Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23897 | 01 Feb 2026
Klinis : 1. Klien mengatakan masih ada mual dan muntah 2. Saat pengkajian klien mengatakan siang ini hanya bisa makan bubur jatah RSU 1 sdm. 3. PUQE-24 Skore 12 ( sedang )
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: B.1.1
Deskripsi Singkat: Diagnosis keperawatan ini ditegakkan ketika terdapat kerentanan terhadap asupan nutrisi yang tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh, yang dapat mengakibatkan penurunan berat badan, kekurangan energi, dan gangguan fungsi tubuh. Pada kasus ini, kondisi klien dengan mual dan muntah (PUQE-24 skor 12 kategori sedang) serta asupan makanan yang sangat minimal (hanya 1 sendok makan bubur) menjadi faktor risiko utama. Asupan yang tidak adekuat ini berpotensi menyebabkan defisit kalori, protein, vitamin, dan mineral, sehingga mengancam status gizi, proses penyembuhan, dan keseimbangan cairan serta elektrolit. Fokus diagnosis adalah pada pencegahan agar risiko ini tidak berkembang menjadi ketidakseimbangan nutrisi yang aktual.
Kode SLKI: L.03018
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk mencapai status nutrisi yang adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan mencakup peningkatan asupan makanan dan cairan secara bertahap sesuai toleransi, pemantauan tanda-tanda dehidrasi dan malnutrisi, serta pemahaman klien tentang strategi untuk mengatasi mual dan meningkatkan asupan. Secara spesifik, luaran yang dituju adalah klien dapat menunjukkan peningkatan nafsu makan, mengonsumsi porsi makanan yang lebih besar dari waktu ke waktu (misalnya dari 1 sdm menjadi setengah porsi atau lebih), serta melaporkan penurunan frekuensi dan intensitas mual dan muntah. Selain itu, parameter antropometri seperti berat badan harus stabil atau tidak mengalami penurunan signifikan, dan tanda-tanda klinis seperti kelemahan, pusing, atau kulit kering menunjukkan perbaikan. SLKI ini menjadi pedoman untuk mengevaluasi keberhasilan intervensi keperawatan yang diberikan.
Kode SIKI: I.08021
Deskripsi : Intervensi keperawatan ini difokuskan pada manajemen mual dan muntah serta upaya meningkatkan asupan nutrisi. Implementasinya melibatkan serangkaian tindakan holistik. Pertama, perawat melakukan kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi farmakologis antiemetik sesuai indikasi. Kedua, memberikan edukasi dan menerapkan strategi non-farmakologis seperti mengatur pola makan kecil tapi sering (small frequent feeding), menghindari makanan berlemak dan berbumbu kuat, serta memilih makanan kering dan hambar (seperti biskuit) di pagi hari. Ketiga, menciptakan lingkungan yang nyaman dan bebas bau selama makan, serta memposisikan klien dengan benar untuk mencegah aspirasi. Keempat, memantau asupan dan output cairan secara ketat, termasuk karakteristik muntah, untuk mendeteksi dini tanda dehidrasi. Kelima, melakukan kolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun rencana diet yang sesuai dengan toleransi klien, mungkin dengan modifikasi tekstur dan suhu makanan. Keenam, memberikan dukungan psikologis karena kecemasan dapat memperburuk mual. Tindakan ini harus didokumentasikan dan dievaluasi secara berkala untuk menilai efektivitasnya dalam meningkatkan asupan nutrisi klien dan mengurangi gejala.
-
Article No. 23898 | 01 Feb 2026
Klinis : pasien mengatakan badan terasa panas kurang lebih 1 minggu pasien mengatakan demam bilang Timor orang tua pasien mengatakan pasien tampak lemas saat demam do kulit terabangas pasien tampak pucat kulit pasien tampak kemerahan ttv nadi 110 kali per menit RR 22 kali per menit suhu 36,7 derajat Celcius
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Suhu Tubuh
Kode SDKI: 00246
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan suhu tubuh dari rentang normal yang tidak diinginkan, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: 3401
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Kriteria hasil: 1) Kulit hangat saat disentuh. 2) Suhu tubuh dalam rentang 36,5°C - 37,5°C. 3) Tidak ada keluhan perasaan dingin atau panas. 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Pemantauan suhu tubuh. Intervensi keperawatan: 1) Observasi tanda dan gejala perubahan suhu tubuh (menggigil, berkeringat, pucat, kemerahan). 2) Monitor suhu tubuh secara teratur sesuai kondisi klien dan kebijakan institusi. 3) Monitor tanda-tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah). 4) Identifikasi faktor yang mempengaruhi perubahan suhu tubuh (lingkungan, aktivitas, penyakit). 5) Monitor warna kulit (kemerahan, pucat, sianosis). 6) Monitor asupan dan haluaran cairan. 7) Kolaborasi pemberian terapi untuk mempertahankan suhu tubuh normal sesuai indikasi. 8) Berikan lingkungan yang nyaman (sirkulasi udara, pakaian, selimut). 9) Anjurkan peningkatan asupan cairan. 10) Ajarkan pada klien/keluarga tanda dan gejala perubahan suhu tubuh yang perlu dilaporkan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 00132
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang terjadi secara tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Mengungkapkan nyeri berkurang/hilang. 2) Menunjukkan ekspresi wajah rileks. 3) Dapat beristirahat/tidur dengan cukup. 4) Tanda vital dalam rentang normal. 5) Dapat melakukan aktivitas sesuai kemampuan.
Kode SIKI: 0810
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, faktor pencetus). 2) Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan (ekspresi wajah, posisi tubuh, gelisah). 3) Evaluasi pengalaman nyeri sebelumnya. 4) Evaluasi bersama klien efektivitas tindakan nyeri yang pernah digunakan. 5) Pilih dan gunakan alat pengkajian nyeri yang sesuai (skala numerik, wajah, verbal). 6) Monitor tanda vital sebelum, selama, dan setelah intervensi nyeri. 7) Lakukan tindakan untuk mengurangi faktor pencetus nyeri. 8) Ajarkan penggunaan teknik nonfarmakologi (distraksi, relaksasi napas dalam, imajinasi terbimbing, masase, kompres hangat/dingin). 9) Atur posisi untuk kenyamanan. 10) Berikan analgetik sesuai program terapi. 11) Evaluasi efektivitas analgetik dan efek samping. 12) Berikan informasi tentang nyeri dan penanganannya. 13) Berikan dukungan emosional.
Kondisi: Kelelahan
Kode SDKI: 00094
Deskripsi Singkat: Keadaan kelelahan yang luar biasa dan menetap serta penurunan kapasitas untuk kerja fisik dan mental pada tingkat yang biasa.
