Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24624 | 28 Mar 2026
Klinis : nyeri oinggang, nyeri pada saat zberaktivitas aja
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut pada Punggung Bawah (Low Back Pain)
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial pada area punggung bawah, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dari intensitas ringan hingga berat, dengan durasi kurang dari 3 bulan, dan ditandai dengan laporan verbal, perubahan pola tidur, perubahan tonus otot, perilaku melindungi area nyeri, ekspresi wajah kesakitan, dan gangguan konsentrasi.
Kode SLKI: 0800
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tujuan akhir: Nyeri teratasi. Kriteria hasil: 1) Klien melaporkan nyeri berkurang atau hilang (skala 0-1). 2) Klien menunjukkan tanda-tanda nyeri berkurang (wajah rileks, dapat tidur/istirahat, dapat melakukan aktivitas). 3) Klien mengetahui penyebab nyeri. 4) Klien mengetahui cara mengatasi nyeri. 5) Klien mematuhi terapi yang diberikan. 6) Tanda vital dalam rentang normal. Intervensi keperawatan (SIKI) diarahkan untuk mencapai kriteria hasil ini dengan memastikan klien dapat mengidentifikasi faktor pemicu dan penurun nyeri, menggunakan teknik non-farmakologis, dan memahami regimen pengobatan.
Kode SIKI: 4494
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (PQRST: Provokasi, Kualitas, Region, Skala, Waktu) khususnya hubungannya dengan aktivitas. 2) Monitor lokasi, karakteristik, dan intensitas nyeri (gunakan skala 0-10). 3) Kaji faktor yang memperberat dan meringankan nyeri. 4) Ajarkan dan bantu teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri (contoh: kompres hangat pada punggung bawah, posisi tubuh yang nyaman, teknik relaksasi napas dalam, distraksi). 5) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai resep dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 6) Bantu klien dalam modifikasi aktivitas (aktivitas disesuaikan toleransi, hindari mengangkat beban berat, duduk/berdiri terlalu lama, latihan peregangan ringan). 7) Ajarkan body mechanic/postur tubuh yang benar saat beraktivitas. 8) Lakukan pendampingan dan berikan dukungan emosional untuk mengurangi ansietas yang memperberat persepsi nyeri. 9) Edukasi klien tentang proses nyeri, tujuan intervensi, dan pentingnya pelaporan nyeri. 10) Ciptakan lingkungan yang nyaman untuk mendukung istirahat dan tidur. Penjelasan: Intervensi ini dirancang holistik, dimulai dari pengkajian mendalam untuk memahami pola nyeri yang dipicu aktivitas. Teknik non-farmakologis seperti kompres hangat dapat mengurangi spasme otot, sementara edukasi postur dan body mechanic bertujuan mengatasi penyebab biomekanik. Modifikasi aktivitas mencegah siklus nyeri-immobilitas-nyeri. Kolaborasi farmakologis diperlukan jika nyeri mengganggu, dan dukungan psikologis mengakui komponen emosional dari nyeri. Semua tindakan terdokumentasi dalam kerangka SLKI untuk mencapai kriteria hasil pengurangan nyeri dan peningkatan fungsi.
-
Article No. 24625 | 28 Mar 2026
Klinis : keluhan: sesak napas (+), nyeri ulu hati berkurang, susah bab riw.jantung (+) KU: Tampak sakit sedang, CM td: 120/82 mmhg n: 103 x/m rr: 21 x/m s: 36.5 c spo2: 98-99 % dg nk Status Generalisata Mata:mata cowong, CA -/-, SI -/-, pupil isokor +/+ Leher: PKGB -/- Thorax: Simetris ka/ki, Paru: SDV +/+ , RBH+/+, rbk -/-, BJ 1-II Abdomen: supel, BU (+) nyeri tekan epigastrium (-) Genitalia : Tidak ada kelainan Extremitas: Akral hangat +/+, CRT < 2 detik, edema -/- (25/3/2026) Lab: Darah Rutin Hemoglobin 10.86 Eritrosit 4.1 Hematokrit 32.5 Index Eritrosit MCV 79.3 MCH 26.5 MCHC 33.4 *Lekosit 10.97* Trombosit 164 RDW-CV 12.68 MPV 7.95 Hitung Jenis Neutrofil 72.5 Limfosit 15.7 Monosit 11 Eosinofil 0.31 Basofil 0.5 Total Neutrofil 7.95 Total Lymphosit 1.72 Total Monosit 1.21 Total Eosinofil 0.03 Total Basofil 0.06 KIMIA KLINIK Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 149 Fungsi Hati *AST (SGOT) 138* *ALT (SGPT) 217* Fungsi Ginjal Ureum 81.3 Kreatinin 1.16 Jantung CK-MB 22 (25/3/2026) ro.toraks: Kesan : - Cardiomegali dengan oedem pulmonum
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Intoleransi Aktivitas terkait Gagal Jantung dan Cardiomegali
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah keadaan dimana seseorang mengalami gangguan pada proses difusi oksigen dan karbon dioksida antara alveoli dan kapiler paru, atau gangguan perfusi jaringan, yang dapat mengakibatkan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen tubuh. Pada kasus ini, gangguan ini terkait dengan kondisi cardiomegali (pembesaran jantung) dan edema paru yang diduga sebagai komplikasi dari gagal jantung, sebagaimana ditunjukkan dalam hasil Rontgen Thoraks. Mekanisme utamanya adalah peningkatan tekanan hidrostatik dalam pembuluh darah paru akibat kegagalan pompa jantung (gagal jantung kiri), yang menyebabkan transudasi cairan ke dalam ruang interstisial dan alveoli (edema paru). Hal ini menebalkan membran alveoli-kapiler, mengurangi luas permukaan difusi, dan akhirnya mengganggu pertukaran gas. Meskipun saat ini SpO2 pasien dalam batas normal (98-99%), keluhan sesak napas (+) dan temuan radiologis edema parum mengindikasikan bahwa tubuh pasien sedang berkompensasi (mungkin dengan meningkatkan frekuensi napas/RR 21x/menit) untuk mempertahankan oksigenasi. Kondisi ini diperberat oleh adanya anemia (Hb 10.86 g/dL) yang mengurangi kapasitas pembawa oksigen darah, sehingga beban kerja jantung dan sistem pernapasan semakin meningkat untuk memenuhi kebutuhan oksigen jaringan.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI L.04001 berfokus pada pemulihan dan pemeliharaan pertukaran gas yang adekuat. Tujuan utamanya adalah memastikan oksigenasi jaringan yang optimal dan mencegah hipoksia lebih lanjut. Implementasi keperawatan dimulai dengan pemantauan ketat status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas), saturasi oksigen (SpO2) secara berkala, dan tanda-tanda klinis hipoksia (seperti gelisah, sianosis, takikardi). Posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi harus dipertahankan untuk memudahkan ekspansi paru dan mengurangi tekanan abdominal terhadap diafragma, sehingga meningkatkan kapasitas residu fungsional. Terapi oksigen sesuai kebutuhan diberikan dan dievaluasi efektivitasnya. Penting juga untuk memantau hasil analisis gas darah jika tersedia. Selain itu, perawat perlu mengajarkan teknik pernapasan dalam dan batuk efektif untuk membantu membersihkan jalan napas dan memaksimalkan ventilasi, meskipun pada edema paru akut batuk mungkin tidak produktif. Manajemen cairan harus hati-hati untuk mencegah overload yang memperburuk edema paru, dengan memantau balance cairan, berat badan harian, dan adanya edema perifer. Kolaborasi pemberian terapi farmakologi seperti diuretik, nitrat, atau inotropik sesuai instruksi dokter adalah kunci untuk mengurangi preload dan afterload jantung, sehingga memperbaiki hemodinamik dan mengurangi edema paru. Edukasi pada pasien dan keluarga mengenai kondisi, tujuan pengobatan, dan pentingnya melaporkan segera jika sesak memberat juga merupakan bagian dari luaran ini.
