Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 3147 | 22 Oct 2024
Klinis : Seorang perempuan Ny. T berusia 35 tahun CKD stg V dengan riwayat pemasangan CAPD tiga tahun yang lalu, datang ke poli CAPD menggunakan kursi roda, keadaan umum lemah dengan keluhan keluaran cairan tidak lancar sejak 3 hari yang lalu. Klien mengeluh sesak, odema ekstremitas bawah derajat 2, TD 140/90 mmHg, HR 86x/mnt, RR 24x/mnt, Suhu 36,8 ˚C, BB 62 kg, TB 155 cm. Hasil pemeriksaan BNO tampak ujung tenckhof cateter migrasi ke arah diafragma, nyeri dirasakan ketika cairan dimasukan tetapi tidak mengganggu aktifitas. Klien rutin melakukan pergantian cairan dianeal 4x/hari (1,5% - 1,5% - 1,5% - 2,5%). Dilakukan pergantian cairan dengan dialisat 2,5%, volume keluar 1100 ml (30 menit), volume masuk 2000 ml (10 menit), warna cairan kuning jernih, tidak tampak fibrin, tidak tampak kemerahan pada luka exit site.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Assalamualaikum, Ny. T. Berdasarkan kondisi yang Anda sampaikan, berikut adalah diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan:
1. Kelebihan volume cairan yang berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi cairan.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Definisi: Kondisi saat terdapat peningkatan cairan yang melebihi kebutuhan tubuh.
- Etiologi: Gangguan mekanisme regulasi cairan, asupan cairan melebihi output.
- Karakteristik Klinis: Edema, sesak napas, dan peningkatan berat badan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan: Keseimbangan cairan, tidak ada tanda-tanda kelebihan volume cairan.
- Kriteria Hasil: Tanda-tanda vital normal, tidak ada edema, berat badan stabil, dan tidak ada sesak napas.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi Keperawatan: Pemantauan masukan dan pengeluaran cairan, pembatasan asupan cairan, pemberian diuretik, dan edukasi pengendalian cairan.
- Rasional: Untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan mencegah komplikasi akibat kelebihan cairan.
Nyonya T, saya harap penjelasan ini dapat membantu Anda memahami kondisi kesehatan saat ini. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu untuk menanyakannya. Semoga lekas sembuh dan terbebas dari keluhan. Wassalamualaikum. -
Article No. 3148 | 22 Oct 2024
Klinis : Seorang laki-laki 47 tahun, dirawat di unit penyakit dalam, klien masuk melalui UGD dengan riwayat 1 hari yang lalu mengalami nyeri dada hebat di sebelah kiri, seperti tertekan dan keringat dingin. Klien mengalami keluhan itu dalam perjalanan menuju ke kantor. Klien dianjurkan dirawat di ICU, tetapi klien dan keluarga menolak dengan alasan keberatan biaya. Hasil pengkajian, keadaan umum tampak sakit sedang kesadaran compos mentis, tampak terbaring lemah di tempat tidur terpasang oksigen 3l/mt, infuse asering di lengan kiri. Hasil rekaman jantung sinus ritme dengan ST depresi di lead II, III dan aVF. N/HR = 88x / menit, Terapi yang didapatkan Nitrogliceryn SL. Saat ini, keluhan nyeri dada masih hilang timbul dengan intensitas 3-4, Obsv TTV= TD=130/90mmHg N/HR=88x/mnt. Diagnosa medik ACS: NSTEMI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan kondisi yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan infark miokard
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Nyeri akut: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang digambarkan dalam istilah tersebut (International Association for the Study of Pain).
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kontrol Nyeri: Hasil yang diharapkan adalah klien dapat mengontrol nyeri yang dialami.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Manajemen Nyeri: Tindakan yang dilakukan untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan nyeri yang dialami klien.