Kode SLKI: 0201
Deskripsi : Status energi memadai. Kriteria hasil: 1) Mengungkapkan peningkatan energi. 2) Melakukan aktivitas sesuai tingkat kemampuan. 3) Mendemonstrasikan teknik untuk menghemat energi. 4) Tanda vital dalam rentang normal selama aktivitas.
Kode SIKI: 0180
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi keperawatan: 1) Kaji faktor penyebab kelelahan (proses penyakit, pengobatan, nyeri, gangguan emosi, gangguan nutrisi). 2) Monitor tanda vital sebelum, selama, dan setelah aktivitas. 3) Kaji pola tidur dan istirahat. 4) Kaji kemampuan klien dalam melakukan aktivitas (Activity Daily Living/ADL). 5) Bantu klien mengidentifikasi aktivitas yang dapat memicu kelelahan. 6) Bantu klien mengidentifikasi aktivitas yang dapat didelegasikan. 7) Rencanakan dan jadwalkan periode istirahat yang cukup. 8) Bantu memilih aktivitas yang konsisten dengan tingkat energi. 9) Ajarkan teknik penghematan energi (duduk saat melakukan aktivitas, istirahat teratur, atur peralatan dalam jangkauan). 10) Anjurkan aktivitas fisik ringan sesuai toleransi. 11) Kolaborasi pemberian terapi untuk mengatasi penyebab kelelahan (nutrisi, transfusi, terapi nyeri). 12) Berikan lingkungan yang tenang untuk istirahat.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 00007
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal yang diinduksi oleh faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan mekanisme termoregulasi.
Kode SLKI: 3402
Deskripsi : Suhu tubuh kembali normal. Kriteria hasil: 1) Suhu tubuh dalam rentang normal (36,5°C - 37,5°C). 2) Kulit teraba hangat, tidak panas. 3) Tidak ada menggigil atau berkeringat berlebihan. 4) Tanda vital dalam rentang normal.
Kode SIKI: 3900
Deskripsi : Manajemen Hipertermia. Intervensi keperawatan: 1) Monitor suhu tubuh secara teratur. 2) Monitor tanda vital (nadi, pernapasan, tekanan darah). 3) Observasi tanda dan gejala hipertermia (kulit kemerahan, panas, takikardia, takipnea, menggigil, berkeringat). 4) Monitor warna kulit. 5) Monitor status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa, balance cairan). 6) Berikan terapi cairan per oral atau intravena sesuai program. 7) Lakukan tindakan pendinginan (kompres dingin di aksila dan lipat paha, mandi/sponge air hangat, pakaian tipis). 8) Atur suhu lingkungan yang nyaman. 9) Anjurkan peningkatan asupan cairan. 10) Kolaborasi pemberian antipiretik sesuai program. 11) Berikan terapi oksigen sesuai indikasi. 12) Kolaborasi pemeriksaan penunjang sesuai indikasi (kultur darah, urine, dahak).
-
Article No. 23899 | 01 Feb 2026
Klinis : Pasien perempuan 35 tahun, dengan diabetes tipe 1, anemia dan hipotensi. pasien rutin memeriksakan dan mengontrol kesehatannya
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan kadar glukosa darah dari rentang normal yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03143
Deskripsi : Pasien mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang yang ditargetkan. Luaran ini sangat relevan karena pasien memiliki diabetes tipe 1 yang merupakan kondisi utama. Meskipun pasien rutin memeriksakan dan mengontrol kesehatannya, keberadaan anemia dan hipotensi dapat mempengaruhi metabolisme, gejala hipoglikemia, dan kemampuan tubuh dalam merespon terapi insulin, sehingga pencapaian kadar glukosa yang stabil membutuhkan perhatian khusus. Target luaran ini adalah pasien dapat menunjukkan nilai glukosa darah puasa 80-130 mg/dL, glukosa darah 2 jam postprandial <180 mg/dL, dan HbA1c <7% melalui manajemen diri yang efektif, pemantauan yang ketat, serta penyesuaian terapi yang tepat dengan mempertimbangkan kondisi anemia dan hipotensi yang dapat menyebabkan kelemahan dan pusing, sehingga mengaburkan gejala hipoglikemia.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : Monitor kadar glukosa darah. Intervensi ini merupakan tindakan fundamental dalam manajemen diabetes tipe 1. Perawat akan memantau kadar glukosa darah sesuai indikasi, baik melalui pemeriksaan mandiri oleh pasien maupun pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Pemantauan yang cermat sangat penting untuk mendeteksi fluktuasi (hiperglikemia atau hipoglikemia) yang mungkin lebih sering terjadi atau lebih berat karena interaksi dengan kondisi anemia dan hipotensi. Data pemantauan digunakan untuk mengevaluasi efektivitas regimen insulin, pola makan, dan aktivitas fisik. Perawat juga akan mendidik dan memvalidasi kemampuan pasien dalam melakukan pemantauan mandiri yang akurat, serta menginterpretasikan hasilnya. Dalam konteks pasien ini, perawat harus lebih waspada terhadap gejala hipoglikemia yang mungkin tertutup oleh gejala anemia (lemas, pusing) atau diperberat oleh hipotensi, sehingga pemantauan yang lebih sering mungkin diperlukan, terutama sebelum aktivitas atau mengemudi.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya patogen menyerang tubuh.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Pasien bebas dari infeksi. Pasien diabetes tipe 1 memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi akibat hiperglikemia yang dapat mengganggu fungsi sel darah putih (leukosit) dan sirkulasi. Kondisi anemia pada pasien ini semakin memperburuk risiko karena menurunkan kapasitas pengangkutan oksigen dan mungkin mengindikasikan nutrisi yang kurang optimal, yang dapat melemahkan respons imun. Hipotesi juga dapat berkontribusi pada perfusi jaringan yang kurang optimal, menghambat penyembuhan luka dan distribusi sel imun. Target luaran adalah pasien tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi seperti demam, kemerahan, bengkak, nyeri, atau pus pada area luka (jika ada), serta hasil laboratorium leukosit dalam rentang normal. Pemantauan tanda-tanda infeksi menjadi sangat penting, dan pencegahan melalui perawatan kulit yang baik, manajemen glikemik yang ketat, dan nutrisi yang adekuat untuk mengatasi anemia adalah kunci utama.
