Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23828 | 27 Jan 2026
Klinis : Pasien mengeluh nyeri, wajah meringis, posisi tubuh tidak rileks, skala nyeri 6 selama 7 bulan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut (International Association for the Study of Pain); onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi kurang dari 6 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : SLKI 1401: Kontrol Nyeri. Pasien mampu mengontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Menyatakan nyeri terkontrol. 2) Mengenali faktor pencetus. 3) Melaporkan tidak adanya perilaku yang menunjukkan nyeri (seperti meringis, mengaduh, gelisah). 4) Menggunakan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri. 5) Menggunakan analgesik sesuai resep. 6) Mempertahankan aktivitas sesuai kemampuan. 7) Tidur/istirahat dengan cukup. 8) Fungsi fisik membaik (seperti nafsu makan, mobilitas).
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : SIKI 4410: Manajemen Nyeri. Tindakan untuk meringankan atau mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi pasien. Kegiatan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif meliputi lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas/skala nyeri, dan faktor pencetus/pemberat. 2) Observasi tanda-tanda nonverbal dari ketidaknyamanan (perilaku seperti ekspresi wajah, posisi tubuh, gelisah, menangis, menarik diri). 3) Kaji faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi/respon nyeri (budaya, situasi, pengalaman masa lalu, makna nyeri). 4) Tentukan dampak nyeri terhadap fungsi (tidur, nafsu makan, aktivitas, hubungan, emosi). 5) Berikan lingkungan yang tenang dan nyaman. 6) Kolaborasi pemberian farmakologis (analgesik) sesuai indikasi, pantau efektivitas dan efek samping. 7) Ajarkan dan bantu penggunaan teknik nonfarmakologis (distraksi, relaksasi napas dalam, imajinasi terbimbing, kompres hangat/dingin, masase, musik terapi). 8) Lakukan reposisi/posisi yang nyaman. 9) Libatkan keluarga dalam manajemen nyeri. 10) Evaluasi dan dokumentasi respons pasien terhadap intervensi.
-
Article No. 23829 | 27 Jan 2026
Klinis : tingkat nyeri
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Nyeri, tidak spesifik
Kode ICD-10: R52
Deskripsi Singkat : Kode R52 dalam ICD-10 mengklasifikasikan nyeri yang tidak dapat dikategorikan di tempat lain atau di mana lokasi dan penyebab pastinya belum ditentukan. Ini adalah kode gejala, bukan diagnosis penyakit. Istilah "nyeri" mencakup sensasi tidak menyenangkan yang berkisar dari ketidaknyamanan ringan hingga penderitaan berat, dan dapat bersifat akut atau kronik. Penggunaan kode ini tepat ketika nyeri merupakan alasan utama kontak dengan layanan kesehatan, tetapi penyebab pastinya masih dalam penyelidikan atau tidak diklasifikasikan di bawah kode yang lebih spesifik (seperti nyeri kepala, nyeri perut, atau nyeri terkait kanker). Dalam praktik klinis, kode ini sering digunakan sementara sambil menunggu diagnosis yang lebih definitif. Penting untuk mencatat bahwa kode ini memiliki subkategori: R52.0 untuk nyeri akut dan R52.1 untuk nyeri kronis intractable (tidak terkendali), serta R52.2 untuk nyeri kronis lainnya, yang memungkinkan granularitas lebih besar dalam dokumentasi. Pengkodean yang akurat memerlukan penilaian klinis untuk menentukan durasi dan sifat nyeri guna memilih subkode yang paling tepat.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23830 | 27 Jan 2026
Klinis : megeluh Mual ,nafsu makan menurun,nyeri pinggang dan perut kanan bawah,batuk ku lemah, mual,nafsu makan menirun,batuk,nyeri pada pinggang dan perut kanan bawah, px icterik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001: Kontrol Nyeri. Definisi: Tindakan untuk mengurangi atau menghilangkan sensasi tidak nyaman yang dirasakan akibat cedera jaringan aktual atau potensial. Penjelasan: Pada pasien dengan keluhan nyeri pinggang dan perut kanan bawah, tujuan keperawatan utama adalah mengontrol dan mengurangi pengalaman nyeri tersebut. Intervensi keperawatan akan berfokus pada penilaian nyeri yang komprehensif (skala, lokasi, karakteristik), pemberian terapi farmakologis sesuai instruksi (analgesik), dan penerapan metode non-farmakologis seperti reposisi, teknik distraksi, atau kompres hangat/dingin jika sesuai. Pengelolaan nyeri yang efektif tidak hanya meningkatkan kenyamanan tetapi juga memfasilitasi mobilisasi, meningkatkan nafsu makan, dan mengurangi stres, yang kesemuanya mendukung proses penyembuhan. Evaluasi keberhasilan SLKI ini diukur melalui penurunan skala nyeri yang dilaporkan pasien, penampilan wajah yang lebih rileks, serta kemampuan pasien untuk beristirahat dan berpartisipasi dalam aktivitas perawatan diri.
