Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25002 | 09 Apr 2026
Klinis : Ny. B, 40 tahun datang ke IGD dengan keluhan diare sejak 1 hari yang lalu. Pasien mengatakan BAB hingga 6 kali sehari sejak kemarin dan 4 kali sejak pagi ini. Pasien mengatakan ada mual dan muntah 2 kali pagi ini. Pasien mengeluhkan lemas dan pusing. Hasil pengkajian: CM, TD 100/60 mmHg, Nadi 90x/menit, RR 20x/menit, dan suhu 37.5 °C, Lidah kering, turgor kulit > 3 detik. Anda diminta untuk memasang infus untuk mengatasi dehidrasi. Pasien rencana diberikan NaCI 0.9% sebanyak 500 cc dalam 6 jam. Faktor tetes infusan adalah 15 tetes / menit.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan volume cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular yang mengancam kesehatan. Kondisi ini ditandai dengan tanda-tanda seperti peningkatan denyut jantung, penurunan tekanan darah, penurunan turgor kulit, membran mukosa kering, dan penurunan produksi urine. Pada kasus Ny. B, data yang mendukung adalah keluhan diare dan muntah yang menyebabkan kehilangan cairan, tanda vital (TD 100/60 mmHg menunjukkan kecenderungan hipotensi, nadi 90x/menit sebagai kompensasi), lidah kering, turgor kulit > 3 detik, serta keluhan lemas dan pusing. Intervensi pemasangan infus juga mengindikasikan kebutuhan koreksi defisit cairan secara segera.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : SLKI L.03114 berfokus pada Pemantauan Keseimbangan Cairan. Tujuan luaran dari SLKI ini adalah agar keseimbangan cairan pasien dapat dipertahankan dengan kriteria hasil seperti tanda vital dalam rentang normal, turgor kulit elastis, membran mukosa lembab, dan balance cairan yang seimbang. Dalam konteks Ny. B, perawat akan memantau secara ketat tanda-tanda dehidrasi dan respons terhadap terapi cairan. Pemantauan meliputi pengukuran tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) secara berkala untuk mendeteksi perbaikan atau memburuknya kondisi, menilai turgor kulit dan kelembaban lidah secara serial, mengukur asupan dan keluaran cairan (input dari infus dan minum, output dari diare, muntah, dan urine), serta memantau status neurologis seperti keluhan pusing dan tingkat kesadaran. Pemantauan yang cermat ini penting untuk mengevaluasi efektivitas pemberian cairan NaCl 0.9% dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti syok hipovolemik.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : SIKI I.05229 adalah Intervensi Resusitasi Cairan. Intervensi ini didefinisikan sebagai pemberian cairan intravena dalam jumlah besar dan cepat untuk mengoreksi defisit volume cairan. Pada pasien Ny. B, intervensi ini diwujudkan melalui tindakan pemasangan infus dan pemberian NaCl 0.9% 500 cc dalam 6 jam. Langkah-langkah spesifik yang dilakukan perawat meliputi: pertama, menyiapkan alat dan bahan untuk pemasangan jalur intravena dengan memperhatikan prinsip aseptik untuk mencegah infeksi. Kedua, melakukan penghitungan tetesan infus yang tepat; dengan order 500 cc dalam 6 jam dan faktor tetes 15 gtt/ml, maka kecepatan infus yang harus diatur adalah (500 cc x 15 gtt/ml) / (6 jam x 60 menit) = 12500 / 360 = sekitar 21 tetes per menit. Ketiga, melakukan pemasangan kanula intravena dan mengatur kecepatan infus sesuai perhitungan. Keempat, memastikan kepatenan jalur infus dan tidak adanya tanda-tanda infiltrasi atau flebitis. Kelima, melakukan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang tujuan pemberian infus dan pentingnya melaporkan jika ada rasa tidak nyaman di area pemasangan. Intervensi ini juga mencakup kolaborasi dengan dokter dalam menentukan jenis, jumlah, dan kecepatan cairan, serta mempersiapkan pemberian cairan tambahan jika diperlukan berdasarkan hasil pemantauan. Tindakan ini bersifat kritis untuk mengembalikan volume cairan sirkulasi, memperbaiki perfusi jaringan, dan mencegah progresi dehidrasi ke tingkat yang lebih berat.
-
Article No. 24941 | 08 Apr 2026
Klinis : Pasien dibawa keluarga ke IGD 28 Februari 2026 pukul 22.30 WIB dengan keluhan utama kejang. Keluarga mengatakan sebelumnya pasien kejang di rumah dengan durasi kurang lebih 10 menit dan sudah sadar penuh. Kemudian saat perjalanan menuju IGD pasien mengalami kejang berulang dengan kaki dan tangan kelojotan. Saat dilakukan pengkajian pasien mengeluh nyeri kepala hebat, pasien mengatakan nyeri terasa nyut-nyutan dan hilang timbul lalu mengatakan nyeri timbul saat beraktivitas ringan dan mereda saat istirahat. Pasien mengatakan bahwa sedang batuk sejak 4 hari SMRS dan mengeluh gatal di tenggorokan seperti ada yang mengganjal karena batuknya terasa kering. Pasien mengatakan baru mengetahui bahwa dirinya memiliki Hipertensi sejak 3 hari lalu saat masuk IGD dan belum tertangani. Kesadaran pasien compos mentis, hasil pemeriksaan tanda-tanda vital menunjukkan tekanan darah 140/90 mmHg, nadi 85 kali per menit, suhu tubuh 36,9°C, frekuensi napas 19 kali per menit, saturasi oksigen 98%. Pasien terpasang IVFD Nacl 0,9% 500 cc/12 jam. Hasil pemeriksaan laboratorium hematologi menunjukkan hemoglobin 13,0 g/dL (normal), leukosit 9,2 10³/µL (normal), hematokrit 40% (normal), trombosit 229 10³/µL (normal). Hasil laboratorium kimia klinik menunjukkan natrium 140 mmol/L (normal), kalium 3,9 mmol/L (normal) , clorida 100 mmol/L (normal). Pemeriksaan gula darah sewaktu 102 mg/dL dalam batas normal. Hasil pemeriksaan radiologi CT Scan kepala menunjukkan infark lakunar multiple pada ganglia basalis bilateral dan corona radiata bilateral, atrophy cerebri ringan.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan otak.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Perfusi serebral efektif ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien; 2) Status neurologis stabil atau membaik; 3) Tidak ada peningkatan tekanan intrakranial; 4) Keseimbangan cairan dan elektrolit adekuat; 5) Gula darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.01206
Deskripsi : 1. Pantau dan catat status neurologis secara teratur (tingkat kesadaran, GCS, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, fungsi sensorik, bicara, tanda-tanda kejang). 2. Pantau dan catat tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) setiap 1-2 jam atau sesuai protokol. 3. Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial. 4. Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai indikasi untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. 5. Lakukan manajemen kejang: jaga jalan napas, jauhkan dari benda berbahaya, catat durasi dan karakteristik kejang, kolaborasi pemberian obat antikonvulsan. 6. Pantau keseimbangan cairan dengan ketat (input-output), pertahankan akses intravena paten. 7. Kolaborasi pemberian terapi farmakologis sesuai program (seperti antihipertensi, antikonvulsan, neuroprotektor) dan pantau efek sampingnya. 8. Minimalkan stimulasi lingkungan (cahaya, suara), berikan istirahat yang cukup. 9. Berikan edukasi pada keluarga tentang tanda-tanda gangguan neurologis yang harus dilaporkan segera (seperti sakit kepala hebat, muntah proyektil, kelemahan anggota gerak, kejang, penurunan kesadaran). 10. Kolaborasi dalam pemantauan parameter laboratorium (elektrolit, gula darah, fungsi koagulasi).
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0023
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Kontrol nyeri tercapai ditandai dengan: 1) Pasien melaporkan nyeri berkurang/hilang (skala nyeri ≤3); 2) Ekspresi wajah rileks; 3) Dapat beristirahat/tidur dengan cukup; 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.01246
Deskripsi : 1. Kaji nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, intensitas dengan skala 0-10, faktor pencetus, faktor pereda, durasi). 2. Ajarkan dan bantu teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (teknik relaksasi napas dalam, distraksi, pengalihan perhatian, posisi nyaman). 3. Atur lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat. 4. Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program medis (misalnya, untuk nyeri kepala hebat pasca kejang dan akibat infark serebral) dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 5. Monitor dan catat respons pasien terhadap intervensi pengurangan nyeri. 6. Edukasi pasien dan keluarga tentang penyebab nyeri dan pentingnya melaporkan nyeri untuk penanganan tepat. 7. Anjurkan istirahat yang cukup dan hindari aktivitas yang memicu nyeri (berdasarkan keluhan pasien bahwa nyeri timbul saat beraktivitas ringan).
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: D.0060
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan atau gangguan fungsi tubuh.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Cedera tidak terjadi ditandai dengan: 1) Tidak ada tanda-tanda cedera fisik (memar, laserasi, fraktur); 2) Lingkungan aman; 3) Pasien dan keluarga memahami upaya pencegahan cedera.
Kode SIKI: I.00982
Deskripsi : 1. Lakukan pengkajian risiko jatuh dan cedera, terutama terkait riwayat kejang berulang dan nyeri kepala hebat yang dapat mengganggu keseimbangan. 2. Pasang side rail tempat tidur dalam posisi terangkat dan pastikan selalu terkunci. 3. Tempatkan bel pemanggil dan barang-barang kebutuhan pasien dalam jangkauan. 4. Instruksikan pasien untuk meminta bantuan saat akan berpindah atau ke toilet jika merasa pusing atau tidak stabil. 5. Pertahankan lingkungan yang aman: lantai tidak licin, pencahayaan cukup, tidak ada barang menghalangi jalan. 6. Siapkan alat suction dan jalan napas di dekat pasien sebagai antisipasi kejang. 7. Berikan edukasi pada pasien dan keluarga mengenai tindakan selama kejang (menjauhkan benda berbahaya, membaringkan pasien miring, tidak memasukkan apapun ke mulut). 8. Kolaborasi dalam pemberian terapi antikonvulsan untuk mengontrol kejang. 9. Awasi pasien secara ketat, terutama saat pasien berada di luar tempat tidur.
Kondisi: Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Kode SDKI: D.0008
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif ditandai dengan: 1) Suara napas bersih; 2) Tidak ada sianosis; 3) Saturasi oksigen dalam rentang normal; 4) Pasien mampu mengeluarkan sekret secara efektif.
Kode SIKI: I.01202
Deskripsi : 1. Kaji status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, suara napas, penggunaan otot bantu) secara berkala. 2. Auskultasi suara napas setiap 4-8 jam untuk mendeteksi adanya sekret. 3. Anjurkan dan bantu pasien untuk batuk efektif dan napas dalam. 4. Ajarkan teknik batuk dengan menahan dada (splinting) jika nyaman. 5. Bantu perubahan posisi setiap 2 jam untuk mobilisasi sekret. 6. Berikan hidrasi adekuat (oral/IV) untuk mengencerkan sekret, kolaborasi dengan program cairan. 7. Lakukan fisioterapi dada dan drainase postural jika diperlukan dan tidak kontraindikasi dengan kondisi neurologis. 8. Kolaborasi pemberian terapi nebulizer atau obat mukolitik sesuai program medis untuk mengatasi batuk kering dan gatal tenggorokan. 9. Monitor saturasi oksigen secara berkala. 10. Lakukan penghisapan lendir (suction) jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret sendiri.
-
Article No. 24942 | 08 Apr 2026
Klinis : Data Subjektif Data Objektif Keluarga mengatakan pasien kejang di rumah ±10 menit dan sempat sadar penuh Keluarga mengatakan pasien kejang berulang saat perjalanan ke IGD (kaki dan tangan kelojotan). Pasien mengeluh nyeri kepala hebat. P: Nyeri saat beraktivitas dan membaik saat istirahat Q: Pasien mengatakan nyeri terasa nyut-nyutan R: Nyeri terasa dibagian kepala S: Skala 8 T: Nyeri terasa hilang timbul. Pasien mengatakan batuk sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Pasien mengeluh tenggorokan gatal seperti ada yang mengganjal. Pasien mengatakan batuknya kering. Pasien mengatakan baru mengetahui memiliki hipertensi sejak 3 hari lalu dan belum tertangani Ny.T mengatakan sulit tidur dan merasa tidurnya tidak nyenyak karena nyeri yang ia rasakan. Ny.T mengatakan nafsu makannya berkurang Pasien tampak sakit sedang Pasieng tampak meringis Pasien tampak pucat Terdengar Suara napas ronkhi Pasien terlihat batuk sesekali Tanda-tanda vital: Tekanan darah: 140/90 mmHg, Nadi: 85 x/menit, Suhu: 36,9°C, RR: 19 x/menit, SpO₂: 98% Hasil laboratorium hematologi: Hb: 13,0 g/dL (normal), Leukosit: 9,2 x10³/µL (normal), Hematokrit: 40% (normal), Trombosit: 229 x10³/µL (normal) Hasil kimia klinik: Natrium: 140 mmol/L (normal), Kalium: 3,9 mmol/L (normal), Klorida: 100 mmol/L (normal), Gula darah sewaktu: 102 mg/dL (normal) Hasil CT Scan kepala: Infark lakunar multiple pada ganglia basalis bilateral dan corona radiata bilateral, Atrofi cerebri ringan Pasien tampak tidak menghabiskan makanannya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti cedera (International Association for the Study of Pain); tiba-tiba atau lambat datangnya dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Pasien melaporkan nyeri dapat dikontrol. 2) Mengenali faktor penyebab. 3) Menggunakan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri. 4) Mematuhi regimen pengobatan nyeri. 5) Menggunakan sistem pendukung untuk mengatasi nyeri. 6) Menunjukkan perilaku yang memfasilitasi pengurangan nyeri (misalnya istirahat yang cukup).
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Nyeri: 1) Kaji karakteristik nyeri: lokasi, kualitas, intensitas (skala 0-10), pola, faktor pencetus, dan faktor yang memperberat atau meringankan. 2) Observasi tanda-tanda nonverbal ketidaknyamanan (misalnya perubahan tanda vital, gelisah, meringis, menangis). 3) Berikan analgetik sesuai program terapi. 4) Evaluasi efektivitas analgetik dan efek samping. 5) Gunakan pendekatan nonfarmakologis (misalnya distraksi, relaksasi, kompres hangat/dingin, posisi yang nyaman, lingkungan yang tenang). 6) Ajarkan tentang nyeri dan penatalaksanaannya. 7) Libatkan keluarga dalam manajemen nyeri. 8) Kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk penatalaksanaan nyeri yang komprehensif.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan upaya pernapasan atau ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Status Pernapasan: Ventilasi: Perpindahan udara masuk dan keluar dari paru. Kriteria hasil: 1) Suara napas bersih. 2) Tidak ada sianosis. 3) Frekuensi napas dalam rentang normal sesuai usia. 4) Irama napas teratur. 5) Tidak ada dispnea. 6) Tidak ada batuk tidak efektif. 7) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.04006
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: 1) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya kepala tempat tidur ditinggikan, posisi semi-Fowler). 2) Pertahankan jalan napas paten dengan kepala ekstensi, chin lift, atau jaw thrust jika diperlukan. 3) Lakukan fisioterapi dada dan napas dalam. 4) Ajarkan dan bantu latihan batuk efektif. 5) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan. 6) Auskultasi suara napas setiap 4 jam atau sesuai kebutuhan. 7) Berikan oksigen sesuai program terapi. 8) Monitor status pernapasan dan saturasi oksigen. 9) Berikan cairan yang adekuat untuk mengencerkan sekret. 10) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau mukolitik jika diperlukan.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0049
Deskripsi Singkat: Gangguan pada jumlah, kualitas, dan pola tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu kehidupan yang diinginkan.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Istirahat Tidur: Jumlah jam tidur, relaksasi, dan ketenangan yang mudah dicapai. Kriteria hasil: 1) Mendemonstrasikan pola tidur yang memadai. 2) Melaporkan perasaan istirahat setelah tidur. 3) Mengikuti rutinitas waktu tidur. 4) Menggunakan teknik relaksasi untuk mempermudah tidur. 5) Mengontrol faktor lingkungan yang mengganggu tidur.
Kode SIKI: I.06001
Deskripsi : Peningkatan Tidur: 1) Kaji kebiasaan dan pola tidur pasien. 2) Identifikasi faktor yang mengganggu tidur (nyeri, lingkungan, ansietas). 3) Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur (reduksi cahaya, kebisingan, suhu nyaman). 4) Bantu pasien dalam rutinitas waktu tidur (misalnya minum hangat, mendengarkan musik lembut). 5) Ajarkan teknik relaksasi (napas dalam, relaksasi otot progresif). 6) Atur posisi yang nyaman untuk tidur. 7) Batasi pengunjung dan interupsi selama jam tidur. 8) Kolaborasi pemberian obat analgetik sebelum tidur untuk mengontrol nyeri yang mengganggu. 9) Anjurkan untuk membatasi kafein di sore/malam hari. 10) Monitor kualitas dan kuantitas tidur.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0026
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Status Nutrisi: Jumlah nutrisi yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan metabolik. Kriteria hasil: 1) Berat badan dalam rentang normal. 2) Asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan. 3) Nilai laboratorium terkait nutrisi dalam rentang normal. 4) Tidak menunjukkan tanda malnutrisi. 5) Memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas.
Kode SIKI: I.03001
Deskripsi : Manajemen Nutrisi: 1) Kaji asupan makanan dan cairan, pola makan, serta faktor yang mempengaruhi nafsu makan (nyeri, mual). 2) Timbang berat badan secara teratur. 3) Tawarkan makanan dalam porsi kecil tapi sering. 4) Sajikan makanan dalam bentuk dan suhu yang disukai pasien. 5) Ciptakan lingkungan makan yang menyenangkan dan tidak terburu-buru. 6) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis diet. 7) Berikan suplemen nutrisi oral jika diperlukan. 8) Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan. 9) Atur posisi duduk atau semi-Fowler saat makan. 10) Monitor dan catat jumlah asupan makanan setiap hari.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: D.0022
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan akibat kondisi lingkungan yang berinteraksi dengan sumber daya adaptif dan pertahanan individu.
Kode SLKI: L.19001
Deskripsi : Kontrol Risiko: Tindakan untuk menghindari atau mengurangi risiko. Kriteria hasil: 1) Mengidentifikasi faktor risiko cedera. 2) Memodifikasi lingkungan untuk mengurangi risiko. 3) Menggunakan sumber daya yang tersedia untuk mencegah cedera. 4) Mematuhi protokol keselamatan.
Kode SIKI: I.19002
Deskripsi : Pencegahan Cedera: 1) Identifikasi faktor risiko cedera (riwayat kejang, penurunan kesadaran, pusing). 2) Pertahankan lingkungan yang aman (pencahayaan cukup, lantai tidak licin, barang-barang tidak berserakan). 3) Gunakan side rail tempat tidur dalam posisi terangkat saat pasien tidur atau istirahat. 4) Anjurkan pasien untuk meminta bantuan saat akan berpindah atau beraktivitas jika merasa lemah/pusing. 5) Tempatkan bel pemanggil dalam jangkauan pasien. 6) Monitor tanda-tanda vital dan status neurologis secara berkala. 7) Ajarkan pada pasien dan keluarga tentang faktor pemicu kejang dan langkah-langkah keselamatan saat kejang. 8) Kolaborasi pemberian terapi antikejang sesuai program. 9) Pasang tanda risiko jatuh di dekat tempat tidur pasien.
-
Article No. 24943 | 08 Apr 2026
Klinis : Data Subjektif Data Objektif Keluarga mengatakan pasien kejang di rumah ±10 menit dan sempat sadar penuh Keluarga mengatakan pasien kejang berulang saat perjalanan ke IGD (kaki dan tangan kelojotan). Pasien mengeluh nyeri kepala hebat. P: Nyeri saat beraktivitas dan membaik saat istirahat Q: Pasien mengatakan nyeri terasa nyut-nyutan R: Nyeri terasa dibagian kepala S: Skala 8 T: Nyeri terasa hilang timbul. Pasien mengatakan batuk sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Pasien mengeluh tenggorokan gatal seperti ada yang mengganjal. Pasien mengatakan batuknya kering. Pasien mengatakan baru mengetahui memiliki hipertensi sejak 3 hari lalu dan belum tertangani Ny.T mengatakan sulit tidur dan merasa tidurnya tidak nyenyak karena nyeri yang ia rasakan. Pasien tampak sakit sedang Pasieng tampak meringis Pasien tampak pucat Terdengar Suara napas ronkhi Pasien terlihat batuk sesekali Tanda-tanda vital: Tekanan darah: 140/90 mmHg, Nadi: 85 x/menit, Suhu: 36,9°C, RR: 19 x/menit, SpO₂: 98% Hasil laboratorium hematologi: Hb: 13,0 g/dL (normal), Leukosit: 9,2 x10³/µL (normal), Hematokrit: 40% (normal), Trombosit: 229 x10³/µL (normal) Hasil kimia klinik: Natrium: 140 mmol/L (normal), Kalium: 3,9 mmol/L (normal), Klorida: 100 mmol/L (normal), Gula darah sewaktu: 102 mg/dL (normal) Hasil CT Scan kepala: Infark lakunar multiple pada ganglia basalis bilateral dan corona radiata bilateral, Atrofi cerebri ringan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengancam kehidupan atau mencederai otak.
