Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 19829 | 20 Jul 2025
Klinis : DS: Ny P mengatakan demam selama 3 hari Ny P mengatakan BAB 2x dari jam 2 Pasien mengatakan mual dan pusing DO: Tanda tanda vital 1. Suhu : 36,4 2. Nadi : 78 x/menit 3. Respirasi : 22 x/menit 4. Tekanan darah : 79/45 mmHg Pasien tampak pucat Pasien tampak mengigil Pasien mengatakan nyeri tekan pada daerah ulu hati
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan data subjektif dan objektif yang diberikan, saya dapat memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI dengan kodenya, yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), sebagai berikut:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Hipovolemia (SDKI Kode: 00027)
Definisi (SDKI): Berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular.
Penjelasan singkat: Berdasarkan data yang diberikan, Ny. P mengalami diare dengan frekuensi 2 kali, serta tanda-tanda vital yang menunjukkan hipotensi, sehingga berisiko mengalami penurunan volume cairan intravaskular.
2. Nyeri Akut (SDKI Kode: 00132)
Definisi (SDKI): Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan.
Penjelasan singkat: Ny. P mengeluhkan nyeri tekan pada daerah ulu hati, yang merupakan gejala nyeri akut.
3. Intoleransi Aktivitas (SLKI Kode: 00092)
Definisi (SLKI): Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan atau dibutuhkan.
Penjelasan singkat: Berdasarkan tanda-tanda vital Ny. P, seperti hipotensi, serta keluhan mual dan pusing, mengindikasikan adanya intoleransi aktivitas.
4. Kelelahan (SIKI Kode: 00093)
Definisi (SIKI): Sensasi yang berkepanjangan dan tidak menyenangkan akibat ketidakmampuan untuk mempertahankan aktivitas fisik dan mental pada tingkat yang biasa dilakukan.
Penjelasan singkat: Keluhan Ny. P seperti demam, pucat, dan mengigil, dapat menimbulkan kelelahan pada pasien.
Harap diingat bahwa diagnosa keperawatan, serta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI beserta kodenya, merupakan standar yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Jika ada pertanyaan lebih lanjut, saya akan berusaha menjawabnya dengan sebaik-baiknya. -
Article No. 19830 | 20 Jul 2025
Klinis : DS: Ny P mengatakan demam selama 3 hari Ny P mengatakan BAB 2x dari jam 2 Pasien mengatakan mual dan pusing DO: Tanda tanda vital 1. Suhu : 36,4 2. Nadi : 78 x/menit 3. Respirasi : 22 x/menit 4. Tekanan darah : 79/45 mmHg Pasien tampak pucat Pasien tampak mengigil Pasien mengatakan nyeri tekan pada daerah ulu hati
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data subjektif (DS) dan data objektif (DO) yang diberikan, diagnosis keperawatan yang sesuai adalah:
1. Diagnosa Keperawatan: Risiko ketidakseimbangan cairan dan elektrolit
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Risiko Ketidakseimbangan Cairan
- Kode: 00028
- Definisi: Keadaan di mana individu berisiko mengalami perubahan volume, komposisi, atau distribusi cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraseluler yang dapat membahayakan kesehatan.
Penjelasan singkat:
Ny. P mengalami demam, diare, mual, dan tampak pucat serta mengigil, yang menunjukkan adanya risiko ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Tanda-tanda vital seperti suhu tinggi, nadi cepat, dan tekanan darah rendah juga mendukung diagnosis ini.
2. Diagnosa Keperawatan: Nyeri akut
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Manajemen Nyeri
- Kode: 00132
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan tersebut.
Penjelasan singkat:
Ny. P mengeluhkan nyeri tekan pada daerah ulu hati, yang menunjukkan adanya nyeri akut.
3. Diagnosa Keperawatan: Gangguan pola tidur
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Pola Tidur
- Kode: 00198
- Definisi: Gangguan kuantitas dan kualitas tidur yang mengganggu fungsi sehari-hari.
Penjelasan singkat:
Ny. P mengalami gejala-gejala seperti demam, diare, mual, dan nyeri yang dapat menyebabkan gangguan pola tidur.
