Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24960 | 08 Apr 2026
Klinis : Pasien datang dengan penurunan kesadaran + sejak jam 15.00, sesak nafas + KU Lemah, koma, stress ulcer GCS E1V1M1 TD 143/90 mmHg HR 111 x/mnt RR 28 x/mnt S 36,5 C SPO2 93 % Status Generalis: Mata: CA -/-, SI -/- Leher: PKGB -/- Thorax: simetris, retraksi (-) Paru: SDV + / SDV + , RBK+/+ min, wh-/-, S1-S2reg Abdomen: supel, BU (+) dbn, nyeri tekan epigastrium (-) Genitalia : Tidak ada kelainan, luka dikubictus di sacrum Extremitas: Akral hangat +/+, CRT <2detik, edema -/- Status Neurologis Sensorik sulit dievaluasi Kekuatan motorik sulit dievaluasi Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-/-//-/-) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) LAB RSSP 6/4/26 Hemoglobin : 14.41 g/dL Lekosit : 23.28 ribu/µL Trombosit : 235 ribu/µL Neutrofil : 94.9 % Limfosit : 1.6 % Natrium (Na) : 106 mmol/L Kalium (K) : 4.5 mmol/L Chlorida (Cl) : 70 mmol/L Calsium (Ca2+) : 0.9 mmol/L pH : 7.64 Glukosa Darah Sewaktu : 141 mg/dL Ureum : 242.2 mg/dL Kreatinin : 2.64 mg/dL SGOT 65 SGPT 35 Rontgen 07/04 Kesan : - Pneumonia bilateral - Besar cor normal Ct scan 07/04 Kesan : - Infark cerebri di pons - Atrofi cerebri - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Koma) dan Gangguan Pertukaran Gas terkait Infark Serebri dan Pneumonia
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi jaringan otak adalah keadaan dimana seorang individu berisiko mengalami penurunan nutrisi dan oksigenasi pada jaringan otak akibat gangguan sirkulasi darah. Pada kasus ini, kondisi ini telah bermanifestasi menjadi penurunan perfusi yang aktual, ditandai dengan penurunan kesadaran hingga koma (GCS E1V1M1) akibat infark di pons yang terkonfirmasi CT scan. Infark (stroke iskemik) menyebabkan obstruksi aliran darah ke bagian otak tertentu, mengakibatkan nekrosis jaringan dan disfungsi neurologis yang berat. Risiko ini diperberat oleh adanya gangguan elektrolit berat (hiponatremia dan hipokloremia) yang dapat memperburuk edema serebral dan status neurologis. Defisit utama adalah gangguan pada fungsi neurologis sentral yang mengancam jiwa.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima (meskipun pada pasien ini TD dan HR masih tinggi, targetnya adalah stabilisasi); 2) Tidak ada deteriorasi lebih lanjut pada status neurologis (GCS tidak turun); 3) Nilai elektrolit serum (terutama Natrium) menunjukkan perbaikan menuju rentang normal; 4) Tidak terjadi komplikasi lebih lanjut seperti herniasi batang otak. Perawat akan memantau GCS secara ketat, mengevaluasi pupil, memantau tanda-tanda vital dan status pernapasan, serta mengelola pemberian cairan dan elektrolit sesuai resep untuk mengoreksi ketidakseimbangan secara perlahan dan aman. Pemantauan output urin dan fungsi ginjal juga penting mengingat nilai ureum dan kreatinin yang meningkat.
Kode SIKI: I.08049
Deskripsi : Manajemen Perfusi Serebral. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Mempertahankan jalan napas paten dan memastikan oksigenasi yang adekuat (dengan oksigen tambahan atau alat bantu napas jika diperlukan, mengingat SPO2 93% dan sesak napas). 2) Memonitor status neurologis secara ketat dan berkelanjutan menggunakan skala GCS setiap jam atau sesuai protokol. 3) Memposisikan kepala tempat tidur 30 derajat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial. 4) Menghindari manipulasi leher yang dapat mengganggu aliran darah serebral. 5) Meminimalkan stimulasi (suara, cahaya) yang tidak perlu untuk mencegah peningkatan tekanan intrakranial. 6) Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit, khususnya Natrium, dengan ketat. Pemberian cairan hipertonik (seperti NaCl 3%) mungkin diperlukan di bawah pengawasan ketat untuk mengoreksi hiponatremia berat secara bertahap. 7) Berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi medis seperti antikoagulan/antiplatelet (jika indikasi), terapi elektrolit, dan antibiotik untuk pneumonia yang mendasari. 8) Melakukan perawatan kulit yang intensif (mengubah posisi, menggunakan alas anti dekubitus) untuk mencegah luka tekan lebih lanjut pada sakrum.
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas terkait Pneumonia Bilateral
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah keadaan dimana seorang individu mengalami kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler. Pada pasien ini, gangguan ini dimanifestasikan oleh sesak napas (+), frekuensi napas meningkat (28x/menit), saturasi oksigen rendah (93%), dan temuan radiologis pneumonia bilateral. Pneumonia menyebabkan konsolidasi dan pengisian alveolus oleh eksudat, sehingga mengurangi luas permukaan untuk pertukaran gas. Kondisi ini diperparah oleh status neurologis pasien yang koma, yang menyebabkan refleks batuk tidak efektif, risiko aspirasi, dan ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi jalan napas. Defisit utama adalah hipoksemia yang dapat memperburuk kerusakan neurologis dan memicu kegagalan multi organ.
Kode SLKI: L.03023
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Saturasi oksigen (SPO2) ≥95% dengan bantuan oksigen yang sesuai. 2) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal (16-20x/menit) dengan usaha napas yang tidak berat. 3) Suara napas tambahan (ronki basah halus) berkurang atau hilang. 4) Hasil analisis gas darah menunjukkan nilai dalam rentang normal (pH 7.35-7.45, PaO2 >80 mmHg, PaCO2 35-45 mmHg). 5) Tidak ada tanda sianosis. Perawat akan mengevaluasi parameter pernapasan, warna kulit, dan status oksigenasi secara berkala untuk mencapai tujuan ini.
Kode SIKI: I.09007
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Memastikan jalan napas paten, mungkin memerlukan pemasangan airway atau intubasi endotrakeal jika ada tanda gagal napas. 2) Memberikan terapi oksigen sesuai kebutuhan dan resep untuk mempertahankan SPO2 >95%. 3) Melakukan fisioterapi dada (seperti postural drainage dan perkusi) dengan hati-hati sesuai kondisi pasien yang tidak sadar dan adanya infark serebri. 4) Melakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas secara steril dan tepat indikasi untuk membersihkan sekresi. 5) Memposisikan pasien dengan posisi semi-fowler atau miring untuk memaksimalkan ekspansi paru dan memudahkan drainase sekresi. 6) Memonitor status pernapasan (irama, kedalaman, usaha) dan auskultasi suara napas setiap jam atau sesuai kebutuhan. 7) Berkolaborasi dalam pemberian antibiotik spektrum luas sesuai hasil kultur dahak dan sensitivitas untuk mengatasi infeksi pneumonia. 8) Memantau analisis gas darah secara berkala untuk menilai efektivitas terapi.
Kondisi: Risiko Infeksi dan Ketidakseimbangan Nutrisi terkait Status Imun dan Stress Ulcer
Kode SDKI: D.0128
Deskripsi Singkat: Risiko infeksi adalah keadaan dimana seorang individu berisiko mengalami invasi oleh patogen patogen. Pada pasien ini, risiko ini sangat tinggi ditandai dengan: 1) Leukositosis tinggi (23.28 ribu/µL) dengan neutrofil dominan (94.9%), yang mengindikasikan infeksi bakteri aktif (pneumonia). 2) Adanya luka dekubitus di sakrum yang merupakan port de entri bagi mikroorganisme. 3) Status imunodepresi relatif ditunjukkan oleh limfopenia berat (1.6%). 4) Pasien koma dengan pemasangan alat invasif (seperti infus, mungkin kateter urine) meningkatkan risiko infeksi nosokomial. Selain itu, kondisi kritis dan stress ulcer berisiko menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi. Defisit utama adalah gangguan pada mekanisme pertahanan tubuh dan integritas kulit.
Kode SLKI: L.03132
Deskripsi : Risiko infeksi berkurang. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Tanda-tanda infeksi (demam, leukositosis) menunjukkan perbaikan. 2) Luka dekubitus menunjukkan tanda penyembuhan (kering, granulasi, tidak ada pus). 3) Tidak muncul infeksi baru atau sepsis. 4) Nilai laboratorium (leukosit, neutrofil, limfosit) bergerak menuju rentang normal. Perawat akan memantau tanda-tanda vital, kondisi luka, dan hasil laboratorium untuk mengevaluasi kriteria ini.
Kode SIKI: I.11282
Deskripsi : Manajemen Infeksi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Menerapkan prinsip aseptik dan antiseptik ketat dalam semua prosedur invasif dan perawatan luka. 2) Melakukan perawatan luka dekubitus secara teratur dengan teknik steril, menggunakan balutan yang sesuai. 3) Mengubah posisi pasien setiap 2 jam secara terjadwal untuk mengurangi tekanan dan memperbaiki sirkulasi area luka. 4) Memantau tanda-tanda sistemik infeksi (suhu, leukosit) dan lokal (kemerahan, bengkak, nyeri, pus pada luka). 5) Berkolaborasi dalam pemberian antibiotik sesuai program dan evaluasi respons terapi. 6) Meningkatkan pertahanan host dengan memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi, baik secara enteral (melalui NGT) maupun parenteral jika diperlukan. 7) Memberikan profilaksis stress ulcer (seperti PPI/ H2 blocker sesuai resep) untuk mencegah perdarahan saluran cerna. 8) Mencuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien merupakan intervensi fundamental.
-
Article No. 24961 | 08 Apr 2026
Klinis : Pasien dgn ca rectum post kemo terapi dan post radioterapi,nyeri saat bab ada penurunan bb
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Mengontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Menyatakan nyeri terkontrol. 2) Mengenali faktor penyebab. 3) Mengenali onset nyeri. 4) Menggunakan terapi farmakologi sesuai indikasi. 5) Menggunakan terapi non farmakologi sesuai indikasi. 6) Mempertahankan aktivitas sesuai kemampuan. 7) Mempertahankan interaksi sosial. 8) Tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3410
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan keperawatan: 1) Monitor lokasi, karakteristik, durasi, faktor presipitasi, dan skala nyeri. 2) Kaji faktor yang memperberat dan meringankan nyeri. 3) Kaji pengalaman nyeri sebelumnya. 4) Kaji dampak nyeri terhadap aktivitas, tidur, nafsu makan, dan interaksi sosial. 5) Ajarkan penggunaan skala nyeri. 6) Berikan analgetik sesuai indikasi. 7) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai ketentuan. 8) Evaluasi efektivitas analgetik. 9) Anjurkan teknik non farmakologi (relaksasi, distraksi, kompres hangat/dingin). 10) Atur posisi untuk kenyamanan. 11) Dukung untuk beraktivitas sesuai toleransi. 12) Berikan informasi tentang nyeri dan penanganannya. 13) Fasilitasi dukungan spiritual.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: 1103
Deskripsi : Status Nutrisi. Kriteria hasil: 1) Asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan. 2) Berat badan dalam rentang normal. 3) Kadar albumin dalam rentang normal. 4) Kadar hemoglobin dalam rentang normal. 5) Tidak ada tanda malnutrisi (rambut rontok, kulit kering, iritabilitas). 6) Memiliki energi untuk beraktivitas.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Tindakan keperawatan: 1) Monitor asupan makanan dan cairan setiap hari. 2) Timbang berat badan secara teratur. 3) Kaji faktor penyebab penurunan asupan (mual, nyeri, anoreksia, mukositis). 4) Kaji tanda klinis malnutrisi. 5) Kolaborasi pemeriksaan laboratorium (albumin, hemoglobin). 6) Berikan diet tinggi kalori dan protein sesuai toleransi. 7) Berikan makanan dalam porsi kecil dan sering. 8) Ciptakan lingkungan makan yang nyaman. 9) Atur posisi yang nyaman saat makan. 10) Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan. 11) Kolaborasi pemberian suplemen nutrisi atau terapi medis. 12) Ajarkan pentingnya nutrisi untuk pemulihan dan melawan infeksi. 13) Rujuk ke ahli gizi.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0022
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko invasi oleh patogen.
Kode SLKI: 1501
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Kriteria hasil: 1) Tidak ada tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, pus). 2) Tanda vital dalam rentang normal. 3) Jumlah leukosit dalam rentang normal. 4) Melakukan perilaku pencegahan infeksi. 5) Luka bersih, kering, dan tidak kemerahan.
Kode SIKI: 6550
Deskripsi : Proteksi Infeksi. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda vital, khususnya suhu. 2) Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik/lokal. 3) Kaji faktor risiko (imunosupresi akibat kemoterapi, integritas kulit/mukosa). 4) Anjurkan dan lakukan cuci tangan. 5) Pertahankan teknik aseptik dalam prosedur. 6) Lakukan perawatan kulit dan area perianal dengan lembut dan bersih, terutama setelah BAB. 7) Anjurkan kebersihan diri. 8) Batasi pengunjung yang sakit. 9) Kolaborasi pemantauan hitung leukosit. 10) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi. 11) Ajarkan pasien/keluarga tanda infeksi dan kapan harus melapor. 12) Anjurkan untuk menghindari kerumunan.
Kondisi: Kelelahan
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Perasaan lelah yang berkepanjangan dan menetap serta penurunan kapasitas untuk pekerjaan fisik dan mental pada tingkat biasa.
Kode SLKI: 0101
Deskripsi : Kontrol Kelelahan. Kriteria hasil: 1) Menyatakan peningkatan energi. 2) Melaporkan penurunan perasaan lelah. 3) Melakukan aktivitas sesuai kemampuan. 4) Mempertahankan aktivitas sehari-hari. 5) Tidur dan istirahat cukup.
Kode SIKI: 2240
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan keperawatan: 1) Kaji tingkat kelelahan (skala). 2) Kaji faktor penyebab (efek pengobatan, anemia, nyeri, stres psikologis). 3) Monitor pola tidur dan istirahat. 4) Rencanakan jadwal aktivitas dan istirahat seimbang. 5) Anjurkan aktivitas bertahap sesuai toleransi. 6) Bantu aktivitas perawatan diri jika diperlukan. 7) Anjurkan teknik penghematan energi (duduk saat mandi, istirahat antaraktivitas). 8) Atur lingkungan yang tenang untuk istirahat. 9) Kolaborasi penanganan penyebab yang dapat dikoreksi (misal: anemia). 10) Berikan dukungan psikologis untuk mengurangi stres. 11) Ajarkan keluarga untuk mendukung dalam aktivitas.
-
Article No. 24962 | 08 Apr 2026
Klinis : keluhan : Pasien dengan penurunan kesadaran, lama berbaring ku lemah,coma,sesak nafas Mata: CA +/+, SI -/- Leher: PKGB -/- Thorax: Simetris ka/ki, sela iga tampak Paru: SDV +/+ , RBK +/+, wh-/- Abdomen: supel, BU (+) dbn, nyeri tekan epigastrium (-) Genitalia : Tidak ada kelainan Extremitas: Akral hangat +/+, CRT <2 detik, edema -/- LAB RSSP 6/4/26 Hemoglobin : 7.32 g/dL Eritrosit : 3.16 juta/µL Hematokrit : 22.7 % Index Eritrosit MCV : 71.7 fL MCH : 23.1 pg MCHC : 32.3 g/dL Lekosit : 7.14 ribu/µL Trombosit : 177 ribu/µL RDW-CV : 18.98 % MPV : 4.95 fL Hitung Jenis Neutrofil : 86.6 % Limfosit : 8.1 % Monosit : 3.5 % Eosinofil : 0.08 % Basofil : 1.6 % Total Neutrofil : 6.19 ribu/µL Total Lymphosit : 0.58 ribu/µL Total Monosit : 0.25 ribu/µL Total Eosinofil : 0.01 ribu/µL Total Basofil : 0.12 Golongan Darah : B KIMIA KLINIK Elektrolit Natrium (Na) : 121 mmol/L --> 131 Kalium (K) : 4.7 mmol/L --> 3.3 Chlorida (Cl) : 89 mmol/L --> 95 Calsium (Ca2+) : 1.0 mmol/L --> 1.0 pH : 7.55 --> 7.25 Glukosa Darah Sewaktu : 83 mg/dL Fungsi Ginjal Ureum : 113.5 mg/dL Kreatinin : 0.57 mg/dL Fungsi Hati Albumin : 2.00 g/dL --> 2.10 Analisa Gas Darah pH : 7.41 PCO2 : 24.7 mmHg PO2 : 147 mmHg SO2 : 99.0 % Calculated HCO3 : 15.7 mmol/L TCO2 : 16.0 mmol/L Base (Ecf) : -9.0 mmol/L Lactat : 1.2 mmol/L Rontgen thorax 6/4/26 Kesan : Pleuropneumonia dextra dan besar cor tak valid dinilai
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Risiko Infeksi terkait Pleuropneumonia dan Anemia
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah keadaan ketika terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan tubuh atau ketidakmampuan tubuh untuk mengeliminasi karbon dioksida secara adekuat. Pada kasus ini, didukung oleh temuan klinis sesak nafas, hasil AGD menunjukkan alkalosis respiratori (pH 7.55, PCO2 24.7) yang mungkin kompensasi terhadap asidosis metabolik (HCO3 15.7 rendah), serta temuan radiologis pleuropneumonia dextra yang secara langsung mengganggu fungsi alveolus. Penurunan kesadaran dan kelemahan juga dapat menjadi manifestasi dari hipoksia. Kondisi ini diperberat oleh anemia berat (Hb 7.32 g/dL) yang mengurangi kapasitas pengangkutan oksigen darah.