Penjelasan Singkat:
Klien mengalami nyeri dada yang merupakan gejala khas dari Sindrom Koroner Akut (ACS) yang termasuk dalam NSTEMI (Non-ST Elevation Myocardial Infarction). Nyeri dada yang dirasakan klien disebabkan oleh infark miokard akibat penyumbatan aliran darah ke jantung. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah "Nyeri akut berhubungan dengan infark miokard".
Tujuan keperawatan adalah klien dapat mengontrol nyeri yang dialami, sehingga intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah manajemen nyeri, seperti pemberian analgesik, terapi oksigen, istirahat, dan teknik relaksasi. -
Article No. 3149 | 22 Oct 2024
Klinis : Seorang laki-laki 47 tahun, dirawat di unit penyakit dalam, klien masuk melalui UGD dengan riwayat 1 hari yang lalu mengalami nyeri dada hebat di sebelah kiri, seperti tertekan dan keringat dingin. Klien mengalami keluhan itu dalam perjalanan menuju ke kantor. Klien dianjurkan dirawat di ICU, tetapi klien dan keluarga menolak dengan alasan keberatan biaya. Hasil pengkajian, keadaan umum tampak sakit sedang kesadaran compos mentis, tampak terbaring lemah di tempat tidur terpasang oksigen 3l/mt, infuse asering di lengan kiri. Hasil rekaman jantung sinus ritme dengan ST depresi di lead II, III dan aVF. N/HR = 88x / menit, Terapi yang didapatkan Nitrogliceryn SL. Saat ini, keluhan nyeri dada masih hilang timbul dengan intensitas 3-4, Obsv TTV= TD=130/90mmHg N/HR=88x/mnt. Diagnosa medik ACS: NSTEMI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Dengan memperhatikan kondisi klien yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat berdasarkan SDKI (Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan proses penyakit (ACS: NSTEMI)
Penjelasan:
- SDKI: Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau dijelaskan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain, 1979).
- SLKI: Pasien dapat melaporkan nyeri terkontrol, mendemonstrasikan perilaku yang menunjukkan nyeri berkurang, dan menunjukkan tanda-tanda vital dalam rentang normal.
- SIKI: Intervensi yang dapat diberikan adalah manajemen nyeri, termasuk pemberian obat-obatan (seperti nitrat sublingual) untuk mengurangi nyeri dada serta observasi tanda-tanda vital dan respon terhadap terapi. -
Article No. 3150 | 22 Oct 2024
Klinis : Seorang laki-laki 47 tahun, dirawat di unit penyakit dalam, klien masuk melalui UGD dengan riwayat 1 hari yang lalu mengalami nyeri dada hebat di sebelah kiri, seperti tertekan dan keringat dingin. Klien mengalami keluhan itu dalam perjalanan menuju ke kantor. Klien dianjurkan dirawat di ICU, tetapi klien dan keluarga menolak dengan alasan keberatan biaya. Hasil pengkajian, keadaan umum tampak sakit sedang kesadaran compos mentis, tampak terbaring lemah di tempat tidur terpasang oksigen 3l/mt, infuse asering di lengan kiri. Hasil rekaman jantung sinus ritme dengan ST depresi di lead II, III dan aVF. N/HR = 88x / menit, Terapi yang didapatkan Nitrogliceryn SL. Saat ini, keluhan nyeri dada masih hilang timbul dengan intensitas 3-4, Obsv TTV= TD=130/90mmHg N/HR=88x/mnt. Diagnosa medik ACS: NSTEMI
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan informasi yang diberikan, saya dapat memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi klien tersebut.
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri akut berhubungan dengan sindrom koroner akut (ACS: NSTEMI) sebagaimana ditunjukkan oleh nyeri dada hebat yang dirasakan klien.
Penjelasan Singkat:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Nyeri akut: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dijelaskan dalam istilah tersebut (nyeri)
- Berhubungan dengan: Sindrom koroner akut (ACS: NSTEMI) yang menyebabkan kerusakan jantung dan memicu nyeri dada.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Kontrol nyeri: Kemampuan individu untuk mengendalikan rasa nyeri yang dirasakan.