Kode SIKI: I.08034
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia. Intervensi ini berfokus pada pencegahan dan koreksi kadar glukosa darah tinggi yang merupakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan patogen. Perawat akan berkolaborasi dalam pemberian terapi insulin sesuai resep, memantau respons pasien, dan memberikan edukasi mengenai penyesuaian dosis berdasarkan pemantauan glukosa darah, asupan makanan, dan aktivitas fisik. Mengontrol hiperglikemia secara efektif akan secara signifikan menurunkan risiko infeksi. Perawat juga akan mendidik pasien tentang pentingnya perawatan kaki secara khusus (karena risiko neuropati dan angiopati), perawatan kulit, dan kebersihan diri. Dalam konteks anemia, perawat akan menekankan pentingnya nutrisi kaya zat besi dan vitamin untuk mendukung produksi sel darah merah dan fungsi imun, serta memantau tanda-tanda anemia yang dapat memperlambat penyembuhan. Pemantauan tanda vital termasuk tekanan darah juga penting untuk memastikan hipotensi tidak membahayakan perfusi jaringan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk menuntaskan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09005
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Pasien melaporkan kemampuan untuk melakukan aktivitas yang diinginkan tanpa kelelahan berlebihan atau gangguan tanda vital. Kondisi pasien yang meliputi anemia (mengurangi kapasitas angkut oksigen) dan hipotensi (mengurangi tekanan perfusi) secara langsung menyebabkan kelemahan, kelelahan, dan pusing, terutama saat beraktivitas. Diabetes yang tidak terkontrol juga dapat menyebabkan kelelahan. Kombinasi ketiganya sangat berisiko menimbulkan intoleransi aktivitas. Target luaran adalah pasien dapat mengidentifikasi aktivitas yang dapat ditoleransi, melakukan aktivitas sehari-hari dengan tingkat kelelahan yang dapat dikelola, serta menunjukkan tanda vital (denyut nadi, tekanan darah, pernapasan) yang stabil selama dan setelah aktivitas. Peningkatan toleransi aktivitas akan dicapai melalui manajemen anemia, hipotensi, dan glikemik secara bersamaan.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi ini bertujuan untuk mengatur penggunaan energi untuk memperbaiki toleransi aktivitas dan meningkatkan fungsi fisiologis. Perawat akan mengajarkan teknik penghematan energi, seperti istirahat yang cukup sebelum aktivitas, duduk saat melakukan aktivitas jika memungkinkan, memecah tugas besar menjadi tugas kecil, dan mendistribusikan aktivitas berat sepanjang hari. Perawat akan membantu pasien menyusun jadwal aktivitas yang seimbang dengan istirahat. Penting juga untuk memantau respons pasien terhadap aktivitas, termasuk keluhan pusing atau lemas yang bisa menjadi tanda hipotensi ortostatik atau hipoglikemia. Kolaborasi untuk manajemen anemia (misalnya, suplementasi zat besi jika diindikasikan) dan hipotensi (misalnya, kecukupan hidrasi, perubahan posisi bertahap) adalah bagian integral dari intervensi ini. Edukasi mengenai pentingnya memantau glukosa darah sebelum beraktivitas juga diberikan untuk mencegah hipoglikemia yang dipicu aktivitas.
-
Article No. 23900 | 01 Feb 2026
Klinis : Pasien perempuan 35 tahun, dengan diabetes tipe 1, anemia dan hipotensi. pasien rutin memeriksakan dan mengontrol kesehatannya. buat diagnosa untuk keperawatan keluarga
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Risiko variasi kadar glukosa darah dari rentang normal.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Pengendalian kadar glukosa darah. Intervensi keperawatan diarahkan untuk memastikan keluarga mampu memantau, mengelola, dan mempertahankan kadar glukosa darah pasien dalam rentang yang ditargetkan. Keluarga didukung untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi glukosa darah pada Diabetes Tipe 1, termasuk pengaruh anemia dan hipotensi. Keluarga diajarkan teknik pemantauan glukosa darah mandiri yang akurat, interpretasi hasil, dan tindakan yang harus diambil berdasarkan hasil tersebut. Pengelolaan meliputi koordinasi pemberian insulin sesuai regimen yang ditentukan, penyesuaian dosis berdasarkan pemantauan dan kondisi penyerta, serta pengenalan tanda-tanda hipoglikemia dan hiperglikemia. Keluarga juga dibimbing dalam perencanaan makan yang sesuai untuk mengontrol glikemik sekaligus mempertimbangkan status anemia, seperti memasukkan sumber zat besi yang tidak mengganggu kadar gula. Pengendalian juga mencakup manajemen aktivitas fisik yang aman, mengingat adanya hipotensi, untuk menghindari fluktuasi gula darah yang drastis. Tujuan akhirnya adalah keluarga menjadi sistem pendukung utama yang proaktif dalam menjaga stabilitas metabolik pasien, sehingga mencegah komplikasi akut dan menurunkan risiko komplikasi jangka panjang.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Manajemen Diabetes. Intervensi ini melibatkan serangkaian tindakan kolaboratif dan edukatif yang komprehensif yang diberikan perawat kepada keluarga. Pertama, perawat melakukan asesmen mendalam terhadap pengetahuan, sikap, dan praktik keluarga dalam merawat anggota dengan diabetes, anemia, dan hipotensi. Berdasarkan asesmen, perawat menyusun dan melaksanakan program pendidikan kesehatan yang terstruktur. Materi edukasi mencakup patofisiologi Diabetes Tipe 1 dan hubungannya dengan anemia serta hipotensi, prinsip terapi insulin (penyimpanan, penyiapan, cara penyuntikan, rotasi area), teknik pemantauan glukosa darah dan pencatatan yang baik. Perawat melatih keluarga dalam menyusun rencana diet seimbang yang memperhitungkan indeks glikemik, asupan zat besi, dan kecukupan cairan untuk mengatasi hipotensi. Keluarga juga dilatih untuk melakukan perawatan kaki preventif dan mengenali tanda-tanda infeksi. Perawat mendemonstrasikan penanganan darurat hipoglikemia dan hiperglikemia. Selain itu, perawat memfasilitasi keluarga dalam mengembangkan jadwal/kontrol rutin yang terintegrasi untuk ketiga kondisi tersebut, memastikan kepatuhan terhadap pengobatan, dan membina komunikasi efektif dengan tenaga kesehatan. Perawat juga memberikan dukungan psikososial untuk meningkatkan motivasi dan mengurangi beban perawatan keluarga. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai peningkatan kemampuan keluarga dan keberhasilan pengendalian kadar glukosa darah pasien.