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : SIKI I.08041: Manajemen Nyeri. Definisi: Tindakan keperawatan dalam melakukan manajemen nyeri. Penjelasan: Ini adalah serangkaian tindakan operasional yang dilakukan perawat untuk mencapai SLKI Kontrol Nyeri. Tindakan-tindakan tersebut meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif menggunakan metode PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Time) atau skala numerik/visual. 2) Memantau dan mencatat karakteristik nyeri (lokasi, penyebaran, intensitas, durasi, faktor pemicu dan pereda) secara berkala. 3) Memberikan analgesik sesuai program terapi dokter dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. 4) Mengajarkan dan membantu pasien menggunakan teknik non-farmakologis seperti napas dalam, relaksasi, distraksi (misalnya mendengarkan musik), atau imajinasi terbimbing. 5) Melakukan reposisi atau membantu pasien menemukan posisi yang nyaman untuk mengurangi tekanan pada area yang sakit. 6) Memberikan kompres hangat pada area pinggang atau kompres dingin pada area perut (jika tidak ada kontraindikasi seperti apendisitis akut yang dicurigai) sesuai kondisi dan anjuran. 7) Menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat. 8) Melakukan kolaborasi dengan tim kesehatan lain jika nyeri tidak terkontrol. Implementasi SIKI ini harus didokumentasikan dengan baik untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dan menjadi dasar penyesuaian rencana keperawatan.
Kondisi: Keseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0027
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : SLKI L.03001: Status Nutrisi. Definisi: Pencapaian keseimbangan antara asupan nutrisi dengan kebutuhan metabolik tubuh. Penjelasan: Pasien mengeluh mual, nafsu makan menurun, dan tampak ikterik (kuning), yang merupakan indikator kuat adanya gangguan pada asupan dan metabolisme nutrisi. Tujuan keperawatan adalah memperbaiki status nutrisi dengan meningkatkan asupan makanan dan cairan. Intervensi diarahkan untuk mengurangi mual, merangsang nafsu makan, dan memastikan pasien menerima nutrisi yang adekuat baik secara oral maupun alternatif jika diperlukan. Pencapaian SLKI ini ditandai dengan peningkatan asupan makanan dari porsi yang ditawarkan, peningkatan atau stabilisasi berat badan, serta perbaikan parameter laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin) dan fungsi hati (bilirubin). Status nutrisi yang memadai sangat penting untuk mendukung sistem imun, penyembuhan jaringan, dan energi bagi aktivitas sehari-hari.
Kode SIKI: I.03015
Deskripsi : SIKI I.03015: Manajemen Mual. Definisi: Tindakan keperawatan dalam melakukan manajemen mual. Penjelasan: Tindakan spesifik ini penting untuk mengatasi salah satu penyebab utama penurunan asupan nutrisi. Tindakannya meliputi: 1) Mengkaji faktor penyebab mual (misalnya, nyeri, efek obat, gangguan hati/ikterus). 2) Memberikan obat antiemetik sesuai program terapi dokter dan mengevaluasi efektivitasnya. 3) Memberikan makanan dalam porsi kecil tetapi sering untuk menghindari distensi lambung. 4) Menawarkan makanan kering dan hambar (seperti biskuit, roti) di pagi hari. 5) Menghindari makanan berlemak tinggi, berminyak, atau berbau tajam yang dapat memicu mual. 6) Memastikan lingkungan makan yang bersih, bebas bau tidak sedap, dan nyaman. 7) Menganjurkan pasien untuk duduk tegak atau setengah duduk selama dan setelah makan. 8) Mengajarkan teknik napas dalam dan relaksasi untuk mengatasi sensasi mual. 9) Memantau dan mencatat frekuensi, pemicu, serta karakteristik mual. Dengan mengelola mual secara efektif, diharapkan nafsu makan pasien dapat membaik sehingga asupan nutrisi meningkat.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0091
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI L.09001: Toleransi Aktivitas. Definisi: Kemampuan untuk melakukan aktivitas yang memerlukan energi. Penjelasan: Kombinasi gejala seperti nyeri, mual, nafsu makan menurun, dan batuk (yang mengindikasikan kemungkinan infeksi atau kelemahan umum) dapat menyebabkan pasien mengalami kelelahan dan penurunan toleransi terhadap aktivitas. Tujuan keperawatan adalah meningkatkan toleransi aktivitas secara bertahap sesuai dengan kemampuan pasien. SLKI ini dicapai dengan memastikan pasien dapat melakukan aktivitas perawatan diri (seperti makan, toileting) dengan bantuan minimal, tidak mengalami peningkatan signifikan tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan) setelah aktivitas, serta melaporkan penurunan rasa lelah. Pendekatan bertahap diperlukan untuk mencegah kelelahan berlebih yang dapat memperlambat pemulihan.
