Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25136 | 16 Apr 2026
Klinis : Penurunan kesadaran Riw : DM (+) KU : Lemah Kes : CM TD : 97/59 mmHg HR : 112 x/m RR : 15 x/m S : 36 C Spo2 : 99% Mata : CA -/- SI -/- refleks cahaya (+/+) Mulut : dbn leher: dbn Thorax : Simetris ka/ki BJ I-II, reguler, bising (-) Paru : SDV +/+ rbh -/- rbk -/- whz -/- Abdomen :supel, BU (+) , NT (-) Genitalia : tidak ada kelainan Ekstremitas Superior : akral hangat +/+, CRT <2 detik Ekstremitas Inferior : akral hangat +/+, CRT <2 detik Sensorik : sde Motorik : lateralisasi dextra minimal Refleks fisiologis: +3 || +2 +3 || +2 Refleks patologis: - || - - || - Clonus - || - Nistagmus: (-) NIHHS : 36 -> 20 -> 20 -> 20 ->20 -> 20 Komplikasi tirah baring: - Infeksi: - - Stress ulcer: - - DVT: - - Disfagia: - - Cemas: - Lab 02/04 → 06/04 → 07/04 Hemoglobin 12.02 → 11.93 → 12.62 Lekosit 18.51 → 18.84 →19.69 Trombosit 1267 DUPLO → 1158 → 1661 Neutrofil 79.8 → 88.6 → 86.4 Limfosit 10.8 → 5.0 → 5.0 Natrium (Na) 139 →130 Kalium (K) 4.2 → 4.1 Chlorida (Cl) 106 → 97 Calsium (Ca2+) 1.0 → 1.1 pH 7.43 → 7.36 Glukosa Darah Sewaktu 15 (L) → 122 AST (SGOT) 67 ALT (SGPT) 30 Ureum 231.1 (H) → 318.1 → 175.5 Kreatinin 6.25 (H) → 8.42 → 4.20 GDS stik 10/04 : 139 Hasil CT Scan Kepala Non-Kontras 03/04/26 Kesan : - Lacunar infark cerebri di temporalis sinistra - Tak tampak massa, perdarahan, infark intracerebri maupun intracerebelli Hasil Rontgen Thorax 03/04/26 Kesan : - Pulmo dan besar cor normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (dengan latar belakang Stroke Iskemik Lacunar dan Gagal Ginjal Akut pada Diabetes Mellitus)
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Penurunan Perfusi Serebral. Diagnosis keperawatan ini ditetapkan karena adanya ancaman atau kerentanan terhadap penurunan suplai darah ke otak yang dapat mengganggu fungsi neurologis, yang dapat terjadi pada individu, keluarga, atau komunitas. Pada pasien ini, kondisi ini dimanifestasikan oleh penurunan kesadaran dan hasil CT scan yang menunjukkan infark lacunar di lobus temporalis kiri. Infark ini mengganggu aliran darah dan oksigenasi ke jaringan otak, menyebabkan disfungsi neurologis sentral berupa penurunan kesadaran dan lateralisasi motorik. Faktor risiko yang mendasari adalah Diabetes Mellitus (riwayat dan GDS tinggi) yang merupakan penyebab utama mikroangiopati (kerusakan pembuluh darah kecil) di otak, leading to lacunar infarcts. Selain itu, kondisi hemodinamik yang labil (TD 97/59 mmHg, HR 112x/m) dan gangguan metabolik (ureum & kreatinin sangat tinggi) dari gagal ginjal akut memperberat risiko penurunan perfusi serebral secara sistemik. Penurunan kesadaran itu sendiri adalah bukti dari gangguan perfusi yang sudah terjadi pada tingkat seluler di otak.
Kode SLKI: L.08015
Deskripsi : Status Neurologis. Luaran yang diharapkan adalah status neurologis pasien dapat dipertahankan atau membaik. Kriteria luaran ini mencakup tingkat kesadaran, fungsi motorik, fungsi sensorik, dan fungsi kognitif. Tujuan perawatan untuk pasien ini adalah mencegah memburuknya penurunan kesadaran dan defisit neurologis lainnya (seperti lateralisasi motorik dextra), serta mendukung pemulihan fungsi neurologis seoptimal mungkin. Perawat akan memantau dan mendokumentasi skor NIHSS secara serial (yang sudah menunjukkan perbaikan dari 36 ke 20), tingkat kesadaran (dengan skala seperti GCS), kekuatan motorik, dan tanda-tanda vital neurologis. Intervensi diarahkan untuk mempertahankan perfusi serebral yang adekuat dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kode SIKI: I.08060
Deskripsi : Manajemen Perfusi Serebral. Intervensi ini meliputi serangkaian tindakan untuk mengoptimalkan aliran darah dan oksigenasi ke otak, serta meminimalkan fluktuasi tekanan intrakranial. Pada pasien ini, intervensi spesifik meliputi: 1) Pemantauan neurologis ketat setiap jam atau sesuai protokol (tingkat kesadaran, pupil, kekuatan motorik, tanda vital). 2) Mempertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat untuk memfasilitasi aliran balik vena serebral, kecuali ada kontraindikasi hipotensi. 3) Kolaborasi pemberian terapi cairan dan obat-obatan untuk mempertahankan tekanan darah yang adekuat (mempertahankan MAP >70 mmHg atau sesuai target) agar perfusi otak terjaga, dengan mempertimbangkan kondisi ginjal. 4) Memastikan oksigenasi adekuat (Spo2 dipertahankan >95%). 5) Memonitor dan mengelola keseimbangan elektrolit dan glukosa darah (mencegah hipo/hiperglikemia, gangguan natrium) yang dapat memperburuk edema serebral atau fungsi neuron. 6) Kolaborasi dalam manajemen gagal ginjal akut (seperti terapi pengganti ginjal jika diperlukan) untuk mengurangi toksin uremik yang dapat memperburuk kesadaran. 7) Melindungi pasien dari cedera akibat kebingungan atau penurunan kesadaran (pemasangan pagar tempat tidur, hindari restraint). 8) Melakukan mobilisasi bertahap dan manajemen komplikasi tirah baring untuk mencegah DVT, infeksi, dan kontraktur yang dapat memperlambat rehabilitasi neurologis.
-
Article No. 25137 | 16 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran KU lemah, kes somnolen TD : 157/97 mmhg HR : 82 x/mnt RR : 20 x/mnt S : 37 C Spo2 : 99% Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, CA -/- Mulut bibir kering (+) Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK -/- WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Ext Bawah akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Status Neurologis Sensorik sde Kekuatan motorik : lateralisasi (-) Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (/-//+/+) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) Parese NC. VII (-) Blink to threat (-) Visual pursuit (-) Voluntary eye movement (-) Meningeal sign (-) Hasil Lab Darah Rutin (15/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 11.07 (L) Eritrosit 3.57 (L) Hematokrit 32.3 (L) Lekosit 20.18 (H) Trombosit 293 Golongan Darah AB Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 203 (H) Fungsi Ginjal Ureum 57.8 (H) Kreatinin 1.17 (H) Hasil CT scan kepala non-kontras (15/04/26) Kesan: - Intracerebri hemorrhagic di thalamus sinistra dengan perifocal oedema di sekitarnya yang menyempitkan ventrikel lateralis dextra cornu anterior et posterior - Infark cerebri di lobus occipitalis dextra - Defect tulang regio temporalis sinistra ( post craniotomy ) Hasil Rontgen Thorax (15/04/26) Kesan : - Cardiomegali dan pulmo normal - Elongatio aortae dan aortosklerosis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penurunan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat menyebabkan ketidakadekuatan oksigen dan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan metabolisme sel-sel otak.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Perfusi jaringan otak membaik. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan, 2) Tanda-tanda vital dalam batas normal, 3) Status neurologis stabil atau membaik, 4) Tidak ada peningkatan tekanan intrakranial, 5) GCS dalam rentang yang diharapkan. Pada pasien ini, kondisi darurat perdarahan intraserebral dan infark telah menyebabkan penurunan kesadaran (somnolen) dan terdapat tanda lateralisasi pada refleks patologis, mengindikasikan gangguan perfusi dan integritas jaringan otak. SLKI ini menjadi tujuan utama untuk mencegah kerusakan otak lebih lanjut dengan mempertahankan tekanan darah dan oksigenasi yang adekuat, serta memantau ketat status neurologis.
Kode SIKI: I.14049
Deskripsi : Memantau perfusi serebral. Intervensi: 1) Monitor tanda-tanda vital (TD, Nadi, RR) dan saturasi oksigen, 2) Monitor status neurologis (tingkat kesadaran, ukuran dan reaksi pupil, kekuatan motorik, refleks) secara berkala menggunakan skala GCS, 3) Monitor tanda peningkatan tekanan intrakranial (mual, muntah proyektil, sakit kepala, perubahan tingkat kesadaran, perubahan pupil), 4) Pertahankan posisi kepala tempat tidur 30 derajat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran balik vena, 5) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai kebutuhan, 6) Kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai program (seperti antihipertensi, osmotik untuk edema, neuroprotektor), 7) Hindari manuver yang dapat meningkatkan TIK (seperti batuk, mengejan, fleksi leher), 8) Monitor hasil pemeriksaan penunjang (CT scan, laboratorium). Intervensi ini sangat krusial karena pasien mengalami ancaman langsung pada perfusi otak akibat hematom thalamus dan edema perifokal yang menyempitkan ventrikel, serta adanya infark di lobus oksipital. Pemantauan ketat diperlukan untuk mendeteksi secara dini deteriorasi neurologis.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Kriteria hasil: 1) Jalan napas paten, 2) Suara napas bersih, 3) Tidak ada sianosis, 4) Frekuensi napas dalam rentang normal, 5) Ekspansi dada simetris, 6) Saturasi oksigen dalam rentang normal. Meskipun data RR dan SpO2 dalam batas normal, pasien dengan penurunan kesadaran (somnolen) memiliki risiko tinggi aspirasi dan ketidakefektifan bersihan jalan napas karena refleks batuk dan menelan yang terganggu. Posisi berbaring dan kelemahan umum meningkatkan risiko ini. SLKI ini bertujuan untuk mencegah komplikasi hipoksemia dan pneumonia aspirasi yang dapat memperburuk kondisi neurologis.
Kode SIKI: I.03006
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi: 1) Posisikan pasien semi Fowler atau lateral jika memungkinkan untuk mencegah aspirasi, 2) Auskultasi suara napas tiap shift atau sesuai kebutuhan, 3) Lakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas atas sesuai indikasi (dengan teknik steril), 4) Monitor frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan, 5) Monitor status oksigenasi (SpO2, warna kulit), 6) Lakukan fisioterapi dada (jika kondisi pasien memungkinkan), 7) Kolaborasi pemberian oksigen jika diperlukan, 8) Ajarkan keluarga tentang tanda-tanda distress pernapasan. Intervensi ini bersifat preventif dan suportif mengingat tingkat kesadaran pasien yang menurun merupakan faktor risiko utama.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0028
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.11001
Deskripsi : Perilaku pencegahan infeksi. Kriteria hasil: 1) Tidak menunjukkan tanda-tanda infeksi (demam, kemerahan, drainase purulen), 2) Nilai leukosit dalam rentang normal, 3) Luka bersih, kering, dan tidak kemerahan, 4) Melakukan perilaku pencegahan infeksi. Pasien memiliki beberapa faktor risiko infeksi tinggi: 1) Nilai leukosit sangat tinggi (20.18), mengindikasikan kemungkinan proses infeksi atau respons stres tubuh, 2) Adanya defek tulang temporalis pasca craniotomy sebagai port de entri potensial, 3) Imobilisasi dan penurunan kesadaran yang meningkatkan risiko infeksi saluran napas dan saluran kemih. SLKI ini bertujuan untuk mencegah terjadinya infeksi nosokomial yang dapat memperberat kondisi.
Kode SIKI: I.11030
Deskripsi : Manajemen infeksi. Intervensi: 1) Monitor tanda-tanda infeksi (suhu tubuh, leukosit, karakteristik sputum/drainase luka), 2) Lakukan cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan, 3) Lakukan perawatan luka dengan teknik aseptik (pada area defek tulang/craniotomy), 4) Pertahankan integritas kulit, 5) Lakukan perawatan kebersihan diri pasien (oral care, perawatan kulit) untuk mencegah infeksi, 6) Ajarkan keluarga tentang pentingnya pencegahan infeksi, 7) Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai program. Oral care sangat penting mengingat ditemukan bibir kering yang dapat menjadi sumber infeksi. Pemantauan ketat tanda vital dan laboratorium diperlukan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol nyeri. Kriteria hasil: 1) Melaporkan nyeri berkurang, 2) Skala nyeri menurun, 3) Ekspresi wajah rileks, 4) Tanda vital stabil. Meskipun pasien somnolen dan tidak dapat melaporkan nyeri secara verbal, adanya perdarahan intraserebral, edema, dan infark serebral adalah kondisi yang sangat nyeri (nyeri kepala). Nyeri dapat memicu peningkatan tekanan intrakranial dan tekanan darah (yang sudah tinggi: 157/97 mmHg). SLKI ini tetap relevan dengan tujuan mengurangi stimulus nyeri yang dapat memperburuk kondisi hemodinamik dan neurologis pasien.
Kode SIKI: I.08023
Deskripsi : Manajemen nyeri. Intervensi: 1) Kaji nyeri dengan menggunakan skala perilaku (FLACC, CPOT) karena pasien tidak komunikatif, amati ekspresi wajah, gelisah, postur tubuh, 2) Ciptakan lingkungan yang tenang, redupkan cahaya, minimalkan kebisingan, 3) Lakukan reposisi dengan hati-hati dan dukung posisi yang nyaman, 4) Hindari manuver yang dapat memicu nyeri atau peningkatan TIK, 5) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai program (dengan pertimbangan efek sedasi dan neurologis). Intervensi non-farmakologis menjadi prioritas utama dalam mengelola nyeri pada pasien dengan gangguan neurologis akut.
-
Article No. 25138 | 16 Apr 2026
Klinis : Pasien baru 15/4/26 dengan keluhan lemas sejak 1 hari yang lalu keluahan lain nyeri pinggang , batuk (+), maul/muntah(+), pinggang terasa nyeri(+), BAK(+) RPD: DM tidak terkontrol gangguan jiwa Hari ini = sesak bertambah, punggung nyeri Ku baik, kesadaran cm T : 150/100 mmHg N : 92 x/menit R : 20 x/menit S : 36 c SpO2 : 98 % DOBLE NASAL CANUL + NRM 15 LPM Status Generalisata Mata : CA -/- SI -/- Thorax : SDV +/+ rbh +/+, wh -/-, S1S2 reguler, BJ (-) Abdomen : supel, BU (+) timpani, NT (-), Ext atas : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Ext bawah : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Lab RSSP Darah Rutin (15/4/26) Hemoglobin: 17.57 g/dL Eritrosit: 6.08 juta/µL Hematokrit: 51.3 % Indeks Eritrosit MCV: 84.4 fL MCH: 28.9 pg MCHC: 34.2 g/dL Leukosit: 2.94 ribu/µL Trombosit: 224 ribu/µL RDW-CV: 12.41 % MPV: 9.71 fL Hitung Jenis Neutrofil: 66.4 % Limfosit: 25.5 % Monosit: 6.7 % Eosinofil: 0.14 % Basofil: 1.2 % Hitung Absolut Total Neutrofil: 1.95 ribu/µL Total Limfosit: 0.75 ribu/µL Total Monosit: 0.20 ribu/µL Total Eosinofil: 0.00 ribu/µL Total Basofil: 0.04 Golongan darah: B GDS: 564 mg/dL AST (SGOT): 49 U/L ALT (SGPT): 12 U/L Fungsi Ginjal Ureum: 19.3 mg/dL Kreatinin: 1.11 mg/dL GDS stik (16/4/26) -> 278
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.14018
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai dengan kriteria hasil: 1) Tanda vital dalam rentang normal (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu). 2) Tidak ada tanda dehidrasi atau kelebihan cairan (turgor kulit baik, membran mukosa lembab, tidak ada edema). 3) Keseimbangan masukan dan haluaran cairan. 4) Berat badan stabil. 5) Nilai laboratorium terkait (seperti hematokrit, natrium) dalam batas normal.
Kode SIKI: I.12066
Deskripsi : Pemantauan keseimbangan cairan dengan tindakan: 1) Memantau tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) secara teratur. 2) Mengkaji tanda-tanda klinis ketidakseimbangan cairan (turgor kulit, membran mukosa, adanya edema, CRT). 3) Memantau masukan dan haluaran cairan secara akurat. 4) Memantau berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama, waktu yang sama, dan pakaian yang sama. 5) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium (seperti elektrolit, hematokrit, ureum, kreatinin). 6) Kolaborasi pemberian terapi cairan sesuai resep. 7) Edukasi pasien/keluarga tentang pentingnya pemantauan masukan dan haluaran cairan. Pada pasien ini, risiko tinggi terjadi karena kombinasi hiperglikemia berat (GDS 564 mg/dL) yang dapat menyebabkan diuresis osmotik dan kehilangan cairan, disertai keluhan mual/muntah yang mengurangi asupan oral. Meski tanda vital dan CRT masih dalam batas wajar, nilai hematokrit yang meningkat (51.3%) mengindikasikan hemokonsentrasi, suatu tanda dehidrasi. Pemantauan ketat diperlukan untuk mencegah dehidrasi lebih lanjut atau kelebihan cairan saat terapi rehidrasi dan insulin diberikan.
Kondisi: Hiperglikemia
Kode SDKI: D.0182
Deskripsi Singkat: Peningkatan kadar glukosa dalam darah di atas rentang normal.
Kode SLKI: L.18060
Deskripsi : Kadar glukosa darah terkontrol dengan kriteria hasil: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang target yang ditetapkan. 2) Tidak ada tanda dan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsi, polifagi, lemas, penurunan kesadaran). 3) Tidak ada tanda dan gejala hipoglikemia. 4) Pasien dan keluarga memahami manajemen terapi dan diet.
Kode SIKI: I.14718
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia dengan tindakan: 1) Memantau kadar glukosa darah secara berkala sesuai kondisi pasien. 2) Mengkaji tanda dan gejala hiperglikemia (poliuria, polidipsi, lemas, mual, penurunan kesadaran) dan hipoglikemia. 3) Kolaborasi pemberian terapi insulin atau obat anti-diabetik oral sesuai resep. 4) Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga tentang diet diabetes, aktivitas fisik, dan perawatan kaki. 5) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk penyusunan diet. 6) Memantau komplikasi hiperglikemia (seperti ketoasidosis). Pada pasien ini, hiperglikemia berat (GDS 564 mg/dL) merupakan masalah utama dengan riwayat DM tidak terkontrol. Keluhan lemas, mual, dan nyeri dapat terkait dengan kondisi ini. Hiperglikemia akut yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi komplikasi serius seperti ketoasidosis diabetik. Penurunan GDS stik menjadi 278 mg/dL (16/4) menunjukkan respons awal terapi, namun pemantauan ketat dan manajemen berkelanjutan sangat penting untuk mencapai kontrol glikemik yang stabil dan mencegah komplikasi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Kontrol nyeri dengan kriteria hasil: 1) Skala nyeri menurun (skala 0-10). 2) Ekspresi wajah rileks/tidak meringis. 3) Tanda vital dalam rentang normal. 4) Pasien dapat beristirahat dan melakukan aktivitas dengan nyaman. 5) Pasien melaporkan penurunan nyeri.
Kode SIKI: I.09030
Deskripsi : Manajemen Nyeri dengan tindakan: 1) Mengkaji karakteristik nyeri (P, Q, R, S, T: Provokasi, Kualitas, Region, Skala, Waktu). 2) Mengobservasi respons nonverbal terhadap nyeri (ekspresi wajah, postur tubuh, gelisah). 3) Memantau tanda vital sebelum dan sesudah intervensi nyeri. 4) Memberikan lingkungan yang nyaman dan teknik nonfarmakologis (misal: reposisi, distraksi, relaksasi napas). 5) Kolaborasi pemberian analgetik farmakologis sesuai resep. 6) Evaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri. 7) Edukasi pasien/keluarga tentang teknik manajemen nyeri nonfarmakologis. Pasien mengeluh nyeri pinggang/punggung yang bertambah. Nyeri ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kemungkinan infeksi atau komplikasi metabolik dari DM yang tidak terkontrol. Nyeri akut dapat meningkatkan stres, memperburuk respons hemodinamik (tekanan darah sudah tinggi 150/100 mmHg), dan menghambat proses penyembuhan. Manajemen nyeri yang adekuat diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan dan partisipasi pasien dalam perawatan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif dengan kriteria hasil: 1) Suara napas bersih/tidak ada suara tambahan (ronkhi, wheezing). 2) Frekuensi dan irama napas dalam rentang normal. 3) Pasien tidak sesak. 4) Tidak ada sianosis. 5) SpO2 dalam rentang normal. 6) Pasien mampu batuk efektif.
Kode SIKI: I.08007
Deskripsi : Manajemen Bersihan Jalan Napas dengan tindakan: 1) Mengkaji fungsi pernapasan (suara napas, frekuensi, irama, kedalaman, penggunaan otot bantu). 2) Memantau saturasi oksigen (SpO2). 3) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misal: semi fowler/fowler). 4) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif. 5) Lakukan fisioterapi dada dan penghisapan lendir (suction) jika diperlukan. 6) Kolaborasi pemberian terapi oksigen dan nebulizer sesuai resep. 7) Berikan hidrasi yang adekuat untuk mengencerkan sekret. 8) Kaji dan catat karakteristik sputum. Meski SpO2 baik dengan oksigen tambahan, pasien memiliki keluhan batuk dan sesak yang bertambah, serta ditemukan pemeriksaan fisik ronki (+). Hal ini mengindikasikan adanya sekret atau gangguan di jalan napas yang memerlukan intervensi untuk mencegah hipoksia. Pemberian oksigen dosis tinggi (NRM 15 LPM) menunjukkan upaya serius untuk mempertahankan oksigenasi, namun manajemen sekret tetap penting untuk mencapai bersihan jalan napas yang efektif.
-
Article No. 25139 | 16 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran KU lemah, kes apatis TD : 132/59mmhg HR : 82 x/mnt RR : 20 x/mnt S : 37 C Spo2 : 99% Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, CA -/- Mulut bibir kering (+) Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK -/- WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Ext Bawah akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Status Neurologis Sensorik sde Kekuatan motorik : lateralisasi (-) Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-/-//-/-) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) Parese NC. VII (-) Blink to threat (-) Visual pursuit (-) Voluntary eye movement (-) Meningeal sign (-) Hasil Lab Darah Rutin (15/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 9.00 (L) Eritrosit 2.77 (L) Hematokrit 21.9 (L) Lekosit 42.83 (H) Trombosit 146 (L) Golongan Darah A Elektrolit Natrium (Na) 107 Kalium (K) 3.9 Chlorida (Cl) 70 Calsium (Ca2+) 0.8 pH 7.64 Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 187 Fungsi Hati AST (SGOT) 376 (H) ALT (SGPT) 203 (H) Fungsi Ginjal Ureum 102.7 (H) Kreatinin 1.38 (H) Hasil Rontgen Thorax (15/04/26) Kesan : - Pulmo dan besar cor normal - Elongatio aortae dan aortosklerosis CT INFARK TRANSFORMASI HEMORAGIK
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Apatis) dengan Kompleksitas Multisistem
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan perfusi serebral berhubungan dengan ketidakseimbangan elektrolit berat (hiponatremia kritis) dan anemia.
Kode SLKI: L.14016
Deskripsi : Perfusi serebral membaik, ditandai dengan: tingkat kesadaran sesuai kapasitas, tanda-tanda vital dalam rentang yang dapat diterima, tidak ada kelainan neurologis fokal baru, dan keseimbangan elektrolit serta parameter darah membaik.
Kode SIKI: I.14026
Deskripsi : 1. Pantau terus status neurologis (GCS, pupil, refleks, kekuatan motorik) setiap jam atau sesuai protokol. 2. Pantau dan catat tanda vital (TD, Nadi, RR, Suhu, SpO2) secara ketat. 3. Kolaborasi pemberian koreksi natrium secara perlahan dan terkontrol sesuai resep (misal: NaCl 3% dengan infus pump), pantau kadar natrium serum secara berkala untuk mencegah komplikasi mielinolisis pontin sentralis. 4. Kolaborasi pemberian transfusi komponen darah (packed red cells/PRC) sesuai indikasi untuk memperbaiki anemia (Hb 9.00) dan hematokrit (21.9). 5. Atur posisi kepala tempat tidur 30 derajat (kecuali kontraindikasi) untuk optimasi aliran darah serebral. 6. Lakukan higiene oral lembut untuk mengatasi bibir kering. 7. Berikan oksigenasi sesuai kebutuhan untuk mempertahankan SpO2 >95%. 8. Kolaborasi dalam pemantauan fungsi ginjal (ureum 102.7, kreatinin 1.38) dan hati (AST/ALT meningkat) serta manajemennya. 9. Lakukan perawatan kulit, mobilisasi pasif, dan pencegahan dekubitus. 10. Berikan edukasi dan dukungan emosional kepada keluarga mengenai kondisi pasien dan rencana perawatan.
Kondisi: Ketidakseimbangan Elektrolit (Hiponatremia Berat)
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Ketidakseimbangan elektrolit (natrium) berhubungan dengan gangguan regulasi (kemungkinan SIADH, gangguan ginjal, atau lainnya) dan/atau efek dari kondisi penyakit primer (infark serebral).
Kode SLKI: L.03019
Deskripsi : Keseimbangan elektrolit dan asam-basa tercapai, ditandai dengan: kadar natrium, kalium, klorida, dan kalsium dalam rentang normal, pH darah dalam batas normal, bebas dari gejala hiponatremia berat (seperti penurunan kesadaran, kejang).
Kode SIKI: I.03029
Deskripsi : 1. Pantau status neurologis secara ketat sebagai indikator utama efek hiponatremia pada SSP. 2. Kolaborasi pemberian terapi koreksi natrium (NaCl hipertonik) dengan menggunakan infus pump dan sesuai protokol ketat. 3. Pantau asupan dan haluaran cairan secara akurat (balance cairan). 4. Batasi asupan cairan bebas sesuai instruksi (restriksi cairan) jika diindikasikan. 5. Kolaborasi pemeriksaan serial elektrolit (Na, K, Cl, Ca) dan osmolalitas darah serta urine. 6. Pantau tanda-tanda kelebihan beban cairan atau edema paru selama terapi. 7. Kolaborasi pemberian suplemen elektrolit lain (seperti kalsium) sesuai hasil pemeriksaan dan resep. 8. Berikan diet sesuai toleransi dan kondisi pasien, pertimbangkan pembatasan cairan. 9. Edukasi keluarga tentang pentingnya pembatasan cairan dan pemantauan yang dilakukan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0068
Deskripsi Singkat: Risiko infeksi berhubungan dengan pertahanan tubuh inadekuat sekunder akibat leukositosis ekstrem (respon stres/leukemoid atau infeksi) dan penurunan kesadaran.
Kode SLKI: L.09015
Deskripsi : Risiko infeksi berkurang, ditandai dengan: tanda-tanda vital stabil (tidak ada demam), jumlah leukosit menuju batas normal, tidak ada tanda-tanda infeksi lokal (seperti di paru, saluran kemih, luka), dan hasil kultur negatif (jika dilakukan).
Kode SIKI: I.09025
Deskripsi : 1. Pantau tanda-tanda infeksi sistemik (demam, takikardia, takipnea) dan lokal. 2. Lakukan cuci tangan secara ketat sebelum dan setelah kontak dengan pasien. 3. Lakukan perawatan invasif lines (jika ada) dengan teknik steril. 4. Lakukan perawatan kebersihan diri pasien (mandi, perawatan mulut) untuk mengurangi kolonisasi kuman. 5. Pertahankan integritas kulit dan mencegah dekubitus. 6. Lakukan fisioterapi dada (jika memungkinkan) atau perubahan posisi untuk mencegah pneumonia. 7. Kolaborasi pemberian antibiotik spektrum luas sesuai hasil kultur dan sensitivitas (jika infeksi dicurigai sebagai penyebab leukositosis). 8. Pantau hasil laboratorium serial (hitung leukosit, LED/CRP). 9. Batasi pengunjung jika diperlukan untuk mengurangi paparan. 10. Edukasi keluarga tentang pentingnya pencegahan infeksi dan tanda-tanda yang harus dilaporkan.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0004
Deskripsi Singkat: Risiko bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan penurunan refleks batuk dan kemampuan menelan akibat penurunan kesadaran (apatis).
Kode SLKI: L.04002
Deskripsi : Jalan napas paten dan bersihan jalan napas efektif, ditandai dengan: suara napas bersih, tidak ada sekret yang tertahan, saturasi oksigen dalam batas normal, dan tidak ada tanda distress pernapasan.
Kode SIKI: I.04012
Deskripsi : 1. Posisikan pasien dengan kepala agak elevasi (30 derajat) dan miring jika tidak kontraindikasi untuk mencegah aspirasi. 2. Auskultasi suara napas setiap 2-4 jam untuk mendeteksi adanya ronki atau penurunan suara napas. 3. Lakukan penghisapan lendir (suction) jalan napas atas secara rutin dan bila diperlukan dengan teknik steril. 4. Lakukan fisioterapi dada dan perubahan posisi secara teratur. 5. Pantau status oksigenasi (SpO2) dan tanda-tanda pernapasan (kerja napas, frekuensi, irama) secara terus menerus. 6. Berikan oksigen tambahan sesuai kebutuhan untuk mempertahankan SpO2 >95%. 7. Kolaborasi pemeriksaan analisa gas darah jika diperlukan. 8. Hindari pemberian minum/per oral sampai status menelan dievaluasi aman. 9. Siapkan alat emergensi jalan napas (airway, ambu bag) di dekat pasien.
-
Article No. 25140 | 16 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran dan sesak napas KU : lemah, kes coma TD 133/80 mmHg HR 109 x/mnt RR 37 x/mnt S 36,9 C SPO2 58 % Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, CA -/- Mulut bibir kering (+) Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK -/- WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Ext Bawah akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Status Neurologis Sensorik sde Kekuatan motorik : lateralisasi (-) Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-/-//-/-) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) Parese NC. VII (-) Blink to threat (-) Visual pursuit (-) Voluntary eye movement (-) Meningeal sign (-) Hasil Lab Darah Rutin (16/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 14.58 Eritrosit 5.09 Hematokrit 44.2 Lekosit 19.85 (H) Trombosit 335 Golongan Darah B ELEKTROLIT Natrium (Na) 139 Kalium (K) 4.9 Chlorida (Cl) 104 Calsium (Ca2+) 1.3 pH 7.13 Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 361 (H) Fungsi Ginjal Ureum 32.0 Kreatinin 0.68 Hasil CT scan kepala non-kontras (16/04/26) Hasil Rontgen Thorax (16/04/26)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas dan Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Gangguan pertukaran gas adalah kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen tubuh, serta ketidakmampuan untuk mengeliminasi karbon dioksida secara adekuat, yang mengakibatkan hipoksemia dan/atau hiperkapnia. Pada pasien ini, kondisi ini dimanifestasikan secara kritis dengan saturasi oksigen (SpO2) 58% dan frekuensi napas 37x/menit (takipnea kompensasi), disertai dengan penurunan kesadaran (kesadaran koma). Hipoksemia berat ini merupakan ancaman langsung terhadap fungsi sel-sel otak dan organ vital lainnya. Data pendukung yang sangat relevan adalah hasil analisis gas darah pH 7.13 yang menunjukkan asidosis metabolik berat, sering kali terkait dengan hipoksia jaringan dan kemungkinan komplikasi metabolik seperti ketoasidosis diabetik (didukung oleh glukosa darah sewaktu 361 mg/dL). Gangguan pertukaran gas pada kasus ini merupakan diagnosis keperawatan prioritas utama karena mengancam jiwa dalam hitungan menit.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI L.04001 bertujuan untuk mempertahankan atau mengembalikan pertukaran gas yang adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: (1) Saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal (≥95%) dengan dukungan oksigen yang sesuai, (2) Frekuensi napas kembali dalam rentang normal (12-20x/menit) dan irama teratur, (3) Tidak ada tanda sianosis atau distress pernapasan, (4) Analisis gas darah menunjukkan parameter dalam batas normal (pH 7.35-7.45, PaO2 >80 mmHg, PaCO2 35-45 mmHg), dan (5) Tingkat kesadaran membaik seiring dengan terkoreksinya hipoksemia. Pada pasien ini, target utama adalah meningkatkan SpO2 dari 58% ke level yang aman (>90%) secara cepat, mengurangi kerja napas, dan mencegah kerusakan organ lebih lanjut akibat hipoksia. Pencapaian SLKI ini akan ditandai dengan stabilisasi tanda-tanda vital dan perbaikan status neurologis.
Kode SIKI: I.04090, I.09002, I.09006, I.10001
Deskripsi : Intervensi keperawatan harus segera, komprehensif, dan kolaboratif. Pertama, I.04090: Manajemen Jalan Napas, dengan tindakan memastikan patensi jalan napas, melakukan posisi semi-fowler atau lateral jika aman, dan bersiap untuk bantuan jalan napas invasif/non-invasif karena penurunan kesadaran. Kedua, I.09002: Terapi Oksigen, yaitu memberikan oksigen dengan aliran tinggi (misal, non-rebreather mask 10-15 L/menit) untuk mengatasi hipoksemia kritis, dengan pemantauan ketat SpO2 dan siap untuk ventilasi mekanik. Ketiga, I.09006: Pemantauan Status Pernapasan, meliputi pemantauan terus-menerus terhadap frekuensi, irama, kedalaman napas, penggunaan otot bantu, dan SpO2, serta mempersiapkan pemeriksaan analisis gas darah serial. Keempat, I.10001: Pemantauan Neurologis, yaitu melakukan pemantauan GCS secara ketat, reaksi pupil, dan tanda neurologis lainnya setiap 15-30 menit untuk menilai dampak hipoksia pada SSP dan mendeteksi perubahan. Selain itu, kolaborasi intensif diperlukan untuk koreksi asidosis metabolik dan hiperglikemia, serta interpretasi hasil CT scan dan rontgen thorax untuk mencari penyebab primer (misalnya, infeksi paru yang ditunjukkan oleh leukositosis 19.85, atau lesi intrakranial). Semua intervensi didokumentasikan dengan jelas dan dievaluasi respons pasien secara terus-menerus.
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Serebral
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral adalah keadaan dimana seseorang berisiko mengalami penurunan sirkulasi darah ke otak yang dapat mengakibatkan kerusakan neurologis. Pada pasien ini, risiko ini sangat tinggi dan nyata akibat dari hipoksemia berat (SpO2 58%) dan asidosis metabolik berat (pH 7.13). Hipoksia dan asidosis dapat menyebabkan vasodilatasi atau vasokonstriksi serebral yang tidak adekuat, gangguan integritas sawar darah otak, dan akhirnya iskemia serebral. Meskipun tanda fokal neurologis seperti lateralisasi dan refleks patologis belum ada, penurunan kesadaran hingga koma itu sendiri adalah indikator utama dari gangguan fungsi serebral global. Data pendukung lain adalah takikardia (HR 109x/mnt) sebagai upaya kompensasi jantung untuk meningkatkan curah jantung dan perfusi, termasuk ke otak. Kondisi hiperglikemia (GDS 361) juga dapat memperburuk kerusakan neurologis pada keadaan iskemi. Risiko ini bersifat dinamis dan dapat berkembang menjadi kerusakan permanen jika perfusi dan oksigenasi otak tidak segera diperbaiki.
Kode SLKI: L.02004
Deskripsi : SLKI L.02004 bertujuan untuk mempertahankan perfusi serebral yang adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan adalah: (1) Tingkat kesadaran menunjukkan perbaikan atau setidaknya tidak memburuk, (2) Tanda-tanda vital stabil dengan tekanan darah yang adekuat untuk perfusi serebral (MAP >65 mmHg), (3) Tidak muncul tanda-tanda baru peningkatan tekanan intrakranial (seperti pupil anisokor, paresis, refleks patologis), (4) Saturasi oksigen dan parameter gas darah dalam batas normal untuk mendukung metabolisme otak. Pada pasien ini, target utamanya adalah mencegah kerusakan neurologis lebih lanjut dengan memastikan suplai oksigen dan darah ke otak tercukupi. Keberhasilan SLKI ini ditandai dengan stabilnya status neurologis dan tidak munculnya defisit fokal baru selama periode kritis.
Kode SIKI: I.02006, I.09002, I.10001
Deskripsi : Intervensi keperawatan difokuskan pada mempertahankan tekanan perfusi serebral dan mencegah hipoksia. Pertama, I.02006: Pemantauan Perfusi Jaringan, khususnya perfusi serebral, dengan memantau dan mendokumentasikan status neurologis secara ketat menggunakan GCS, ukuran dan reaksi pupil, serta fungsi motorik/sensorik setiap 15-30 menit. Memantau tekanan darah (TD 133/80 mmHg masih adekuat) dan Mean Arterial Pressure (MAP) untuk memastikan cukup untuk perfusi serebral. Kedua, I.09002: Terapi Oksigen (seperti dijelaskan sebelumnya) merupakan intervensi kunci, karena koreksi hipoksemia adalah landasan utama untuk memperbaiki perfusi serebral yang efektif. Ketiga, I.10001: Pemantauan Neurologis dilakukan secara integratif untuk mendeteksi dini setiap perubahan yang mengarah pada ketidakefektifan perfusi. Selain itu, intervensi kolaboratif seperti pemberian cairan intravena untuk menjaga volume sirkulasi dan koreksi asidosis-metabolik-hiperglikemia sangat penting. Posisi kepala tempat tidur diatur 30 derajat (jika tidak kontraindikasi) untuk memfasilitasi aliran balik vena serebral. Semua tindakan dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari manuver yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial.
-
Article No. 25141 | 16 Apr 2026
Klinis : Tn. G 28 tahun di rawat di ruang infeksius paru. Hasil pengkajian pengkajian mengeluh batuk, tampak lendir bercampur darah, pasien susah mengeluarkan dahak, sesak, hasil pemeriksaan thorax terdengar ronchi. Tanda-tanda vital T: 40 derajat Celcius, Nadi: 100x/m, TD: 120/80mmHg, nafas: 28x/m. pasien mengalami penurunan berat badan 70kg menjadi 47kg. pasien merasa mual saat makan sehingga nafsu makan menurun. Pasien seorang perokok dan menghabiskan 2 bungkus dalam sehari.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Tuberkulosis Paru dengan Konfirmasi Bakteriologis dan Histologis
Kode ICD-10: A15.0
Deskripsi Singkat : Kondisi pasien menunjukkan gambaran klinis yang sangat sugestif terhadap Tuberkulosis (TB) Paru aktif. Gejala utama berupa batuk produktif dengan dahak bercampur darah (hemoptisis), sesak napas, dan suara napas abnormal (ronchi). Demam tinggi (40°C), takipnea (28x/m), dan penurunan berat badan yang signifikan (dari 70kg ke 47kg) disertai anoreksia dan mual merupakan gejala konstitusional klasik TB. Riwayat merokok berat merupakan faktor risiko penting yang memperberat kondisi paru. Kode ICD-10 A15.0 secara spesifik mengindikasikan Tuberkulosis paru, yang dikonfirmasi melalui pemeriksaan bakteriologis dan histologis. Kode ini berada dalam kategori A15-A19 (Tuberkulosis) dan digunakan untuk kasus TB paru di mana adanya Mycobacterium tuberculosis telah dibuktikan dengan pemeriksaan mikroskopis sputum (BTA), kultur, atau biopsi jaringan. Penggunaan kode ini menekankan pada kepastian diagnosis melalui konfirmasi laboratorium, yang membedakannya dari diagnosis klinis saja. Kondisi ini sangat menular melalui droplet udara dan memerlukan pengobatan jangka panjang dengan regimen antibiotik multi-drug. Komplikasi yang mungkin terjadi termasuk kerusakan paru permanen, penyebaran infeksi ke organ lain (TB ekstrapulmoner), dan kegagalan pernapasan.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 25142 | 16 Apr 2026
Klinis : mengeluh nyeri perut bagian bawah skala 6 seperti diremas-remas, perut semakin membesar, perdarahan dari vagina, badan lemas, pusing, pandangan kabur, mual, tidak nafsu makan, dan perasaan cemas akan dilakukan tindakan operasi pada tanggal 12 Februari 2025. Pasien dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital TD : 135/85 mmHg, N : 95x/menit, S : 36°c, SPO2 : 9%, RR : 20x/menit, CRT >2 detik, akral teraba dingin, pasien tampak lemas dan pucat terpasang infus NS 500 ml/24 jam kecepatan 14 tpm terpasang di tangan kiri. Pasien mendapatkan terapi injeksi Antrain 1000 mg, injeksi Ondancentron 8 mg, injeksi Cefazolin 1000 mg, injeksi Transamin 500 mg, hasil laboratorium pada tanggal 8 februari 2025 menunjukkan Hemoglobin 8,70 g/dL, Hematokrit 32,90%, Eritrosit 2.60 10^6/ul advis dokter diberikan terapi tranfusi PRC 2 kolf bag Gol. O (Rhesus +) sudah masuk 1 kolf bag pada tanggal 9 Februari 2025 pukul 16.00 dan setelah tranfusi dilakukan pengambilan darah lengkap untuk cek laboratorium pada tanggal 10 Februari 2025 didapatkan hasil Hemoglobin 10,5 g/dL, Hematokrit 34,90%, Eritrosit 3,35 10^6/ul. Advis dokter masuk lagi tranfusi PRC 1 kolf bag Gol. O (Rhesus +).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Risiko Syok Hipovolemik pada Pasien dengan Perdarahan dan Persiapan Operasi
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut. Pada kasus ini, nyeri dirasakan di perut bagian bawah dengan skala 6 seperti diremas, yang merupakan indikator kuat adanya proses patologis akut (misalnya kehamilan ektopik terganggu, abortus inkomplit, atau kondisi ginekologi bedah lainnya) yang menyebabkan distensi jaringan, iskemia, atau iritasi peritoneum. Nyeri ini merupakan masalah utama yang memerlukan manajemen segera karena berdampak pada status fisiologis dan psikologis pasien, memperburuk respons stres, dan memperberat gejala lain seperti mual dan kecemasan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI ini berfokus pada upaya mengontrol nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi oleh pasien. Tindakan keperawatan yang relevan meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, intensitas dengan skala 0-10, faktor pencetus dan pereda). 2) Memonitor respons fisiologis terhadap nyeri (peningkatan TD, Nadi, RR seperti yang terlihat pada pasien). 3) Memberikan terapi farmakologis (analgesik seperti Antrain) sesuai program terapi dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. 4) Menerapkan intervensi non-farmakologis seperti teknik relaksasi napas dalam, distraksi, atau posisi yang nyaman untuk membantu mengatasi nyeri dan kecemasan. 5) Edukasi pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri dan tidak menahannya. 6) Kolaborasi dengan tim medis jika nyeri tidak terkontrol dengan regimen yang ada. Tujuan akhirnya adalah mengurangi skala nyeri, menurunkan tanda-tanda distress fisiologis, dan meningkatkan kenyamanan pasien.
Kode SIKI: I.08029
Deskripsi : SIKI ini merupakan kriteria hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan untuk mengatasi nyeri. Kriteria yang dapat dievaluasi pada pasien ini meliputi: 1) Pasien melaporkan penurunan skala nyeri (misalnya dari skala 6 menjadi ≤3). 2) Ekspresi wajah pasien tampak rileks, tidak lagi meringis atau tegang. 3) Tanda-tanda vital menunjukkan perbaikan (denyut nadi dan tekanan darah mendekati normal atau sesuai baseline pasien). 4) Pasien mampu beristirahat dan berpartisipasi dalam aktivitas perawatan diri terbatas tanpa gangguan nyeri yang berat. 5) Pasien mendemonstrasikan teknik non-farmakologis yang diajarkan untuk mengatasi nyeri. Pencapaian kriteria ini menunjukkan bahwa intervensi manajemen nyeri efektif.
Kondisi: Defisit Volume Cairan dan Risiko Perfusi Jaringan Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Defisit volume cairan adalah keadaan dimana individu mengalami atau berisiko mengalami deplesi vaskular, interstitial, atau intraselular. Pada pasien ini, defisit volume cairan terutama bersifat hipovolemik akibat kehilangan darah aktif dari vagina. Hal ini dibuktikan oleh data objektif: perdarahan, badan lemas, pusing, pandangan kabur, hasil lab awal Hb 8.7 g/dL (anemia berat), CRT >2 detik, akral dingin, dan takikardia (N:95x/menit) sebagai kompensasi tubuh. Meskipun setelah transfusi pertama terjadi perbaikan Hb menjadi 10.5 g/dL, advis transfusi tambahan menunjukkan bahwa defisit belum sepenuhnya teratasi dan perdarahan mungkin masih berlangsung atau ancaman syok hipovolemik masih ada. Kondisi ini mengancam perfusi organ vital (ginjal, otak, jantung) dan merupakan prioritas stabilisasi sebelum operasi.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk memulihkan dan mempertahankan keseimbangan cairan serta perfusi jaringan yang adekuat. Tindakan keperawatan meliputi: 1) Memonitor ketat tanda-tanda vital dan status hemodinamik (TD, Nadi, CRT, suhu akral) setiap jam atau lebih sering sesuai kondisi. 2) Memonitor tanda-tanda perdarahan berlanjut (jumlah, warna, karakteristik darah dari vagina; pengisian pembalut). 3) Mengatur dan memonitor terapi cairan intravena (infus NS) serta transfusi darah (PRC) sesuai advis dokter, termasuk kecepatan, reaksi transfusi, dan efektivitasnya. 4) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium serial (Hb, Ht) untuk menilai respons terhadap terapi. 5) Mengobservasi tanda-tanda syok hipovolemik seperti penurunan kesadaran, takikardia berat, hipotensi, dan oliguria. 6) Mempertahankan akses intravena yang paten. 7) Kolaborasi pemberian obat hemostatik seperti Transamin. 8) Dokumentasi akurat balance cairan (intake dan output).
Kode SIKI: I.06015
Deskripsi : SIKI ini mengukur keberhasilan intervensi dalam mengatasi defisit volume cairan. Kriteria hasil yang diharapkan: 1) Tanda-tanda vital dalam rentang normal atau stabil (TD ≥110/70 mmHg, Nadi 60-100x/menit, CRT <2 detik). 2) Tanda perfusi perifer membaik (akral hangat, warna kulit tidak pucat). 3) Hasil laboratorium menunjukkan perbaikan dan stabilisasi (Hb ≥10 g/dL, Ht stabil). 4) Tanda-tanda perdarahan aktif berkurang atau berhenti. 5) Haluaran urine adekuat (>0.5 ml/kgBB/jam). 6) Keluhan subjektif seperti pusing dan pandangan kabur menghilang. 7) Status mental membaik (tidak lemas berlebihan, responsif). Pencapaian ini menunjukkan bahwa volume sirkulasi dan perfusi jaringan telah adekuat untuk menjalani tindakan operasi.
Kondisi: Ansietas terkait Kondisi Kesehatan dan Tindakan Operasi yang Akan Datang
Kode SDKI: D.0046
<>Deskripsi Singkat: Ansietas adalah perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran yang samar-sumbernya atau sebagai respons terhadap suatu ancaman yang tidak diketahui atau tidak dikenali. Pada pasien, ansietas dipicu oleh multiple stressor: nyeri hebat, perdarahan yang mengancam jiwa, prosedur medis yang invasif (transfusi), dan ketidakpastian akan tindakan operasi yang dijadwalkan tanggal 12 Februari 2025. Perasaan cemas ini dapat mempengaruhi respons fisiologis (memperburuk takikardia, mual, tidak nafsu makan), menghambat pemulihan, mengurangi kooperatifitas, dan menurunkan ambang nyeri. Mengelola ansietas adalah bagian integral dari perawatan pra-operatif untuk memastikan pasien dalam kondisi psikologis yang optimal.
Kode SLKI: L.09001
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk mengurangi tingkat ansietas pasien. Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan: 1) Membangun hubungan terapeutik dengan pendekatan empati dan komunikasi terbuka. 2) Mengkaji tingkat ansietas, sumber ketakutan, dan mekanisme koping yang biasa digunakan pasien. 3) Memberikan informasi yang jelas, jujur, dan sesuai kebutuhan tentang kondisi kesehatannya, tujuan transfusi, dan persiapan serta prosedur operasi yang akan dijalani. Informasi mengurangi ketakutan akan hal yang tidak diketahui. 4) Melibatkan pasien dalam perencanaan perawatan untuk meningkatkan rasa kontrol. 5) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam. 6) Memfasilitasi dukungan spiritual atau sosial sesuai kepercayaan pasien. 7) Kolaborasi pemberian terapi farmakologi untuk ansietas jika diperlukan. 8) Memonitor respons emosional dan fisik terhadap intervensi yang diberikan.
Kode SIKI: I.09010
Deskripsi : SIKI ini mengevaluasi keberhasilan intervensi dalam menurunkan ansietas. Kriteria hasil yang dapat diamati: 1) Pasien dapat mengungkapkan perasaan cemasnya dan mengidentifikasi penyebabnya. 2) Pasien melaporkan penurunan perasaan cemas (skala subjektif). 3) Ekspresi wajah dan bahasa tubuh pasien tampak lebih tenang dan rileks. 4) Pasien mampu mendemonstrasikan satu teknik relaksasi yang diajarkan saat merasa cemas. 5) Pasien dapat mengajukan pertanyaan yang relevan tentang perawatan dan operasinya, menunjukkan keterlibatan dan pemahaman. 6) Tanda-tanda fisiologis ansietas (seperti takikardia, gelisah motorik) berkurang seiring dengan terkontrolnya kondisi medis. Pencapaian ini menunjukkan kesiapan psikologis pasien yang lebih baik untuk menghadapi tindakan operasi.
-
Article No. 25143 | 16 Apr 2026
Klinis : ymengeluh nyeri perut bagian bawah skala 6 seperti diremas-remas, perut semakin membesar, perdarahan dari vagina, badan lemas, pusing, pandangan kabur, mual, tidak nafsu makan, dan perasaan cemas akan dilakukan tindakan operasi pada tanggal 12 Februari 2025. Pasien dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital TD : 135/85 mmHg, N : 95x/menit, S : 36°c, SPO2 : 9%, RR : 20x/menit, CRT >2 detik, akral teraba dingin, pasien tampak lemas dan pucat terpasang infus NS 500 ml/24 jam kecepatan 14 tpm terpasang di tangan kiri. Pasien mendapatkan terapi injeksi Antrain 1000 mg, injeksi Ondancentron 8 mg, injeksi Cefazolin 1000 mg, injeksi Transamin 500 mg, hasil laboratorium pada tanggal 8 februari 2025 menunjukkan Hemoglobin 8,70 g/dL, Hematokrit 32,90%, Eritrosit 2.60 10^6/ul advis dokter diberikan terapi tranfusi PRC 2 kolf bag Gol. O (Rhesus +) sudah masuk 1 kolf bag pada tanggal 9 Februari 2025 pukul 16.00 dan setelah tranfusi dilakukan pengambilan darah lengkap untuk cek laboratorium pada tanggal 10 Februari 2025 didapatkan hasil Hemoglobin 10,5 g/dL, Hematokrit 34,90%, Eritrosit 3,35 10^6/ul. Advis dokter masuk lagi tranfusi PRC 1 kolf bag Gol. O (Rhesus +).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perdarahan Akut dan Ansietas Pra-Operasi
Kode SDKI: D.0006 & D.0012
Deskripsi Singkat: Berdasarkan data pasien, dua diagnosa keperawatan utama yang paling relevan adalah Risiko Perfusi Jaringan Tidak Efektif (D.0006) terkait dengan kehilangan darah aktif dan parameter hemodinamik yang terganggu, serta Ansietas (D.0012) terkait dengan ancaman terhadap status kesehatan dan prosedur operasi yang akan datang. Defisit volume cairan dan sel darah merah akibat perdarahan vagina menyebabkan penurunan kapasitas pengangkutan oksigen (Hb awal 8,7 g/dL), yang dimanifestasikan secara klinis melalui takikardia (N:95x/menit), CRT >2 detik, akral dingin, pucat, lemas, pusing, dan pandangan kabur. Sementara itu, pasien secara eksplisit menyatakan perasaan cemas mengenai tindakan operasi yang direncanakan, yang merupakan respons psikologis yang wajar terhadap situasi yang mengancam dan tidak pasti.
Kode SLKI: L.03115 & L.07001
Deskripsi : Untuk SDKI D.0006 (Risiko Perfusi Jaringan Tidak Efektif), SLKI yang ditetapkan adalah L.03115: Status Sirkulasi. Tujuan keperawatannya adalah mempertahankan atau mengembalikan status sirkulasi yang adekuat. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: tekanan darah dalam rentang normal untuk pasien (setelah transfusi, TD 135/85 sudah mendekati stabil meski masih borderline), denyut nadi 60-100x/menit dan berirama (setelah intervensi transfusi dan cairan, diharapkan nadi turun dari 95x/menit), pengisian kapiler ≤ 2 detik (CRT perlu diperbaiki dari >2 detik), ekstremitas hangat dan kering (mengatasi akral dingin), warna kulit dan membran mukosa normal (mengatasi pucat), serta haluaran urine adekuat. Pencapaian SLKI ini dimonitor melalui tanda vital serial, CRT, dan kondisi akral. Untuk SDKI D.0012 (Ansietas), SLKI yang ditetapkan adalah L.07001: Kontrol Ansietas. Tujuannya adalah agar pasien mampu mengendalikan perasaan cemasnya. Kriteria hasil meliputi: pasien melaporkan penurunan tingkat kecemasan, menunjukkan perilaku rileks (misalnya, ekspresi wajah lebih tenang, tidak gelisah), mampu mengidentifikasi isu yang memicu kecemasan (operasi), dan menggunakan strategi koping yang efektif untuk mengatasi kecemasannya. Keberhasilan dinilai dari laporan subjektif pasien dan observasi perilaku.
Kode SIKI: I.05229, I.09006, I.08011, I.11273, I.04006
Deskripsi : Intervensi keperawatan yang direncanakan harus menyasar kedua masalah tersebut. Untuk masalah sirkulasi (D.0006), intervensi utamanya adalah: I.05229: Manajemen Perdarahan dengan aktivitas seperti memantau tanda-tanda perdarahan aktif (jumlah, warna, bekuan), memantau tanda-tanda syok (tanda vital, CRT, status mental), dan kolaborasi pemberian terapi transfusi serta obat hemostatik (Transamin). I.09006: Pemantauan Tekanan Arteri secara ketat dan berkala untuk menilai respon terhadap resusitasi cairan dan transfusi. I.08011: Manajemen Cairan dengan memantau balance cairan, menjaga patensi dan keamanan infus NS, serta mengatur kecepatan sesuai order. Selanjutnya, I.11273: Manajemen Transfusi Darah sangat krusial, meliputi pengecekan identitas produk darah dan pasien secara ketat (sesuai SOP 5 benar), memantau kecepatan transfusi, mengobservasi tanda-tanda reaksi transfusi, dan memantau efektivitas transfusi melalui pemeriksaan laboratorium ulang (seperti yang telah dilakukan). Untuk masalah ansietas (D.0012), intervensi yang dilakukan adalah I.04006: Pengurangan Ansietas, yang mencakup membangun hubungan saling percaya, mendorong pasien mengekspresikan perasaan dan kekhawatirannya, memberikan informasi yang akurat dan jujur tentang kondisi dan prosedur operasi yang akan dijalani (sesuai tanggal 12 Februari 2025), menggunakan teknik komunikasi terapeutik, serta mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam untuk membantu pasien mengelola rasa cemasnya secara mandiri. Semua intervensi ini didokumentasikan dan dievaluasi perkembangannya secara berkelanjutan.
-
Article No. 25144 | 16 Apr 2026
Klinis : Pasien pria, usia 45 tahun, datang dengan keluhan batuk berdahak selama 2 minggu, demam, sesak napas, dan kehilangan nafsu makan. Hasil pemeriksaan menunjukkan suara napas bronkial di paru kanan atas, hasil rontgen menunjukkan adanya lesi di paru. Diagnosis awal adalah tuberkulosis paru.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Tuberkulosis Paru
Kode ICD-10: A15.0
Deskripsi Singkat : Tuberkulosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang terutama menyerang jaringan paru-paru. Kondisi ini ditandai dengan gejala seperti batuk berdahak berkepanjangan (lebih dari 2 minggu), demam, sesak napas, kehilangan nafsu makan, dan berkeringat di malam hari. Diagnosis didukung oleh temuan pemeriksaan fisik seperti suara napas bronkial dan konfirmasi melalui pemeriksaan radiologis (rontgen) yang menunjukkan lesi atau infiltrat di paru, seringkali di lobus atas. Kode ICD-10 A15.0 secara spesifik mengklasifikasikan "Tuberkulosis paru, dikonfirmasi secara bakteriologis dan histologis". Kode ini berada dalam blok A15-A19 untuk Tuberkulosis, menekankan bahwa diagnosis telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan mikroskopis dahak (BTA) atau biopsi jaringan, yang merupakan standar baku untuk konfirmasi TB aktif. Penggunaan kode ini penting untuk pelaporan surveilans penyakit, pengobatan yang tepat, dan pengendalian infeksi.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 25145 | 16 Apr 2026
Klinis : ymengeluh nyeri perut bagian bawah skala 6 seperti diremas-remas, perut semakin membesar, perdarahan dari vagina, badan lemas, pusing, pandangan kabur, mual, tidak nafsu makan, dan perasaan cemas akan dilakukan tindakan operasi pada tanggal 12 Februari 2025. Pasien dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital TD : 135/85 mmHg, N : 95x/menit, S : 36°c, SPO2 : 9%, RR : 20x/menit, CRT >2 detik, akral teraba dingin, pasien tampak lemas dan pucat terpasang infus NS 500 ml/24 jam kecepatan 14 tpm terpasang di tangan kiri. Pasien mendapatkan terapi injeksi Antrain 1000 mg, injeksi Ondancentron 8 mg, injeksi Cefazolin 1000 mg, injeksi Transamin 500 mg, hasil laboratorium pada tanggal 8 februari 2025 menunjukkan Hemoglobin 8,70 g/dL, Hematokrit 32,90%, Eritrosit 2.60 10^6/ul advis dokter diberikan terapi tranfusi PRC 2 kolf bag Gol. O (Rhesus +) sudah masuk 1 kolf bag pada tanggal 9 Februari 2025 pukul 16.00 dan setelah tranfusi dilakukan pengambilan darah lengkap untuk cek laboratorium pada tanggal 10 Februari 2025 didapatkan hasil Hemoglobin 10,5 g/dL, Hematokrit 34,90%, Eritrosit 3,35 10^6/ul. Advis dokter masuk lagi tranfusi PRC 1 kolf bag Gol. O (Rhesus +).