Kondisi: Risiko Penurunan Kardiak Output
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko volume darah yang dipompa jantung tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: 0402
Deskripsi : Status hemodinamik. Intervensi keperawatan difokuskan untuk memastikan keluarga mampu memantau dan mempertahankan kondisi hemodinamik (tekanan darah, denyut nadi, perfusi) pasien dalam batas yang dapat diterima, dengan mempertimbangkan kondisi hipotensi dan anemia. Keluarga dididik untuk memahami bagaimana anemia mengurangi kapasitas pengangkutan oksigen dan hipotensi mengurangi tekanan perfusi, yang bersama-sama dapat mengancam kardiak output. Keluarga dilatih untuk melakukan pemantauan tanda-tanda vital secara rutin dan akurat, khususnya tekanan darah dan denyut nadi, serta mengenali tanda-tanda penurunan kardiak output seperti kelemahan, pusing, pucat, kulit dingin/lembab, dan penurunan kesadaran. Keluarga dibimbing dalam manajemen cairan untuk mengatasi hipotensi relatif, termasuk anjuran asupan cairan yang cukup dan aman (mempertimbangkan fungsi ginjal). Mereka juga diajarkan untuk mendorong konsumsi makanan kaya zat besi dan vitamin pendukung pembentukan sel darah merah sesuai rencana diet diabetes. Keluarga diinstruksikan untuk menghindari faktor pemicu seperti perubahan posisi tiba-tiba (duduk/berdiri) yang dapat memperberat hipotensi ortostatik. Tujuannya adalah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan keluarga dalam mencegah dan mendeteksi dini episode hipotensi berat atau gejala anemia yang memberat, sehingga dapat segera mencari pertolongan dan mencegah komplikasi lebih lanjut seperti syok.
Kode SIKI: 4020
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik. Intervensi ini mencakup tindakan perawat dalam mengedukasi dan memberdayakan keluarga untuk melakukan pemantauan hemodinamik yang efektif. Perawat pertama-tama mengajarkan teknik pengukuran tekanan darah dan denyut nadi yang benar, termasuk pemilihan alat (tensimeter digital/aneloid) dan interpretasi hasil. Perawat membantu keluarga membuat lembar pencatatan (monitoring sheet) yang memuat data tekanan darah, denyut nadi, kadar glukosa, gejala yang dirasakan, serta asupan makanan dan obat. Perawat menjelaskan parameter batas aman dan tanda bahaya yang harus diwaspadai. Selain itu, perawat melatih keluarga dalam melakukan observasi klinis terhadap tanda-tanda perfusi perifer (warna kulit, suhu, pengisian kapiler) dan status mental pasien. Perawat juga memberikan edukasi tentang intervensi non-farmakologis untuk mendukung hemodinamik, seperti teknik mobilisasi bertahap, penggunaan stoking kompresi jika direkomendasikan, dan manajemen aktivitas untuk menghindari kelelahan. Perawat menekankan pentingnya ketaatan terhadap terapi anemia (suplemen zat besi, dll.) dan koordinasi dengan tenaga kesehatan untuk evaluasi berkala. Perawat memberikan reinforcement positif atas setiap upaya keluarga dan mengevaluasi kemajuan kemampuan keluarga dalam pemantauan serta ketepatan pelaporan kondisi pasien.
Kondisi: Kurang Pengetahuan tentang Kondisi, Prognosis, dan Pengobatan
Kode SDKI: 0027
Deskripsi Singkat: Kekurangan atau tidak adanya informasi kognitif yang berhubungan dengan topik tertentu.
Kode SLKI: 1815
Deskripsi : Pengetahuan: Pengelolaan Penyakit. Intervensi keperawatan ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keluarga secara komprehensif mengenai tiga kondisi yang dialami pasien (Diabetes Tipe 1, Anemia, dan Hipotensi) serta keterkaitan dan pengaruhnya satu sama lain. Keluarga dibimbing untuk memahami etiologi, gejala, komplikasi potensial, dan strategi penatalaksanaan jangka panjang dari masing-masing kondisi. Penekanan diberikan pada bagaimana anemia dapat memperberat gejala hipotensi dan mempengaruhi toleransi aktivitas, serta bagaimana fluktuasi gula darah dapat mempengaruhi kesejahteraan umum. Keluarga didukung untuk mengintegrasikan pengetahuan tersebut ke dalam rencana perawatan harian yang holistik, yang mencakup pengobatan, diet, aktivitas, dan pemantauan. Tujuannya adalah menciptakan keluarga yang terinformasi dengan baik, sehingga dapat membuat keputusan yang tepat, meningkatkan kepatuhan terhadap regimen terapi yang kompleks, dan berpartisipasi aktif dalam konsultasi dengan tenaga kesehatan. Dengan pengetahuan yang memadai, keluarga diharapkan dapat mengurangi kecemasan, meningkatkan rasa percaya diri dalam merawat, dan akhirnya meningkatkan kualitas hidup pasien.
Kode SIKI: 5520
Deskripsi : Edukasi Kesehatan. Intervensi ini merupakan proses terstruktur yang dilakukan perawat untuk memenuhi kebutuhan pengetahuan keluarga. Dimulai dengan asesmen kebutuhan belajar keluarga, termasuk tingkat pendidikan, keyakinan kesehatan, dan kesiapan belajar. Perawat kemudian menyusun materi edukasi yang disesuaikan, menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan metode yang variatif (demonstrasi, leaflet, diskusi). Materi mencakup penjelasan mendetail tentang Diabetes Tipe 1 (peran insulin, pentingnya kontrol ketat), jenis anemia yang diderita dan pentingnya terapi nutrisi/farmakologi, serta mekanisme hipotensi dan pencegahannya. Perawat menjelaskan interaksi antar kondisi, misalnya bagaimana gejala hipoglikemia dapat mirip dengan gejala hipotensi/ anemia. Edukasi juga meliputi manajemen pengobatan: jadwal minum obat/insulin, efek samping yang perlu diwaspadai, dan cara penanganannya. Perawat melatih keterampilan praktik (penyuntikan insulin, pengukuran tekanan darah) hingga keluarga mahir. Perawat memfasilitasi keluarga untuk menyusun jadwal perawatan terintegrasi dan menggunakan alat bantu seperti kalender obat atau buku catatan kesehatan. Evaluasi pemahaman dilakukan melalui metode tanya jawab atau return demonstration. Perawat juga menjadi fasilitator untuk keluarga dalam berkomunikasi dengan dokter dan ahli gizi, memastikan semua anjuran dipahami dan dapat diterapkan di rumah.
-
Article No. 23901 | 01 Feb 2026
Klinis : Pasien perempuan 35 tahun, dengan diabetes tipe 1, anemia dan hipotensi. pasien rutin memeriksakan dan mengontrol kesehatannya. buat diagnosa untuk keperawatan keluarga
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Anggota Keluarga
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan, penurunan, atau fluktuasi kadar glukosa darah dari rentang normal pada anggota keluarga yang rentan.
