Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 9947 | 28 Dec 2024
Klinis : Seorang wanita umur 75 tahun, mengeluh tidak bisa berjalan karena kecelakaan, dia merasa cemas dan takut akan kematian, dia merasa tidak berdaya. Sebutkan diagnosa ICD, SDKI, SLKI, SIKI, NANDA Beserta kodenya. Sebutkan pula SP atau strategi pelaksanaan keperawatan jiwa yang untuk pasien. Sebutkan pemeriksaan penunjang dan obat-obatan yang sesuai untuk pasien.
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Diagnosis Keperawatan SDKI: Kecemasan (00146)
- Definisi: Perasaan tidak nyaman atau khawatir yang berlebihan terkait dengan sumber yang tidak spesifik atau tidak diketahui.
- Kode: 00146
2. Diagnosis Keperawatan SDKI: Ketidakberdayaan (00125)
- Definisi: Pengalaman subjektif individu tentang keterbatasan dalam melakukan tindakan untuk mempengaruhi hasil yang signifikan.
- Kode: 00125
Diagnosa ICD:
1. Diagnosis ICD: R26.2 Kelemahan berjalan, tidak terklasifikasi di tempat lain
2. Diagnosis ICD: F41.1 Gangguan cemas generalisata
Diagnosa NANDA:
1. Diagnosis NANDA: Anxiety (00146)
2. Diagnosis NANDA: Powerlessness (00125)
Diagnosa SLKI:
1. Diagnosis SLKI: Kemandirian Aktivitas Sehari-hari: Berjalan (0302)
2. Diagnosis SLKI: Tingkat Kecemasan (0911)
3. Diagnosis SLKI: Kontrol Diri (0306)
Diagnosa SIKI:
1. Diagnosis SIKI: Peningkatan Mobilitas (0200)
2. Diagnosis SIKI: Manajemen Kecemasan (5820)
3. Diagnosis SIKI: Terapi Relaksasi (6040)
SP atau Strategi Pelaksanaan Keperawatan Jiwa:
1. Identifikasi penyebab kecemasan
2. Latihan relaksasi untuk mengurangi kecemasan
3. Edukasi tentang proses pemulihan dari kecelakaan
4. Konseling untuk meningkatkan kontrol diri dan keyakinan diri
5. Libatkan keluarga dalam proses pemulihan
Pemeriksaan Penunjang:
1. Pemeriksaan fisik untuk menilai kondisi pasien setelah kecelakaan
2. Pemeriksaan psikologis untuk menilai tingkat kecemasan dan ketidakberdayaan
Obat-obatan:
1. Anxiolytic (obat anti-kecemasan) untuk mengatasi kecemasan
2. Antidepresan jika diperlukan untuk mengatasi depresi akibat ketidakberdayaan
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
1. Kemandirian Aktivitas Sehari-hari: Berjalan (0302) meningkat
2. Tingkat Kecemasan (0911) menurun
3. Kontrol Diri (0306) meningkat
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
1. Peningkatan Mobilitas (0200)
- Latihan fisik untuk meningkatkan kemampuan berjalan
- Bantuan alat bantu mobilisasi jika diperlukan
2. Manajemen Kecemasan (5820)
- Identifikasi dan ataasi penyebab kecemasan
- Latihan relaksasi dan teknik manajemen kecemasan
3. Terapi Relaksasi (6040)
- Ajari teknik relaksasi (misalnya, napas dalam, visualisasi, dll.)
- Bantu pasien untuk mempraktikkan teknik relaksasi secara teratur
Penjelasan rinci dan terperinci untuk setiap poin di atas:
1. Diagnosa Keperawatan SDKI:
- Kecemasan (00146): Wanita umur 75 tahun ini mengalami kecemasan dan ketakutan akan kematian setelah mengalami kecelakaan yang menyebabkan ketidakmampuan berjalan. Kecemasan yang berlebihan dapat menghambat proses pemulihan.
- Ketidakberdayaan (00125): Pasien merasa tidak berdaya dan tidak mampu melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri akibat keterbatasan fisik setelah kecelakaan. Perasaan tidak berdaya ini dapat memengaruhi motivasi dan kemajuan pemulihan.
2. Diagnosa ICD, NANDA, SLKI, dan SIKI:
- Diagnosa ICD, NANDA, SLKI, dan SIKI yang disebutkan sesuai dengan kondisi pasien dan fokus pada masalah kecemasan, ketidakberdayaan, dan penurunan mobilitas.
3. SP atau Strategi Pelaksanaan Keperawatan Jiwa:
- Identifikasi penyebab kecemasan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kecemasan pasien.