- Toleransi aktivitas: Kemampuan individu untuk melakukan aktivitas tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen nyeri: Tindakan yang dilakukan untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan nyeri yang dirasakan klien.
- Manajemen aktivitas: Tindakan yang dilakukan untuk mempertahankan atau meningkatkan tingkat aktivitas klien.
Dengan demikian, perawat perlu melakukan intervensi keperawatan yang sesuai untuk mengelola nyeri akut yang dialami klien serta memantau dan mempertahankan toleransi aktivitasnya, dengan mempertimbangkan kondisi klien dan terapi medis yang sedang diberikan. -
Article No. 3151 | 22 Oct 2024
Klinis : Dari pemeriksaan fisik dan tanda-tanda vital didapatkan data obyektif yang meliputi: Kondisi umum: tampak lemah dan letih Tekanan darah: 100/70 mmHg Suhu tubuh: 39°C Frekuensi nadi: 90 kali per menit Frekuensi napas: 22 kali per menit Skala nyeri : 4 Bintik-bintik merah (ptekie) terlihat pada kulit ektremitas bagian bawah dan atas Turgor kulit menunjukkan tanda dehidrasi ringan Mata terlihat sedikit cekung, indikasi dehidrasi.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data objektif yang diperoleh, pasien mengalami kondisi yang mengarah pada diagnosa keperawatan Hipertermia. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai diagnosa keperawatan, definisi, kriteria diagnostik, dan intervensi keperawatan berdasarkan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
Diagnosa Keperawatan: Hipertermia
Definisi: Peningkatan suhu tubuh di atas normal, yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk mengatur suhu.
Kriteria Diagnostik (SDKI):
- Suhu tubuh > 38°C
- Frekuensi napas meningkat
- Kulit terasa panas
- Perubahan tingkat kesadaran
- Bintik-bintik merah (ptekie) pada kulit
- Turgor kulit menurun
- Mata terlihat sedikit cekung
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Manajemen Suhu
- Observasi suhu tubuh secara berkala
- Kompres hangat/dingin sesuai indikasi
- Berikan cairan oral/intravena sesuai kebutuhan
2. Manajemen Hipertermia
- Identifikasi penyebab dan faktor risiko hipertermia
- Berikan antipiretik sesuai indikasi
- Keringkan kulit dan kenakan pakaian yang nyaman
3. Edukasi Kesehatan
- Jelaskan penyebab, tanda, dan gejala hipertermia
- Ajarkan teknik pengukuran suhu dan pelaporan hasil
- Diskusikan strategi untuk mencegah atau mengatasi hipertermia
Hasil Keperawatan (SLKI):
1. Suhu Tubuh: Suhu tubuh menunjukkan penurunan
2. Hipertermia: Gejala hipertermia menurun
3. Pengetahuan Pasien: Pasien dapat menjelaskan ulang informasi yang diberikan terkait hipertermia -
Article No. 3152 | 22 Oct 2024
Klinis : gds 415
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan:
Hiperglisemia
Penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Hiperglisemia adalah peningkatan kadar glukosa darah melebihi nilai normal. Gejala yang mungkin timbul antara lain poliuria, polidipsi, polifagia, serta penurunan berat badan.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Luaran yang diharapkan pada pasien dengan hiperglisemia adalah pasien dapat mempertahankan kadar glukosa darah dalam batas normal, pasien tidak menunjukkan tanda-tanda komplikasi, serta pasien mampu memodifikasi gaya hidup untuk mengontrol kadar glukosa darah.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan antara lain pemantauan kadar glukosa darah, pemberian insulin sesuai kebutuhan, edukasi terkait manajemen diet dan aktivitas fisik, serta kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk mencapai hasil yang optimal.
Dengan kondisi GDS 415 mg/dL, pasien membutuhkan intervensi segera untuk mengatasi hiperglisemia dan mencegah komplikasi yang dapat terjadi. Peran perawat sangat penting dalam memantau, mengelola, serta mengedukasi pasien dalam mengendalikan kadar glukosa darah. -
Article No. 3153 | 22 Oct 2024
Klinis : klien masuk melalui UGD dengan riwayat 1 hari yang lalu mengalami nyeri dada hebat di sebelah kiri, seperti tertekan dan keringat dingin. Klien mengalami keluhan itu dalam perjalanan menuju ke kantor. Klien dianjurkan dirawat di ICU, tetapi klien dan keluarga menolak dengan alasan keberatan biaya. Hasil pengkajian, keadaan umum tampak sakit sedang kesadaran compos mentis, tampak terbaring lemah di tempat tidur terpasang oksigen 3l/mt, infuse asering di lengan kiri. Hasil rekaman jantung sinus ritme dengan ST depresi di lead II, III dan aVF. N/HR = 88x / menit, Terapi yang didapatkan Nitrogliceryn SL. Saat ini, keluhan nyeri dada masih hilang timbul dengan intensitas 3-4, Obsv TTV= TD=130/90mmHg N/HR=88x/mnt. Diagnosa medik ACS: NSTEMI buatlah 2 diagnosa
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan memperhatikan informasi yang diberikan, berikut adalah kode ICD-10 dan ICD-9-CM untuk kondisi klien tersebut:
1. Kode ICD-10:
- Kode: I21.4
- Deskripsi: Infark miokard akut tanpa elevasi segmen ST (NSTEMI)
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 99.21
- Deskripsi: Pemberian nitrogliserin intravena
Penjelasan:
Berdasarkan keluhan klien yang mengalami nyeri dada hebat, disertai gejala seperti rasa tertekan di dada dan keringat dingin, serta hasil rekaman jantung yang menunjukkan depresi segmen ST di lead II, III, dan aVF, diagnosis yang sesuai adalah Infark Miokard Akut tanpa Elevasi Segmen ST (NSTEMI). Hal ini dikarenakan adanya iskemia miokard (penurunan aliran darah ke jantung) yang tidak menyebabkan kerusakan miokard yang lengkap.
Terapi yang diberikan berupa nitrogliserin sublingual sesuai dengan kode ICD-9-CM 99.21 untuk pemberian nitrogliserin intravena. Nitrogliserin berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah, menurunkan afterload, dan mengurangi rasa nyeri dada.
Meskipun disarankan untuk dirawat di ICU, klien dan keluarga menolak karena alasan biaya. Hal ini perlu diperhatikan oleh tenaga kesehatan untuk mempertimbangkan alternatif perawatan yang dapat dilakukan di luar ICU, namun tetap memperhatikan kondisi klien dan risiko yang mungkin terjadi. -
Article No. 3154 | 22 Oct 2024
Klinis : klien masuk melalui UGD dengan riwayat 1 hari yang lalu mengalami nyeri dada hebat di sebelah kiri, seperti tertekan dan keringat dingin. Klien mengalami keluhan itu dalam perjalanan menuju ke kantor. Klien dianjurkan dirawat di ICU, tetapi klien dan keluarga menolak dengan alasan keberatan biaya. Hasil pengkajian, keadaan umum tampak sakit sedang kesadaran compos mentis, tampak terbaring lemah di tempat tidur terpasang oksigen 3l/mt, infuse asering di lengan kiri. Hasil rekaman jantung sinus ritme dengan ST depresi di lead II, III dan aVF. N/HR = 88x / menit, Terapi yang didapatkan Nitrogliceryn SL. Saat ini, keluhan nyeri dada masih hilang timbul dengan intensitas 3-4, Obsv TTV= TD=130/90mmHg N/HR=88x/mnt. Diagnosa medik ACS: NSTEMI buatlah 2 diagnosa
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat, saya akan memberikan dua diagnosa keperawatan untuk klien ini berdasarkan Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang dikeluarkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
1. Diagnosa Keperawatan: Nyeri Akut
- SDKI: Nyeri akut didefinisikan sebagai pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau yang dijelaskan dalam istilah tersebut (nyeri).