Dalam menetapkan diagnosa keperawatan, perawat harus mempertimbangkan data subjektif dan objektif yang diperoleh, serta mengacu pada standar diagnosis, intervensi, dan luaran keperawatan yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). -
Article No. 19831 | 20 Jul 2025
Klinis : Gejala dan Tanda Mayor a. Data Subjektif: 1) Pasien mengeluh sakit. b. Data Objektif: 1) Pasien tampak meringis. 2) Pasien bersikap protektif (misalnya, waspada, dan posisi menghindari nyeri). 3) Pasien tampak gelisah. 4) Frekuensi nadi pasien meningkat. 5) Pasien berkata sulit tidur. Gejala dan Tanda Minor a. Data Subjektif: Tidak tersedia. b. Data Objektif: 1) Tekanan darah pasien meningkat. 2) Pola napas pasien berubah. 3) Nafsu makan pasien berubah. 4) Proses berpikir pasien terganggu. 5) Pasien menarik diri. 6) Pasien berfokus pada diri sendiri. 7) Pasien tampak diaforesis.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan gejala dan tanda yang dijelaskan, diagnosa keperawatan SDKI yang sesuai adalah:
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Nyeri Akut
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau dijelaskan dalam istilah-istilah tersebut.
Gejala dan Tanda Mayor:
a. Data Subjektif:
1) Pasien mengeluh sakit.
b. Data Objektif:
1) Pasien tampak meringis.
2) Pasien bersikap protektif (misalnya, waspada, dan posisi menghindari nyeri).
3) Pasien tampak gelisah.
4) Frekuensi nadi pasien meningkat.
5) Pasien berkata sulit tidur.
Gejala dan Tanda Minor:
a. Data Subjektif:
Tidak tersedia.
b. Data Objektif:
1) Tekanan darah pasien meningkat.
2) Pola napas pasien berubah.
3) Nafsu makan pasien berubah.
4) Proses berpikir pasien terganggu.
5) Pasien menarik diri.
6) Pasien berfokus pada diri sendiri.
7) Pasien tampak diaforesis.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Kontrol Nyeri
Definisi: Ketepatan menggunakan teknik-teknik untuk mencegah, mengurangi, atau membatasi persepsi nyeri.
Indikator:
a. Pasien dapat menyatakan nyeri berkurang.
b. Pasien dapat menunjukkan teknik untuk mengurangi nyeri.
c. Pasien dapat mengenali tanda dan gejala nyeri.
d. Pasien dapat melaporkan nyeri terkontrol.
e. Pasien dapat mendemonstrasikan manajemen nyeri yang efektif.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Manajemen Nyeri
Definisi: Mencegah, mengurangi, atau menghilangkan nyeri yang dialami pasien.
Aktivitas:
a. Kaji riwayat nyeri pasien, termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, keparahan, dan faktor pencetus.
b. Kaji respons nyeri pasien, termasuk tanda-tanda vital, ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan perilaku.
c. Lakukan intervensi farmakologis dan nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri.
d. Ajarkan pasien teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri, seperti relaksasi, distraksi, terapi musik, dan terapi komplementer.
e. Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain dalam pemberian analgetik sesuai kebutuhan.
f. Evaluasi efektivitas intervensi dalam mengurangi nyeri.
g. Dokumentasikan asuhan keperawatan yang diberikan.
Penjelasan rinci:
Diagnosa keperawatan "Nyeri Akut" dipilih karena pasien mengeluhkan sakit, disertai tanda-tanda fisik seperti meringis, bersikap protektif, gelisah, peningkatan frekuensi nadi, dan sulit tidur. Tanda-tanda minor seperti peningkatan tekanan darah, perubahan pola napas, perubahan nafsu makan, gangguan proses berpikir, menarik diri, berfokus pada diri sendiri, dan diaforesis juga mendukung diagnosa ini.
Luaran yang diharapkan setelah asuhan keperawatan adalah "Kontrol Nyeri", dengan indikator pasien dapat menyatakan nyeri berkurang, menunjukkan teknik untuk mengurangi nyeri, mengenali tanda dan gejala nyeri, melaporkan nyeri terkontrol, dan mendemonstrasikan manajemen nyeri yang efektif.
