Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24705 | 30 Mar 2026
Klinis : keseimbangan elektrolit
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Keseimbangan Elektrolit
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Gangguan keseimbangan elektrolit adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan antara asupan, distribusi, atau ekskresi satu atau lebih elektrolit tubuh (seperti natrium, kalium, kalsium, magnesium, klorida, fosfat, dan bikarbonat), yang dapat mengganggu fungsi fisiologis tubuh. Kondisi ini dapat bersifat akut atau kronis, dengan penyebab yang beragam mulai dari asupan yang tidak adekuat, kehilangan berlebihan (misalnya melalui muntah, diare, keringat, atau diuresis), gangguan fungsi ginjal, hingga efek samping pengobatan. Ketidakseimbangan elektrolit dapat berdampak serius pada fungsi sel, transmisi impuls saraf, kontraksi otot (termasuk jantung), keseimbangan asam-basa, dan hidrasi tubuh. Pasien dapat menunjukkan gejala yang bervariasi, mulai dari kelemahan, kram otot, parestesia, perubahan status mental (gelisah, letargi, kebingungan), aritmia jantung, hingga syok. Perawat berperan kritis dalam memantau tanda dan gejala, mengidentifikasi faktor risiko, memberikan intervensi untuk mengoreksi ketidakseimbangan, dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Keseimbangan Elektrolit Terjaga. Kriteria hasil ini mencakup pencapaian dan pemeliharaan kadar elektrolit serum dalam rentang normal yang ditetapkan. Pasien akan menunjukkan tanda-tanda klinis stabil, seperti: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk pasien, khususnya tidak adanya aritmia jantung yang signifikan; 2) Status neurologis dan muskuloskeletal membaik atau normal (misalnya, tingkat kesadaran penuh, tidak ada kelemahan otot atau kram yang abnormal, reflefik dalam batas normal); 3) Keseimbangan cairan yang adekuat, ditunjukkan oleh turgor kulit baik, membran mukosa lembab, dan keseimbangan asupan dan keluaran yang sesuai; 4) Hasil pemeriksaan laboratorium (seperti natrium, kalium, kalsium, magnesium, klorida) dalam rentang nilai rujukan; 5) Pasien dan keluarga dapat menyebutkan tanda dan gejala ketidakseimbangan elektrolit yang perlu dilaporkan, serta memahami rencana terapi dan pembatasan diet jika ada. SLKI ini menjadi tujuan akhir dari intervensi keperawatan untuk mendukung pemulihan fungsi homeostatik tubuh.
Kode SIKI: I.12695
Deskripsi : Manajemen Keseimbangan Elektrolit. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan sistematis untuk memantau, mencegah, dan mengoreksi ketidakseimbangan elektrolit. Tindakan spesifik meliputi: 1) **Pemantauan Ketat**: Memantau tanda-tanda vital (terutama denyut jantung dan irama, tekanan darah) secara berkala untuk mendeteksi dini aritmia atau hipotensi. Memantau status neurologis (tingkat kesadaran, orientasi, kekuatan motorik) dan status muskuloskeletal (kelemahan, kram, tetani). Mengobservasi tanda-tanda ketidakseimbangan cairan seperti turgor kulit, mata cekung, dan edema. 2) **Manajemen Asupan dan Pengeluaran**: Mencatat asupan dan keluaran cairan (balance cairan) secara akurat. Mengatur dan memantau pemberian cairan intravena dan terapi penggantian elektrolit sesuai resep dokter dengan kecepatan yang tepat untuk menghindari koreksi yang terlalu cepat atau lambat. Mendorong asupan oral makanan dan cairan yang kaya elektrolit sesuai indikasi dan toleransi pasien, atau membatasi asupan tertentu berdasarkan jenis ketidakseimbangan (misalnya, diet rendah kalium untuk hiperkalemia). 3) **Kolaborasi dan Dukungan Diagnostik**: Mengambil sampel darah untuk pemeriksaan elektrolit serum sesuai protokol dan memantau hasilnya. Berkolaborasi dengan dokter dan ahli gizi dalam menyusun rencana terapi nutrisi dan farmakologis. Mempersiapkan dan membantu prosedur tertentu jika diperlukan (seperti pemberian kalsium glukonat untuk hiperkalemia berat, atau hemodialisis). 4) **Pencegahan Komplikasi**: Mempertahankan akses intravena yang paten dan aman. Memposisikan pasien dengan aman, terutama jika mengalami kelemahan otot atau perubahan kesadaran. Melakukan pemeriksaan EKG secara berkala pada pasien dengan ketidakseimbangan kalium atau kalsium yang signifikan. 5) **Edukasi Pasien dan Keluarga**: Menjelaskan penyebab ketidakseimbangan elektrolit pada kondisi pasien. Mengajarkan tanda dan gejala yang harus diwaspadai dan segera dilaporkan. Memberikan informasi tentang sumber makanan dari berbagai elektrolit dan pentingnya kepatuhan terhadap terapi pengobatan serta pembatasan diet. Intervensi ini membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang fisiologi elektrolit, keterampilan klinis yang tajam, dan pendekatan yang holistik untuk memastikan keselamatan dan pemulihan pasien.
-
Article No. 24706 | 30 Mar 2026
Klinis : 1. Di rumah 2 orang (bapak dan pak pur) 2. Ibu meninggal sakit paru-paru, sesak. 7 tahun yang lalu, tahun 2019, meninggal di rumah sakit. Yang membawa ke rumah sakit anaknya yang dibangil di suruh pulang lalu diantar ke rumah sakit 3. Keseharian : kadang cari mbalarak (kebun) 4. Kadang siang ngerumput (nendo) 5. Belum menikah, 6. 3 bersaudara nomer 2 (no 1 dan 2 sudah menikah semua) 1 : kulon kreke, 2 bangil jual bakso 7. Bapak masak nasi, sayur beli di mlijo depan kadang dikasih masnya yang rumahnya kulon krekel 8. Rumput buat makan nendo (kambing) 9. Umur tahun 1982 (44 tahun) 10. Terakhir sekolah SMP habis itu dirumah saja 11. Pertanyaan : di sekitar rumah apa ada pengajian? Jawabannya : Dulu woten mbak bibik kulo teng langgar, orangnya gak ikut pengajian di rumah karena aktanya sudah pernah mondok 1 tahun trus berhenti. Pasien tidak pernah ikut pengkajian di rumahnya 12. Yang merawat rumah bapak 13. Beras dapet dari panen di sawah sendiri, di selepkan sendiri manggil katanya dulu 4000 14. Pertayaan liburan kemana aja (jawaban mboten sanjang) dirumah saja 15. Penghasilan keluarga dikirim dari anak anaknya bapaknya pasaien 16. Punya kambing 5 17. Awalnya kerja ngerantau, suka ngelamun trus dianterkan pulang sama juragannya, lalu diantarkan ke pak bagyo. Sakit sudah mulai tahun 2008. Lulus smp tahun 1997 langsung ke jakarta jual bakso. Pindah-pindah ke jawa tengah, jakarta, purworejo. Naik kereta kalau jual bakso. Bakso dibikinkan ada bosnya, pasien tinggal menjajakan baksonya 18. Pasien kadang membantu ngerumput, tapi kalau kadang gamau ya gamau cuma dirumah saja 19. Pasien dulu pernah mukuli rumah rumah warga 20. Pas ditanya kenapa kok suka ngelamun, pasien jawab dulu di kasih syarat (asma) sama sepah trus kebuang, trus jadinya kepikiran 21. Pasien mengatakan di tempat kerja tidak ada teman yang jahat kepada pasien 22. Masak pake gas, air putih rebus sendiri. Di rumah punya sumur bor, ada tandon yang diarahkan ke rumah rumah 23. Bapak pasien mengatakn tidak pernah kerja hanya nunggu kiriman anaknya 24. Bapak pasien punya cucu 3 laki laki semua, dan anak 3 laki laki semua 25. pasien mengatakan mau sendiri saja ketika ditanya tentang menikah 26. pasien mengatakan pak adi kemarin ke rumah lalu diperiksa dan mengatkan semuanya normal 27. pasien sempat ikut kerja tetangganya, ikut aja gak jualan 28. pasien tidak mau kontrol ke puskesmas, tapi kalau didatangi perawat desa pasien mau diperiksa. 