Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25162 | 17 Apr 2026
Klinis : batuk kering disertai sesak dan badan nyeri serta demam Telaahdialami sudah 2 hari ini,os merasakan batuk sulit mengeluarkan dahak dan dada dirasakan sempit hingga sesak,os merasakan demam naik turun tak tentu waktu,os merasakan nyeri pada tulang dan sendi Riwayat Penyakit Dahulutidak ada OKes:CM KU: sedang VAS:6 TD:170/124 HR:102x/I RR:24x/i T:38.2 Spo2 :98% Room air Pemeriksaan fisik Thorax: PUL: vesikuler (+/+) ronki (-), wheezing (+) COR: BJ I/II regular Abdomen: nyeri tekan epigastrium, peristaltik baik Ekstremitas:akral hangat,CRT<2
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) untuk D.0001 adalah Bersihan Jalan Napas Tercapai. Luaran yang diharapkan mencakup serangkaian indikator yang menunjukkan perbaikan status pernapasan pasien. Indikator-indikator kunci meliputi: pola napas kembali normal (eupnea) dengan frekuensi dalam rentang normal, tidak ada suara napas tambahan seperti wheezing atau ronki, atau suara napas tambahan tersebut telah berkurang secara signifikan. Pasien mampu mengeluarkan sekresi (dahak) secara efektif baik dengan batuk spontan maupun dengan bantuan. Selain itu, pasien menunjukkan pertukaran gas yang adekuat yang ditandai dengan saturasi oksigen (SpO2) dalam rentang normal sesuai kondisi pasien, tidak adanya sianosis, serta kulit dan membran mukosa yang berwarna merah muda. Tingkat kesadaran pasien juga baik (compos mentis) karena tidak ada hipoksia. Parameter lain seperti frekuensi jantung dan tekanan darah juga cenderung stabil seiring dengan membaiknya fungsi pernapasan. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa obstruksi atau gangguan pada jalan napas telah teratasi.
Kode SIKI: I.09041
Deskripsi : SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang relevan adalah Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini merupakan serangkaian tindakan keperawatan yang bertujuan untuk mempertahankan patensi jalan napas dan meningkatkan pertukaran gas. Penjelasan rinci dari intervensi ini meliputi: pertama, pemantauan yang ketat terhadap status pernapasan, termasuk frekuensi, irama, kedalaman, upaya napas, serta adanya suara napas tambahan seperti wheezing (mengi) yang ditemukan pada pasien. Pemantauan tanda-tanda vital dan saturasi oksigen secara berkala juga esensial. Kedua, posisioning dengan menempatkan pasien pada posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi untuk memanfaatkan gravitasi dalam memudahkan ekspansi paru dan mengurangi kerja napas. Ketiga, manajemen sekresi dengan mendorong hidrasi adekuat (kecuali kontraindikasi) untuk mengencerkan sekresi, serta melakukan latihan batuk efektif dan teknik napas dalam. Jika pasien tidak mampu, dapat dilakukan suction. Keempat, pemberian terapi inhalasi/nebulisasi sesuai resep dokter (seperti bronkodilator untuk mengatasi wheezing) dan memastikan pasien memahami teknik penggunaannya. Kelima, edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya teknik batuk efektif, posisi yang nyaman, tanda-tanda distress pernapasan yang harus dilaporkan, serta pencegahan infeksi. Intervensi ini bersifat komprehensif dan disesuaikan dengan penyebab yang mendasari, dalam konteks kasus ini diduga terkait dengan proses infeksi atau inflamasi saluran pernapasan.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, yang timbul secara mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan berlangsung kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.07001
Deskripsi : SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) untuk D.0029 adalah Kontrol Nyeri. Luaran yang diharapkan adalah pasien mencapai tingkat kenyamanan yang dapat diterima dengan berkurangnya atau hilangnya nyeri. Indikator pencapaiannya meliputi: penurunan skala intensitas nyeri yang diukur dengan alat seperti Numeric Rating Scale (NRS) atau Visual Analog Scale (VAS) dari skala 6 menjadi skala yang lebih rendah (misalnya ≤3). Pasien melaporkan secara verbal bahwa nyeri telah berkurang. Selain itu, terdapat perubahan tanda-tanda fisiologis yang terkait nyeri; tekanan darah (170/124 mmHg) dan frekuensi nadi (102x/menit) yang awalnya meningkat akibat respons stres terhadap nyeri dan demam, diharapkan menurun mendekati rentang normal pasien. Perilaku yang menunjukkan nyeri seperti meringis, gelisah, atau melindungi area tertentu juga berkurang. Pasien mampu beristirahat dan tidur dengan lebih nyenyak, serta dapat melakukan aktivitas ringan sesuai toleransi. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa intervensi manajemen nyeri yang diberikan efektif.
Kode SIKI: I.11001
Deskripsi : SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang utama adalah Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup tindakan sistematis untuk mengurangi nyeri hingga tingkat yang dapat ditoleransi. Penjelasan rinci meliputi: pertama, pengkajian nyeri komprehensif dengan metode PQRST (Provocation/Palliation, Quality, Region/Radiation, Severity, Time) untuk memahami karakteristik nyeri tulang dan sendi yang dialami pasien. Kedua, pemberian farmakologis sesuai resep dokter, seperti analgesik (parasetamol untuk demam dan nyeri) atau NSAID, dengan memantau efektivitas dan efek sampingnya. Ketiga, intervensi non-farmakologis seperti terapi distraksi (mendengarkan musik, menonton TV), relaksasi napas dalam, serta penataan lingkungan yang tenang untuk mendukung istirahat. Keempat, terapi kompres hangat atau dingin pada area nyeri sendi jika tepat dan aman. Kelima, reposisi dan perawatan posisi yang nyaman untuk mengurangi tekanan pada area yang nyeri. Keenam, edukasi kepada pasien tentang pentingnya melaporkan nyeri secara dini, teknik non-farmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri, serta pemahaman tentang regimen obat nyeri yang diresepkan. Intervensi ini dilakukan secara holistik dengan mempertimbangkan respons fisiologis dan psikologis pasien terhadap nyeri.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Suhu tubuh di atas rentang normal yang diakibatkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam mengatur suhu dan melepaskan panas.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia) untuk D.0006 adalah Kontrol Suhu Tubuh. Luaran yang diharapkan adalah suhu tubuh pasien kembali dalam rentang normal (36-37,2°C). Indikator pencapaiannya meliputi: penurunan suhu tubuh aksila dari 38,2°C secara bertahap menuju rentang normal. Tanda-tanda vital lain seperti takikardia (HR 102x/menit) dan takipnea (RR 24x/menit) yang menyertai demam juga menunjukkan perbaikan seiring dengan turunnya suhu. Pasien tidak lagi menggigil atau merasa panas dingin (naik turun) yang tidak menentu. Kulit teraba hangat (seperti dalam data) diharapkan menjadi hangat biasa, tidak panas. Pasien menunjukkan tingkat hidrasi yang adekuat dengan membran mukosa lembab dan turgor kulit baik, serta produksi urin yang cukup. Selain itu, pasien melaporkan perasaan lebih nyaman dan mampu beristirahat dengan baik. Pencapaian luaran ini menunjukkan bahwa proses infeksi atau inflamasi yang mendasari mungkin mulai terkendali dan mekanisme termoregulasi tubuh kembali berfungsi optimal.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang sesuai adalah Manajemen Hipertermia. Intervensi ini meliputi tindakan untuk menurunkan suhu tubuh dan meminimalkan komplikasi akibat demam. Penjelasan rinci tindakan keperawatan meliputi: pertama, pemantauan suhu tubuh dan tanda vital secara berkala (setiap 2-4 jam atau sesuai kebutuhan) untuk menilai tren dan respons terhadap intervensi. Kedua, pemberian terapi antipiretik sesuai resep dokter (seperti parasetamol) tepat waktu dan memantau efektivitasnya. Ketiga, intervensi fisik untuk meningkatkan kehilangan panas, seperti memberikan kompres hangat (bukan dingin) pada area lipatan tubuh (aksila, lipat paha) dan dahi, karena kompres hangat menyebabkan vasodilatasi pembuluh darah perifer sehingga memfasilitasi pelepasan panas tanpa menyebabkan menggigil. Keempat, meningkatkan asupan cairan (secara oral atau intravena jika diperlukan) untuk mencegah dehidrasi akibat peningkatan evaporasi dan metabolisme selama demam. Kelima, menjaga lingkungan yang sejuk dan nyaman, seperti mengatur ventilasi ruangan dan menggunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat. Keenam, edukasi kepada pasien
Article No. 25163 | 17 Apr 2026
Klinis : bisul yang nyeri dan berdenyut pada paha kiri Telaahpasien datang dibawa dengan keluhan timbul bisul yang nyeri dan berdenyut pada paha kiri, kemerahan dan teraba panas Riwayat Penyakit Dahulu- OKes : CM VAS : 9 TD : 130/95 mmHg HR : 103 x/i RR : 21 x/i T : 36 C Spo2 : 99% on Room Air STATUS LOKALISATA Mata : CA (-/-), SI (-/-) Mulut : coated tongue (-), faring hiperemis (-), T1/T1 Leher : TVJ R-2cmHg, lymphadenopathy (-) Thoraks : sp ves (+/+), rh (-/-), wh (-/-), BJ 1,2 reg, murmur (-) Abdomen : soepel, NT (-), normoperistaltik, normothympani, H/L tidak teraba, Mcburney sign (-) Eks : akral hangat, CRT<2, t/v kuat, edem pretibial (-/-)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut terkait Proses Inflamasi dan Kerusakan Jaringan Integumen (Bisul/Furunkel)
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, yang terjadi atau berlangsung kurang dari 3 bulan. Pada kasus bisul di paha kiri, nyeri berdenyut (throbbing pain) dengan intensitas tinggi (VAS 9) merupakan indikator utama. Nyeri ini disebabkan oleh proses inflamasi akut, dimana terjadi akumulasi eksudat dan sel-sel radang di dalam folikel rambut yang terinfeksi, menyebabkan tekanan pada ujung saraf nociceptor di jaringan sekitar. Respons neuroendokrin terhadap nyeri juga terlihat dari tanda vital pasien seperti takikardi (HR 103 x/menit) dan tekanan darah yang sedikit meningkat (130/95 mmHg). Diagnosa ini menekankan pada respons pasien terhadap stimulus nyeri yang bersifat akut dan terlokalisir.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI L.08001 adalah Luaran yang diharapkan dimana Nyeri Terkontrol. Luaran ini mencakup serangkaian kriteria yang menunjukkan penurunan atau hilangnya pengalaman nyeri pada pasien. Target luaran spesifik untuk pasien ini meliputi: (1) Skala nyeri menurun dari VAS 9 ke tingkat yang lebih rendah (misalnya ≤3) atau bahkan 0, yang menunjukkan efektivitas manajemen nyeri. (2) Ekspresi nyeri berkurang, dimana pasien tidak lagi menunjukkan perilaku seperti mengaduh, melindungi area paha, atau wajah meringis. (3) Tanda fisiologis terkontrol, yaitu denyut nadi (HR) dan tekanan darah (TD) kembali dalam rentang normal pasien, menunjukkan berkurangnya respons stres simpatis terhadap nyeri. (4) Kemampuan melakukan aktivitas meningkat, seperti dapat bergerak atau berjalan tanpa terganggu oleh nyeri di paha. Pencapaian luaran ini diukur melalui pemantauan berkelanjutan menggunakan skala nyeri yang valid dan observasi perilaku serta tanda vital.
Kode SIKI: I.08041
Deskripsi : SIKI I.08041 adalah Intervensi Keperawatan Manajemen Nyeri. Intervensi ini merupakan tindakan komprehensif untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri. Implementasinya pada pasien dengan bisul nyeri meliputi: (1) Pengkajian Nyeri Komprehensif: Mendokumentasikan karakteristik nyeri (berdenyut, lokasi di paha kiri), faktor pencetus dan pereda, serta dampaknya terhadap fungsi, dengan menggunakan skala VAS untuk objektivitas. (2) Pemberian Analgesik Farmakologis: Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik sesuai resep (seperti NSAID atau analgetik lainnya) untuk mengurangi inflamasi dan nyeri, dengan memantau efektivitas dan efek samping. (3) Intervensi Non-Farmakologis: Menerapkan kompres hangat setelah fase akut awal (jika tidak kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran darah, mengurangi kongesti, dan memberikan kenyamanan. Dapat juga dilakukan distraksi atau teknik relaksasi pernapasan. (4) Modifikasi Lingkungan: Menciptakan lingkungan yang tenang untuk mengurangi stres dan meningkatkan kenyamanan. (5) Edukasi: Memberikan penjelasan pada pasien tentang penyebab nyeri, pentingnya tidak memencet bisul, dan cara melaporkan nyeri. (6) Monitor Tanda Vital: Memantau perubahan TD, HR, dan RR sebagai indikator respons fisiologis terhadap nyeri dan intervensi yang diberikan. Tindakan ini dilakukan secara holistik, berfokus pada penyebab (inflamasi) dan persepsi nyeri pasien.
Article No. 25164 | 17 Apr 2026
Klinis : penurunan kesadaran sejak jam 19.00 dialami os tiba-tiba. TelaahPasien datang dengan keluhan penurunan kesadaran sejak jam 19.00 dialami os tiba-tiba. Penurunan kesadaran diawali dengan demam H1 dan kejang 1x di rumah. Batuk/pilek (-), mual/muntah menyembur (-). BAB/K dbn Riwayat Penyakit DahuluRPT : stroke iskemik dengan lemah tubuh sisi kiri sudah 1 tahun memakai tongkat OSens somnolen [E2V2M3] VAS 3 TD 172/101 HR 145 RR 22 Temp 39.5 SpO2 96% (room air) STATUS LOKALISATA Mata : CA (-/-), SI (-/-) Mulut : coated tongue (-), faring hiperemis (-), T1/T1 Leher : TVJ R-2cmHg, lymphadenopathy (-), kaku kuduk (+) Thoraks : sp ves (+/+), rh (-/-), wh (-/-), BJ 1,2 reg, murmur (-) Abdomen : soepel, NT (-), hiperperistaltik, normothympani, H/L tidak teraba Eks : akral hangat, CRT<2, t/v kuat, edem pretibial (-/-)
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Serebral
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat mengakibatkan kerusakan otak.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Perfusi serebral efektif.
Kode SIKI: 0410, 0411, 0412, 0413, 0414, 0415, 0416, 0417, 0418, 0419, 0420, 0421, 0422, 0423, 0424, 0425, 0426, 0427, 0428, 0429, 0430, 0431, 0432, 0433, 0434, 0435, 0436, 0437, 0438, 0439, 0440, 0441, 0442, 0443, 0444, 0445, 0446, 0447, 0448, 0449, 0450, 0451, 0452, 0453, 0454, 0455, 0456, 0457, 0458, 0459, 0460, 0461, 0462, 0463, 0464, 0465, 0466, 0467, 0468, 0469, 0470, 0471, 0472, 0473, 0474, 0475, 0476, 0477, 0478, 0479, 0480, 0481, 0482, 0483, 0484, 0485, 0486, 0487, 0488, 0489, 0490, 0491, 0492, 0493, 0494, 0495, 0496, 0497, 0498, 0499, 0500
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mendukung dan mempertahankan perfusi serebral yang adekuat. Berdasarkan data pasien, intervensi yang relevan termasuk: 0410 (Pemantauan Neurologis): Memantau status kesadaran (GCS E2V2M3=7/somnolen), tanda vital, dan fungsi neurologis lainnya secara ketat. 0411 (Manajemen Hipertensi): Mengelola tekanan darah yang tinggi (172/101 mmHg) dengan hati-hati sesuai protokol, karena hipertensi akut dapat memperburuk perfusi atau menyebabkan komplikasi. 0413 (Manajemen Suhu): Melakukan tindakan untuk menurunkan suhu tubuh yang sangat tinggi (39.5°C) seperti kompres, pemberian antipiretik, karena hipertermia meningkatkan metabolisme otak dan dapat memperburuk cedera neurologis. 0414 (Manajemen Kejang): Mempersiapkan dan melaksanakan penatalaksanaan kejang karena pasien memiliki riwayat kejang 1x di rumah. 0421 (Pemantauan Tanda Vital): Memantau TD, HR, RR, suhu, dan SpO2 secara berkala. 0422 (Posisi Kepala Tinggi): Menempatkan kepala pasien pada posisi sedikit tinggi (30 derajat) untuk meningkatkan aliran balik vena dan mengurangi tekanan intrakranial. 0431 (Manajemen Jalan Napas): Menjaga jalan napas paten pada pasien dengan penurunan kesadaran. 0434 (Pemberian Oksigen): Mempertahankan saturasi oksigen >96% dengan pemberian oksigen sesuai kebutuhan. 0450 (Kolaborasi Pemberian Obat): Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat antipiretik, antikejang, antihipertensi, atau terapi lain yang diperlukan. 0460 (Edukasi Keluarga): Memberikan penjelasan kepada keluarga tentang kondisi pasien dan tindakan yang dilakukan.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: 0007
Deskripsi Singkat: Suhu tubuh meningkat di atas rentang normal akibat ketidakmampuan tubuh dalam mengatur suhu.
Kode SLKI: 0701
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal.
Kode SIKI: 0710, 0711, 0712, 0713, 0714, 0715, 0716, 0717, 0718, 0719, 0720, 0721, 0722, 0723, 0724, 0725, 0726, 0727, 0728, 0729, 0730, 0731, 0732, 0733, 0734, 0735, 0736, 0737, 0738, 0739, 0740, 0741, 0742, 0743, 0744, 0745, 0746, 0747, 0748, 0749, 0750
Deskripsi : Intervensi untuk menurunkan suhu tubuh dan mencegah komplikasi. Pada pasien ini, suhu 39.5°C merupakan masalah utama yang dapat memicu kejang berulang dan memperburuk keadaan neurologis. Intervensi yang diperlukan: 0710 (Pemantauan Suhu): Memantau suhu tubuh secara berkala. 0711 (Manajemen Lingkungan): Mengatur suhu ruangan agar sejuk. 0712 (Pemberian Kompres): Memberikan kompres hangat/tepid sponge di area pembuluh darah besar (ketiak, lipat paha, leher). Hindari kompres dingin atau alkohol karena dapat menyebabkan menggigil. 0713 (Pemberian Cairan): Meningkatkan asupan cairan secara oral atau parenteral sesuai kondisi pasien untuk mencegah dehidrasi. 0714 (Pakaian Tipis): Menggunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat. 0715 (Manajemen Kejang Demam) (terkait dengan SDKI Risiko Cedera): Mempersiapkan tindakan pencegahan cedera jika kejang terjadi. 0720 (Kolaborasi Pemberian Antipiretik): Berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat penurun panas seperti parasetamol. 0721 (Pemantauan Tanda Vital): Memantau HR dan RR yang meningkat (HR 145, RR 22) sebagai respons terhadap hipertermia. 0730 (Edukasi Keluarga): Menjelaskan pada keluarga tentang penyebab demam, tanda bahaya (seperti kejang), dan cara penanganan sederhana di rumah.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 0002
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekret atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas paten.
Kode SLKI: 0201
Deskripsi : Jalan napas paten.
Kode SIKI: 0210, 0211, 0212, 0213, 0214, 0215, 0216, 0217, 0218, 0219, 0220, 0221, 0222, 0223, 0224, 0225, 0226, 0227, 0228, 0229, 0230, 0231, 0232, 0233, 0234, 0235, 0236, 0237, 0238, 0239, 0240, 0241, 0242, 0243, 0244, 0245, 0246, 0247, 0248, 0249, 0250
Deskripsi : Intervensi untuk mempertahankan patensi jalan napas. Pada pasien dengan penurunan kesadaran (somnolen), refleks batuk dan kemampuan untuk membersihkan sekresi dapat terganggu, meningkatkan risiko aspirasi dan hipoksia. Meskipun RR 22 dan SpO2 96% masih dalam batas dapat diterima, status neurologis menjadi faktor risiko utama. Intervensi yang dilakukan: 0210 (Pemantauan Jalan Napas): Memantau suara napas, usaha napas, dan saturasi oksigen secara terus-menerus. 0211 (Posisi): Menempatkan pasien dalam posisi miring atau semi-prone jika memungkinkan, dan kepala agak tinggi untuk mencegah lidah jatuh ke belakang dan memudahkan drainase sekret. 0212 (Pengisapan Jalan Napas): Melakukan pengisapan lendir (suction) secara rutin dan bila diperlukan untuk membersihkan sekresi dari orofaring/trakea. 0213 (Pemberian Oksigen): Memberikan oksigen tambahan untuk mempertahankan SpO2 >95%. 0216 (Fisioterapi Dada): Melakukan fisioterapi dada seperti perkusi dan vibrasi jika tidak ada kontraindikasi untuk membantu mobilisasi sekret. 0220 (Pemantauan Status Pernapasan): Memantau frekuensi, irama, dan kedalaman pernapasan. 0230 (Manajemen Alat Bantu Jalan Napas): Mempersiapkan alat bantu jalan napas (nasopharyngeal airway, alat untuk intubasi) jika terjadi penurunan kesadaran yang lebih berat. 0240 (Kolaborasi Pemeriksaan Penunjang): Berkolaborasi untuk pemeriksaan seperti analisa gas darah jika diperlukan. Intervensi ini bertujuan mencegah komplikasi pneumonia aspirasi dan memastikan oksigenasi otak yang adekuat.
Article No. 25165 | 17 Apr 2026
Klinis : Bblr
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Suhu Tubuh
Kode SLKI: L.14013
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal. Kriteria Hasil: 1) Kulit hangat saat disentuh. 2) Suhu tubuh aksila 36,5°C – 37,5°C. 3) Tidak ada tanda menggigil atau diaforesis (berkeringat berlebihan). 4) Tanda-tanda vital dalam rentang normal untuk usia.
Kode SIKI: I.05070
Deskripsi : Manajemen Hipetermia. Intervensi Keperawatan: 1) Monitor suhu tubuh secara teratur sesuai kondisi pasien. 2) Pertahankan suhu lingkungan yang netral (biasanya 28-30°C untuk BBLR) dan hindari aliran udara (dingin). 3) Segera keringkan tubuh bayi setelah lahir atau setelah dimandikan. 4) Gunakan penghangat tambahan seperti inkubator, radiant warmer, atau metode kanguru (Perawatan Bayi Metode Kanguru/PMK) sesuai kebutuhan dan protokol. 5) Berikan pakaian/tutup kepala yang sesuai untuk mengurangi kehilangan panas. 6) Hangatkan perlengkapan (seperti selimut, pakaian) sebelum kontak dengan kulit bayi. 7) Atur suhu penghangat/inkubator berdasarkan suhu tubuh bayi (servo-control) atau suhu kulit abdomen. 8) Minimalkan paparan bayi selama prosedur perawatan. 9) Ajarkan keluarga tentang pentingnya menjaga kehangatan bayi dan teknik PMK. 10) Kolaborasi pemberian nutrisi/ASI untuk mencegah hipoglikemia yang memperberat hipotermia.
Kode SDKI: D.0019
Deskripsi Singkat: Risiko Gangguan Pernapasan
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Pertukaran Gas Efektif. Kriteria Hasil: 1) Frekuensi pernapasan dalam rentang normal untuk usia. 2) Tidak ada distres pernapasan (retraksi, grunting, napas cuping hidung). 3) Warna kulit pink/tidak sianosis. 4) Saturasi oksigen dalam rentang normal (biasanya >90-95%).
Kode SIKI: I.08019
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi Keperawatan: 1) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, usaha napas) dan tanda sianosis secara ketat. 2) Posisikan bayi dengan kepala sedikit ekstensi (netral) dan beri gulungan kecil di bawah bahu untuk menjaga jalan napas tetap terbuka. 3) Lakukan penghisapan lendir jalan napas secara lembut dan sesuai indikasi (jika ada sekret yang mengganggu). 4) Atur pemberian oksigen sesuai program dan monitor saturasi oksigen secara terus menerus jika diperlukan. 5) Hindari manipulasi yang berlebihan yang dapat meningkatkan kebutuhan oksigen. 6) Lakukan perawatan dengan teknik *cluster* untuk meminimalkan gangguan pada bayi. 7) Observasi adanya tanda-tanda apnea dan bradikardia. 8) Kolaborasi dalam pemberian terapi oksigen, CPAP, atau ventilasi mekanik sesuai indikasi. 9) Ajarkan keluarga untuk mengenali tanda-tanda gawat napas pada bayi.
Kode SDKI: D.0035
Deskripsi Singkat: Risiko Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Status Nutrisi Memadai. Kriteria Hasil: 1) Berat badan meningkat sesuai grafik pertumbuhan. 2) Asupan nutrisi adekuat sesuai kebutuhan (per oral, NGT, atau parenteral). 3) Tanda-tanda hidrasi adekuat (turgor kulit baik, mukosa lembab, produksi urin 1-3 ml/kg/jam). 4) Kadar glukosa darah dalam batas normal.
Kode SIKI: I.1120
Deskripsi : Manajemen Nutrisi. Intervensi Keperawatan: 1) Monitor berat badan setiap hari dengan timbangan yang akurat. 2) Hitung dan dokumentasikan asupan kalori, protein, dan cairan per hari. 3) Berikan nutrisi sesuai toleransi, mulai dari ASI/perah, PASI khusus prematur, atau nutrisi parenteral. 4) Lakukan pemberian minum dengan teknik yang tepat (dot khusus, pipet, NGT) untuk menghemat energi bayi. 5) Monitor tanda-tanda intoleransi nutrisi (muntah, distensi abdomen, residu lambung). 6) Monitor kadar glukosa darah untuk mencegah hipoglikemia. 7) Anjurkan dan fasilitasi pemberian ASI, termasuk penyimpanan ASI perah yang benar. 8) Lakukan Perawatan Metode Kanguru (PMK) untuk meningkatkan stabilitas dan keberhasilan pemberian ASI. 9) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan kebutuhan nutrisi spesifik. 10) Edukasi orang tua tentang pentingnya nutrisi, teknik menyusui, dan tanda-tanda bayi kenyang/lapar.
Kode SDKI: D.0125
Deskripsi Singkat: Risiko Infeksi
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Kontrol Infeksi. Kriteria Hasul: 1) Tidak ada tanda-tanda infeksi (demam, hipotermia, letargi, kemerahan pada area tertentu). 2) Tanda-tanda vital dalam rentang normal. 3) Hasil pemeriksaan laboratorium (jika dilakukan) dalam batas normal. 4) Luka atau area invasif (jika ada) bersih, kering, tanpa tanda inflamasi.
Kode SIKI: I.08180
Deskripsi : Pencegahan Infeksi. Intervensi Keperawatan: 1) Lakukan cuci tangan dengan teknik aseptik sebelum dan setelah kontak dengan bayi. 2) Gunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai. 3) Pertahankan teknik aseptik ketat selama melakukan prosedur invasif (seperti perawatan umbilikus, pemasangan infus). 4) Batasi pengunjung dan pastikan pengunjung dalam kondisi sehat. 5) Lakukan perawatan kulit dan area umbilikus dengan benar dan rutin. 6) Pisahkan bayi dari pasien lain yang terinfeksi. 7) Monitor tanda-tanda infeksi dini secara ketat. 8) Berikan perawatan dengan *minimal handling* untuk mengurangi risiko kontaminasi. 9) Kolaborasi pemberian antibiotik jika diperlukan. 10) Edukasi orang tua dan keluarga tentang pentingnya kebersihan tangan dan teknik mencegah infeksi saat kontak dengan bayi.
Article No. 25130 | 16 Apr 2026
Klinis : Diagnosa utama global development delay
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Global Development Delay (Keterlambatan Perkembangan Global)
Kode SDKI: 0019
Deskripsi Singkat: Risiko keterlambatan perkembangan
Kode SLKI: 4306
Deskripsi : Perkembangan anak meningkat
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Fasilitasi perkembangan
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI): Risiko Keterlambatan Perkembangan (Kode 0019)
Diagnosa keperawatan SDKI 0019, "Risiko keterlambatan perkembangan," didefinisikan sebagai kondisi individu yang rentan mengalami keterlambatan dalam mencapai tonggak perkembangan fisik, kognitif, sosial, atau emosional yang diharapkan, yang dapat membahayakan kesehatan. Pada kasus Global Development Delay (GDD), kondisi ini bukan lagi sekadar risiko, tetapi telah menjadi masalah aktual. Namun, dalam konteks asuhan keperawatan yang berfokus pada peningkatan potensi dan pencegahan komplikasi lebih lanjut, penggunaan diagnosis "risiko" tetap relevan. Hal ini menekankan pada kerentanan anak untuk tidak mencapai perkembangan optimal di masa mendatang jika tidak diberikan intervensi yang tepat. Fokus perawat adalah mengidentifikasi area keterlambatan yang spesifik (motorik kasar/halus, bicara-bahasa, sosial-emosional, kognitif, aktivitas hidup sehari-hari) dan faktor-faktor yang memperberat, untuk kemudian merencanakan intervensi yang meminimalkan dampak dari keterlambatan tersebut dan memaksimalkan kemampuan anak.
Luaran Keperawatan (SLKI): Perkembangan Anak Meningkat (Kode 4306)
Luaran SLKI 4306, "Perkembangan anak meningkat," didefinisikan sebagai kemajuan dalam pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia. Luaran ini menjadi tujuan utama dari asuhan keperawatan pada anak dengan GDD. Peningkatan perkembangan di sini tidak selalu berarti mengejar ketertinggalan hingga setara dengan anak seusianya, tetapi lebih pada kemajuan yang bermakna dari titik awal kemampuan anak. Indikator luaran ini sangat komprehensif, mencakup: menunjukkan peningkatan keterampilan motorik kasar dan halus; menunjukkan peningkatan kemampuan komunikasi dan bahasa (reseptif dan ekspresif); menunjukkan peningkatan interaksi sosial dan respons emosional yang sesuai; menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif seperti perhatian, memori, dan pemecahan masalah sederhana; serta mencapai tonggak perkembangan baru yang disesuaikan dengan potensi dan rencana intervensinya. Pengukuran luaran ini dilakukan melalui observasi terstruktur, alat skrining perkembangan, dan laporan dari orang tua/pengasuh tentang pencapaian anak.
Intervensi Keperawatan (SIKI): Fasilitasi Perkembangan (Kode 4410)
Intervensi keperawatan SIKI 4410, "Fasilitasi perkembangan," didefinisikan sebagai memfasilitasi perkembangan yang optimal dengan menyediakan dukungan, sumber daya, dan lingkungan yang meningkatkan perkembangan. Intervensi ini adalah tindakan inti untuk mencapai luaran perkembangan anak yang meningkat. Aktivitasnya bersifat holistik dan kolaboratif. Pertama, Assessment: melakukan skrining perkembangan secara berkala menggunakan alat standar (seperti KPSP/Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) dan observasi mendalam untuk memetakan kekuatan dan kelemahan anak. Kedua, Stimulasi: merancang dan menerapkan aktivitas stimulasi yang spesifik sesuai area keterlambatan, misalnya terapi bermain untuk motorik dan sosial, latihan komunikasi, atau aktivitas sensori-integrasi. Ketiga, Edukasi dan Pemberdayaan Keluarga: mengajarkan orang tua/keluarga teknik stimulasi yang dapat dilakukan di rumah, pentingnya konsistensi, dan cara menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung eksplorasi. Keempat, Kolaborasi dan Rujukan: bekerja sama dalam tim multidisiplin (dokter anak, terapis fisik, okupasi, wicara, psikolog, guru pendidikan khusus) untuk memastikan anak mendapatkan intervensi yang komprehensif. Kelima, Advokasi: mendukung keluarga dalam mengakses layanan kesehatan, pendidikan, dan dukungan sosial yang diperlukan. Inti dari intervensi ini adalah memampukan anak dan keluarganya untuk terlibat aktif dalam proses perkembangan, dengan perawat sebagai fasilitator, pendidik, dan koordinator asuhan.