Kode SLKI: L.14014
Deskripsi : Perfusi serebral efektif ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran compos mentis (GCS 15). 2) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk usia. 3) Tidak ada keluhan sakit kepala hebat, pusing, mual, atau muntah. 4) Fungsi motorik dan sensorik utuh, tidak ada kelemahan atau kelumpuhan. 5) Hasil pemeriksaan penunjang (seperti CT Scan) menunjukkan tidak ada perkembangan lesi baru atau edema serebral. 6) Tidak terjadi kejang berulang.
Kode SIKI: I.14063
Deskripsi : 1) Monitor terus-menerus tanda-tanda neurologis (tingkat kesadaran, GCS, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, tanda-tanda vital) setiap 1-2 jam atau sesuai protokol. 2) Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial. 3) Kolaborasi pemberian terapi oksigen untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. 4) Kolaborasi pemberian terapi medikasi sesuai indikasi (antihipertensi, antikejang, neuroprotektor) dengan tepat waktu dan dosis akurat. 5) Minimalkan stimulasi lingkungan (cahaya, suara) yang berlebihan. 6) Hindari manuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial seperti mengejan, batuk kuat, atau fleksi leher berlebihan. 7) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif dan kolaborasi pemberian analgetik untuk mengontrol nyeri kepala. 8) Edukasi pasien dan keluarga untuk segera melaporkan jika ada keluhan sakit kepala yang memberat, muntah proyektil, kejang, atau penurunan kesadaran. 9) Kolaborasi dalam pemantauan hasil pemeriksaan penunjang serial (CT Scan, laboratorium). 10) Bantu pasien dalam aktivitas sehari-hari untuk menghemat energi dan mencegah kelelahan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Nyeri terkontrol ditandai dengan: 1) Skala nyeri 0-3 (skala 0-10). 2) Ekspresi wajah rileks, tidak meringis. 3) Pasien dapat beristirahat dan tidur dengan nyenyak. 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 5) Pasien mampu melakukan aktivitas sesuai toleransi tanpa gangguan nyeri yang signifikan. 6) Pasien melaporkan peningkatan kenyamanan.
Kode SIKI: I.03005
Deskripsi : 1) Kaji nyeri secara komprehensif menggunakan metode PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region, Severity, Time) setiap 4 jam atau sesuai kebutuhan. 2) Ajarkan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri (teknik relaksasi napas dalam, distraksi, posisi nyaman). 3) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai program terapi (misal: parasetamol atau obat sesuai resep) dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 4) Atur posisi pasien senyaman mungkin, hindari gerakan tiba-tiba. 5) Lakukan manajemen lingkungan (pengaturan cahaya, kebisingan, suhu) yang mendukung kenyamanan dan istirahat. 6) Berikan kompres hangat atau dingin pada daerah nyeri jika tidak ada kontraindikasi. 7) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya melaporkan nyeri sebelum menjadi berat dan cara menggunakan skala nyeri. 8) Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah intervensi nyeri. 9) Fasilitasi periode istirahat yang cukup untuk mencegah kelelahan yang memperberat persepsi nyeri. 10) Kolaborasi dengan tim medis jika nyeri tidak terkontrol dengan intervensi yang telah diberikan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0008
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan kepatenan jalan napas.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif ditandai dengan: 1) Suara napas vesikuler di semua lapang paru. 2) Tidak ada suara napas tambahan (ronkhi, wheezing). 3) Batuk efektif atau tidak ada batuk. 4) Sekret dapat dikeluarkan atau tidak ada sekret. 5) Nilai saturasi oksigen dalam rentang normal (≥95%). 6) Frekuensi napas dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.04004
Deskripsi : 1) Auskultasi suara napas setiap 4-8 jam untuk mendeteksi adanya ronkhi atau penurunan suara napas. 2) Ajarkan dan bantu latihan batuk efektif dan napas dalam setiap 2 jam. 3) Bantu pasien dalam perubahan posisi (misal, posisi semi-fowler atau miring) untuk memudahkan ekspansi paru dan drainase sekret. 4) Lakukan fisioterapi dada (chest physiotherapy) seperti perkusi dan vibrasi jika tidak ada kontraindikasi (misal, pada kondisi perdarahan intrakranial akut harus hati-hati). 5) Kolaborasi pemberian terapi nebulizer atau obat mukolitik/ekspektoran sesuai program. 6) Pertahankan hidrasi adekuat (kolaborasi pemberian cairan IV atau anjuran minum oral) untuk mengencerkan sekret. 7) Monitor status oksigenasi (SpO2, warna kulit, frekuensi napas) secara berkala. 8) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekret secara mandiri. 9) Ajarkan pasien dan keluarga tanda-tanda distress pernapasan yang harus dilaporkan. 10) Jaga kebersihan dan kelembaban udara ruangan.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0045
Deskripsi Singkat: Gangguan pada jumlah, kualitas, atau waktu tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09002
Deskripsi : Pola tidur terpenuhi ditandai dengan: 1) Pasien melaporkan kualitas tidur baik (nyenyak, tidak sering terbangun). 2) Durasi tidur cukup sesuai kebutuhan usia (misal, 6-8 jam untuk dewasa). 3) Pasien bangun dengan perasaan segar (rested). 4) Tidak ada tanda-tanda kurang tidur seperti mengantuk di siang hari, lekas marah, atau lingkaran hitam di mata. 5) Fungsi kognitif dan fisik terjaga baik.
Kode SIKI: I.09008
Deskripsi : 1) Kaji kebiasaan dan pola tidur pasien di rumah (waktu tidur, ritual sebelum tidur, lingkungan). 2) Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur (reduksi cahaya, kebisingan, suhu nyaman). 3) Atur jadwal aktivitas dan istirahat, batau kunjungan di malam hari. 4) Lakukan manajemen nyeri yang optimal sebelum waktu tidur. 5) Anjurkan teknik relaksasi sebelum tidur (seperti napas dalam, mendengarkan musik lembut). 6) Batasi asupan kafein dan cairan berlebih beberapa jam sebelum tidur. 7) Bantu pasien dalam kebersihan diri (cuci muka, gosok gigi) sebelum tidur untuk meningkatkan kenyamanan. 8) Kolaborasi pemberian obat tidur atau sedatif sesuai indikasi dan resep, dengan mempertimbangkan kondisi neurologis pasien. 9) Monitor dan catat kualitas dan kuantitas tidur pasien. 10) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya tidur untuk proses penyembuhan dan strategi higiene tidur.
Kondisi: Kurang Pengetahuan tentang Kondisi, Prognosis, dan Pengobatan
Kode SDKI: D.0182
Deskripsi Singkat: Keterbatasan atau tidak adanya informasi kognitif yang berhubungan dengan topik tertentu.
Kode SLKI: L.18035
Deskripsi : Pengetahuan adekuat ditandai dengan: 1) Pasien/keluarga dapat menyebutkan diagnosis, penyebab, dan faktor risiko kondisi (stroke lakunar, hipertensi). 2) Pasien/keluarga memahami tujuan, dosis, efek samping, dan jadwal pengobatan. 3) Pasien/kelu
Article No. 24944 | 08 Apr 2026
Klinis : Keluarga mengatakan pasien kejang di rumah ±10 menit dan sempat sadar penuh Keluarga mengatakan pasien kejang berulang saat perjalanan ke IGD (kaki dan tangan kelojotan). Pasien mengeluh nyeri kepala hebat. P: Nyeri saat beraktivitas dan membaik saat istirahat Q: Pasien mengatakan nyeri terasa nyut-nyutan R: Nyeri terasa dibagian kepala S: Skala 8 T: Nyeri terasa hilang timbul. Pasien mengatakan batuk sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Pasien mengeluh tenggorokan gatal seperti ada yang mengganjal. Pasien mengatakan batuknya kering. Pasien mengatakan baru mengetahui memiliki hipertensi sejak 3 hari lalu dan belum tertangani Ny.T mengatakan sulit tidur dan merasa tidurnya tidak nyenyak karena nyeri yang ia rasakan. Pasien tampak sakit sedang Pasieng tampak meringis Pasien tampak pucat Terdengar Suara napas ronkhi Pasien terlihat batuk sesekali Tanda-tanda vital: Tekanan darah: 140/90 mmHg, Nadi: 85 x/menit, Suhu: 36,9°C, RR: 19 x/menit, SpO₂: 98% Hasil laboratorium hematologi: Hb: 13,0 g/dL (normal), Leukosit: 9,2 x10³/µL (normal), Hematokrit: 40% (normal), Trombosit: 229 x10³/µL (normal) Hasil kimia klinik: Natrium: 140 mmol/L (normal), Kalium: 3,9 mmol/L (normal), Klorida: 100 mmol/L (normal), Gula darah sewaktu: 102 mg/dL (normal) Hasil CT Scan kepala: Infark lakunar multiple pada ganglia basalis bilateral dan corona radiata bilateral, Atrofi cerebri ringan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah cedera tersebut (International Association for the Study of Pain); timbulnya mendadak atau lambat dari intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol nyeri. Tujuan: Nyeri terkontrol dengan kriteria hasil: 1) Pasien melaporkan nyeri dapat dikontrol, 2) Menunjukkan kemampuan menggunakan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri, 3) Menggunakan analgesik sesuai resep, 4) Tingkat nyeri menurun sesuai skala yang diharapkan. Intervensi keperawatan meliputi: a) Kaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas, skala, kualitas, faktor pencetus dan pereda), b) Ajarkan dan bantu pasien menggunakan teknik nonfarmakologis (relaksasi napas dalam, distraksi, kompres hangat/dingin sesuai indikasi), c) Berikan analgesik sesuai resep dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya, d) Atur posisi yang nyaman, e) Lakukan tindakan keperawatan dengan lembut, f) Monitor tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgesik, g) Ciptakan lingkungan yang tenang.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan keperawatan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Intervensi spesifik meliputi: 1) Lakukan pengkajian nyeri komprehensif menggunakan metode PQRST (seperti yang telah didokumentasikan pada pasien: Provokasi, Kualitas, Region, Skala, Waktu). 2) Ajarkan penggunaan skala nyeri (numerik, wajah) untuk melaporkan nyeri. 3) Kolaborasi pemberian farmakologis (analgesik) sesuai resep dokter. 4) Lakukan intervensi nonfarmakologis seperti: relaksasi napas dalam, distraksi dengan musik atau percakapan, dan pengaturan posisi tubuh yang nyaman. 5) Kurangi rangsangan yang memperberat nyeri seperti cahaya berlebih dan suara bising. 6) Evaluasi respons pasien terhadap intervensi yang diberikan, termasuk penurunan skala nyeri, ekspresi wajah (tidak meringis), dan kemampuan istirahat. Pada kasus ini, nyeri kepala hebat dengan skala 8 dan sifat hilang timbul memerlukan manajemen yang komprehensif untuk mencegah peningkatan stres yang dapat memperburuk kondisi neurologis dan hipertensinya.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Tindakan untuk memfasilitasi patensi jalan napas. Tujuan: Jalan napas paten dengan kriteria hasil: 1) Suara napas bersih, 2) Tidak ada sianosis, 3) Frekuensi napas dalam rentang normal, 4) Batuk efektif. Intervensi keperawatan meliputi: a) Kaji bunyi napas, frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan, b) Kaji kemampuan batuk dan karakteristik sputum, c) Posisikan semi-Fowler atau posisi yang memudahkan ekspansi dada, d) Ajarkan batuk efektif dan latihan napas dalam, e) Lakukan fisioterapi dada dan perkusi jika diperlukan, f) Lakukan penghisapan lendir jika diperlukan, g) Berikan terapi oksigen sesuai kebutuhan, h) Anjurkan hidrasi adekuat.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas: Tindakan keperawatan untuk mempertahankan atau memulihkan patensi jalan napas. Intervensi spesifik meliputi: 1) Kaji bunyi napas setiap shift dan catat adanya ronkhi (seperti yang ditemukan pada pasien). 2) Monitor frekuensi, irama, dan usaha pernapasan. 3) Anjurkan dan bantu pasien dalam latihan napas dalam dan batuk efektif untuk mengeluarkan sekresi. 4) Atur posisi kepala lebih tinggi (semi-Fowler) untuk memudahkan pernapasan dan mengurangi aspirasi. 5) Kolaborasi dalam pemberian terapi nebulizer atau obat mukolitik jika diresepkan untuk mengatasi sekresi. 6) Anjurkan asupan cairan yang cukup (jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengencerkan sekresi. 7) Monitor nilai SpO2 secara berkala. Pada pasien ini, keluhan batuk kering dengan gatal tenggorokan dan ditemukannya ronkhi menunjukkan potensi gangguan bersihan jalan napas yang perlu ditangani untuk mencegah komplikasi seperti pneumonia aspirasi, terutama mengingat adanya riwayat kejang dan penurunan kesadaran yang berisiko terhadap aspirasi.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: D.0157
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat menyebabkan gangguan fungsi neurologis.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Pemantauan Neurologis: Tindakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data pasien untuk mengatur terapi neurologis. Tujuan: Perfusi serebral adekuat dengan kriteria hasil: 1) Tingkat kesadaran compos mentis, 2) Tanda vital stabil, 3) Tidak ada keluhan sakit kepala hebat, pusing, mual muntah, 4) Tidak ada kejang berulang. Intervensi keperawatan meliputi: a) Kaji status neurologis (GCS, pupil, kekuatan motorik, sensasi) secara berkala, b) Monitor tanda vital, khususnya tekanan darah, c) Pertahankan posisi kepala sedikit elevasi (30 derajat), d) Hindari manuver valsava, e) Kolaborasi pemberian terapi sesuai resep (antihipertensi, antikejang), f) Monitor kejang: durasi, frekuensi, karakteristik, g) Ciptakan lingkungan tenang, hindari stimulasi berlebihan, h) Anjurkan istirahat cukup.