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : Keluarga mampu mengelola risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah. Deskripsi lengkap: Keluarga mampu: 1) Mengidentifikasi faktor risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah (misalnya, pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, stres, penyakit penyerta). 2) Memantau tanda dan gejala hiperglikemia (haus berlebihan, sering buang air kecil, lemas) dan hipoglikemia (lemas, berkeringat, gemetar, pusing, penurunan kesadaran). 3) Melakukan pemantauan kadar glukosa darah secara mandiri dan teratur sesuai anjuran. 4) Menjelaskan prinsip terapi nutrisi medis (pengaturan pola makan: jenis, jumlah, dan jadwal) sesuai kondisi. 5) Melakukan aktivitas fisik yang aman dan teratur. 6) Menjelaskan regimen terapi farmakologis (insulin untuk DM tipe 1) dan kepatuhan dalam penggunaannya. 7) Melakukan perawatan kaki untuk mencegah komplikasi. 8) Mengidentifikasi dan mengelola stres. 9) Memanfaatkan sistem pelayanan kesehatan untuk kontrol rutin dan penanganan darurat.
Kode SIKI: I.05049
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia dan Hipoglikemia. Deskripsi lengkap: Intervensi keperawatan yang dilakukan untuk mencegah, mendeteksi, dan menangani kondisi kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) dan rendah (hipoglikemia) pada anggota keluarga. Tindakan meliputi: 1) Edukasi keluarga tentang patofisiologi diabetes tipe 1, pentingnya insulin, dan mekanisme terjadinya hiperglikemia/hipoglikemia. 2) Melatih keluarga dan pasien dalam teknik monitoring glukosa darah mandiri (penggunaan glukometer, pencatatan hasil). 3) Melatih teknik penyuntikan insulin yang aman (rotasi area, dosis, penyimpanan insulin). 4) Edukasi manajemen nutrisi komprehensif: menghitung kebutuhan kalori, memahami indeks glikemik, pembagian porsi makan (3 utama, 2 selingan), dan penyesuaian dengan aktivitas fisik. 5) Edukasi tentang perencanaan aktivitas fisik yang aman (jenis, intensitas, durasi, waktu yang tepat, dan tindakan jika terjadi hipoglikemia saat beraktivitas). 6) Edukasi mengenali tanda dan gejala darurat hiperglikemia (Ketoasidosis Diabetik) dan hipoglikemia berat, serta tindakan pertama yang harus dilakukan (pemberian gula sederhana untuk hipoglikemia, kapan harus ke rumah sakit). 7) Melatih perawatan kaki diabetik: inspeksi harian, perawatan kuku, pemilihan alas kaki yang tepat, dan penanganan luka kecil. 8) Konseling dan dukungan psikososial untuk meningkatkan adaptasi dan kepatuhan terhadap regimen terapi. 9) Memfasilitasi keluarga dalam merencanakan jadwal kontrol kesehatan rutin untuk memantau diabetes, anemia, dan hipotensi secara terintegrasi. 10) Kolaborasi dengan ahli gizi, dokter, dan edukator diabetes untuk penatalaksanaan yang holistik.
Kondisi: Risiko Penurunan Kardiovaskular pada Anggota Keluarga
Kode SDKI: D.0075
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan curah jantung, hipotensi, atau gangguan perfusi jaringan pada anggota keluarga akibat faktor internal/eksternal.
Kode SLKI: L.09053
Deskripsi : Keluarga mampu mengelola risiko penurunan kardiovaskular. Deskripsi lengkap: Keluarga mampu: 1) Mengidentifikasi faktor risiko penurunan kardiovaskular pada pasien (hipotensi, anemia, efek samping pengobatan, dehidrasi akibat hiperglikemia). 2) Memantau tanda dan gejala hipotensi dan anemia (pusing, lemas, cepat lelah, pucat, jantung berdebar, sinkop). 3) Memantau tanda perfusi jaringan yang adekuat (tanda vital stabil, kulit hangat dan kering, pengisian kapiler < 3 detik, kesadaran baik). 4) Melakukan tindakan pencegahan hipotensi ortostatik (perlahan saat perubahan posisi, duduk di tepi tempat tidur sebelum berdiri). 5) Memastikan asupan nutrisi yang adekuat untuk mendukung produksi sel darah merah (makanan kaya zat besi, asam folat, vitamin B12). 6) Memastikan hidrasi yang cukup dengan mengatur asupan cairan sesuai anjuran. 7) Mengatur aktivitas fisik yang sesuai dengan toleransi, tidak memaksakan diri. 8) Mengenali situasi yang memerlukan pertolongan medis segera (pusing berat, pingsan, nyeri dada).
Kode SIKI: I.09019
Deskripsi : Manajemen Hipotensi. Deskripsi lengkap: Intervensi keperawatan untuk mencegah, memantau, dan menangani tekanan darah rendah pada anggota keluarga. Tindakan meliputi: 1) Edukasi keluarga tentang penyebab dan konsekuensi hipotensi dan anemia dalam konteks diabetes. 2) Melatih keluarga dalam pemantauan tekanan darah dan denyut nadi secara mandiri serta pencatatannya. 3) Edukasi manajemen cairan: pentingnya kecukupan asupan cairan, jenis cairan yang dianjurkan (hindari minuman berpemanis tinggi), dan tanda dehidrasi. 4) Edukasi nutrisi untuk anemia: merencanakan menu kaya zat besi (daging merah, hati, sayuran hijau), vitamin C (untuk meningkatkan penyerapan zat besi), serta membatasi makanan/minuman yang menghambat penyerapan zat besi (teh, kopi) saat makan utama. 5) Melatih teknik perubahan posisi bertahap (duduk selama beberapa menit sebelum berdiri dari berbaring) untuk mencegah hipotensi ortostatik. 6) Menyarankan penggunaan stoking kompresi jika diperlukan. 7) Edukasi untuk menghindari lingkungan yang terlalu panas (mandi air panas terlalu lama) yang dapat memperberat hipotensi. 8) Kolaborasi dengan dokter untuk evaluasi terapi anemia (suplementasi zat besi, dll) dan penyesuaian regimen pengobatan diabetes yang tidak memperburuk hipotensi. 9) Menekankan pentingnya kontrol rutin untuk memantau hemoglobin dan hematokrit.
Kondisi: Kesiapan Meningkatkan Manajemen Kesehatan pada Keluarga
Kode SDKI: D.0183
Deskripsi Singkat: Pola pengelolaan kondisi kesehatan yang konstruktif oleh keluarga yang dapat ditingkatkan ke arah yang lebih optimal.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Keluarga mampu mengelola kesehatan secara optimal. Deskripsi lengkap: Keluarga mampu: 1) Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam pola pengelolaan kesehatan saat ini (rutin memeriksakan dan mengontrol kesehatan). 2) Menetapkan tujuan perawatan kesehatan yang realistis dan terukur bersama pasien. 3) Mengakses, memilih, dan memanfaatkan sumber informasi dan pelayanan kesehatan yang tepat dan terpercaya. 4) Mengintegrasikan regimen perawatan dari beberapa kondisi kronis (diabetes, anemia, hipotensi) ke dalam kehidupan sehari-hari tanpa menimbulkan konflik atau beban berlebihan. 5) Melakukan evaluasi mandiri terhadap efektivitas manajemen kesehatan yang dilakukan. 6) Memodifikasi lingkungan rumah untuk mendukung perawatan kesehatan (misalnya, tempat penyimpanan obat dan alat monitor yang aman dan mudah diakses). 7) Mengembangkan sistem dukungan internal (antar anggota keluarga) dan eksternal (kelompok pendukung, tenaga kesehatan) yang berkelanjutan.