- Latihan relaksasi untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kontrol diri pasien.
- Edukasi tentang proses pemulihan dari kecelakaan untuk meningkatkan pemahaman dan keyakinan pasien.
- Konseling untuk meningkatkan kontrol diri dan keyakinan diri pasien agar tidak merasa tidak berdaya.
- Libatkan keluarga dalam proses pemulihan untuk memberikan dukungan dan motivasi.
4. Pemeriksaan Penunjang dan Obat-obatan:
- Pemeriksaan fisik untuk menilai kondisi pasien setelah kecelakaan dan menentukan rencana perawatan.
- Pemeriksaan psikologis untuk menilai tingkat kecemasan dan ketidakberdayaan pasien.
- Anxiolytic (obat anti-kecemasan) untuk mengatasi kecemasan pasien.
- Antidepresan jika diperlukan untuk mengatasi depresi akibat ketidakberdayaan.
5. Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI):
- Peningkatan Kemandirian Aktivitas Sehari-hari: Berjalan (0302) menunjukkan kemajuan pemulihan pasien.
- Penurunan Tingkat Kecemasan (0911) mengindikasikan efektivitas manajemen kecemasan.
- Peningkatan Kontrol Diri (0306) menunjukkan peningkatan keyakinan diri dan motivasi pasien.
6. Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI):
- Peningkatan Mobilitas (0200): Latihan fisik dan penggunaan alat bantu untuk meningkatkan kemampuan berjalan pasien.
- Manajemen Kecemasan (5820): Identifikasi dan penanganan penyebab kecemasan, serta latihan relaksasi untuk mengurangi kecemasan.
- Terapi Relaksasi (6040): Mengajarkan dan membantu pasien mempraktikkan teknik relaksasi secara teratur untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan kontrol diri.
Secara keseluruhan, pendekatan ini bertujuan untuk membantu pasien pulih secara fisik, psikologis, dan fungsional setelah mengalami kecelakaan. Kolaborasi multidisiplin antara perawat, fisioterapis, psikolog, dan keluarga dibutuhkan untuk mencapai hasil yang optimal bagi pasien. -
Article No. 9948 | 28 Dec 2024
Klinis : Seorang wanita umur 75 tahun, mengeluh tidak bisa berjalan karena kecelakaan, dia merasa cemas dan takut akan kematian, dia merasa tidak berdaya. Sebutkan diagnosa ICD, SDKI, SLKI, SIKI, NANDA Beserta kodenya. Sebutkan pula SP atau strategi pelaksanaan keperawatan jiwa yang untuk pasien. Sebutkan pemeriksaan penunjang dan obat-obatan yang sesuai untuk pasien.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, berikut adalah kode ICD-10, SDKI, SLKI, SIKI, NANDA, serta strategi pelaksanaan keperawatan jiwa, pemeriksaan penunjang, dan obat-obatan yang sesuai untuk kondisi yang Anda deskripsikan:
1. Kode ICD-10:
- Kode: F41.1
- Deskripsi: Gangguan Kecemasan Generalisata
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 93.75
- Deskripsi: Terapi Okupasi
3. Diagnosa SDKI:
- Kode: 00146
- Deskripsi: Kecemasan
4. Diagnosa SLKI:
- Kode: 10019402
- Deskripsi: Kemampuan Aktivitas Fisik Terganggu
5. Diagnosa SIKI:
- Kode: 10020022
- Deskripsi: Manajemen Kecemasan
6. Diagnosa NANDA:
- Kode: 00146
- Deskripsi: Kecemasan
7. Strategi Pelaksanaan Keperawatan Jiwa:
- Ciptakan lingkungan yang tenang dan aman
- Kaji tingkat kecemasan pasien secara berkala
- Berikan dukungan emosional dan informasi yang jelas terkait kondisinya
- Libatkan keluarga dalam proses perawatan
- Berikan latihan relaksasi dan manajemen stres
- Kolaborasi dengan ahli terapi okupasi untuk meningkatkan kemampuan aktivitas fisik
8. Pemeriksaan Penunjang:
- Pemeriksaan fisik lengkap
- Pemeriksaan neurologis
- Pemeriksaan psikologis (tes kecemasan, depresi)
- Pemeriksaan penunjang lainnya sesuai indikasi
9. Obat-obatan:
- Obat anxiolytik (misalnya Alprazolam)
- Antidepresan (misalnya Sertraline)
- Analgesik (jika ada nyeri terkait cedera)
- Vitamin dan suplemen penunjang, jika diperlukan
Penjelasan:
Berdasarkan gejala yang disampaikan, pasien ini mengalami Gangguan Kecemasan Generalisata (F41.1) yang disertai keterbatasan aktivitas fisik akibat cedera. Pasien membutuhkan pendekatan keperawatan jiwa yang komprehensif, meliputi terapi okupasi, manajemen kecemasan, serta dukungan emosional dan fisik. Pemeriksaan penunjang dan obat-obatan diberikan untuk mengatasi kondisi medis pasien secara holistik. -
Article No. 9949 | 28 Dec 2024
Klinis : deudinitis
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Tuan/Nyonya yang terhormat, berikut adalah kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis terkait kondisi "deudinitis":
1. Kode ICD-10:
- Kode: N34.2
- Deskripsi: Uretritis, tidak diklasifikasikan di tempat lain
Tidak ada kode ICD-9-CM prosedur/tindakan medis yang secara spesifik terkait dengan kondisi "deudinitis". Namun, tata laksana umum untuk uretritis dapat mencakup:
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 59.81
- Deskripsi: Pengambilan sampel urethra untuk pemeriksaan
Penjelasan:
- Kode ICD-10 N34.2 merujuk pada uretritis, yaitu inflamasi pada saluran kemih yang tidak diklasifikasikan di tempat lain. Kondisi "deudinitis" dapat dianggap sebagai diagnosis diferensial untuk uretritis.