Kode SIKI: I.15001
Deskripsi : Pemantauan Neurologis: Tindakan keperawatan untuk mengumpulkan dan menganalisis data pasien untuk mengatur terapi neurologis. Intervensi spesifik meliputi: 1) Lakukan pemantauan neurologis ketat (tingkat kesadaran, orientasi, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan ekstremitas, tanda-tanda iritasi meningeal) setiap 2-4 jam atau sesuai protokol. 2) Monitor dan kendalikan tekanan darah secara ketat (pasien hipertensi baru dengan TD 140/90 mmHg) untuk mencegah perdarahan atau memperluas area infark. 3) Observasi ketat terhadap tanda-tanda kejang berulang (riwayat kejang berulang saat perjalanan). 4) Pertahankan posisi kepala datar atau sedikit ditinggikan (15-30 derajat) untuk meningkatkan aliran darah vena serebral. 5) Hindari faktor yang meningkatkan tekanan intrakranial seperti batuk berlebihan, mengejan, dan fleksi kepala yang ekstrem. 6) Kolaborasi pemberian obat antikejang dan antihipertensi sesuai resep. 7) Ciptakan lingkungan yang tenang, redupkan lampu jika pasien mengeluh fotofobia akibat nyeri kepala. 8) Edukasi pasien dan keluarga untuk segera melaporkan jika ada sakit kepala yang memberat, muntah proyektil, kejang, atau penurunan kesadaran. Diagnosa ini sangat relevan mengingat temuan CT Scan kepala yang menunjukkan infark lakunar multipel dan atrofi cerebri, yang menjadi dasar patologis dari kejang dan nyeri kepala yang dialami pasien.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0049
Deskripsi Singkat: Gangguan pada jumlah dan kualitas tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Promosi Istirahat Tidur: Tindakan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas tidur. Tujuan: Pola tidur membaik dengan kriteria hasil: 1) Pasien melaporkan peningkatan durasi dan kualitas tidur, 2) Menunjukkan penampilan yang segar setelah bangun tidur. Intervensi keperawatan meliputi: a) Kaji kebiasaan tidur dan faktor yang mengganggu, b) Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur (redup, tenang, suhu nyaman), c) Anjurkan teknik relaksasi sebelum tidur, d) Atur jadwal aktivitas dan istirahat, e) Batasi minum kafein di sore/malam hari, f) Kolaborasi pemberian obat tidur jika diperlukan, g) Atur
Article No. 24945 | 08 Apr 2026
Klinis : Keluarga mengatakan pasien kejang di rumah ±10 menit dan sempat sadar penuh Keluarga mengatakan pasien kejang berulang saat perjalanan ke IGD (kaki dan tangan kelojotan). Pasien mengeluh nyeri kepala hebat. P: Nyeri saat beraktivitas dan membaik saat istirahat Q: Pasien mengatakan nyeri terasa nyut-nyutan R: Nyeri terasa dibagian kepala S: Skala 8 T: Nyeri terasa hilang timbul. Pasien mengatakan batuk sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Pasien mengeluh tenggorokan gatal seperti ada yang mengganjal. Pasien mengatakan batuknya kering. Pasien mengatakan baru mengetahui memiliki hipertensi sejak 3 hari lalu dan belum tertangani Ny.T mengatakan sulit tidur dan merasa tidurnya tidak nyenyak karena nyeri yang ia rasakan. Pasien tampak sakit sedang Pasieng tampak meringis Pasien tampak pucat Terdengar Suara napas ronkhi Pasien terlihat batuk sesekali Tanda-tanda vital: Tekanan darah: 140/90 mmHg, Nadi: 85 x/menit, Suhu: 36,9°C, RR: 19 x/menit, SpO₂: 98% Hasil laboratorium hematologi: Hb: 13,0 g/dL (normal), Leukosit: 9,2 x10³/µL (normal), Hematokrit: 40% (normal), Trombosit: 229 x10³/µL (normal) Hasil kimia klinik: Natrium: 140 mmol/L (normal), Kalium: 3,9 mmol/L (normal), Klorida: 100 mmol/L (normal), Gula darah sewaktu: 102 mg/dL (normal) Hasil CT Scan kepala: Infark lakunar multiple pada ganglia basalis bilateral dan corona radiata bilateral, Atrofi cerebri ringan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengakibatkan kerusakan jaringan otak.
Kode SLKI: L.14014
Deskripsi : Perfusi serebral tetap adekuat, ditandai dengan: 1) Tingkat kesadaran compos mentis (GCS 15). 2) Tidak ada keluhan sakit kepala, pusing, mual, dan muntah. 3) Tanda-tanda vital dalam batas normal. 4) Tidak ada kelemahan anggota gerak. 5) Tidak ada kejang. 6) Hasil pemeriksaan penunjang (CT Scan) menunjukkan tidak ada kelainan atau perburukan.
Kode SIKI: I.01279
Deskripsi : 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan status neurologis (tingkat kesadaran, kekuatan motorik, ukuran pupil, reaksi cahaya) secara berkala. 2) Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat, hindari fleksi/ekstensi leher berlebihan. 3) Kolaborasi pemberian terapi sesuai program (seperti antihipertensi, antikejang, neuroprotektor). 4) Monitor hasil pemeriksaan penunjang (CT Scan, laboratorium). 5) Anjurkan pasien untuk menghindari aktivitas yang memicu peningkatan tekanan intrakranial (mengejan, batuk kuat, posisi kepala datar). 6) Berikan oksigenasi sesuai kebutuhan untuk mempertahankan saturasi oksigen >95%. 7) Lakukan edukasi pada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda penurunan perfusi serebral (sakit kepala hebat, muntah proyektil, kelemahan mendadak, kejang, penurunan kesadaran) dan pentingnya kontrol tekanan darah serta kepatuhan minum obat.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Nyeri teratasi, ditandai dengan: 1) Mengungkapkan nyeri berkurang/hilang (skala 0-3). 2) Ekspresi wajah rileks. 3) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 4) Dapat beristirahat/tidur dengan nyenyak. 5) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
Kode SIKI: I.08002
Deskripsi : 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (PQRST: Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Time). 2) Ajarkan dan bantu teknik nonfarmakologis untuk mengurangi nyeri (teknik relaksasi napas dalam, distraksi, posisi nyaman). 3) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai program dokter dan evaluasi efektivitas serta efek sampingnya. 4) Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah intervensi nyeri. 5) Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat. 6) Berikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang penyebab nyeri, cara pelaporan nyeri, dan manajemen nyeri yang diberikan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0007
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan kepatenan jalan napas.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif, ditandai dengan: 1) Suara napas bersih (vesikuler), tidak ada suara tambahan (ronkhi, wheezing). 2) Frekuensi napas dalam rentang normal sesuai usia. 3) Tidak batuk atau batuk efektif (dapat mengeluarkan sekret). 4) Tidak ada sianosis. 5) Nilai saturasi oksigen dalam rentang normal (≥95%).
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : 1) Auskultasi suara napas, catat adanya suara tambahan (ronkhi). 2) Ajarkan dan bantu latihan batuk efektif dan napas dalam. 3) Bantu perubahan posisi (misalnya, semi fowler, posisi miring) untuk memudahkan drainase sekret. 4) Lakukan fisioterapi dada (chest physiotherapy) seperti perkusi dan vibrasi jika diindikasikan dan tidak ada kontraindikasi (misalnya, pada kondisi perdarahan intrakranial akut tidak dilakukan). 5) Pertahankan hidrasi adekuat (kolaborasi pemberian cairan intravena atau anjurkan minum jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengencerkan sekret. 6) Monitor frekuensi pernapasan, pola napas, dan saturasi oksigen. 7) Kolaborasi pemberian terapi nebulizer atau obat pengencer dahak sesuai program dokter. 8) Berikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang pentingnya menjaga kebersihan jalan napas dan teknik yang telah diajarkan.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0064
Deskripsi Singkat: Gangguan pada jumlah, kualitas, dan waktu tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Pola tidur membaik, ditandai dengan: 1) Mengungkapkan dapat tidur dengan cukup (6-8 jam untuk dewasa). 2) Mengungkapkan merasa segar setelah bangun tidur. 3) Tidak terlihat mengantuk di siang hari. 4) Tanda-tanda vital stabil.
