Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24949 | 08 Apr 2026
Klinis : lingkungan rumah kotor, banyak jemuran, tidak bersih, berserakan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Cedera
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko cedera adalah keadaan rentan terhadap cedera fisik akibat interaksi dengan sumber-sumber lingkungan, yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 0710
Deskripsi : Manajemen Lingkungan. Tindakan keperawatan untuk meminimalkan faktor risiko lingkungan dan memodifikasi lingkungan untuk keselamatan pasien. Intervensi ini mencakup identifikasi bahaya lingkungan di rumah pasien, seperti kondisi lantai yang licin, pencahayaan buruk, kekacauan (berserakan), tata letak furnitur yang tidak aman, dan kondisi sanitasi yang buruk. Perawat akan melakukan pengkajian lingkungan rumah secara sistematis, mendokumentasikan potensi bahaya, dan berkolaborasi dengan pasien/keluarga untuk merencanakan modifikasi lingkungan. Tindakan spesifik termasuk merekomendasikan penataan ulang perabot untuk menciptakan jalur yang jelas, menyarankan penyimpanan barang yang tepat untuk mengurangi kekacauan, memastikan sistem pencahayaan yang memadai terutama di area lalu lintas tinggi seperti lorong dan tangga, serta memeriksa kondisi lantai. Dalam konteks lingkungan rumah yang kotor, banyak jemuran, tidak bersih, dan berserakan, perawat akan fokus pada edukasi tentang pentingnya kebersihan untuk mencegah kecelakaan (seperti tersandung), manajemen penjemuran pakaian di area yang tidak mengganggu pergerakan, dan teknik pembersihan rutin. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan fisik yang teratur, bersih, dan aman untuk bergerak, sehingga secara signifikan mengurangi risiko tersandung, jatuh, atau cedera lainnya.
Kode SIKI: 4501
Deskripsi : Monitor keselamatan lingkungan. Kriteria hasil yang diharapkan adalah lingkungan pasien aman dan bebas dari cedera. Indikator yang dapat diukur meliputi: Pasien dan keluarga dapat mengidentifikasi potensi bahaya lingkungan di rumah (seperti barang berserakan, jemuran di jalur jalan, lantai kotor/licin). Pasien dan keluarga mendemonstrasikan perilaku untuk meminimalkan bahaya, seperti menata barang pada tempatnya, menjemur di area khusus yang tidak menghalangi, dan membersihkan lantai secara teratur. Lingkungan rumah menunjukkan peningkatan keteraturan dan kebersihan, ditandai dengan berkurangnya barang berserakan di lantai, area jemuran yang tertata dan tidak di jalur utama, serta kondisi lantai yang bersih dan kering. Tidak ada insiden cedera (seperti jatuh atau tersandung) yang disebabkan oleh faktor lingkungan dalam periode pemantauan. Pasien melaporkan merasa lebih aman dan nyaman beraktivitas di dalam rumah. Keluarga menyatakan komitmen untuk mempertahankan lingkungan yang aman melalui rutinitas pembersihan dan penataan. Kriteria ini dievaluasi melalui observasi langsung oleh perawat (jika memungkinkan melalui kunjungan rumah), wawancara dengan pasien/keluarga, dan pemeriksaan terhadap kondisi lingkungan sebelum dan setelah intervensi. Pencapaian kriteria ini menunjukkan keberhasilan dalam mengelola risiko dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup pasien.
-
Article No. 24950 | 08 Apr 2026
Klinis : Pasien datang dengan keluhan sesak nafas + batuk + nyeri ulu hati + O : KU Lemah,kesadaran coma td: 190/100 n: 120 rr: 36 s: 36.9 spo2:97 dengan nrm 15 lpm LAB 6/4/26 Hemoglobin 14.55 g/dL Eritrosit 4.96 juta/µL Hematokrit 43.2 % MCV 86.9 fL MCH 29.3 pg MCHC 33.7 g/dL Leukosit 12.23 ribu/µL Trombosit 327 ribu/µL RDW-CV 12.55 % MPV 6.17 fL Neutrofil 85.0 % Limfosit 5.8 % Monosit 8.4 % Eosinofil 0.04 % Basofil 0.7 % Total Neutrofil 10.40 ribu/µL Total Limfosit 0.71 ribu/µL Total Monosit 1.03 ribu/µL Total Eosinofil 0.01 ribu/µL Total Basofil 0.08 Natrium 131 mmol/L Kalium 5.1 mmol/L Chlorida 96 mmol/L Calsium 1.0 mmol/L pH 7.68 Glukosa Darah Sewaktu 91 mg/dL AST (SGOT) 202 U/L ALT (SGPT) 108 U/L Ureum 71.7 mg/dL Kreatinin 0.91 mg/dL AGD pH 7.21 PCO2 56.9 mmHg PO2 38 mmHg SO2 59.0 % HCO3 22.5 mmol/L TCO2 24.0 mmol/L Base (Ecf) -5.0 mmol/L Laktat 1.3 mmol/L Foto RO thoraks PA USul bacaan ; KEsan emfisematous Lung, Bronkopneumonia Efusi pleura dextra minimal Besar Cor Normal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana terjadi ketidakseimbangan antara suplai oksigen dan kebutuhan oksigen pada tingkat alveolus-kapiler, yang mengakibatkan hipoksemia dan/atau hiperkapnia.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : Pertukaran gas membaik. Kriteria hasil: 1) Nilai analisis gas darah arteri dalam rentang normal; 2) Saturasi oksigen dalam rentang normal; 3) Tidak ada tanda-tanda hipoksia (sianosis, gelisah, perubahan status mental); 4) Pernapasan efektif; 5) Suara napas bersih.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi: 1) Pastikan jalan napas paten; 2) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (mis., posisi semi-Fowler atau Fowler tinggi jika tidak ada kontraindikasi); 3) Lakukan penghisapan lendir sesuai kebutuhan; 4) Kolaborasi pemberian terapi oksigen sesuai program; 5) Monitor status pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, upaya pernapasan); 6) Auskultasi suara napas tiap 2-4 jam atau sesuai kondisi; 7) Monitor tanda-tanda vital dan saturasi oksigen secara berkala; 8) Monitor status neurologis dan tingkat kesadaran; 9) Kolaborasi dalam pemeriksaan analisis gas darah arteri; 10) Ajarkan teknik batuk efektif dan napas dalam jika pasien kooperatif.