- Dalam penatalaksanaan uretritis, pengambilan sampel urethra (kode ICD-9-CM 59.81) dapat dilakukan untuk pemeriksaan mikrobiologis dan identifikasi agen penyebab, sehingga dapat ditentukan terapi yang sesuai.
Mohon sampaikan apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut. -
Article No. 9950 | 28 Dec 2024
Klinis : alergi kulit
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Untuk kondisi alergi kulit, kode ICD-10 dan ICD-9-CM yang terkait adalah sebagai berikut:
1. Kode ICD-10:
- Kode: L23
- Deskripsi: Dermatitis atopik
Dermatitis atopik, atau yang lebih dikenal sebagai alergi kulit, adalah kondisi peradangan kronis pada kulit yang ditandai dengan gejala seperti gatal, ruam, dan kekeringan kulit. Kode ICD-10 L23 mencakup berbagai bentuk dermatitis atopik, termasuk yang disebabkan oleh alergen spesifik.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 95.44
- Deskripsi: Uji kulit alergi, intradermal
Dalam kasus alergi kulit, prosedur yang mungkin dilakukan adalah uji kulit alergi, yang dapat dikodekan menggunakan kode ICD-9-CM 95.44. Prosedur ini melibatkan injeksi intradermal (di dalam lapisan kulit) dari zat yang diduga menjadi alergen, untuk melihat reaksi kulit dari pasien. -
Article No. 9951 | 28 Dec 2024
Klinis : Pasien mengatakan tidak ada nyeri dada dan sesak nafas Kesadaran compos mentis. Hemodinamik TD : 95/60 mmHg, HR : 90 x/menit, RR : 20 x/menit, Spo2 98%. Pernafasan dengan nasal 3 lpm. IV line di VMS no 20, infus Nacl 0,9 % 500ml/24 jam, drip heparin 12 ui/kgbb/jam. Novorapid drip Algoritma 1. Terpasang DC no 16 tgl 25/12/24 produksi urine adekuat. Post CAG 3VD. Skala nyeri 0
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan rincian yang lengkap untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan SDKI:
1. Risiko Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh akibat penyakit kardiovaskular.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI):
1. Pasien dapat melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan berlebih.
2. Tanda-tanda vital pasien tetap stabil selama beraktivitas.
3. Pasien tidak mengalami sesak napas atau nyeri dada saat beraktivitas.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Monitoring tanda-tanda vital secara berkala, terutama saat pasien melakukan aktivitas.
2. Mengatur jadwal aktivitas dan istirahat untuk mencegah kelelahan berlebih.
3. Mengajarkan teknik pernapasan dalam untuk meningkatkan toleransi aktivitas.
4. Memberikan dukungan dan motivasi kepada pasien untuk tetap aktif sesuai kemampuannya.
5. Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi toleransi aktivitas, seperti nutrisi, cairan, dan obat-obatan.
6. Berkolaborasi dengan tim medis lain, seperti dokter dan fisioterapis, untuk menyusun rencana aktivitas yang aman dan sesuai dengan kondisi pasien.
Penjelasan Rinci:
Diagnosa Keperawatan SDKI "Risiko Intoleransi Aktivitas" dipilih karena pasien memiliki riwayat penyakit kardiovaskular (post CAG 3VD) yang dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh dan kapasitas fungsional. Meskipun saat ini pasien tidak mengeluhkan nyeri dada atau sesak napas, risiko intoleransi aktivitas tetap perlu dipertimbangkan.
