Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24096 | 17 Feb 2026
Klinis : pasien terpasang ventilator, diagnosa medis doc cva ich
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Jalan Napas dan Bersihan Jalan Napas pada Pasien CVA ICH dengan Ventilator Mekanik
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakefektifan bersihan jalan napas adalah keadaan dimana seorang individu mengalami peningkatan risiko ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.03105
Deskripsi : SLKI L.03105 berfokus pada pemeliharaan jalan napas paten. Pada pasien CVA ICH dengan ventilator, ini mencakup serangkaian tindakan kompleks. Pertama, memastikan kecukupan ventilasi melalui pemantauan ketat parameter ventilator (seperti tekanan, volume, dan frekuensi) serta alarm. Kedua, melakukan suction rutin dan sesuai kebutuhan dengan teknik steril untuk mengangkat sekret, mempertahankan tekanan cuff endotrakeal tube yang adekuat (biasanya 20-30 cmH2O) untuk mencegah aspirasi tanpa menyebabkan trauma trakea, dan memastikan posisi kepala tempat tidur 30-45 derajat untuk mengurangi risiko aspirasi dan memfasilitasi ekspansi paru. Ketiga, melakukan fisioterapi dada seperti perkusi, vibrasi, dan postural drainage sesuai toleransi dan kondisi neurologis pasien. Keempat, memantau status pernapasan secara terus-menerus meliputi auskultasi bunyi napas (mengidentifikasi adanya wheeze, ronchi, atau penurunan bunyi napas), observasi simetri gerak dada, serta memantau nilai analisa gas darah (AGD) dan saturasi oksigen (SpO2). Kelima, menjaga kelembaban dan suhu udara yang diinspirasi melalui humidifier pada ventilator untuk mencegah sekret kental. Keenam, kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian bronkodilator atau mukolitik jika diperlukan. Semua tindakan ini didokumentasikan secara komprehensif untuk mengevaluasi tren dan keberhasilan intervensi.
Kode SIKI: I.01287
Deskripsi : SIKI I.01287 adalah intervensi manajemen jalan napas yang meliputi tindakan untuk mempertahankan jalan napas buatan dan mencegah komplikasi. Implementasinya dimulai dengan pengkajian jalan napas yang menyeluruh setiap jam atau sesuai kondisi, termasuk evaluasi posisi tube, kedalaman, dan tanda-tanda ekstubasi tidak disengaja. Perawat memastikan pengikatan tube yang aman dan nyaman, serta melakukan perawatan oral higienis setiap 2-4 jam dengan teknik chlorhexidine untuk mengurangi kolonisasi bakteri dan risiko ventilator associated pneumonia (VAP). Intervensi kunci lainnya adalah melakukan suction endotrakeal dengan prinsip steril, menggunakan kateter dengan ukuran yang tepat (tidak lebih dari setengah diameter lumen tube), membatasi durasi suction ≤15 detik, dan melakukan hiperoksigenasi sebelum dan sesudah prosedur. Perawat juga melakukan manuver hiperinflasi manual dengan hati-hati sesuai protokol. Rotasi posisi pasien secara teratur (setiap 2 jam) dengan teknik proning jika diindikasikan untuk meningkatkan ventilasi dan drainase sekret. Memantau dan mencatat karakteristik sekret (warna, volume, konsistensi, bau). Kolaborasi dengan fisioterapis untuk latihan rentang gerak pasif dan mobilisasi dini jika kondisi neurologis memungkinkan. Edukasi kepada keluarga tentang tujuan pemasangan ventilator dan pentingnya posisi serta pencegahan infeksi, meskipun pasien tidak sadar. Intervensi ini juga mencakup pemberian sedasi dan analgesik sesuai protokol untuk memastikan kenyamanan pasien dan sinkronisasi dengan ventilator, serta mempersiapkan alat untuk kegawatan jalan napas (seperti ambu bag, laringoskop) di dekat pasien. Evaluasi berkelanjutan terhadap efektivitas intervensi melalui parameter klinis dan laboratorium menjadi bagian integral dari SIKI ini.
-
Article No. 24097 | 17 Feb 2026
Klinis : pasien terpasang ventilator, diagnosa medis doc cva ich maka diagnosa apa saja yang dapat diambil
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan upaya pernapasan atau ketidakmampuan membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: 3201
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Ditandai dengan: (1) Suara napas vesikuler/trakeal. (2) Tidak ada suara napas abnormal (ronkhi, mengi). (3) Laju napas dalam rentang normal sesuai usia. (4) Irama napas teratur. (5) Tidak ada sianosis. (6) Tidak ada batuk tidak efektif. (7) Tidak dispnea. (8) Tidak retraksi otot bantu napas. (9) Ekspansi dada simetris. (10) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal. (11) Produksi sputum sesuai kondisi.