Kode SIKI: I.09080
Deskripsi : Intervensi I.09080 secara spesifik ditujukan untuk mengelola dan meningkatkan pertukaran gas. Intervensi ini dimulai dengan penilaian komprehensif terhadap pola pernapasan, penggunaan otot bantu, adanya sianosis, dan bunyi napas (ronki basah halus yang mungkin ada pada edema paru). Memonitor tanda-tanda vital dan status oksigenasi setiap 2-4 jam atau sesuai kondisi kritis pasien. Memposisikan pasien dengan kepala tempat tidur ditinggikan 45-60 derajat (posisi semi-Fowler/Fowler tinggi) secara konsisten untuk memanfaatkan gravitasi dalam mengurangi kongesti paru. Mengatur pemberian oksigen supplemental sesuai order dokter (misal, via nasal kanul atau masker) dan memastikan patensi serta kenyamanan alat. Melakukan auskultasi paru sebelum dan sesudah perubahan posisi atau terapi nebulizer. Membantu pasien dalam latihan napas dalam dan batuk terkontrol, serta memberikan waktu istirahat yang cukup di antara aktivitas untuk mencegah kelelahan dan hipoksia. Mengajarkan pasien teknik menghemat energi. Memantau status hemodinamik termasuk tekanan darah, nadi, dan pengisian kapiler. Mengobservasi respons terhadap terapi diuretik (output urine) dan mencatat balance cairan secara akurat. Membatasi asupan cairan dan natrium sesuai resep. Kolaborasi dalam pemberian obat-obatan kardiak dan memantau efek sampingnya. Memberikan edukasi terus-menerus tentang pentingnya kepatuhan diet, obat, dan pengenalan tanda-tanda memburuknya kondisi (seperti sesak napas bertambah, batuk berdahak merah muda, berat badan naik drastis). Intervensi ini juga mencakup dukungan psikologis untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperburuk sesak napas, serta koordinasi dengan tim kesehatan lain untuk terapi lanjutan.
Kondisi: Nyeri Akut (berkurang) dan Ketidaknyamanan Abdomen terkait Konstipasi
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau memiliki durasi singkat. Pada pasien ini, nyeri ulu hati yang berkurang masih termasuk dalam kategori nyeri akut karena proses penyembuhannya masih berlangsung. Selain itu, pasien mengeluh susah BAB (konstipasi), yang merupakan sumber ketidaknyamanan abdomen potensial lainnya. Konstipasi dapat disebabkan oleh multifaktor, termasuk berkurangnya mobilitas akibat sesak napas dan kelemahan, efek samping obat-obatan tertentu (misalnya, diuretik atau analgesik opioid jika diberikan), asupan cairan dan serat yang tidak adekuat, serta proses penyakit dasarnya (gagal jantung). Distensi abdomen dan ketidakmampuan untuk defekasi secara teratur dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, penuh, bahkan nyeri tumpul. Meskipun nyeri tekan epigastrium sudah negatif, sensasi susah BAB itu sendiri merupakan bentuk ketidaknyamanan yang perlu ditangani karena dapat meningkatkan tekanan intra-abdomen dan mempengaruhi pernapasan diafragma, serta menurunkan nafsu makan. Penanganan nyeri dan ketidaknyamanan ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup, mendukung partisipasi dalam terapi, dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti impaksi fekal.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : SLKI L.10001 bertujuan agar nyeri dan ketidaknyamanan pasien dapat terkelola dengan baik hingga mencapai tingkat yang dapat ditoleransi atau hilang. Luaran yang diharapkan meliputi pasien melaporkan penurunan skala nyeri/ketidaknyamanan menggunakan skala yang valid (misal, skala 0-10), menunjukkan tanda-tanda perilaku nyeri yang berkurang (wajah rileks, dapat beristirahat), dan mampu mengidentifikasi faktor pemicu serta metode penanganannya. Untuk konstipasi, luaran spesifiknya adalah pasien dapat melakukan defekasi dengan konsistensi feses lunak dan tanpa mengejan berlebihan. Perawat akan mendokumentasikan karakteristik nyeri/ketidaknyamanan (lokasi, kualitas, intensitas, durasi) sebelum dan setelah intervensi. Memberikan lingkungan yang tenang dan teknik relaksasi untuk mengurangi ansietas yang memperberat persepsi nyeri. Memfasilitasi posisi yang nyaman. Untuk mengatasi konstipasi, perawat akan memantau pola defekasi, konsistensi feses, dan keluhan terkait. Meningkatkan asupan cairan dan serat dalam batas toleransi dan sesuai kondisi jantung (pembatasan cairan mungkin berlaku). Mendorong mobilisasi bertahap sesuai toleransi untuk meningkatkan motilitas usus. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian laksatif atau pelunak feses jika diperlukan. Edukasi pasien tentang pentingnya rutinitas BAB, respons terhadap dorongan defekasi, dan modifikasi diet.
Kode SIKI: I.11021
Deskripsi : Intervensi I.11021 adalah Manajemen Nyeri, yang meskipun nyeri utama berkurang, tetap relevan untuk memastikan kenyamanan pasien dan menangani ketidaknyamanan abdomen. Intervensi dimulai dengan penilaian komprehensif nyeri dan ketidaknyamanan menggunakan metode PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Timing) dan skala nyeri. Mengobservasi petunjuk non-verbal dari ketidaknyamanan, seperti gelisah, postur tubuh, dan ekspresi wajah. Memberikan tindakan non-farmakologis terlebih dahulu seperti reposisi, distraksi, atau teknik relaksasi napas dalam. Memastikan regimen analgesik yang diresepkan dokter diberikan tepat waktu dan dievaluasi efektivitas serta efek sampingnya. Untuk masalah konstipasi sebagai sumber ketidaknyamanan, intervensi spesifik mencakup memonitor fungsi usus (bising usus, distensi), mendorong asupan cairan yang diizinkan, dan kolaborasi pemberian terapi farmakologi untuk konstipasi jika diperlukan. Melakukan edukasi kepada pasien bahwa mengejan saat BAB (Valsalva) dapat berbahaya bagi kondisi jantungnya dan harus dihindari. Menganjurkan untuk meningkatkan mobilisasi dalam batas kemampuan. Mendokumentasikan respons pasien terhadap semua intervensi yang diberikan dan menyesuaikan rencana perawatan berdasarkan evaluasi tersebut.
-
Article No. 24626 | 28 Mar 2026
Klinis : Wawancara: Anak mengatakan jarang mandi karena jarang ada minat untuk membersihkan diri dan sudah terbiasa dengan kondisi kotor di jalanan Anak mengatakan tidak ada orang dewasa yang memperhatikan pola makan dan kesehatannya sehari-hari. Anak mengatakan sering makan tidak teratur karena makan hanya ketika lapar dan ingat/sempat. Anak mengatakan sering mengonsumsi makanan sisa/jajanan murah karena tidak mempertimbangkan kebersihan dan gizi makanan yang dikonsumsi. Anak mengatakan mengeluhkan sering pusing karena tetap membiarkan pola makan dan kebiasaan hidup yang tidak sehat tanpa upaya memperbaiki. Angket/Data Sekunder: Dari 48 anak yang diwawancarai, sebagian besar anak tampak belum memiliki kebiasaan mandi setiap hari. Tercatat 33 anak (68,8%) mengaku tidak mandi minimal satu kali dalam sehari. Sebagian besar anak juga belum memiliki pola makan yang teratur. Sebanyak 36 anak (75,0%) makan kurang dari dua kali dalam sehari dan makan hanya ketika ada makanan tersedia. Kebiasaan mencuci tangan sebelum makan juga masih sangat rendah. Sebanyak 35 anak (72,9%) mengaku langsung makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Observasi: Anak-anak terlihat mengenakan pakaian yang kotor dan jarang diganti. Wajah dan tubuh anak tampak kotor, rambut kusut dan pada beberapa anak terlihat mulai menggimbal. Anak anak memiliki kuku panjang, hitam, dan tidak terawat. Anak-anak membawa barang-barang pribadi yang tampak kotor, berkarat, dan sudah lusuh.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Gangguan Integritas Kulit dan Defisit Perawatan Diri
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko kerusakan pada epidermis dan/atau dermis akibat faktor internal dan/atau eksternal. Dalam konteks kasus ini, risiko tinggi terjadi karena kebersihan diri yang sangat buruk (jarang mandi, pakaian kotor, kuku panjang dan kotor), pola makan tidak teratur dan tidak bergizi, serta kurangnya pengawasan dari orang dewasa. Kondisi ini merupakan kombinasi dari risiko infeksi kulit dan masalah kesehatan umum akibat defisit perawatan diri.
Kode SLKI: L.14016
Deskripsi : Integritas kulit dan membran mukosa terjaga. Untuk mencapai ini, perawat menetapkan kriteria hasil yang spesifik: 1) Klien (anak) menunjukkan peningkatan kebersihan diri, ditandai dengan mandi minimal sekali sehari dengan sabun, mengganti pakaian bersih, serta memotong dan membersihkan kuku. 2) Klien memahami hubungan antara kebersihan diri, nutrisi, dan kesehatan kulit. 3) Klien melaporkan penurunan keluhan seperti gatal atau iritasi kulit. 4) Tidak terdapat tanda-tanda infeksi kulit seperti kemerahan, bengkak, nanah, atau luka. 5) Klien menunjukkan peningkatan dalam pola hidup sehat, termasuk upaya untuk makan teratur dengan mempertimbangkan kebersihan makanan. Intervensi keperawatan diarahkan untuk edukasi, motivasi, dan penciptaan lingkungan yang mendukung perubahan perilaku ini, dengan melibatkan sistem pendukung jika memungkinkan.
Kode SIKI: I.11080
Deskripsi : Intervensi ini merupakan tindakan keperawatan untuk memandu, mengarahkan, dan memberikan dukungan kepada individu atau kelompok untuk meningkatkan kesehatan dan mencegah komplikasi. Dalam menangani kasus ini, perawat akan melakukan: 1) Edukasi kesehatan personal hygiene: Menjelaskan pentingnya mandi teratur, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah buang air, perawatan kuku, serta mengganti pakaian. Demonstrasi cara mencuci tangan dan mandi yang benar. 2) Edukasi gizi sederhana: Memberikan pemahaman tentang pentingnya makan teratur (minimal 3 kali sehari) dan memilih jajanan yang lebih bersih dan bergizi. Mengidentifikasi sumber makanan yang lebih aman dan terjangkau di sekitar mereka. 3) Motivasi dan pemberdayaan: Membangun kesadaran anak tentang dampak negatif kebiasaan saat ini (seperti pusing) dan manfaat dari perubahan perilaku. Menggunakan pendekatan yang persuasif, bukan menghakimi. 4) Skrining dan monitoring kesehatan kulit: Melakukan pemeriksaan kulit secara rutin untuk mendeteksi dini adanya infeksi, kutu, atau masalah kulit lainnya. 5) Kolaborasi dan rujukan: Bekerja sama dengan pekerja sosial, lembaga perlindungan anak, atau puskesmas untuk memastikan anak mendapatkan akses ke fasilitas mandi, air bersih, pakaian layak, serta dukungan makanan bergizi jika memungkinkan. 6) Membangun rutinitas: Membantu anak membuat jadwal sederhana untuk aktivitas mandi dan makan, dengan mempertimbangkan kondisi kehidupan mereka. Intervensi ini harus dilakukan secara berkelanjutan dan evaluasi kemajuan anak secara bertahap, mengingat perubahan kebiasaan yang sudah mengakar membutuhkan waktu dan pendekatan yang konsisten.