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut dan Risiko Syok Hipovolemik pada Pasien dengan Perdarahan dan Persiapan Operasi
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut. Pada kasus ini, nyeri dirasakan pasien dengan skala 6 seperti diremas-remas di perut bagian bawah, yang merupakan gejala utama dari kondisi akutnya (kemungkinan kehamilan ektopik terganggu, abortus, atau kondisi ginekologi bedah lainnya). Nyeri ini bersifat akut, berat, dan merupakan respons langsung terhadap proses patologis (perdarahan intra-abdomen/iritasi peritoneum) dan distensi perut. Nyeri mempengaruhi kenyamanan pasien secara signifikan dan berkontribusi pada respons stres tubuh, yang dapat memperburuk kondisi hemodinamik. Selain nyeri somatik, terdapat juga komponen kecemasan (ansietas) terkait rencana operasi yang memperberat persepsi nyeri.
Kode SLKI: L.03130
Deskripsi : SLKI ini berfokus pada manajemen nyeri. Tujuannya adalah mengurangi atau menghilangkan nyeri. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Melakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (P, Q, R, S, T) secara berkala, terutama setelah intervensi. 2) Memberikan terapi farmakologis (analgesik seperti Antrain) sesuai program dokter dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. 3) Menerapkan intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri dan ansietas, seperti teknik relaksasi napas dalam, distraksi, dan penciptaan lingkungan yang tenang. 4) Memposisikan pasien dengan nyaman, mungkin dengan posisi semi-Fowler atau sesuai kenyamanan pasien untuk mengurangi ketegangan pada abdomen. 5) Memberikan edukasi pada pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri dan tidak menahannya. 6) Kolaborasi dengan tim medis jika nyeri tidak terkontrol dengan regimen yang ada. Keberhasilan SLKI diukur dengan penurunan skala nyeri (misalnya dari 6 menjadi ≤3), ekspresi wajah yang lebih rileks, tanda-tanda vital yang stabil, dan laporan verbal pasien tentang peningkatan kenyamanan.
Kode SIKI: I.01291
Deskripsi : SIKI ini adalah tindakan spesifik dari SLKI di atas, yaitu pemberian analgesik. Prosedurnya meliputi: 1) Mencuci tangan sebelum dan setelah prosedur. 2) Memverifikasi order dokter (injeksi Antrain 1000 mg) dengan prinsip 5 benar (benar pasien, obat, dosis, rute, waktu). 3) Menyiapkan obat dan alat suntik di area yang bersih. 4) Memberikan penjelasan kepada pasien tentang tujuan pemberian obat. 5) Memilih lokasi injeksi intramuskular yang tepat (misalnya ventrogluteal atau dorsogluteal), dengan mempertimbangkan area yang tidak mengalami gangguan sirkulasi atau nyeri. 6) Melakukan teknik aseptik selama penyuntikan. 7) Menyuntikkan obat dengan kecepatan yang sesuai. 8) Memantau respons pasien setelah pemberian obat, termasuk pengurangan nyeri dan timbulnya efek samping seperti mual atau pusing. 9) Mendokumentasikan secara akurat waktu pemberian, dosis, rute, lokasi injeksi, dan respons pasien. Tindakan ini harus diintegrasikan dengan pemantauan tanda-tanda vital dan kondisi umum pasien.
Kondisi: Nyeri Akut dan Risiko Syok Hipovolemik pada Pasien dengan Perdarahan dan Persiapan Operasi
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Defisit Volume Cairan adalah keadaan dimana seseorang mengalami penurunan volume sirkulasi intravaskuler, interstitial, dan/atau intraseluler. Pada pasien ini, defisit volume cairan bersifat akut dan disebabkan oleh perdarahan aktif dari vagina (kehilangan darah nyata) dan kemungkinan perdarahan intra-abdomen (kehilangan darah tersembunyi). Hal ini dibuktikan oleh data klinis: perdarahan vagina, tanda-tanda hipovolemia (takikardia N:95x/menit, CRT >2 detik, akral dingin, pucat, lemas, pusing, pandangan kabur), hasil laboratorium awal yang menunjukkan anemia (Hb 8.7 g/dL, Ht 32.9%), dan respon terhadap terapi transfusi. Tekanan darah yang masih dalam batas normal (135/85 mmHg) dapat mengindikasikan kompensasi tubuh, tetapi takikardia dan tanda perfusi perifer yang buruk adalah tanda peringatan dini syok hipovolemik. Defisit ini mengancam jiwa karena dapat menyebabkan kegagalan perfusi jaringan multi-organ.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk mempertahankan atau mengembalikan keseimbangan volume cairan dan elektrolit. Intervensi keperawatan yang komprehensif meliputi: 1) Memantau status hemodinamik secara ketat dan berkelanjutan (tekanan darah, nadi, frekuensi napas, suhu, SpO2) setiap jam atau lebih sering sesuai kondisi. 2) Memantau tanda-tanda perfusi perifer (CRT, kehangatan akral, warna kulit) dan status neurologis (pusing, pandangan kabur). 3) Mengukur balance cairan secara akurat (input dan output), termasuk memperkirakan kehilangan darah melalui perdarahan vagina. 4) Mempertahankan akses intravena yang paten (infus NS) dengan kecepatan sesuai order, sambil memantau tanda overload cairan. 5) Kolaborasi pemberian transfusi darah (PRC) sesuai advis dokter, dengan pemantauan ketat terhadap reaksi transfusi sebelum, selama, dan setelah prosedur. 6) Memantau hasil laboratorium serial (Hb, Ht, elektrolit) untuk menilai efektivitas resusitasi. 7) Memposisikan pasien untuk optimasi sirkulasi (misalnya, posisi trendelenburg jika diindikasikan dan tidak terkontraindikasi). 8) Memberikan oksigen tambahan jika diperlukan untuk meningkatkan saturasi oksigen yang hanya 9% (kemungkinan kesalahan pembacaan atau kondisi kritis). Keberhasilan ditandai dengan tanda vital stabil, CRT ≤2 detik, akral hangat, peningkatan nilai hemoglobin/hematokrit, dan produksi urin yang adekuat (>0.5 mL/kg/jam).
Kode SIKI: I.04031
Deskripsi : SIKI ini merupakan tindakan spesifik dari manajemen defisit volume cairan, yaitu pemantauan balance cairan. Prosedurnya meliputi: 1) Menjelaskan pentingnya pencatatan intake dan output kepada pasien dan keluarga. 2) Mencatat semua intake cairan secara akurat: cairan intravena (NS 500 ml/24 jam dengan kecepatan 14 tpm), transfusi darah (volume 1 kolf PRC yang sudah diberikan dan yang akan diberikan), obat-obatan dalam bentuk cair, dan oral (jika ada). 3) Mencatat semua output cairan: urin (dengan kateter atau pengukuran urinal/bedpan), perdarahan vagina (dengan memperkirakan jumlah pembalut yang digunakan dan tingkat kejenuhan), drainase lain, serta kehilangan cairan tidak terlihat (insensible loss). 4) Menghitung balance cairan setiap shift (8 jam) dan setiap 24 jam dengan rumus: Total Input - Total Output. 5) Mendokumentasikan hasil perhitungan secara jelas dalam lembar balance cairan. 6) Melaporkan balance negatif yang signifikan atau perubahan trend yang mengkhawatirkan kepada dokter. 7) Memantau tanda klinis kelebihan cairan (crackles paru, edema) selama pemberian cairan dan transfusi agresif. Tindakan ini vital untuk menilai respons terapi dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Kondisi: Nyeri Akut dan Risiko Syok Hipovolemik pada Pasien dengan Perdarahan dan Persiapan Operasi
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah perasaan tidak nyaman yang samar-samar atau takut yang disertai respons otonom (sumber seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui oleh individu). Pada pasien ini, ansietas bersifat situasional dan berat, yang dipicu oleh kondisi penyakit akut yang mengancam (nyeri hebat, perdarahan), prosedur invasif yang akan datang (operasi pada 12 Februari 2025), dan ketidakpastian akan hasilnya. Manifestasi ansietas dapat memperburuk gejala fisik seperti mual, pusing, dan takikardia, serta meningkatkan persepsi nyeri. Perasaan cemas ini dapat menghambat kerjasama pasien dalam perawatan, mengurangi kapasitas untuk memahami informasi, dan memperlambat proses penyembuhan. Mengelola ansietas adalah bagian integral dari perawatan holistik untuk pasien ini.
Kode SLKI: L.09029
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk mengurangi tingkat ansietas pasien. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: 1) Membangun hubungan terapeutik dengan pendekatan yang tenang, empatik, dan meyakinkan. 2) Mengkaji tingkat ansietas pasien, pemicu, dan mekanisme koping yang biasa digunakan. 3) Memberikan informasi yang jujur, jelas, dan sesuai kebutuhan tentang kondisi kesehatannya, pros
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435 2436 2437