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Tindakan: (1) Monitor status pernapasan (laju, irama, kedalaman, upaya). (2) Auskultasi suara napas. (3) Posisikan untuk memaksimalkan ventilasi (mis., kepala tempat tidur ditinggikan 30-45 derajat jika tidak ada kontraindikasi). (4) Lakukan fisioterapi dada sesuai indikasi. (5) Lakukan penghisapan lendir jalan napas (orofaring/trakea) dengan teknik steril. (6) Atur kelembaban udara yang dihirup. (7) Berikan oksigen sesuai program. (8) Kolaborasi pemberian bronkodilator/mukolitik sesuai program. (9) Ajarkan batuk efektif dan napas dalam (jika pasien kooperatif). (10) Lakukan perawatan oral higienis. (11) Monitor analisis gas darah dan saturasi oksigen. (12) Pastikan cuff tube endotrakeal/ventilator terpasang dengan tekanan yang tepat.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: 0018
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen atau kondisi toksin.
Kode SLKI: 2501
Deskripsi : Risiko infeksi terkendali. Ditandai dengan: (1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. (2) Tidak ada tanda-tanda infeksi (rubor, kalor, dolor, tumor, fungsio laesa). (3) Hasil laboratorium penunjang dalam batas normal (sel darah putih, kultur). (4) Luka bersih, kering, tidak ada drainase purulen. (5) Mencuci tangan dengan benar. (6) Tidak ada faktor risiko infeksi nosokomial.
Kode SIKI: 6501
Deskripsi : Pengendalian infeksi. Tindakan: (1) Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan. (2) Gunakan alat pelindung diri (APD) sesuai kebutuhan. (3) Lakukan perawatan invasif (seperti suction, perawatan infus, perawatan trakeostomi/ETT) dengan teknik aseptik/steril. (4) Monitor tanda-tanda vital dan gejala infeksi. (5) Lakukan perawatan oral dan kulit secara teratur. (6) Pertahankan integritas kulit dan membran mukosa. (7) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai program. (8) Anjurkan nutrisi yang adekuat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. (9) Batasi pengunjung jika diperlukan. (10) Edukasi keluarga/pengunjung tentang pentingnya kebersihan tangan.
Kondisi: Risiko Kerusakan Integritas Kulit
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko kerusakan pada epidermis, dermis, dan/atau jaringan subkutan.
Kode SLKI: 1101
Deskripsi : Integritas kulit baik. Ditandai dengan: (1) Kulit utuh, tidak kemerahan. (2) Tidak ada lesi/ulkus. (3) Sensasi kulit baik. (4) Turgor kulit baik. (5) Suhu kulit hangat. (6) Tidak ada keluhan nyeri pada kulit.
Kode SIKI: 4401
Deskripsi : Perawatan kulit. Tindakan: (1) Kaji kondisi kulit (warna, kelembaban, suhu, turgor, integritas) secara teratur, terutama area tekanan. (2) Lakukan perubahan posisi pasien secara berkala (minimal setiap 2 jam). (3) Gunakan alat bantu untuk mengurangi tekanan (bantal, matras dekubitus). (4) Jaga kebersihan kulit, terutama setelah berkemih atau BAB. (5) Jaga kulit tetap kering dan lembab (tidak lembap berlebih). (6) Lakukan pijatan pada area yang berisiko tekanan. (7) Monitor area yang tertekan atau terpasang alat (seperti pipa ETT, selang NG, selang infus). (8) Berikan nutrisi dan hidrasi yang adekuat. (9) Gunakan teknik yang tepat saat memindahkan/menggeser pasien untuk mengurangi gesekan.
Kondisi: Gangguan Komunikasi Verbal
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Penurunan, keterlambatan, atau tidak mampu dalam menyampaikan atau memproses simbol-simbol komunikasi verbal.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Komunikasi efektif. Ditandai dengan: (1) Pesan dapat disampaikan. (2) Pesan dapat diterima. (3) Pesan dapat dipahami. (4) Pesan dapat ditanggapi. (5) Menggunakan alat bantu komunikasi sesuai kebutuhan.
Kode SIKI: 4601
Deskripsi : Peningkatan komunikasi. Tindakan: (1) Identifikasi kemampuan komunikasi pasien dan metode yang dipahami. (2) Sediakan alat bantu komunikasi alternatif (papan alfabet, gambar, alat tulis, isyarat) sesuai kondisi pasien. (3) Gunakan komunikasi nonverbal (kontak mata, ekspresi wajah, sentuhan). (4) Berikan pertanyaan yang dapat dijawab dengan "ya/tidak" atau gerakan. (5) Berbicara dengan jelas, tenang, dan normal tanpa berteriak. (6) Beri waktu yang cukup bagi pasien untuk merespons. (7) Validasi pemahaman pesan dari pasien. (8) Libatkan keluarga untuk memahami metode komunikasi yang disepakati. (9) Berikan penjelasan tentang semua prosedur yang akan dilakukan. (10) Yakinkan pasien bahwa kesulitan komunikasi adalah sementara atau dapat diatasi.
Kondisi: Risiko Disfungsi Neurovaskuler Perifer
Kode SDKI: 0027
Deskripsi Singkat: Risiko gangguan sirkulasi, sensasi, atau gerak pada ekstremitas.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Fungsi neurovaskuler perifer baik. Ditandai dengan: (1) Warna kulit ekstremitas normal. (2) Suhu kulit ekstremitas hangat. (3) Sensasi pada ekstremitas baik. (4) Denyut nadi perifer teraba kuat dan teratur. (5) Pengisian kapiler < 3 detik. (6) Tidak ada edema. (7) Gerakan volunter pada ekstremitas baik.
Kode SIKI: 4101
Deskripsi : Pemeliharaan/perawatan neurovaskuler. Tindakan: (1) Kaji warna, suhu, sensasi, denyut nadi perifer, pengisian kapiler, dan edema pada ekstremitas. (2) Kaji kemampuan gerak (ROM) aktif dan pasif. (3) Lakukan latihan rentang gerak (ROM) pasif/aktif sesuai kemampuan. (4) Posisikan ekstremitas dalam posisi anatomi/fungsional, hindari tekanan. (5) Anjurkan dan bantu perubahan posisi secara teratur. (6) Monitor tanda-tanda kompartemen sindrom jika ada edema. (7) Kolaborasi dalam manajemen edema jika diperlukan. (8) Edukasi keluarga tentang pentingnya mobilisasi dan posisi yang aman.
-
Article No. 24098 | 17 Feb 2026
Klinis : anak tidak rutin minum OAT ibu lupa memberi karena kerja, ayah malu pada penyakit anak
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakpatuhan Terapeutik
Kode SDKI: 0115
Deskripsi Singkat: Risiko terjadinya perilaku tidak patuh terhadap program terapeutik yang telah direncanakan, yang dapat mengakibatkan kegagalan terapi, komplikasi, atau kekambuhan penyakit.
Kode SLKI: 4314
Deskripsi : Manajemen Ketidakpatuhan. Intervensi keperawatan yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan klien terhadap program terapeutik yang telah ditetapkan. Tindakan ini meliputi identifikasi faktor-faktor penyebab ketidakpatuhan, baik dari sisi klien, keluarga, lingkungan, maupun sistem pelayanan kesehatan. Perawat berkolaborasi dengan klien dan keluarga untuk mengembangkan strategi yang realistis dan dapat diterima, memodifikasi rencana terapi jika memungkinkan untuk disesuaikan dengan gaya hidup, memberikan edukasi yang komprehensif tentang penyakit dan pentingnya terapi, serta memantau respons klien terhadap terapi. Fokusnya adalah pada pemberdayaan klien dan keluarga, meminimalkan hambatan, dan memaksimalkan dukungan untuk mencapai tujuan kesehatan yang diharapkan.
Kode SIKI: L.64101
Deskripsi : Memonitor kepatuhan terhadap terapi. Kriteria hasil ini mengukur sejauh mana klien mengikuti program terapi yang ditetapkan. Evaluasi dilakukan dengan memantau konsistensi klien dalam menjalani pengobatan, mengikuti diet, atau melakukan perubahan gaya hidup sesuai anjuran. Perawat menilai adanya tanda-tanda ketidakpatuhan, seperti dosis obat yang terlewat, janji konsultasi yang tidak dipenuhi, atau hasil pemeriksaan yang tidak menunjukkan perbaikan. Selain itu, kriteria ini juga menilai pemahaman klien dan keluarga tentang konsekuensi dari ketidakpatuhan serta kemajuan mereka dalam mengatasi hambatan-hambatan yang sebelumnya diidentifikasi. Keberhasilan ditandai dengan peningkatan konsistensi dalam menjalani terapi, pengakuan klien akan pentingnya kepatuhan, dan perbaikan kondisi klinis atau pencapaian tujuan terapeutik.