-
Article No. 24627 | 28 Mar 2026
Klinis : PASIEN DATANG DARI RUANG IGD JAM 11.00 Pasien dengan penurunan kesadaran KU lemah , kes Coma , terpasang MO,DC, NGT, O2 3LPM TD : 158/96 S:37.8 N:116 GDS Stik jam 11.00: 523 mg/dl GDS stik jam 12.30: 329 mg/dl TD: 178/89 mmHg, nadi 109x/', RR 15x/', SpO2 99% SpO2: 98
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 00078
Deskripsi Singkat: Risiko variasi kadar glukosa darah dari rentang normal.
Kode SLKI: 1409
Deskripsi : Pengendalian Kadar Glukosa Darah. Kriteria hasil: 1) Menyebutkan tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia. 2) Menyebutkan faktor penyebab hipoglikemia dan hiperglikemia. 3) Menyebutkan cara mengatasi hipoglikemia dan hiperglikemia. 4) Kadar glukosa darah dalam rentang normal. 5) Tidak terjadi hipoglikemia. 6) Tidak terjadi hiperglikemia. 7) Tidak terjadi fluktuasi kadar glukosa darah yang tajam.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda dan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsia, penurunan kesadaran, mual, muntah, kulit kering dan kemerahan, napas aseton). 2) Monitor hasil pemeriksaan glukosa darah. 3) Kolaborasi pemberian insulin sesuai program terapi. 4) Berikan cairan intravena sesuai program terapi. 5) Pertahankan patensi dan fungsi selang nasogastrik (NGT) untuk pemberian nutrisi atau obat. 6) Monitor status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa, balance cairan). 7) Monitor tanda dan gejala ketosis dan ketoasidosis. 8) Monitor tanda dan gejala ketidakseimbangan elektrolit. 9) Anjurkan keluarga untuk memantau tanda dan gejala hiperglikemia. 10) Dokumentasikan tanda dan gejala hiperglikemia, hasil pemeriksaan glukosa darah, dan respons terhadap terapi.
Kondisi: Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: 00251
Deskripsi Singkat: Penurunan atau tidak adekuatnya aliran darah otak yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis.
Kode SLKI: 1603
Deskripsi : Status Sirkulasi Serebral. Kriteria hasil: 1) Tingkat kesadaran sesuai kapasitas. 2) Fungsi kognitif sesuai kapasitas. 3) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 4) Tidak ada peningkatan tekanan intrakranial. 5) Tidak ada defisit neurologis fokal.
Kode SIKI: 2620
Deskripsi : Pemantauan Neurologis. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tingkat kesadaran (GCS). 2) Monitor ukuran, reaksi pupil, dan pergerakan bola mata. 3) Monitor fungsi motorik dan sensorik. 4) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu). 5) Monitor tanda dan gejala peningkatan tekanan intrakranial (sakit kepala, muntah proyektil, penurunan kesadaran, perubahan pupil, perubahan tanda vital seperti bradikardi, hipertensi, dan gangguan pernapasan). 6) Monitor hasil pemeriksaan penunjang (CT Scan, MRI, dll). 7) Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali kontraindikasi). 8) Hindari manuver yang meningkatkan tekanan intrakranial (batuk, mengejan, fleksi leher). 9) Kolaborasi pemberian terapi untuk mengontrol tekanan darah. 10) Dokumentasikan status neurologis, tanda-tanda vital, dan respons terhadap terapi.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan kebersihan jalan napas.
Kode SLKI: 0410
Deskripsi : Status Pernapasan. Kriteria hasil: 1) Suara napas bersih. 2) Tidak ada sianosis. 3) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal. 4) Irama pernapasan teratur. 5) Ekspansi dada simetris. 6) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal. 7) Saturasi oksigen dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3180
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Tindakan keperawatan: 1) Posisikan pasien untuk memaksimalkan pertukaran udara (misalnya, kepala tempat tidur tinggi, posisi semi-fowler). 2) Auskultasi suara napas. 3) Monitor pola, frekuensi, dan kedalaman pernapasan. 4) Monitor status oksigenasi (warna kulit, membran mukosa, saturasi oksigen). 5) Lakukan fisioterapi dada dan suction sesuai kebutuhan dengan teknik steril. 6) Pertahankan patensi jalan napas buatan (seperti pipa endotrakeal/trakeostomi) jika terpasang. 7) Berikan terapi oksigen sesuai program. 8) Monitor analisis gas darah dan saturasi oksigen. 9) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau obat lain sesuai indikasi. 10) Ajarkan keluarga tentang tanda-tanda distress pernapasan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 00004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap patogen.
Kode SLKI: 0701
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Kriteria hasil: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 2) Tidak ada tanda dan gejala infeksi (demam, kemerahan, bengkak, nyeri, drainase purulen). 3) Hasil pemeriksaan laboratorium (leukosit) dalam rentang normal. 4) Luka bersih, kering, dan tidak ada tanda infeksi. 5) Melakukan cuci tangan dengan benar.
Kode SIKI: 6550
Deskripsi : Pengendalian Infeksi. Tindakan keperawatan: 1) Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan. 2) Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan. 3) Lakukan perawatan luka atau area invasif (seperti area pemasangan NGT, DC, kateter) dengan teknik steril atau bersih. 4) Monitor tanda-tanda vital, terutama suhu tubuh. 5) Monitor tanda dan gejala infeksi lokal dan sistemik. 6) Pertahankan teknik aseptik pada semua prosedur invasif. 7) Berikan perawatan kebersihan diri pada pasien. 8) Anjurkan keluarga dan pengunjung untuk cuci tangan. 9) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai program. 10) Dokumentasikan kondisi luka/invasif, tanda-tanda infeksi, dan respons terhadap terapi.
