Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 20195 | 29 Jul 2025
Klinis : hipotiroid pada bayi
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI beserta kodenya dan definisinya, yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi hipotiroid pada bayi:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Hipertermia (00005)
Definisi: Keadaan di mana individu berisiko mengalami peningkatan suhu tubuh di atas normal.
2. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh (00002)
Definisi: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
3. Gangguan Perfusi Jaringan Perifer (00204)
Definisi: Keterbatasan aliran darah ke jaringan perifer yang dapat membahayakan kesehatan.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Hipertermia (10014)
Definisi: Keadaan di mana suhu tubuh meningkat di atas normal.
2. Kekurangan Nutrisi (10026)
Definisi: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
3. Gangguan Perfusi Perifer (10079)
Definisi: Keterbatasan aliran darah ke jaringan perifer.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Termoregulasi (20301)
Definisi: Kemampuan mempertahankan suhu tubuh dalam batas normal.
2. Status Nutrisi (20305)
Definisi: Keseimbangan antara asupan dan kebutuhan nutrisi.
3. Perfusi Jaringan (20103)
Definisi: Kecukupan aliran darah ke jaringan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Hipertermia (30014)
Definisi: Serangkaian tindakan untuk menurunkan suhu tubuh yang meningkat.
2. Manajemen Nutrisi (30026)
Definisi: Serangkaian tindakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
3. Peningkatan Perfusi Jaringan (30079)
Definisi: Serangkaian tindakan untuk meningkatkan aliran darah ke jaringan. -
Article No. 20196 | 29 Jul 2025
Klinis : Pasien pria usia 33 tahun, datang dengan keluhan tangan dan kaki kiri tiba-tiba lemas tidak bisa digerakkan, mulut merot dan pusing. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 130/100 pulmo Ves +/+ diagnosa awal susp CVA dan hemiparase sinistra. Hasil pemeriksaan terbaru tekanan darah 109/65 mulut sudah tidak merot, pusing tidak ada, tangan dan kaki sudah bisa digerakkan, dada kiri sakit saat tertawa atau batuk.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai perawat profesional, saya akan memberikan diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI, SLKI, dan SIKI yang sesuai dengan kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Gangguan Mobilitas Fisik berhubungan dengan Hemiparesis (Kode: 00085)
Definisi: Keterbatasan dalam gerakan yang disengaja, yang mengganggu mobilitas fisik pada satu atau lebih ekstremitas.
2. Nyeri Akut berhubungan dengan Cedera Serebrovaskular (Kode: 00132)
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang timbul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
1. Gangguan Mobilitas Fisik
Kode: 10023
Definisi: Keterbatasan dalam melakukan gerakan yang disengaja pada satu atau lebih ekstremitas.
2. Nyeri Akut
Kode: 10029
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
1. Mobilitas Fisik
Kode: 10023
Definisi: Kemampuan untuk bergerak secara bebas dan terkoordinasi.
2. Kontrol Nyeri
Kode: 10039
Definisi: Kemampuan untuk mengendalikan rasa sakit.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
1. Manajemen Mobilitas
Kode: 10023
Definisi: Pemberian bantuan untuk mempertahankan atau meningkatkan kemampuan fisik.
2. Manajemen Nyeri
Kode: 10029
Definisi: Pemberian bantuan untuk mengendalikan rasa sakit.
Penjelasan singkat:
Pasien mengalami gejala hemiparesis (kelemahan satu sisi tubuh) yang merupakan salah satu tanda stroke (CVA). Diagnosa keperawatan yang tepat adalah Gangguan Mobilitas Fisik berhubungan dengan Hemiparesis. Selain itu, pasien juga mengalami nyeri di dada kiri yang timbul saat tertawa atau batuk, yang dapat disebabkan oleh komplikasi lanjut dari stroke. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Nyeri Akut berhubungan dengan Cedera Serebrovaskular. -
Article No. 20197 | 29 Jul 2025
Klinis : pasien usia 46 tahun datang dgn keluahan nyeri lutut selama 1 tahun ini,,bb meningkat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berdasarkan kondisi yang Anda sampaikan, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat, kode, dan definisi dari Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Nyeri Kronis (00133)
- Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut, yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
2. Kelebihan Berat Badan (00233)
- Definisi: Berat badan yang melebihi berat badan ideal yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi.
Luaran Keperawatan (SLKI):
1. Kontrol Nyeri (1605)
- Definisi: Kemampuan untuk mengontrol atau mengurangi rasa sakit.
2. Status Nutrisi: Berat Badan (1004)
- Definisi: Keadaan yang menggambarkan berat badan individu.
Intervensi Keperawatan (SIKI):
1. Manajemen Nyeri (1400)
- Definisi: Tindakan untuk memfasilitasi pengurangan nyeri dan peningkatan toleransi terhadap nyeri yang tidak dapat dihilangkan.
2. Manajemen Berat Badan (1260)
- Definisi: Pengaturan asupan dan pengeluaran energi untuk mencapai berat badan yang diinginkan.
Tone: Akademis
Persona: Pakar, Perawat
Dalam memberikan penjelasan, saya berusaha untuk menyampaikan informasi secara objektif dan ilmiah sesuai dengan praktik keperawatan yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Saya berharap penjelasan ini dapat membantu Anda memahami kondisi pasien dan rencana perawatannya. -
Article No. 20198 | 29 Jul 2025
Klinis : pasien dtng dgn kel kesemutan pada betis dan tangan,,os riw dm
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah Diagnosa Keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi yang Anda berikan:
Diagnosa Keperawatan:
Gangguan Sensori Persepsi: Kesemutan (00132)
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00132
Definisi: Persepsi yang terdistorsi atau tidak akurat tentang stimulus sensori.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 1304
Judul: Sensasi Sensorik: Kaki dan Tangan
Definisi: Kemampuan individu untuk merasakan stimulus sensorik yang diterima di kaki dan tangan.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 6540
Judul: Manajemen Sensori
Definisi: Mengatur sensasi dan persepsi indera untuk meningkatkan fungsi, kenyamanan, dan kesejahteraan.
Penjelasan singkat:
Diagnosa Keperawatan "Gangguan Sensori Persepsi: Kesemutan" menggambarkan kondisi pasien yang mengalami persepsi yang terdistorsi atau tidak akurat tentang stimulus sensori, yaitu rasa kesemutan pada betis dan tangan. Hal ini dapat disebabkan oleh riwayat Diabetes Mellitus (DM) yang dimiliki pasien.
Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Manajemen Sensori, yang meliputi upaya untuk mengatur sensasi dan persepsi indera guna meningkatkan fungsi, kenyamanan, dan kesejahteraan pasien. Tujuan luaran yang diharapkan adalah pasien dapat merasakan sensasi sensorik yang normal pada kaki dan tangannya. -
Article No. 20199 | 29 Jul 2025
Klinis : nyeri dada
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI untuk kondisi nyeri dada, dengan tone akademis dan persona sebagai pakar perawat.
Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Akut (10019)
Definisi:
Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti itu (International Association for the Study of Pain).
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 10019
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah seperti itu.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 30001
Definisi: Kemampuan individu untuk melaporkan pengurangan atau penghilangan sensasi nyeri.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 80001
Definisi: Tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri yang dialami individu.
Dalam kondisi nyeri dada, diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Nyeri Akut (10019). Hal ini dikarenakan nyeri dada merupakan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan atau potensi kerusakan pada jaringan di area dada. Standar luaran keperawatan yang dapat digunakan adalah Kontrol Nyeri (30001), yang menggambarkan kemampuan individu untuk melaporkan pengurangan atau penghilangan sensasi nyeri. Sementara itu, intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Manajemen Nyeri (80001), yaitu tindakan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri yang dialami individu. -
Article No. 20200 | 29 Jul 2025
Klinis : Pasien wanita, usia 60 tahun, mengalami nyeri dada yang hebat, menjalar ke lengan kiri, disertai dengan sesak napas, mual, dan keringat dingin. EKG menunjukkan infark miokard akut. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan diabetes melitus tipe 2.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: **Diagnosa Keperawatan dan Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI**
*(Berdasarkan Standar PPNI untuk Pasien dengan Infark Miokard Akut)*
---
### **1. Diagnosa Keperawatan**
**Kode SDKI: D.0016** – **Nyeri Akut**
**Definisi**: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak dan intensitas ringan hingga berat.
**Data Klinis Pendukung**:
- Nyeri dada hebat (skala ?7/10) menjalar ke lengan kiri.
- Gejala terkait: sesak napas, mual, keringat dingin.
- EKG menunjukkan elevasi segmen ST (STEMI).
---
### **2. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)**
**Kode SLKI: L.14016** – **Tingkat Nyeri Terkontrol**
**Kriteria Luaran**:
- Skala nyeri ?3/10 dalam 24 jam.
- Pasien mampu menunjukkan teknik non-farmakologis untuk mengurangi nyeri.
- Tanda vital stabil (TD <140/90 mmHg, HR 60-100x/menit).
---
### **3. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)**
**Kode SIKI: I.11016** – **Manajemen Nyeri**
**Intervensi Utama**:
- **Administrasi analgesik** (misal: nitrogliserin, morfin) sesuai protokol.
- **Posisi semi-Fowler** untuk mengurangi beban jantung.
- **Edukasi napas dalam** untuk menurunkan ansietas.
- **Monitoring EKG dan enzim jantung** (troponin, CK-MB).
**Intervensi Pendukung**:
- **Kontrol faktor risiko** (hipertensi & DM): pantau gula darah, berikan antihipertensi.
- **Dukungan emosional** untuk mengurangi stres.
---
### **Penjelasan Singkat**
- **SDKI (D.0016)**: Fokus pada nyeri sebagai respons fisiologis utama infark miokard.
- **SLKI (L.14016)**: Target luaran adalah reduksi nyeri dan stabilisasi hemodinamik.
- **SIKI (I.11016)**: Kombinasi terapi farmakologis dan non-farmakologis untuk mencapai luaran.
**Catatan Akademis**:
Prioritas intervensi mengacu pada *ABC (Airway, Breathing, Circulation)* dan protokol STEMI. Kolaborasi dengan tim medis diperlukan untuk terapi reperfusi (PCI/fibrinolitik).
---
*Referensi: Buku Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), SLKI, SIKI Edisi Terkini – PPNI (2022).* -
Article No. 20201 | 29 Jul 2025
Klinis : Pasien laki-laki, usia 60 tahun, mengalami nyeri pangkal paha bekas tusukan puncture tindakan angiografi, nyeri skala 3
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan, penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI):
1. Diagnosa Keperawatan:
Nyeri Akut
Kode SDKI: 00132
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan semacam itu (International Association for the Study of Pain).
2. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kode: 00132
Judul: Nyeri Akut
Definisi: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial atau digambarkan dalam istilah-istilah kerusakan semacam itu (International Association for the Study of Pain).
3. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Kode: 00126
Judul: Kontrol Nyeri
Definisi: Kemampuan individu untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan sensasi nyeri sehingga dapat meningkatkan kenyamanan.
4. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Kode: 1400
Judul: Manajemen Nyeri
Definisi: Tindakan yang dilakukan untuk mencegah, mengurangi, atau menghilangkan nyeri.