Kode SLKI: L.04016
Deskripsi : SLKI ini berfokus pada pemulihan status pernapasan. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: frekuensi pernapasan dalam rentang normal, tidak ada sesak nafas atau penggunaan otot bantu pernapasan, saturasi oksigen (SpO2) >94% dalam udara ruangan atau sesuai target, hasil analisa gas darah dalam batas normal atau sesuai kondisi pasien, serta bunyi napas bersih atau sesuai kondisi dasar. Intervensi keperawatan akan diarahkan untuk mencapai kriteria ini melalui pemberian oksigen, fisioterapi dada, pemantauan ketat status pernapasan dan gas darah, serta manajemen sekresi.
Kode SIKI: I.08045
Deskripsi : SIKI ini mencakup serangkaian intervensi manajemen jalan napas. Implementasinya meliputi: memantau status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya) dan status oksigenasi (SpO2, warna kulit, membran mukosa) secara berkala. Melakukan auskultasi bunyi napas setiap 4-8 jam untuk menilai adanya ronki atau penurunan bunyi napas. Memberikan terapi oksigen sesuai order dan memantau efektivitasnya. Melakukan fisioterapi dada seperti postural drainage dan perkusi sesuai indikasi dan toleransi pasien. Meningkatkan mobilisasi bertahap jika memungkinkan. Mengajarkan teknik batuk efektif (pada pasien dengan kesadaran memadai) atau melakukan suction untuk membersihkan jalan napas. Memposisikan pasien dengan head of bed elevated (semi-fowler/fowler) untuk optimasi ekspansi paru. Memastikan hidrasi adekuat untuk mengencerkan sekret. Serta berkolaborasi dalam pemberian terapi farmakologi seperti antibiotik dan bronkodilator.
Kondisi: Risiko Infeksi terkait Proses Inflamasi dan Penurunan Imunitas
Kode SDKI: D.0028
<>Deskripsi Singkat: Risiko infeksi adalah keadaan dimana individu rentan terhadap invasi oleh patogen, yang dapat membahayakan kesehatan. Pada pasien ini, risiko sangat meningkat karena adanya sumber infeksi aktif yaitu pleuropneumonia, yang ditunjukkan oleh leukositosis dan neutrofilia dominan (Neutrofil 86.6%). Selain itu, pasien dengan penurunan kesadaran (coma) dan lama berbaring berisiko tinggi untuk mengalami infeksi nosokomial seperti pneumonia aspirasi atau infeksi saluran kemih. Status gizi yang mungkin terganggu (hipoalbuminemia: Albumin 2.00 g/dL) juga dapat melemahkan respons imun tubuh dalam melawan infeksi yang ada maupun mencegah infeksi baru.
Kode SLKI: L.13064
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi. Kriteria hasilnya adalah: tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi baru (seperti demam, pus, kemerahan, atau peningkatan leukosit di luar kondisi dasar). Tanda-tanda infeksi yang ada (pneumonia) menunjukkan perbaikan, seperti penurunan suhu tubuh, leukosit yang kembali normal, dan resolusi infiltrat pada foto toraks. Intervensi yang dilakukan diharapkan dapat mempertahankan integritas kulit dan membran mukosa, serta mencegah kontaminasi silang.
Kode SIKI: I.09267
Deskripsi : SIKI ini berfokus pada pengendalian infeksi. Intervensi yang dilakukan meliputi: menerapkan prinsip aseptik dan teknik steril dalam setiap prosedur invasif (seperti pemasangan infus, suction). Mencuci tangan dengan benar sebelum dan setelah kontak dengan pasien. Memantau tanda-tanda vital terutama suhu tubuh secara teratur. Memantau hasil laboratorium seperti hitung leukosit dan diferensial. Melakukan perawatan kulit dengan cermat untuk mencegah dekubitus, termasuk perubahan posisi secara berkala (setiap 2 jam). Melakukan perawatan mulut dan higiene personal untuk mengurangi reservoir kuman. Mengelola peralatan medis (seperti selang O2, kateter jika ada) dengan benar untuk mencegah infeksi. Meningkatkan asupan nutrisi dan protein untuk mendukung sistem imun. Serta berkolaborasi dalam pemberian antibiotik sesuai program terapi, memastikan ketepatan dosis dan waktu pemberian.
Kondisi: Defisit Perawatan Diri: Mandi/Toileting berpindah terkait Penurunan Kesadaran dan Kelemahan
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Defisit perawatan diri adalah ketidakmampuan individu untuk melakukan aktivitas perawatan diri secara mandiri. Pada pasien dengan penurunan kesadaran (coma) dan kelemahan umum, ketergantungan total terhadap perawat atau pengasuh dalam memenuhi kebutuhan dasar seperti kebersihan diri (mandi), eliminasi (toileting), berpakaian, dan makan/minum adalah mutlak. Kondisi ini berisiko menyebabkan penurunan harga diri, rasa tidak nyaman, serta komplikasi fisik seperti iritasi kulit, infeksi, dan kontraktur sendi jika tidak ditangani dengan perawatan yang komprehensif.
Kode SLKI: L.09031
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan perawatan diri pasien. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: kebutuhan kebersihan dan kenyamanan dasar pasien terpenuhi, kulit tetap bersih, utuh, dan lembab. Pasien tidak menunjukkan tanda-tanda iritasi kulit atau dekubitus. Pasien dapat berpartisipasi sesuai dengan tingkat kesadarannya, misalnya merespons selama perawatan dilakukan. Lingkungan pasien tetap bersih dan rapi.
Kode SIKI: I.04058
Deskripsi : SIKI ini mencakup intervensi perawatan diri secara lengkap. Implementasinya meliputi: membantu memenuhi kebutuhan kebersihan total (mandi di tempat tidur) dengan menggunakan teknik yang aman dan menghormati privasi pasien. Melakukan perawatan mulut secara rutin untuk menjaga kebersihan dan mencegah infeksi. Melakukan perawatan mata jika reflek berkedip menurun (CA +/+). Mengganti pakaian dan linen tempat tidur secara teratur dan bila basah/kotor. Mengatur posisi pasien secara periodik (setiap 2 jam) dan menggunakan bantal untuk menopang area tubuh. Melakukan latihan rentang gerak pasif pada ekstremitas untuk mencegah kekakuan sendi dan kontraktur. Memenuhi kebutuhan eliminasi dengan membantu penggunaan bedpan/urinal atau merawat kateter urine jika terpasang. Selama melakukan perawatan, perawat tetap berkomunikasi dengan pasien, menjelaskan tindakan yang dilakukan, untuk memberikan stimulasi dan menghormati martabatnya.