Kode SIKI: I.15004
Deskripsi : 1) Kaji kebiasaan pola tidur pasien di rumah dan faktor yang mengganggu (nyeri, batuk, lingkungan). 2) Ciptakan lingkungan yang kondusif untuk tidur (reduksi cahaya, kebisingan, suhu nyaman). 3) Atur jadwal aktivitas dan istirahat. 4) Bantu teknik relaksasi sebelum tidur (misalnya, napas dalam, mendengarkan musik lembut). 5) Kolaborasi pemberian analgesik sebelum tidur untuk mengatasi nyeri yang mengganggu. 6) Batasi asupan kafein di sore/malam hari. 7) Lakukan perawatan menjelang tidur (night care) untuk meningkatkan kenyamanan. 8) Minimalkan gangguan selama jam tidur (pengaturan jadwal pemberian obat, pemeriksaan tanda vital). 9) Berikan edukasi pada pasien tentang pentingnya kebersihan tidur (sleep hygiene).
Article No. 24946 | 08 Apr 2026
Klinis : Keluarga mengatakan pasien kejang di rumah ±10 menit dan sempat sadar penuh Keluarga mengatakan pasien kejang berulang saat perjalanan ke IGD (kaki dan tangan kelojotan). Pasien mengeluh nyeri kepala hebat. P: Nyeri saat beraktivitas dan membaik saat istirahat Q: Pasien mengatakan nyeri terasa nyut-nyutan R: Nyeri terasa dibagian kepala S: Skala 8 T: Nyeri terasa hilang timbul. Pasien mengatakan batuk sejak 4 hari sebelum masuk rumah sakit (SMRS). Pasien mengeluh tenggorokan gatal seperti ada yang mengganjal. Pasien mengatakan batuknya kering. Pasien mengatakan baru mengetahui memiliki hipertensi sejak 3 hari lalu dan belum tertangani Ny.T mengatakan sulit tidur dan merasa tidurnya tidak nyenyak karena nyeri yang ia rasakan. Pasien tampak sakit sedang Pasieng tampak meringis Pasien tampak pucat Terdengar Suara napas ronkhi Pasien terlihat batuk sesekali Tanda-tanda vital: Tekanan darah: 140/90 mmHg, Nadi: 85 x/menit, Suhu: 36,9°C, RR: 19 x/menit, SpO₂: 98% Hasil laboratorium hematologi: Hb: 13,0 g/dL (normal), Leukosit: 9,2 x10³/µL (normal), Hematokrit: 40% (normal), Trombosit: 229 x10³/µL (normal) Hasil kimia klinik: Natrium: 140 mmol/L (normal), Kalium: 3,9 mmol/L (normal), Klorida: 100 mmol/L (normal), Gula darah sewaktu: 102 mg/dL (normal) Hasil CT Scan kepala: Infark lakunar multiple pada ganglia basalis bilateral dan corona radiata bilateral, Atrofi cerebri ringan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat menyebabkan gangguan nutrisi dan oksigenasi jaringan otak.
Kode SLKI: L.03116
Deskripsi : Perfusi serebral efektif ditandai dengan: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima untuk pasien; 2) Status neurologis stabil atau membaik (tingkat kesadaran, fungsi motorik/sensorik, bahasa); 3) Tidak ada peningkatan tekanan intrakranial; 4) Nilai laboratorium terkait dalam rentang normal; 5) Tidak ada kejang; 6) Keluhan sakit kepala terkontrol. Pada pasien ini, data menunjukkan ancaman serius terhadap perfusi serebral akibat temuan CT Scan "Infark lakunar multiple" yang mengkonfirmasi telah terjadi gangguan perfusi (stroke iskemik kecil multipel). Kejang yang dialami pasien merupakan manifestasi dari iritasi korteks serebral akibat gangguan perfusi dan lesi infark tersebut. Keluhan nyeri kepala hebat dengan skala 8 juga merupakan indikasi peningkatan tekanan intrakranial atau iritasi meningeal akibat kondisi iskemik. Hipertensi yang tidak tertangani (TD 140/90 mmHg) merupakan faktor risiko utama yang memperberat dan memicu berulangnya gangguan perfusi serebral. Tujuan SLKI adalah mempertahankan dan meningkatkan perfusi serebral dengan mengontrol faktor risiko, mencegah perluasan infark, dan menangani komplikasi seperti kejang dan nyeri.
Kode SIKI: I.01221
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan dan meningkatkan perfusi serebral meliputi: 1) Memonitor status neurologis secara ketat (GCS, pupil, kekuatan motorik, tanda-tanda kejang) untuk mendeteksi deteriorasi dini. 2) Memonitor dan mengelola tekanan darah secara ketat sesuai target untuk mencegah hipoperfusi atau hipertensi berlebihan yang dapat memperburuk edema. 3) Memastikan kecukupan oksigenasi (mempertahankan SpO2 >95%) dan posisi kepala tempat tidur 30 derajat untuk memfasilitasi aliran balik vena. 4) Mengelola dan mencegah kejang dengan pemberian obat antikonvulsan sesuai order dan menciptakan lingkungan aman dari cedera. 5) Mengelola nyeri kepala dengan farmakologis dan non-farmakologis (lingkungan tenang, redup cahaya) karena nyeri dapat meningkatkan tekanan intrakranial. 6) Memonitor keseimbangan cairan dan elektrolit untuk mencegah hemodilusi atau dehidrasi yang mempengaruhi viskositas darah. 7) Kolaborasi pemberian terapi antiplatelet/antikoagulan sesuai indikasi untuk mencegah trombosis baru. 8) Edukasi pasien dan keluarga tentang tanda-tanda peringatan stroke dan pentingnya kepatuhan pengobatan hipertensi. Intervensi ini langsung menjawab masalah gangguan perfusi yang mendasari kejang dan nyeri kepala pasien.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat.
Kode SLKI: L.08021
Deskripsi : Kontrol nyeri ditandai dengan: 1) Pasien melaporkan nyeri berkurang atau hilang (skala nyeri menurun ke tingkat yang dapat ditoleransi, misalnya ≤3); 2) Pasien menunjukkan perilaku nyeri berkurang (tidak meringis, dapat beristirahat/ tidur); 3) Tanda-tanda fisiologis terkait nyeri terkontrol (tekanan darah, nadi, RR dalam rentang normal); 4) Pasien mampu melakukan aktivitas sesuai kemampuan. Pada pasien ini, nyeri akut dibuktikan dengan keluhan nyeri kepala hebat, skala 8, sifat nyut-nyutan, terlokalisir di kepala, dan diperberat oleh aktivitas. Perilaku nyeri ditunjukkan dengan pasien tampak meringis. Nyeri ini memiliki penyebab organik yang jelas yaitu gangguan perfusi serebral dan infark lakunar multiple yang terlihat pada CT Scan. Nyeri juga berdampak pada pola tidur pasien (sulit tidur). Tujuan SLKI adalah mengurangi pengalaman nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien, mengurangi dampaknya terhadap fungsi, serta mengidentifikasi dan menangani penyebabnya.
Kode SIKI: I.08031
Deskripsi : Manajemen nyeri meliputi: 1) Melakukan penilaian nyeri komprehensif secara berkala menggunakan metode PQRST (seperti yang telah dideskripsikan) untuk mengevaluasi efektivitas intervensi. 2) Memberikan terapi farmakologis analgesik sesuai order dokter (biasanya diawali dengan analgesik non-opioid atau spesifik neuropatik sesuai penyebab stroke) dengan mempertimbangkan efek samping terhadap kesadaran dan fungsi neurologis. 3) Menerapkan intervensi non-farmakologis seperti kompres dingin pada dahi/leher belakang, teknik relaksasi napas dalam, distraksi, dan menciptakan lingkungan yang tenang dengan pencahayaan redup. 4) Memposisikan pasien dengan nyaman, kepala sedikit lebih tinggi. 5) Mengajarkan pasien dan keluarga untuk segera melaporkan jika nyeri bertambah atau berubah karakter. 6) Mengatasi faktor yang memperberat nyeri seperti kecemasan dan kurang istirahat. Intervensi ini penting karena nyeri yang tidak terkontrol dapat memicu krisis hipertensi dan memperburuk perfusi serebral.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.03011
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif ditandai dengan: 1) Suara napas bersih (vesikuler), tidak ada suara tambahan seperti ronkhi, wheezing, atau stridor; 2) Pasien mampu mengeluarkan sekresi secara efektif (batuk efektif) atau sekresi dapat dikeluarkan dengan bantuan; 3) Tidak ada sianosis atau tanda distress pernapasan; 4) Nilai gas darah arteri dalam rentang normal; 5) Frekuensi dan irama pernapasan dalam rentang normal. Pada pasien ini, data menunjukkan ancaman ketidakefektifan bersihan jalan napas dengan adanya "suara napas ronkhi" yang mengindikasikan adanya sekresi di saluran napas besar. Pasien juga mengalami batuk kering dan sensasi gatal/mengganjal di tenggorokan sejak 4 hari, yang dapat berkembang menjadi produksi sputum. Risiko ini diperberat oleh kondisi neurologis (infark serebral) yang dapat menurunkan tingkat kesadaran atau refleks batuk, serta imobilisasi relatif akibat kelemahan atau instruksi tirah baring. Tujuan SLKI adalah mempertahankan jalan napas paten, mencegah aspirasi, dan memastikan pertukaran gas yang adekuat.
Kode SIKI: I.04069
Deskripsi : Manajemen jalan napas meliputi: 1) Auskultasi suara napas secara berkala untuk memantau adanya penumpukan sekresi. 2) Menganjurkan dan membantu pasien untuk batuk efektif jika kesadaran dan kekuatannya memadai, dengan teknik deep breathing dan coughing. 3) Melakukan fisioterapi dada (chest physiotherapy) seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage jika terdapat sekresi banyak, dengan hati-hati mempertimbangkan kondisi tekanan intrakranial. 4) Posisikan pasien dengan kepala lebih tinggi dan ubah posisi secara berkala (jika kondisi neurologis stabil) untuk memobilisasi sekresi. 5) Mempertahankan hidrasi adekuat (sesuai toleransi dan kondisi jantung) untuk mengencerkan sekresi. 6) Melakukan penghisapan lendir (suction) jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekresi sendiri dan terdapat indikasi. 7) Memonitor nilai saturasi oksigen (SpO2) secara terus menerus. 8) Kolaborasi pemberian terapi nebulizer atau obat mukolitik sesuai order jika diperlukan. Intervensi ini bersifat preventif untuk mencegah komplikasi pneumonia aspirasi atau hipoksia yang dapat memperburuk kondisi neurologis.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: D.0047
Deskripsi Singkat: Gangguan pada jumlah, kualitas, dan waktu tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu gaya hidup yang diinginkan.