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: D.0001
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten.
Kode SLKI: L.01001
Deskripsi : Bersihan jalan napas efektif. Kriteria hasil: 1) Jalan napas paten; 2) Suara napas bersih; 3) Mampu mengeluarkan sekret; 4) Tidak ada sianosis; 5) Nilai analisis gas darah dalam rentang normal.
Kode SIKI: I.05001
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi: 1) Pastikan jalan napas paten; 2) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi; 3) Lakukan penghisapan lendir sesuai kebutuhan dengan teknik steril; 4) Lakukan fisioterapi dada (jika tidak ada kontraindikasi seperti tekanan darah sangat tinggi); 5) Lakukan perkusi, vibrasi, dan postural drainage sesuai indikasi; 6) Monitor frekuensi, irama, kedalaman pernapasan dan adanya suara napas tambahan (ronkhi, wheezing); 7) Berikan kelembaban udara yang adekuat; 8) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau mukolitik sesuai program; 9) Ajarkan teknik batuk efektif dan napas dalam jika memungkinkan.
Kondisi: Penurunan Kesadaran
Kode SDKI: D.0015
Deskripsi Singkat: Keadaan penurunan kemampuan seseorang untuk melakukan orientasi terhadap diri sendiri, orang lain, tempat, dan waktu, serta penurunan respons terhadap rangsangan dari lingkungan.
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Tingkat kesadaran membaik. Kriteria hasil: 1) Respon motorik dan verbal sesuai rangsang; 2) Orientasi orang, tempat, dan waktu baik; 3) Fungsi kognitif baik; 4) Tanda-tanda vital stabil.
Kode SIKI: I.15001
Deskripsi : Manajemen penurunan kesadaran. Intervensi: 1) Monitor dan catat tingkat kesadaran secara berkala menggunakan skala GCS (Glasgow Coma Scale); 2) Monitor tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu) dan saturasi oksigen; 3) Pertahankan jalan napas paten, posisi lateral atau semi-prone jika memungkinkan untuk mencegah aspirasi; 4) Lindungi pasien dari cedera (pemasangan pengaman di tempat tidur, lingkungan aman); 5) Lakukan perawatan mata dan mulut untuk mencegah kekeringan dan infeksi; 6) Lakukan perawatan kulit untuk mencegah dekubitus (ubah posisi secara teratur, menjaga kebersihan dan kekeringan kulit); 7) Monitor pola eliminasi (BAK dan BAB), kolaborasi pemasangan kateter jika diperlukan; 8) Kolaborasi pemberian nutrisi parenteral atau enteral sesuai program; 9) Berikan stimulasi pendengaran yang tepat seperti memanggil nama dengan lembut; 10) Jelaskan semua prosedur kepada keluarga.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Tekanan Darah
Kode SDKI: D.0025
Deskripsi Singkat: Keadaan dimana seseorang mengalami atau berisiko mengalami tekanan darah sistolik dan/atau diastolik yang tidak berada dalam rentang normal yang dibutuhkan oleh tubuh.
Kode SLKI: L.25001
Deskripsi : Tekanan darah dalam rentang yang diharapkan. Kriteria hasil: 1) Tekanan darah dalam rentang normal sesuai usia; 2) Denyut nadi dalam rentang normal; 3) Tidak ada gejala hipotensi atau hipertensi (sakit kepala, pusing, epistaksis); 4) Keseimbangan cairan dan elektrolit adekuat.
Kode SIKI: I.25001
Deskripsi : Manajemen tekanan darah. Intervensi: 1) Monitor tekanan darah, nadi, frekuensi jantung secara teratur (setiap 30 menit - 1 jam dalam kondisi krisis); 2) Monitor status neurologis (sakit kepala, penglihatan kabur, pusing) dan tanda-tanda perdarahan; 3) Pertahankan tirah baring, ciptakan lingkungan tenang, batasi pengunjung; 4) Kolaborasi pemberian terapi farmakologis antihipertensi sesuai program dengan memonitor efek dan efek samping; 5) Batasi asupan natrium dan cairan sesuai program; 6) Monitor keseimbangan cairan (intake-output); 7) Hindari manuver valsava; 8) Lakukan edukasi pada keluarga tentang pentingnya kontrol tekanan darah dan tanda bahaya yang perlu dilaporkan.
-
Article No. 24951 | 08 Apr 2026
Klinis : Pasien mengatakan pusing berputar. Usia 37 tahun TD: 164/91 mmHg SpO2: 96% RR: 24 x/menit Nadi: 77 x/menit GDP: 219 mg/dL Pasien bedrest untuk mencegah jatuh saat berjalan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Diagnosa Keperawatan, Luaran, dan Intervensi Berdasarkan SDKI, SLKI, SIKI
Article No. 24952 | 08 Apr 2026
Klinis : Nyeri post op _Status lokalis_ R. Patella (D) L: Deformitas (+) F: NT (+), krepitasi (+) M: ROM terbatas nyeri Lab RSSP Sragen 04/04/2026 Hb 10.18 AE 4.05 Hmt 31.8 AL 5.80 AT 370 GolDar A PT 11.4 INR 1.04 APTT 35.9 GDS 77 SGOT 26 SGPT 20 UR 24.9 KR 0.84 HbsAg (-) Anti HIV NR
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat, diperkirakan atau antisipasi berakhir dalam waktu kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Tujuan akhirnya adalah pasien mampu menunjukkan pengendalian nyeri yang adekuat, yang ditandai dengan skala nyeri yang dapat diterima, kemampuan untuk berpartisipasi dalam aktivitas yang diperlukan, dan penggunaan teknik non-farmakologis untuk mengurangi ketidaknyamanan. Secara spesifik, luaran yang diharapkan meliputi: 1) Pasien melaporkan nyeri berkurang atau terkontrol dengan skala nyeri yang ditetapkan (misalnya, turun ke skala ≤3 dari skala 0-10). 2) Pasien menunjukkan tanda-tanda fisiologis dan perilaku yang menurun terkait nyeri, seperti ekspresi wajah rileks, tidak gelisah, tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah) dalam rentang normal untuk pasien. 3) Pasien mampu beristirahat dan tidur dengan cukup. 4) Pasien dapat melakukan mobilisasi atau rentang gerak sesuai anjuran tanpa hambatan nyeri yang signifikan. 5) Pasien dan keluarga memahami dan berpartisipasi dalam rencana manajemen nyeri.
Kode SIKI: 4410
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan ini mencakup serangkaian tindakan komprehensif untuk mengurangi atau menghilangkan nyeri, termasuk tindakan farmakologis dan non-farmakologis. Penjelasan rinci: 1) **Pengkajian Nyeri Komprehensif**: Mengkaji karakteristik nyeri (lokasi, intensitas menggunakan skala, kualitas, durasi, faktor pencetus dan pereda) secara teratur dan sistematis, termasuk observasi tanda nonverbal pada pasien yang tidak dapat berkomunikasi. 2) **Pemberian Analgesik**: Melakukan pemberian obat analgesik sesuai resep dokter (misalnya, analgesik oral atau parenteral), memastikan prinsip benar (5 benar), serta memantau efektivitas dan efek sampingnya. 3) **Intervensi Non-Farmakologis**: Menerapkan teknik seperti distraksi (mengajak bicara, mendengarkan musik), relaksasi (napas dalam, imajinasi terbimbing), terapi dingin/panas sesuai indikasi (pada kasus post operasi fraktur patella, kompres dingin dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri), serta reposisi atau imobilisasi yang nyaman pada ekstremitas yang terkena. 4) **Edukasi Pasien dan Keluarga**: Memberikan penjelasan tentang penyebab nyeri, tujuan pengobatan, cara melaporkan nyeri, pentingnya pemberian analgesik sebelum nyeri hebat, dan teknik non-farmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri. 5) **Lingkungan yang Nyaman**: Menciptakan lingkungan yang tenang, mengurangi rangsangan yang tidak perlu, dan membantu posisi yang optimal untuk mengurangi ketegangan pada area operasi. 6) **Kolaborasi**: Berkolaborasi dengan tim kesehatan lain seperti dokter, fisioterapis untuk penanganan nyeri yang lebih optimal, termasuk dalam penatalaksanaan mobilisasi bertahap. 7) **Evaluasi dan Dokumentasi**: Mengevaluasi respons pasien terhadap intervensi yang diberikan dan mendokumentasikan secara lengkap untuk keberlanjutan asuhan. Pada kasus nyeri post operasi fraktur patella dengan ROM terbatas, intervensi juga harus mempertimbangkan manajemen nyeri selama mobilisasi dan latihan.
Article No. 24953 | 08 Apr 2026
Klinis : DS: Pasien mengatakan pusing berputar. DO: Usia 37 tahun TD: 164/91 mmHg SpO2: 96% RR: 24 x/menit Nadi: 77 x/menit GDP: 219 mg/dL Pasien bedrest untuk mencegah jatuh saat berjalan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: Sebagai seorang pakar keperawatan, saya akan menganalisis data pasien dan menyusun diagnosa keperawatan beserta rencana intervensi dan luaran berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang ditetapkan oleh Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
Berikut adalah analisis dan rencana keperawatan yang disajikan dalam format HTML:
```html
Analisis Kasus dan Diagnosa Keperawatan
Berdasarkan data yang diberikan, pasien menunjukkan beberapa tanda dan gejala yang signifikan:
- DS: Pasien mengatakan pusing berputar. Ini adalah keluhan subjektif utama yang mengindikasikan gangguan keseimbangan atau perfusi serebral.
- DO:
- Usia 37 tahun.
- TD: 164/91 mmHg (Hipertensi Grade 2). Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pusing, terutama jika terjadi perubahan posisi atau jika perfusi serebral terganggu.
- SpO2: 96% (Normal).
- RR: 24 x/menit (Sedikit meningkat, normal 12-20 x/menit). Bisa menjadi respons terhadap ketidaknyamanan atau kecemasan.
- Nadi: 77 x/menit (Normal).
- GDP: 219 mg/dL (Hiperglikemia). Kadar gula darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan neuropati, gangguan penglihatan, dan kelemahan, yang semuanya meningkatkan risiko jatuh.
- Pasien bedrest untuk mencegah jatuh saat berjalan. Ini adalah indikator kuat adanya risiko jatuh yang sudah diidentifikasi oleh pasien atau tenaga kesehatan.
Dari data di atas, diagnosa keperawatan prioritas yang dapat ditegakkan adalah Risiko Jatuh, dengan mempertimbangkan faktor-faktor risiko seperti pusing berputar, hipertensi, dan hiperglikemia yang semuanya dapat mengganggu keseimbangan dan stabilitas pasien.
Diagnosa Keperawatan (SDKI)
D.0143 Risiko Jatuh
- Definisi: Berisiko mengalami peningkatan kerentanan untuk jatuh yang dapat menyebabkan bahaya fisik.
- Faktor Risiko:
- Fisiologis:
- Pusing berputar (vertigo)
- Hipertensi (TD: 164/91 mmHg)
- Hiperglikemia (GDP: 219 mg/dL)
- Kelemahan umum (tersirat dari bedrest untuk mencegah jatuh)
- Lingkungan:
- Penggunaan alat bantu (tidak ada data spesifik, namun bedrest menunjukkan keterbatasan mobilitas)
- Lingkungan yang tidak aman (tidak ada data spesifik, namun perlu dipertimbangkan)
- Fisiologis:
Penjelasan SDKI - SLKI - SIKI
Dalam praktik keperawatan di Indonesia, PPNI telah mengembangkan tiga standar utama untuk memastikan kualitas dan konsistensi asuhan keperawatan:
Standar
Kode & Nama
Definisi Singkat
Aplikasi pada Kasus Pasien
SDKI
(Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia)
D.0143 Risiko Jatuh
Sistem klasifikasi diagnosis keperawatan yang digunakan untuk mengidentifikasi dan memberi label masalah kesehatan aktual atau potensial yang dapat ditangani oleh perawat. Diagnosis ini menjadi dasar perencanaan asuhan keperawatan.
Pada kasus ini, diagnosis Risiko Jatuh (D.0143) ditegakkan karena adanya faktor risiko seperti pusing berputar, hipertensi, dan hiperglikemia yang secara signifikan meningkatkan kemungkinan pasien mengalami jatuh. Pernyataan pasien yang bedrest untuk mencegah jatuh semakin memperkuat diagnosis ini.
SLKI
(Standar Luaran Keperawatan Indonesia)
L.14138 Tingkat Jatuh
Sistem klasifikasi luaran keperawatan yang digunakan untuk mengukur dan mengevaluasi respons pasien terhadap intervensi keperawatan. Lu Article No. 24954 | 08 Apr 2026
Klinis : manajemen nyeri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Manajemen Nyeri
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut. Diagnosa keperawatan ini difokuskan pada respons individu terhadap nyeri, baik akut maupun kronik, yang memerlukan intervensi untuk mengurangi persepsi nyeri dan meningkatkan kenyamanan.
Kode SLKI: 1601
Deskripsi : Kontrol Nyeri. Luaran yang diharapkan adalah pasien mampu menunjukkan pengendalian nyeri yang adekuat, yang ditandai dengan: skala nyeri menurun sesuai target yang ditetapkan, mampu mengenali faktor pencetus dan melakukan tindakan untuk mengurangi nyeri, menggunakan metode nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri, serta melaporkan peningkatan kenyamanan dan kemampuan untuk beristirahat serta beraktivitas. SLKI ini mengukur keberhasilan intervensi keperawatan dalam memodulasi pengalaman nyeri pasien.
Kode SIKI: 4500
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi ini mencakup pemberian tindakan keperawatan komprehensif untuk meringankan atau mengurangi nyeri. Aktivitasnya meliputi: (1) Melakukan pengkajian nyeri yang komprehensif secara rutin (lokasi, karakteristik, onset, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas/ skala, dan faktor pencetus). (2) Mengobservasi petunjuk non-verbal dari ketidaknyamanan, terutama pada pasien yang tidak mampu berkomunikasi secara efektif. (3) Memastikan pemberian analgesik yang tepat waktu sesuai program terapi, memantau efektivitas dan efek samping. (4) Melakukan tindakan nonfarmakologi seperti teknik distraksi, relaksasi, imajinasi terbimbing, terapi musik, masase, serta aplikasi kompres hangat atau dingin sesuai indikasi. (5) Memberikan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga tentang skala nyeri, regimen pengobatan, teknik manajemen nyeri nonfarmakologi, dan pentingnya melaporkan nyeri secara proaktif. (6) Mengatur posisi pasien untuk kenyamanan optimal dan mencegah tekanan pada area nyeri. (7) Menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman untuk mendukung istirahat. (8) Melibatkan pasien dalam perencanaan perawatan untuk meningkatkan rasa kontrol terhadap nyeri. (9) Berkolaborasi dengan tim kesehatan lain (dokter, fisioterapis) untuk penatalaksanaan nyeri yang holistik. Intervensi ini bersifat individual, berdasarkan penyebab nyeri, preferensi pasien, dan kondisi klinis secara keseluruhan. Tujuannya adalah untuk mencapai tingkat kenyamanan yang memungkinkan pasien berpartisipasi dalam aktivitas hidup sehari-hari dan proses penyembuhan.
Article No. 24955 | 08 Apr 2026
Klinis : Nyeri kaki kanan post terjatuh _RPS_ 2 jam SMRS saat pasien keluar dari kamar mandi, pasien terjatuh dalam posisi terduduk di lantai. Pasien datang dengan keluhan nyeri kaki kanan. Keluhan disertai dengan nyeri memberat apabila kaki kanan digerakkan. Keluhan lain seperti pusing (-), mual (-), muntah (-) disangkal. Oleh keluarga, pasien dibawa ke IGD RSSP _RPD_ Riwayat DM (+) Riwayat HD (+) terjadwal di RSSP setiap hari senin Riwayat trauma (-) Riwayat operasi (-) Riwayat alergi (-) _Status Lokalis_ R. Femur L: Deformitas (+) F: NT (+), krepitasi s.d.e M: ROM terbatas nyeri Laboratorium RSSP Sragen (02/04/2026) -> *06/04/26 post HD* *Hb 9.15 -> 6.49(L)* *Eritrosit 3.10 -> 2.18(L)* *Hmt 26.8 -> 19.1(L)* *AL 11.76-> 13.64 (H)* AT 164 -> 167 GolDar AB PT 10.6 INR 0.96 APTT 39.1 *GDS 382 (H)* *SGOT 49 (H)* SGPT 30 *Ur 124.1 (H)* *Kr 6.88 -> 5.88 (H)* HbsAg (-) Anti HIV NR
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah kerusakan tersebut; onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diprediksi dan durasi ≤ 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Kontrol Nyeri: Tindakan untuk mengontrol dan mengurangi nyeri. Pada pasien ini, tujuan utamanya adalah mengurangi tingkat nyeri hingga skala yang dapat ditoleransi pasien (misalnya, ≤ 3 pada skala 0-10), yang ditandai dengan ekspresi wajah rileks, tidak ada gelisah, mampu beristirahat, dan melaporkan penurunan nyeri. Intervensi keperawatan difokuskan pada pemberian analgesia sesuai program, memposisikan ekstremitas dengan benar, memberikan kompres dingin pada area fraktur untuk mengurangi pembengkakan dan nyeri, serta teknik non-farmakologis seperti distraksi dan lingkungan yang tenang. Evaluasi dilakukan dengan menilai skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi, serta memantau efek samping obat.
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : Manajemen Nyeri: Tindakan keperawatan spesifik untuk mengurangi atau meringankan nyeri. Berdasarkan data pasien dengan nyeri memberat saat digerakkan dan temuan deformitas serta nyeri tekan pada femur kanan, intervensi yang harus dilakukan meliputi: 1) Melakukan penilaian nyeri komprehensif (PQRST: Provokasi, Quality, Region, Severity, Time) setiap 2-4 jam dan setelah intervensi. 2) Mengkolaborasi pemberian analgesik sesuai resep (misalnya, analgesik non-opioid atau opioid dengan pertimbangan fungsi ginjal yang terganggu). 3) Melakukan imobilisasi sementara pada ekstremitas yang cedera untuk mencegah pergerakan yang memperberat nyeri. 4) Menerapkan kompres dingin (ice pack) pada area sekitar fraktur dengan interval 15-20 menit, dilapisi handuk. 5) Memposisikan pasien dengan nyaman, menyangga kaki dengan bantal. 6) Mengajarkan teknik distraksi dan relaksasi napas dalam. 7) Memonitor tanda-tanda vital dan respons pasien terhadap terapi nyeri. Intervensi ini harus didokumentasikan dengan jelas, termasuk skala nyeri sebelum dan sesudah tindakan.
Kondisi: Risiko Infeksi
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Risiko meningkatnya kerentanan terhadap invasi patogen, yang dapat mengancam kesehatan. Pada pasien ini, risiko meningkat karena adanya cedera terbuka potensial (fraktur), prosedur invasif (pemasangan akses HD, kemungkinan operasi), dan kondisi sistemik yang melemahkan (Diabetes Melitus tidak terkontrol dan Gagal Ginjal Kronik yang menjalani HD).
Kode SLKI: L.15001
Deskripsi : Kontrol Infeksi: Tindakan untuk mencegah dan menangani infeksi. Tujuannya adalah mencegah terjadinya infeksi lokal pada area cedera atau infeksi sistemik, yang ditandai dengan tidak adanya tanda-tanda infeksi seperti demam, kemerahan, bengkak, hangat, pus, atau drainage berbau dari luka; serta hasil laboratorium leukosit dalam rentang normal. Perawat akan memantau tanda-tanda infeksi secara ketat, menjaga teknik aseptik dalam semua perawatan luka dan akses vaskular HD, melakukan perawatan kebersihan diri pasien, dan memastikan terapi antibiotik profilaksis jika diresepkan diberikan tepat waktu.
Kode SIKI: I.15021
Deskripsi : Pengendalian Infeksi: Serangkaian tindakan untuk mengurangi atau mencegah infeksi. Intervensi spesifik meliputi: 1) Memantau tanda-tanda sistemik (suhu, leukosit) dan lokal (sekitar fraktur, akses HD) infeksi setiap shift. 2) Melakukan perawatan luka atau area kulit yang rusak (jika ada) dengan teknik aseptik ketat. 3) Mengajarkan dan mendorong pasien untuk mencuci tangan. 4) Melakukan perawatan akses vaskular HD sesuai protokol untuk mencegah infeksi. 5) Mengkolaborasi pemberian antibiotik profilaksis jika diperlukan, dengan mempertimbangkan fungsi ginjal (dosis disesuaikan). 6) Memastikan lingkungan sekitar pasien bersih. 7) Mengoptimalkan status nutrisi dan kontrol gula darah sebagai upaya meningkatkan daya tahan tubuh. 8) Membatasi pengunjung yang sakit. Dokumentasi mencakup kondisi kulit/luka, tanda vital, dan kepatuhan terhadap protokol aseptik.
Kondisi: Kerusakan Integritas Jaringan
Kode SDKI: D.0067
Deskripsi Singkat: Kerusakan pada membran mukosa, kornea, integumen, atau jaringan subkutan. Pada kasus ini, kerusakan jaringan terjadi pada tingkat muskuloskeletal (jaringan lunak dan tulang femur) akibat trauma mekanis (jatuh), yang dimanifestasikan secara klinis dengan deformitas, nyeri tekan, krepitasi, dan keterbatasan gerak.
Kode SLKI: L.10001
Deskripsi : Penyembuhan Luka: Tindakan untuk memfasilitasi penyembuhan jaringan yang rusak. Tujuan utamanya adalah meminimalkan kerusakan lebih lanjut dan memulai proses penyembuhan, yang ditandai dengan berkurangnya pembengkakan, tidak adanya komplikasi neurovaskuler distal (sirkulasi, sensasi, motorik baik), dan persiapan yang optimal untuk penanganan definitif (misalnya, operasi). Intervensi keperawatan berfokus pada imobilisasi dan penyanggaan ekstremitas, elevasi untuk mengurangi edema, pemantauan neurovaskuler ketat (warna, suhu, kapiler refill, sensasi, pergerakan jari), serta perawatan kulit untuk mencegah dekubitus.
Kode SIKI: I.10030
Deskripsi : Manajemen Luka: Tindakan untuk mempromosikan penyembuhan jaringan. Intervensi spesifik yang dilakukan perawat: 1) Melakukan pemantauan neurovaskuler (CMS: Circulation, Motion, Sensation) pada ekstremitas yang cedera setiap 2-4 jam atau sesuai protokol. 2) Melakukan imobilisasi dengan bidai atau alat imobilisasi lainnya sesuai instruksi untuk mencegah pergeseran fragmen tulang. 3) Meninggikan ekstremitas yang cedera (jika tidak kontraindikasi) untuk mengurangi pembengkakan. 4) Mengaplikasikan kompres dingin secara teratur. 5) Melakukan perawatan kulit dengan inspeksi area yang tertekan (tumit, sakrum, dll.) dan menggunakan bantal pelindung. 6) Mengobservasi dan mendokumentasikan setiap perubahan kondisi ekstremitas (peningkatan bengkak, pucat, sianosis, penurunan sensasi). 7) Berkolaborasi dalam pemeriksaan penunjang seperti radiologi ulang. Tindakan ini didokumentasikan secara rinci, termasuk hasil pemeriksaan CMS.