-
Article No. 24963 | 08 Apr 2026
Klinis : lemas KU lemah, GCS E4V5M6 TTV J.05.00 D: 85/50 HR: 90 x/m RR: 20 x/m SB: 36,2C SpO2 97% on room air
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: B.1.2
Deskripsi Singkat: Intoleransi aktivitas adalah keadaan di mana seseorang mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan. Kondisi ini ditandai dengan laporan kelelahan atau kelemahan, perubahan tanda vital sebagai respons terhadap aktivitas, dispnea atau ketidaknyamanan saat beraktivitas, serta ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas sesuai dengan tingkat kemampuan sebelumnya. Pada pasien dengan kondisi lemas, tekanan darah rendah (85/50 mmHg), dan kekuatan otot (KU) yang lemah, diagnosis ini sangat relevan karena tubuh tidak mampu memenuhi tuntutan energi untuk aktivitas bahkan yang ringan sekalipun. Kelemahan dan hipotensi menunjukkan penurunan kapasitas fungsional sistem kardiovaskuler dan neuromuskuler, yang menjadi dasar ketidakmampuan untuk melakukan aktivitas secara optimal tanpa menimbulkan gejala atau membahayakan kondisi.
Kode SLKI: L.1.2.1
Deskripsi : SLKI L.1.2.1 adalah Luaran Keperawatan dengan judul "Tingkat Energi Meningkat". Deskripsi luaran ini mencakup serangkaian kriteria yang diharapkan dapat dicapai pasien, antara lain: peningkatan kekuatan otot (dari lemah menjadi baik), peningkatan toleransi terhadap aktivitas (dari mudah lelah menjadi mampu melakukan aktivitas rutin), tanda vital dalam rentang normal yang diharapkan sebagai respons terhadap aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan stabil), serta tidak adanya keluhan lemas, pusing, atau dispnea saat beraktivitas. Dalam konteks pasien, luaran ini bertujuan untuk mengembalikan tekanan darah mendekati normal, meningkatkan kekuatan otot, dan memastikan bahwa pasien dapat melakukan aktivitas perawatan diri dasar tanpa merasa kelelahan berlebihan atau mengalami penurunan kesadaran. Pencapaian luaran ini diukur melalui observasi klinis, pengukuran tanda vital sebelum dan sesudah aktivitas, serta laporan subjektif pasien mengenai perasaan energinya.
Kode SIKI: I.1.2.1
Deskripsi : SIKI I.1.2.1 adalah Intervensi Keperawatan dengan judul "Manajemen Energi". Deskripsi intervensi ini meliputi tindakan sistematis untuk mengoptimalkan penggunaan energi pasien yang terbatas. Pertama, perawat akan mengkaji pola dan penyebab kelemahan, termasuk faktor fisiologis seperti hipotensi. Kedua, kolaborasi dengan tim medis untuk mengatasi penyebab dasar hipotensi dan kelemahan (misalnya, pemberian terapi cairan jika diperlukan). Ketiga, merencanakan dan menjadwalkan aktivitas pasien dengan periode istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas, memprioritaskan aktivitas penting, dan mengajarkan teknik penghematan energi (seperti duduk saat mandi atau menyisir rambut). Keempat, memantau respons tanda vital (khususnya tekanan darah dan nadi) sebelum, selama, dan setelah aktivitas untuk mencegah kelelahan yang berlebihan. Kelima, memberikan bantuan dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan untuk mencegah pemborosan energi. Keenam, memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya keseimbangan aktivitas dan istirahat, serta tanda-tanda intoleransi aktivitas yang harus diwaspadai. Intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan dukungan fisiologis, edukasi, dan modifikasi lingkungan untuk membantu pasien beradaptasi dengan kapasitas energinya yang saat ini terbatas.
-
Article No. 24964 | 08 Apr 2026
Klinis : Penurunan kesadaran Riw : DM (+) ku lemah, kes E1V1M2 TD 128/72 mmHg HR 107 x/mnt RR 21 x/mnt S 37,1 C SPO2 98 % Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2 detik Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2 detik Sensorik : sde Motorik : lateralisasi dextra minimal Refleks fisiologis: +3 || +2 +3 || +2 Refleks patologis: - || - - || - Clonus - || - Nistagmus: (-) NIHHS : 36 -> 20 -> 20 -> 20 Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - Cemas: - Lab 02/04 Hemoglobin 12.02 Lekosit 18.51 Trombosit 1267 DUPLO Neutrofil 79.8 Limfosit 10.8 Natrium (Na) 139 Kalium (K) 4.2 Chlorida (Cl) 106 Calsium (Ca2+) 1.0 pH 7.43 Glukosa Darah Sewaktu 15 (L) AST (SGOT) 67 ALT (SGPT) 30 Ureum 231.1 (H) Kreatinin 6.25 (H) Hasil CT Scan Kepala Non-Kontras 03/04/26 Kesan : - Lacunar infark cerebri di temporalis sinistra - Tak tampak massa, perdarahan, infark intracerebri maupun intracerebelli Hasil Rontgen Thorax 03/04/26 Kesan : - Pulmo dan besar cor normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V1M2) dengan Latar Belakang Stroke Iskemik (Lacunar Infark) dan Gagal Ginjal Kronik
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SLKI: L.03116
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik
Kode SIKI: I.01266
Deskripsi : Pemantauan tanda-tanda neurologis
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V1M2) dengan Latar Belakang Stroke Iskemik (Lacunar Infark) dan Gagal Ginjal Kronik
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: L.03102
Deskripsi : Pasien bebas dari cedera
Kode SIKI: I.00891
Deskripsi : Penggunaan restrain atau alat pembatas sesuai indikasi
Kondisi: Penurunan Kesadaran (GCS E1V1M2) dengan Latar Belakang Stroke Iskemik (Lacunar Infark) dan Gagal Ginjal Kronik
Kode SDKI: D.0122
Deskripsi Singkat: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif
Kode SIKI: I.00902
Deskripsi : Manajemen jalan napas
-
Article No. 24965 | 08 Apr 2026
Klinis : P/B datang diantar keluarganya dengan keluhan penurunan kesadaran sejak pagi ini jam 04.00, sulit diajak komunikasi, badan lemas, tangan kanan gemeter KU lemah, somnolent, stres ulcer terpasang MO, DC, NC 5 lpm, NGT, SP Nicardipin sesuai respon TD 181/92 mmHg HR 76 x/mnt RR 23 x/mnt S 36,9 C SPO2 99 % Status Generalis: Mata: CA -/-, SI -/- Leher: PKGB -/- Thorax: simetris, retraksi (-) Paru: SDV + / SDV + , RBK+/+ min, wh-/-, S1-S2reg Abdomen: supel, BU (+) dbn, nyeri tekan epigastrium (-) Genitalia : Tidak ada kelainan Extremitas: Akral hangat +/+, CRT <2detik, edema -/- Status Neurologis Sensorik +/+ Kekuatan motorik 444/444//444/444 Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-/-//-/-) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) LAB 06/04 Hemoglobin 13.79 Lekosit 10.77 Trombosit 203 Neutrofil 84.2 Limfosit 12.1 Glukosa Darah Sewaktu 117 Ureum 19.0 Kreatinin 0.60 Natrium (Na) : 139 Kalium (K) : 4.1 Chlorida (Cl) : 105 Calsium (Ca2+) 1.1 pH : 7.54
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Somnolent) dan Risiko Komplikasi Neurologis/Vaskular
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan curah jantung berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard. Pada kasus ini, tekanan darah yang sangat tinggi (181/92 mmHg) dengan pasien somnolen menunjukkan beban kerja jantung yang meningkat dan risiko gagal jantung atau kerusakan organ target (seperti otak yang dimanifestasikan dengan penurunan kesadaran). Hipertensi emergensi ini merupakan faktor utama yang mengancam curah jantung dan perfusi serebral.
Kode SLKI: L.03105
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. Intervensi keperawatan ditujukan untuk menurunkan tekanan darah secara terkendali dan aman dengan pemantauan ketat, sesuai dengan terapi Nicardipin yang sedang dijalani pasien. Tujuannya adalah mencapai target tekanan darah yang aman untuk mencegah kerusakan lebih lanjut tanpa menyebabkan hipotensi yang dapat memperburuk perfusi otak. Pemantauan terus menerus terhadap TD, HR, dan status neurologis adalah inti dari kriteria hasil ini, termasuk memastikan efek terapi vasodilator tidak menyebabkan penurunan tekanan yang drastis.