Intervensi keperawatan yang diperlukan adalah "Manajemen Nyeri", yang mencakup pengkajian nyeri, pemberian intervensi farmakologis dan non-farmakologis, kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, evaluasi efektivitas intervensi, dan dokumentasi asuhan keperawatan. -
Article No. 19832 | 20 Jul 2025
Klinis : Gejala dan Tanda Mayor a. Data Subjektif: 1) Pasien mengeluh sakit. b. Data Objektif: 1) Pasien tampak meringis. 2) Pasien bersikap protektif (misalnya, waspada, dan posisi menghindari nyeri). 3) Pasien tampak gelisah. 4) Frekuensi nadi pasien meningkat. 5) Pasien berkata sulit tidur. Gejala dan Tanda Minor a. Data Subjektif: Tidak tersedia. b. Data Objektif: 1) Tekanan darah pasien meningkat. 2) Pola napas pasien berubah. 3) Nafsu makan pasien berubah. 4) Proses berpikir pasien terganggu. 5) Pasien menarik diri. 6) Pasien berfokus pada diri sendiri. 7) Pasien tampak diaforesis.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: **Diagnosa Keperawatan dan Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI**
**Diagnosa Keperawatan:**
**Nyeri Akut (Kode: 00132)**
**Penjelasan Singkat:**
Berdasarkan data subjektif dan objektif yang ditemukan, pasien menunjukkan tanda dan gejala mayor serta minor yang mengarah pada masalah nyeri akut. Keluhan utama pasien adalah rasa sakit, disertai dengan ekspresi wajah meringis, sikap protektif, gelisah, peningkatan frekuensi nadi, dan kesulitan tidur. Selain itu, terdapat tanda minor seperti peningkatan tekanan darah, perubahan pola napas, perubahan nafsu makan, gangguan proses berpikir, menarik diri, fokus pada diri sendiri, serta diaforesis.
---
**Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI):**
**Nyeri Akut (00132)**
*Definisi:* Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, intensitas ringan hingga berat, dan durasi kurang dari 3 bulan.
---
**Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):**
**Kemampuan Mengontrol Nyeri (Kode: 1401)**
*Indikator:*
1. Melaporkan nyeri berkurang/hilang.
2. Ekspresi wajah rileks.
3. Tidak menunjukkan perilaku protektif.
4. Tanda vital stabil (nadi, tekanan darah, pernapasan dalam rentang normal).
5. Tidur cukup dan nyenyak.
---
**Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):**
**Manajemen Nyeri (Kode: 2100)**
*Tindakan:*
1. **Kaji karakteristik nyeri** (lokasi, intensitas, durasi, faktor pencetus/pereda).
2. **Ajarkan teknik nonfarmakologis** (relaksasi, distraksi, kompres hangat/dingin).
3. **Kolaborasi pemberian analgesik** sesuai indikasi dan evaluasi efek samping.
4. **Modifikasi lingkungan** untuk kenyamanan (pencahayaan, posisi, kebisingan).
5. **Monitor tanda vital** dan respons pasien terhadap intervensi.
---
**Catatan Akademis:**
Diagnosa ini didasarkan pada kriteria mayor (keluhan nyeri, ekspresi wajah, dan perubahan fisiologis) serta minor (gangguan tidur, perubahan pola makan, dan respons emosional). Pendekatan holistik diperlukan dengan mempertimbangkan aspek biopsikososial pasien. Intervensi harus disesuaikan dengan penyebab nyeri dan preferensi pasien untuk mencapai luaran optimal.
---
**Referensi:**
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). *Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), dan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI).* Jakarta: PPNI.
*(Format RTF dapat disesuaikan dengan kebutuhan dokumen klinis/resmi.)* -
Article No. 19833 | 20 Jul 2025
Klinis : a. Data Subjektif: 1) Pasien mengeluh sakit. b. Data Objektif: 1) Pasien tampak meringis. 2) Pasien bersikap protektif (misalnya, waspada, dan posisi menghindari nyeri). 3) Pasien tampak gelisah. 4) Frekuensi nadi pasien meningkat. 5) Pasien berkata sulit tidur.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi di atas adalah:
Nyeri Akut
Definisi: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan semacam itu (International Association for the Study of Pain).
Data Subjektif:
1) Pasien mengeluh sakit.
Data Objektif:
1) Pasien tampak meringis.
2) Pasien bersikap protektif (misalnya, waspada, dan posisi menghindari nyeri).
3) Pasien tampak gelisah.
4) Frekuensi nadi pasien meningkat.
5) Pasien berkata sulit tidur.
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1) Pasien akan melaporkan penurunan rasa nyeri.
2) Pasien akan menunjukkan perilaku koping yang efektif terhadap nyeri.
3) Pasien akan mempertahankan pola tidur yang adekuat.
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif, termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, keparahan, dan faktor yang mempengaruhi.
2) Berikan terapi farmakologis sesuai dengan resep dokter.