Kode SIKI: I.15005
Deskripsi : Fasilitasi Manajemen Kesehatan. Deskripsi lengkap: Intervensi keperawatan untuk memberdayakan keluarga dalam mengelola kesehatan anggota keluarganya secara mandiri dan optimal. Tindakan meliputi: 1) Melakukan asesmen mendalam terhadap pola, kebiasaan, dan sumber daya keluarga dalam mengelola ketiga kondisi (DM tipe 1, anemia, hipotensi). 2) Memfasilitasi keluarga untuk mengenali bahwa rutinitas kontrol kesehatan yang sudah baik merupakan kekuatan yang dapat dikembangkan lebih lanjut. 3) Membantu keluarga menyusun rencana terintegrasi yang mencakup jadwal minum obat/insulin, monitoring glukosa dan tekanan darah, pola makan khusus, aktivitas fisik, dan jadwal kontrol ke fasilitas kesehatan. 4) Melatih keterampilan advokasi keluarga dalam berkomunikasi dengan tim kesehatan untuk menyampaikan keluhan atau kesulitan dalam perawatan. 5) Menguatkan sistem dukungan keluarga dengan melibatkan anggota keluarga lain dalam perawatan sesuai peran dan kemampuannya. 6) Memberikan informasi tentang komunitas atau kelompok pasien diabetes yang dapat menjadi sumber dukungan sosial dan informasi. 7) Melakukan kunjungan tindak lanjut atau telemonitoring untuk mengevaluasi kemajuan, memberikan penguatan, dan menyesuaikan rencana jika diperlukan. 8) Mendorong keluarga untuk mencatat perkembangan kesehatan dalam buku catatan atau aplikasi digital untuk memudahkan evaluasi dan komunikasi dengan tenaga
Article No. 23902 | 01 Feb 2026
Klinis : Pasien perempuan 35 tahun, dengan diabetes tipe 1, anemia dan hipotensi. pasien rutin memeriksakan dan mengontrol kesehatannya. pasien merupakan orang aktif dan bersosialisasi, dan sangat rajin memeriksa ke faskes tujuan... buat diagnosa untuk keperawatan keluarga. diagnosanya harus untuk keperawatan keluarga ya bukan individu ingett
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Manajemen Kesehatan Keluarga
Kode SDKI: D.0187
Deskripsi Singkat: Risiko kerentanan keluarga dalam mengkoordinasi, melaksanakan, dan mengevaluasi program terapeutik untuk mencapai tujuan kesehatan dan kesejahteraan bagi anggota keluarga yang sakit kronis.
Kode SLKI: L.03144
Deskripsi : Keluarga mampu mengelola manajemen kesehatan. Kriteria hasil: 1) Keluarga mengidentifikasi kebutuhan kesehatan anggota keluarga. 2) Keluarga merencanakan tindakan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan. 3) Keluarga melaksanakan rencana tindakan kesehatan. 4) Keluarga memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk manajemen kesehatan. 5) Keluarga mengevaluasi hasil manajemen kesehatan. 6) Keluarga memodifikasi rencana berdasarkan evaluasi.
Kode SIKI: I.01290
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengelola kesehatan. Intervensi meliputi: 1) Diskusi dengan keluarga tentang kondisi kesehatan anggota (diabetes tipe 1, anemia, hipotensi), termasuk patofisiologi, gejala, komplikasi, dan pentingnya kontrol rutin. 2) Fasilitasi keluarga dalam mengidentifikasi tantangan spesifik dalam manajemen tiga kondisi kronis tersebut, seperti jadwal pengobatan, pola makan, aktivitas fisik, dan pemantauan tanda-tanda bahaya. 3) Bantu keluarga mengembangkan rencana perawatan terintegrasi yang mencakup: pengaturan diet yang sesuai untuk diabetes dan anemia (kaya zat besi namun terkontrol karbohidrat), jadwal pemeriksaan kesehatan dan pengobatan, strategi mencegah hipotensi ortostatik, serta penyesuaian aktivitas. 4) Latih keluarga (termasuk pasien) dalam keterampilan pemantauan mandiri seperti memeriksa gula darah, mengenali gejala hipoglikemia/hipotensi, dan mencatat perkembangan kesehatan. 5) Dorong dan bimbing keluarga dalam memanfaatkan sistem dukungan sosial dan fasilitas kesehatan (faskes) secara optimal, sesuai dengan kebiasaan pasien yang rajin memeriksakan diri. 6) Bantu keluarga menetapkan tujuan kesehatan yang realistis dan terukur untuk setiap kondisi. 7) Jadwalkan kunjungan tindak lanjut atau komunikasi untuk mengevaluasi pelaksanaan rencana, kemajuan kesehatan, dan kendala yang dihadapi. 8) Berikan penguatan positif atas upaya dan pencapaian keluarga dalam perawatan. 9) Fasilitasi keluarga untuk melakukan modifikasi rencana jika ditemukan hambatan atau hasil yang tidak optimal. 10) Kaji dan tingkatkan pengetahuan keluarga tentang kapan harus mencari bantuan medis darurat terkait ketiga kondisinya.
Kondisi: Kesiapan Meningkatkan Manajemen Perawatan di Keluarga
Kode SDKI: D.0186
Deskripsi Singkat: Pola pengkoordinasian dan pelaksanaan kegiatan terapeutik oleh keluarga untuk mencapai tujuan kesehatan yang dapat ditingkatkan.
Kode SLKI: L.03143
Deskripsi : Keluarga mampu meningkatkan manajemen perawatan. Kriteria hasil: 1) Keluarga menyadari kelebihan dan kekurangan dalam manajemen perawatan. 2) Keluarga mengekspresikan keinginan untuk meningkatkan manajemen perawatan. 3) Keluarga berpartisipasi dalam perencanaan peningkatan manajemen perawatan. 4) Keluarga melaksanakan rencana peningkatan manajemen perawatan. 5) Keluarga mengevaluasi hasil peningkatan manajemen perawatan.