Kode SIKI: I.08049
Deskripsi : Manajemen Hipertensi. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan: Mempertahankan tirah baring dengan kepala tempat tidur ditinggikan 30 derajat untuk meningkatkan sirkulasi serebral. Memonitor tekanan darah, nadi, pernapasan, dan status neurologis (GCS, kekuatan motorik) setiap 15-30 menit atau sesuai protokol kondisi krisis hipertensi. Mempertahankan terapi obat vasodilator (Nicardipin) melalui infus dengan pengaturan kecepatan sesuai order dan respons tekanan darah. Memastikan lingkungan tenang, membatasi pengunjung, dan mengurangi stimulasi untuk mencegah peningkatan tekanan darah lebih lanjut. Melakukan kolaborasi dalam pemantauan tekanan arteri invasif jika diperlukan. Memantau tanda-tanda komplikasi seperti sakit kepala hebat, muntah, penurunan kesadaran lebih lanjut, atau kelemahan fokal (tangan gemeter mungkin tanda awal). Mendokumentasikan semua temuan dan respons terapi secara akurat.
Kondisi: Gangguan Persepsi Sensorik dan Komunikasi
Kode SDKI: D.0097
Deskripsi Singkat: Gangguan proses pikir berhubungan dengan faktor fisiologis (penurunan perfusi/oksigenasi serebral sekunder akibat krisis hipertensi). Data utama adalah somnolen (penurunan kesadaran), sulit diajak komunikasi, dan hasil pemeriksaan neurologis yang menunjukkan kemungkinan adanya gangguan fungsi serebral meskipun motorik dan sensorik masih dalam batas normal. Kondisi ini memengaruhi kemampuan pasien dalam memproses informasi dan berespons secara tepat.
Kode SLKI: L.03031
Deskripsi : Fungsi kognitif dalam rentang yang diharapkan. Tujuan jangka pendeknya adalah mencegah penurunan lebih lanjut dan mendukung pemulihan kesadaran serta fungsi kognitif. Hal ini diukur dengan peningkatan tingkat kesadaran (dari somnolen menjadi lebih responsif), kemampuan untuk mengikuti perintah sederhana, dan kemampuan berkomunikasi secara dasar dengan keluarga atau tim kesehatan. Pemantauan GCS secara serial menjadi indikator utama pencapaian kriteria ini.
Kode SIKI: I.09031
Deskripsi : Surveilans Neurologis. Intervensi ini fokus pada pemantauan ketat dan proteksi terhadap fungsi neurologis. Tindakan meliputi: Menilai status neurologis secara komprehensif dan berkala menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS) setiap jam atau sesuai kondisi, termasuk evaluasi pupil, kekuatan motorik (data 4444 menunjukkan kekuatan normal, perlu dipantau trennya), dan refleks. Mempertahankan posisi kepala lurus dan elevasi kepala tempat tidur untuk optimalisasi aliran darah otak. Memonitor tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti perubahan pola napas, muntah proyektil, atau penurunan GCS. Memberikan stimulasi sensorik yang tepat seperti memanggil nama pasien, sentuhan, dan orientasi waktu/tempat/orang setiap kali berinteraksi. Melindungi pasien dari cedera akibat disorientasi atau kelemahan (seperti gemeter). Berkolaborasi dalam pemeriksaan penunjang seperti CT scan kepala jika diperlukan. Mendokumentasikan semua perubahan status neurologis dengan jelas.
Kondisi: Risiko Kerusakan Integritas Kulit dan Mukosa
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Risiko kerusakan integritas kulit berhubungan dengan faktor internal (imobilisasi, penurunan kesadaran/somnolen, dan kondisi stres ulcer yang sudah disebutkan). Pasien dengan penurunan kesadaran memiliki risiko tinggi untuk dekubitus karena tidak dapat mengubah posisi sendiri. Selain itu, adanya stres ulcer menunjukkan kerentanan mukosa lambung akibat respons fisiologis stres dari kondisi akutnya, yang diperberat dengan peningkatan tekanan intrakranial atau krisis hipertensi.
Kode SLKI: L.06032
Deskripsi : Integritas kulit tetap utuh. Kriteria ini mencakup tidak hanya kulit tetapi juga membran mukosa (termasuk mukosa lambung). Tujuannya adalah mencegah terjadinya luka dekubitus, memperburuk stres ulcer, atau komplikasi lain seperti ulkus kornea (mengingat refleks berkedip mungkin menurun). Keutuhan kulit dinilai dari tidak adanya kemerahan, lecet, atau kerusakan pada area tulang menonjol seperti sakrum dan tumit.
Kode SIKI: I.08011
Deskripsi : Manajemen Tekanan pada Kulit. Intervensi ini meliputi: Melakukan pengkajian kulit secara sistematis setiap 2-4 jam, terutama pada area tekanan (tumit, sakrum, scapula). Melakukan perubahan posisi pasien secara teratur setiap 2 jam dengan teknik yang aman, menggunakan bantal untuk menopang dan mengurangi tekanan. Menggunakan matras anti dekubus jika tersedia. Melakukan perawatan kulit dengan menjaga kebersihan dan kekeringan, terutama setelah berkemih atau BAB. Melakukan perawatan mulut untuk menjaga integritas mukosa oral. Untuk stres ulcer, kolaborasi pemberian terapi proton pump inhibitor (PPI) melalui NGT dan memantau aspirat NGT terhadap tanda perdarahan. Memastikan NGT terpasang dengan aman dan tidak menekan lubang hidung. Melindungi mata jika reflek berkedip menurun dengan penutup mata atau pelumas. Mendokumentasikan kondisi kulit dan mukosa setiap shift.
-
Article No. 24966 | 08 Apr 2026
Klinis : penurunan kesadaran disertai keluhan kelemahan anggota gerak kiri sudah sejak 2 jam SMRS. Awal mulanya pasien mengambil wudhu di rumah , kemudian tiba tiba terjatuh dan mengeluhkan kelemahan anggota gerak kiri. Mual (+) muntah (+) pusing (+) KU lemah, CM, sesak nafas (-) terpasang MO, DC, NC 5 lpm, NGT, SP Nicardipin sesuai respon TD 186/113 AmmHg HR 79 x/mnt RR 19 x/mnt S 36,9 C SPO2 99 % Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, CA -/-, deviasi konjugat dextra, pupil pin point Mulut bibir kering (-) Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK -/- WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (+) di pinggang Ext atas akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Ext Bawah akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Status Neurologis Sensorik sulit dieevaluasi Kekuatan motorik lateraliasasi kiri Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+4 (klonus +) Refleks patologis: (-/-//-/+) → babinski sinistra (+) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) Lab 05/04 Hemoglobin 11.87 Lekosit 9.68 Trombosit 153 Neutrofil 60.7 Limfosit 30.9 Glukosa Darah Sewaktu 182 Ureum 23.5 Kreatinin 1.06 Natrium (Na) : 140 Kalium (K) : 2.7 Chlorida (Cl) : 106 Calsium (Ca2+) : 1.1 pH : 7.57 Thoraks 06/04 Menunggu hasil Ct scan 06/04 Kesan: - Intracerebral hemorrhagic di lobus temporalis dextra dengan perofokal oedem di sekitarnya yang extensi ke ventrikel lateralis dextra cornu anterior et posterior - Atrophy Cerebri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah yang mengancam kehidupan ke jaringan otak, yang dapat mengakibatkan kerusakan neurologis ireversibel. Pada kasus ini, kondisi ini dimanifestasikan oleh perdarahan intraserebral (hemorrhagic stroke) di lobus temporalis kanan dengan edema perifokal dan ekstensi ke ventrikel, yang menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Hal ini mengancam perfusi otak karena tekanan yang meningkat dapat melampaui tekanan arteri, sehingga mengurangi aliran darah serebral. Tanda klinis yang mendukung adalah penurunan kesadaran, kelemahan motorik lateraliasi kiri (hemiparese), deviasi konjugat ke kanan (mata melihat ke sisi lesi), refleks patologis Babinski positif, dan hipertensi berat (TD 186/113 mmHg) sebagai upaya kompensasi tubuh untuk mempertahankan tekanan perfusi serebral (CPP). Risiko ini bersifat dinamis dan dapat memburuk seiring berkembangnya edema atau perdarahan lebih lanjut.
Kode SLKI: L.14016
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik, ditandai dengan: 1) Tekanan darah terkontrol dalam parameter yang ditargetkan (misalnya sistolik < 160 mmHg) dengan terapi antihipertensi seperti Nicardipin; 2) Tidak ada tanda peningkatan tekanan intrakranial lebih lanjut seperti penurunan kesadaran yang progresif, muntah proyektil, atau anisokor; 3) Tanda neurologis fokal (seperti kelemahan) tidak memburuk; 4) Nilai tekanan perfusi serebral (jika terukur) dalam rentang normal (biasanya 60-70 mmHg). Perawat akan memantau status neurologis secara ketat menggunakan skala GCS, ukuran pupil, dan kekuatan motorik, memantau tekanan darah secara invasif/non-invasif, mengatur pemberian obat antihipertensi sesuai respon, memposisikan kepala tempat tidur 30 derajat untuk memfasilitasi drainase vena jugularis, serta meminimalkan stimulasi yang dapat meningkatkan TIK (seperti batuk, mengejan, atau suction yang tidak perlu). Kolaborasi dalam pemantauan tekanan intrakranial dan persiapan tindakan bedah jika diperlukan juga merupakan bagian dari luaran ini.
Kode SIKI: I.14066
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan dan memantau perfusi serebral. Intervensi ini meliputi: 1) Pemantauan Neurologis Ketat: Melakukan pengukuran GCS, reaksi pupil, dan kekuatan motorik secara berkala (setiap 1-2 jam atau sesuai protokol) untuk mendeteksi perubahan dini. 2) Manajemen Tekanan Darah: Memantau tekanan darah secara kontinu via arterial line, mengatur infus vasoaktif (Nicardipin) sesuai parameter yang ditetapkan dokter untuk menurunkan tekanan darah secara bertahap dan terkontrol, menghindari penurunan drastis yang justru dapat mengurangi perfusi. 3) Manajemen Posisi: Menjaga kepala tempat tidur elevasi 30 derajat dengan kepala dalam posisi netral (tidak terfleksi atau terrotasi) untuk mengoptimalkan aliran balik vena dan menurunkan TIK. 4) Manajemen Lingkungan: Menciptakan lingkungan tenang, mengurangi kebisingan, membatasi kunjungan, serta melakukan intervensi keperawatan secara terkumpul (cluster care) untuk mencegah kenaikan TIK akibat stimulasi. 5) Manajemen Oksigenasi dan Ventilasi: Memastikan patensi jalan napas, memantau saturasi oksigen (SpO2 99% dipertahankan), dan memberikan oksigen sesuai kebutuhan untuk mencegah hipoksia yang dapat memperburuk edema serebral. 6) Kolaborasi: Berkolaborasi dalam pemberian terapi osmotik (seperti manitol) jika diperlukan, persiapan pemeriksaan radiologi ulang, dan persiapan tindakan operatif. 7) Edukasi Keluarga: Menjelaskan pentingnya pembatasan stimulasi dan tanda-tanda bahaya yang harus segera dilaporkan.
Kondisi: Gangguan Mobilitas Fisik
Kode SDKI: D.0045
Deskripsi Singkat: Keterbatasan dalam pergerakan fisik secara mandiri dan bertujuan akibat kerusakan neurologis fokal. Pada pasien ini, disebabkan oleh lesi di hemisfer serebri kanan yang mengontrol sisi kiri tubuh, mengakibatkan kelemahan/hemiparese anggota gerak kiri. Hal ini ditandai dengan hasil pemeriksaan kekuatan motorik yang lateraliasi ke kiri, refleks fisiologis meningkat (+3/+4 dengan klonus), dan refleks patologis Babinski positif di sisi kiri. Kondisi ini meningkatkan risiko komplikasi imobilitas seperti kontraktur, trombosis vena dalam (TVD), dekubitus, dan pneumonia. Penurunan kesadaran juga berkontribusi pada ketergantungan total dalam mobilitas.
Kode SLKI: L.04005
Deskripsi : Mobilitas fisik pasien membaik, ditandai dengan: 1) Tidak terjadi kontraktur sendi pada ekstremitas yang lemah; 2) Kekuatan otot ekstremitas kiri tidak menurun lebih lanjut dan menunjukkan tanda perbaikan (jika memungkinkan); 3) Tidak terjadi komplikasi imobilitas seperti ulkus dekubitus, atelektasis, atau tanda-tanda TVD (nyeri betis, edema, kemerahan); 4) Pasien dapat melakukan rentang gerak (ROM) pasif dengan bantuan penuh dan secara bertahap dapat berpartisipasi dalam ROM aktif-assistif. Perawat akan melakukan ROM pasif pada ekstremitas kiri secara rutin, memposisikan pasien dengan alignment yang baik menggunakan bantal untuk mencegah rotasi internal sendi bahu dan menggunakan splint/footboard untuk mencegah foot drop, serta melakukan mobilisasi bertahap sesuai toleransi dan kondisi neurologis.
Kode SIKI: I.04025
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan atau memulihkan mobilitas dan mencegah komplikasi. Intervensi meliputi: 1) Latihan Rentang Gerak (ROM): Melakukan ROM pasif penuh pada ekstremitas kiri minimal 2 kali sehari, perhatian khusus pada sendi bahu, siku, pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan pergelangan kaki. 2) Posisi Tubuh yang Benar: Mengubah posisi pasien setiap 2 jam (telentang, miring kanan, miring kiri) dengan teknik yang aman, menggunakan bantal untuk menyangga ekstremitas lemah dan menjaga netralitas sendi. Hindari tarikan pada sendi bahu. 3) Penggunaan Alat Bantu: Menggunakan footboard atau splint untuk menjaga dorsofleksi kaki dan mencegah foot drop. 4) Pencegahan Dekubitus: Inspeksi kulit secara rutin di area tonjolan tulang (tumit, sakrum, trokanter), menggunakan matras anti dekubitus, dan menjaga kulit tetap bersih dan kering. 5) Pencegahan TVD dan Pneumonia: Melakukan ROM, menggunakan stoking kompresi jika diindikasikan, serta melakukan fisioterapi dada dan suction jika diperlukan. 6) Kolaborasi: Rujuk ke fisioterapis untuk program rehabilitasi lebih lanjut.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Elektrolit
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami perubahan konsentrasi serum elektrolit yang dapat mengganggu fungsi seluler, jantung, dan neurologis. Pada pasien ini, data laboratorium menunjukkan hipokalemia (Kalium/K: 2.7 mEq/L, nilai normal sekitar 3.5-5.0 mEq/L). Hipokalemia berat dapat menyebabkan kelemahan otot (memperberat kelemahan neurologis yang sudah ada), aritmia jantung (HR 79x/mnt saat ini masih dalam batas normal tetapi berisiko), dan ileus paralitik. Selain itu, terdapat juga hipokalsemia (Ca2+: 1.1 mmol/L) dan alkalosis respiratori/metabolik (pH: 7.57) yang dapat mempengaruhi eksitabilitas neuromuskular dan memperberat gejala. Kondisi ini dapat terkait dengan asupan, efek perdarahan intraserebral pada sistem regulasi, atau muntah yang dialami pasien.
Kode SLKI: L.03009
Deskripsi : Keseimbangan elektrolit dan asam-basa tubuh membaik, ditandai dengan: 1) Nilai elektrolit serum, khususnya kalium dan kalsium, kembali dalam rentang normal; 2) Nilai pH darah mendekati normal (7.35-7.45); 3) Tidak muncul tanda klinis baru seperti kelemahan otot yang memberat, aritmia jantung, atau perubahan status mental yang disebabkan oleh ketidakseimbangan elektrolit; 4) Asupan dan output cairan seimbang. Perawat akan memantau hasil pemeriksaan laboratorium serial, mengobservasi tanda-tanda klinis hipokalemia/hipokalsemia (seperti kelemahan otot, kram, perubahan EKG), serta memastikan koreksi elektrolit melalui terapi intravena berjalan dengan benar dan aman.
Kode SIKI: I.03025
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan atau
Article No. 24967 | 08 Apr 2026
Klinis : risiko infekai
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1900
Deskripsi : Manajemen Risiko Infeksi. Tujuan akhirnya adalah klien tidak menunjukkan tanda dan gejala infeksi, dengan kriteria hasil: 1) Klien mendemonstrasikan teknik mencuci tangan yang benar. 2) Klien mempertahankan integritas kulit dan membran mukosa. 3) Klien menunjukkan status nutrisi dan hidrasi yang adekuat. 4) Klien mengidentifikasi tanda dan gejala infeksi. 5) Klien menjelaskan upaya pencegahan infeksi. 6) Suhu tubuh dalam rentang normal. 7) Hasil laboratorium (seperti leukosit) dalam rentang normal. 8) Tidak ada tanda inflamasi (kemerahan, bengkak, nyeri, panas, gangguan fungsi).
Kode SIKI: 4200
Deskripsi : Tindakan keperawatan untuk mencegah dan meminimalkan risiko infeksi, meliputi: 1) Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal (demam, menggigil, peningkatan denyut nadi, kemerahan, bengkak, nyeri, drainage pus). 2) Anjurkan dan bantu klien untuk mencuci tangan sebelum dan setelah kontak dengan area berisiko, sebelum makan, dan setelah buang air. 3) Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada klien. 4) Pertahankan teknik aseptik dan steril selama melakukan tindakan invasif (perawatan luka, pemasangan infus, kateter). 5) Anjurkan intake nutrisi dan cairan yang adekuat sesuai kondisi klien. 6) Lakukan perawatan kulit dan membran mukosa untuk mempertahankan integritasnya. 7) Berikan pendidikan kesehatan pada klien dan keluarga tentang tanda dan gejala infeksi, faktor risiko, dan cara pencegahan. 8) Kolaborasi pemberian imunisasi sesuai indikasi. 9) Kelola peralatan dengan benar (pembersihan, disinfeksi, sterilisasi). 10) Lakukan isolasi sesuai kebutuhan (protektif atau sumber infeksi). 11) Anjurkan istirahat yang cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 12) Monitor hasil laboratorium yang terkait dengan infeksi (hitung leukosit, kultur). 13) Berikan terapi antibiotik sesuai kolaborasi dan monitor efektivitas serta efek sampingnya. 14) Kelola lingkungan untuk meminimalkan sumber infeksi (kebersihan linen, pengelolaan sampah).
Article No. 24968 | 08 Apr 2026
Klinis : pasien datrang dengan keluhan sulit bicara saat bangun tidur, merasakan nyeri dada, mual tidak bisa muntah, badan lemes BAB (+), BAK (+) KU: sedang GCS: E4VxM5 Status Generalis: Mata: CA -/-, SI -/- Leher: PKGB -/- Thorax: simetris, retraksi (-) Paru: SDV + / SDV + , RBK+/+ min, wh-/-, S1-S2reg Abdomen: supel, BU (+) dbn, nyeri tekan epigastrium (-) Genitalia : Tidak ada kelainan Extremitas: Akral hangat +/+, CRT <2detik, edema -/- Status Neurologis Sensorik +/+ // +/+ Kekuatan motorik 222/222 // 555/555 Refleks fisiologis: +3/+3// +2/+2 Refleks patologis: (-/-//-/-) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) LAB RSSP 6/4/26 Hemoglobin : 9.12 g/dL Lekosit : 11.07 ribu/µL Trombosit : 542 ribu/µL Neutrofil : 65 % Limfosit : 26.1 % Natrium (Na) : 136 mmol/L Kalium (K) : 5.1 mmol/L Chlorida (Cl) : 104 mmol/L Calsium (Ca2+) : 1.1 mmol/L pH : 7.51 Glukosa Darah Sewaktu : 180 mg/dL Ureum : 36.4 mg/dL Kreatinin : 1.82 mg/dL Rontgen 07/04 Kesan : - Pulmo dan besar cor normal Ct scan 07/04 Kesan : - Lacunar infark cerebri di periventrikel lateralis sinistra - Tak tampak perdarahan intracerebri maupun intracerebelli
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Serebral dan Gangguan Komunikasi Verbal terkait dengan Infark Serebri Lacunar
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Perfusi Serebral adalah keadaan rentan terhadap penurunan sirkulasi darah (arteri dan vena) ke otak, yang dapat mengancam kesehatan. Diagnosa ini sangat relevan karena pasien memiliki diagnosis medis "Lacunar Infark Cerebri" yang mengonfirmasi telah terjadinya iskemia (penurunan perfusi) di area otak tertentu (periventrikel lateralis kiri). Kondisi ini berisiko untuk berkembang atau berulang. Data pendukung meliputi keluhan awal sulit bicara (disfasia), nyeri dada (dapat mengindikasikan masalah kardiovaskular sebagai faktor risiko stroke), dan hasil laboratorium seperti hemoglobin rendah (9.12 g/dL) yang dapat mempengaruhi kapasitas pengangkutan oksigen darah, serta peningkatan kreatinin (1.82 mg/dL) yang berkaitan dengan fungsi ginjal dan homeostasis cairan. Gangguan komunikasi verbal (disfasia) merupakan dampak langsung dari infark di area otak yang mengatur bahasa.
Kode SLKI: 3401
Deskripsi : SLKI 3401 adalah Pemantauan Neurologis. Tindakan keperawatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini perubahan status neurologis pasien yang berisiko atau telah mengalami gangguan perfusi serebral. Pada kasus ini, implementasi SLKI 3401 akan mencakup: (1) Pemantauan GCS secara ketat (saat ini E4VxM5, dengan komponen verbal terganggu), termasuk evaluasi terhadap kemampuan bicara dan pemahaman bahasa. (2) Pemantauan tanda-tanda vital dan status neurovaskuler (kekuatan motorik, sensorik, refleks) seperti yang telah didokumentasikan (motorik 222/222 // 555/555, sensorik intak). Perawat akan membandingkan hasil serial untuk mendeteksi kemunduran atau perbaikan. (3) Observasi tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial seperti sakit kepala hebat, muntah proyektil, perubahan kesadaran, dan perubahan pola pernapasan. (4) Memantau fungsi menelan (karena ada parese NC.XII yang disingkirkan) untuk mencegah aspirasi, mengingat keluhan mual. Pemantauan yang komprehensif dan teratur ini penting untuk menilai efektivitas terapi medis dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti perluasan infark atau stroke berulang.
Kode SIKI: 4401
Deskripsi : SIKI 4401 adalah Manajemen Komunikasi. Tindakan ini ditujukan untuk memfasilitasi interaksi yang efektif pada pasien dengan gangguan komunikasi, seperti disfasia yang dialami pasien ini. Implementasinya meliputi: (1) Mengkaji tipe dan tingkat gangguan komunikasi (ekspresif, reseptif, atau campuran) dengan melakukan percakapan sederhana dan memberikan perintah bertahap. (2) Menciptakan lingkungan yang mendukung dengan mengurangi kebisingan, menjaga kontak mata, dan memberikan waktu yang cukup bagi pasien untuk merespons. (3) Menggunakan alat bantu komunikasi alternatif seperti papan gambar, tulisan, atau gestur sederhana berdasarkan kemampuan motorik pasien yang masih baik. (4) Melibatkan keluarga dan tim kesehatan lainnya untuk menggunakan metode komunikasi yang konsisten. (5) Memberikan reinforcement positif atas setiap usaha komunikasi yang dilakukan pasien untuk mengurangi frustrasi dan meningkatkan partisipasi dalam perawatan. (6) Selalu memastikan pemahaman pasien dengan memintanya mengulang atau mendemonstrasikan instruksi yang diberikan. Intervensi ini sangat krusial untuk memenuhi kebutuhan dasar pasien, mengurangi kecemasan, memastikan keamanan, dan meningkatkan kepatuhan terhadap rencana terapi.
Article No. 24969 | 08 Apr 2026
Klinis : Ny. D (62 tahun) dirawat di ruang penyakit dalam dengan keluhan utama badan terasa sangat lemas dan luka di jempol kaki kanan yang tidak kunjung sembuh sejak 2 minggu lalu.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Peningkatan risiko invasi dan multiplikasi patogen.
Kode SLKI: L.08101
Deskripsi : Tindakan keperawatan untuk mencegah infeksi. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis yang bertujuan meminimalkan risiko masuk dan berkembangnya mikroorganisme patogen pada pasien. Pada kasus Ny. D dengan luka kronis di jempol kaki dan kondisi umum yang lemas (mungkin terkait diabetes melitus yang tidak terkontrol), fokus utama adalah proteksi terhadap infeksi silang dan pencegahan sepsis. Tindakan spesifik meliputi penerapan prinsip aseptik ketat setiap kali melakukan perawatan luka, termasuk mencuci tangan sebelum dan sesudah prosedur, menggunakan alat steril, dan membuang balutan lama dengan tepat. Perawat akan memantau tanda-tanda infeksi lokal (seperti kemerahan, bengkak, nyeri, panas, pus/nanah) dan sistemik (demam, peningkatan leukosit) secara berkala. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya kebersihan tangan, cara menjaga luka tetap bersih dan kering, serta tanda-tanda infeksi yang harus segera dilaporkan menjadi bagian integral. Lingkungan sekitar pasien juga dijaga kebersihannya untuk mengurangi sumber patogen. Dokumentasi yang akurat mengenai karakteristik luka, tindakan yang dilakukan, dan respons pasien sangat penting untuk evaluasi keberhasilan pencegahan infeksi.
