Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 5627 | 14 Nov 2024
Klinis : trombosit rendah, pusing, mual, demam, keringat dingin
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan gejala yang Anda sampaikan, yaitu trombosit rendah, pusing, mual, demam, dan keringat dingin, saya sebagai perawat profesional dapat memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat menggunakan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia.
Diagnosa Keperawatan:
1. Resiko Perdarahan berhubungan dengan penurunan jumlah trombosit.
Penjelasan:
Resiko Perdarahan adalah kondisi di mana individu berisiko mengalami perdarahan akibat faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembekuan darah, seperti penurunan jumlah trombosit. Kondisi ini memerlukan pengawasan dan intervensi keperawatan yang tepat untuk mencegah terjadinya komplikasi perdarahan.
2. Mual dan Muntah berhubungan dengan penyebab fisiologis.
Penjelasan:
Mual dan Muntah adalah kondisi di mana individu mengalami rasa tidak nyaman di dalam lambung yang dapat menyebabkan pengeluaran isi lambung melalui mulut. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penyebab fisiologis seperti infeksi atau gangguan metabolik.
3. Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi.
Penjelasan:
Hipertermia adalah kondisi di mana suhu tubuh individu meningkat di atas batas normal, biasanya disebabkan oleh proses infeksi atau peradangan. Kondisi ini memerlukan pengawasan dan intervensi keperawatan yang tepat untuk mengatasi penyebab dan mengelola gejala yang muncul.
4. Intoleransi Aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik.
Penjelasan:
Intoleransi Aktivitas adalah kondisi di mana individu mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari akibat kelemahan fisik. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penurunan jumlah trombosit dan gejala-gejala lainnya yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk beraktivitas.
Dalam melakukan asuhan keperawatan, saya sebagai perawat akan mengacu pada standar SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan yang terstandar, komprehensif, dan berpusat pada pasien. -
Article No. 5628 | 14 Nov 2024
Klinis : trombosit rendah, pusing, mual, demam, keringat dingin
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat standar SDKI-SLKI-SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda sampaikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Perdarahan Berhubungan dengan Penurunan Jumlah Trombosit
Penjelasan:
- SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia): Risiko terjadinya kehilangan darah yang dapat membahayakan kesehatan akibat penurunan jumlah trombosit dalam darah.
- SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia): Pasien menunjukkan tanda-tanda vital stabil, tidak terjadi perdarahan, dan tidak ada gejala penurunan volume cairan.
- SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia): Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memantau tanda-tanda vital, memantau jumlah trombosit, mencegah trauma, dan memberikan edukasi terkait risiko perdarahan.
2. Mual Berhubungan dengan Penurunan Jumlah Trombosit
Penjelasan:
- SDKI: Perasaan tidak nyaman di perut yang dapat menimbulkan keinginan untuk muntah, yang berhubungan dengan penurunan jumlah trombosit.
- SLKI: Pasien dapat mengatakan mual berkurang, tidak terjadi muntah, dan dapat makan dengan baik.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memberikan antiemetik, mengatur diet, dan memberikan dukungan emosional.
3. Hipertermia Berhubungan dengan Infeksi
Penjelasan:
- SDKI: Peningkatan suhu tubuh di atas normal (>37,5°C) yang berhubungan dengan adanya infeksi.
- SLKI: Pasien menunjukkan suhu tubuh normal, tanda-tanda vital stabil, dan tidak ada tanda-tanda infeksi.
- SIKI: Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan adalah memantau tanda-tanda vital, memberikan obat antipiretik, dan menjaga suhu lingkungan yang nyaman.
Keadaan klinis yang Anda deskripsikan, yaitu trombosit rendah, pusing, mual, demam, dan keringat dingin, mengarah pada kemungkinan adanya kondisi trombositopenia. Tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah memantau tanda-tanda vital, jumlah trombosit, mencegah trauma, memberikan antiemetik, mempertahankan suhu tubuh normal, dan memberikan edukasi kepada pasien terkait kondisinya. -
Article No. 5629 | 14 Nov 2024
Klinis : trombosit rendah, pusing, mual, demam, keringat dingin
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh
Penjelasan: Kondisi ini dapat terjadi akibat adanya penurunan trombosit yang dapat menyebabkan gangguan pada proses pencernaan dan penyerapan nutrisi di dalam tubuh.
2. Intoleransi aktivitas
Penjelasan: Pusing, mual, dan keringat dingin yang dirasakan dapat mengindikasikan adanya ketidakmampuan tubuh untuk melakukan aktivitas sehari-hari secara optimal.
3. Hipertermia
Penjelasan: Demam yang dialami menunjukkan adanya peningkatan suhu tubuh di atas normal, yang dapat disebabkan oleh infeksi atau reaksi tubuh terhadap kondisi yang sedang dialami.
Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI):
SDKI merupakan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang dialami oleh pasien. Dalam kasus ini, SDKI yang relevan adalah:
1. Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh
2. Intoleransi aktivitas
3. Hipertermia
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI):
SLKI adalah standar yang digunakan untuk menentukan capaian atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Dalam kasus ini, SLKI yang relevan adalah:
1. Status nutrisi
2. Toleransi aktivitas
3. Suhu tubuh
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI):
SIKI adalah standar yang digunakan untuk menentukan tindakan keperawatan yang perlu dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan. Dalam kasus ini, SIKI yang relevan adalah:
1. Manajemen nutrisi
2. Manajemen aktivitas
3. Manajemen hipertermia
Sebagai perawat, saya akan bekerja sama dengan tim medis lainnya untuk memberikan perawatan yang komprehensif dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia. Tujuan utamanya adalah untuk membantu pasien mencapai kondisi yang stabil dan optimal. -
Article No. 5630 | 14 Nov 2024
Klinis : trombosit rendah, pusing, mual, demam, keringat dingin
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
1. Kekurangan Volume Cairan (NANDA-I)
Definisi: Pengurangan cairan intravaskular, interstisial, dan/atau intraseluler.
Gejala dan Tanda: Trombosit rendah, pusing, mual, demam, keringat dingin.
Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI:
SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Penurunan Produksi Trombosit
- Hipertermia
- Mual
SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Keseimbangan Cairan
- Kontrol Suhu
- Kontrol Mual/Muntah
SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Manajemen Cairan
- Manajemen Demam
- Manajemen Mual dan Muntah
Sebagai perawat, saya akan melakukan penilaian komprehensif, memberikan intervensi keperawatan yang tepat, dan memantau respon pasien untuk memastikan pemulihan kondisi. Tujuan utamanya adalah menjaga keseimbangan cairan, kontrol suhu, dan mengatasi mual/muntah. Saya akan bekerja sama dengan tim kesehatan lainnya untuk memastikan perawatan yang optimal bagi pasien. -
Article No. 5631 | 14 Nov 2024
Klinis : Pasien mengatakan pernah jatuh di mushola
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Baik, dengan persona sebagai pakar perawat, saya akan memberikan diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat mengenai SDKI, SLKI, dan SIKI berdasarkan standar Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk kondisi pasien yang Anda deskripsikan.
Diagnosa Keperawatan:
Risiko Jatuh
Penjelasan Singkat:
1. SDKI (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia):
- Risiko Jatuh adalah kondisi di mana individu rentan mengalami cedera akibat terjatuh.
- Faktor risiko yang dapat menyebabkan risiko jatuh meliputi riwayat jatuh, gangguan keseimbangan, gangguan mobilitas, dan lingkungan tidak aman.
- Tanda dan gejala yang dapat diidentifikasi, seperti ketidakstabilan berjalan, gangguan penglihatan, dan penggunaan alat bantu jalan yang tidak sesuai.
2. SLKI (Standar Luaran Keperawatan Indonesia):
- Luaran yang diharapkan dari diagnosa Risiko Jatuh adalah Adaptasi Keseimbangan dan Mobilitas Fisik yang Memadai.
- Indikator yang dapat diukur meliputi kestabilan berjalan, kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, dan tidak ada riwayat jatuh.
3. SIKI (Standar Intervensi Keperawatan Indonesia):
- Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan, antara lain:
- Manajemen Risiko Jatuh: identifikasi faktor risiko, modifikasi lingkungan, dan penggunaan alat bantu yang sesuai.
- Peningkatan Keseimbangan: latihan keseimbangan, koordinasi, dan penguatan otot.
- Peningkatan Mobilitas Fisik: latihan ambulasi, latihan rentang gerak, dan aktivitas sesuai kemampuan.
Dengan demikian, diagnosa keperawatan yang sesuai untuk pasien yang pernah jatuh di mushola adalah Risiko Jatuh, dengan intervensi yang dapat dilakukan meliputi manajemen risiko jatuh, peningkatan keseimbangan, dan peningkatan mobilitas fisik, sesuai dengan standar SDKI, SLKI, dan SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). -
Article No. 5405 | 13 Nov 2024
Klinis : post operasi laparatomi eksplorasi karna pengangkatan massa ovarium. Pada saat operasi didapatkan perlengketan massa sehingga terjadi perdarahan di kamar operasi hingga 600ml, Saat pasien tiba di ICU dengan tekanan darah 60/32mmHg, nadi 143x/menit, irama sinus takikardi, akral dingin, pucat, sudah dilakukan transfusi darah PRC 500ml, FFP 500ml, Namun produksi drain sekitar 100ml/jam, Tekanan darah 72/35mmHg, dengan topangan Norefineprin 0.6mcq,kgbb/menit, dobutamine 10mcq/kgbb/menit, adrenalin 0.5mcq/kgbb/menit, Produksi urin 0.3ml/kgbb/jam. Saat dilakukan Echo hemodinamik didapatkan EF: 25% CO: 2.5L/menit, SV: 20ml/m²/beat, SVR: 1300 dyne/detik.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien yang dijelaskan, Diagnosa Keperawatan yang sesuai adalah:
1. Hipovolemia Akut
Penjelasan: Pasien mengalami perdarahan akibat perlengketan massa saat operasi, sehingga terjadi penurunan volume cairan dalam tubuh yang ditandai dengan tekanan darah rendah, nadi cepat, akral dingin, dan produksi urin rendah.
2. Penurunan Curah Jantung
Penjelasan: Hasil pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan penurunan ejeksi fraksi (EF 25%), cardiac output (2.5 L/menit), dan stroke volume (20 ml/m²/beat), yang menandakan gangguan fungsi jantung.
3. Ketidakstabilan Hemodinamik
Penjelasan: Pasien mengalami ketidakstabilan hemodinamik yang ditandai dengan tekanan darah rendah, nadi cepat, dan kebutuhan obat-obatan vasoaktif yang tinggi (norepinefrin, dobutamin, adrenalin) untuk mempertahankan perfusi jaringan.
Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) merupakan pedoman yang digunakan oleh perawat di Indonesia dalam melakukan proses keperawatan. Berikut penjelasan singkat untuk masing-masing standar:
1. SDKI: Merupakan panduan dalam menentukan diagnosis keperawatan berdasarkan penilaian klinis perawat terhadap respon pasien terhadap masalah kesehatan.
2. SLKI: Merupakan panduan dalam menentukan luaran atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan yang diberikan.
3. SIKI: Merupakan panduan dalam menentukan intervensi keperawatan yang dilakukan untuk mencapai luaran yang diharapkan.
Dengan mengacu pada SDKI, SLKI, dan SIKI, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstandarisasi sesuai dengan kondisi pasien. -
Article No. 5406 | 13 Nov 2024
Klinis : post operasi laparatomi eksplorasi karna pengangkatan massa ovarium. Pada saat operasi didapatkan perlengketan massa sehingga terjadi perdarahan di kamar operasi hingga 600ml, Saat pasien tiba di ICU dengan tekanan darah 60/32mmHg, nadi 143x/menit, irama sinus takikardi, akral dingin, pucat, sudah dilakukan transfusi darah PRC 500ml, FFP 500ml, Namun produksi drain sekitar 100ml/jam, Tekanan darah 72/35mmHg, dengan topangan Norefineprin 0.6mcq,kgbb/menit, dobutamine 10mcq/kgbb/menit, adrenalin 0.5mcq/kgbb/menit, Produksi urin 0.3ml/kgbb/jam. Saat dilakukan Echo hemodinamik didapatkan EF: 25% CO: 2.5L/menit, SV: 20ml/m²/beat, SVR: 1300 dyne/detik.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10: 1. Kode ICD-10:
- Kode: N83.9
- Deskripsi: Gangguan ovarium, tidak terspesifikasi
2. Kode ICD-9-CM Procedure:
- Kode: 54.21
- Deskripsi: Laparotomi eksplorasi
Berdasarkan informasi yang diberikan, pasien mengalami kondisi post-operasi laparotomi eksplorasi akibat pengangkatan massa ovarium. Selama operasi, terjadi perlengketan massa yang menyebabkan perdarahan sekitar 600 ml. Saat tiba di ICU, pasien mengalami syok hipovolemik dengan tanda-tanda vital yang tidak stabil, seperti tekanan darah rendah, nadi takikardi, akral dingin, dan pucat. Telah dilakukan penanganan awal berupa transfusi darah PRC 500 ml dan FFP 500 ml, namun produksi drain masih sekitar 100 ml/jam.
Untuk mengatasi kondisi syok hipovolemik, pasien mendapatkan terapi vasoaktif berupa norepinefrin 0.6 mcg/kg/menit, dobutamin 10 mcg/kg/menit, dan epinefrin 0.5 mcg/kg/menit. Selain itu, produksi urin juga terbatas, yaitu 0.3 ml/kg/jam. Hasil pemeriksaan ekokardiografi menunjukkan disfungsi kardiovaskular dengan ejeksi fraksi 25%, cardiac output 2.5 L/menit, stroke volume 20 ml/m²/beat, dan SVR 1300 dyne/detik.
Berdasarkan kondisi klinis dan hasil pemeriksaan, diagnosis utama yang sesuai adalah gangguan ovarium yang tidak terspesifikasi (N83.9), dengan tindakan medis berupa laparotomi eksplorasi (54.21) yang dilakukan sebelumnya. -
Article No. 5407 | 13 Nov 2024
Klinis : post operasi laparatomi eksplorasi karna pengangkatan massa ovarium. Pada saat operasi didapatkan perlengketan massa sehingga terjadi perdarahan di kamar operasi hingga 600ml, Saat pasien tiba di ICU dengan tekanan darah 60/32mmHg, nadi 143x/menit, irama sinus takikardi, akral dingin, pucat, sudah dilakukan transfusi darah PRC 500ml, FFP 500ml, Namun produksi drain sekitar 100ml/jam, Tekanan darah 72/35mmHg, dengan topangan Norefineprin 0.6mcq,kgbb/menit, dobutamine 10mcq/kgbb/menit, adrenalin 0.5mcq/kgbb/menit, Produksi urin 0.3ml/kgbb/jam. Saat dilakukan Echo hemodinamik didapatkan EF: 25% CO: 2.5L/menit, SV: 20ml/m²/beat, SVR: 1300 dyne/detik.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi klinis yang Anda deskripsikan, berikut adalah diagnosa keperawatan yang dapat ditegakkan beserta penjelasan singkat sesuai dengan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
1. Diagnosa Keperawatan: Hipovolemia
- SDKI: Penurunan volume cairan dalam tubuh yang dapat mengancam kesehatan.