- SLKI: Luaran yang diharapkan meliputi klien dapat melaporkan penurunan intensitas nyeri, klien dapat mendemonstrasikan teknik manajemen nyeri yang efektif, dan klien dapat menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi manajemen nyeri, pemberian analgesik, dan pemberian oksigen.
2. Diagnosa Keperawatan: Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Intoleransi aktivitas didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin yang diinginkan akibat keterbatasan fisik dan/atau psikologis.
- SLKI: Luaran yang diharapkan meliputi klien dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan bantuan minimal, klien dapat melaporkan peningkatan toleransi terhadap aktivitas, dan klien dapat menunjukkan tanda-tanda vital dalam batas normal saat melakukan aktivitas.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi manajemen aktivitas, pemberian oksigen, dan pemberian terapi untuk mengatasi gejala.
Berdasarkan kondisi klien yang dipaparkan, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah nyeri akut dan intoleransi aktivitas. Klien mengalami nyeri dada yang hebat dan terbaring lemah, sehingga memerlukan intervensi keperawatan untuk mengatasi nyeri serta memfasilitasi peningkatan toleransi aktivitas. -
Article No. 3155 | 22 Oct 2024
Klinis : covid 19
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat terkait standar SDKI, SLKI, dan SIKI untuk kondisi pasien dengan COVID-19.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ventilasi Tidak Efektif berhubungan dengan Sindrom Gangguan Pernapasan Akut (ARDS) terkait COVID-19.
2. Risiko Infeksi berhubungan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Terganggu terkait COVID-19.
3. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan Kelemahan Fisik terkait COVID-19.
Penjelasan Singkat:
1. Ventilasi Tidak Efektif:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Pertukaran gas yang tidak adekuat antara alveoli dan kapiler.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Ventilasi paru-paru yang adekuat.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Manajemen Jalan Napas, Terapi Oksigen, Manajemen Ventilasi Mekanik.
2. Risiko Infeksi:
- SDKI: Rentan terhadap invasi dan proliferasi organisme patogen.
- SLKI: Bebas dari infeksi.
- SIKI: Pencegahan Infeksi, Manajemen Infeksi, Pencegahan Komplikasi.
3. Intoleransi Aktivitas:
- SDKI: Ketidakmampuan untuk melakukan atau menyelesaikan aktivitas rutin.
- SLKI: Kemampuan melakukan aktivitas rutin.
- SIKI: Manajemen Energi, Peningkatan Mobilitas, Terapi Latihan.
Standar SDKI, SLKI, dan SIKI yang diterbitkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) merupakan panduan komprehensif bagi perawat dalam proses asuhan keperawatan, mulai dari diagnosis, luaran, hingga intervensi yang dapat diterapkan dalam penanganan pasien dengan kondisi COVID-19. -
Article No. 3156 | 22 Oct 2024
Klinis : cairan elektrolit dan nutrisi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi cairan, elektrolit, dan nutrisi.
Diagnosa Keperawatan:
Ketidakseimbangan Cairan dan Elektrolit
Definisi:
Ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan cairan, elektrolit, dan mineral yang dapat menyebabkan komplikasi bagi pasien.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Karakteristik Utama:
- Perubahan nilai laboratorium cairan dan elektrolit
- Perubahan status hidrasi
- Perubahan volume cairan tubuh
Faktor Risiko:
- Penurunan asupan cairan dan elektrolit
- Peningkatan kehilangan cairan dan elektrolit
- Ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan cairan dan elektrolit
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Keseimbangan Cairan
- Keseimbangan Elektrolit
- Status Hidrasi
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Pemantauan Cairan dan Elektrolit
- Manajemen Cairan
- Manajemen Gangguan Keseimbangan Elektrolit
Sebagai perawat, kami akan melakukan assessment menyeluruh, memantau tanda-tanda vital, hasil laboratorium, dan mengevaluasi asupan dan pengeluaran cairan pasien. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memberikan cairan dan elektrolit sesuai kebutuhan, serta edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.