Article No. 25131 | 16 Apr 2026
Klinis : Pasien post op craniotomy, hemoglobin 12,7, leukosit 14.040
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Infeksi dan Perubahan Perfusi Jaringan Otak Pasca Craniotomy
Kode SDKI: 0026 - Risiko Infeksi
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 3920 - Manajemen Infeksi
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk mengurangi risiko dan mengendalikan penyebaran mikroorganisme infeksius. Pada pasien post-craniotomy dengan leukosit 14.040 (meningkat), fokus SLKI ini adalah pada pencegahan infeksi pada luka operasi, saluran napas, saluran kemih, dan aliran darah. Tindakan spesifik meliputi: 1) Teknik aseptik ketat dalam perawatan luka insisi kepala dan drain (jika ada), memantau tanda-tanda infeksi seperti kemerahan, bengkak, nyeri, drainase purulen, dan demam. 2) Mempertahankan kebersihan tangan sebelum dan setelah kontak dengan pasien atau lingkungannya. 3) Manajemen garis infus dan kateter dengan prinsip steril, mengganti balutan sesuai protokol, dan mengupayakan pemindahan secepat mungkin. 4) Melakukan toilet mulut dan perawatan kebersihan diri untuk mengurangi reservoir mikroorganisme. 5) Memantau tanda-tanda sistemik infeksi seperti peningkatan leukosit berkelanjutan, demam, dan perubahan status mental. 6) Kolaborasi pemberian antibiotik profilaksis atau terapeutik sesuai resep dan memantau efektivitas serta efek sampingnya. 7) Edukasi pada pasien dan keluarga tentang tanda-tanda infeksi yang perlu dilaporkan. Target luaran adalah luka operasi sembuh tanpa tanda infeksi, nilai leukosit kembali dalam rentang normal, dan tidak ada tanda-tanda infeksi sistemik.
Kode SIKI: 4501 - Pemantauan Neurologis
Deskripsi : Tindakan sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan data tentang fungsi sistem saraf. Pada pasien post-craniotomy, pemantauan neurologis ketat adalah inti dari asuhan keperawatan. Tindakan ini mencakup: 1) Pemantauan Tingkat Kesadaran (GCS/Glasgow Coma Scale) secara rutin dan berkala untuk mendeteksi penurunan dini. Perubahan kesadaran adalah tanda paling sensitif terhadap peningkatan tekanan intrakranial atau komplikasi lain. 2) Pemeriksaan pupil (ukuran, bentuk, kesamaan, dan reaksi terhadap cahaya) untuk menilai fungsi batang otak. Pupil anisokor (tidak sama) atau reaksi lambat adalah tanda bahaya. 3) Pemantauan fungsi motorik dan sensorik, termasuk kekuatan otot (skala 0-5), pola pernapasan, dan respons terhadap nyeri. Kelemahan pada salah satu sisi tubuh (hemiparesis) dapat mengindikasikan perdarahan atau edema. 4) Pemantauan tanda-tanda vital, khususnya pola napas (apakah ada Cheyne-Stokes, hiperventilasi, atau apnea) dan tekanan darah (menghindari hipertensi yang dapat memperburuk edema atau hipotensi yang menyebabkan hipoperfusi). 5) Observasi adanya kejang dan dokumentasi karakteristiknya. 6) Memantau drainase cairan serebrospinal (jika ada drain) untuk jumlah, warna, dan konsistensi. Drainase yang berlebihan atau berdarah perlu dilaporkan. 7) Mengkaji nyeri kepala, mual, dan muntah proyektil yang dapat menjadi tanda peningkatan tekanan intrakranial. Tindakan ini dilakukan secara komprehensif dan terdokumentasi dengan baik untuk memungkinkan deteksi dini dan intervensi cepat terhadap setiap perubahan neurologis, sehingga mencegah kerusakan otak permanen.
Kondisi: Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Kode SDKI: 0020 - Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah ke otak yang dapat menyebabkan ketidakadekuatan nutrisi dan oksigenasi untuk mempertahankan fungsi jaringan otak.
Kode SLKI: 0802 - Pemeliharaan Perfusi Serebral
Deskripsi : Intervensi untuk mempromosikan aliran darah yang adekuat ke otak. Pada pasien pasca craniotomy, otak sangat rentan terhadap edema, perdarahan, atau vasospasme yang dapat mengganggu perfusi. SLKI ini meliputi: 1) Memposisikan kepala pasien pada elevasi 15-30 derajat dengan kepala dalam posisi netral (menghindari fleksi, ekstensi, atau rotasi) untuk memfasilitasi drainase vena dan menurunkan tekanan intrakranial. 2) Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, menghindari cairan hipotonik yang dapat memperberat edema serebral. 3) Memantau dan mempertahankan tekanan darah rata-rata (MAP) dalam rentang yang ditentukan (biasanya 80-100 mmHg) untuk menjamin tekanan perfusi serebral (CPP) yang adekuat. Kolaborasi pemberian obat vasoaktif jika diperlukan. 4) Menghindari faktor-faktor yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial (TIK) seperti batuk, mengejan, fleksi kepala, dan kompresi vena jugularis. 5) Memberikan oksigenasi yang adekuat untuk mencegah hipoksia serebral. 6) Mengelola nyeri dan agitasi dengan tepat karena dapat meningkatkan TIK. 7) Kolaborasi dalam pemberian obat-obatan seperti manitol atau hipertonik saline untuk mengurangi edema sesuai resep. 8) Memantau hasil pemeriksaan gas darah dan saturasi oksigen. Target luaran adalah pasien mempertahankan tingkat kesadaran yang baik, fungsi neurologis stabil atau membaik, dan tidak ada tanda-tanda peningkatan TIK yang mengancam perfusi otak.
Kode SIKI: 4501 - Pemantauan Neurologis
Deskripsi : (Deskripsi sama seperti di atas, karena SIKI Pemantauan Neurologis adalah tindakan kritis yang mendukung kedua diagnosa tersebut. Dalam konteks perfusi serebral, pemantauan ini secara khusus mengevaluasi kecukupan aliran darah ke otak). Tindakan sistematis dan berkelanjutan untuk mengumpulkan data tentang fungsi sistem saraf. Pada konteks risiko perfusi tidak efektif, fokusnya adalah mendeteksi tanda-tanda awal iskemia atau hipoksia otak. Ini termasuk: 1) Trend pengukuran GCS; penurunan skor GCS sebanyak 2 poin atau lebih adalah tanda kegawatan yang mungkin mengindikasikan penurunan perfusi. 2) Perubahan pada pupil, seperti dilatasi unilateral atau respons yang lambat, dapat menunjukkan herniasi akibat peningkatan TIK yang menghambat perfusi. 3) Perkembangan defisit motorik baru (seperti kelemahan sisi tubuh) atau peningkatan defisit yang ada. 4) Pemantauan tanda-tanda vital dengan cermat: hipertensi dengan bradikardia (refleks Cushing) adalah tanda klasik peningkatan TIK yang berat; hipotensi sangat berbahaya karena mengurangi tekanan perfusi serebral. 5) Observasi pola pernapasan; adanya periodik breathing seperti Cheyne-Stokes menunjukkan disfungsi batang otak. 6) Memantau keluhan subjektif pasien jika kooperatif, seperti sakit kepala hebat yang memberat atau penglihatan kabur. Pemantauan neurologis yang ketat dan berkelanjutan ini memungkinkan perawat untuk mengevaluasi efektivitas intervensi pemeliharaan perfusi dan segera melaporkan setiap penyimpangan, sehingga tindakan penyelamatan seperti imaging ulang atau intervensi bedah dapat dilakukan tepat waktu.
Article No. 25132 | 16 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran KU : lemah, kes : somnolen TD 133/80 mmHg HR 109 x/mnt RR 37 x/mnt S 36,9 C SPO2 58 % Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, CA -/- Mulut bibir kering (+) Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK -/- WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Ext Bawah akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Status Neurologis Sensorik sde Kekuatan motorik : lateralisasi (-) Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-/-//-/-) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) Parese NC. VII (-) Blink to threat (-) Visual pursuit (-) Voluntary eye movement (-) Meningeal sign (-) Hasil Lab Darah Rutin (15/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 13.90 Eritrosit 4.37 Hematokrit 40.4 Lekosit 7.14 Trombosit 338 Golongan Darah A Elektrolit Natrium (Na) 140 Kalium (K) 3.8 Chlorida (Cl) 107 Calsium (Ca2+) 1.1 pH 7.55 Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 123 Fungsi Hati AST (SGOT) 30 ALT (SGPT) 14 Fungsi Ginjal Ureum 36.4 Kreatinin 0.87 Hasil CT scan kepala non-kontras (15/04/26) Kesan : - Infark cerebri di periventrikuler dextra cornu anterior dengan gambaran atrophy cerebri Hasil Rontgen Thorax (15/04/26) Kesan : - Cardiomegali dan pulmo normal - Elongatio aortae dan aortosklerosis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana terjadi kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler. Pada kasus ini, ditandai dengan SpO2 yang sangat rendah (58%) dan frekuensi napas yang meningkat (37x/menit) sebagai upaya kompensasi tubuh. Hipoksemia berat ini sangat mungkin berkontribusi besar terhadap status kesadaran somnolen pasien, karena otak sangat sensitif terhadap kekurangan oksigen. Faktor risiko yang mendukung adalah adanya cardiomegali yang dapat mengganggu fungsi pompa jantung dan mempengaruhi sirkulasi darah ke paru, serta kondisi neurologis (infark serebri) yang dapat mempengaruhi pusat pengaturan pernapasan.
Kode SLKI: L.03115
Deskripsi : Pertukaran Gas Membaik. Kriteria hasil yang diharapkan meliputi: saturasi oksigen dalam rentang normal (≥95%), frekuensi pernapasan dalam rentang normal (16-20x/menit), tidak ada sianosis, dan gas darah arteri dalam batas normal. Pada pasien ini, tujuan utamanya adalah meningkatkan SpO2 dari 58% ke target minimal 90% sebagai stabilisasi awal, kemudian ke target normal. Pemantauan ketat terhadap pola napas, warna kulit/mukosa, dan tanda vital lainnya juga merupakan bagian dari luaran ini. Pencapaian luaran ini akan secara langsung mendukung perbaikan status kesadaran.
Kode SIKI: I.08031
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi keperawatan yang harus dilakukan meliputi: 1) Mempertahankan jalan napas paten dengan posisi yang tepat (misalnya, semi-fowler atau lateral jika ada risiko aspirasi). 2) Melakukan fisioterapi dada jika diperlukan. 3) Mengelola terapi oksigen sesuai resep (dalam kondisi ini sangat kritis, memerlukan pemberian oksigen dengan alat aliran tinggi atau mungkin bantuan ventilasi). 4) Memantau status pernapasan dan oksimetri nadi secara terus menerus. 5) Melakukan suction untuk membersihkan sekret jika ada. 6) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau terapi lain sesuai indikasi. Intervensi ini bersifat mendesak untuk mengatasi ancaman hipoksia yang mengancam jiwa.
Kondisi: Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Keadaan penurunan kemampuan dalam memberikan respons terhadap rangsangan dari lingkungan. Pada pasien ini, kesadaran somnolen (hanya dapat dibangunkan dengan rangsang kuat dan segera tertidur kembali) merupakan temuan sentral. Penyebabnya multifaktorial, dengan hipoksemia berat (SpO2 58%) sebagai faktor utama yang dicurigai. Selain itu, hasil CT scan menunjukkan adanya infark serebri di periventrikel kanan, yang secara langsung merusak jaringan otak dan mengganggu fungsi sistem aktivasi retikularis yang mengatur kesadaran. Kombinasi kerusakan struktural otak dan gangguan fisiologis (hipoksia) saling memperberat kondisi penurunan kesadaran ini.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Status Neurologis Membaik. Luaran yang diharapkan mencakup: tingkat kesadaran yang membaik (dari somnolen menuju compos mentis), fungsi kognitif dan persepsi sensorik membaik, serta tanda-tanda neurologis dalam batas normal. Secara spesifik, tujuan jangka pendek adalah mencegah memburuknya kesadaran dan mempertahankan respons terhadap rangsangan. Pemantauan ketat menggunakan skala seperti Glasgow Coma Scale (GCS) sangat penting. Peningkatan kesadaran akan mengikuti perbaikan pertukaran gas dan stabilisasi kondisi neurologis.
Kode SIKI: I.08026
Deskripsi : Pemantauan Neurologis. Intervensi ini meliputi: 1) Mengkaji tingkat kesadaran secara teratur dan berkala menggunakan alat ukur baku (GCS). 2) Memantau ukuran dan reaksi pupil (isokor, CA -/- pada pasien ini masih normal). 3) Mengkaji fungsi motorik dan sensorik (kekuatan motorik, refleks). 4) Memantau tanda-tanda vital dan tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial (walau pada laporan tidak ada, tetapi harus diwaspadai pada kondisi infark). 5) Melindungi pasien dari cedera akibat disorientasi atau penurunan kesadaran. 6) Kolaborasi dalam pemberian terapi untuk mengatasi penyebab dasar (neurologis dan pernapasan). Pemantauan yang cermat diperlukan untuk mendeteksi perubahan yang bisa mengancam jiwa.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: D.0021
Deskripsi Singkat: Kondisi dimana seseorang berisiko mengalami ketidakmampuan mempertahankan tekanan darah dalam batas normal yang dapat mengganggu fungsi tubuh. Meskipun tekanan darah saat ini masih dalam batas (133/80 mmHg), terdapat beberapa faktor risiko yang signifikan: pertama, takikardia (HR 109x/mnt) dapat menjadi respons kompensasi terhadap hipoksia berat atau kegagalan pompa jantung dini. Kedua, adanya cardiomegali dan elongatio aortae dari hasil rontgen thorax menunjukkan kemungkinan disfungsi jantung atau peningkatan afterload. Ketiga, kondisi neurologis (infark serebri) dapat mengganggu regulasi otonom tekanan darah. Pasien berisiko mengalami hipotensi akibat kegagalan sirkulasi atau hipertensi sekunder akibat respons stres tubuh.
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Status Sirkulasi Membaik. Luaran yang diharapkan adalah tekanan darah dan denyut nadi dalam rentang normal yang dapat diterima untuk pasien, pengisian kapiler baik (CRT < 2 detik sudah baik), dan tidak ada tanda syok. Target spesifik adalah menstabilkan denyut jantung mendekati normal (60-100x/mnt) dan mempertahankan tekanan darah yang adekuat untuk perfusi organ, terutama otak dan ginjal. Pemantauan ketat terhadap kecenderungan perubahan tekanan darah dan denyut nadi sangat penting untuk deteksi dini dekompensasi.
Kode SIKI: I.08029
Deskripsi : Pemantauan Hemodinamik. Intervensi keperawatan meliputi: 1) Mengukur dan mendokumentasikan tekanan darah, denyut nadi, frekuensi napas, dan suhu secara teratur dan berkala. 2) Memantau kualitas denyut nadi dan pengisian kapiler. 3) Mengobservasi warna kulit, kehangatan ekstremitas (akral hangat saat ini baik). 4) Memantau keseimbangan cairan (balance cairan). 5) Mengkaji respons terhadap terapi yang diberikan. 6) Kolaborasi dalam pemberian terapi farmakologi untuk mengontrol tekanan darah atau denyut jantung jika diperlukan. Intervensi ini bertujuan mendeteksi secara dini setiap perubahan hemodinamik yang dapat memperburuk kondisi pasien.
