Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 23429 | 27 Dec 2025
Klinis : g3p2a0 hamil 38-39 minggu dengan presentasi bokong dan oligohidramnion
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Kehamilan 38-39 minggu, janin tunggal, presentasi bokong, dengan oligohidramnion
Kode ICD-10: O32.1
Deskripsi Singkat : Kondisi ini menggambarkan seorang ibu hamil (G3P2A0, artinya hamil ketiga, pernah melahirkan dua kali, dan tidak pernah abortus) pada usia kehamilan 38-39 minggu dengan dua komplikasi utama. Pertama, presentasi bokong, di mana bagian bawah atau kaki janin berada di posisi terendah di pelvis ibu, bukan kepala, sehingga memerlukan penanganan persalinan khusus (seperti persiapan untuk seksio sesarea). Kedua, terdapat oligohidramnion, yaitu jumlah cairan ketuban yang kurang dari normal, yang dapat mempengaruhi perkembangan janin dan menjadi tanda gangguan plasenta atau janin. Kode ICD-10 O32.1 secara spesifik mengklasifikasikan "Perawatan ibu untuk presentasi bokong yang diketahui atau diduga". Kode ini berada dalam bab "Kehamilan, persalinan dan nifas" (O00-O9A) dan kategori O30-O48, yang mencakup "Perawatan ibu untuk masalah lain yang berhubungan terutama dengan kehamilan". Penggunaan kode ini menandakan bahwa presentasi bokong merupakan alasan utama untuk pemantauan, rawat inap, atau intervensi obstetrik seperti persalinan operatif. Oligohidramnion, sebagai kondisi terkait, juga perlu dikodekan secara terpisah (biasanya dengan kode O41.0) untuk kelengkapan rekam medis, menggambarkan kompleksitas kasus dan kebutuhan penanganan multidisiplin.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 23430 | 27 Dec 2025
Klinis : g3p2a0 hamil 38-39 minggu dengan presentasi bokong dan oligohidramnion
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: G3P2A0 Hamil 38-39 Minggu dengan Presentasi Bokong dan Oligohidramnion
Kode SDKI: 0001
Deskripsi Singkat: Risiko tinggi cedera pada ibu dan/atau janin berhubungan dengan presentasi bokong dan oligohidramnion.
Kode SLKI: 0901
Deskripsi : Perilaku pencegahan risiko cedera pada ibu dan janin. Intervensi keperawatan ini bertujuan untuk meminimalkan potensi cedera atau komplikasi pada ibu dan janin melalui serangkaian tindakan pemantauan, edukasi, dan kolaborasi. Pada kondisi presentasi bokong dan oligohidramnion, risiko utama meliputi kompresi tali pusat (prolapsus atau gawat janin), persalinan macet karena bagian terbesar janin (kepala) lahir terakhir, serta meningkatnya kemungkinan intervensi bedah sesar. SLKI ini mencakup pemantauan ketat tanda-tanda vital ibu, pemantauan denyut jantung janin (DJJ) secara kontinu atau intermiten sesuai protokol untuk mendeteksi dini gawat janin, serta observasi tanda-tanda inpartu. Perawat juga memberikan edukasi kepada ibu dan keluarga tentang tanda-tanda bahaya yang harus segera dilaporkan, seperti pecah ketuban (karena risiko prolaps tali pusat lebih tinggi), penurunan gerakan janin, atau perdarahan. Persiapan untuk kemungkinan persalinan sesar juga merupakan bagian penting, termasuk memastikan kesiapan administrasi, informed consent, dan dukungan psikologis. Tindakan kolaboratif dengan bidan dan dokter, seperti mempersiapkan partograf, memfasilitasi pemeriksaan USG ulang, dan mempersiapkan ruang bersalin atau operasi, sangat krusial. Tujuan akhirnya adalah memastikan kesejahteraan ibu dan janin dengan antisipasi komplikasi yang mungkin terjadi.
Kode SIKI: 0901
Deskripsi : Pemantauan risiko cedera pada ibu dan janin. Kriteria hasil ini mengukur keberhasilan dari intervensi yang dilakukan. Pada kondisi ini, hasil yang diharapkan adalah: (1) Ibu dan janin tidak mengalami cedera selama masa antenatal dan intrapartum, ditandai dengan DJJ dalam batas normal (110-160 dpm), variabilitas baik, tidak ada deselerasi yang mencurigakan, dan ibu tidak menunjukkan tanda-tanda syok atau perdarahan. (2) Ibu dan keluarga mampu menyebutkan tanda-tanda bahaya dan tahu kapan harus mencari pertolongan, menunjukkan pemahaman tentang kondisi risikonya. (3) Komplikasi seperti prolaps tali pusat atau gawat janin dapat terdeteksi secara dini dan ditangani dengan tepat waktu. (4) Jika persalinan pervaginam direncanakan dengan pertimbangan tertentu, kemajuan persalinan adekuat tanpa tanda-tanda distosia bahu atau kepala terjebak. (5) Jika persalinan sesar dilakukan, persiapan berjalan lancar, ibu memberikan informed consent dengan pemahaman, dan tidak terjadi penundaan yang membahayakan. (6) Ibu melaporkan kecemasannya dapat terkelola dengan baik melalui dukungan yang diterima. Pencapaian SIKI ini menunjukkan bahwa asuhan keperawatan telah efektif dalam mengidentifikasi, memantau, dan merespons faktor risiko yang ada, sehingga outcome negatif dapat dicegah atau diminimalkan.
-
Article No. 23431 | 27 Dec 2025
Klinis : g3p2a0 hamil 38-39 minggu dengan presentasi bokong dan oligohidramnion
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: G3P2A0 Hamil 38-39 Minggu dengan Presentasi Bokong dan Oligohidramnion
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Risiko tinggi cedera pada ibu dan/atau janin terkait dengan kondisi kehamilan (presentasi bokong dan oligohidramnion) yang dapat menyebabkan komplikasi persalinan seperti asfiksia, trauma lahir, dan kebutuhan seksio sesarea.
Kode SLKI: 1922
Deskripsi : Intervensi Keperawatan: Manajemen Persalinan dengan Presentasi Bokong. Deskripsi: Perawat melakukan asuhan keperawatan komprehensif pada ibu dengan persalinan presentasi bokong untuk mencegah komplikasi dan memastikan keselamatan ibu dan janin. Intervensi ini mencakup pemantauan ketat tanda-tanda vital ibu dan denyut jantung janin (DJJ) secara kontinu, mengobservasi tanda-tanda inpartu, dan mempersiapkan segala kemungkinan tindakan darurat. Perawat memposisikan ibu dengan tepat (misalnya, posisi litotomi atau setengah duduk) untuk memudahkan persalinan dan mencegah prolaps tali pusat. Perawat juga memberikan dukungan psikologis dan edukasi kepada ibu serta keluarga mengenai proses persalinan yang akan dihadapi, termasuk kemungkinan intervensi medis seperti seksio sesarea. Kolaborasi dengan dokter spesialis obstetri dan tim neonatal sangat intensif untuk persiapan resusitasi bayi baru lahir dan tindakan operatif jika diperlukan. Dokumentasi yang akurat dan berkelanjutan tentang perkembangan persalinan dan respons ibu serta janin terhadap intervensi yang dilakukan adalah bagian integral dari manajemen ini.
Kode SIKI: 3601
Deskripsi : Kriteria Hasil: Persalinan Aman. Deskripsi: Ibu dan bayi baru lahir selamat melalui proses persalinan tanpa cedera atau komplikasi mayor yang dapat dicegah. Kriteria ini diukur dengan tercapainya beberapa indikator utama. Pertama, tanda-tanda vital ibu (tekanan darah, nadi, suhu, pernapasan) tetap dalam batas normal selama dan setelah persalinan, tanpa tanda syok atau perdarahan masif. Kedua, denyut jantung janin sebelum dan selama persalinan tetap dalam rentang normal (110-160 dpm), tanpa adanya deselerasi lambat atau variabilitas yang hilang yang mengindikasikan gawat janin. Ketiga, persalinan berlangsung dengan intervensi yang tepat waktu, baik persalinan pervaginam dengan asistensi yang aman maupun melalui seksio sesarea yang diputuskan berdasarkan indikasi yang jelas, sehingga menghindari trauma pada ibu (seperti laserasi jalan lahir luas) dan pada bayi (seperti trauma pleksus brakialis, fraktur, atau asfiksia neonatorum). Keempat, bayi lahir dengan nilai APGAR ≥7 pada menit ke-5, menunjukkan adaptasi yang baik terhadap kehidupan ekstrauterin. Kelima, tidak terjadi komplikasi seperti prolaps tali pusat, distosia bahu pada presentasi bokong, atau ruptur uteri. Keenam, ibu dan keluarga memahami proses yang terjadi dan merasa didukung secara emosional. Pencapaian hasil ini memerlukan asuhan keperawatan yang terampil, waspada, dan kolaboratif untuk mengantisipasi dan menangani risiko yang muncul dari kombinasi presentasi bokong dan oligohidramnion, yang secara signifikan meningkatkan potensi komplikasi intrapartum.
-
Article No. 23432 | 27 Dec 2025
Klinis : Skizofrenia Herbefrenik
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Skizofrenia Hebefrenik
Kode SDKI: 0900
Deskripsi Singkat: Gangguan persepsi dan kognisi ditandai dengan disorganisasi perilaku dan bicara, afek yang tidak sesuai atau datar, serta gangguan proses pikir yang mengakibatkan penurunan kemampuan dalam menilai realita, berhubungan sosial, dan merawat diri.
Kode SLKI: 4320
Deskripsi : Perilaku kekerasan dapat dicegah. Intervensi keperawatan diarahkan untuk mengidentifikasi faktor pemicu, menciptakan lingkungan yang aman dan tenang, serta membantu pasien mengembangkan mekanisme koping yang adaptif untuk mengelola amarah, agitasi, atau halusinasi yang memerintah. Perawat memantau tanda-tanda peningkatan agitasi, menggunakan teknik komunikasi terapeutik untuk menenangkan, dan menerapkan strategi de-eskalasi. Tujuannya adalah mencegah pasien melukai diri sendiri, orang lain, atau merusak lingkungan, sekaligus mempertahankan harga diri pasien.
Kode SIKI: 4320A
Deskripsi : Identifikasi faktor yang memicu perilaku kekerasan. Perawat mengkaji riwayat perilaku kekerasan, pola agitasi, dan respons terhadap stres. Faktor pemicu dapat berupa halusinasi yang mengancam (misalnya, suara-suara yang memerintahkan untuk berkelahi), delusi persecusi (merasa akan disakiti), frustrasi akibat miskomunikasi, lingkungan yang terlalu stimulatif (ramai, bising), atau kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi. Pengkajian dilakukan secara terus-menerus dan holistik, melibatkan observasi perilaku nonverbal (tangan mengepal, wajah tegang, mondar-mandir), isi pikiran, serta kondisi lingkungan. Data ini menjadi dasar untuk menyusun rencana intervensi yang spesifik dan personal.
Kode SLKI: 4330
Deskripsi : Perilaku bunuh diri dapat dicegah. Pada pasien skizofrenia, risiko bunuh diri dapat muncul selama fase akut akibat distres yang luar biasa dari gejala psikotik, atau selama fase pemulihan ketika insight mulai muncul dan pasien menyadari dampak penyakitnya. Intervensi keperawatan berfokus pada pengkajian risiko bunuh diri secara komprehensif dan berkelanjutan, termasuk niat, rencana, dan akses pada sarana. Lingkungan dibuat aman dengan menghilangkan benda-benda berbahaya. Perawat membangun hubungan saling percaya, memberikan dukungan emosional, dan membantu pasien melihat alternatif lain dari bunuh diri. Kolaborasi dengan tim dan keluarga sangat penting untuk memastikan pengawasan dan dukungan yang konsisten.
Kode SIKI: 4330A
Deskripsi : Kaji risiko bunuh diri. Perawat melakukan pengkajian langsung, empatik, dan tidak menghakimi tentang ide, rencana, niat, dan upaya bunuh diri sebelumnya. Pertanyaan diajukan secara jelas, misalnya, "Apakah Anda pernah merasa putus asa hingga ingin mengakhiri hidup?" atau "Apakah Anda memiliki rencana untuk melukai diri sendiri saat ini?". Perawat juga menilai faktor protektif, seperti dukungan keluarga, keyakinan agama, atau rencana masa depan. Pengkajian mencakup evaluasi terhadap gejala depresif yang menyertai, perasaan hopelessness, dan isi halusinasi atau delusi yang mungkin memerintahkan untuk bunuh diri. Dokumentasi yang akurat dan komunikasi hasil kaji kepada tim sangat vital.
Kode SLKI: 1301
Deskripsi : Perawatan diri terpenuhi. Pada skizofrenia hebefrenik, disorganisasi perilaku dan gangguan kognitif sering menyebabkan defisit berat dalam aktivitas perawatan diri (mandi, berpakaian, kebersihan toileting, makan). Intervensi keperawatan bertujuan membantu pasien memenuhi kebutuhan perawatan diri secara mandiri sejauh mungkin. Perawat memberikan bantuan, pengarahan, dan penguatan langkah demi langkah. Lingkungan dan rutinitas dibuat terstruktur. Tujuannya adalah meningkatkan kemandirian, harga diri, dan mencegah komplikasi kesehatan fisik akibat pengabaian perawatan diri.
Kode SIKI: 1301A
Deskripsi : Bantu memenuhi kebutuhan perawatan diri. Perawat membantu pasien dalam aktivitas hidup sehari-hari dengan pendekatan yang suportif dan tidak menghakimi. Intervensi dapat berupa mengingatkan jadwal mandi, menyiapkan perlengkapan mandi, memberikan instruksi sederhana dan konkret ("Sekarang kita basahi badan dulu"), atau memberikan bantuan fisik sebagian jika diperlukan. Perawat mendorong partisipasi pasien sekecil apa pun dan memberikan pujian untuk setiap usaha. Pendidikan kesehatan tentang pentingnya kebersihan diri juga diberikan dengan bahasa yang sederhana. Intervensi ini dilakukan dengan menjaga privasi dan martabat pasien.
Kode SLKI: 1470
Deskripsi : Koping efektif. Pasien skizofrenia hebefrenik mengalami kesulitan besar dalam mengelola stres dan gejala penyakitnya akibat gangguan proses pikir dan afek. Intervensi keperawatan bertujuan untuk mengidentifikasi bersama sumber stres, mengenali tanda-tanda kekambuhan, dan mengembangkan strategi koping yang sederhana dan realistis. Perawat melatih keterampilan seperti teknik relaksasi dasar, pengalihan perhatian dari halusinasi, atau cara meminta bantuan ketika merasa kewalahan. Tujuannya adalah mengurangi distress, meningkatkan rasa kontrol diri, dan mencegah eksaserbasi gejala.
Kode SIKI: 1470A
Deskripsi : Ajarkan strategi koping. Perawat melakukan edukasi individual dengan metode yang disesuaikan dengan tingkat penerimaan dan konsentrasi pasien. Strategi yang diajarkan harus konkret, misalnya: "Jika suara-suara itu mengganggu, coba dengarkan musik melalui earphone ini" atau "Jika merasa gelisah, kita bisa latihan tarik napas dalam di sini". Perawat menggunakan role-play untuk melatih keterampilan meminta obat atau menyampaikan keluhan pada tenaga kesehatan. Pengajaran dilakukan berulang-ulang, singkat, dan disertai contoh. Keluarga juga dilibatkan untuk mendukung penerapan strategi koping di rumah.
Kode SLKI: 4500
Deskripsi : Interaksi sosial meningkat. Gejala negatif seperti afek datar, avolisi, dan inkoherensi bicara menyebabkan isolasi sosial berat pada pasien hebefrenik. Intervensi keperawatan difokuskan pada peningkatan kemampuan dan kepercayaan diri dalam berinteraksi. Diawali dengan interaksi satu-per-satu yang terstruktur, kemudian secara bertahap diperkenalkan pada aktivitas kelompok kecil yang sederhana dan tidak menuntut. Perawat memberikan umpan balik positif untuk setiap upaya komunikasi, melatih keterampilan sosial dasar (menyapa, menjaga kontak mata), dan menciptakan lingkungan yang tidak mengancam. Tujuannya adalah mengurangi isolasi dan meningkatkan kualitas hidup.
Kode SIKI: 4500A
Deskripsi : Fasilitasi interaksi sosial. Perawat secara aktif mendorong dan memfasilitasi keterlibatan pasien dalam interaksi sosial. Pada sesi individual, perawat menjadi model komunikasi dengan bicara pelan, jelas, dan memberikan waktu lama bagi pasien untuk merespons. Perawat dapat mengajak pasien mengobrol tentang topik netral dan konkret, atau melakukan aktivitas bersama seperti permainan sederhana. Selanjutnya, perawat mendampingi pasien mengikuti aktivitas kelompok seperti terapi aktivitas atau psikodrama sederhana, memberikan dukungan selama sesi berlangsung, dan membahas pengalamannya setelahnya. Pujian diberikan untuk setiap partisipasi.
-
Article No. 23423 | 26 Dec 2025
Klinis : Defisit perawatan diri
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: ```html