-
Article No. 24099 | 17 Feb 2026
Klinis : 1. (D.0132) Perilaku Kekerasan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perilaku Kekerasan
Kode SDKI: D.0132
Deskripsi Singkat: Perilaku Kekerasan adalah keadaan di mana seseorang menunjukkan tindakan fisik, verbal, atau psikologis yang dapat menyebabkan cedera pada diri sendiri, orang lain, atau lingkungan. Kondisi ini mencerminkan ketidakmampuan individu dalam mengelola emosi, terutama amarah dan frustrasi, sehingga mengekspresikannya melalui agresi. Perilaku ini dapat bervariasi dari ancaman verbal, agitasi, hingga tindakan fisik yang merusak. Diagnosa ini penting dalam keperawatan jiwa dan situasi krisis, karena memerlukan intervensi segera untuk mencegah bahaya dan memulihkan rasa aman. Faktor penyebabnya multifaktorial, meliputi gangguan mental (seperti skizofrenia, gangguan kepribadian), penyalahgunaan zat, pengalaman trauma, ketidakmampuan koping, atau kondisi organik yang memengaruhi otak. Perawat perlu melakukan penilaian yang komprehensif terhadap faktor pemicu, pola perilaku, dan tingkat bahaya yang ditimbulkan untuk merencanakan intervensi yang tepat.
Kode SLKI: L.03123
Deskripsi : SLKI L.03123 adalah "Pengendalian Perilaku Kekerasan". Tujuan luaran ini adalah agar klien dapat mengontrol atau mengurangi perilaku kekerasan, menunjukkan perilaku yang lebih adaptif, dan mempertahankan keselamatan diri serta orang lain. Kriteria luaran yang diharapkan mencakup: klien mampu mengidentifikasi tanda-tanda awal marah atau agitasi, menggunakan teknik koping yang konstruktif (seperti menarik napas dalam, meninggalkan situasi yang memicu, atau berkomunikasi asertif) untuk mencegah eskalasi, melaporkan perasaan frustrasi atau amarah kepada perawat atau terapis sebelum bertindak, berpartisipasi dalam aktivitas yang menyalurkan energi secara positif (seperti olahraga atau seni), serta menunjukkan penurunan frekuensi dan intensitas perilaku agresif. Luaran ini diukur melalui observasi perilaku, laporan diri klien, dan laporan dari keluarga atau pengasuh. Pencapaian luaran ini merupakan proses bertahap yang memerlukan konsistensi, dukungan lingkungan, dan keterampilan regulasi emosi yang terus dilatih.
Kode SIKI: I.03319
Deskripsi : SIKI I.03319 adalah "Manajemen Perilaku Kekerasan". Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan keperawatan yang direncanakan untuk mencegah, mengurangi, dan mengatasi perilaku kekerasan klien. Tindakan-tindakan kunci meliputi: (1) Pencegahan dan Pengawasan Lingkungan: Menciptakan lingkungan yang aman dan tenang, mengurangi stimulus berlebihan, serta mengamati tanda-tanda peringatan dini (seperti bicara cepat, pandangan kosong, mengepalkan tangan). (2) Pendekatan Terapeutik: Berkomunikasi dengan tenang, empatik, dan asertif; menggunakan teknik de-eskalasi seperti mendengarkan aktif, validasi perasaan klien, dan menawarkan pilihan. (3) Pembatasan Fisik dan Isolasi: Hanya digunakan sebagai upaya terakhir (last resort) ketika klien membahayakan diri sendiri atau orang lain, dengan tetap mematuhi protokol etik dan hukum (PP No. 11 Tahun 2021 tentang Keperawatan Jiwa), memantau tanda vital, dan memastikan martabat klien terjaga. (4) Intervensi Farmakologis: Bekerja sama dengan tim medis untuk pemberian obat antipsikotik atau penenang sesuai resep. (5) Edukasi Keterampilan Koping: Melatih klien teknik relaksasi, manajemen amarah, dan pemecahan masalah. (6) Dukungan Psikososial: Melibatkan keluarga dalam terapi, serta merujuk ke layanan konseling atau kelompok pendukung. Intervensi ini harus didokumentasikan secara rinci dan dievaluasi efektivitasnya secara berkala.
-
Article No. 24100 | 17 Feb 2026
Klinis : tdk nafsu makan,
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Nafsu Makan
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Risiko atau aktual mengalami asupan nutrisi tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.03110
Deskripsi : Pasien menunjukkan peningkatan asupan nutrisi. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: 1) Pasien dapat mengidentifikasi faktor penyebab penurunan nafsu makan. 2) Pasien menyatakan peningkatan nafsu makan. 3) Pasien mengonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan (dalam porsi, jenis, dan frekuensi). 4) Pasien menunjukkan berat badan yang stabil atau meningkat menuju rentang normal. 5) Pasien menunjukkan tanda-tanda klinis kecukupan nutrisi (seperti kekuatan otot memadai, penyembuhan luka baik, membran mukosa lembab). 6) Nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin, hemoglobin) dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.05210
Deskripsi : Intervensi untuk meningkatkan asupan nutrisi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Kaji faktor penyebab penurunan nafsu makan (misal: nyeri, mual, depresi, efek samping obat, kesulitan mengunyah/menelan, masalah finansial, ketidaktahuan). 2) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan kalori dan jenis nutrisi yang sesuai dengan kondisi penyakit dan preferensi pasien. 3) Timbang berat badan pasien secara teratur dan monitor asupan makan serta minum (catat intake-output). 4) Ciptakan lingkungan makan yang nyaman, bersih, bebas bau tidak sedap, dan minim gangguan. 5) Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan untuk meningkatkan kenyamanan. 6) Atur posisi pasien duduk atau setengah duduk selama makan untuk mencegah aspirasi. 7) Sajikan makanan dalam porsi kecil tetapi sering, dengan tampilan yang menarik dan variasi menu. 8) Libatkan keluarga untuk membawakan makanan favorit pasien yang sesuai dengan diet, jika memungkini. 9) Berikan edukasi tentang pentingnya nutrisi untuk pemulihan dan fungsi tubuh. 10) Kelola gejala yang mengganggu nafsu makan (seperti nyeri, mual) melalui kolaborasi pemberian obat sesuai resep. 11) Anjurkan aktivitas fisik ringan sesuai toleransi untuk merangsang nafsu makan. 12) Monitor tanda-tanda dehidrasi dan malnutrisi (seperti turgor kulit, kelemahan, luka yang sulit sembuh). 13) Berikan suplemen nutrisi oral sesuai anjuran jika asupan makanan biasa tidak mencukupi. 14) Evaluasi efektivitas intervensi dan sesuaikan rencana perawatan berdasarkan respons pasien.
-
Article No. 24102 | 17 Feb 2026
Klinis : Sesak nafas yang memberat sejak 1hari smrs TelaahSesak nafas sudah 1minggu. Batuk berdahak sudah 1minggu. Dahak sulit dikeluarkan. Demam sudah 1minggu, demam naik turun. Kejang 1x sejak hariini, kejang sebelum masuk ke IGD. Setelah ke IGD, pasien tidak kejang lagi. Kaki dan tangan tampak biru. Orangtua pasien merokok(+). Riwayat lahir premature, usia kandungan 8bulan dengan BBL 1,9kg. Riwayat imunisasi : pertama imunisasi bulan lalu namun ibu pasien lupa nama imunisasinya Riwayat Penyakit Dahulu- OSens : CM KU : Tampak sakit berat BB : 4.9kg HR 202 RR 32 T 38.1 Spo2 75 Mata: Anemis-/- Sklera ikterik-/- Thorax: Retaksi dada(+), Vesikuler, Rh+/+ Wh-/- Abdomen: Soepel, Peristaltik(+)N Ekstremitas: Akral hangat, Nadi teraba, Sianosis(+)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Pertukaran gas membaik.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Memonitor status pernapasan dan oksigenasi. Memonitor status neurologis. Memonitor status cairan dan elektrolit. Mempertahankan jalan napas. Memberikan oksigenasi. Mengatur posisi untuk memaksimalkan pertukaran gas. Memberikan obat sesuai program terapeutik. Mengatur kelembaban udara. Mengajarkan batuk efektif dan latihan napas dalam. Mengurangi konsumsi oksigen.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi jalan napas untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.04003
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif.
Kode SIKI: I.04003
Deskripsi : Memonitor status pernapasan. Mempertahankan jalan napas. Mengatur posisi. Memberikan oksigenasi. Memberikan kelembaban udara yang adekuat. Melakukan fisioterapi dada. Mengajarkan batuk efektif. Memberikan obat sesuai program terapeutik. Melakukan penghisapan lendir (suction).
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraseluler.
