dan silcus di frontalis sinistra Tidak tampak deviasi linea mediana Sistema ventrikel dan sisterna menyempit KESAN : Fraktur linear di frontalis dextra, temporalis sinistra, dan parietalis bilateral Subgaleal hematoma di occipitalis bilateral dan parietalis sinistra SAH di frontalis sinistra Oedem cerebri Tidak tampak SDH, ICH, dan IVH pada Head CT-Scan crt kurang dari 2 detik, pola napas irreguler 25x/menit, tekanan darah 156/86 mmhg, map 105 mmhg, nadi 76 kaali per menit, akral pucat, teraba dingin, turgor kulit menuurn, tanggal 17 kondisi terpasang iv transfusi prc yang ke-4 kolf, dispnea, pasien gelisah dan tidak kooperatif, cenderung marah dan memberontak, tidak ada kejang, dispnea, curiga fraktur cervical, gcs e4m5v4
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Status dimana individu berisiko mengalami penurunan nutrisi dan oksigenasi pada tingkat seluler dan jaringan otak akibat gangguan sirkulasi, yang dapat mengancam jiwa.
Kode SLKI: L.14018
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik atau tetap adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Tanda-tanda vital dalam batas yang dapat diterima (tekanan darah, nadi, pernapasan), 2) Status neurologis stabil atau membaik (tingkat kesadaran, GCS, ukuran dan reaksi pupil, fungsi motorik/sensorik), 3) Tidak ada atau berkurangnya tanda peningkatan tekanan intrakranial (sakit kepala hebat, muntah proyektil, penurunan kesadaran), 4) Hasil pemeriksaan penunjang (seperti CT scan) menunjukkan tidak ada perburukan edema atau perdarahan baru.
Kode SIKI: I.14018
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mempertahankan dan memantau perfusi serebral. Intervensi utama meliputi: 1) Memonitor dan mendokumentasikan status neurologis secara ketat dan berkala menggunakan GCS, pemeriksaan pupil, dan fungsi motorik/sensorik. 2) Memonitor dan mencatat tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) serta MAP (Mean Arterial Pressure) untuk menilai kecukupan tekanan perfusi serebral. 3) Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat dengan kepala dan leher dalam posisi netral (dengan memperhatikan kecurigaan fraktur servikal, sehingga imobilisasi harus ketat) untuk memfasilitasi drainase vena dan mengurangi tekanan intrakranial. 4) Memonitor pola pernapasan dan upaya pernapasan; kolaborasi dalam pemberian oksigenasi sesuai kebutuhan untuk mencegah hipoksia dan hiperkapnia yang dapat memperburuk edema serebral. 5) Meminimalkan stimulasi yang tidak perlu (suara, cahaya, manipulasi) dan memberikan lingkungan yang tenang untuk mencegah peningkatan TIK. 6) Mengatur pemberian cairan intravena dengan ketat sesuai program untuk menjaga normovolemia dan menghindari cairan berlebihan yang dapat memperberat edema. 7) Mengobservasi dan melaporkan segera tanda-tanda peningkatan TIK atau herniasi. 8) Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi medis seperti osmotik diuretik (jika diresepkan) dan transfusi untuk mengatasi anemia (PRC ke-4) guna meningkatkan kapasitas angkut oksigen.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berlangsung dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.14020
Deskripsi : Nyeri teratasi atau terkontrol. Kriteria hasil meliputi: 1) Pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri (skala nyeri menurun), 2) Tanda-tanda perilaku nyeri (gelisah, cenderung marah, memberontak) berkurang atau hilang, 3) Tanda-tanda fisiologis nyeri (tekanan darah dan frekuensi napas meningkat) menurun atau kembali ke baseline, 4) Pasien menunjukkan kemampuan untuk beristirahat dan berpartisipasi dalam perawatan secara kooperatif.