Article No. 25133 | 16 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran KU : lemah, kes : coma TD : 142/90 HR : 118 RR : 17 S : 38,9 SPO2 : 96 Status generalis Mata RC +/+, isokor 3mm/3mm, CA -/- Mulut bibir kering (+) Thorax SDV +/+ RBH -/- RBK -/- WHZ -/- Abdomen supel, BU (+), NT (-) Ext atas akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Ext Bawah akral hangat , CRT < 2 detik, oedem -/- Status Neurologis Sensorik sde Kekuatan motorik : lateralisasi (-) Refleks fisiologis: +3/+3// +3/+3 Refleks patologis: (-/-//-/-) Nistagmus: (-) Parese NC. XII (-) Parese NC. VII (-) Blink to threat (-) Visual pursuit (-) Voluntary eye movement (-) Meningeal sign (-) Hasil Lab Darah Rutin (15/04/26) Darah Rutin Hemoglobin 9.35 Eritrosit 3.48 Hematokrit 27.8 Lekosit 8.66 Trombosit 440 Golongan Darah B ELEKTROLIT Natrium (Na) 131 Kalium (K) 3.6 Chlorida (Cl) 93 Calsium (Ca2+) 1.1 pH 7.64 Glukosa Darah Glukosa Darah Sewaktu 128 Fungsi Hati AST (SGOT) 28 ALT (SGPT) 10 Fungsi Ginjal Ureum 53.5 Kreatinin 1.74 Hasil CT scan kepala non-kontras (15/04/26) Kesan : - Infark cerebri luas di frontotemporoparietalis sinistra kemungkinan disertai adanya transformasi hemoragis dengan gambaran oedema cerebri yang menyempitkan ventrikel lateralis sinistra dan mendeviasi linea mediana ke arah dextra Hasil Rontgen Thorax (15/04/26) Kesan : - Cardiomegali dan pulmo normal - Elongatio aortae dan aortosklerosis
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakefektifan Perfusi Jaringan Otak
Kode SDKI: D.0014
Deskripsi Singkat: Risiko penurunan suplai darah dan oksigen ke jaringan otak yang dapat mengakibatkan gangguan fungsi otak.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Perfusi jaringan otak efektif, ditandai dengan: tingkat kesadaran sesuai kapasitas, fungsi kognitif sesuai kapasitas, tanda-tanda vital dalam batas yang dapat diterima, tidak ada peningkatan tekanan intrakranial, dan hasil pemeriksaan diagnostik dalam batas normal.
Kode SIKI: I.14049
Deskripsi : Mempertahankan kepala dalam posisi netral dan elevasi kepala tempat tidur 30-45 derajat, kecuali ada kontraindikasi. Intervensi ini bertujuan untuk mempromosikan aliran balik vena dari otak, mengurangi tekanan intrakranial, dan mengoptimalkan tekanan perfusi serebral. Pada pasien dengan stroke iskemik luas yang disertai edema serebral dan deviasi garis tengah seperti dalam kasus ini, posisi elevasi kepala sangat krusial untuk mengurangi kongesti vena dan tekanan pada jaringan otak yang sehat. Posisi ini harus dipertahankan dengan hati-hati, memastikan alignment tulang belakang leher tidak tertekuk, untuk tidak menghambat aliran darah arteri maupun vena. Pemantauan tanda-tanda neurologis dan hemodinamik harus dilakukan sebelum dan sesudah perubahan posisi untuk memastikan toleransi pasien. Intervensi ini merupakan tindakan dasar dan fundamental dalam manajemen pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial atau risiko gangguan perfusi serebral.
Kondisi: Hipertermia
Kode SDKI: D.0027
Deskripsi Singkat: Peningkatan suhu tubuh di atas rentang normal sebagai respons terhadap ketidakmampuan tubuh dalam mempertahankan keseimbangan antara produksi dan pelepasan panas.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Suhu tubuh dalam rentang normal, ditandai dengan: suhu tubuh 36-37,5°C, kulit hangat tidak kemerahan, denyut nadi dan pernapasan dalam rentang normal, tidak ada keluhan menggigil atau perasaan panas.
Kode SIKI: I.03020
Deskripsi : Memberikan terapi dingin (kompres hangat/tepid sponge). Intervensi ini dilakukan untuk meningkatkan kehilangan panas tubuh melalui proses konduksi dan evaporasi. Pada pasien dengan suhu 38.9°C dan kondisi stroke akut, hipertermia dapat memperburuk outcome neurologis karena meningkatkan metabolisme otak, memperluas area kerusakan iskemik (eksitotoksisitas), dan memperberat edema serebral. Kompres hangat (bukan air dingin/es) di area lipatan tubuh (ketiak, lipat paha) dan dahi direkomendasikan untuk menghindari vasokonstriksi pembuluh darah kulit yang justru dapat memerangkap panas. Tindakan ini harus disertai pemantauan suhu tubuh berkala untuk menilai efektivitas dan mencegah hipotermia iatrogenik. Pengelolaan lingkungan (ruangan sejuk) dan pemberian antipiretik sesuai instruksi dokter juga merupakan bagian dari penatalaksanaan hipertermia yang komprehensif pada kasus ini.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0009
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.04001
Deskripsi : Jalan napas paten, ditandai dengan: suara napas bersih, tidak ada sianosis, frekuensi napas dalam rentang normal, mampu batuk efektif, dan gas darah arteri dalam batas normal.
Kode SIKI: I.04023
Deskripsi : Melakukan penghisapan lendir jalan napas. Pada pasien dengan penurunan kesadaran (koma), refleks batuk dan kemampuan untuk membersihkan sekresi sendiri sangat terganggu atau hilang. Akumulasi sekret di saluran napas dapat menyebabkan obstruksi, atelektasis, hipoksia, dan pneumonia aspirasi. Hipoksia akan sangat merugikan jaringan otak yang sedang mengalami iskemia. Penghisapan lendir dilakukan dengan teknik steril dan atraumatik untuk mencegah infeksi dan trauma mukosa. Prinsipnya adalah melakukan suction hanya bila diperlukan (bukan rutin terjadwal), berdasarkan auskultasi suara napas tambahan atau monitor adanya sekret. Durasi suction tidak lebih dari 10-15 detik dan harus didahului dengan pre-oksigenasi untuk mempertahankan saturasi oksigen (SpO2). Pada pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial, stimulasi selama suction dapat meningkatkan tekanan tersebut, sehingga perlu dilakukan dengan hati-hati dan mungkin memerlukan pemberian sedasi sesuai instruksi.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0022
Deskripsi Singkat: Peningkatan kerentanan terhadap invasi dan multiplikasi patogen yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Bebas dari infeksi, ditandai dengan: suhu tubuh dalam rentang normal, tidak ada tanda-tanda lokal infeksi (rubor, kalor, dolor, tumor, functio laesa), hasil pemeriksaan laboratorium dalam batas normal (misalnya hitung leukosit), dan tidak ada drainase purulen.
Kode SIKI: I.15017
Deskripsi : Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan pada pasien. Intervensi ini adalah langkah paling dasar, sederhana, namun paling efektif dalam memutus rantai penularan infeksi nosokomial. Pada pasien koma dengan kondisi kritis, terdapat beberapa faktor risiko infeksi tinggi seperti immobilisasi, kemungkinan pemasangan berbagai alat invasif (IV line, kateter urine, selang NGT, selang endotrakeal), dan status hipermetabolik akibat stroke dan hipertermia. Tangan perawat merupakan media utama perpindahan mikroorganisme. Mencuci tangan dengan teknik yang benar menggunakan sabun dan air mengalir atau handrub berbasis alkohol secara konsisten pada lima momen (sebelum kontak pasien, sebelum tindakan aseptik, setelah terpapar cairan tubuh, setelah kontak pasien, dan setelah kontak lingkungan sekitar pasien) secara signifikan mengurangi risiko infeksi silang. Intervensi ini melindungi pasien yang sangat rentan dan juga melindungi tenaga kesehatan serta pasien lainnya.
Kondisi: Gangguan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0003
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh.
Kode SLKI: L.06001
Deskripsi : Kebutuhan nutrisi terpenuhi, ditandai dengan: berat badan dalam rentang normal, tidak ada penurunan berat badan yang tidak diinginkan, kadar albumin dan hemoglobin dalam batas normal, serta mampu menghabiskan porsi makan sesuai kebutuhan.
Kode SIKI: I.06025
Deskripsi : Memberikan nutrisi melalui selang (enteral). Pada pasien koma, pemenuhan nutrisi tidak dapat dilakukan melalui oral. Pemberian nutrisi enteral (melalui NGT) harus dimulai secepatnya setelah kondisi hemodinamik stabil, untuk mempertahankan integritas mukosa usus, mendukung fungsi imun, dan menyediakan substrat energi untuk proses penyembuhan. Status laboratorium pasien (Hb 9.35 g/dL menunjukkan anemia, albumin tidak diperiksa tetapi berisiko rendah pada kondisi akut) mengindikasikan kebutuhan dukungan nutrisi. Nutrisi enteral diberikan secara bertahap, dimulai dari formula isotonik dengan laju pemberian lambat yang kemudian dinaikkan sesuai toleransi hingga mencapai target kalori dan protein harian. Posisi kepala elevasi 30-45 derajat selama dan setelah pemberian sangat penting untuk mencegah refluks dan aspirasi. Pemantauan tanda-tanda intoleransi (distensi abdomen, residu lambung tinggi, diare) harus dilakukan secara rutin.
Article No. 25134 | 16 Apr 2026
Klinis : Hari ini : lemes, masih diare ku lemah TD:136/72 N:160 S:36,4 RR:25 SPO2:98 Status Generalisata Mata : CA -/- SI -/- Thorax : SDV +/+ rh -/-, wh -/-, S1S2 reguler, BJ (-) Abdomen : supel, BU (+) timpani, NT (-), Ext atas : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Ext bawah : Akral hangat +/+, pucat -/-, CRT <2dt Lab RSSP Darah Rutin (8/4/26) Hb 13.22 Eritrosit 4.70 Hematokrit 39.5 MCV 84.0 MCH 28.1 MCHC 33.4 RDW 11.45 Leukosit 16.55 Neutrofil 90.2 Limfosit 6.1 Monosit 3.2 Eosinofil 0.02 Basofil 0.4 Total Neutrofil 14.93 Total Limfosit 1.02 Total Monosit 0.53 Total Eosinofil 0.00 Total Basofil 0.07 Trombosit 247 MPV 6.99 GDS 461 Ureum 56.3 Kreatinin 0.90 CK-MB 22 Golongan darah A Glukosa stik (13/4/26 06.17) -> 150 (13/4/26 05.00) -> 206 (14/4/26) -> 297 (15/4/26) -> 309 Ro Thorax (13/4/26) Kesan : - Cardiomegali dan Pulmo normal - Diafragma dextra letak tinggi , et causa proses infradiafragma Cek IGRA (14/4/26) → menunggu hasil Cek TCM & Resistensi (14/4/26) → menunggu hasil
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0018
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan kadar glukosa darah di luar rentang normal.
Kode SLKI: L.03107
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.01202
Deskripsi : Memantau kadar glukosa darah.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya patogen yang menyerang tubuh.
Kode SLKI: L.03095
Deskripsi : Bebas dari tanda dan gejala infeksi.
Kode SIKI: I.01200
Deskripsi : Memantau tanda dan gejala infeksi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Kondisi ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk memulai atau mempertahankan aktivitas sehari-hari yang dibutuhkan.
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat.
Kode SIKI: I.01005
Deskripsi : Memantau respons terhadap aktivitas.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik.
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Status nutrisi membaik.
Kode SIKI: I.01002
Deskripsi : Memantau asupan nutrisi dan cairan.
Article No. 25135 | 16 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan keluhan badan terasa sesak (+), lemas (+), mual (+) muntah (-). POST HD 15/4/26 KU Sedang, CM T : 189/82 mmHg N : 115 x/menit R : 20 x/menit S : 36 C SpO2 : 98 % Kepala : Jejas (-) Mata : CA (-/-), SI (-/-), Mata cowong (-/-), oedem palpebra (-/-) Hidung : NCH/napas cuping hidung (-), Sekret (-) Mulut : Bibir kering (-), pucat (-), Lidah kotor (-), faring hiperemis (-), Leher : Pembesaran KGB (-) Thorax : Pengembangan dada simetris (+), retraksi (-), takipneu (-) Paru : Sonor SDV (+/+), RBH (-/-), Wh (-/-) Jantung : S1 S2 regular, Bising/murmur (-) Abdomen : Peristaltik (+), supel (+), nyeri tekan (-), distended (-), turgor kulit kembali cepat, hepatomegali (-) , splenomegali (-) Genitalia : t.a.k Ekstremitas : Atas : akral hangat, CRT < 2 detik, petekie (-/-), pitting oedema (-) Bawah : akral hangat, CRT < 2 detik, ADP teraba kuat, petekie (-/-), pitting oedema (-) LAB RSSP (14/4/26) → 15/4/26 (POST HD) Hb 8.44 → 9.88 (L) Eritrosit 2.94 → 3.47 (L) Hematokrit 24.6 → 30.6 (L) MCV 83.9 → 88.2 MCH 28.8 → 28.5 MCHC 34.3 → 32.3 Leukosit 14.89 → 12.05 (H) Trombosit 407 → 291 RDW 14.66 → 13.83 Neutrofil 77.5 → 87.1 (H) Limfosit 8.7 → 4.0 (L) Monosit 5.5 → 7.8 Eosinofil 6.83 → 0.49 Basofil 1.4 → 0.5 Total Neutrofil 11.54 → 10.50 (H) Total Limfosit 1.30 → 0.48 (L) GDS 107 Ureum 83.5 → 62.1 (H) Kreatinin 5.29 → 3.78 (H) Natrium (Na) 136 Kalium (K) 6.0 Chlorida (Cl) 106 Calsium (Ca2+) 1.0 pH 7.39 Golongan Darah B
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman ketidakcukupan energi fisik atau emosional untuk memenuhi aktivitas sehari-hari yang diinginkan atau diperlukan.
Kode SLKI: L.03114
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat.
Kode SIKI: I.01266
Deskripsi : Monitor tingkat kelelahan; Monitor respons fisiologis terhadap aktivitas (frekuensi nadi, frekuensi napas, tekanan darah); Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai indikasi; Atur posisi untuk kenyamanan dan optimalisasi pertukaran gas; Ajarkan teknik menghemat energi; Bantu dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan; Lakukan latihan rentang gerak aktif/pasif; Kelola nyeri; Kelola ansietas; Fasilitasi periode istirahat dan aktivitas; Berikan lingkungan tenang; Kolaborasi pemberian nutrisi sesuai kebutuhan; Kolaborasi pemberian transfusi darah sesuai indikasi; Kolaborasi pemberian terapi medikasi sesuai indikasi.
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Volume Cairan
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Risiko mengalami penurunan, peningkatan, atau perpindahan cepat cairan intravaskular, interstitial, dan/atau intraselular.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit terpertahankan.
Kode SIKI: I.08001
Deskripsi : Monitor tanda-tanda dehidrasi/kelebihan cairan; Monitor asupan dan haluaran cairan; Timbang berat badan setiap hari dengan timbangan yang sama, waktu yang sama, dan pakaian yang sama; Monitor hasil laboratorium terkait (elektrolit, ureum, kreatinin, hematokrit); Kolaborasi pembatasan cairan sesuai program; Kolaborasi pemberian terapi pengganti ginjal (hemodialisis) sesuai program; Ajarkan pasien/keluarga tentang tanda-tanda ketidakseimbangan cairan dan pentingnya pembatasan diet; Kolaborasi pemberian obat sesuai indikasi (diuretik, pengikat fosfat/kalium).
Kondisi: Risiko Penurunan Cardiac Output
Kode SDKI: D.0020
Deskripsi Singkat: Risiko volume darah yang dipompa oleh jantung tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03023
Deskripsi : Cardiac output meningkat.
Kode SIKI: I.04005
Deskripsi : Monitor tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan) secara berkala; Monitor status hemodinamik; Auskultasi bunyi jantung; Monitor tanda-tanda penurunan perfusi perifer (CRT, warna dan kehangatan akral); Monitor elektrokardiogram; Monitor kadar elektrolit serum (terutama Kalium 6.0 mEq/L yang tinggi/ hiperkalemia); Batasi aktivitas; Berikan oksigen tambahan sesuai indikasi; Kolaborasi pemberian terapi untuk koreksi hiperkalemia dan uremia sesuai indikasi.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0029
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensori dan emosional tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, dengan onset yang tiba-tiba atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan diperkirakan berakhir dalam waktu 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol nyeri.
Kode SIKI: I.09029
Deskripsi : Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, intensitas, faktor pencetus dan pereda); Observasi tanda nonverbal ketidaknyamanan (perilaku gelisah, ekspresi wajah, pola napas); Ajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri (relaksasi, distraksi); Atur posisi untuk kenyamanan; Berikan lingkungan yang tenang; Kolaborasi pemberian analgesik sesuai indikasi; Evaluasi efektivitas intervensi pengelolaan nyeri.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435 2436 2437