Luaran/Output yang Diharapkan (SLKI) mencakup kemampuan pasien untuk melakukan aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan berlebih, stabilitas tanda-tanda vital selama beraktivitas, serta tidak adanya keluhan sesak napas atau nyeri dada. Tujuan ini bertujuan untuk memastikan pasien dapat beraktivitas secara aman dan optimal sesuai kondisinya.
Intervensi Keperawatan (SIKI) yang diperlukan meliputi pemantauan tanda-tanda vital secara berkala, pengaturan jadwal aktivitas dan istirahat, latihan pernapasan, pemberian dukungan dan motivasi, identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi toleransi aktivitas, serta kolaborasi dengan tim medis lain. Intervensi-intervensi ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan toleransi aktivitas pasien secara bertahap dan aman.
Secara keseluruhan, rencana asuhan keperawatan ini bertujuan untuk membantu pasien mencapai kemandirian dan kualitas hidup yang optimal sesuai dengan kondisi kesehatan kardiovaskularnya saat ini. -
Article No. 9952 | 28 Dec 2024
Klinis : doudenitis
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi doudenitis dengan format yang terstruktur dan penjelasan detail.
1. Kode ICD-10:
- Kode: K12.1
- Deskripsi: Doudenitis, Peradangan pada dinding duodenum atau usus dua belas jari.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 44.42
- Deskripsi: Esophagogastroduodenoscopy (EGD), prosedur endoskopi untuk memeriksa bagian atas saluran pencernaan, termasuk esofagus, lambung, dan duodenum.
Penjelasan:
1. Kode ICD-10 K12.1 (Doudenitis) menggambarkan kondisi peradangan pada dinding duodenum atau usus dua belas jari. Doudenitis dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti infeksi bakteri, iritasi dari makanan, atau kondisi medis lainnya.
2. Kode ICD-9-CM 44.42 (Esophagogastroduodenoskopi) merujuk pada prosedur endoskopi yang digunakan untuk memeriksa dan mengevaluasi kondisi saluran pencernaan bagian atas, termasuk esofagus, lambung, dan duodenum. Prosedur ini dapat dilakukan untuk mendiagnosis penyebab gejala yang terkait dengan doudenitis, seperti nyeri perut, mual, atau masalah pencernaan lainnya.
Pemeriksaan endoskopi memungkinkan dokter untuk melihat secara langsung kondisi dinding duodenum dan mengambil sampel jaringan (biopsi) jika diperlukan untuk analisis lebih lanjut. Hasil pemeriksaan ini dapat membantu menentukan penyebab dan rencana penanganan yang tepat untuk kondisi doudenitis pada pasien. -
Article No. 9953 | 28 Dec 2024
Klinis : Seorang perempuan berusia 76 tahun menderita Alzheimer sejak empat tahun yang lalu. Saat ini pasien mengalami penurunan berat badan dalam 6 bulan terakhir, mengalami kesulitan menelan, batuk saat minum, dan pernah mengalami aspirasi. Apakah tindakan keperawatan utama yang dapat diberikan pada kasus tersebut?
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Sebagai seorang dokter atau perekam medis, saya akan memberikan informasi terkait kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur atau tindakan medis, serta tindakan keperawatan utama yang dapat diberikan pada kasus yang Anda sampaikan.
1. Kode ICD-10:
- Kode: G30.9
- Deskripsi: Alzheimer's disease, unspecified
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 96.53
- Deskripsi: Enteral infusion of nutritional substances
Berdasarkan kondisi pasien yang mengalami penurunan berat badan, kesulitan menelan, dan pernah mengalami aspirasi, tindakan keperawatan utama yang dapat diberikan adalah:
1. Manajemen nutrisi dan cairan:
- Pemberian makanan dan cairan melalui sonde atau pipa nasogastrik untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat.
- Pemantauan keseimbangan cairan dan elektrolit.
- Edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya nutrisi yang cukup.
2. Pencegahan aspirasi:
- Posisi semi-fowler saat makan dan minum untuk mencegah aspirasi.
- Penggunaan alat bantu makan (seperti cangkir berlidah) untuk mempermudah menelan.
- Kolaborasi dengan ahli gizi dan terapi wicara untuk mengatur konsistensi makanan dan minuman yang sesuai.
- Pemantauan tanda-tanda aspirasi, seperti batuk, tersedak, atau perubahan napas.
3. Perawatan kulit dan pencegahan komplikasi:
- Pemantauan status kulit dan nutrisi untuk mencegah luka tekan.