Penjelasan singkat:
Pasien laki-laki berusia 60 tahun mengalami nyeri pangkal paha bekas tusukan puncture tindakan angiografi dengan skala nyeri 3. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Nyeri Akut (SDKI 00132). Untuk mengatasi masalah ini, perawat dapat melakukan Manajemen Nyeri (SIKI 1400) untuk membantu pasien mencapai Kontrol Nyeri (SLKI 00126) yang optimal. -
Article No. 20202 | 29 Jul 2025
Klinis : Pasien laki-laki, usia 60 tahun, mengalami cemas sebelum tindakan angiografi, sering bertanya apakah tindakan akan berhasil
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, berikut adalah Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat SDKI-SLKI-SIKI beserta kodenya dan definisinya yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi pasien laki-laki usia 60 tahun yang mengalami cemas sebelum tindakan angiografi dan sering bertanya apakah tindakan akan berhasil:
Diagnosa Keperawatan:
Kecemasan (00146)
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
Kecemasan (00146)
Definisi: Perasaan tidak nyaman atau khawatir yang disebabkan oleh antisipasi bahaya.
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
Tingkat Kecemasan Terkendali (1402)
Definisi: Tingkat kecemasan yang dirasakan berada dalam batas normal dan dapat dikelola oleh individu.
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
Manajemen Kecemasan (5820)
Definisi: Pengurangan rasa takut, kekhawatiran, atau keprihatinan yang dapat diidentifikasi terkait dengan sumber yang dapat diidentifikasi.
Kode:
- Diagnosa Keperawatan: 00146
- SLKI: 1402
- SIKI: 5820
Penjelasan singkat:
Pasien laki-laki usia 60 tahun ini mengalami kecemasan sebelum tindakan angiografi. Hal ini ditandai dengan sering bertanya apakah tindakan akan berhasil. Diagnosa keperawatan yang sesuai adalah Kecemasan (00146). Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah Manajemen Kecemasan (5820) untuk membantu pasien mengurangi rasa takut, kekhawatiran, atau keprihatinan terkait dengan tindakan yang akan dilakukan. Tujuan luaran keperawatan yang diharapkan adalah Tingkat Kecemasan Terkendali (1402), di mana pasien dapat mengelola kecemasannya dalam batas normal. -
Article No. 20135 | 28 Jul 2025
Klinis : bab cair, tidak makan minum
ICD-SDKI: SDKI (+)
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan penjelasan yang rinci dan terperinci untuk setiap poin yang Anda minta.
Diagnosa Keperawatan SDKI yang sesuai untuk kondisi: bab cair, tidak makan minum
Berdasarkan kondisi yang Anda berikan, yaitu bab cair dan tidak makan minum, maka diagnosa keperawatan SDKI yang sesuai adalah:
1. Diare
Definisi: Perubahan frekuensi, konsistensi, dan volume tinja yang tidak normal.
Karakteristik Utama:
- Frekuensi buang air besar meningkat (> 3 kali per hari)
- Konsistensi tinja cair
- Volume tinja meningkat
2. Kurang Volume Cairan
Definisi: Penurunan total cairan tubuh yang disebabkan oleh kehilangan cairan dan/atau asupan cairan yang tidak adekuat.