-
Article No. 24596 | 27 Mar 2026
Klinis : - Mengeluh nyeri O : Nyeri mulai dirasakan beberapa jam setelah operasi SC, tepatnya saat pengaruh obat bius mulai menghilang. P : Nyeri meningkat saat pasien mencoba bergerak, duduk, dan saat kerasa mules. Nyeri berkurang saat posisi terlentang dan setelah pemberian obat. Q : Pasien merasakan sensasi nyeri seperti melilit pada perut bagian bawah. R : Area nyeri di perut bagian bawah dan tidak menyebar ke area tubuh lain. S : Skala nyeri 7 dari 10 T : Nyeri luka operasi cenderung lebih sering muncul, sedangkan nyeri mules biasanya hilang timbul. DO - TTV TD : 134/88 mmHg Nadi : 82 x/mnt RR : 20 x/mnt Suhu : 36,2o C SpO2 : 100% - Tampak meringis - Bersikap protektif (posisi menghindari nyeri) - Terlihat gelisah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol dan mengurangi nyeri. SLKI ini memiliki beberapa kriteria hasil, dan berdasarkan data pasien, fokusnya adalah pada pencapaian: 1) Menyatakan nyeri terkontrol, 2) Mengenali faktor pencetus, 3) Menggunakan metode nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri, dan 4) Melaporkan tidak adanya perilaku yang berhubungan dengan nyeri (seperti meringis, gelisah, postur protektif). Target yang diharapkan adalah penurunan skala nyeri menjadi ≤3 dari 10, serta hilangnya ekspresi dan perilaku nyeri yang diamati.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri, mencakup asesmen, pemberian analgesik, dan teknik nonfarmakologis. Penjelasan rinci: Berdasarkan data pasien pasca operasi SC dengan nyeri skala 7, intervensi keperawatan yang direncanakan harus sistematis. Pertama, lakukan asesmen nyeri yang komprehensif dan berkelanjutan menggunakan metode PQRST seperti yang telah dicontohkan, untuk memantau perkembangan dan efektivitas intervensi. Kedua, kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian analgesik farmakologis (seperti analgesik opioid atau non-opioid) sesuai protokol, dengan mempertimbangkan waktu puncak aksi obat dan sebelum aktivitas yang memicu nyeri (seperti mobilisasi). Ketiga, ajarkan dan bantu pasien dalam teknik nonfarmakologis, seperti posisi nyaman (misalnya, menggunakan bantal penyangga), teknik relaksasi napas dalam untuk mengatasi nyeri "mules" yang hilang timbul, dan distraksi. Keempat, lakukan manajemen luka dengan tepat untuk mencegah infeksi yang dapat memperberat nyeri. Kelima, edukasi pasien tentang sifat nyeri pasca operasi, pentingnya melaporkan nyeri secara dini, dan cara bergerak yang aman untuk mengurangi tekanan pada area luka (misalnya, teknik log roll untuk duduk). Keenam, ciptakan lingkungan yang tenang untuk mendukung istirahat pasien. Semua intervensi ini didokumentasikan dan dievaluasi secara berkala untuk mencapai outcome nyeri yang terkontrol, yang ditandai dengan penurunan skala nyeri, peningkatan kemampuan mobilisasi, dan tidak lagi ditemukan tanda perilaku nyeri seperti meringis atau gelisah.
-
Article No. 24597 | 27 Mar 2026
Klinis : Diagnosa Medis : Gastroenteritis and colitis of unspecified origin NO NAMA JENIS KELAMIN HUBUNGAN DENGAN KK TT/UMUR PENDIDIKAN Riwayat Kesehatan Keluhan uatama : Pasien datang dengan keluhan diare sejak ±2 hari yang lalu sebanyak 12x/hari, disertai rasa lemas dan pusing. Riwayat penyakit sekarang : Pasien datang sebagai pasien pindahan dari IGD dengan diagnosis medis Gastroenteritis Akut (GEA), mengeluh diare ±12 kali/hari dengan konsistensi cair disertai lemas, pusing, mual, muntah, dan demam yang naik turun sejak ±2 hari terakhir. Selain itu, pasien juga mengalami nyeri di ulu hati dengan skala 7, terasa seperti ditusuk-tusuk, dan semakin parah saat belum makan, Riwayat penyakit dahulu : Tidak ada Riwayat penyakit keluarga : Tidak ada Genogram : Pola Kesehatan Fungsional Persepsi kesehatan dan pola manajemen kesehatan : Pasien memiliki persepsi yang baik terhadap kesehatannya. Setiap mengalami keluhan, pasien cenderung langsung memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Pasien juga tidak memiliki kebiasaan mengonsumsi obat-obatan bebas yang dijual di warung tanpa anjuran tenaga kesehatan. Pola nutrisi metabolik : Sebelum sakit, pasien memiliki pola makan yang cukup baik dengan frekuensi makan 3 kali sehari dan porsi normal. Pasien juga memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan pedas serta makanan dari pedagang kaki lima seperti bakso, seblak, dan mie ayam. Selama sakit, pasien mengalami penurunan nafsu makan yang signifikan, di mana asupan makan hanya sekitar 2 sendok setiap kali makan, meskipun frekuensi makan tetap 3 kali sehari. Pola eliminasi : Sebelum sakit, pasien memiliki pola eliminasi yang teratur, dengan frekuensi BAK normal dan BAB sekitar 1–2 hari sekali. Setelah sakit, tidak terdapat gangguan pada pola BAK. Namun, pada pola BAB terjadi perubahan berupa peningkatan frekuensi hingga ±12 kali sehari dengan konsistensi feses cair. Pola aktivitas-latihan : Sebelum sakit, pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri tanpa bantuan. Setelah sakit, pasien mengalami penurunan kemampuan dalam beraktivitas karena kondisi lemas, sehingga memerlukan bantuan dalam beberapa aktivitas seperti membersihkan diri dan mengganti pakaian. Untuk eliminasi, pasien juga memerlukan bantuan saat pergi ke kamar mandi karena merasa sangat lemas. Pola istirahat-tidur : Sebelum sakit, pasien memiliki kebiasaan begadang. Setelah sakit, pasien berusaha memperbaiki pola tidurnya dengan tidur lebih awal. Namun, pasien sering terbangun sekitar pukul 03.00 pagi karena merasakan kedinginan hingga menggigil, sehingga istirahat malam menjadi terganggu. Meskipun demikian, pasien mengaku dapat tidur lebih pulas pada siang hari. Pola kognitif-persepsi : Tidak ada perubahan Pola konsep diri-persepsi diri : Pasien memandang kondisi dirinya secara cukup positif dan cenderung menerima keadaan yang sedang dialami. Pasien tidak menunjukkan penolakan terhadap penyakitnya dan tampak mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi kesehatannya saat ini. Pola peran hubungan : Selama sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit, pasien mendapatkan dukungan dari keluarga yang selalu mendampingi. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang baik antara pasien dengan keluarga serta dukungan sosial yang adekuat selama masa perawatan. Seksualitas : Belum menikah Pola toleransi stres-koping : Pasien cenderung menghadapi kondisi sakitnya dengan tidak terlalu memikirkan secara berlebihan dan lebih fokus pada proses pengobatan yang dijalani. Pasien tampak berusaha menerima keadaan dan tidak menunjukkan respons stres yang berlebihan terhadap penyakitnya. Pola nilai-keyakinan : Sebelum sakit, pasien biasa menjalankan ibadah secara mandiri dan rutin setiap hari. Namun sejak sakit, pasien belum dapat melaksanakan ibadah seperti biasanya karena merasa lemas dan mudah lelah. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum : Compos mentis Tanda vital : Tekanan darah : 138/88 mmHg Pernapasan : 21x/menit Nadi : 116x/menit (teraba lemah) Suhu : 36 C SpO2 : 98 TB/BB : 158 cm/50 kg Kepala : Mata : simetris, konjungtiva normal, sklera anikterik Hidung/telinga : simetris, undischarge Mulut dan gigi : tidak sianosis, tidak ada karies, mukosa basah Thorak : Dinding dada : simetris, tidak ada retraksi dada, tidak ada jejas Inspeksi : simetris, tidak ada retraksi dada, tidak ada jejas Palpasi : ekspansi dada simetris, tidak ada nyeri tekan, dan tidak terdapat krepitasi. Perkusi : bunyi sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : suara dasar vesikuler (paru-paru) dan Bunyi jantung S1 > S2, reguler, tidak terdengar murmur Abdomen : Inspeksi : tidak cembung dan tidak ada jejas Auskultasi : BU 30x/menit (hiperaktif) Perkusi : bunyi timpani Palpasi : tidak ada pembesaran organ dan tidak ada nyeri tekan Ekstremitas : tidak ada edema, akral agak dingin, CRT 2-3 detik Genitalia : tidak terpasang kateter Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan darah Pemeriksaan Hasil Interpretasi Satuan Nilai Normal Darah Lengkap N Hemoglobin 13.3 N g/dL 10.9-14.9 Leukosit 10140 N /mm3 4790-11340 Hematokrit 4 N % 34-45 Eritrosit 4.82 N 106/pL 4.11-5.55 Trombosit 224000 N /mm3 216000-451000 Hitung Jenis N Batang 0.7 L % 3.0-5.0 Segmen 78.1 H % 50.0-70.0 Limfosit 14.1 L % 20.4-44.6 Kreatinin 0.92 H mg/dL 0.00-0.90 Natrium 132 L mmol/L 136-145 Kalium 3.4 L mmol/L 3.5-5.1 Free T-4 0.77 L ng/dL 0.82-1.77 Pemeriksaan feses Pemeriksaan Hasil Interpretasi Satuan Nilai Normal Makroskopik N Warna Kuning muda ** - Coklat Konsistensi Cair ** - Lunak Mikroskopik N Sisa makanan Positif serat sayur ** - Negatif Lemak Tidak tampak ** - Tampak (18%) Terapi Ivfd RL 20 tpm Inf pct 1 gr/8 jam Inj omz 40 mg/24 jam Inj ondan 4 mg/8 jam Inj ciprofloxacin 2x400 mg Po new diatab 3x2 tab Po zinc 1x20 mg Po sukralfat 3x
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Gastroenteritis and colitis of unspecified origin
Kode ICD-10: A09.0
Deskripsi Singkat : Gastroenteritis dan kolitis yang tidak diketahui asalnya (A09.0) adalah diagnosis yang digunakan untuk peradangan akut pada lambung (gastro-) dan usus (-enteritis) serta usus besar (kolitis) yang penyebab pastinya tidak ditentukan atau tidak disebutkan. Kondisi ini ditandai dengan gejala khas seperti diare cair frekuensi tinggi (seperti 12x/hari pada kasus ini), mual, muntah, nyeri perut (ulu hati), demam, dan lemas akibat dehidrasi serta gangguan elektrolit (hiponatremia, hipokalemia). Kode A09.0 termasuk dalam bab 'Penyakit Infeksi dan Parasit' (A00-B99) dan digunakan ketika penyebabnya bukan bakteri, virus, atau parasit spesifik yang teridentifikasi, atau ketika penyebabnya diduga infeksi tetapi tidak dikonfirmasi. Dalam rekam medis, diagnosis ini sering diterapkan pada kasus gastroenteritis akut (GEA) dengan gejala khas setelah penyebab lain yang lebih spesifik disingkirkan. Penatalaksanaan umumnya bersifat suportif dengan rehidrasi, koreksi elektrolit, dan terapi simtomatik.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24598 | 27 Mar 2026
Klinis : Diagnosa Medis : Gastroenteritis and colitis of unspecified origin NO NAMA JENIS KELAMIN HUBUNGAN DENGAN KK TT/UMUR PENDIDIKAN Riwayat Kesehatan Keluhan uatama : Pasien datang dengan keluhan diare sejak ±2 hari yang lalu sebanyak 12x/hari, disertai rasa lemas dan pusing. Riwayat penyakit sekarang : Pasien datang sebagai pasien pindahan dari IGD dengan diagnosis medis Gastroenteritis Akut (GEA), mengeluh diare ±12 kali/hari dengan konsistensi cair disertai lemas, pusing, mual, muntah, dan demam yang naik turun sejak ±2 hari terakhir. Selain itu, pasien juga mengalami nyeri di ulu hati dengan skala 7, terasa seperti ditusuk-tusuk, dan semakin parah saat belum makan, Riwayat penyakit dahulu : Tidak ada Riwayat penyakit keluarga : Tidak ada Genogram : Pola Kesehatan Fungsional Persepsi kesehatan dan pola manajemen kesehatan : Pasien memiliki persepsi yang baik terhadap kesehatannya. Setiap mengalami keluhan, pasien cenderung langsung memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Pasien juga tidak memiliki