Kode SLKI: L.09011
Deskripsi : Pola tidur membaik ditandai dengan: 1) Pasien melaporkan peningkatan kualitas dan kuantitas tidur; 2) Pasien menunjukkan penurunan tanda-tanda kurang tidur (segelas mata, lelah, mudah tersinggung); 3) Pasien mampu menjelaskan faktor yang mengganggu tidur dan cara mengatasinya; 4) Tanda-tanda vital stabil. Pada pasien ini, gangguan pola tidur secara subjektif dilaporkan oleh pasien: "sulit tidur
Article No. 24947 | 08 Apr 2026
Klinis : pasıen datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 2 minggu ini, hilang tımbul dan memberat pada hari minggu 29 maret 2026. posıen juga mengeluh batuk grok -grok sejak 2 minggu, mengeluh Pusing berputar. demam sudah 3 harı sejak jum'at. muntah sudah 6x dan BAß cair sedikit-sedikit sejak kemarin. badan terasa sakit semua, kemudıan pasıen dilakukan pemeriksaan radıolagi dengan hasil bronkopneumonia. kardiomegali, dan edema paru.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Defisit oksigenasi dan/atau eliminasi karbon dioksida pada membran alveolus-kapiler. Kondisi ini ditandai dengan sesak napas, pusing (dapat terkait hipoksia), batuk, dan temuan radiologi seperti edema paru dan bronkopneumonia yang mengganggu area pertukaran gas.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : SLKI 0401: Perbaikan Pertukaran Gas. Tujuan keperawatan adalah agar pertukaran gas pasien membaik, dibuktikan dengan tanda-tanda klinis dan hasil pemeriksaan penunjang yang mendekati normal atau sesuai kondisi pasien. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal untuk usia, 2) Irama pernapasan reguler/tidak terengah-engah, 3) Tidak ada sianosis atau dyspnea saat istirahat maupun aktivitas ringan, 4) Bunyi napas bersih atau menunjukkan perbaikan dari sebelumnya (mengi/ronkhi berkurang), 5) Nilai Gas Darah Arteri (jika tersedia) dalam rentang normal atau menunjukkan perbaikan (PaO2 meningkat, PaCO2 normal, saturasi O2 > 94%), 6) Tingkat kesadaran baik (compos mentis) dan tidak mengeluh pusing berputar, 7) Toleransi aktivitas meningkat. Pada pasien ini, keberhasilan intervensi dinilai dari penurunan sesak, bunyi napas yang lebih bersih, saturasi oksigen yang adekuat, serta hilangnya keluhan pusing.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : SIKI 3310: Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan untuk memastikan patensi jalan napas dan memfasilitasi pertukaran gas yang optimal. Penjelasan rinci meliputi: 1) **Memantau status pernapasan**: Mengobservasi frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas, dan penggunaan otot bantu. Memantau saturasi oksigen secara berkala dengan pulse oximetry. Mengauskultasi bunyi napas tiap shift atau sesuai kebutuhan untuk mendeteksi adanya ronkhi, wheezing, atau area tanpa suara napas. 2) **Memposisikan pasien**: Meninggikan kepala tempat tidur 45-60 derajat (posisi semi-Fowler/Fowler tinggi) untuk memaksimalkan ekspansi dada dan mengurangi tekanan abdominal pada diafragma, serta membantu mengurangi edema paru. 3) **Manajemen sekret**: Membantu dan mengajarkan batuk efektif serta latihan napas dalam. Jika sekret banyak dan pasien tidak mampu mengeluarkan, dapat dilakukan fisioterapi dada atau suction sesuai indikasi. 4) **Pemberian terapi oksigen**: Memberikan oksigen sesuai order dokter (misal via nasal kanul atau masker) dengan flow yang ditentukan, serta memantau keefektifannya. 5) **Kenyamanan dan edukasi**: Menjelaskan setiap prosedur kepada pasien untuk mengurangi kecemasan yang dapat memperburuk sesak. Memastikan lingkungan nyaman dengan sirkulasi udara baik. 6) **Kolaborasi**: Melakukan kolaborasi pemberian obat bronkodilator, mukolitik, antibiotik, atau diuretik sesuai resep untuk menangani infeksi (pneumonia) dan edema paru. Memastikan pemeriksaan penunjang seperti foto thorax ulang atau AGD dilakukan sesuai kebutuhan. Intervensi ini bersifat dinamis dan terus dievaluasi respons pasien.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Berisiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular. Risiko ini ditandai dengan adanya muntah 6x dan BAB cair yang dapat menyebabkan dehidrasi, sementara kondisi edema paru dan kardiomegali menunjukkan kemungkinan kelebihan beban cairan atau gangguan dalam distribusi cairan.
Kode SLKI: 0601
Deskripsi : SLKI 0601: Pemeliharaan Keseimbangan Cairan. Tujuannya adalah mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Kriteria hasil mencakup: 1) Tanda-tanda vital stabil (tekanan darah, nadi, suhu dalam rentang normal), 2) Turgor kulit baik (kembali cepat saat dicubit), membran mukosa lembab, 3) Input dan output cairan seimbang dalam 24 jam (balance tidak negatif atau positif ekstrem), 4) Berat badan stabil (tidak ada penurunan atau kenaikan signifikan akibat kehilangan/retensi cairan), 5) Tidak ada tanda dehidrasi (seperti oliguria, haus berlebihan, lidah kering) atau tanda kelebihan cairan (seperti edema bertambah, sesak napas memberat, bunyi jantung gallop). Pada pasien, targetnya adalah menghentikan muntah dan diare, mencegah dehidrasi lebih lanjut, sekaligus memantau ketat agar pemberian cairan intravena tidak memperberat edema paru yang sudah ada.
Kode SIKI: 2120
Deskripsi : SIKI 2120: Manajemen Keseimbangan Cairan. Intervensi ini meliputi tindakan untuk memantau, mempertahankan, atau mengoreksi keseimbangan cairan tubuh. Penjelasan rinci: 1) **Pemantauan ketat intake dan output (I/O)**: Mencatat semua asupan cairan (oral, IV, makanan cair) dan semua pengeluaran (urin, muntah, feses cair). Mengukur berat badan harian dengan timbangan yang sama, pada waktu yang sama, dan dengan pakaian yang sama untuk mendeteksi perubahan cairan tubuh. 2) **Memantau tanda-tanda klinis**: Memeriksa turgor kulit, kelembaban membran mukosa, adanya edema (perifer maupun paru), dan tanda vital (terutama nadi dan tekanan darah untuk hipotensi ortostatik). 3) **Intervensi untuk mengurangi kehilangan cairan**: Kolaborasi pemberian obat antiemetik untuk mengatasi muntah dan terapi untuk diare. Memberikan cairan oral sedikit-sedikit tapi sering jika pasien sudah mampu dan tidak muntah. 4) **Pemberian cairan intravena dengan hati-hati**: Melakukan kolaborasi pemberian cairan IV sesuai order, dengan kecepatan tetesan yang tepat dan dipantau ketat. Pada pasien dengan edema paru dan kardiomegali, kecepatan infus harus dikontrol ketat untuk mencegah overload. 5) **Edukasi**: Menjelaskan pentingnya pencatatan I/O dan melaporkan tanda dehidrasi atau sesak yang memberat. 6) **Kolaborasi laboratorium**: Melakukan kolaborasi untuk pemeriksaan elektrolit (Na, K), ureum, kreatinin, dan hematokrit untuk menilai status cairan dan elektrolit.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat. Pada pasien, nyeri diindikasikan dari keluhan "badan terasa sakit semua" yang dapat disebabkan oleh proses infeksi (demam, bronkopneumonia) dan kondisi umum yang melemah.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : SLKI 0801: Kontrol Nyeri. Tujuannya adalah mengurangi atau menghilangkan nyeri yang dirasakan pasien. Kriteria hasil yang diharapkan: 1) Pasien melaporkan penurunan skala nyeri (misal dari skala 7/10 menjadi ≤3/10) menggunakan alat ukur nyeri yang valid, 2) Ekspresi wajah rileks, tidak meringis atau tampak kesakitan, 3) Tanda vital stabil (karena nyeri dapat meningkatkan denyut nadi dan tekanan darah), 4) Pasien dapat beristirahat dan tidur dengan cukup, 5) Pasien mampu melakukan aktivitas ringan atau mobilisasi sesuai toleransi tanpa dihambat nyeri. Pada pasien ini, targetnya adalah mengurangi nyeri tubuh sehingga pasien lebih kooperatif untuk terapi napas dan istirahat yang cukup untuk pemulihan.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : SIKI 0840: Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup tindakan untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan nyeri. Penjelasan rinci: 1) **Pengkajian nyeri komprehensif**: Menilai karakteristik nyeri (lokasi "seluruh badan", intensitas dengan skala 0-10, faktor pencetus dan pereda, serta efeknya terhadap aktivitas dan tidur). Mengobservasi respons nonverbal seperti postur tubuh, ekspresi wajah, dan gelisah. 2) **Intervensi non-farmakologis**: Memberikan lingkungan yang tenang dan nyaman. Melakukan reposisi pasien dengan posisi yang menyokong tubuh secara optimal. Mengajarkan teknik distraksi atau relaksasi napas dalam. Memberikan kompres hangat jika tidak kontraindikasi dengan demam. 3) **Intervensi farmakologis**: Berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik sesuai resep (seperti parasetamol untuk nyeri dan demam), dengan mempertimbangkan interaksi dengan terapi lain dan fungsi organ (hati, ginjal). 4)
Article No. 24948 | 08 Apr 2026
Klinis : PENGKAJIAN Hari/Tanggal Jam Nama Mahasiswa A. Identitas Nama pasien Tempat/tanggal lahir Pendidikan terakhir Status perkawinan Agama Suku Alamat B. Riwayat keluarga : Jum’at, 16 Januari 2026 : 10.00 WIB : : Ny. S : Cilacap, 25 April 1954 : SMP : Menikah : Islam : Jawa : Purwokerto Selatan 1) Pasangan ; hidup, tetapi kesehatannya menurun, berusia 75 tahun, pemilik kost kostan, Purwokerto Selatan. 2) Anak : masih hidup, Purwokerto Selatan. C. Riwayat pekerjaan Ibu Rumah Tangga, dari suami dan usaha kost-kostan, dan berkecukupan. D. Riwayat Kesehatan 1) Keluhan utama dalam 6 bulan terakhir : Penglihatan sudah mulai menurun dikarenakan faktor usia dan sering merasa pusing 2) Gejala yang dirasakan : untuk melihat jarak jauh sudah merasa buram dan saat berdiri terlalu lama merasa pusing 3) Factor pencetus : karena faktor usia dan faktor kelelahan 4) Upaya mengatasi: menggunakan kacamata dan istirahat E. Riwayat lingkungan hidup Tinggal dirumah sendiri,memiliki 4 kamar jumlah orang yang tinggal di rumah ada 3 orang, memiliki derajat privacy yang tertutup, memiliki tetangga di sekitar rumah, di Purwokerto Selatan, dengan kondisi rumah yang bersih dan nyaman F. Riwayat rekreasi Ny. S bisanya memiliki kegiatan di dekat rumah, seperti arisan bersama tetangga, dan rekreasi liburan biasanya lebih ke makan bersama dan jalan jalan G. Sumber/system pendukung yang digunakan Ny. S hanya mengandalkan fasilitas kesehatan seperti pemeriksaan rutin di Posbindu saja. Akses rumah dengan fasilitas Kesehatan sangat dekat. H. Kebiasaan ritual Ny. S rajin melaksanakan ibadah shalat 5 waktu dengan tepat waktu, Ny. S juga rajin melaksanakan ibadah shalat tahajud. Ny. S selalu meminum satu gelas air putih hangat sebelum makan. Untuk kebiasaan sebelum tidur, Ny. S selalu membaca 3 surat pendek terakhir dalam Al-Qur’an. I. Status Kesehatan saat ini Ny. S sempat mengalami masalah kondisi Kesehatan yang kurang baik berupa kenaikan kadar kolesterol yang tinggi tetapi dapat cepat teratasi dengan memperbaiki pola makan dan gaya hidup. J. Satus Kesehatan Masa Lalu Penyakit masa kanak-kanak, penyakit serius/kronik, trauma, perawatan di RS (alas an, tgl, tempat, durasi, dokter, perawat), operasi (jenis, tanggal, tempat, alas an, dokter, hasil, perawat), riwayat obstetric. K. Tinjauan Sistem Pengkajian Hasil Pengkajian Keadaan umum Ny. S kadang mengalami kelelahan yang masih ringan, tidak ada perubahan berat badan selama satu tahun yang lalu, nafsu makan normal, tidak ada demam ataupun keringat malam, tidur teratur, penilaian diri terhadap status Kesehatan cukup baik (Ny. S dapat memahamin kondisi kesehatannya dengan baik), kemampuan melakukan ADL normal (masih dapat beraktititas mandiri), Tingkat kesadaran komposmentis. Integumen Tidak terdapat lesi/luka yang diderita oleh Ny. S, tidak ada pruritus, mengalami perubahan pigmentasi pada kulit wajah, perubahan proporsi tubuh yang mulai membungkuk, kulit sudah keriput, peruubahan warna rambut yang sudah memutih. Hemopoetik Tidak ada pendarahan, pembengkakan, anemia, maupun riwayat trranfusi darah. Kepala Mata Kadang-kadang Ny. S mengeluh pusing atau sakit kepala. Ny. S mulai mengalami penurunan Kesehatan mata yaitu kondisi penlihatan yang mulai menurun, Ny. S juga memakai kacamata. Telinga Hidung & sinus Tidak ada lesi, Tidak ada gangguan pendengaran Ny. S tidak mengalami keluhan pada pernafasan. Mulut & tenggorokan Ny. S tidak mengalami keluhan pada mulut dan tenggorokan. Leher Ny. S tidak mengalami keluhan pada leher. Payudara Ny. S tidak mengalami keluhan pada payudara Pernafasan Ny. S tidak mengalami keluhan pada pernafasan Kardiovaskuler Ny. S tidak mengalami keluhan pada kardiovaskuler gastronitesnal Ny. S tidak mengalami keluhan pada gastrointestnal Perkemihan Ny. S tidak mengalami keluhan pada perkemihannnya Muskuloskeletal Ny. S kadang mengeluh mengalami nyeri sendi setelah melakukan aktifitas Sistem saraf pusat Ny. S tidak mengalami keluhan pada system syaraf pusat. Sistem endokrin Ny. S mengalami pigmentasi kulit dan tekstur, serta perubahan warna rambut karena penuaan Sistem Immune Ny. S rutin mengikuti pemeriksaan di Posbindu Sistem Pengecapan Sistem pengecapan Ny. S normal Sistem Penciuman System penciuman Ny. S normal L. Psikososial Ny. S sering melakukan sosialisasi dengan tetangga melalui kegiatan Posbindu dan arisan RW, Ny. S juga tidak mengalami stress mauppun depresi. M. Pemeriksaan Fisik 1) Pemeriksaan fisik dasar: TD : 170/90 N : 90x/ menit RR : 19x/menit 2) Pemeriksaan fisik umum Kesadaran: Keadaanu umum pasien baik dengan skor GCS 15 (Komposmentis) N. Pengkajian Khusus 1) Pendekatan Fisik Anamnese pada pendekatan fisik adalah sebagai berikut : a. Apakah Anda pernah mengalami penyakit serius atau cedera yang memengaruhi fungsi fisik Anda? Jawaban: Tidak pernah, alhamdulillah saya sehat-sehat saja. b. Apakah Anda memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau osteoartritis? Jawaban: Untuk diabetes dan yang lainnya tidak ada, paling kadang tensi saya agak tinggi, pernah sampai 175/95. c. Apakah Anda sering menjalani pemeriksaan medis rutin? Jawaban : Iya, karena saya sering mengikuti POSBINDU yang ada di lingkungan RW. d. Apakah Anda pernah menjalani operasi atau perawatan medis lainnya? Jawaban : Alhamdulillah tidak pernah. e. f. Apakah Anda mengalami perubahan fisik seperti penurunan berat badan, kelemahan otot, atau keterbatasan mobilitas? Jawaban : Untuk berat badan paling naik-turun masih dalam batas normal, mudah lelah, jalan sudah agak bungkuk dan kecepatannya menurun. Apakah Anda memiliki masalah kesehatan yang memengaruhi fungsi fisik Anda, seperti nyeri sendi atau kekakuan tubuh? Jawaban : Kadang nyeri sendi setelah banyak beraktivitas. g. Apakah Anda pernah mengalami patah tulang atau masalah lain dengan tulang dan otot Anda? Jawaban : Alhamdulillah tidak pernah. h. Apakah Anda memiliki riwayat osteoporosis atau osteoartritis? Jawaban : Tidak pernah. i. j. Apakah Anda menggunakan alat bantu seperti tongkat, kursi roda, atau walker untuk membantu mobilitas Anda? Jawaban : Tidak, alhamdulillah masih bisa berjalan dengan normal. Apakah alat bantu ini membantu Anda dalam kegiatan sehari-hari? Jawaban : Saya tidak menggunakan alat bantu. k. Apakah Anda mengalami sesak napas, nyeri dada, atau masalah pernapasan lainnya? Jawaban : Tidak pernah. l. Apakah Anda pernah didiagnosis dengan penyakit jantung atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)? Jawaban : Tidak pernah. m. Apakah Anda memiliki riwayat penyakit kulit seperti luka atau infeksi kulit? Jawaban : Tidak ada. n. Bagaimana kondisi kulit Anda secara umum, apakah ada perubahan atau masalah kulit yang baru-baru ini anda perhatikan? Jawaban : Tidak ada perubahan yang spesifik, hanya kulit mulai keriput akibat penuaan. o. Bagaimana kondisi penglihatan dan pendengaran Anda? Jawaban : Untuk penglihatan sudah mulai rabun dan harus memakai kacamata, untuk pendengaran masih normal. p. Apakah Anda menggunakan kacamata atau alat bantu dengar? Jawaban : Ya, saya hanya menggunakan kacamata. 2) Status Mental dan Fungsi Kognitif Anamnese pada status mental dan fungsi kognitif adalah sebagai berikut : a. Bagaimana persepsi dirinya sebagai lansia? Jawaban : Persepsi lansia sendiri pada apsebuah kegiatan yang dilakukan sebagaimana umunya lanisa b. Apakah optimis memandang suatu dalam kehidupan? Jawaban : Ya, lansia sangat memandang optimis dan positif terhadap kehidupan sehari hari c. Bagaimana sikapnya terhadap penuaan? Jawaban : Tidak adanya rasa tentangan pada dirinya sendiri, tetapi adanya rasa penerimaan apa yang sedang dihadapi. d. Apakah merasa dirinya dibutuhkan/tidak? Jawaban : Lansia sendiri merasa dirinya dibutuhkan e. Apakah merasa stres/cemas atau tidak? Jawaban : Tidak f. Apa yang menyebabkan dirinya merasa stres/cemas? Jawaan : Tidak ada g. Bagiamana mengatasi masalah/stres yang dialami? Jawaban : Berdoa kepada Allah h. Apakah mudah untuk menyesuaikan diri? Jawaban : Iya, usila mudah menyesuaikan diri i. Apakah usila sering mengalami kegagalan? Jawaban : Tidak j. Apa harapan sekarang dan yang akan datang, dll? Awaban : Usia berharap hidupnya akan menjadi lebih sehat dan bermakna k. Apakah mempunyai kebiasaan merokok/mengkonsumsi alkohol? Jawaban : Lansia tidak pernah mempunyai kebiasaan merokok, dan dilingkungan rumah tidak ada yang merokok l. Apakah mempunyai ketergantungan mengkonsumsi obat tertentu? Jawaban : Lansia tidak mempunyai ketergantungan obat tertentu 3) Psikososial Anamnese pada aspek psikososial adalah sebagai berikut : a. Bagaimana hubungan lansia dengan anggota keluarga lainnya? Jawaban : Hubungan lansia dengan keluarga yang lain baik. b. Apakah lansia tinggal bersama keluarga atau sendiri? Jawaban : Ya, lansia tinggal bersama suami dan 1 anaknya. c. Bagaimana dinamika keluarga lansia, dan siapa yang memberikan dukungan sosial terbesar? Jawaban : Dinamika keluarga terjalin harmonis dan kooperatif dan komunikasi dilakukan secara terbuka, yang memberikan dukungan sosial terbesar adalah anak-anaknya. d. Siapa orang-orang terdekat dalam kehidupan sehari-hari? Jawaban : Anak dan suami. e. Apakah usila masih aktif mengikuti kegiatan sosial/malas bergaul? Jawaban : Lansia masih aktif mengikuti kegiatan sosial, seperti POSBINDU dan arisan RW. f. Penilaiam sosial bagaimana lansia membina keakraban dengan teman sebaya/lingkungan? Jawaban : Cukup aktif untuk mengikuti kegiatan sosial yang menumbuhkan keakraban dengan tetangga sekitar. g. Bagaimana keterlibatan lansia dengan organisasi sosial ? Jawaban : Lansia sering mengikuti arisan RW. 4) Status Ekonomi Anamnese pada status ekonomi adalah sebagai berikut : a. Bagaimana keadaan keuangan lansia saat ini ? Jawaban : Kondisi keungan lansia saat ini cukup. b. Darimana sumber keuangan lansia saat ini ? Jawaban : Sumber keuangan lansia berasal dari usaha kost-kostan c. Apakah ada tantangan keuangan atau kekhawatiran yang lansia alami ? Jawaban : Tidak ada. d. Apakah lansia memiliki hutang dengan orang lain atau lembaga tertentu ? Jawaban : Tidak ada. e. Apakah lansia menerima bantuan sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), atau program bantuan ekonomi lainnya ? Jawaban : Tidak ada. f. Apakah lansia memiliki rencana keuangan untuk masa depan, termasuk perencanaan untuk biaya perawatan kesehatan dan kebutuhan lainnya ? Jawaban : Lansia memiliki tabungan dan asuransi kesehatan. 