Karakteristik Utama:
- Berat badan menurun
- Mukosa mulut kering
- Turgor kulit menurun
- Produksi urin menurun
Luaran/Output yang diharapkan setelah Asuhan Keperawatan (SLKI)
Setelah diberikan asuhan keperawatan, diharapkan pasien dapat mencapai luaran/output sebagai berikut:
1. Pemulihan Diare
- Frekuensi buang air besar menurun menjadi normal (< 3 kali per hari)
- Konsistensi tinja kembali normal
- Volume tinja menurun
- Tidak terjadi dehidrasi
2. Keseimbangan Cairan
- Berat badan stabil
- Mukosa mulut lembab
- Turgor kulit normal
- Produksi urin kembali normal
Intervensi Keperawatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan Luaran (SIKI)
Untuk mencapai luaran/output yang diharapkan, maka diperlukan intervensi keperawatan sebagai berikut:
1. Intervensi untuk Pemulihan Diare:
- Kaji pola buang air besar, konsistensi, dan volume tinja
- Identifikasi penyebab diare (misalnya infeksi, obat-obatan, diet)
- Berikan diet makanan yang mudah dicerna dan kaya serat
- Anjurkan pasien untuk minum banyak cairan (air putih, oralit, dll)
- Monitor tanda-tanda vital, berat badan, dan status hidrasi
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain (dokter, ahli gizi) untuk penanganan yang komprehensif
2. Intervensi untuk Keseimbangan Cairan:
- Kaji intake dan output cairan pasien
- Monitor tanda-tanda dehidrasi (berat badan, turgor kulit, mukosa mulut)
- Berikan cairan intravena atau oral sesuai kebutuhan
- Pantau tanda-tanda vital dan status hidrasi secara berkala
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain (dokter, ahli gizi) untuk memastikan kecukupan cairan dan elektrolit
Dengan intervensi keperawatan yang tepat, diharapkan pasien dapat pulih dari diare dan mencapai keseimbangan cairan yang baik, sehingga tercapai luaran/output yang diharapkan. -
Article No. 20136 | 28 Jul 2025
Klinis : bab cair, tidak makan minum
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat sesuai Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien dengan keluhan BAB cair, tidak makan/minum, disajikan dalam format akademis dengan persona pakar keperawatan:
---
### **1. Diagnosa Keperawatan (SDKI)**
**Kode: D.0016** – **Gangguan Eliminasi Feses: Diare**
**Definisi:**
Kondisi di mana individu mengalami peningkatan frekuensi defekasi dengan konsistensi feses cair atau lembek, disertai atau tanpa gejala tambahan (nyeri abdomen, mual, dehidrasi).
**Faktor yang Berhubungan:**
- Intoleransi makanan/minuman
- Infeksi saluran cerna
- Malabsorpsi nutrisi
- Efek samping obat/terapi
---
### **2. Luaran Keperawatan (SLKI)**
**Kode: L.14016** – **Eliminasi Feses Membaik**
**Kriteria Evaluasi:**
- Frekuensi BAB normal (1–3x/hari)
- Konsistensi feses padat/lembut
- Tidak ada nyeri abdomen
- Tanda dehidrasi teratasi (turgor kulit normal, mukosa lembab)
**Indikator Tambahan:**
- **L.03001** – Status Hidrasi Memadai
- **L.01001** – Asupan Nutrisi dan Cairan Meningkat
---
### **3. Intervensi Keperawatan (SIKI)**
**a. Manajemen Diare (Kode: I.14016)**
- Pantau frekuensi, volume, dan karakteristik feses.
- Berikan terapi rehidrasi oral (cairan elektrolit) sesuai protokol.
- Kolaborasi pemberian obat antidiare/antibiotik jika diperlukan.
**b. Manajemen Nutrisi (Kode: I.11004)**
- Anjurkan diet BRAT (Banana, Rice, Applesauce, Toast) atau rendah serat sementara.
- Tingkatkan asupan cairan bertahap (oral/IV jika diperlukan).
- Pantau tanda malnutrisi (berat badan, albumin serum).
**c. Edukasi Kesehatan (Kode: I.09004)**
- Ajarkan teknik cuci tangan dan higiene makanan.
- Jelaskan tanda dehidrasi (lemas, mata cekung, oliguria).
- Rekomendasikan konsultasi gizi jika diperlukan.
---
### **Catatan Akademis**
- **Dasar Teori:** Diare akut dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan-elektrolit (Henderson & NANDA-I). Intervensi prioritas adalah rehidrasi dan pemantauan status hidrasi (WHO, 2023).
- **Evidence-Based Practice:** Rehidrasi oral dengan cairan mengandung elektrolit lebih efektif daripada air biasa (Cochrane Review, 2022).
---
Format ini memenuhi standar PPNI dengan pendekatan sistematis (SDKI-SLKI-SIKI) dan mengintegrasikan prinsip klinis serta literatur terkini.