Kode SIKI: I.14020
Deskripsi : Intervensi untuk mengatasi nyeri akut. Intervensi utama meliputi: 1) Melakukan penilaian nyeri komprehensif dengan menggunakan skala yang sesuai (misalnya, FLACC atau Behavioral Pain Scale mengingat pasien tidak kooperatif), mencakup lokasi, karakteristik, intensitas, dan faktor pencetus. 2) Mengobservasi tanda-tanda nonverbal nyeri seperti gelisah, ekspresi wajah, postur tubuh, dan perubahan tanda vital (tekanan darah 156/86 mmHg, napas 25x/menit dapat terkait nyeri). 3) Memberikan lingkungan yang tenang dan nyaman, mengurangi stimulasi berlebihan. 4) Melakukan manajemen posisi yang aman dan nyaman dengan memperhatikan imobilisasi servikal dan elevasi kepala. 5) Memberikan intervensi nonfarmakologis seperti sentuhan terapeutik atau teknik distraksi sederhana jika memungkinkan. 6) Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian analgesik sesuai resep (biasanya opioid atau non-opioid dengan pertimbangan status neurologis), dan mengevaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 7) Mendokumentasikan respons nyeri sebelum dan setelah intervensi.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0009
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.03009
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Kriteria hasil meliputi: 1) Jalan napas paten, 2) Suara napas bersih, tidak ada stridor atau mengi, 3) Pola napas reguler dan dalam dengan frekuensi dalam rentang normal, 4) Tidak ada atau berkurangnya dispnea, 5) Gas darah arteri dalam batas normal, 6) Pasien mampu mengeluarkan sekresi secara efektif atau sekresi dapat dikelola.
Kode SIKI: I.03009
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan dan meningkatkan bersihan jalan napas. Intervensi utama meliputi: 1) Memonitor status pernapasan: frekuensi, irama, kedalaman, dan usaha napas (pola napas ireguler 25x/menit dan dispnea). 2) Auskultasi suara napas secara berkala untuk mendeteksi adanya penurunan atau penambahan suara abnormal. 3) Mempertahankan posisi semi-fowler atau elevasi kepala 30 derajat dengan menjaga alignment tulang servikal (dengan imobilisasi) untuk memaksimalkan ekspansi paru. 4) Melakukan suction jalan napas atas atau bawah (jika terpasang endotrakeal tube) dengan teknik steril dan hati-hati untuk menghindari peningkatan TIK. 5) Memberikan oksigenasi tambahan sesuai program dan indikasi untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. 6) Melakukan fisioterapi dada dengan hati-hati jika tidak terkontraindikasi (mempertimbangkan fraktur dan kondisi neurologis). 7) Memonitor warna kulit dan membran mukosa. 8) Berkolaborasi dalam pemeriksaan analisa gas darah dan persiapan tindakan intubasi jika terjadi kegagalan pernapasan.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: D.0731
Deskripsi Singkat: Kerentanan terhadap cedera fisik akibat kondisi lingkungan atau faktor internal pasien, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.07331
Deskripsi : Pasien terlindungi dari cedera. Kriteria hasil meliputi: 1) Tidak terjadi cedera tambahan (jatuh dari tempat tidur, menarik selang infus/NGT, dll), 2) Integritas kulit tetap terjaga, 3) Alat bantu imobilisasi (cervical collar, bidai) tetap terpasang dengan baik dan tidak menimbulkan tekanan berlebihan, 4) Lingkungan perawatan aman dan terkontrol.
Kode SIKI: I.07331
Deskripsi : Intervensi untuk mencegah cedera pada pasien. Intervensi utama meliputi: 1) Melakukan pengawasan ketat (one on one) mengingat pasien gelisah, tidak kooperatif, dan cenderung marah. 2) Menggunakan pengaman tempat tidur (side rail) yang dipasang selalu dalam posisi terangkat dan terkunci, serta pertimbangan untuk menggunakan restrain yang lembut dan sesuai protokol jika sangat diperlukan untuk mencegah pasien menarik alat atau jatuh. 3) Memastikan lingkungan sekitar tempat tidur aman, bebas dari barang yang dapat membahayakan. 4) Mempertahankan imobilisasi servikal yang ketat sesuai protokol hingga fraktur servikal dapat disingkirkan. 5) Menjaga semua alat terapi (infus, selang oksigen) tetap terpasang dengan baik dan aman. 6) Melakukan perawatan kulit secara rutin pada area yang tertekan (tengkuk, sakrum, tumit) karena imobilisasi dan turgor kulit yang menurun. 7) Memberikan penjelasan sederhana dan persuasif kepada pasien tentang pentingnya untuk tidak banyak bergerak, meskipun respons mungkin terbatas.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435