29. Pasien rutin minum obat sehari sekali sore aja : haloperidol, clozapine, risperidone, triocid 30. Keluarga pasien mengatakan biasanya masih suka tertawa sendiri, terakhir tadi pagi. Jika sendirian 31. Pasien mengatakan tidak ada bisikan, dan tidak melihat apapun yang tidak dilihat orang lain. 32. Pasien bisa mengatakan hari dengan benar yaitu hari jumat 33. Pasien mengetahui nama presiden saat ini prabowo tapi salah mengucap tahun, pasien mengatakan sekarang tahun 2006 34. Keluarga pasien mengatakan sudah tidak melamun, malam bisa tidur 35. Pasien mengatakan mandi sehari sekali, setiap mau dhuhur, dan ganti baju seminggu 1 kali. Keluarga pasien mengatakan sudah disuruh ganti baju tapi gak mau, keluarga pasien mengatakan pasien bisa mencuci baju sendiri 36. Pasien mengatakan tidak mau bekerja katanya maunya dirumah aja dulu, karena mau menikmati. 37. Keluarga pasien mengatakan jika berkomunikasi dengan lingkungan dan keluarga masih baik 38. Keluarga pasien mengatakan teman2 pasien semuanya pada merantau 39. Keluarga pasien mengatakan mondok 1 tahun di pakis saji, lalu pindah lagi ke bantur, yang mindah gurunya, dan tidak diberi tahu alasannya kenapa. Setelah lulus pasien langsung kerja jual bakso. 40. Pasien mengatakan teman2 waktu sekolah baik2 semua, di tempat kerja juga baik semua. 41. Dulu waktu kerja bayarannya 25k/20k, sehari. Persenan. 42. Keluarga pasien mengatakan bosnya baik, bosnya masih saudara dengan pasien 43. Pasien mengatakan kalau capek suka sendiri, pasien ketika ditanya gimana perasaannya kalau kumpul orang banyak, jawabannya biasa saja 44. Pasien mengatakan hari ini perasaannya biasa saja 45. Pasien mengatakan pada saat sekolah tidak ikut organisasi 46. Pasien mengatakan nilainya waktu sekolah bagus, danemnya 23. Pasien mengatakan suka matematika 47. Pasien tidak suka jalan2 ke pantai, lebih enak di rumah 48. Keluarga pasien mengatakan pasien tidak pernah cerita-cerita ke keluarga. Keluarga pasien juga sudah suruh lihat tv atau bagaimana tapi gak mau. Jadi kalau waktu luang kadang ya ngelamun atau tidur. 49. Pasien mengatakan kalau lihat tv itu capek 50. Keluarga pasien mengatakan pasien kadang ikut teraweh pas ramadhan, tapi tidak puasa. 51. Pasien mengatakan jarang mengaji dan tadurus 52. Keluarga pasien mengatakan pasien merokok dan kopi. Merokok biasanya habis 1 pack sehari. 53. Pasien mengatakan terakhir kumat sudah lama, tapi tadi pagi ketawa ketawa sendiri. Kadang ketawa2 sendiri setiap beberapa hari sekali 54. Pasien mengatakan sehari minum obat, sore saja. Pasien selalu ingat. 55. Pasien ditanya “kenapa kok anda disuruh minum obat? Apakah anda tahu sakit apa?” pasien menjawab “ dulu di kepanjen juga ditanya itu. Ya saya cerita kalau dulu dikasih asma trus kebucal itu” 56. Pasien mengatakan asmanya tidak dibuka, karena takut. Jadi asmanya dikasih lalu dibuang karena takut, tapi kemudian kepikiran. 57. Pasien mengatakan tidak kenal dengan yang kasih asma, yang kasih asmanya itu laki2 agak tinggi, rambutnya pendek. Jadi orang laki-lakinya ini lagi beli lalu dikasih tahu kalau minat nanti disuruh ke rumah nanti bisa 2x lipat. Dengan bayar 50 nanti hasil jualan bisa jadi 2x lipat. Katanya ada bedanya, di pikiran jadi enak. 58. Pasien mengatakan ke rumah orang laki-laki yang tadi itu 3x. pasien dikasih minum2 trus dipikiran enak tp lama2 dibuang. Tempatnya di jakarta, di tangerang. Jarak dari tempat jualan 1 km 59. Pasien mengatakan di rumah orang laki2 yang ngasih itu cuma sendiri, sepi katanya Cuma pasien aja yang dikasih. 60. Pasien mengatakan setelah buang katanya ada orang yang dari bojonegoro ajak cari pelaris. Orangnya bujangan tpi punya pacar, sekarang katanya sudah menikah di jakarta. 61. Pasien mengatakan kalau laris gara2 itu dapetnya 150 trus persenannya 300 62. Pasien mengatakan yang jual bakso di jawa tengah lalu pulang karena gak krasan, lalu diajak orang jualan ke jakarta 63. Setelah pulang dari jakarta pasien mengatakan kadang ambilin sandalnya orang2 di masjid, lalu sama keluarga pasien disuruh ngembalikan dan sudah dikembalikan. Sekarang sudah tidak. 64. Pasien mengatakan sekarang sudah tidak bingung 65. Pasien mengatakan tadi pagi ketawa2 sendiri katanya keinget lagi bercanda sama temannya yang dijakarta. Pasien mengatakan dijakarta temannya ada 12. Pasien mengatakan tidak dengar dan tidak lihat temannya jadi cuma keingat aja. 66. Keluarga pasien katanya dulu setelah pulang dari jakarta juga suka mukul2 rumah warga menggunakan batu, lalu dibilangkan pamong, dan dibawa ke pkm bantur. Kejadian itu sebelum ibu pasien meninggal. 67. Dan setelah ibunya meninggal pasien sudah membaik tidak tambah parah. 68. Keluarga pasien mengatakan pasien sering berkunjung ke makam ibunya 69. Keluarga pasien mengatakan pasien jika mandi di kamar mandi. 70. (observasi) setelah dilakukan tensi pasien terus melamun dan diam. Selama pertemuan 3kali pasien tidak pernah mau duduk dekat, selalu duduk agak jauh. 71. Pasien mengatakan hari ini pasien di rumah saja tidak ngapa ngapain, saat ditanya kenapa kok suka dirumah saja pasien menjawab capek. 72. Pasien mengatakan hari ini hari senin dan tahun 2026 (benar) 73. Pasien mengatakan inget pengkajian kita 74. Keluarga pasien 2 hari belakangan pasien tidak tertawa sendiri 75. Pasien mengatakan hari ini belum mandi, mau mandi nanti pas waktu mau dhuhur 76. Pasien mengatakan jarang sholat, sholatnya cuma hari jumat. 77. Pasien terlihat sudah ganti baju, pas ditanya kapan ganti baju katanya ganti baju hari rabu, padahal waktu kita kesana hari rabu dan jumat pasien masih menggunakan baju yang sama. Sepertinya pasien baru ganti baju hari ini atau kemarin 78. Pasien mengatakan sekali lagi jika tidak mendengar bisikan-bisikan, pasien juga mengatakan tidak melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain. Pasien mengatakan jika tertawa sendiri itu karena teringat candaan teman-teman dulu di jakarta 79. Pasien mengatakan sudah tidak kepikiran tentang asmak, dan sudah tidak bingung 80. Pasien mengatakan jika diajak kerja perasaannya biasa saja 81. Pasien mengatakan jika sekarang diajak kerja, katanya mau di rumah saja, karena masih capek, tidak takut 82. Pasien mengatakan biasanya ikut TAK di balai desa tapi tidak kenal dengan teman-temannya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Isolasi Sosial
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Pengalaman kesepian yang dirasakan atau dirasakan seseorang dalam situasi sosial yang dirasakan negatif atau mengancam, atau merupakan keadaan kesepian yang dialami seseorang dan berusaha menghindari kontak sosial.