kebiasaan mengonsumsi obat-obatan bebas yang dijual di warung tanpa anjuran tenaga kesehatan. Pola nutrisi metabolik : Sebelum sakit, pasien memiliki pola makan yang cukup baik dengan frekuensi makan 3 kali sehari dan porsi normal. Pasien juga memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan pedas serta makanan dari pedagang kaki lima seperti bakso, seblak, dan mie ayam. Selama sakit, pasien mengalami penurunan nafsu makan yang signifikan, di mana asupan makan hanya sekitar 2 sendok setiap kali makan, meskipun frekuensi makan tetap 3 kali sehari. Pola eliminasi : Sebelum sakit, pasien memiliki pola eliminasi yang teratur, dengan frekuensi BAK normal dan BAB sekitar 1–2 hari sekali. Setelah sakit, tidak terdapat gangguan pada pola BAK. Namun, pada pola BAB terjadi perubahan berupa peningkatan frekuensi hingga ±12 kali sehari dengan konsistensi feses cair. Pola aktivitas-latihan : Sebelum sakit, pasien mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri tanpa bantuan. Setelah sakit, pasien mengalami penurunan kemampuan dalam beraktivitas karena kondisi lemas, sehingga memerlukan bantuan dalam beberapa aktivitas seperti membersihkan diri dan mengganti pakaian. Untuk eliminasi, pasien juga memerlukan bantuan saat pergi ke kamar mandi karena merasa sangat lemas. Pola istirahat-tidur : Sebelum sakit, pasien memiliki kebiasaan begadang. Setelah sakit, pasien berusaha memperbaiki pola tidurnya dengan tidur lebih awal. Namun, pasien sering terbangun sekitar pukul 03.00 pagi karena merasakan kedinginan hingga menggigil, sehingga istirahat malam menjadi terganggu. Meskipun demikian, pasien mengaku dapat tidur lebih pulas pada siang hari. Pola kognitif-persepsi : Tidak ada perubahan Pola konsep diri-persepsi diri : Pasien memandang kondisi dirinya secara cukup positif dan cenderung menerima keadaan yang sedang dialami. Pasien tidak menunjukkan penolakan terhadap penyakitnya dan tampak mampu beradaptasi dengan perubahan kondisi kesehatannya saat ini. Pola peran hubungan : Selama sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit, pasien mendapatkan dukungan dari keluarga yang selalu mendampingi. Hal ini menunjukkan adanya hubungan yang baik antara pasien dengan keluarga serta dukungan sosial yang adekuat selama masa perawatan. Seksualitas : Belum menikah Pola toleransi stres-koping : Pasien cenderung menghadapi kondisi sakitnya dengan tidak terlalu memikirkan secara berlebihan dan lebih fokus pada proses pengobatan yang dijalani. Pasien tampak berusaha menerima keadaan dan tidak menunjukkan respons stres yang berlebihan terhadap penyakitnya. Pola nilai-keyakinan : Sebelum sakit, pasien biasa menjalankan ibadah secara mandiri dan rutin setiap hari. Namun sejak sakit, pasien belum dapat melaksanakan ibadah seperti biasanya karena merasa lemas dan mudah lelah. Pemeriksaan Fisik Keadaan umum : Compos mentis Tanda vital : Tekanan darah : 138/88 mmHg Pernapasan : 21x/menit Nadi : 116x/menit (teraba lemah) Suhu : 36 C SpO2 : 98 TB/BB : 158 cm/50 kg Kepala : Mata : simetris, konjungtiva normal, sklera anikterik Hidung/telinga : simetris, undischarge Mulut dan gigi : tidak sianosis, tidak ada karies, mukosa basah Thorak : Dinding dada : simetris, tidak ada retraksi dada, tidak ada jejas Inspeksi : simetris, tidak ada retraksi dada, tidak ada jejas Palpasi : ekspansi dada simetris, tidak ada nyeri tekan, dan tidak terdapat krepitasi. Perkusi : bunyi sonor pada kedua lapang paru Auskultasi : suara dasar vesikuler (paru-paru) dan Bunyi jantung S1 > S2, reguler, tidak terdengar murmur Abdomen : Inspeksi : tidak cembung dan tidak ada jejas Auskultasi : BU 30x/menit (hiperaktif) Perkusi : bunyi timpani Palpasi : tidak ada pembesaran organ dan tidak ada nyeri tekan Ekstremitas : tidak ada edema, akral agak dingin, CRT 2-3 detik Genitalia : tidak terpasang kateter Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan darah Pemeriksaan Hasil Interpretasi Satuan Nilai Normal Darah Lengkap N Hemoglobin 13.3 N g/dL 10.9-14.9 Leukosit 10140 N /mm3 4790-11340 Hematokrit 4 N % 34-45 Eritrosit 4.82 N 106/pL 4.11-5.55 Trombosit 224000 N /mm3 216000-451000 Hitung Jenis N Batang 0.7 L % 3.0-5.0 Segmen 78.1 H % 50.0-70.0 Limfosit 14.1 L % 20.4-44.6 Kreatinin 0.92 H mg/dL 0.00-0.90 Natrium 132 L mmol/L 136-145 Kalium 3.4 L mmol/L 3.5-5.1 Free T-4 0.77 L ng/dL 0.82-1.77 Pemeriksaan feses Pemeriksaan Hasil Interpretasi Satuan Nilai Normal Makroskopik N Warna Kuning muda ** - Coklat Konsistensi Cair ** - Lunak Mikroskopik N Sisa makanan Positif serat sayur ** - Negatif Lemak Tidak tampak ** - Tampak (18%) Terapi Ivfd RL 20 tpm Inf pct 1 gr/8 jam Inj omz 40 mg/24 jam Inj ondan 4 mg/8 jam Inj ciprofloxacin 2x400 mg Po new diatab 3x2 tab Po zinc 1x20 mg Po sukralfat 3x
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Kondisi individu yang berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.03108
Deskripsi : Keseimbangan Cairan
Kode SIKI: I.01259
Deskripsi : Memantau tanda dan gejala defisit volume cairan
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi, dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : Kontrol Nyeri
Kode SIKI: I.01202
Deskripsi : Melakukan pengkajian nyeri komprehensif
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kondisi individu dengan ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk memenuhi atau mempertahankan kebutuhan aktivitas kehidupan sehari-hari.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Kemampuan Aktivitas Fisik