Kode SLKI: L.05001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit terjaga.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Memonitor status cairan dan elektrolit. Memonitor tanda-tanda vital. Memonitor intake dan output cairan. Memonitor berat badan. Memberikan cairan intravena sesuai program terapeutik. Mengatur pemberian cairan.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: D.0013
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Memonitor suhu tubuh. Memonitor tanda-tanda vital. Memberikan terapi dingin. Memberikan obat penurun panas sesuai program terapeutik. Meningkatkan intake cairan. Memberikan pendidikan kesehatan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya respons terhadap patogen.
Kode SLKI: L.11001
Deskripsi : Tidak terjadi infeksi.
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : Memonitor tanda dan gejala infeksi. Mempertahankan teknik aseptik. Meningkatkan pertahanan tubuh. Melakukan isolasi. Mencegah penyebaran infeksi. Memberikan pendidikan kesehatan.
-
Article No. 24103 | 17 Feb 2026
Klinis : pemberian makanan enteral
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Pemberian Makanan Enteral
Kode SDKI: B.1.2.1
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: L.03119
Deskripsi : Status Nutrisi: Asupan nutrisi dan cairan yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolik. Deskripsi lengkap: Intervensi keperawatan pada pemberian makanan enteral bertujuan untuk memastikan bahwa pasien menerima nutrisi yang adekuat, aman, dan sesuai kebutuhan melalui saluran cerna. SLKI ini mencakup serangkaian tindakan sistematis mulai dari persiapan, pemberian, hingga pemantauan. Persiapan meliputi verifikasi resep, memeriksa jenis formula, volume, dan kecepatan pemberian, serta memastikan tanggal kedaluwarsa dan integritas kemasan. Perawat memastikan kebersihan tangan dan menggunakan teknik aseptik saat menangani formula dan perangkat enteral. Posisi pasien diatur setengah duduk (head of bed elevated 30-45 derajat) selama pemberian dan minimal 30-60 menit setelahnya untuk mencegah aspirasi. Pemberian dilakukan dengan metode bolus, intermiten, atau kontinu sesuai indikasi, dengan memantau sisa lambung secara berkala sesuai protokol. Perawat juga memastikan patensi selang enteral dengan melakukan flush air sebelum dan sesudah pemberian makanan serta pemberian obat. Pemantauan ketat terhadap tanda-tanda intoleransi (seperti distensi abdomen, mual, muntah, diare, konstipasi) dan tanda-tanda komplikasi (seperti aspirasi, dislokasi selang) dilakukan secara rutin. Selain aspek teknis, edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai prosedur, tujuan, dan tanda-tanda bahaya merupakan bagian integral dari SLKI ini. Dokumentasi yang akurat mengenai jenis formula, volume yang diberikan, respons pasien, dan masalah yang timbul juga sangat penting untuk evaluasi berkelanjutan dan penyesuaian rencana nutrisi.
Kode SIKI: I.05259
Deskripsi : Manajemen Pemberian Makanan Enteral. Deskripsi lengkap: Intervensi ini merupakan tindakan keperawatan langsung yang terfokus pada penyiapan dan pemberian nutrisi cair melalui selang yang dimasukkan ke dalam saluran pencernaan (lambung, duodenum, atau jejunum). Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan cairan pasien yang tidak dapat memenuhi kebutuhan secara oral tetapi masih memiliki fungsi saluran cerna yang memadai. Pelaksanaannya memerlukan pengetahuan tentang anatomi, jenis selang (nasogastrik, nasoduodenal, gastrostomi, jejunostomi), jenis formula (polimerik, oligomerik, khusus penyakit), dan metode pemberian. Tahap persiapan melibatkan pengecekan identitas pasien, memvalidasi resep nutrisi dari dokter atau ahli gizi, memeriksa kondisi formula, dan menyiapkan peralatan dengan prinsip kebersihan. Sebelum pemberian, posisi pasien harus dikoreksi untuk mencegah refluks dan aspirasi. Penting untuk memastikan penempatan selang dengan benar, biasanya dengan mengukur pH aspirat atau dengan radiologi, sebelum pemberian makanan atau obat. Pemberian dilakukan dengan kecepatan dan konsentrasi yang diawali rendah kemudian dinaikkan secara bertahap (progresif) sesuai toleransi pasien. Flushing dengan air steril sebelum dan sesudah pemberian serta di antara pemberian obat-obatan yang berbeda mutlak diperlukan untuk menjaga patensi selang. Pemantauan meliputi pengukuran sisa lambung, observasi tanda-tanda distress gastrointestinal dan pernapasan, serta pemantauan status hidrasi dan keseimbangan elektrolit. Perawat juga bertanggung jawab dalam perawatan tempat insersi selang untuk mencegah infeksi dan iritasi kulit. Evaluasi keberhasilan intervensi dilihat dari tercapainya target asupan kalori dan protein, kenaikan atau pemeliharaan berat badan, peningkatan kadar albumin serum, serta tidak adanya komplikasi seperti diare, aspirasi, atau ketidaknyamanan. Intervensi ini bersifat kolaboratif, melibatkan dokter, ahli gizi, dan farmasi, serta memerlukan pendekatan holistik yang memperhatikan kenyamanan dan martabat pasien selama proses pemberian nutrisi.
-
Article No. 24104 | 17 Feb 2026
Klinis : Ny. Gray adalah seorang wanita berusia 75 tahun dengan diabetes yang telah mengalami gejala seperti flu berupa muntah dan diare selama 5 hari. la tinggal sendiri dan tidak suka memasak. Ketika ia bangun pagi ini, la merasa lemah dan pusing; la menelepon 911 untuk membawanya ke RS. Ibu Gray langsung dibawa ke IGD. Hasil Pengkajian: • Rasa haus yang hebat • Suhu 37,2° C • TD 94/74 mmHg • Berat 157 lb (turun 5% dari 165) • Mokosa bibir kering • Pernapasan 30 kali/menit • Nadi 108/menit • † Hct, 1 Hbg, 1 BUN
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Dehidrasi Hiperosmolar Hiperglikemik pada Diabetes Mellitus Tipe 2
Kode ICD-10: E11.00
Deskripsi Singkat : Kondisi Ny. Gray menunjukkan gambaran klinis sindrom hiperglikemik hiperosmolar (HHS), suatu komplikasi akut diabetes tipe 2 yang mengancam jiwa. Episode ini dipicu oleh penyakit akut (gejala mirip flu dengan muntah dan diare) pada pasien lansia dengan diabetes, yang diperburuk oleh asupan cairan yang tidak memadai karena hidup sendiri dan tidak suka memasak. Gejala dan tanda khas HHS terlihat: dehidrasi berat (penurunan berat badan 5%, mukosa bibir kering, tekanan darah rendah, peningkatan hematokrit dan BUN), hiperglikemia ekstrem (implisit dari konteks diabetes dan HHS), dan perubahan status mental (lemah, pusing) tanpa ketoasidosis signifikan (pernapasan Kussmaul tidak disebutkan). Pernapasan cepat (30/menit) dan takikardia (108/menit) merupakan respons terhadap dehidrasi dan stres metabolik. Kode ICD-10 E11.00 secara spesifik mengindikasikan "Diabetes mellitus tipe 2 dengan hiperglikemia, tanpa komplikasi", yang dalam konteks presentasi akut ini mengarah pada keadaan hiperglikemik hiperosmolar sebagai manifestasi utama hiperglikemia yang tidak terkendali. Kodifikasi ini menangkap inti masalah: diabetes tipe 2 yang menyebabkan krisis hiperglikemik dengan dehidrasi parah dan peningkatan osmolalitas plasma, memerlukan penanganan darurat di IGD dengan rehidrasi agresif dan insulin.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24105 | 17 Feb 2026
Klinis : Ny. Gray adalah seorang wanita berusia 75 tahun dengan diabetes yang telah mengalami gejala seperti flu berupa muntah dan diare selama 5 hari. la tinggal sendiri dan tidak suka memasak. Ketika ia bangun pagi ini, la merasa lemah dan pusing; la menelepon 911 untuk membawanya ke RS. Ibu Gray langsung dibawa ke IGD. Hasil Pengkajian: • Rasa haus yang hebat • Suhu 37,2° C • TD 94/74 mmHg • Berat 157 lb (turun 5% dari 165) • Mokosa bibir kering • Pernapasan 30 kali/menit • Nadi 108/menit • † Hct, 1 Hbg, 1 BUN
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Defisit Volume Cairan
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Penurunan volume cairan intravaskuler, interstisial, dan/atau intraseluler. Status ini mengacu pada dehidrasi, kehilangan cairan, dan hipovolemia.
Kode SLKI: L.03104
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai dengan kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal sesuai usia, 2) Nadi perifer teraba kuat dan reguler, 3) Turgor kulit elastis, 4) Membran mukosa lembab, 5) Produksi urin adekuat (0,5-1 mL/kgBB/jam), 6) Keseimbangan cairan (intake dan output) seimbang, 7) Kadar elektrolit dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.08039
Deskripsi : Manajemen defisit volume cairan dengan tindakan: 1) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) setiap 1-2 jam atau sesuai kondisi pasien. 2) Monitor status hidrasi (turgor kulit, membran mukosa, rasa haus, produksi urin, berat badan). 3) Kolaborasi pemberian cairan intravena sesuai program terapi. 4) Anjurkan peningkatan asupan cairan per oral jika tidak ada kontraindikasi. 5) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium (hematokrit, hemoglobin, BUN, elektrolit, kreatinin, gula darah). 6) Atur posisi pasien untuk meningkatkan sirkulasi serebral dan perfusi jaringan (misalnya, posisi trendelenburg modifikasi jika diperlukan dan tidak kontraindikasi). 7) Lakukan pemantauan ketat intake dan output cairan setiap jam atau sesuai kondisi. 8) Kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai indikasi (misalnya, antiemetik, antidiare, insulin). 9) Berikan pendidikan kesehatan tentang pentingnya hidrasi dan tanda-tanda dehidrasi.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0092
Deskripsi Singkat: Risiko terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam jiwa.
Kode SLKI: L.06013
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang normal dengan kriteria hasil: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan, 2) Bebas dari tanda dan gejala hipoglikemia (lemah, pusing, diaforesis, takikardia) atau hiperglikemia (polidipsi, poliuri, lemas), 3) Menyadari tanda dan gejala ketidakstabilan glukosa darah.
Kode SIKI: I.08020
Deskripsi : Manajemen hiperglikemia dengan tindakan: 1) Monitor kadar glukosa darah sesuai protokol atau kondisi pasien. 2) Observasi tanda dan gejala hiperglikemia (polidipsi, poliuri, lemas, mual) dan hipoglikemia. 3) Kolaborasi pemberian insulin atau obat antidiabetik oral sesuai program terapi. 4) Monitor asupan nutrisi dan cairan. 5) Berikan pendidikan kesehatan tentang manajemen diabetes selama sakit (sick day management), termasuk pemantauan glukosa, asupan cairan, dan kapan harus mencari bantuan medis. 6) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penatalaksanaan diet. 7) Monitor hasil pemeriksaan laboratorium seperti gula darah, keton urin/darah, dan elektrolit. 8) Anjurkan untuk tidak menghentikan obat diabetes tanpa konsultasi tenaga kesehatan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Kekurangan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat dengan kriteria hasil: 1) Mampu melakukan aktivitas dengan tingkat bantuan sesuai kebutuhan, 2) Tanda vital dalam rentang normal selama dan setelah aktivitas, 3) Melaporkan penurunan perasaan lemas atau kelelahan, 4) Tidak mengalami sesak napas, pusing, atau nyeri dada selama aktivitas.
Kode SIKI: I.09001
Deskripsi : Manajemen intoleransi aktivitas dengan tindakan: 1) Kaji respons fisiologis terhadap aktivitas (tekanan darah, nadi, pernapasan, saturasi oksigen). 2) Bantu pasien dalam aktivitas perawatan diri sesuai toleransi. 3) Rencanakan periode istirahat yang cukup sebelum dan setelah aktivitas. 4) Atur posisi pasien untuk kenyamanan dan memfasilitasi pernapasan serta sirkulasi. 5) Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai kondisi dan toleransi pasien. 6) Ajarkan teknik penghematan energi. 7) Kolaborasi pemberian terapi oksigen jika diperlukan. 8) Monitor adanya kelemahan, kelelahan, pusing, dan sesak napas.
-
Article No. 24106 | 17 Feb 2026
Klinis : Ny. Gray adalah seorang wanita berusia 75 tahun dengan diabetes yang telah mengalami gejala seperti flu berupa muntah dan diare selama 5 hari. la tinggal sendiri dan tidak suka memasak. Ketika ia bangun pagi ini, la merasa lemah dan pusing; la menelepon 911 untuk membawanya ke RS. Ibu Gray langsung dibawa ke IGD. Hasil Pengkajian: • Rasa haus yang hebat • Suhu 37,2° C • TD 94/74 mmHg • Berat 157 lb (turun 5% dari 165) • Mokosa bibir kering • Pernapasan 30 kali/menit • Nadi 108/menit • † Hct, 1 Hbg, 1 BUN
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular yang tidak diinginkan.
Kode SLKI: L.03113
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai.
Kode SIKI: I.01295
Deskripsi : Memonitor tanda dan gejala ketidakseimbangan cairan.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Kondisi individu yang mengalami ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau yang diinginkan.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat.
Kode SIKI: I.04001
Deskripsi : Memonitor respons terhadap aktivitas.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0181
Deskripsi Singkat: Risiko variasi kadar glukosa darah dari rentang normal yang tidak diinginkan.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Memonitor kadar glukosa darah.