Kode SLKI: L.14018
Deskripsi : Klien berinteraksi dengan orang lain sesuai kebutuhannya. Indikator: 1) Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial. 2) Mengidentifikasi perasaan terkait isolasi sosial. 3) Melakukan interaksi sosial dengan orang lain secara bertahap. 4) Berpartisipasi dalam aktivitas sosial sesuai minat dan kemampuan. 5) Menggunakan sumber pendukung sosial (keluarga, teman, kelompok).
Kode SIKI: I.14066
Deskripsi : Fasilitasi dukungan sosial. Tindakan: 1) Identifikasi kemampuan dan minat klien dalam berinteraksi. 2) Diskusikan perasaan klien tentang hubungannya dengan orang lain. 3) Bantu klien mengidentifikasi orang-orang yang dapat memberikan dukungan. 4) Anjurkan klien untuk melakukan kontak sosial secara bertahap (misal: menyapa, berbicara singkat). 5) Latih klien keterampilan komunikasi interpersonal. 6) Kolaborasi dengan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang mendukung interaksi. 7) Anjurkan partisipasi dalam aktivitas kelompok terapeutik atau sosial sederhana. 8) Berikan pujian atas setiap usaha klien dalam berinteraksi.
Kondisi: Gangguan Proses Pikir
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Gangguan dalam proses mental seperti kognisi, persepsi, memori, dan penalaran yang ditandai dengan kesulitan membedakan realitas, yang dapat memengaruhi perilaku, emosi, dan kemampuan fungsional seseorang.
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Klien menunjukkan proses pikir yang logis dan koheren. Indikator: 1) Membicarakan topik yang relevan dengan konteks pembicaraan. 2) Menghubungkan ide-ide secara logis. 3) Tidak menunjukkan gejala waham, halusinasi, atau asosiasi longgar. 4) Mempertahankan alur pembicaraan yang terarah. 5) Mampu melakukan tes realitas dengan baik.
Kode SIKI: I.03021
Deskripsi : Manajemen gangguan proses pikir. Tindakan: 1) Lakukan pendekatan dengan tenang dan percaya diri. 2) Bina hubungan saling percaya. 3) Observasi adanya tanda-tanda gangguan proses pikir (isi dan alur pikir). 4) Bantu klien menguji realitas dengan cara yang tidak mengancam. 5) Ajak klien membicarakan topik-topik konkret dan realitas. 6) Berikan penguatan terhadap pembicaraan yang realitas. 7) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi sesuai program. 8) Edukasi keluarga tentang gejala gangguan proses pikir dan cara merespons.
Kondisi: Risiko Perilaku Kekerasan
Kode SDKI: D.0024
Deskripsi Singkat: Perilaku yang dapat menyebabkan cedera fisik, psikologis, atau kerusakan pada diri sendiri, orang lain, atau lingkungan.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Klien dapat mengontrol perilaku kekerasan. Indikator: 1) Mengidentifikasi pemicu perilaku kekerasan. 2) Mengidentifikasi perasaan yang mendahului perilaku kekerasan. 3) Menggunakan strategi koping untuk mengontrol amarah. 4) Tidak menyakiti diri sendiri, orang lain, atau lingkungan. 5) Meminta bantuan ketika merasa ingin melakukan kekerasan.
Kode SIKI: I.10031
Deskripsi : Pengendalian perilaku kekerasan. Tindakan: 1) Identifikasi faktor pencetus perilaku kekerasan pada masa lalu (misal: stresor, waham, halusinasi). 2) Observasi tanda-tanda peningkatan agitasi atau agresivitas. 3) Jaga keselamatan lingkungan dan hindari benda berbahaya. 4) Gunakan komunikasi terapeutik untuk menurunkan kecemasan dan amarah. 5) Ajarkan teknik pengendalian amarah (misal: menarik napas dalam, time out). 6) Anjurkan aktivitas fisik untuk menyalurkan energi. 7) Kolaborasi dalam pemberian obat untuk mengontrol agitasi. 8) Edukasi keluarga tentang tanda peringatan dan cara menghadapi klien saat agitasi.
Kondisi: Defisit Perawatan Diri
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas perawatan diri (mandi, berpakaian, kebersihan, toileting) secara mandiri.
Kode SLKI: L.01001
Deskripsi : Klien mampu melakukan perawatan diri secara mandiri. Indikator: 1) Melakukan kebersihan diri (mandi, gosok gigi, cuci tangan) secara teratur. 2) Memilih dan mengenakan pakaian yang bersih dan sesuai. 3) Mempertahankan penampilan diri yang rapi. 4) Melakukan toileting secara mandiri.
Kode SIKI: I.01013
Deskripsi : Bantuan perawatan diri. Tindakan: 1) Kaji tingkat kemampuan dan hambatan klien dalam perawatan diri. 2) Bantu klien menyadari pentingnya kebersihan diri. 3) Bantu klien merencanakan jadwal rutinitas perawatan diri. 4) Berikan bantuan sesuai kebutuhan (misal: menyiapkan air, sabun, pakaian). 5) Ajarkan langkah-langkah perawatan diri secara bertahap. 6) Berikan pujian dan penguatan atas setiap kemajuan. 7) Libatkan keluarga dalam mengingatkan dan memotivasi klien. 8) Kolaborasi dengan terapis okupasi jika diperlukan.
Kondisi: Ketidakefektifan Manajemen Regimen Terapeutik
Kode SDKI: D.0094
Deskripsi Singkat: Pola pengaturan dan pelaksanaan terapi penyakit dan sequelenya yang tidak memadai untuk memenuhi tujuan kesehatan terkait.
Kode SLKI: L.18067
Deskripsi : Klien mengelola regimen terapeutik secara efektif. Indikator: 1) Menyebutkan manfaat terapi yang dijalani. 2) Melakukan tindakan terapeutik sesuai program (minum obat, kontrol). 3) Memantau efek terapi dan melaporkan efek samping. 4) Mengatasi hambatan dalam menjalani terapi.
Kode SIKI: I.18048
Deskripsi : Manajemen pengobatan. Tindakan: 1) Kaji pemahaman dan kepatuhan klien terhadap pengobatan. 2) Edukasi klien dan keluarga tentang nama, dosis, waktu, manfaat, dan efek samping obat (Haloperidol, Clozapine, Risperidone, Trihexyphenidyl). 3) Ajarkan cara mengelola efek samping obat. 4) Bantu klien mengembangkan strategi untuk mengingat minum obat (misal: dikaitkan dengan aktivitas sore). 5) Motivasi untuk kontrol rutin meskipun merasa sehat. 6) Kolaborasi dengan keluarga untuk supervisi minum obat. 7) Berikan penguatan positif atas kepatuhan minum obat.
-
Article No. 24628 | 29 Mar 2026
Klinis : penurunan kesadaran hemiparese dx stroke infark HT o2 3lpm inf nacl 0,9% 20 tpm inj ceftriaxon 2gr/24j inj citicolin 500mg/12j inj omeprazol 1a/24j inf manitol 125cc/6j inj farbion 1amp/24jam inj ondancentron 8mg/8jam inj resfar 1amp/24jam amlodipin 1x10mg cpg 1x75mg sp nicardipin 7.5cc/jam target tensi 160/90 levofloxacin 750mg/24jam furosemid 1amp/24jam
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: D.0008
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat menyebabkan kerusakan neurologis.
Kode SLKI: L.03101
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik, ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran sesuai potensi, 2) Fungsi motorik sesuai potensi, 3) Tanda vital dalam rentang yang dapat diterima, 4) Tidak ada/tidak memburuknya defisit neurologis fokal.
Kode SIKI: I.09060
Deskripsi : Pemantauan perfusi serebral, meliputi: 1) Kaji status neurologis (GCS, pupil, kekuatan motorik) secara berkala, 2) Pantau dan catat tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara berkala, 3) Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali kontraindikasi), 4) Kaji dan catat faktor risiko penurunan perfusi serebral, 5) Kolaborasi pemberian terapi untuk mempertahankan tekanan darah sesuai target, 6) Pantau dan catat balance cairan, 7) Kolaborasi pemberian terapi osmotik sesuai indikasi, 8) Berikan oksigen sesuai kebutuhan, 9) Kaji dan pertahankan keseimbangan elektrolit dan asam basa.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan patensi jalan napas.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif, ditandai dengan: 1) Suara napas bersih, 2) Tidak ada sianosis, 3) Frekuensi dan irama napas dalam rentang normal, 4) Tidak ada atau minimal sekret.
Kode SIKI: I.08004
Deskripsi : Manajemen jalan napas, meliputi: 1) Kaji dan catat pola, kedalaman, dan usaha pernapasan, 2) Auskultasi suara napas tiap shift, 3) Posisikan semi-fowler atau sesuai toleransi, 4) Lakukan fisioterapi dada dan napas dalam jika memungkinkan, 5) Lakukan penghisapan lendir jalan napas (oral/nasal/tracheal) sesuai indikasi, 6) Berikan oksigen sesuai program/order, 7) Pantau status oksigenasi (SpO2, analisa gas darah), 8) Kolaborasi pemberian nebulizer/bronkodilator sesuai indikasi, 9) Ajarkan batuk efektif jika pasien kooperatif.
Kondisi: Risiko Cedera
<>Kode SDKI: D.0022Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau trauma.
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : Cedera tidak terjadi, ditandai dengan: 1) Tidak ada tanda-tanda cedera fisik (memar, lecet, jatuh), 2) Lingkungan aman dan bebas bahaya, 3) Menggunakan alat protektif sesuai kebutuhan.
Kode SIKI: I.10001
<>Deskripsi : Pencegahan cedera, meliputi: 1) Identifikasi faktor risiko cedera (penurunan kesadaran, hemiparese, pusing), 2) Pertahankan lingkungan yang aman (pagar tempat tidur terpasang, pencahayaan adequate, lantai tidak licin), 3) Tempatkan bel dalam jangkauan, 4) Bantu aktivitas mobilitas, 5) Gunakan restrain yang aman sesuai indikasi dan kebijakan, 6) Ajarkan keluarga tentang pencegahan cedera, 7) Pantau efek samping obat yang meningkatkan risiko jatuh, 8) Pastikan alat bantu jalan (jika digunakan) dalam kondisi baik.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0006
<>Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik secara mandiri dan bertujuan.
Kode SLKI: L.02001
Deskripsi : Mobilitas fisik membaik, ditandai dengan: 1) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan, 2) Kekuatan otot membaik, 3) Rentang gerak sendi dalam batas normal/fungsional, 4) Menggunakan alat bantu mobilitas dengan benar.
Kode SIKI: I.07001
Deskripsi : Manajemen mobilitas, meliputi: 1) Kaji tingkat mobilitas dan kekuatan otot, 2) Bantu perubahan posisi secara berkala (setiap 2 jam), 3) Lakukan latihan rentang gerak (ROM) pasif/aktif, 4) Bantu ambulasi progresif sesuai toleransi, 5) Ajarkan dan bantu penggunaan alat bantu mobilitas, 6) Kolaborasi dengan fisioterapis, 7) Posisikan tubuh dalam alignment yang tepat, 8) Gunakan bantal penyangga pada ekstremitas yang lemah.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Nyeri teratasi, ditandai dengan: 1) Skala nyeri menurun, 2) Ekspresi wajah rileks, 3) Dapat beristirahat/ tidur dengan nyenyak, 4) Melaporkan nyeri berkurang.
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : Manajemen nyeri, meliputi: 1) Kaji karakteristik nyeri (skala, lokasi, durasi, kualitas), 2) Ajarkan teknik non-farmakologi (nafas dalam, distraksi, relaksasi), 3) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai program, 4) Evaluasi efektivitas dan efek samping analgetik, 5) Atur posisi untuk kenyamanan, 6) Kurangi faktor pencetus nyeri, 7) Lakukan kompres hangat/dingin sesuai indikasi.
-
Article No. 24629 | 29 Mar 2026
Klinis : pasien rujukan dari Rizky Amalia dengan penkes KU lemah, sopor TD : 135/88 HR : 128 RR : 40 SPO2 : 98 S : 36,5 Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2 detik Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2 detik NC HCTS Kesan : - Infark cerebri di frontotemporoparietalis dextra - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebell CXR Kesan : - Pulmo dan besar cor normal Lab Hemoglobin 15.45 Lekosit 16.53 Trombosit 248 Neutrofil 85.7 Limfosit 7.7 Natrium (Na) 135 Kalium (K) 3.9 Chlorida (Cl) 100 Calsium (Ca2+) 1.0 pH 7.70 Glukosa Darah Sewaktu 143 AST (SGOT) 26 ALT (SGPT) 8 Ureum 31.9 Kreatinin 1.68
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Sopor) dan Risiko Gangguan Pertukaran Gas terkait Infark Cerebri dan Takipnea
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Penurunan Kesadaran adalah keadaan dimana individu mengalami penurunan kemampuan untuk berespon terhadap rangsangan dari lingkungan. Pada pasien ini, kondisi sopor (hanya berespon terhadap rangsang nyeri) disebabkan oleh infark cerebri di area frontotemporoparietalis kanan yang mengganggu fungsi kesadaran. Hal ini ditandai dengan KU lemah dan sopor. Penurunan kesadaran ini berisiko tinggi menyebabkan komplikasi seperti aspirasi, gangguan pertukaran gas, dan imobilitas.
Kode SLKI: L.03118
Deskripsi : Tercapainya tingkat kesadaran yang optimal. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien menunjukkan respon terhadap rangsangan yang sesuai (dari sopor menuju tingkat kesadaran lebih baik), 2) Fungsi proteksi jalan napas tetap adekuat (tidak ada aspirasi), 3) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima. Intervensi keperawatan diarahkan untuk memantau dan meningkatkan tingkat kesadaran serta mencegah komplikasi akibat penurunan kesadaran. Fokus pada pemantauan GCS, posisi untuk mencegah aspirasi, dan stimulasi sensorik yang tepat.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : Manajemen Kesadaran. Intervensi ini meliputi: 1) Memantau dan mendokumentasikan tingkat kesadaran (GCS) secara berkala, termasuk respon mata, motorik, dan verbal. 2) Mempertahankan jalan napas paten dengan posisi semi-fowler atau lateral jika tidak kontraindikasi untuk mencegah lidah jatuh dan aspirasi. 3) Melakukan stimulasi sensorik secara terencana, seperti memanggil nama, sentuhan, dan orientasi waktu/tempat/orang. 4) Melindungi pasien dari cedera dengan memasang pengaman tempat tidur dan menjaga lingkungan aman. 5) Memantau tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (seperti perubahan pola napas, tekanan darah, dan kesadaran). 6) Kolaborasi dalam pemberian terapi medis untuk mengatasi penyebab dasar (infark serebri).
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas terkait Penurunan Refleks Batuk dan Imobilisasi
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten. Pada pasien sopor dengan infark serebri, terdapat risiko tinggi akibat depresi refleks batuk dan menelan, serta imobilisasi. Meskipun saat ini paru terdengar SDV (+/+), takipnea (RR: 40x/menit) dapat menjadi tanda kompensasi awal atau distress pernapasan. Kondisi ini diperberat oleh potensi aspirasi sekresi atau makanan/minuman.
Kode SLKI: L.03011
Deskripsi : Jalan napas tetap paten. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Suara napas bersih, tidak terdapat suara tambahan (ronkhi, wheezing), 2) Laju pernapasan dalam rentang normal, 3) Pasien mampu mengeluarkan sekresi (atau sekresi dapat dikeluarkan dengan bantuan), 4) Nilai SpO2 dalam rentang normal (seperti saat ini 98%). Intervensi difokuskan pada pencegahan akumulasi sekret dan obstruksi jalan napas.
Kode SIKI: I.05005
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini meliputi: 1) Auskultasi suara napas tiap 2-4 jam untuk mendeteksi adanya ronkhi atau penurunan suara napas. 2) Posisikan pasien dengan kepala elevasi 30-45 derajat jika tidak ada kontraindikasi, untuk memudahkan ekspansi paru dan mencegah aspirasi. 3) Lakukan fisioterapi dada dan suction sesuai indikasi untuk mengeluarkan sekret. 4) Monitor frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan (takipnea 40x/menit perlu dipantau ketat). 5) Ajarkan keluarga tentang tanda-tanda distress pernapasan (sianosis, sesak). 6) Kolaborasi dalam pemberian oksigen jika diperlukan dan terapi nebulizer jika ada sekret kental. 7) Lakukan perawatan mulut (oral hygiene) rutin untuk mengurangi risiko infeksi aspirasi.
Kondisi: Risiko Disfungsi Neurovaskuler Perifer terkait Imobilisasi dan Kondisi Neurologis
Kode SDKI: D.0023
Deskripsi Singkat: Risiko Disfungsi Neurovaskuler Perifer adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami gangguan pada sirkulasi, sensasi, atau mobilitas ekstremitas. Pasien dengan kondisi sopor dan infark cerebri berisiko tinggi mengalami imobilisasi yang berkepanjangan. Meskipun pemeriksaan ekstremitas saat ini menunjukkan akral hangat dan CRT <2 detik (normal), imobilisasi dapat menyebabkan stasis vena, penurunan aliran darah, dan meningkatkan risiko trombosis vena dalam (Deep Vein Thrombosis/DVT), terutama pada ekstremitas inferior. Kondisi infark serebri sendiri juga merupakan faktor risiko pro-trombotik.
Kode SLKI: L.03106
Deskripsi : Sirkulasi perifer tetap adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Denyut nadi perifer teraba kuat dan reguler, 2) Warna, kehangatan, dan sensasi ekstremitas dalam batas normal, 3) CRT < 2 detik, 4) Tidak ada tanda-tanda DVT (nyeri, bengkak, kemerahan, peningkatan suhu lokal). Intervensi diarahkan untuk mempertahankan dan mempromosikan sirkulasi perifer yang optimal.
Kode SIKI: I.08007
Deskripsi : Manajemen Disfungsi Neurovaskuler. Intervensi ini meliputi: 1) Lakukan pengkajian neurovaskuler (warna, suhu, kapiler refill time, sensasi, denyut nadi, dan gerakan) pada keempat ekstremitas secara rutin setiap pergantian shift. 2) Lakukan mobilisasi pasif pada ekstremitas (Range of Motion/ROM) minimal 2x sehari untuk meningkatkan aliran darah dan mencegah kontraktur. 3) Gunakan alat bantu seperti stockings anti-emboli (TED stockings) atau alat kompresi pneumatik intermiten sesuai kolaborasi untuk mengurangi stasis vena. 4) Posisikan ekstremitas dalam posisi netral, hindari tekanan pada area tumit dan malleolus dengan menggunakan bantal. 5) Anjurkan dan bantu perubahan posisi tubuh tiap 2 jam (jika kondisi stabil) untuk mencegah dekubitus dan meningkatkan sirkulasi. 6) Monitor tanda-tanda awal DVT dan emboli paru. 7) Kolaborasi dalam pemberian terapi antikoagulan profilaksis jika diresepkan.
-
Article No. 24630 | 29 Mar 2026
Klinis : Pasien datang dengan keluhan sesak nafas +, batuk + keringat dingin + KU CM, Lemah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0410
Deskripsi : Perbaikan pertukaran gas. Kriteria hasil: 1) Pasien menunjukkan pola napas yang efektif (frekuensi, irama, dan kedalaman dalam rentang normal). 2) Bunyi napas bersih/tidak ada suara tambahan (ronkhi, wheezing). 3) Warna kulit dan membran mukosa normal (tidak sianosis). 4) Nilai analisis gas darah (PaO2, PaCO2, pH, saturasi O2) dalam rentang normal. 5) Kesadaran dan tingkat kognitif dalam kondisi baik (tidak gelisah, cemas, atau bingung). 6) Tidak ada keluhan sesak napas. 7) Toleransi terhadap aktivitas meningkat.
Kode SIKI: 3350
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi keperawatan: 1) Kaji status pernapasan: frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas, penggunaan otot bantu, dan bunyi napas. 2) Pantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen secara berkala. 3) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi) untuk membantu ekspansi paru. 4) Ajarkan dan bantu teknik batuk efektif dan napas dalam untuk membersihkan sekresi dan meningkatkan pertukaran gas. 5) Lakukan fisioterapi dada jika diindikasikan (seperti perkusi, vibrasi, drainase postural) untuk mengeluarkan sekret. 6) Kelola pemberian oksigen sesuai program terapi dan pantau efektivitasnya. 7) Lakukan suction jalan napas jika diperlukan untuk menjaga kepatenan jalan napas. 8) Pantau hasil analisis gas darah dan lapor jika ada penyimpangan. 9) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mengurangi konsumsi oksigen. 10) Ajarkan pasien dan keluarga tentang tanda-tanda gangguan pernapasan yang perlu dilaporkan. 11) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain dalam pemberian obat bronkodilator, mukolitik, atau lainnya sesuai resep. 12) Anjurkan asupan cairan yang adekuat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengencerkan sekret. 13) Kaji tingkat kecemasan dan berikan dukungan psikologis untuk mengurangi distress pernapasan.
-
Article No. 24631 | 29 Mar 2026
Klinis : pasien datang dengan keluhan penurunan kesadaran dari pagi (rujukan dari rs sarilla husada) nafas grok2, selulitis manus dekstra sejak jumat (awal berupa luka ringan di tangan kanan namun tiba-tiba membesar). rpd diare dan nyeri perut saat mulai masuk RS sarilla husada tgl 23/3/26 namun sudah membaik. KU CM, Lemah Penurunan kesadaran CKD Sepsis Trombositopeni Riw DM
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Risiko fluktuasi suhu tubuh di luar rentang normal, yang pada pasien ini disebabkan oleh kondisi sepsis dan infeksi berat (selulitis manus dekstra).
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Intervensi keperawatan diarahkan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal melalui pemantauan ketat, pemberian terapi antibiotik dan antipiretik sesuai instruksi, serta upaya pengendalian sumber infeksi. Perawat akan memantau suhu tubuh secara berkala, menilai tanda-tanda hipertermia atau hipotermia, memastikan lingkungan yang nyaman, dan memfasilitasi tatalaksana medis untuk mengatasi infeksi penyebab sepsis. Pada pasien dengan penurunan kesadaran, pemantauan menjadi lebih intensif karena ketidakmampuan pasien melaporkan ketidaknyamanan. Pengelolaan selulitis secara optimal juga merupakan bagian integral untuk mengontrol respons sistemik yang mempengaruhi suhu tubuh.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi spesifik meliputi: 1) Memantau suhu tubuh dengan frekuensi yang ditentukan oleh kondisi pasien dan protokol sepsis. 2) Mengatur lingkungan untuk memfasilitasi kehilangan panas (misalnya, pengaturan suhu ruangan, pakaian yang tipis). 3) Memberikan terapi pendinginan fisik (kompres) sesuai kebijakan institusi dan kondisi pasien. 4) Memberikan obat antipiretik sesuai resep dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. 5) Meningkatkan asupan cairan secara intravena sesuai rencana terapi untuk sepsis dan kondisi hemodinamik pasien. 6) Mendokumentasikan pola suhu dan respons terhadap intervensi. Pada pasien ini, intervensi harus dilakukan dengan hati-hati mengingat status kesadaran yang menurun dan kondisi sistemik yang tidak stabil akibat sepsis dan CKD.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten, yang dimanifestasikan dengan nafas "grok-grok" (mengi/bunyi sekresi).
Kode SLKI: 0410
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Tujuan keperawatan adalah mempertahankan jalan napas yang paten dan pertukaran gas yang adekuat. Intervensi difokuskan pada upaya mengurangi akumulasi sekret dan mencegah komplikasi seperti atelektasis atau pneumonia aspirasi. Perawat akan melakukan pemantauan bunyi napas, frekuensi, dan pola pernapasan secara reguler. Posisi semi-fowler atau lateral dengan modifikasi sesuai kondisi dapat membantu drainase sekret. Fisioterapi dada dan suction (penghisapan lendir) merupakan intervensi kritis, terutama karena pasien mengalami penurunan kesadaran dan refleks batuk yang mungkin terganggu. Terapi oksigen dan humidifikasi juga diberikan sesuai kebutuhan untuk mengencerkan sekret. Kolaborasi dengan tim medis untuk tatalaksana penyebab dasar, seperti infeksi sistemik (sepsis) yang memperburuk produksi sekret atau status mental, sangat penting.
Kode SIKI: 3140
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi spesifik meliputi: 1) Auskultasi bunyi napas tiap 1-2 jam atau sesuai kebutuhan. 2) Melakukan penghisapan jalan napas (suction) secara steril dengan teknik yang tepat berdasarkan indikasi adanya bunyi sekret. 3) Memposisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, head elevation 30-45 derajat jika tidak ada kontraindikasi). 4) Memberikan terapi oksigen sesuai order dan memantau saturasi oksigen. 5) Melakukan fisioterapi dada dan latihan napas dalam jika pasien kooperatif, atau melakukan perkusi dan vibrasi pada pasien yang tidak sadar dengan hati-hati. 6) Memantau status pernapasan dan gas darah arteri jika diperlukan. 7) Memastikan alat bantu jalan napas tersedia di dekat pasien mengingat penurunan kesadarannya. Keamanan selama prosedur suction sangat diperhatikan mengingat risiko trombositopenia yang dapat menyebabkan perdarahan.
Kondisi: Perfusi Jaringan Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: 00204
Deskripsi Singkat: Penurunan nutrisi dan oksigenasi pada tingkat kapiler yang mengancam kehidupan sel, terkait dengan kondisi sepsis, CKD, dan trombositopenia yang mengganggu integritas vaskular dan hemodinamik.
Kode SLKI: 0605
Deskripsi : Perfusi jaringan adekuat. Tujuan keperawatan adalah mempertahankan atau mengembalikan perfusi yang adekuat ke organ vital dan jaringan perifer. Intervensi difokuskan pada pemantauan ketat tanda-tanda vital, status hemodinamik, dan tanda klinis syok sepsis. Perawat akan memonitor tekanan darah, nadi, capillary refill time, suhu ekstremitas, dan produksi urin secara ketat. Resusitasi cairan dan pemberian vasopressor sesuai order medis merupakan kolaborasi utama untuk mengatasi hipotensi akibat sepsis. Perlindungan pada kulit dan jaringan dari kerusakan akibat hipoperfusi sangat penting, termasuk perubahan posisi yang sering dan hati-hati. Pada pasien dengan CKD, keseimbangan cairan harus dipantau ekstra ketat untuk menghindari overload. Pemantauan fungsi ginjal (output urin, ureum, kreatinin) dan status neurologis (sebagai cermin perfusi serebral) juga merupakan bagian integral dari evaluasi perfusi.
Kode SIKI: 4090
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik. Intervensi spesifik meliputi: 1) Memantau dan mendokumentasikan tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara berkala dan terus menerus sesuai kondisi kritis pasien. 2) Menilai kualitas nadi perifer dan capillary refill time. 3) Memantau haluaran urin per jam sebagai indikator perfusi ginjal. 4) Mengobservasi tanda-tanda perfusi serebral yang tidak adekuat (perubahan tingkat kesadaran, agitasi). 5) Melakukan perawatan kulit dengan hati-hati untuk mencegah kerusakan akibat imobilisasi dan hipoperfusi. 6) Mengkolaborasikan pemberian cairan intravena, obat inotropik/vasopressor, dan transfusi komponen darah (jika diperlukan untuk trombositopenia) sesuai resep. 7) Memantau hasil laboratorium seperti asam laktat, elektrolit, dan fungsi ginjal untuk menilai respons terapi dan kemajuan perfusi jaringan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 00004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons tubuh terhadap patogen, yang pada pasien ini sudah terjadi (sepsis dari selulitis) dan risiko penyebaran atau infeksi baru meningkat karena kondisi imunokompromais (DM, CKD), trombositopenia, dan adanya luka (selulitis).
Kode SLKI: 1800
Deskripsi : Tidak terjadi infeksi baru dan infeksi yang ada terkontrol. Intervensi keperawatan bertujuan untuk mengendalikan infeksi yang sudah ada (sepsis dan selulitis) dan mencegah infeksi nosokomial. Perawat akan menerapkan prinsip aseptik dan antiseptik ketat dalam semua prosedur invasif (seperti pemasangan IV line, suction, perawatan luka). Perawatan luka selulitis dilakukan sesuai protokol dengan teknik steril, memantau tanda-tanda penyebaran infeksi, dan memastikan pemberian antibiotik sesuai jadwal. Isolasi protektif atau tindakan pencegahan berbasis transmisi dapat dipertimbangkan. Pemantauan tanda-tanda vital dan laboratorium (seperti leukosit, prokalsitonin) untuk menilai respons terhadap terapi antibiotik. Edukasi kepada keluarga tentang pentingnya pencegahan infeksi, seperti cuci tangan, juga dilakukan. Pengendalian glikemia pada pasien DM merupakan bagian penting dari strategi meningkatkan respons imun.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Pengendalian Infeksi. Intervensi spesifik meliputi: 1) Mencuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien atau lingkungan pasien. 2) Melakukan perawatan luka selulitis dengan teknik steril, mengganti balutan sesuai kebutuhan atau protokol, dan mengobservasi karakteristik luka. 3) Mempertahankan integritas semua sistem kateter dan jalur infus, serta mengganti sesuai kebijakan. 4) Melakukan suction dengan teknik steril. 5) Memantau tanda dan gejala infeksi sistemik (demam, menggigil, perubahan status mental) dan lokal (kemerahan, bengkak, nyeri, pus). 6) Mengkolaborasikan pemberian antibiotik spektrum luas sesuai resep dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. 7) Mengajarkan kepada keluarga/ pengunjung teknik cuci tangan dan pembatasan pengunjung jika diperlukan
Article No. 24632 | 29 Mar 2026
Klinis : dada berdebar berkurang KU lemah, CM TD: 140/93 RR: 20 x/m HR: 64 x/m SpO2: 99% on O2 NK SB: 36.3 JVP 5+3 RBH -/- WHZ -/- edem -/-
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Curah jantung tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Curah jantung membaik.
Kode SIKI: I.00962
Deskripsi : Pemantauan tanda vital dan status hemodinamik.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
<Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk memulai atau mempertahankan aktivitas yang diinginkan atau diperlukan.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat.
Kode SIKI: I.04002
<Deskripsi : Manajemen energi.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan tekanan darah yang tiba-tiba dari rentang normal yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.03109
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan.
Kode SIKI: I.00962
Deskripsi : Pemantauan tanda vital dan status hemodinamik.
Article No. 24633 | 29 Mar 2026
Klinis : pasien penkes post HD, Lavender -> pindah ICU. kelemahan ekstremitas kanan (+) Ku. Lemah, E2V2M3 TD: 117/68 N:82 R:18 S:36.5 SP02:98 Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2 detik Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2 detik sensorik: dbn motorik: 222/555 // 222/555 refleks fisiologis: +3/+2 // +3/+2 refleks patologis: CXR Kesan : - Pulmo dan besar cor normal NC HCTS Kesan: - Intracerebral hemorrhagic di capsula externa sinistra dengan perifocal oedema di sekitarnya Lab 25/3 Hemoglobin 11.76 Eritrosit 4.16 Lekosit 21.14 Trombosit 331 Fungsi Ginjal Asam Urat 17.8 Ur 233.7 Cr 6.64 Cholesterol total 211 Cholesterol HDL 46 Cholesterol LDL 141 Trigliserida 178
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Curah Jantung
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya ketidakadekuatan darah yang dipompa oleh jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03132
Deskripsi : Curah jantung adekuat.
Kode SIKI: I.01218
Deskripsi : Pantau tanda-tanda vital dan status hemodinamik. Pantau status pernapasan. Pantau status neurologis. Pantau intake dan output. Kolaborasi pemberian terapi intravena sesuai indikasi. Kolaborasi pemberian terapi obat sesuai indikasi. Kolaborasi pemeriksaan penunjang sesuai indikasi. Ajarkan pasien/keluarga tanda dan gejala penurunan curah jantung yang harus dilaporkan.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengakibatkan gangguan nutrisi dan oksigenasi jaringan otak.
Kode SLKI: L.03134
Deskripsi : Perfusi jaringan serebral adekuat.
Kode SIKI: I.01220
Deskripsi : Pantau status neurologis (GCS, pupil, kekuatan motorik, sensorik, refleks). Pertahankan kepala pada posisi netral dan elevasi kepala 30 derajat. Hindari manuver yang meningkatkan tekanan intrakranial (batuk, mengejan, fleksi/ekstensi leher). Pantau tanda-tanda vital dan keseimbangan cairan. Kolaborasi pemberian terapi untuk mengontrol tekanan darah dan edema serebral. Kolaborasi dalam pemantauan tekanan intrakranial jika diperlukan. Ajarkan pasien/keluarga untuk melaporkan sakit kepala hebat, muntah proyektil, penurunan kesadaran.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0041
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik secara mandiri dan bertujuan.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Mobilitas fisik meningkat.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Kaji tingkat ketergantungan (misal: skor motorik 2/5 menunjukkan kelemahan berat/paralisis). Lakukan latihan rentang gerak (ROM) pasif/aktif pada ekstremitas yang lemah. Bantu dan ajarkan teknik perpindahan posisi (reposisi) setiap 2 jam. Kolaborasi dengan fisioterapis untuk latihan dan ambulasi. Gunakan alat bantu sesuai kebutuhan (splint, bantal). Ajarkan pasien/keluarga teknik perawatan dan latihan yang aman. Pantau kondisi kulit area yang tertekan. Rencanakan dan implementasikan ambulasi bertahap sesuai toleransi.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0058
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi agen patogen.
Kode SLKI: L.05001
Deskripsi : Risiko infeksi terkontrol.
Kode SIKI: I.01245
Deskripsi : Pantau tanda-tanda infeksi (suhu, leukositosis: leukosit 21.14). Lakukan cuci tangan secara ketat sebelum dan setelah melakukan tindakan. Lakukan perawatan luka/akses invasif (misal: akses HD, kateter) dengan teknik aseptik. Pertahankan integritas kulit. Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi. Ajarkan pasien/keluarga tanda-tanda infeksi. Batasi pengunjung jika diperlukan. Lakukan pengelolaan sekresi dan sputum dengan benar.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0030
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Status nutrisi membaik.
Kode SIKI: I.01202
Deskripsi : Kaji status nutrisi (intake, berat badan, laboratorium albumin). Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan protein, dengan pertimbangan gagal ginjal (ureum 233.7, kreatinin 6.64). Berikan diet sesuai toleransi dan kondisi neurologis (risiko disfagia). Pantau intake dan output. Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan. Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering. Kolaborasi pemberian nutrisi enteral/parenteral jika diperlukan. Ajarkan pasien/keluarga pentingnya nutrisi yang sesuai.
Article No. 24634 | 29 Mar 2026
Klinis : Os mengeluhkan lemas badan dan tidak masuk makan sejak 2 minggu. Satu hari hanya masuk sekitar 3 sendok, sehingga BAB dan BAK juga jarang
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Keadaan dinamis dimana individu berisiko mengalami asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : SLKI L.03113 berfokus pada pemantauan dan pencegahan ketidakseimbangan nutrisi. Intervensi keperawatan dalam SLKI ini mencakup pengkajian komprehensif terhadap asupan makanan dan cairan pasien, termasuk jumlah, jenis, dan frekuensi. Perawat akan memantau tanda-tanda klinis malnutrisi seperti penurunan berat badan, kelemahan otot, penurunan massa lemak subkutan, dan perubahan kondisi kulit serta rambut. Selain itu, perawat berperan dalam mengidentifikasi faktor penyebab atau yang memperberat kondisi, seperti anoreksia, mual, kesulitan menelan, faktor psikologis (depresi, kesedihan), atau masalah ekonomi. SLKI ini juga mencakup kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan nutrisi spesifik pasien, serta edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi dan strategi untuk meningkatkan asupan makanan. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya defisit nutrisi yang lebih parah dengan deteksi dini dan intervensi yang tepat.