Kode SIKI: I.08098
Deskripsi : Pemantauan tanda dan gejala infeksi. Kriteria hasil ini mengukur keberhasilan intervensi dengan menilai tidak adanya atau terkendalinya tanda-tanda infeksi. Pada pasien Ny. D, hasil yang diharapkan adalah luka menunjukkan tanda-tanda penyembuhan tanpa indikasi infeksi. Kriteria yang dinilai meliputi: suhu tubuh dalam rentang normal (36,5 – 37,5°C), tidak ada demam yang tidak dapat dijelaskan. Luka di jempol kaki menunjukkan granulasi jaringan yang sehat (berwarna merah muda), berkurangnya ukuran luka, tidak adanya drainage (cairan luka) purulen atau berbau busuk, serta tidak adanya eritema (kemerahan), edema (pembengkakan), dan rasa nyeri yang bertambah di sekitar luka. Parameter laboratorium seperti hitung leukosit dalam batas normal juga menjadi indikator. Selain itu, pasien dan keluarga mampu menyebutkan setidaknya dua tanda infeksi yang perlu diwaspadai dan tindakan pencegahan sederhana yang dapat dilakukan. Pemantauan ini dilakukan secara berkelanjutan dan terdokumentasi untuk mendeteksi secara dini setiap perubahan yang mengarah pada infeksi, sehingga tindakan korektif dapat segera dilakukan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Tindakan keperawatan untuk mengatasi nyeri. Intervensi ini ditujukan untuk mengurangi atau menghilangkan sensasi nyeri yang dialami pasien, yang pada Ny. D dapat berasal dari luka di jempol kaki. Langkah pertama adalah melakukan penilaian nyeri yang komprehensif menggunakan skala yang sesuai (misalnya, Numeric Rating Scale 0-10) dengan menanyakan lokasi, intensitas, karakteristik, durasi, dan faktor pemicu serta pereda nyeri. Perawat kemudian akan mengimplementasikan tindakan non-farmakologis seperti reposisi kaki untuk meningkatkan kenyamanan, teknik distraksi, atau kompres (sesuai kondisi luka). Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian analgesik sesuai resep (misalnya, analgesik non-opioid atau opioid untuk nyeri berat) sangat penting, dengan mempertimbangkan kondisi penyakit penyerta seperti ginjal atau hati. Perawat akan memastikan obat diberikan tepat waktu, memantau efektivitasnya, dan mengobservasi efek samping. Edukasi diberikan kepada pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri secara proaktif dan tidak menahannya, serta cara menggunakan skala nyeri. Pendekatan holistik dengan memberikan dukungan emosional dan mengurangi kecemasan juga dapat memengaruhi persepsi nyeri. Semua tindakan dan respons pasien didokumentasikan untuk evaluasi.
Kode SIKI: I.10001
Deskripsi : Tingkat nyeri terkontrol. Kriteria hasil ini mengevaluasi keberhasilan manajemen nyeri. Untuk Ny. D, target yang ingin dicapai adalah intensitas nyeri berkurang ke tingkat yang dapat ditoleransi atau hilang sama sekali, sesuai dengan skala yang diukur (misalnya, skala nyeri turun dari 7 menjadi ≤3 dalam skala 0-10). Pasien melaporkan peningkatan kenyamanan dan mampu beristirahat atau tidur dengan cukup tanpa terganggu nyeri. Perilaku nonverbal yang menunjukkan nyeri (seperti meringis, menggosok area yang sakit, gelisah) berkurang atau tidak ada. Pasien juga menunjukkan pemahaman tentang rencana penatalaksanaan nyeri dan mampu mendemonstrasikan setidaknya satu teknik non-farmakologis untuk meredakan nyeri yang dialaminya. Pemantauan dilakukan secara berkala, terutama sebelum dan setelah intervensi (farmakologis/non-farmakologis), untuk menilai efektivitas dan menentukan kebutuhan penyesuaian rencana asuhan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0097
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Tindakan keperawatan untuk mengatasi intoleransi aktivitas. Intervensi ini dirancang untuk membantu pasien seperti Ny. D yang mengeluh sangat lemas, agar dapat meningkatkan toleransi aktivitas secara bertahap dan aman. Perawat akan melakukan kolaborasi untuk mengidentifikasi penyebab kelemahan (misalnya, hiperglikemia, anemia, malnutrisi). Rencana aktivitas disusun secara individual, dimulai dari aktivitas perawatan diri di tempat tidur (seperti menyikat gigi, mencuci muka), kemudian duduk di tepi tempat tidur, berdiri, dan berjalan jarak pendek dengan bantuan sesuai kemampuan. Prinsip "energy saving" diajarkan, seperti duduk saat melakukan aktivitas, istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas, dan mengatur prioritas tugas. Vital sign (denyut nadi, pernapasan, tekanan darah, saturasi oksigen) dimonitor sebelum, selama, dan setelah aktivitas untuk menilai respons fisiologis dan mencegah kelelahan berlebih. Dukungan nutrisi dan manajemen glukosa darah yang optimal dikelola secara kolaboratif untuk menyediakan sumber energi. Lingkungan dibuat aman untuk mencegah risiko jatuh. Dukungan emosional dan motivasi diberikan untuk membangun kepercayaan diri pasien. Kemajuan aktivitas didokumentasikan secara bertahap.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Kriteria hasil ini menunjukkan peningkatan kapasitas fungsional pasien. Pada Ny. D, hasil yang diharapkan adalah pasien dapat melakukan aktivitas dengan tingkat bantuan yang semakin berkurang. Secara spesifik, pasien mampu melakukan aktivitas perawatan diri dasar (misalnya, makan, toileting) dengan bantuan minimal. Pasien dapat melakukan ambulasi dalam jarak tertentu (misalnya, di dalam kamar) tanpa mengalami peningkatan signifikan pada tanda vital (denyut nadi tidak meningkat >20x/menit dari baseline, tidak sesak napas, tekanan darah stabil). Pasien melaporkan penurunan perasaan lemas dan kelelahan setelah beraktivitas. Pasien dan keluarga memahami tanda-tanda kelelahan yang harus diwaspadai dan tahu kapan harus beristirahat. Peningkatan partisipasi dalam aktivitas sosial sederhana di ruangan juga menjadi indikator keberhasilan. Pemantauan dilakukan setiap hari untuk melihat perkembangan kemampuan dan menyesuaikan rencana latihan.
Kondisi: Kerusakan Integritas Jaringan
Kode SDKI: D.0159
Deskripsi Singkat: Kerusakan pada membran mukosa, kornea, integumen, atau jaringan subkutan.
Kode SLKI: L.11001
Deskripsi : Tindakan keperawatan untuk perawatan luka. Intervensi ini berfokus pada penyembuhan luka di jempol kaki Ny. D yang tidak kunjung sembuh. Perawat akan melakukan asesmen luka yang mendetail meliputi lokasi, ukuran (panjang, lebar, kedalaman), jenis jaringan (nekrotik, slough, granulasi), jumlah dan karakteristik eksudat, kondisi kulit sekitar, serta adanya tanda infeksi. Pemilihan balutan (dressing) didasarkan pada prinsip TIME (Tissue, Infection/Inflammation, Moisture balance, Edge of wound) dan dilakukan secara kolaboratif. Tindakan debridement (jika diperlukan) dilakukan dengan hati-hati untuk membersihkan jaringan mati. Perawat akan menjaga kelembaban luka yang optimal dengan balutan yang sesuai, melindungi kulit sekitar dari maserasi, dan mengganti balutan secara teratur dengan teknik steril. Manajemen nyeri selama perawatan luka tidak boleh diabaikan. Faktor sistemik yang menghambat penyembuhan seperti status gizi dan kontrol gula darah dikelola secara kolaboratif. Edukasi kepada pasien dan keluarga tentang penting
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435