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0126
Deskripsi Singkat: Risiko terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal. Risiko ini sangat tinggi pada pasien ini karena riwayat Diabetes Melitus (DM) yang ditunjukkan dengan GDS sangat tinggi (382 mg/dL) dan adanya stres fisiologis berat akibat trauma (fraktur). Stres trauma meningkatkan hormon kontra-regulator (kortisol, katekolamin) yang menyebabkan hiperglikemia, yang dapat memperburuk penyembuhan luka dan meningkatkan risiko infeksi.
Kode SLKI: L.27001
Deskripsi : Kontrol Kadar Glukosa Darah: Tindakan untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam batas normal. Tujuannya adalah mencegah komplikasi hiperglikemia lebih lanjut dan mencapai kadar glukosa darah yang lebih aman, ditandai dengan penurunan GDS menuju target, tidak ada gejala hiperglikemia berat (polidipsi, poliuri, penurunan kesadaran), dan penyembuhan luka yang tidak terhambat. Perawat akan memantau kadar gula darah secara berkala, berkolaborasi dalam terapi insulin, memastikan diet yang sesuai, dan memantau tanda-tanda komplikasi metabolik.
Kode SIKI: I.27020
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia: Tindakan untuk menurunkan kadar glukosa darah. Intervensi spesifik yang dilakukan: 1) Memantau kadar glukosa darah sesuai ketentuan (misalnya, setiap 6 jam atau sesuai program insulin). 2) Berkolaborasi pemberian terapi insulin sesuai resep dokter, dengan perhitungan dosis yang cermat mengingat pasien juga menjalani HD (perhatikan risiko hipoglikemia pasca-HD). 3) Memantau asupan nutrisi pasien dan berkolaborasi dengan ahli gizi untuk penyusunan diet DM renal sesuai kondisi. 4) Memonitor tanda dan gejala hiperglikemia (poliuri, polidips
Article No. 24956 | 08 Apr 2026
Klinis : pasien tidak mampu melihat
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Risiko Cedera
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : Pasien terlindung dari cedera
Kode SIKI: I.01299
Deskripsi : Manajemen Lingkungan: Keselamatan
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0017
Deskripsi Singkat: Risiko Jatuh
Kode SLKI: L.08002
Deskripsi : Pasien bebas dari jatuh
Kode SIKI: I.01299
Deskripsi : Manajemen Lingkungan: Keselamatan
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0085
Deskripsi Singkat: Ansietas
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : Tingkat ansietas pasien menurun
Kode SIKI: I.2499
Deskripsi : Manajemen Ansietas
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0096
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri: Mandi/Higiene
Kode SLKI: L.03002
Deskripsi : Kebutuhan mandi/higiene pasien terpenuhi
Kode SIKI: I.04101
Deskripsi : Bantuan Mandi
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0097
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri: Berpakaian/Berdandan
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Kebutuhan berpakaian/berdandan pasien terpenuhi
Kode SIKI: I.04102
Deskripsi : Bantuan Berpakaian/Berdandan
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri: Makan
Kode SLKI: L.03004
Deskripsi : Kebutuhan makan pasien terpenuhi
Kode SIKI: I.04103
Deskripsi : Bantuan Makan
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri: Toileting
Kode SLKI: L.03005
Deskripsi : Kebutuhan toileting pasien terpenuhi
Kode SIKI: I.04104
Deskripsi : Bantuan Toileting
Kondisi: pasien tidak mampu melihat
Kode SDKI: D.0100
Deskripsi Singkat: Defisit Perawatan Diri: Mobilitas Fisik
Kode SLKI: L.03006
Deskripsi : Kebutuhan mobilitas fisik pasien terpenuhi
Kode SIKI: I.04105
Deskripsi : Bantuan Mobilitas Fisik
Article No. 24957 | 08 Apr 2026
Klinis : Sesak Masih Batuk Berkurang P/b Datang Dengan Keluhan Sesak Nafsa(+), Lemas(+), Susah Makan(+), Pusing(+) Cm Td 110/76 Rr 24 N 118 Spo2 97% Nrm 14 Lpm T 36.9 Ronkhi +/+
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif
Kode SDKI: 00031
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran pernapasan untuk mempertahankan jalan napas yang paten. Kondisi ini ditandai dengan adanya suara napas tambahan (ronkhi), peningkatan frekuensi pernapasan (RR 24x/menit), batuk, dan keluhan sesak napas.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Bersihan jalan napas. Tujuan utama dari intervensi keperawatan ini adalah untuk memastikan jalan napas pasien tetap terbuka dan bersih dari hambatan, sehingga pertukaran gas dapat berlangsung optimal. Indikator keberhasilannya meliputi suara napas bersih (tidak ada ronkhi), pola napas yang efektif dan teratur, serta tidak adanya keluhan sesak napas. Dalam konteks pasien ini, SLKI ini berfokus pada upaya untuk mengurangi atau menghilangkan ronkhi yang terdengar di kedua paru, menurunkan frekuensi pernapasan ke dalam rentang normal, dan menghilangkan sensasi sesak yang dirasakan pasien. Pencapaian SLKI ini akan secara langsung meningkatkan saturasi oksigen dan mengurangi kerja pernapasan.
Kode SIKI: 3310
Deskripsi : Manajemen jalan napas. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan keperawatan yang sistematis dan terencana untuk mempertahankan patensi jalan napas, meningkatkan pertukaran gas, dan mencegah komplikasi. Tindakan spesifik yang dapat dilakukan meliputi: (1) Posisikan pasien dalam posisi semi-Fowler atau Fowler untuk memudahkan ekspansi dada dan pengembangan paru. (2) Ajarkan dan bantu latihan napas dalam dan batuk efektif untuk membantu mengeluarkan sekresi. (3) Lakukan fisioterapi dada (perkusi, vibrasi, dan drainase postural) jika diperlukan dan sesuai indikasi untuk mengeluarkan sekresi yang kental. (4) Lakukan penghisapan lendir (suction) jika pasien tidak mampu mengeluarkan sekresi sendiri secara adekuat. (5) Monitor dan catat karakteristik pernapasan (frekuensi, irama, kedalaman, dan adanya suara napas tambahan) secara berkala. (6) Berikan terapi oksigen sesuai program dan monitor efektivitasnya melalui nilai SpO2. (7) Dorong asupan cairan yang adekuat (jika tidak ada kontraindikasi) untuk mengencerkan sekresi. (8) Ajarkan pasien dan keluarga tentang tanda-tanda gangguan jalan napas yang perlu dilaporkan. (9) Kolaborasi dengan tim medis untuk pemberian obat-obatan seperti bronkodilator atau mukolitik sesuai resep. Implementasi SIKI ini harus dilakukan secara holistik, dengan mempertimbangkan kondisi pasien secara keseluruhan termasuk keluhan lemas dan susah makan, sehingga pendekatannya tidak hanya fisik tetapi juga edukatif dan suportif untuk memastikan kepatuhan dan keberhasilan terapi.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 00094
Deskripsi Singkat: Pengalaman ketidakcukupan energi fisik atau psikologis untuk melanjutkan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan. Kondisi ini didukung oleh data klinis pasien yang mengeluh lemas, sesak napas, peningkatan frekuensi nadi (N 118x/menit), dan kesulitan makan.
Kode SLKI: 0201
Deskripsi : Toleransi aktivitas. Tujuan dari SLKI ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas fisik secara bertahap tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan atau distress pernapasan. Indikator keberhasilan meliputi kemampuan pasien melakukan aktivitas perawatan diri (seperti makan) dengan bantuan minimal, penurunan keluhan lemas, stabilnya tanda vital (denyut nadi dan pernapasan) sebelum, selama, dan setelah aktivitas, serta peningkatan kekuatan dan daya tahan secara subjektif maupun objektif. Pada pasien ini, fokusnya adalah meningkatkan energi sehingga pasien dapat makan dengan cukup untuk mendukung proses penyembuhan, serta melakukan mobilisasi bertahap tanpa memperburuk sesak napas atau menyebabkan takikardi yang signifikan.
Kode SIKI: 0201
Deskripsi : Manajemen energi. Intervensi ini bertujuan untuk menghemat dan mengoptimalkan penggunaan energi pasien agar dapat dialokasikan untuk proses penyembuhan dan aktivitas penting. Tindakan keperawatan yang dilakukan meliputi: (1) Kaji pola dan tingkat kelelahan pasien, serta faktor yang memperberat dan meringankan. (2) Bantu pasien dalam mengidentifikasi dan memprioritaskan aktivitas yang penting. (3) Rencanakan jadwal aktivitas yang teratur diselingi periode istirahat yang cukup sebelum pasien mengalami kelelahan ekstrem. (4) Ajarkan teknik penghematan energi, seperti duduk saat melakukan aktivitas (misalnya saat makan atau mandi), menggunakan alat bantu jika diperlukan, dan memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil. (5) Bantu dalam aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan, khususnya terkait kesulitan makan, seperti menyiapkan makanan dalam porsi kecil tapi sering yang mudah dikunyah dan ditelan, serta menciptakan lingkungan makan yang tenang. (6) Monitor respons kardiovaskuler dan pernapasan terhadap aktivitas (naiknya denyut nadi tidak lebih dari 20x/menit dari baseline, tidak munculnya sesak napas). (7) Tingkatkan aktivitas secara bertahap sesuai toleransi, dimulai dari aktivitas di tempat tidur, lalu duduk, berdiri, dan berjalan jarak pendek. (8) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan asupan nutrisi yang adekuat guna mendukung pemulihan energi. Pendekatan manajemen energi sangat krusial karena kelemahan dan intoleransi aktivitas dapat memperlambat pemulihan, meningkatkan risiko komplikasi seperti atelektasis, dan memperburuk kondisi nutrisi pasien.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: 00002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik tubuh. Diagnosis ini ditegakkan berdasarkan keluhan utama pasien yaitu "Susah Makan" yang dapat menyebabkan asupan energi dan protein tidak mencukupi, terutama dalam kondisi penyakit yang meningkatkan kebutuhan metabolisme seperti infeksi saluran pernapasan.
Kode SLKI: 1102
Deskripsi : Status nutrisi. Tujuan intervensi keperawatan adalah untuk meningkatkan asupan nutrisi sehingga memenuhi kebutuhan tubuh untuk proses penyembuhan, pemeliharaan fungsi imun, dan pencegahan katabolisme otot. Indikator keberhasilannya meliputi peningkatan nafsu makan dan kemampuan makan pasien, peningkatan berat badan atau setidaknya stabilisasi berat badan (tidak turun), peningkatan nilai laboratorium terkait nutrisi (seperti albumin atau hemoglobin jika diperiksa), serta peningkatan kekuatan dan perasaan berenergi. Pada pasien dengan sesak napas, makan seringkali menjadi aktivitas yang melelahkan, sehingga SLKI ini sangat terkait dengan SLKI toleransi aktivitas.
Kode SIKI: 1120
Deskripsi : Manajemen nutrisi. Intervensi ini melibatkan tindakan untuk memastikan pasien menerima asupan makanan dan cairan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya. Tindakan spesifik yang dapat dilakukan adalah: (1) Kaji pola makan biasa, kesukaan, dan ketidaksukaan pasien. (2) Timbang berat badan secara teratur dan monitor trend-nya. (3) Ciptakan lingkungan makan yang nyaman, bebas dari bau yang tidak sedap, dan minim gangguan. (4) Sajikan makanan dalam porsi kecil tetapi sering (misalnya 5-6 kali sehari) untuk mengurangi rasa kenyang dan sesak setelah makan. (5) Pilih makanan dengan tekstur lunak, mudah dikunyah dan ditelan, serta tinggi kalori dan protein (seperti bubur fortifikasi, susu, puding, telur). (6) Anjurkan pasien untuk beristirahat sebelum waktu makan untuk menghemat energi. (7) Bantu pasien dalam posisi makan yang nyaman, biasanya posisi duduk tegak atau semi-Fowler untuk memudahkan menelan dan mencegah aspirasi. (8) Berikan perawatan mulut sebelum dan sesudah makan untuk meningkatkan nafsu makan. (9) Monitor dan catat jumlah asupan makanan dan cairan setiap hari. (10) Kolaborasi dengan ahli gizi untuk perencanaan diet yang sesuai dan pemberian suplementasi nutrisi oral jika diperlukan. (11) Edukasi pasien dan keluarga tentang pentingnya nutrisi dalam proses penyembuhan. Intervensi nutrisi yang adekuat merupakan fondasi penting untuk pemulihan, karena status nutrisi yang baik akan meningkatkan sistem imun, memperbaiki fungsi otot pernapasan, dan mempercepat penyembuhan jaringan.
Article No. 24958 | 08 Apr 2026
Klinis : Pasien dengan penurunan kesadaran ku lemah, kes somnolent TD : 179/107--144 HR : 88 RR : 22 S : 36.2 SPO2 : 98 GDS : 338 mg/dl
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Penurunan Kesadaran (Somnolent) pada Pasien Hiperglikemia
Kode SDKI: 0016
Deskripsi Singkat: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Pengendalian Kadar Glukosa Darah
Kode SIKI: 3501
Deskripsi : Pemantauan Kadar Glukosa Darah
Penjelasan Lengkap SDKI, SLKI, dan SIKI:
Diagnosa Keperawatan (SDKI 0016 - Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah): Diagnosa ini ditetapkan berdasarkan data pasien yang menunjukkan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) sangat tinggi yaitu 338 mg/dl, disertai dengan penurunan kesadaran (somnolent). Somnolent adalah keadaan mengantuk yang abnormal di mana pasien dapat dibangunkan dengan rangsangan, tetapi kembali tertidur jika rangsangan dihentikan. Kondisi ini sangat mungkin merupakan manifestasi dari hiperglikemia berat yang dapat berkembang menjadi keadaan darurat hiperglikemik seperti Ketoasidosis Diabetik (DKA) atau Status Hiperglikemik Hiperosmolar (HHS). Data tekanan darah yang tinggi (179/107--144) juga dapat menjadi respons stres tubuh terhadap kondisi hiperglikemia dan ketidakseimbangan metabolik. SDKI ini didefinisikan sebagai keadaan rentan terhadap variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam kesehatan. Pada kasus ini, risiko telah menjadi realita (aktual) yang dimanifestasikan dengan nilai GDS yang sangat tinggi dan perubahan status mental.
Luaran Keperawatan (SLKI 1401 - Pengendalian Kadar Glukosa Darah): SLKI ini adalah tujuan atau hasil yang diharapkan dari intervensi keperawatan. Luaran yang diharapkan untuk pasien ini adalah tercapainya pengendalian kadar glukosa darah. Kriteria luaran yang spesifik mencakup: (1) Kadar glukosa darah dalam rentang yang ditargetkan – target jangka pendek adalah menurunkan kadar glukosa secara bertahap dan aman untuk mencegah edema serebral; (2) Tidak ada tanda dan gejala hipoglikemia atau hiperglikemia – dalam hal ini, tanda hiperglikemia (somnolent, poliuria, polidipsia) harus berkurang dan hilang; (3) Tingkat kesadaran membaik – dari somnolent menjadi compos mentis (sadar penuh); dan (4) Tanda-tanda vital stabil – tekanan darah dan frekuensi napas yang meningkat sebagai kompensasi awal diharapkan kembali ke rentang normal seiring terkendalinya gula darah. Pencapaian luaran ini menunjukkan keberhasilan manajemen kondisi akut pasien.
Intervensi Keperawatan (SIKI 3501 - Pemantauan Kadar Glukosa Darah): Intervensi utama yang harus dilakukan perawat berdasarkan kondisi pasien adalah pemantauan ketat kadar glukosa darah. SIKI ini didefinisikan sebagai pengukuran kadar glukosa darah secara berkala untuk mendeteksi variasi dan mengevaluasi efektivitas terapi. Aktivitas keperawatan yang spesifik dan kritis dalam kasus ini meliputi: (1) Melakukan pemeriksaan glukosa darah dengan glukometer secara berkala (misal: setiap 1-2 jam awal) untuk memantau tren penurunan gula darah; (2) Mengobservasi tanda dan gejala hiperglikemia berat dan hipoglikemia – memantau status neurologis (kesadaran) secara kontinu, mengobservasi pola napas (Kussmaul jika ada asidosis), dan tanda dehidrasi; (3) Melaporkan hasil yang tidak normal – melaporkan GDS 338 mg/dl dan penurunan kesadaran segera kepada dokter untuk mendapatkan terapi insulin dan cairan intravena; (4) Memantau tanda-tanda vital – tekanan darah, nadi, pernapasan, dan suhu seperti yang telah dilakukan; serta (5) Memantau hasil pemeriksaan laboratorium lain seperti elektrolit, keton darah atau urin, dan osmolalitas darah jika tersedia. Intervensi ini harus dilengkapi dengan SIKI lain seperti Pengelolaan Hiperglikemia (3502) (misalnya membantu pemberian insulin sesuai instruksi dokter) dan Pemantauan Neurologis (0701) untuk mendeteksi perubahan kesadaran lebih lanjut. Pendekatan kolaboratif dengan tim medis sangat penting untuk menangani kondisi gawat darurat metabolik ini.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435