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Memantau kemampuan aktivitas fisik
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0011
Deskripsi Singkat: Kondisi terganggunya waktu, kualitas, dan kuantitas tidur (disritmia sirkadian) yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu kehidupan yang diinginkan.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Kualitas Tidur
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Memantau pola tidur
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Kondisi individu yang berisiko mengalami asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Status Nutrisi
Kode SIKI: I.01001
Deskripsi : Memantau asupan nutrisi dan cairan
-
Article No. 24599 | 27 Mar 2026
Klinis : Seorang laki-laki berusia 40 tahun dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) oleh petugas ambulans setelah mengalami kecelakaan lalu lintas sekitar 25 menit yang lalu. Menurut saksi, pasien mengendarai sepeda motor dan tertabrak kendaraan dari arah samping kiri, sehingga tubuh pasien terbentur keras pada bagian dada kiri. Saat tiba di IGD pasien tampak lemah, pucat, dan mengalami sesak napas berat. Pasien mengeluhkan nyeri hebat pada dada kiri yang semakin terasa saat bernapas. Pasien juga mengatakan merasa pusing dan sangat lemas. Pada inspeksi tampak memar luas pada hemithoraks kiri dan pasien bernapas cepat serta dangkal. Pengembangan dinding dada kiri terlihat lebih minimal dibandingkan sisi kanan. Hasil pengkajian awal di IGD diperoleh data sebagai berikut: Airway (A): Jalan napas terbuka, Pasien mampu menjawab pertanyaan namun suara terdengar lemah Breathing (B): Frekuensi napas: 36 kali/menit, SpO?: 86% tanpa oksigen, Pengembangan dada kiri menurun, Perkusi hemithoraks kiri redup/dullness, Auskultasi: suara napas sisi kiri sangat menurun Circulation (C): Tekanan darah: 85/60 mmHg, Nadi: 132 kali/menit, lemah, CRT: 4 detik, Kulit tampak pucat, dingin, dan berkeringat Disability (D): Kesadaran apatis (GCS 14), Pasien tampak gelisah Exposure (E): Memar luas pada dinding dada kiri, Nyeri tekan pada beberapa sela iga, Tidak ditemukan luka terbuka Petugas juga menemukan adanya pembengkakan pada area dada kiri serta tanda-tanda syok hipovolemik. Dokter jaga mencurigai adanya perdarahan intra thorax akibat trauma dada dan pasien segera diprioritaskan untuk penanganan di area resusitasi IGD.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi Berdasarkan PPNI
Sebagai seorang perawat profesional, penegakan diagnosa keperawatan, penetapan luaran, dan perencanaan intervensi harus mengacu pada standar yang telah
Article No. 24601 | 27 Mar 2026
Klinis : Diabetes
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Diabetes Melitus
Kode SDKI: D.0063
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SLKI: L.03142
Deskripsi : Pasien mampu mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang yang ditargetkan, ditandai dengan: 1) Menyebutkan tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia, 2) Melakukan pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri sesuai program, 3) Menjelaskan rencana terapi nutrisi dan aktivitas fisik, 4) Menjelaskan regimen terapi farmakologis (jika ada), 5) Melakukan perawatan kaki secara mandiri, dan 6) Menyebutkan rencana tindak lanjut.
Kode SIKI: I.01290
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia dan Hipoglikemia. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif untuk mencegah, memantau, dan menangani ketidakstabilan kadar glukosa darah pada pasien Diabetes Melitus. Fokus utamanya adalah pada edukasi, pemantauan, dan kolaborasi. Perawat melakukan pengkajian menyeluruh terhadap pengetahuan pasien, riwayat kesehatan, pola makan, aktivitas fisik, dan kepatuhan pengobatan. Edukasi menjadi pilar utama, dimana perawat mengajarkan pasien dan keluarga tentang patofisiologi diabetes, faktor risiko, serta tanda dan gejala darurat hipoglikemia (seperti lemas, berkeringat dingin, gemetar, konfus) dan hiperglikemia (poliuri, polidipsi, pandangan kabur, lemas). Pasien dilatih untuk melakukan pemantauan glukosa darah mandiri (pemeriksaan gula darah sewaktu dan puasa) dengan teknik yang benar, mencatat hasilnya, dan memahami interpretasi hasil terhadap target yang ditetapkan. Perawat mendampingi pasien dalam menyusun rencana terapi nutrisi medis individual bersama ahli gizi, yang meliputi pemahaman tentang penghitungan karbohidrat, indeks glikemik, porsi makan, dan jadwal makan yang teratur. Intervensi juga mencakup perencanaan aktivitas fisik yang aman dan sesuai kondisi pasien, serta edukasi tentang penyesuaian makanan atau insulin terkait aktivitas. Untuk pasien yang menggunakan terapi farmakologis (insulin atau OAD), perawat mengajarkan teknik penyuntikan insulin yang benar (rotasi area, dosis), cara penyimpanan insulin, waktu pemberian, dan manajemen dosis sesuai hasil pemantauan. Perawat melakukan pemeriksaan kaki secara rutin untuk mendeteksi dini risiko ulkus diabetik, mengajarkan perawatan kaki sehari-hari (cuci, keringkan, periksa, lotion, alas kaki yang aman), dan menekankan pentingnya menghindari cedera. Kolaborasi dengan dokter dilakukan untuk penyesuaian regimen terapi. Perawat juga memfasilitasi dukungan psikososial dan motivasi untuk meningkatkan kepatuhan jangka panjang, serta memastikan pasien memiliki rencana tindak lanjut dan memahami kapan harus mencari bantuan medis. Seluruh intervensi didokumentasikan dan dievaluasi keberhasilannya berdasarkan pencapaian kriteria hasil dalam SLKI.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435