3) Ajarkan teknik manajemen nyeri non-farmakologis, seperti relaksasi, distraksi, terapi panas/dingin, dan posisi yang nyaman.
4) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain (fisioterapis, ahli gizi, dll.) untuk mengelola faktor-faktor yang berkontribusi terhadap nyeri.
5) Pantau tanda-tanda vital, respons pasien terhadap intervensi, dan efektivitas pengelolaan nyeri.
6) Berikan dukungan emosional dan psikologis kepada pasien dan keluarga.
7) Ajarkan pasien dan keluarga tentang manajemen nyeri yang efektif.
Penjelasan:
Diagnosa keperawatan "Nyeri Akut" dipilih karena pasien menunjukkan gejala-gejala nyeri, seperti mengeluh sakit, tampak meringis, bersikap protektif, gelisah, peningkatan frekuensi nadi, dan kesulitan tidur. Tujuan asuhan keperawatan adalah menurunkan rasa nyeri, membantu pasien mengembangkan koping yang efektif, dan mempertahankan pola tidur yang adekuat. Intervensi keperawatan yang diperlukan mencakup pengkajian nyeri, pemberian terapi farmakologis, teknik manajemen nyeri non-farmakologis, kolaborasi dengan tim kesehatan lain, pemantauan respons pasien, serta edukasi dan dukungan emosional bagi pasien dan keluarga. -
Article No. 19834 | 20 Jul 2025
Klinis : a. Data Subjektif: 1) Pasien mengeluh sakit. b. Data Objektif: 1) Pasien tampak meringis. 2) Pasien bersikap protektif (misalnya, waspada, dan posisi menghindari nyeri). 3) Pasien tampak gelisah. 4) Frekuensi nadi pasien meningkat. 5) Pasien berkata sulit tidur.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, serta kode dan definisi dari SDKI, SLKI, dan SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Akut (00132)
Penjelasan Singkat:
Pasien mengeluh sakit, tampak meringis, bersikap protektif, gelisah, dengan peningkatan frekuensi nadi dan kesulitan tidur. Gejala-gejala ini mengarah pada diagnosa keperawatan Nyeri Akut.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00132
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dijelaskan dalam istilah-istilah tersebut (International Association for the Study of Pain).
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 01304
Definisi: Pasien melaporkan nyeri terkontrol.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 10002
Definisi: Pengurangan rasa nyeri atau ketidaknyamanan fisik yang dialami pasien.
Tone: Akademis
Persona: Pakar, Perawat -
Article No. 19835 | 20 Jul 2025
Klinis : a. Data Subjektif: 1) Pasien mengeluh sakit. b. Data Objektif: 1) Pasien tampak meringis. 2) Pasien bersikap protektif (misalnya, waspada, dan posisi menghindari nyeri). 3) Pasien tampak gelisah. 4) Frekuensi nadi pasien meningkat. 5) Pasien berkata sulit tidur.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan data subjektif dan objektif yang Anda berikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Akut (10001)
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri Akut (10001)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang diuraikan dalam istilah kerusakan semacam itu (International Association for the Study of Pain).
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Manajemen Nyeri (10007)
Definisi: Kemampuan individu untuk mengontrol nyeri yang dialami.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Manajemen Nyeri (10001)
Definisi: Tindakan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan penyebab, durasi, intensitas, dan faktor yang memperberat atau meringankan nyeri yang dialami individu.
Kode:
SDKI: 10001
SLKI: 10007
SIKI: 10001
Penjelasan singkat:
Diagnosa keperawatan "Nyeri Akut" didasarkan pada data subjektif pasien mengeluh sakit dan data objektif pasien tampak meringis, bersikap protektif, gelisah, dengan peningkatan frekuensi nadi, serta pasien mengatakan sulit tidur. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) menjelaskan bahwa nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) terkait adalah Manajemen Nyeri, yaitu kemampuan individu untuk mengontrol nyeri yang dialami. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang sesuai adalah Manajemen Nyeri, yaitu tindakan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan penyebab, durasi, intensitas, dan faktor yang memperberat atau meringankan nyeri yang dialami individu. -
Article No. 19836 | 20 Jul 2025
Klinis : a. Data Subjektif: 1) Pasien mengeluh sakit. b. Data Objektif: 1) Pasien tampak meringis. 2) Pasien bersikap protektif (misalnya, waspada, dan posisi menghindari nyeri). 3) Pasien tampak gelisah. 4) Frekuensi nadi pasien meningkat. 5) Pasien berkata sulit tidur. pengkajiannya?
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, sebagai perawat yang berkompeten, saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang sesuai dengan kondisi pasien berdasarkan data yang Anda berikan.
Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Akut (00132)
Definisi SDKI:
Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
Definisi SLKI:
Intervensi yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri yang dialami pasien.
Definisi SIKI:
Tindakan mandiri perawat untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri yang dialami pasien.
Kode SDKI: 00132
Kode SLKI: 3340
Kode SIKI: 1400
Berdasarkan data subjektif dan objektif yang Anda berikan, pasien menunjukkan gejala-gejala nyeri akut, seperti mengeluh sakit, meringis, bersikap protektif, gelisah, dan sulit tidur. Selain itu, terdapat peningkatan frekuensi nadi yang dapat menjadi indikasi adanya nyeri. Oleh karena itu, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Nyeri Akut (00132).
Perawat perlu melakukan pengkajian yang komprehensif untuk mengetahui penyebab, lokasi, karakteristik, durasi, dan skala nyeri yang dialami oleh pasien. Selanjutnya, perawat dapat menyusun rencana asuhan keperawatan yang tepat untuk mengatasi nyeri akut yang dialami oleh pasien, seperti pemberian analgesik, teknik relaksasi, terapi panas/dingin, dan intervensi lainnya sesuai dengan kondisi pasien.
Semoga penjelasan ini bermanfaat. Jika ada pertanyaan lain, jangan ragu untuk menanyakannya. -
Article No. 19837 | 20 Jul 2025
Klinis : Gejala dan Tanda Mayor a. Data Subjektif: 1) Pasien mengeluh sakit. b. Data Objektif: 1) Pasien tampak meringis. 2) Pasien bersikap protektif (misalnya, waspada, dan posisi menghindari nyeri). 3) Pasien tampak gelisah. 4) Frekuensi nadi pasien meningkat. 5) Pasien berkata sulit tidur. Gejala dan Tanda Minor a. Data Subjektif: Tidak tersedia. b. Data Objektif: 1) Tekanan darah pasien meningkat. 2) Pola napas pasien berubah. 3) Nafsu makan pasien berubah. 4) Proses berpikir pasien terganggu. 5) Pasien menarik diri. 6) Pasien berfokus pada diri sendiri. 7) Pasien tampak diaforesis.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan gejala dan tanda yang Anda berikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Akut (10001)
SDKI: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan tersebut.
SLKI: Tindakan yang dilakukan untuk mengontrol atau mengurangi pengalaman yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
SIKI: Intervensi yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri pada pasien.
Penjelasan:
Berdasarkan data subjektif pasien mengeluh sakit dan data objektif pasien tampak meringis, bersikap protektif, gelisah, dengan peningkatan frekuensi nadi dan kesulitan tidur, maka dapat disimpulkan bahwa pasien mengalami Nyeri Akut. Diagnosa ini sesuai dengan kode 10001 pada SDKI. -
Article No. 19838 | 20 Jul 2025
Klinis : Gejala dan Tanda Mayor a. Data Subjektif: 1) Pasien mengeluh sakit. b. Data Objektif: 1) Pasien tampak meringis. 2) Pasien bersikap protektif (misalnya, waspada, dan posisi menghindari nyeri). 3) Pasien tampak gelisah. 4) Frekuensi nadi pasien meningkat. 5) Pasien berkata sulit tidur. Gejala dan Tanda Minor a. Data Subjektif: Tidak tersedia. b. Data Objektif: 1) Tekanan darah pasien meningkat. 2) Pola napas pasien berubah. 3) Nafsu makan pasien berubah. 4) Proses berpikir pasien terganggu. 5) Pasien menarik diri. 6) Pasien berfokus pada diri sendiri. 7) Pasien tampak diaforesis.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan gejala dan tanda yang Anda paparkan, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah:
1. Nyeri Akut (10001)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut.
Kode diagnosa:
SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia): 10001
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): 1001
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): 10001
Penjelasan singkat:
Gejala dan tanda mayor yang ditunjukkan pasien, seperti keluhan sakit, ekspresi nyeri, sikap protektif, kecemasan, dan perubahan tanda-tanda vital (peningkatan denyut nadi), mengarah pada diagnosa keperawatan Nyeri Akut. Diagnosa ini digunakan untuk menggambarkan pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.