Kode SIKI: I.09005
Deskripsi : SIKI I.09005: Manajemen Energi. Definisi: Tindakan keperawatan dalam mengatur energi untuk mencegah kelelahan dan meningkatkan fungsi. Penjelasan: Tindakan ini meliputi: 1) Mengkaji pola energi pasien (kapan pasien merasa paling lelah atau segar). 2) Merencanakan dan menjadwalkan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas yang melelahkan. 3) Membantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, mendorong kemandirian secara bertahap. 4) Mengajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat mandi atau menyisir rambut, menyelesaikan aktivitas secara perlahan. 5) Memantau respons fisiologis (denyut nadi, pernapasan, tekanan darah) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. 6) Meningkatkan aktivitas secara bertahap berdasarkan toleransi pasien, dimulai dari rentang gerak di tempat tidur, duduk di tepi tempat tidur, hingga berjalan jarak pendek. 7) Mengkolaborasikan pemenuhan nutrisi dan manajemen nyeri, karena kedua faktor ini secara langsung memengaruhi tingkat energi pasien. Manajemen energi yang baik membantu mempertahankan fungsi fisik dan mencegah komplikasi imobilisasi.
-
Article No. 23831 | 27 Jan 2026
Klinis : 1) Ineffective airway clearance based on data persistent cough for two days, shortness of breath especially at night, respiratory rate 22 times per minute, bilateral wheezing on auscultation, symptoms triggered by cold air and physical activity defined by presence of adventitious breath sounds (wheezing), ineffective cough, increased respiratory rate, and reported dyspnea.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: 0410
Deskripsi : Pencapaian bersihan jalan napas yang efektif ditandai dengan: 1) Suara napas bersih/vaskuler terdengar jelas di semua lapang paru, 2) Tidak terdapat suara napas tambahan (mengi, ronki, stridor), 3) Batuk efektif, 4) Lendir/dahak mudah dikeluarkan, 5) Tidak ada atau berkurangnya sesak napas, 6) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal sesuai usia, 7) Irama pernapasan teratur, 8) Ekspansi dada simetris, 9) Analisis gas darah dalam rentang normal, 10) Warna kulit dan membran mukosa normal (tidak sianosis), 11) Tingkat kesadaran baik (compos mentis).
Kode SIKI: 3350
Deskripsi : Manajemen jalan napas meliputi tindakan: 1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, usaha napas), 2) Auskultasi suara napas, catat adanya suara tambahan, 3) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misal: semi fowler, fowler), 4) Ajarkan dan bantu teknik batuk efektif (batuk dalam, huffing), 5) Lakukan fisioterapi dada (postural drainage, perkusi, vibrasi) sesuai indikasi, 6) Lakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas atas/bawah sesuai kebutuhan dan protokol, 7) Berikan terapi oksigen sesuai program, 8) Kelola pemberian cairan untuk mengencerkan sekret (kecuali kontraindikasi), 9) Ajarkan penggunaan alat bantu napas (incentive spirometry) sesuai indikasi, 10) Berikan obat bronkodilator dan mukolitik sesuai program terapi, 11) Monitor analisis gas darah (AGD) dan saturasi oksigen (SpO2), 12) Ajarkan manajemen dyspnea (pursed-lip breathing, posisi relaksasi), 13) Lakukan perawatan mulut dan hidung untuk kenyamanan, 14) Edukasi pasien/keluarga tentang tanda-tanda gangguan jalan napas dan kapan harus mencari bantuan.
-
Article No. 23832 | 27 Jan 2026
Klinis : Nyeri akut
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: