Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 24981 | 09 Apr 2026
Klinis : Benjolan diarea kemaluan sejak 4 tahun ini sebelumnya bisa masuk sendiri, sejak 1 minggu ini menetap dan dirasakan nyeri. TelaahBenjolan diarea kemaluan sejak 4 tahun ini sebelumnya bisa masuk sendiri, sejak 1 minggu ini menetap dan dirasakan nyeri. Mual (+) muntah (-). Nafsu makan menurun. Demam (-). Batuk (-). BAK dan BAB diakui os normal. Riwayat Penyakit DahuluHT dan DM tipe 2 disangkal
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: D.0006
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat cedera jaringan aktual atau potensial, atau digambarkan dalam istilah cedera tersebut (International Association for the Study of Pain); onset mendadak atau lambat dengan intensitas ringan hingga berat dengan akhir yang dapat diantisipasi atau diperkirakan dan durasi kurang dari 3 bulan.
Kode SLKI: L.08001
Deskripsi : SLKI: Kontrol Nyeri. Tujuan akhirnya adalah pasien mampu mengontrol nyeri. Indikator utamanya adalah: 1) Mengenali faktor penyebab; 2) Mengenali onset nyeri; 3) Menggunakan metode nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri; 4) Menggunakan obat analgesik sesuai resep/program terapi; 5) Melaporkan nyeri dapat terkontrol. Pada kasus benjolan di area kemaluan (yang diduga kuat adalah hernia inguinalis inkarserata/terjepit) dengan nyeri yang menetap sejak 1 minggu, fokus SLKI adalah mencapai kontrol nyeri yang adekuat. Perawat akan membantu pasien mengenali bahwa nyeri dipicu oleh benjolan yang terjepit dan tidak bisa masuk kembali. Pasien akan didorong untuk segera melaporkan onset atau peningkatan nyeri. Metode nonfarmakologi seperti posisi berbaring dengan kaki sedikit ditinggikan atau kompres dingin mungkin dapat direkomendasikan untuk mengurangi pembengkakan dan ketidaknyamanan, namun pada kondisi inkarserata, intervensi medis (reposisi manual atau operasi) adalah utama. Penggunaan analgesik sesuai resep dokter sangat kritikal. Kriteria keberhasilan adalah pasien melaporkan bahwa nyeri berkurang atau hilang setelah intervensi, baik farmakologis maupun bedah.
Kode SIKI: I.08079
Deskripsi : SIKI: Manajemen Nyeri. Intervensi ini meliputi aktivitas: 1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif (lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas, faktor pencetus dan pereda); 2) Observasi tanda-tanda non verbal ketidaknyamanan; 3) Tentukan dampak nyeri terhadap fungsi kehidupan; 4) Kolaborasi pemberian analgetik sesuai indikasi; 5) Ajarkan teknik nonfarmakologi; 6) Evaluasi efektivitas intervensi pengurangan nyeri. Pada pasien ini, perawat akan mengkaji nyeri secara detail (skala, karakteristik seperti tajam atau tumpul, kontinu atau intermiten). Observasi tanda non-verbal seperti wajah meringis, gelisah, atau melindungi area selangkangan sangat penting. Dampak nyeri sudah terlihat pada penurunan nafsu makan. Perawat akan berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik yang sesuai, mengingat nyeri ini bersifat akut dan terkait dengan kemungkinan iskemia jaringan. Teknik nonfarmakologi seperti pengaturan posisi dan dukungan emosional akan diajarkan. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan nyeri terkontrol sebelum dan setelah tindakan penatalaksanaan hernia.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: D.0012
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kegugupan yang berasal dari antisipasi ancaman, sumbernya seringkali tidak spesifik atau tidak dikenal oleh individu; dapat terjadi sebagai respons terhadap stresor internal atau eksternal.
Kode SLKI: L.14001
Deskripsi : SLKI: Kontrol Ansietas. Tujuannya adalah pasien mampu mengontrol ansietas. Indikatornya meliputi: 1) Mengidentifikasi faktor penyebab ansietas; 2) Mengungkapkan perasaan ansietas; 3) Menunjukkan teknik relaksasi untuk mengurangi ansietas; 4) Melaporkan ansietas berkurang. Pasien dengan benjolan yang tiba-tiba menjadi nyeri, menetap, dan tidak dapat dimasukkan kembali, sangat mungkin mengalami kecemasan terkait diagnosis yang belum pasti, prosedur medis yang mungkin dihadapi (seperti operasi), serta dampaknya terhadap pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Kecemasan juga dapat memperberat persepsi nyeri. SLKI ini bertujuan agar pasien dapat mengenali bahwa perubahan kondisi benjolannya adalah sumber kecemasan, mau mengungkapkan kekhawatirannya kepada tenaga kesehatan, dan dapat diajarkan teknik pernapasan dalam atau distraksi untuk sementara waktu menenangkan diri. Keberhasilan ditandai dengan pasien tampak lebih tenang dan mampu mengikuti rencana perawatan dengan kooperatif.
Kode SIKI: I.14043
Deskripsi : SIKI: Pengurangan Ansietas. Intervensinya mencakup: 1) Identifikasi tingkat ansietas; 2) Dengarkan dengan penuh perhatian; 3) Gunakan pendekatan yang menenangkan; 4) Berikan informasi akurat tentang diagnosis dan prosedur; 5) Libatkan keluarga dalam memberikan dukungan; 6) Ajarkan teknik relaksasi. Perawat akan mengidentifikasi tingkat ansietas pasien melalui percakapan dan observasi. Mendengarkan keluhan pasien dengan empati adalah langkah pertama yang vital. Perawat menggunakan komunikasi terapeutik, suara yang tenang, dan penjelasan yang jelas untuk menciptakan rasa aman. Memberikan informasi yang akurat tentang kemungkinan diagnosis hernia inkarserata dan langkah-langkah penanganannya (pemeriksaan, kemungkinan tindakan reduksi atau operasi) dapat mengurangi ansietas akibat ketidaktahuan. Melibatkan keluarga untuk memberikan dukungan moral juga penting. Teknik relaksasi sederhana seperti napas dalam dapat diajarkan untuk membantu pasien mengelola perasaan cemasnya saat menunggu tindakan.
Kondisi: Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Kode SDKI: D.0002
Deskripsi Singkat: Asupan nutrisi yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
Kode SLKI: L.03001
Deskripsi : SLKI: Status Nutrisi. Tujuannya adalah status nutrisi pasien membaik. Indikatornya antara lain: 1) Asupan makanan dan cairan sesuai kebutuhan; 2) Berat badan dalam rentang normal; 3) Kadar albumin dalam rentang normal; 4) Kadar hemoglobin dalam rentang normal. Pada pasien ini, dilaporkan nafsu makan menurun. Penurunan nafsu makan ini dapat disebabkan oleh nyeri yang dialami dan juga oleh kondisi ansietas. Jika tidak ditangani, asupan nutrisi yang kurang dapat menghambat proses penyembuhan, terutama jika pasien memerlukan tindakan operasi. SLKI ini difokuskan untuk memastikan asupan nutrisi dan cairan pasien tetap adekuat meskipun nafsu makan menurun. Target jangka pendek adalah pasien dapat mengonsumsi makanan dalam porsi kecil namun sering, sesuai toleransi, dan berat badan tidak turun drastis. Parameter laboratorium seperti albumin dan hemoglobin menjadi tolok ukur objektif status nutrisinya.
Kode SIKI: I.03023
Deskripsi : SIKI: Manajemen Nutrisi. Intervensi keperawatan yang dilakukan meliputi: 1) Kaji faktor penyebab kurangnya asupan nutrisi; 2) Timbang berat badan setiap hari; 3) Identifikasi preferensi makanan pasien; 4) Kolaborasi pemberian diet sesuai indikasi; 5) Anjurkan porsi kecil tapi sering; 6) Berikan lingkungan yang nyaman saat makan. Perawat akan mengkaji penyebab utama penurunan nafsu makan, yaitu nyeri dan ansietas, sehingga manajemen nyeri dan ansietas menjadi prasyarat. Pemantauan berat badan harian penting untuk deteksi dini penurunan. Menanyakan makanan kesukaan pasien dapat membantu meningkatkan asupan. Perawat akan berkolaborasi dengan ahli gizi untuk menyusun diet yang mudah dicerna, tinggi protein dan kalori untuk persiapan kondisi tubuh, serta dalam porsi kecil dan frekuensi sering untuk mengatasi mual dan nafsu makan yang rendah. Menciptakan lingkungan makan yang tenang, bebas dari bau tidak sedap, dan mendampingi pasien dapat meningkatkan motivasi pasien untuk makan.
-
Article No. 24982 | 09 Apr 2026
Klinis : D.0005
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Demam Dengue
Kode ICD-10: A90
Deskripsi Singkat : Demam Dengue adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh virus Dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kondisi ini ditandai dengan demam tinggi mendadak yang dapat berlangsung 2-7 hari, sakit kepala hebat (terutama di belakang mata), nyeri otot dan sendi yang parah, ruam kulit, serta manifestasi perdarahan ringan seperti mimisan atau gusi berdarah. Kode ICD-10 A90 mengklasifikasikan Demam Dengue (klasik) tanpa komplikasi perdarahan yang signifikan. Kode ini membedakannya dari Demam Berdarah Dengue (DBD) yang lebih parah dan berpotensi fatal, yang dikodekan di bawah A91. Penggunaan kode A90 tepat untuk kasus dengan gejala khas dengue tanpa syok atau kebocoran plasma. Pemahaman kode ini penting untuk surveilans epidemiologi, tata kelola pasien, dan alokasi sumber daya kesehatan di daerah endemis.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
-
Article No. 24983 | 09 Apr 2026
Klinis : D.0005
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0005
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengarah pada hipoglikemia atau hiperglikemia.
Kode SLKI: L.03125
Deskripsi : Kontrol Glikemik: Tindakan untuk mengontrol kadar glukosa darah. SLKI ini memiliki beberapa kriteria hasil, termasuk: 1) Kadar glukosa darah dalam rentang target; 2) Mengenali tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia; 3) Melakukan tindakan yang tepat untuk mengatasi hipoglikemia atau hiperglikemia; 4) Mematuhi regimen terapi yang ditetapkan; dan 5) Memantau kadar glukosa darah secara mandiri sesuai anjuran. Tujuan akhirnya adalah mempertahankan homeostasis glukosa untuk mencegah komplikasi akut dan kronis, meningkatkan kualitas hidup, dan mendukung fungsi metabolik yang optimal. Pencapaian SLKI ini memerlukan kolaborasi antara perawat, pasien, dan keluarga dalam pendidikan kesehatan, modifikasi gaya hidup, serta pemantauan yang konsisten.
Kode SIKI: I.05259
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia: Intervensi keperawatan yang komprehensif untuk mencegah dan menangani kadar glukosa darah tinggi. SIKI ini mencakup serangkaian tindakan spesifik yang meliputi: 1) Memantau tanda-tanda vital dan status neurologis; 2) Memantau kadar glukosa darah secara berkala sesuai kondisi pasien; 3) Mengelola terapi insulin atau obat antihiperglikemia oral sesuai resep dengan tepat, termasuk teknik penyuntikan dan rotasi area injeksi; 4) Memberikan terapi cairan sesuai kebutuhan untuk koreksi dehidrasi; 5) Melakukan pendidikan kesehatan pada pasien dan keluarga mengenai penyebab, gejala, pencegahan hiperglikemia, serta teknik pemantauan mandiri; 6) Kolaborasi dengan tim gizi untuk penyusunan diet individu dengan kontrol karbohidrat; 7) Mendorong aktivitas fisik yang sesuai; dan 8) Memfasilitasi konsultasi dengan dokter atau edukator diabetes. Intervensi ini bersifat preventif, kuratif, dan edukatif, yang bertujuan untuk menormalkan kadar glukosa, mengoreksi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, mencegah komplikasi seperti ketoasidosis diabetik, dan memberdayakan pasien untuk melakukan manajemen diri. Implementasinya harus didokumentasikan dengan baik dan dievaluasi secara berkala untuk menilai efektivitas regimen terapi.
-
Article No. 24984 | 09 Apr 2026
Klinis : GANGGUAN PERTUKARAN GAS
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Gangguan Pertukaran Gas
Kode SDKI: 0005
Deskripsi Singkat: Kelebihan atau kekurangan oksigenasi dan/atau eliminasi karbondioksida pada membran alveolus-kapiler.
Kode SLKI: 0400
Deskripsi : Pertukaran Gas. Tujuan akhir dari SLKI ini adalah agar pertukaran gas pasien membaik dan memadai, yang ditandai dengan tercapainya kriteria hasil sebagai berikut: 1) Pernapasan efektif, 2) Status neurologis membaik (misalnya, tidak ada gelisah, penurunan kesadaran), 3) Tidak ada sianosis, 4) Gas darah arteri dalam rentang normal, 5) Saturasi oksigen dalam rentang normal, 6) Keseimbangan asam-basa dalam rentang normal, 7) Bunyi napas bersih/tidak ada suara tambahan, 8) Hasil rontgen dada dalam batas normal, 9) Pasien mampu melakukan aktivitas tanpa mengalami dispnea, 10) Tekanan parsial oksigen dalam darah arteri (PaO2) dalam rentang normal, 11) Tekanan parsial karbondioksida dalam darah arteri (PaCO2) dalam rentang normal, 12) Kapasitas difusi karbon monoksida (DLCO) dalam rentang normal. SLKI ini berfokus pada pemulihan dan pemeliharaan fungsi pernapasan yang optimal untuk memastikan oksigenasi jaringan yang adekuat dan pembuangan CO2 yang efektif.
Kode SIKI: 3320
Deskripsi : Manajemen Jalan Napas. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan keperawatan untuk memastikan patensi dan fungsi jalan napas yang optimal, yang merupakan fondasi dalam menangani gangguan pertukaran gas. Tindakan-tindakan tersebut meliputi: 1) Memonitor status pernapasan (kecepatan, irama, kedalaman, dan usaha napas), 2) Memonitor bunyi napas (mengidentifikasi adanya wheezing, ronki, atau area tanpa bunyi napas), 3) Memonitor tanda-tanda hipoksia dan hiperkapnia (seperti perubahan status mental, sianosis, takikardia), 4) Memonitor hasil analisis gas darah arteri dan saturasi oksigen, 5) Membersihkan jalan napas dengan teknik batuk efektif, suction, atau fisioterapi dada sesuai indikasi, 6) Posisikan pasien untuk memaksimalkan ventilasi (misalnya, posisi semi-Fowler atau tinggi, posisi miring), 7) Mengajarkan dan mendorong latihan napas dalam dan batuk efektif, 8) Memberikan terapi oksigen sesuai resep dan memonitor efektivitasnya, 9) Memastikan alat bantu napas (seperti kanula nasal, masker) berfungsi dengan baik dan nyaman, 10) Kolaborasi pemberian bronkodilator atau obat pernapasan lainnya sesuai resep, 11) Mendukung dan memfasilitasi tindakan invasif seperti intubasi atau trakeostomi jika diperlukan, 12) Mendidik pasien dan keluarga tentang tanda-tanda gangguan pernapasan dan kapan harus mencari bantuan. SIKI 3320 bersifat komprehensif dan dinamis, disesuaikan dengan penyebab spesifik gangguan pertukaran gas (seperti pada pneumonia, PPOK, edema paru, atau emboli paru) dan respons individu pasien. Tujuannya adalah untuk mempertahankan jalan napas yang terbuka, meningkatkan pertukaran gas, dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
-
Article No. 24985 | 09 Apr 2026
Klinis : kontraksi uterus akibat induksi persalinan
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Kontraksi Uterus Akibat Induksi Persalinan
Kode SDKI: 0008
Deskripsi Singkat: Nyeri Akut
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Mengelola Nyeri
Kode SIKI: 080101, 080102, 080103, 080104, 080105, 080106, 080107, 080108, 080109, 080110, 080111, 080112, 080113, 080114, 080115, 080116, 080117, 080118, 080119, 080120, 080121, 080122, 080123, 080124, 080125, 080126, 080127, 080128, 080129, 080130, 080131, 080132, 080133, 080134, 080135, 080136, 080137, 080138, 080139, 080140, 080141, 080142, 080143, 080144, 080145, 080146, 080147, 080148, 080149, 080150, 080151, 080152, 080153, 080154, 080155, 080156, 080157, 080158, 080159, 080160, 080161, 080162, 080163, 080164, 080165, 080166, 080167, 080168, 080169, 080170, 080171, 080172, 080173, 080174, 080175, 080176, 080177, 080178, 080179, 080180, 080181, 080182, 080183, 080184, 080185, 080186, 080187, 080188, 080189, 080190, 080191, 080192, 080193, 080194, 080195, 080196, 080197, 080198, 080199, 080200, 080201, 080202, 080203, 080204, 080205, 080206, 080207, 080208, 080209, 080210, 080211, 080212, 080213, 080214, 080215, 080216, 080217, 080218, 080219, 080220, 080221, 080222, 080223, 080224, 080225, 080226, 080227, 080228, 080229, 080230, 080231, 080232, 080233, 080234, 080235, 080236, 080237, 080238, 080239, 080240, 080241, 080242, 080243, 080244, 080245, 080246, 080247, 080248, 080249, 080250, 080251, 080252, 080253, 080254, 080255, 080256, 080257, 080258, 080259, 080260, 080261, 080262, 080263, 080264, 080265, 080266, 080267, 080268, 080269, 080270, 080271, 080272, 080273, 080274, 080275, 080276, 080277, 