- Perawatan kulit secara rutin, termasuk pembersihan dan pelembapan.
4. Dukungan psikososial:
- Edukasi dan dukungan kepada keluarga untuk memahami penyakit Alzheimer dan mengelola perubahan perilaku.
- Kolaborasi dengan tim kesehatan lainnya (psikolog, pekerja sosial) untuk memberikan dukungan yang komprehensif.
Dengan menerapkan tindakan keperawatan yang komprehensif, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan mencegah komplikasi yang mungkin terjadi. -
Article No. 9954 | 28 Dec 2024
Klinis : Pada gagal jantung kiri, peningkatan tekanan venosa pulmonalis dapat menyebabkan
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Baik, berikut informasi yang Anda minta:
1. Kode ICD-10:
- Kode: I50.1
- Deskripsi: Gagal jantung kiri
Pada kasus gagal jantung kiri, peningkatan tekanan vena pulmonalis dapat menyebabkan:
- Kongesti dan edema paru, yang dapat menyebabkan sesak napas dan batuk.
- Peningkatan tekanan atrium kiri, yang dapat mengakibatkan regurgitasi mitral dan peningkatan tekanan kapiler paru.
- Penurunan curah jantung kiri, yang dapat menurunkan aliran darah ke seluruh tubuh.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 99.62
- Deskripsi: Monitoring tekanan vena pulmonalis, dengan kateter.
Pada kasus ini, pemantauan tekanan vena pulmonalis dengan kateter dapat dilakukan untuk mengevaluasi derajat peningkatan tekanan vena pulmonalis dan menentukan tatalaksana yang tepat. -
Article No. 9955 | 28 Dec 2024
Klinis : Pada penyakit jantung stadium akhir, penurunan kemampuan kontraksi ventrikel kiri mengarah pada
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Untuk kondisi yang Anda deskripsikan, yaitu penurunan kemampuan kontraksi ventrikel kiri pada penyakit jantung stadium akhir, kode diagnosis dan kode prosedur yang sesuai adalah sebagai berikut:
1. Kode ICD-10:
- Kode: I50.1
- Deskripsi: Gagal jantung kongestif
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 37.66
- Deskripsi: Pemasangan impian jantung biventrikel
Penjelasan:
- Kode ICD-10 I50.1 mewakili diagnosis "Gagal jantung kongestif", yang merupakan kondisi dimana jantung tidak dapat memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Ini dapat terjadi akibat penurunan kemampuan kontraksi ventrikel kiri, yang merupakan karakteristik dari penyakit jantung stadium akhir.
- Kode ICD-9-CM 37.66 menjelaskan prosedur "Pemasangan implant jantung biventrikel". Ini adalah salah satu intervensi medis yang dapat dilakukan untuk menangani gagal jantung kongestif, dengan tujuan meningkatkan fungsi ventrikel kiri dan membantu jantung bekerja lebih efisien.
Dokter atau perekam medis dapat menggunakan kode-kode ini untuk mendokumentasikan diagnosis dan prosedur yang dilakukan dalam penanganan kondisi tersebut. -
Article No. 9956 | 28 Dec 2024
Klinis : Pada gagal jantung sistolik, penurunan fungsi pompa jantung mengarah pada
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: Dengan senang hati, saya akan memberikan kode ICD-10 untuk diagnosis dan kode ICD-9-CM untuk prosedur/tindakan medis yang sesuai dengan kondisi gagal jantung sistolik yang Anda sampaikan.
1. Kode ICD-10:
- Kode: I50.1
- Deskripsi: Gagal jantung sistolik (kongestif)
Pada gagal jantung sistolik, penurunan fungsi pompa jantung mengakibatkan:
- Pengisian ventrikel yang tidak adekuat selama diastol, sehingga volume darah yang dipompa selama sistol menjadi berkurang.
- Peningkatan tekanan ventrikel selama diastol, yang dapat menyebabkan kongesti vena dan cairan tertimbun di paru-paru (edema paru).
- Penurunan curah jantung, yang dapat menyebabkan perfusi perifer yang tidak adekuat.
2. Kode ICD-9-CM Procedure (jika ada):
- Kode: 37.66
- Deskripsi: Implantasi pompa jantung (ventricular assist device)
Prosedur yang mungkin dilakukan pada pasien dengan gagal jantung sistolik adalah implantasi pompa jantung (ventricular assist device). Tindakan ini bertujuan untuk membantu fungsi pompa jantung dan meningkatkan curah jantung, sehingga dapat memperbaiki perfusi perifer dan mengurangi gejala kongesti.