Kode SIKI: I.01289
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam mengelola perawatan kesehatan. Intervensi meliputi: 1) Lakukan asesmen kolaboratif dengan keluarga untuk mengevaluasi kekuatan (seperti kedisiplinan pasien dalam kontrol, dukungan keluarga, aktivitas sosial) dan area yang perlu ditingkatkan dalam manajemen perawatan diabetes, anemia, dan hipotensi. 2) Bangun motivasi keluarga dengan mengapresiasi inisiatif dan kedisiplinan pasien yang telah ada. 3) Diskusikan potensi peningkatan, misalnya: optimalisasi diet sinergis untuk ketiga kondisi, perencanaan aktivitas fisik yang aman dari hipotensi, strategi mengatasi kelelahan akibat anemia, serta peningkatan pemantauan gejala yang tumpang tindih. 4) Bantu keluarga menetapkan tujuan peningkatan yang spesifik, seperti mencapai target HbA1c dan hemoglobin yang stabil, mengurangi episode hipotensi, atau meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. 5) Bantu keluarga mengembangkan buku catatan kesehatan terintegrasi untuk melacak gula darah, tekanan darah, asupan makanan, gejala, dan aktivitas. 6) Latih anggota keluarga lain untuk menjadi "kader kesehatan" keluarga yang dapat mengingatkan dan mendukung pasien. 7) Perkuat kemampuan keluarga dalam membuat lingkungan rumah yang mendukung, seperti penyediaan makanan sehat, pengaturan waktu istirahat, dan penataan rumah untuk mencegah cedera saat hipotensi. 8) Fasilitasi keluarga untuk mengikuti kelompok dukungan (support group) bagi keluarga dengan penyakit kronis. 9) Bimbing keluarga dalam mengevaluasi efektivitas strategi baru yang diterapkan secara berkala. 10) Berikan sumber edukasi yang terpercaya kepada keluarga untuk penguatan pengetahuan. Intervensi ini bertujuan mengoptimalkan potensi keluarga yang sudah aktif menjadi lebih terstruktur dan komprehensif.
Article No. 23880 | 31 Jan 2026
Klinis : Ny.V melahirkan dengan spontan normal terdapat robekan luka episiotomi dan sudah dijahit. pasien mengatakan tidak nyaman dan nyeri pada bagian luka jahitan, sulit dan nyeri saat aktivitas berat dan ringan, tidur tidak nyaman karena rasa nyeri
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Nyeri Pasca Persalinan pada Luka Episiotomi
Kode ICD-10: O90.89
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan nyeri dan ketidaknyamanan pada luka episiotomi pasca persalinan spontan normal. Episiotomi adalah prosedur bedah kecil untuk memperlebar jalan lahir dengan menginsisi (menggunting) perineum, yang kemudian dijahit setelah bayi lahir. Nyeri pasca episiotomi adalah keluhan umum yang dapat timbul saat beraktivitas (baik ringan maupun berat), duduk, berjalan, buang air kecil atau besar, dan dapat mengganggu kenyamanan tidur. Kode O90.89 termasuk dalam bab 'Kehamilan, persalinan dan nifas' (O00-O9A) dan dikategorikan di bawah 'Komplikasi lain pada masa nifas, tidak diklasifikasikan di tempat lain'. Kode ini digunakan untuk mencatat komplikasi pascapersalinan yang spesifik, seperti nyeri pada luka jahitan perineum (termasuk episiotomi atau robekan), yang tidak tercakup secara lebih spesifik dalam kode lain. Penting untuk memantau luka tersebut terhadap tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, nanah, atau demam, yang memerlukan kode diagnosis yang berbeda. Penatalaksanaan biasanya meliputi manajemen nyeri, menjaga kebersihan area luka, dan edukasi mengenai posisi yang nyaman.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 23882 | 31 Jan 2026
Klinis : Hipofolemi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Hipovolemia
Kode SDKI: 00028
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit dipertahankan
Kode SIKI: 4201, 4202, 4203, 4204, 4205, 4206, 4207, 4208, 4209, 4210, 4211, 4212, 4213, 4214, 4215, 4216, 4217, 4218, 4219, 4220, 4221, 4222, 4223, 4224, 4225, 4226, 4227, 4228, 4229, 4230, 4231, 4232, 4233, 4234, 4235, 4236, 4237, 4238, 4239, 4240, 4241, 4242, 4243, 4244, 4245, 4246, 4247, 4248, 4249, 4250, 4251, 4252, 4253, 4254, 4255, 4256, 4257, 4258, 4259, 4260, 4261, 4262, 4263, 4264, 4265, 4266, 4267, 4268, 4269, 4270, 4271, 4272, 4273, 4274, 4275, 4276, 4277, 4278, 4279, 4280, 4281, 4282, 4283, 4284, 4285, 4286, 4287, 4288, 4289, 4290, 4291, 4292, 4293, 4294, 4295, 4296, 4297, 4298, 4299, 4300, 4301, 4302, 4303, 4304, 4305, 4306, 4307, 4308, 4309, 4310, 4311, 4312, 4313, 4314, 4315, 4316, 4317, 4318, 4319, 4320, 4321, 4322, 4323, 4324, 4325, 4326, 4327, 4328, 4329, 4330, 4331, 4332, 4333, 4334, 4335, 4336, 4337, 4338, 4339, 4340, 4341, 4342, 4343, 4344, 4345, 4346, 4347, 4348, 4349, 4350, 4351, 4352, 4353, 4354, 4355, 4356, 4357, 4358, 4359, 4360, 4361, 4362, 4363, 4364, 4365, 4366, 4367, 4368, 4369, 4370, 4371, 4372, 4373, 4374, 4375, 4376, 4377, 4378, 4379, 4380, 4381, 4382, 4383, 4384, 4385, 4386, 4387, 4388, 4389, 4390, 4391, 4392, 4393, 4394, 4395, 4396, 4397, 4398, 4399, 4400, 4401, 4402, 4403, 4404, 4405, 4406, 4407, 4408, 4409, 4410, 4411, 4412, 4413, 4414, 4415, 4416, 4417, 4418, 4419, 4420, 4421, 4422, 4423, 4424, 4425, 4426, 4427, 4428, 4429, 4430, 4431, 4432, 4433, 4434, 4435, 4436, 4437, 4438, 4439, 4440, 4441, 4442, 4443, 4444, 4445, 4446, 4447, 4448, 4449, 4450, 4451, 4452, 4453, 4454, 4455, 4456, 4457, 4458, 4459, 4460, 4461, 4462, 4463, 4464, 4465, 4466, 4467, 4468, 4469, 4470, 