Kode SIKI: I.11234
Deskripsi : SIKI I.11234 merupakan serangkaian tindakan keperawatan langsung untuk mengatasi risiko ketidakseimbangan nutrisi. Tindakan-tindakan ini dimulai dengan pengkajian mendetail, termasuk menimbang berat badan pasien, mengukur indeks massa tubuh (IMT), dan melakukan pengkajian antropometri lainnya. Perawat akan mendokumentasikan asupan makanan dan cairan secara akurat (catatan intake-output). Tindakan penting termasuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan bebas bau untuk merangsang nafsu makan, membantu pasien dalam kebersihan mulut sebelum dan sesudah makan, serta menata presentasi makanan agar menarik. Perawat dapat membantu pasien memilih makanan dengan nilai gizi tinggi dalam porsi kecil namun sering, sesuai toleransi. Jika diperlukan, perawat akan membantu proses pemberian makan dengan teknik yang tepat untuk mencegah aspirasi. Tindakan kolaboratif seperti pemberian suplemen nutrisi oral (SNO) sesuai resep, konsultasi gizi, dan manajemen penyebab dasar (misalnya, mengatasi mual dengan obat antiemetik sesuai resep) juga merupakan bagian dari SIKI ini. Monitoring ketat terhadap respons pasien terhadap intervensi, seperti perubahan berat badan, peningkatan kekuatan, dan peningkatan asupan, dilakukan untuk mengevaluasi keberhasilan intervensi.
Article No. 24635 | 29 Mar 2026
Klinis : Pengkajian dilakukan pada hari Rabu, 27 Desember 2023 dengan status obstetri G4P0A3 dengan diagnosis medis post sectio caesarea atas indikasi ketuban pecah dini (KPD). Pasien datang ke RSUD Waled pada tanggal 27 Desember 2023 pukul 07.10 WIB melalui IGD dengan kondisi ketuban telah pecah sebelum adanya tanda-tanda persalinan. Adapun ciri-ciri ketuban pecah dini yang ditemukan pada pasien yaitu keluarnya cairan dari jalan lahir secara tiba-tiba, berwarna jernih, tidak berbau, tidak dapat ditahan, serta belum disertai kontraksi uterus yang adekuat. Selanjutnya pasien dipantau di ruang tindakan dan kemudian dipindahkan ke ruang persalinan untuk pemeriksaan lanjutan. Setelah dilakukan observasi selama kurang lebih 6 jam, tidak terdapat kemajuan persalinan yang adekuat. Berdasarkan kondisi tersebut, dokter merekomendasikan tindakan persalinan dengan sectio caesarea. Pasien kemudian dijadwalkan operasi pada tanggal 27 Desember 2023 pukul 14.05 WIB. Ny. A menjalani persalinan secara sectio caesarea dan melahirkan bayi dengan berat badan 3600 gram dalam keadaan sehat. HPHT pada tanggal 29 Maret 2023 dan HPL tanggal 3 Januari 2024. Klien tidak menderita penyakit menurun ataupun penyakit menular, pasien juga mengatakan memiliki alergi sefalosprin, penicilin, nsaid. Pada masalah kehamilan pasien mengatakan mengalami mual, muntah, pusing dan nafsu makan menurun pada saat trimester 1 sampai trimester 2. Klien juga mengatakan sering buanga air kecil (BAK) pada trimester 3. Klien datang ke RSUD Waled karena klien mengalami Ketuban Pecah Dini (KPD) pada hari Rabu tanggal 27 Desember 2023 pukul 06.30 WIB. Riwayat Menstruasi, menarche pada umur 13 tahun, siklus menstruasi 29 hari, lama menstruasi biasanya 7 hari, tidak mengalami gangguan saat menstruasi. Untuk riwayat KB pasien mengatakan tidak ada karena ini pasien menantikan kehadiran anaknya, untuk rencana KB pasien mengatakan KB suntik. Pengkajian kebutuhan khusus, oksigenasi, klien mengatakan tidak ada keluhan sesak nafas. Nutrisi, asupan makanan ibu: pasien mengatakan makan nasi, sayur, serta lauk dari rumah sakit dan habis satu porsi. Nafsu makan: pasien mengatakan nafsu makan sedikit meningkat. Tidak ada makanan pantangan. Cairan, pasien mengatakan setelah post operasi pasien minum air mineral 600 ml sehari dengan tiduran menggunakan sedotan. Eliminasi, tidak ada keluhan keringan berlebih, pasien terpasang kateter untuk BAK, pasien mengatakan belum BAB setelah persalinan. Pemeriksaan fisik meliputi tanda-tanda vital yaitu tekanan darah 116/78 mmHg, suhu 36,3°C, nadi 105 x/menit, dan respirasi 20 x/menit, dengan keadaan umum klien compos mentis. Pada sistem reproduksi ditemukan data yang mendukung kasus ketuban pecah dini (KPD), yaitu adanya riwayat keluarnya cairan dari jalan lahir sebelum proses persalinan dimulai, cairan berwarna jernih, tidak berbau menyengat, dan tidak dapat ditahan. Saat pengkajian awal juga tidak ditemukan kontraksi uterus yang adekuat, sehingga menunjukkan ketuban pecah sebelum inpartu. Kepala mesosefal, rambut bersih, tidak ada ketombe, berwarna hitam dan panjang. Leher simetris, tidak ada benjolan, dan tidak terdapat lesi. Payudara simetris, tidak ada benjolan, teraba keras, puting dan areola berwarna hitam kecoklatan, ASI belum keluar. Pembesaran payudara disebabkan oleh persiapan laktasi. Abdomen dalam keadaan baik, tinggi fundus uteri 2 jari di bawah pusat, posisi fundus uteri berada di tengah, dengan kontraksi uterus baik. Genetalia didapatkan lokia ±120 cc, warna merah kecoklatan, konsistensi cair disertai gumpalan (seperti darah haid), dengan bau amis normal. Perineum utuh, dengan penilaian REEDA: kemerahan ada, edema tidak ada, ekimosis tidak ada, dan tidak terdapat discharge abnormal. Ekstremitas tidak terdapat varises.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons tubuh terhadap patogen.
Kode SLKI: 0800
Deskripsi : Pengendalian Risiko Infeksi: Tindakan keperawatan untuk meminimalkan risiko infeksi dan penyebaran organisme patogen.
Kode SIKI: 3520
Deskripsi : Manajemen Luka: Meminimalkan komplikasi dan meningkatkan penyembuhan luka.
Kondisi: Nyeri Akut
<Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: 1400
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan keperawatan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi.
Kode SIKI: 6540
Deskripsi : Manajemen Analgesik: Pemberian obat untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri.
Kondisi: Risiko Perdarahan
Kode SDKI: 0020
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami kehilangan darah dalam jumlah yang dapat mengganggu kesehatan.
Kode SLKI: 1816
Deskripsi : Pengendalian Perdarahan: Tindakan untuk membatasi atau menghentikan perdarahan.
Kode SIKI: 4150
Deskripsi : Pemantauan Tanda Vital: Pengumpulan dan analisis data kardiovaskular, pernapasan, dan suhu tubuh untuk menentukan dan mencegah komplikasi.
Kondisi: Gangguan Eliminasi Urine
Kode SDKI: 0012
Deskripsi Singkat: Gangguan fungsi berkemih.
Kode SLKI: 0610
Deskripsi : Manajemen Eliminasi Urine: Pemeliharaan fungsi berkemih yang optimal.
Kode SIKI: 0580
Deskripsi : Manajemen Kateter Urine: Perawatan pasien dengan kateter urine tetap.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 0014
Deskripsi Singkat: Perasaan tidak nyaman atau ancaman samar-samar yang berasal dari antisipasi bahaya, sumbernya sebagian besar tidak diketahui atau tidak dikenali.
Kode SLKI: 1910
Deskripsi : Pengurangan Ansietas: Meminimalkan rasa khawatir, takut, gelisah yang dialami oleh individu atau kelompok mengenai suatu ancaman yang tidak diketahui atau tidak jelas.
Kode SIKI: 5270
Deskripsi : Dukungan Emosional: Memberikan kepastian, penerimaan, dan dorongan pada saat-saat stres.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435