- SLKI: Stabilitas Hemodinamik: Kemampuan mempertahankan volume dan tekanan darah yang adekuat.
- SIKI: Manajemen Hipovolemia, Terapi Cairan, Manajemen Syok.
2. Diagnosa Keperawatan: Perfusi Jaringan Tidak Efektif
- SDKI: Penurunan sirkulasi darah ke jaringan tubuh yang dapat mengancam kesehatan.
- SLKI: Perfusi Jaringan: Kecukupan aliran darah ke jaringan tubuh.
- SIKI: Manajemen Syok, Manajemen Hemodinamik, Manajemen Oksigenasi.
3. Diagnosa Keperawatan: Nyeri Akut
- SDKI: Pengalaman sensori dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan yang aktual atau potensial.
- SLKI: Kontrol Nyeri: Kemampuan mengontrol rasa nyeri.
- SIKI: Manajemen Nyeri, Analgesik.
4. Diagnosa Keperawatan: Risiko Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
- SDKI: Ketidakmampuan untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit yang dapat mengancam kesehatan.
- SLKI: Keseimbangan Cairan: Kemampuan mempertahankan volume dan komposisi cairan tubuh yang adekuat.
- SIKI: Manajemen Cairan, Manajemen Elektroli.
Penjelasan singkat:
Pasien mengalami kondisi hipovolemia akibat perdarahan selama operasi, yang menyebabkan penurunan tekanan darah, takikardia, akral dingin, dan produksi urin rendah. Kondisi ini juga menyebabkan perfusi jaringan tidak efektif, yang dapat mengancam fungsi organ. Selain itu, pasien juga mengalami nyeri akut akibat prosedur pembedahan, serta risiko gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit. Intervensi keperawatan yang dapat dilakukan meliputi manajemen hipovolemia, manajemen syok, manajemen hemodinamik, manajemen oksigenasi, manajemen nyeri, dan manajemen cairan dan elektrolit. -
Article No. 5408 | 13 Nov 2024
Klinis : post operasi laparatomi eksplorasi karna pengangkatan massa ovarium. Pada saat operasi didapatkan perlengketan massa sehingga terjadi perdarahan di kamar operasi hingga 600ml, Saat pasien tiba di ICU dengan tekanan darah 60/32mmHg, nadi 143x/menit, irama sinus takikardi, akral dingin, pucat, sudah dilakukan transfusi darah PRC 500ml, FFP 500ml, Namun produksi drain sekitar 100ml/jam, Tekanan darah 72/35mmHg, dengan topangan Norefineprin 0.6mcq,kgbb/menit, dobutamine 10mcq/kgbb/menit, adrenalin 0.5mcq/kgbb/menit, Produksi urin 0.3ml/kgbb/jam. Saat dilakukan Echo hemodinamik didapatkan EF: 25% CO: 2.5L/menit, SV: 20ml/m²/beat, SVR: 1300 dyne/detik.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan kondisi pasien post-operasi laparatomi eksplorasi karena pengangkatan massa ovarium yang mengalami perdarahan intra-operasi hingga 600 ml dan kondisi hemodinamik yang tidak stabil saat di ICU, berikut adalah diagnosa keperawatan beserta penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI standar dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia:
Diagnosa Keperawatan:
1. Risiko Perdarahan Lanjut
2. Gangguan Perfusi Jaringan Kardiovaskular
3. Intoleransi Aktivitas
Penjelasan Singkat:
1. Risiko Perdarahan Lanjut
- SDKI: Risiko Perdarahan
- SLKI: Pengendalian Perdarahan
- SIKI: Tindakan Keperawatan untuk Pengendalian Perdarahan
Pasien berisiko mengalami perdarahan lebih lanjut karena adanya perdarahan yang signifikan selama operasi dan kondisi hemodinamik yang tidak stabil saat di ICU. Diperlukan intervensi keperawatan untuk memantau tanda-tanda perdarahan, menjaga stabilitas hemodinamik, dan melakukan tindakan untuk mengendalikan perdarahan.
2. Gangguan Perfusi Jaringan Kardiovaskular
- SDKI: Gangguan Perfusi Jaringan Kardiovaskular
- SLKI: Stabilitas Hemodinamik
- SIKI: Tindakan Keperawatan untuk Stabilitas Hemodinamik
Pasien mengalami penurunan perfusi jaringan kardiovaskular yang ditandai dengan tekanan darah yang rendah, nadi takikardi, akral dingin, dan pucat. Hal ini disebabkan oleh perdarahan yang signifikan selama operasi. Diperlukan intervensi keperawatan untuk memantau dan menjaga stabilitas hemodinamik, serta memberikan dukungan hemodinamik yang adekuat.
3. Intoleransi Aktivitas
- SDKI: Intoleransi Aktivitas
- SLKI: Kemandirian Aktivitas
- SIKI: Tindakan Keperawatan untuk Kemandirian Aktivitas
Pasien mengalami penurunan kemampuan untuk melakukan aktivitas secara mandiri akibat kondisi hemodinamik yang tidak stabil. Diperlukan intervensi keperawatan untuk memantau toleransi aktivitas pasien, memberikan asuhan keperawatan yang tepat, dan membantu pasien dalam melakukan aktivitas sesuai dengan kondisinya.
Secara keseluruhan, diagnosa keperawatan dan penjelasan singkat SDKI - SLKI - SIKI yang diberikan bertujuan untuk membantu perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang komprehensif dan terstruktur untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh pasien post-operasi laparatomi eksplorasi dengan komplikasi perdarahan. -
Article No. 5409 | 13 Nov 2024
Klinis : Status Jalan Nafas (Airway) Pasien mengeluh merasa sesak nafas, terdapat sumbatan berupa sputum yang sulit dikeluarkan, SpO2 : 93% room air Pernapasan (Breathing) RR : 24x/menit, pasien tampak sesak nafas, terdengar suara dada bronkial, dan terdapat suara nafas tambahan ronchi pada kedua paru. Status Sirkulasi (Circulation) TD : 139/83 mmHg, Nadi : 90x/menit, S : 36.5C. Turgor kulit elastis, Ekstremitas hangat, tidak ada perdarahan. Fungsi Persyarafan (Disability) Pupil isokor, refleks cahaya positif, GCS : 15 E : 4, M : 6, V : 5 Composmentis. bentuk kepala simetris, tidak ada fraktur, kekuatan otot 5/5/5/5. Exposure Mobilisasi pasien terbatas dan dibantu keluarga karena terpasang infus dan oksigen, tidak ada luka ataupun jejas, akral hangat dan tidak ada edema. Foley Catheter : Pasien tidak terpasang foley catheter Gastric Tube : Pasien tidak terpasang nasogastric tube Heart Monitor : Pasien tidak terpasang bedside monitor
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Berdasarkan data klinis yang diberikan, berikut adalah Diagnosa Keperawatan, penjelasan singkat, dan kode standar SDKI - SLKI - SIKI dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia untuk kondisi Status Jalan Nafas (Airway) pasien:
Diagnosa Keperawatan:
1. Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Definisi: Ketidakmampuan untuk membersihkan secreti atau obstruksi dari saluran napas untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka.
Penjelasan singkat:
Pasien mengeluh sesak nafas dan terdapat sumbatan berupa sputum yang sulit dikeluarkan. Hal ini menunjukkan adanya gangguan pada bersihan jalan napas yang tidak efektif, yang dapat menyebabkan gangguan pertukaran gas.
Kode Standar:
SDKI: 00031
SLKI: 00042
SIKI: I0030