4471, 4472, 4473, 4474, 4475, 4476, 4477, 4478, 4479, 4480, 4481, 4482, 4483, 4484, 4485, 4486, 4487, 4488, 4489, 4490, 4491, 4492, 4493, 4494, 4495, 4496, 4497, 4498, 4499, 4500, 4501, 4502, 4503, 4504, 4505, 4506, 4507, 4508, 4509, 4510, 4511, 4512, 4513, 4514, 4515, 4516, 4517, 4518, 4519, 4520, 4521, 4522, 4523, 4524, 4525, 4526, 4527, 4528, 4529, 4530, 4531, 4532, 4533, 4534, 4535, 4536, 4537, 4538, 4539, 4540, 4541, 4542, 4543, 4544, 4545, 4546, 4547, 4548, 4549, 4550, 4551, 4552, 4553, 4554, 4555, 4556, 4557, 4558, 4559, 4560, 4561, 4562, 4563, 4564, 4565, 4566, 4567, 4568, 4569, 4570, 4571, 4572, 4573, 4574, 4575, 4576, 4577, 4578, 4579, 4580, 4581, 4582, 4583, 4584, 4585, 4586, 4587, 4588, 4589, 4590, 4591, 4592, 4593, 4594, 4595, 4596, 4597, 4598, 4599, 4600, 4601, 4602, 4603, 4604, 4605, 4606, 4607, 4608, 4609, 4610, 4611, 4612, 4613, 4614, 4615, 4616, 4617, 4618, 4619, 4620, 4621, 4622, 4623, 4624, 4625, 4626, 4627, 4628, 4629, 4630, 4631, 4632, 4633, 4634, 4635, 4636, 4637, 4638, 4639, 4640, 4641, 4642, 4643, 4644, 4645, 4646, 4647, 4648, 4649, 4650, 4651, 4652, 4653, 4654, 4655, 4656, 4657, 4658, 4659, 4660, 4661, 4662, 4663, 4664, 4665, 4666, 4667, 4668, 4669, 4670, 4671, 4672, 4673, 4674, 4675, 4676, 4677, 4678, 4679, 4680, 4681, 4682, 4683, 4684, 4685, 4686, 4687, 4688, 4689, 4690, 4691, 4692, 4693, 4694, 4695, 4696, 4697, 4698, 4699, 4700, 4701, 4702, 4703, 4704, 4705, 4706, 4707, 4708, 4709, 4710, 4711, 4712, 4713, 4714, 4715, 4716, 4717, 4718, 4719, 4720, 4721, 4722, 4723, 4724, 4725, 4726, 4727, 4728, 4729, 4730, 4731, 4732, 4733, 4734, 4735, 4736, 4737, 4738, 4739, 4740, 4741, 4742, 4743, 4744, 4745, 4746, 4747, 4748, 4749, 4750, 4751, 4752, 4753, 4754, 4755, 4756, 4757, 4758, 4759, 4760, 4761, 4762, 4763, 4764, 4765, 4766, 4767, 4768, 4769, 4770, 4771, 4772, 4773, 4774, 4775, 4776, 4777, 4778, 4779, 4780, 4781, 4782, 4783, 4784, 4785, 4786, 4787, 4788, 4789, 4790, 4791, 4792, 4793,
Article No. 23883 | 31 Jan 2026
Klinis : Ny. N, perempuan usia 38 tahun, dirawat di ruang rawat inap salah satu rumah sakit di Jakarta pada tanggal 22 Juni 2020. Pasien masuk rawat inap untuk menjalani kemoterapi siklus ke-3. Klien mengeluhkan kecemasan terkait pelaksanaan kemoterapi, terutama karena takut rambutnya semakin rontok. Pada saat pengkajian, pasien mengeluhkan mual dan nyeri pada mulut. Ditemukan dua lesi sariawan pada area bibir bawah yang tampak kemerahan dan menimbulkan nyeri sehingga pasien mengalami kesulitan makan. Riwayat penyakit sebelumnya, pasien menjalani operasi laparatomi anterior resection dan anastomosis kolorektal pada tanggal 2 Mei 2020, serta telah dilakukan pemeriksaan biopsi. Diagnosis medis saat ini adalah Ca Recti yang sedang menjalani kemoterapi siklus ke-3. Hasil biopsi tanggal 4 Mei 2020 menunjukkan gambaran histologik sesuai adenokarsinoma rekti berdiferensiasi sedang dengan stadium pT4N2Mx. Lateral clearance masih mengandung tumor, ditemukan invasi limfovaskular, serta terdapat 16 kelenjar getah bening dan 6 nodul tumor. Dari jumlah tersebut, 7 kelenjar getah bening menunjukkan adanya metastasis tumor. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda vital sebagai berikut: tekanan darah 100/72 mmHg, nadi 100 kali/menit, dan suhu tubuh 36,4°C. Pengkajian nyeri menggunakan metode PQRST didapatkan nyeri disebabkan oleh sariawan pada mukosa mulut dengan karakter seperti rasa terbakar, tidak menjalar, skala nyeri 3, muncul saat makan atau minum, bersifat hilang timbul. Pasien tampak meringis dan menunjukkan ekspresi kesakitan. Status nutrisi pasien menunjukkan frekuensi makan 3 kali sehari, tanpa riwayat alergi makanan. Makanan yang dikonsumsi berupa nasi dan lauk dari rumah sakit, namun hanya dihabiskan sekitar setengah porsi akibat mual. Pemeriksaan rongga mulut menunjukkan stomatitis pada bibir bawah sebanyak dua lesi, tampak kemerahan, serta lidah dengan bercak keputihan. Berat badan pasien sebelumnya 46 kg dan saat ini 44,2 kg, dengan tinggi badan 150 cm dan IMT 19,5 kg/m² (kategori normal). Status eliminasi menunjukkan pola buang air besar satu kali sehari dengan konsistensi feses lembek berwarna kuning, tanpa riwayat perdarahan. Buang air kecil 6–7 kali per hari dengan urin berwarna kuning jernih. Bising usus terdengar 9 kali per menit, abdomen teraba lunak dengan lingkar abdomen 85 cm. Tidak ditemukan hemoroid maupun stoma pada abdomen. Status keamanan pasien menunjukkan adanya alergi terhadap golongan obat yang mengandung asam, seperti asam folat. Risiko jatuh termasuk rendah dengan skor 15. Terapi farmakologi yang diberikan meliputi Urdafalk 250 mg dua kali sehari, Kliran 8 mg intravena jika perlu, Imodium satu tablet jika perlu, dan Paracetamol 500 mg jika nyeri. Premedikasi kemoterapi meliputi Dexamethasone 10 mg IV, Diphenhydramine 10 mg IV, Sulfa Atropin satu ampul secara subkutan, dan Ranitidine 50 mg. Regimen kemoterapi yang dijalani pasien adalah Erbitux 560 mg, Campto 250 mg, Leucovorin 560 mg, dan 5-Fluorourasil (5-FU) 560 mg.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah Diagnosa Keperawatan, Luaran Keperawatan (SLKI), dan Intervensi Keperawatan (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berdasarkan kondisi Ny. N, lengkap dengan penjelasan singkat, kode, dan definisi.