5) Spiritual dan keyakinan Anamnese pada aspek spiritual dan keyakinan adalah sebagai berikut : a. Apakah secara teratur melakukan ibadah sesuai dengan keyakinan agamanya ? Jawaban : Lansia rajin melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinannya b. Apakah terdapat hambatan dalam beribadah ? Jawaban : Tidak ada c. Bagaimana nilai dan keyakinan lansia berkaitan dengan kesehatan ? Jawaban : Lansia memiliki pandangan yang terbuka terkait kesehatan d. Apakah secara teratur mengikuti/terlibat aktif dalam kegiatan keagamaan, (pengajian, penyantunan anak yatim, dll) ? Jawaban : Lansia sangat aktif dalam mengikuti kegiatan keagamaan dilingkungannya e. Bagaimana cara lansia menyelesaikan masalah, apakah dengan berdoa atau tidak? Jawaban : Lansia menyelesaikan masalah dengan berdoa dan bermusyawarah dengan keluarga dalam menyelesaikan masalah f. Apakah usila terlihat sabar & tawakal ? Jawaban : Lansia terlihat sabar dan tawakal g. Bagaimana lansia melihat konsep kematian dan kehidupan setelah mati? Jawaban : Lansia terlihat sangat berserah diri dan selalu mendekatkan diri pada sang pencipta h. Apakah ada persiapan khusus atau keinginan terkait rencana akhir hidup atau ritual pemakaman ? Jawaban : Lansia rajin melakukan ibadah dan memperbanyak amal baik serta rajin bersedekah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakstabilan tekanan darah adalah keadaan di mana individu rentan mengalami variasi tekanan darah dari rentang normal yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. Kriteria hasil: 1) Tekanan sistolik dalam rentang yang ditetapkan. 2) Tekanan diastolik dalam rentang yang ditetapkan. 3) Denyut nadi dalam rentang yang ditetapkan. 4) Melaporkan tidak ada episode pusing. 5) Mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi tekanan darah. 6) Mematuhi terapi yang ditentukan.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Pemantauan Tekanan Darah. Tindakan: 1) Monitor tekanan darah, nadi, frekuensi pernapasan, dan suhu sesuai kondisi klien. 2) Identifikasi faktor yang mempengaruhi tekanan darah. 3) Anjurkan tirah baring atau aktivitas sesuai toleransi. 4) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi dan non-farmakologi sesuai indikasi. 5) Ajarkan klien dan keluarga tentang pemantauan tekanan darah mandiri. 6) Dokumentasikan tekanan darah dan respon klien.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Nyeri akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 1406
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri terkontrol. 2) Menunjukkan perilaku nyeri terkontrol (misalnya: ekspresi wajah rileks, dapat beristirahat). 3) Mengenali faktor pencetus nyeri. 4) Menggunakan metode non-farmakologi untuk mengatasi nyeri. 5) Mematuhi regimen terapi nyeri yang diresepkan.
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Tindakan: 1) Kaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas, skala, waktu, faktor pencetus dan pereda). 2) Ajarkan teknik non-farmakologi (relaksasi, distraksi, posisi yang nyaman). 3) Atur posisi untuk kenyamanan. 4) Lakukan latihan rentang gerak secara bertahap. 5) Kolaborasi pemberian analgesik sesuai indikasi. 6) Evaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri.
Kondisi: Kelelahan
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Kelelahan adalah keadaan keletihan yang luar biasa dan berkepanjangan serta penurunan kapasitas untuk kerja fisik dan mental pada tingkat biasa.
Kode SLKI: 0003
Deskripsi : Status Energi. Kriteria hasil: 1) Melaporkan peningkatan tingkat energi. 2) Menunjukkan kemampuan untuk melakukan aktivitas yang diinginkan. 3) Mempertahankan aktivitas hidup sehari-hari (ADL). 4) Mengidentifikasi faktor yang menyebabkan kelelahan. 5) Menggunakan strategi untuk menghemat energi.
Kode SIKI: 0180
Deskripsi : Manajemen Energi. Tindakan: 1) Kaji faktor penyebab kelelahan. 2) Bantu klien mengidentifikasi pola aktivitas dan istirahat. 3) Ajarkan teknik penghematan energi (menjadwalkan aktivitas, istirahat sebelum lelah, duduk saat bekerja). 4) Bantu dalam perencanaan aktivitas prioritas. 5) Anjurkan nutrisi dan hidrasi yang adekuat. 6) Monitor respons klien terhadap aktivitas.
Kondisi: Gangguan Pola Tidur
Kode SDKI: 0003
Deskripsi Singkat: Gangguan pola tidur adalah keadaan terganggunya waktu, kualitas, dan kuantitas tidur (tertidur, tetap tidur, atau bangun tidur) yang menyebabkan ketidaknyamanan atau mengganggu fungsi kehidupan.
Kode SLKI: 0002
Deskripsi : Status Tidur. Kriteria hasil: 1) Mendapatkan tidur dan istirahat yang cukup. 2) Melaporkan peningkatan kualitas tidur. 3) Menunjukkan penampilan yang segar setelah bangun tidur. 4) Mengidentifikasi faktor yang mengganggu tidur. 5) Melakukan perilaku yang meningkatkan tidur.
Kode SIKI: 1850
Deskripsi : Peningkatan Tidur. Tindakan: 1) Kaji pola dan kebiasaan tidur. 2) Identifikasi faktor yang mengganggu tidur. 3) Ciptakan lingkungan yang nyaman untuk tidur (redupkan lampu, kurangi kebisingan). 4) Anjurkan ritual sebelum tidur (membaca, relaksasi). 5) Anjurkan untuk membatasi konsumsi kafein di sore/malam hari. 6) Ajarkan teknik relaksasi untuk mempermudah tidur.
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0006
Deskripsi Singkat: Risiko cedera adalah keadaan meningkatnya kerentanan terhadap cedera fisik yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 1901
Deskripsi : Kontrol Risiko Cedera. Kriteria hasil: 1) Bebas dari cedera. 2) Lingkungan bebas dari bahaya. 3) Mengenali faktor risiko cedera di lingkungan. 4) Mendemonstrasikan perilaku untuk mencegah cedera. 5) Menggunakan alat bantu dengan tepat (jika diperlukan).
Kode SIKI: 1940
Deskripsi : Pencegahan Cedera. Tindakan: 1) Identifikasi faktor risiko cedera (pusing, penurunan penglihatan, kelelahan, nyeri sendi). 2) Modifikasi lingkungan untuk mengurangi bahaya (pencahayaan cukup, lantai tidak licin, singkirkan barang menghalangi). 3) Anjurkan menggunakan alas kaki yang aman. 4) Ajarkan untuk bangun dari duduk/tidur secara perlahan. 5) Anjurkan menggunakan kacamata dengan resep yang tepat. 6) Monitor kemampuan mobilitas dan keseimbangan.
Article No. 24949 | 08 Apr 2026
Klinis : lingkungan rumah kotor, banyak jemuran, tidak bersih, berserakan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko cedera adalah keadaan rentan terhadap cedera fisik akibat interaksi dengan sumber-sumber lingkungan, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 0710
Deskripsi : Manajemen Lingkungan. Tindakan keperawatan untuk meminimalkan faktor risiko lingkungan dan memodifikasi lingkungan untuk keselamatan pasien. Intervensi ini mencakup identifikasi bahaya lingkungan di rumah pasien, seperti kondisi lantai yang licin, pencahayaan buruk, kekacauan (berserakan), tata letak furnitur yang tidak aman, dan kondisi sanitasi yang buruk. Perawat akan melakukan pengkajian lingkungan rumah secara sistematis, mendokumentasikan potensi bahaya, dan berkolaborasi dengan pasien/keluarga untuk merencanakan modifikasi lingkungan. Tindakan spesifik termasuk merekomendasikan penataan ulang perabot untuk menciptakan jalur yang jelas, menyarankan penyimpanan barang yang tepat untuk mengurangi kekacauan, memastikan sistem pencahayaan yang memadai terutama di area lalu lintas tinggi seperti lorong dan tangga, serta memeriksa kondisi lantai. Dalam konteks lingkungan rumah yang kotor, banyak jemuran, tidak bersih, dan berserakan, perawat akan fokus pada edukasi tentang pentingnya kebersihan untuk mencegah kecelakaan (seperti tersandung), manajemen penjemuran pakaian di area yang tidak mengganggu pergerakan, dan teknik pembersihan rutin. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan fisik yang teratur, bersih, dan aman untuk bergerak, sehingga secara signifikan mengurangi risiko tersandung, jatuh, atau cedera lainnya.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : Monitor keselamatan lingkungan. Kriteria hasil yang diharapkan adalah lingkungan pasien aman dan bebas dari cedera. Indikator yang dapat diukur meliputi: Pasien dan keluarga dapat mengidentifikasi potensi bahaya lingkungan di rumah (seperti barang berserakan, jemuran di jalur jalan, lantai kotor/licin). Pasien dan keluarga mendemonstrasikan perilaku untuk meminimalkan bahaya, seperti menata barang pada tempatnya, menjemur di area khusus yang tidak menghalangi, dan membersihkan lantai secara teratur. Lingkungan rumah menunjukkan peningkatan keteraturan dan kebersihan, ditandai dengan berkurangnya barang berserakan di lantai, area jemuran yang tertata dan tidak di jalur utama, serta kondisi lantai yang bersih dan kering. Tidak ada insiden cedera (seperti jatuh atau tersandung) yang disebabkan oleh faktor lingkungan dalam periode pemantauan. Pasien melaporkan merasa lebih aman dan nyaman beraktivitas di dalam rumah. Keluarga menyatakan komitmen untuk mempertahankan lingkungan yang aman melalui rutinitas pembersihan dan penataan. Kriteria ini dievaluasi melalui observasi langsung oleh perawat (jika memungkinkan melalui kunjungan rumah), wawancara dengan pasien/keluarga, dan pemeriksaan terhadap kondisi lingkungan sebelum dan setelah intervensi. Pencapaian kriteria ini menunjukkan keberhasilan dalam mengelola risiko dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup pasien.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435