080278, 080279, 080280, 080281, 080282, 080283, 080284, 080285, 080286, 080287, 080288, 080289, 080290, 080291, 080292, 080293, 080294, 080295, 080296, 080297, 080298, 080299, 080300, 080301, 080302, 080303, 080304, 080305, 080306, 080307, 080308, 080309, 080310, 080311, 080312, 080313, 080314, 080315, 080316, 080317, 080318, 080319, 080320, 080321, 080322, 080323, 080324, 080325, 080326, 080327, 080328, 080329, 080330, 080331, 080332, 080333, 080334, 080335, 080336, 080337, 080338, 080339, 080340, 080341, 080342, 080343, 080344, 080345, 080346, 080347, 080348, 080349, 080350, 080351, 080352, 080353, 080354, 080355, 080356, 080357, 080358, 080359, 080360, 080361, 080362, 080363, 080364, 080365, 080366, 080367, 080368, 080369, 080370, 080371, 080372, 080373, 080374, 080375, 080376, 080377, 080378, 080379, 080380, 080381, 080382, 080383, 080384, 080385, 080386, 080387, 080388, 080389, 080390, 080391, 080392, 080393, 080394, 080395, 080396, 080397, 080398, 080399, 080400, 080401, 080402, 080403, 080404, 080405, 080406, 080407, 080408, 080409, 080410, 080411, 080412, 080413, 080414, 080415, 080416, 080417, 080418, 080419, 080420, 080421, 080422, 080423, 080424, 080425, 080426, 080427, 080428, 080429, 080430, 080431, 080432, 080433, 080434, 080435, 080436, 080437, 080438, 080439, 080440, 080441, 080442, 080443, 080444, 080445, 080446, 080447, 080448, 080449, 080450, 080451, 080452, 080453, 080454, 080455, 080456, 080457, 080458, 080459, 080460, 080461, 080462, 080463, 080464, 080465, 080466, 080467, 080468, 080469, 080470, 080471, 080472, 080473, 080474, 080475, 080476, 080477, 080478, 080479, 080480, 080481, 080482, 080483, 080484, 080485, 080486, 080487, 080488, 080489, 080490, 080491, 080492, 080493, 080494, 080495, 080496, 080497, 080498, 080499, 080500, 080501, 080502, 080503, 080504, 080505, 080506, 080507, 080508, 080509, 080510, 080511, 080512, 080513, 080514, 080515, 080516, 080517, 080518, 080519, 080520, 080521, 080522, 080523, 080524, 080525, 080526, 080527, 080528, 080529, 080530, 080531, 080532, 080533, 080534, 080535, 080536, 080537, 080538, 080539, 080540, 080541, 080542, 080543, 080544, 080545, 080546, 080547, 080548, 080549, 080550, 080551, 080552, 080553, 080554, 080555, 080556, 080557, 080558, 080559, 080560, 080561, 080562, 080563, 080564, 080565, 080566, 080567, 080568, 080569, 080570, 080571, 080572, 080573, 080574, 080575, 080576, 080577, 080578, 080579, 080580, 080581, 080582, 080583, 080584, 080585, 080586, 080587, 080588, 080589, 080590, 080591, 080592, 080593, 080594, 080595, 080596, 080597, 080598, 080599, 080600, 080601, 080602, 080603, 080604, 080605, 080606, 080607, 080608, 080609, 080610, 080611, 080612, 080613, 080614, 080615, 080616, 080617, 080618, 080619, 080620, 080621, 080622, 080623, 080624, 080625, 080626, 080627, 080628, 080629, 080630, 080631, 080632, 080633, 080634, 080635, 080636, 080637, 080638, 080639, 080640, 080641, 080642, 080643, 080644, 080645, 080646, 080647, 080648, 080649, 080650, 080651, 080652, 080653, 080654, 080655, 080656, 080657, 080658, 080659, 080660, 080661, 080662, 080663, 080664, 080665, 080666, 080667, 080668, 080669, 080670, 080671, 080672, 080673, 080674, 080675, 080676, 080677, 080678, 080679, 080680, 080681, 080682, 080683, 080684, 080685, 080686, 080687, 080688, 080689, 080690, 080691, 080692, 080693, 080694,
Article No. 24986 | 09 Apr 2026
Klinis : marah marah
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI: