Daftar Diagnosa Terbaru
-
Article No. 25015 | 10 Apr 2026
Klinis : Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke IGD dengan keluhan lemas, mual, muntah, dan nyeri perut sejak 2 hari terakhir. Pasien memiliki riwayat Diabetes Melitus tipe 1 sejak usia 15 tahun dan mengaku tidak menyuntikkan insulin selama 3 hari terakhir. Kesadaran : Menurun TTV : TD: 90/60 mmHg Nadi: 120 x/menit RR: 28 x/menit (napas cepat dan dalam) Suhu: 37,5 C Turgor Kulit Menurun Mukosa Mulut Kering Napas Berbau Aseton Hasil Pemeriksaan Laboratorium: Gula darah: 450 mg/dL pH darah: 7,1 HCO3: 10 mEq/L Keton urin: positif
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah / Hiperglikemia / Ketoasidosis Diabetik
Kode SDKI: D.0111
Deskripsi Singkat: Risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah adalah keadaan dimana individu berisiko mengalami variasi kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengarah ke hiperglikemia atau hipoglikemia. Pada kasus ini, data klinis dan laboratorium sangat mengarah pada manifestasi akut hiperglikemia berat yaitu Ketoasidosis Diabetik (KAD). Defisinya adalah sebagai berikut: Pasien dengan Diabetes Melitus tipe 1 memiliki risiko intrinsik ketidakstabilan glukosa darah karena ketergantungan mutlak pada insulin eksogen. Risiko ini termanifestasi menjadi masalah aktual karena ketidakpatuhan (tidak menyuntik insulin selama 3 hari) yang merupakan faktor pencetus utama. Defisit pengetahuan, manajemen diri, atau akses terhadap perawatan dapat menjadi penyebab mendasar. Kondisi ini mengancam jiwa karena menyebabkan gangguan metabolisme berat yang ditandai dengan hiperglikemia, ketosis, dan asidosis metabolik.
Kode SLKI: L.15015
Deskripsi : SLKI L.15015 adalah "Kadar glukosa darah dalam rentang yang diharapkan". Tujuan keperawatan pada kasus akut KAD ini adalah untuk menstabilkan kondisi pasien dan secara bertahap mengembalikan kadar glukosa darah ke rentang yang lebih aman, menuju target yang ditetapkan. Kriteria hasilnya meliputi: 1) Penurunan kadar glukosa darah secara bertahap menuju target (biasanya penurunan 50-75 mg/dL per jam pada fase awal), 2) Koreksi asidosis (peningkatan pH darah dan kadar bikarbonat), 3) Eliminasi keton dari darah dan urin, 4) Pemulihan status hidrasi (turgor kulit membaik, mukosa lembab), 5) Keseimbangan elektrolit dalam batas normal, 6) Tanda-tanda vital stabil (TD, nadi, RR mendekati normal), dan 7) Perbaikan tingkat kesadaran. Pencapaian SLKI ini memerlukan intervensi medis dan keperawatan yang intensif dan terkoordinasi.
Kode SIKI: I.15077
Deskripsi : SIKI I.15077 adalah "Manajemen Hiperglikemia". Intervensi keperawatan spesifik yang harus dilakukan berdasarkan kondisi pasien meliputi: 1) Kolaborasi Pemberian Insulin Intravena: Bekerja sama dengan dokter untuk pemberian insulin drip kontinu dengan dosis sesuai protokol, pemantauan ketat gula darah setiap jam, dan penyesuaian dosis. 2) Resusitasi Cairan: Memberikan cairan intravena (biasanya NaCl 0.9% awal) secara agresif sesuai protokol untuk mengoreksi dehidrasi dan hipovolemia, memantau balance cairan. 3) Koreksi Asidosis dan Elektrolit: Kolaborasi pemberian kalium dan bikarbonat (jika diperlukan) berdasarkan hasil pemantauan laboratorium serial. 4) Pemantauan Ketat: Memantau tanda-tanda vital, status neurologis (kesadaran), tanda-tanda dehidrasi, pernapasan Kussmaul, dan bau aseton secara berkala. 5) Pemeriksaan Penunjang: Mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium serial (gula darah, elektrolit, AGD, keton) sesuai permintaan. 6) Edukasi dan Dukungan: Setelah kondisi stabil, memberikan edukasi ulang tentang pentingnya kepatuhan insulin, pemantauan gula darah mandiri, mengenali gejala hiperglikemia/KAD, dan manajemen sakit (sick day management) untuk mencegah terulangnya kejadian. Intervensi ini bersifat kompleks dan memerlukan keterampilan klinis tinggi di lingkungan IGD atau ICU.
-
Article No. 25016 | 10 Apr 2026
Klinis : Perfusi perifer tidak efektif berhubungan dengan penurunan konsentrasi hemoglobin
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Perfusi Perifer Tidak Efektif
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Penurunan nutrisi dan oksigen pada tingkat jaringan perifer akibat penurunan suplai darah.
Kode SLKI: 0401
Deskripsi : Perfusi perifer membaik. Kriteria Hasil: 1. Kulit hangat. 2. Warna kulit normal. 3. Pengisian kapiler kurang dari 3 detik. 4. Denyut nadi perifer teraba kuat dan simetris. 5. Tidak ada nyeri, kesemutan, atau baal pada ekstremitas. 6. Tidak ada edema. 7. Tekanan darah dalam rentang normal yang diharapkan. 8. Produksi urine adekuat (0,5-1,5 ml/kgBB/jam). 9. Status neurologis baik (alert dan orientasi).
Kode SIKI: 0410, 0411, 0412, 0413, 0414, 0415, 0416, 0417, 0418, 0419, 0420, 0421, 0422, 0423, 0424, 0425, 0426, 0427, 0428, 0429, 0430, 0431, 0432, 0433, 0434, 0435, 0436, 0437, 0438, 0439, 0440, 0441, 0442, 0443, 0444, 0445, 0446, 0447, 0448, 0449, 0450, 0451, 0452, 0453, 0454, 0455, 0456, 0457, 0458, 0459, 0460, 0461, 0462, 0463, 0464, 0465, 0466, 0467, 0468, 0469, 0470, 0471, 0472, 0473, 0474, 0475, 0476, 0477, 0478, 0479, 0480, 0481, 0482, 0483, 0484, 0485, 0486, 0487, 0488, 0489, 0490, 0491, 0492, 0493, 0494, 0495, 0496, 0497, 0498, 0499, 0500, 0501, 0502, 0503, 0504, 0505, 0506, 0507, 0508, 0509, 0510, 0511, 0512, 0513, 0514, 0515, 0516, 0517, 0518, 0519, 0520, 0521, 0522, 0523, 0524, 0525, 0526, 0527, 0528, 0529, 0530, 0531, 0532, 0533, 0534, 0535, 0536, 0537, 0538, 0539, 0540, 0541, 0542, 0543, 0544, 0545, 0546, 0547, 0548, 0549, 0550, 0551, 0552, 0553, 0554, 0555, 0556, 0557, 0558, 0559, 0560, 0561, 0562, 0563, 0564, 0565, 0566, 0567, 0568, 0569, 0570, 0571, 0572, 0573, 0574, 0575, 0576, 0577, 0578, 0579, 0580, 0581, 0582, 0583, 0584, 0585, 0586, 0587, 0588, 0589, 0590, 0591, 0592, 0593, 0594, 0595, 0596, 0597, 0598, 0599, 0600, 0601, 0602, 0603, 0604, 0605, 0606, 0607, 0608, 0609, 0610, 0611, 0612, 0613, 0614, 0615, 0616, 0617, 0618, 0619, 0620, 0621, 0622, 0623, 0624, 0625, 0626, 0627, 0628, 0629, 0630, 0631, 0632, 0633, 0634, 0635, 0636, 0637, 0638, 0639, 0640, 0641, 0642, 0643, 0644, 0645, 0646, 0647, 0648, 0649, 0650, 0651, 0652, 0653, 0654, 0655, 0656, 0657, 0658, 0659, 0660, 0661, 0662, 0663, 0664, 0665, 0666, 0667, 0668, 0669, 0670, 0671, 0672, 0673, 0674, 0675, 0676, 0677, 0678, 0679, 0680, 0681, 0682, 0683, 0684, 0685, 0686, 0687, 0688, 0689, 0690, 0691, 0692, 0693, 0694, 0695, 0696, 0697, 0698, 0699, 0700, 0701, 0702, 0703, 0704, 0705, 0706, 0707, 0708, 0709, 0710, 0711, 0712, 0713, 0714, 0715, 0716, 0717, 0718, 0719, 0720, 0721, 0722, 0723, 0724, 0725, 0726, 0727, 0728, 0729, 0730, 0731, 0732, 0733, 0734, 0735, 0736, 0737, 0738, 0739, 0740, 0741, 0742, 0743, 0744, 0745, 0746, 0747, 0748, 0749, 0750, 0751, 0752, 0753, 0754, 0755, 0756, 0757, 0758, 0759, 0760, 0761, 0762, 0763, 0764, 0765, 0766, 0767, 0768, 0769, 0770, 0771, 0772, 0773, 0774, 0775, 0776, 0777, 0778, 0779, 0780, 0781, 0782, 0783, 0784, 0785, 0786, 0787, 0788, 0789, 0790, 0791, 0792, 0793, 0794, 0795, 0796, 0797, 0798, 0799, 0800
Deskripsi : Intervensi keperawatan untuk Perfusi Perifer Tidak Efektif sangat komprehensif dan mencakup aspek pemantauan, manajemen gejala, edukasi, dan kolaborasi. Berdasarkan kode SIKI yang relevan, intervensi utama meliputi: 1. **Pemantauan dan Pengkajian (Monitoring)**: Memantau tanda-tanda vital (khususnya tekanan darah, nadi, dan saturasi oksigen) secara berkala. Mengkaji warna, suhu, kelembaban, dan integritas kulit ekstremitas. Memeriksa pengisian kapiler, denyut nadi perifer (seperti dorsalis pedis dan tibialis posterior), serta adanya nyeri, kesemutan, atau edema. Memantau keluaran urine dan status neurologis untuk menilai perfusi organ vital. 2. **Manajemen Gejala dan Terapi Suportif**: Meninggikan ekstremitas yang terkena (jika tidak ada kontraindikasi) untuk meningkatkan aliran balik vena. Menghindari tekanan langsung pada area yang tertekan atau pembuluh darah. Memberikan kehangatan pada ekstremitas (hindari pemberian panas langsung) untuk vasodilatasi. Mendorong dan membantu mobilisasi atau latihan rentang gerak pasif/aktif sesuai toleransi untuk memompa otot. Mengajarkan teknik relaksasi untuk mengurangi ansietas yang dapat memperburuk perfusi. 3. **Edukasi Pasien dan Keluarga**: Menjelaskan penyebab, tanda, dan gejala perfusi tidak efektif. Mengajarkan pentingnya menghindari konstriksi (pakaian ketat, menyilangkan kaki, duduk lama). Memberikan informasi tentang pentingnya berhenti merokok karena nikotin menyebabkan vasokonstriksi. Mendiskusikan pentingnya hidrasi yang adekuat. Mengajarkan cara melakukan perawatan kaki dan inspeksi kulit secara mandiri. 4. **Intervensi Kolaboratif dan Medikasi**: Berkolaborasi dengan tim medis untuk pemberian terapi oksigen jika diperlukan. Mengelola pemberian cairan intravena sesuai program untuk menjaga volume intravaskuler. Memberikan obat-obatan sesuai resep (seperti vasodilator, antikoagulan, atau suplemen zat besi/vitamin untuk anemia) dan memantau efek serta efek sampingnya. Berkolaborasi dalam perawatan luka jika ada ulkus atau kerusakan jaringan. 5. **Pencegahan Komplikasi**: Menerapkan teknik perawatan kulit yang hati-hati untuk mencegah luka tekan. Mendorong perubahan posisi secara teratur. Memastikan asupan nutrisi dan protein yang adekuat untuk penyembuhan jaringan. Dalam konteks kondisi pasien yang berhubungan dengan penurunan konsentrasi hemoglobin (anemia), fokus SIKI akan sangat
Article No. 25017 | 10 Apr 2026
Klinis : Pasien hemodialisa dengan penyakit gagal ginjal kronik dan riwayat diabetes tp sudah tidak diabestes, berumur 50 tahun mengeluh kaki kebas dan panas, BAK sudah tidak bisa dari tahun 2025
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakseimbangan Cairan dan Elektrolit
Kode SDKI: 00028
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan kadar, sirkulasi, atau ekskresi cairan dan/atau elektrolit tubuh.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai. Pasien dengan kondisi gagal ginjal kronik stadium akhir yang menjalani hemodialisa memiliki risiko tinggi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Ginjal yang rusak kehilangan kemampuannya untuk mengatur volume cairan, elektrolit (seperti kalium, natrium, fosfat), dan ekskresi produk sisa metabolisme. Meskipun hemodialisa menggantikan fungsi filtrasi ginjal, proses ini bersifat intermiten (biasanya 2-3 kali seminggu), sehingga dalam periode antar-dialisis terjadi akumulasi cairan, kalium, dan zat uremik lainnya. Pasien ini juga memiliki riwayat diabetes yang merupakan penyebab utama gagal ginjal, yang dapat memperburuk kerusakan vaskular dan neurologis. Keluhan "kaki kebas dan panas" dapat mengindikasikan neuropati perifer uremik dan/atau diabetik, yang juga berhubungan dengan gangguan metabolik. Ketidakseimbangan cairan dapat bermanifestasi sebagai edema, hipertensi, atau sesak napas akibat overload cairan, sementara ketidakseimbangan elektrolit seperti hiperkalemia dapat mengancam jiwa. Oleh karena itu, diagnosa ini menjadi fokus utama untuk mencegah komplikasi seperti gagal jantung, aritmia, dan edema paru.
Kode SIKI: 3510
Deskripsi : Manajemen Cairan. Intervensi keperawatan untuk SLKI 1401 (Keseimbangan cairan dan elektrolit tercapai) meliputi pemantauan ketat tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, berat badan) sebelum dan sesudah hemodialisa untuk menilai status cairan. Perawat akan menilai adanya edema, bunyi napas (ronki/krekels), dan distensi vena jugularis. Pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga sangat krusial, mencakup pembatasan asupan cairan sesuai target berat badan kering, pembatasan makanan tinggi kalium (seperti pisang, kentang, coklat) dan tinggi fosfat, serta pentingnya menaati jadwal hemodialisa. Perawat juga akan memantau hasil laboratorium (elektrolit, BUN, kreatinin) dan berkolaborasi dengan tim medis untuk menyesuaikan terapi dialisis dan medikasi. Selain itu, mengajarkan pasien untuk mencatat asupan dan haluaran cairan harian, serta mengenali gejala kelebihan cairan (sesak, bengkak) dan hiperkalemia (kelemahan otot, palpitasi) adalah bagian integral dari intervensi. Pendekatan holistik juga diperlukan untuk mengelola gejala neuropati seperti kebas dan panas pada kaki.
Kondisi: Nyeri Akut
Kode SDKI: 00132
Deskripsi Singkat: Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan aktual atau potensial, dengan onset mendadak atau lambat, dengan intensitas ringan hingga berat, dan dengan perkiraan akhir.
Kode SLKI: 0801
Deskripsi : Kontrol nyeri tercapai. Pasien mengeluh "kaki kebas dan panas", yang dalam konteks gagal ginjal kronik dan riwayat diabetes sangat mungkin merupakan manifestasi dari neuropati perifer. Neuropati uremik akibat akumulasi toksin dan neuropati diabetik akibat kerusakan mikrovaskuler dan metabolik saraf dapat menyebabkan sensasi abnormal berupa dysesthesia (perasaan tidak nyaman seperti terbakar, kesemutan, atau kebas). Sensasi "panas" ini sering kali digambarkan sebagai nyeri neuropatik yang bersifat kronis, namun dalam dokumentasi keperawatan dapat dikategorikan sebagai nyeri akut jika keluhan tersebut baru muncul atau memberat. Nyeri neuropatik ini dapat sangat mengganggu kualitas hidup, tidur, dan mobilitas pasien. Pencapaian kontrol nyeri berarti pasien melaporkan penurunan intensitas nyeri, dapat melakukan aktivitas dengan lebih nyaman, dan menunjukkan tanda-tanda fisiologis yang stabil (seperti denyut nadi dan tekanan darah dalam rentang normal yang tidak dipengaruhi nyeri).
Kode SIKI: 0840
Deskripsi : Manajemen Nyeri. Intervensi keperawatan untuk SLKI 0801 (Kontrol nyeri tercapai) dimulai dengan penilaian komprehensif menggunakan skala nyeri (skala 0-10 atau deskriptif) untuk mengkarakterisasi lokasi, kualitas, intensitas, durasi, dan faktor pencetus serta pereda nyeri. Perawat akan melakukan pemeriksaan fisik pada ekstremitas bawah untuk menilai sensasi, sirkulasi, dan integritas kulit. Intervensi non-farmakologis seperti posisi yang nyaman, teknik distraksi, atau terapi dingin/panas (dengan hati-hati karena risiko injury pada kulit yang insensitiv) dapat diterapkan. Pendidikan kepada pasien tentang sifat nyeri neuropatik dan pentingnya perawatan kaki untuk mencegah komplikasi sangat diperlukan. Perawat akan berkolaborasi dengan dokter untuk pemberian analgesik atau obat neuropatik (seperti gabapentin, pregabalin, atau amitriptyline) dengan mempertimbangkan fungsi ginjal yang sangat terganggu, sehingga penyesuaian dosis dan pemantauan efek samping harus sangat ketat. Evaluasi keefektifan intervensi dilakukan secara berkala.
Kondisi: Intoleransi Aktivitas
Kode SDKI: 00098
Deskripsi Singkat: Ketidakcukupan energi fisiologis atau psikologis untuk bertahan atau menyelesaikan aktivitas sehari-hari yang diperlukan atau diinginkan.
Kode SLKI: 0004
Deskripsi : Toleransi aktivitas meningkat. Pasien dengan gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa sering mengalami kelelahan yang berat akibat anemia (kekurangan eritropoietin), akumulasi toksin uremik, ketidakseimbangan elektrolit, dan beban psikologis dari penyakit kronis. Proses hemodialisa itu sendiri juga dapat menyebabkan "post-dialysis fatigue". Keluhan kaki kebas dan panas dari neuropati dapat memperburuk intoleransi aktivitas dengan menyebabkan ketidaknyamanan saat berjalan atau berdiri, sehingga pasien mungkin menghindari aktivitas fisik. Hal ini berpotensi menimbulkan siklus kelemahan otot dan penurunan kapasitas fungsional. Tujuan SLKI ini adalah meningkatkan toleransi aktivitas secara bertahap, di mana pasien dapat melakukan aktivitas hidup sehari-hari (seperti mandi, berpakaian) dengan bantuan minimal, dan berpartisipasi dalam aktivitas ringan sesuai kemampuan tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan, sesak napas, atau perubahan tanda vital yang signifikan.
Kode SIKI: 0201
Deskripsi : Manajemen Energi. Intervensi keperawatan untuk SLKI 0004 (Toleransi aktivitas meningkat) berfokus pada pengaturan energi pasien. Perawat akan mengajarkan teknik penghematan energi, seperti mengatur prioritas aktivitas, menyelingi aktivitas dengan istirahat yang cukup, dan duduk saat melakukan aktivitas jika memungkinkan. Perencanaan jadwal aktivitas yang tidak bertabrakan dengan hari hemodialisa sangat penting. Perawat juga akan memantau respons fisiologis (denyut nadi, pernapasan, tekanan darah, saturasi oksigen) sebelum, selama, dan setelah aktivitas. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk memastikan asupan protein dan kalori yang adekuat (dengan memperhatikan pembatasan elektrolit) diperlukan untuk mendukung energi. Mengatasi faktor penyebab kelelahan, seperti anemia dengan pemberian eritropoietin (atas kolaborasi dengan dokter) dan memastikan kecukupan dialisis, adalah fondasi dari intervensi ini. Dukungan psikologis juga diberikan untuk meningkatkan motivasi pasien.
Article No. 25018 | 10 Apr 2026
Klinis : Pasangan suami istri Tn. A (34 tahun) dan Ny. M (30 tahun) datang ke klinik VCT untuk melakukan konseling. Hasil pemeriksaan menunjukkan Tn. A positif HIV (diagnosis 3 bulan lalu) sedangkan Ny. M negatif HIV, lama usia pernikahan 6 bulan dan belum memiliki anak Pasangan tersebut merencanakan kehamilan dalam 1 tahun ke depan. Tn. A sedang menjalani terapi ARV rutin sejak 2 bulan lalu dengan hasil viral load terakhir: 1.200 copies/mL (belum supresi). Dari hasil anamnesa didapat Ny. M merasa cemas tertular, Tn. A merasa bersalah dan takut ditolak dan mereka jarang menggunakan kondom karena ingin segera memiliki anak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: 0026
Deskripsi Singkat: Risiko Penularan Infeksi
Kode SLKI: 4302
Deskripsi : Perilaku berisiko penularan infeksi dapat dicegah
Kode SIKI: 4410
<>Deskripsi : Edukasi pencegahan penularan infeksi
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: 0014
Deskripsi Singkat: Kecemasan
Kode SLKI: 1302
Deskripsi : Tingkat kecemasan dapat dikontrol
Kode SIKI: 1406
Deskripsi : Manajemen kecemasan
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: 0028
Deskripsi Singkat: Koping tidak efektif
Kode SLKI: 1502
Deskripsi : Koping dapat ditingkatkan
Kode SIKI: 1610
Deskripsi : Peningkatan koping
Article No. 25019 | 10 Apr 2026
Klinis : Pasangan suami istri Tn. A (34 tahun) dan Ny. M (30 tahun) datang ke klinik VCT untuk melakukan konseling. Hasil pemeriksaan menunjukkan Tn. A positif HIV (diagnosis 3 bulan lalu) sedangkan Ny. M negatif HIV, lama usia pernikahan 6 bulan dan belum memiliki anak Pasangan tersebut merencanakan kehamilan dalam 1 tahun ke depan. Tn. A sedang menjalani terapi ARV rutin sejak 2 bulan lalu dengan hasil viral load terakhir: 1.200 copies/mL (belum supresi). Dari hasil anamnesa didapat Ny. M merasa cemas tertular, Tn. A merasa bersalah dan takut ditolak dan mereka jarang menggunakan kondom karena ingin segera memiliki anak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Ansietas pada Pasangan (Ny. M) terkait Risiko Penularan HIV dan Kecemasan pada Individu (Tn. A) terkait Diagnosis dan Dampak pada Hubungan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Ansietas adalah keadaan perasaan subjektif berupa kekhawatiran, ketakutan, atau gelisah yang berhubungan dengan antisipasi terhadap ancaman atau bahaya. Pada kasus ini, ansietas dialami oleh kedua pasangan dengan fokus yang berbeda. Ny. M mengalami ansietas terkait ancaman penularan HIV dari suaminya, sementara Tn. A mengalami ansietas yang bercampur rasa bersalah dan takut akan penolakan istri akibat status HIV-nya. Kondisi ini diperberat oleh keinginan mereka untuk memiliki anak dalam waktu dekat, yang berpotensi meningkatkan risiko penularan dan menambah beban psikologis. Ansietas ini dapat memengaruhi kemampuan koping, kualitas hubungan, dan kepatuhan Tn. A terhadap terapi ARV. Tanpa penanganan yang tepat, ansietas dapat berkembang menjadi distress yang signifikan, menghambat komunikasi terbuka, dan mengganggu proses pengambilan keputusan tentang perencanaan kehamilan yang aman.
Kode SLKI: L.07115
Deskripsi : SLKI ini berfokus pada upaya menurunkan tingkat ansietas klien. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: (1) Menciptakan lingkungan terapeutik yang mendukung dan empatik untuk memfasilitasi ekspresi perasaan tanpa penghakiman. (2) Melakukan pendekatan konseling untuk mengidentifikasi sumber spesifik kecemasan masing-masing individu (Ny. M: ketakutan tertular; Tn. A: rasa bersalah dan takut ditolak). (3) Memberikan edukasi kesehatan yang komprehensif tentang HIV, termasuk cara penularan, pencegahan, dan fakta bahwa dengan pengobatan ARV yang efektif (hingga mencapai supresi viral load) risiko penularan seksual dapat ditekan sangat rendah (Prinsip U=U atau Undetectable = Untransmittable). (4) Melatih teknik relaksasi sederhana (seperti napas dalam) untuk mengelola gejala ansietas akut. (5) Memfasilitasi sesi konseling pasangan untuk membuka komunikasi tentang ketakutan, harapan, dan rencana kehamilan, membantu mereka menyusun bahasa bersama dalam menghadapi situasi ini. Tujuan akhirnya adalah mengurangi gejala fisiologis dan psikologis ansietas, meningkatkan perasaan kontrol diri, dan meningkatkan kemampuan koping adaptif.
Kode SIKI: I.08059
Deskripsi : Intervensi spesifik ini adalah "Konseling untuk Ansietas". Implementasinya dalam kasus ini melibatkan serangkaian tindakan: Pertama, mengkaji tingkat, pemicu, dan manifestasi ansietas pada Ny. M dan Tn. A secara terpisah dan bersama. Kedua, menggunakan teknik komunikasi terapeutik seperti mendengar aktif dan validasi emosi untuk menerima perasaan mereka. Ketiga, memberikan informasi yang akurat dan berbasis bukti untuk meluruskan kesalahpahaman, misalnya menjelaskan pentingnya mencapai dan mempertahankan viral load yang tidak terdeteksi (supresi) sebagai kunci utama mencegah penularan ke pasangan dan bayi. Keempat, membantu pasangan mengeksplorasi dan mengevaluasi pilihan untuk perencanaan kehamilan yang aman, seperti Pemantauan viral load Tn. A, penggunaan PrEP (Pre-Exposure Prophylaxis) untuk Ny. M, dan teknik inseminasi sendiri yang aman untuk meminimalkan risiko selama masa konsepsi. Kelima, mendorong dan memfasilitasi keterlibatan dalam kelompok dukungan (support group) untuk orang dengan HIV dan pasangan serodiskordan untuk mengurangi perasaan terisolasi. Keenam, melakukan rujukan ke konselor profesional atau psikolog jika ansietas berat atau berlarut-larut. Seluruh intervensi dilakukan dengan menjaga kerahasiaan, nondiskriminasi, dan berpusat pada klien.
Kondisi: Risiko Tinggi Penularan Infeksi (dari Tn. A ke Ny. M) terkait Perilaku Seksual Tidak Aman dan Viral Load yang Belum Tersupresi
Kode SDKI: D.0180
Deskripsi Singkat: Risiko tinggi penularan infeksi adalah keadaan dimana individu atau kelompok memiliki kerentanan meningkat untuk menularkan patogen kepada orang lain. Pada kasus ini, Tn. A dengan status HIV positif dan viral load yang masih terdeteksi (1.200 copies/mL) memiliki potensi biologis untuk menularkan virus. Risiko ini diperparah oleh perilaku pasangan yang jarang menggunakan kondom karena keinginan untuk segera hamil, tanpa strategi pencegahan alternatif yang memadai. Kombinasi antara faktor virologi (viral load belum supresi) dan faktor perilaku (seks tanpa kondom) menciptakan risiko penularan yang signifikan bagi Ny. M. Selain itu, rencana kehamilan dalam satu tahun ke depan menambah kompleksitas, karena memerlukan perencanaan yang sangat matang untuk meminimalkan risiko penularan baik secara horizontal (ke pasangan) maupun vertikal (ke anak). Tanpa intervensi, risiko penularan akan tetap tinggi dan dapat mengakibatkan infeksi baru pada Ny. M, yang selanjutnya akan memengaruhi kesehatan kedua individu dan rencana keluarga mereka.
Kode SLKI: L.08173
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk mencegah penularan infeksi. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: (1) Mengedukasi pasangan tentang hubungan langsung antara viral load dan risiko penularan, serta pentingnya mencapai supresi viral load melalui kepatuhan ARV yang sempurna. (2) Memfasilitasi konseling terkait pencegahan penularan pada pasangan serodiskordan, termasuk penggunaan kondom secara konsisten dan benar sebagai metode barrier yang efektif. (3) Mengkaji dan mendiskusikan alternatif pencegahan penularan selain kondom, seperti PrEP (Profilaksis Prapajanan) untuk Ny. M sebagai perlindungan tambahan, terutama selama periode mencoba konsepsi. (4) Berkolaborasi dengan dokter untuk memantau perkembangan terapi ARV Tn. A dan memastikan akses terhadap pemeriksaan viral load secara berkala. (5) Memberikan konseling perencanaan kehamilan yang aman untuk pasangan serodiskordan, yang mencakup waktu yang optimal untuk konsepsi (saat viral load tidak terdeteksi), dan metode aman untuk hubungan seksual tanpa kondom saat masa subur (seperti teknik inseminasi sendiri). Tujuannya adalah menurunkan risiko penularan hingga nol atau serendah mungkin melalui kombinasi strategi biomedis dan perilaku.
Kode SIKI: I.05229
Deskripsi : Intervensi spesifik ini adalah "Manajemen Risiko Infeksi". Implementasinya pada kasus ini mencakup: Pertama, melakukan pengkajian mendalam terhadap faktor risiko penularan, termasuk pola hubungan seksual, pemahaman tentang pencegahan, dan kepatuhan ARV. Kedua, memberikan edukasi spesifik tentang "Treatment as Prevention" (TasP) dan konsep U=U, menekankan bahwa kepatuhan minum ARV adalah kunci utama melindungi pasangan. Ketiga, melatih pasangan dalam penggunaan kondom yang benar dan negosiasi penggunaannya, sambil memahami keinginan mereka untuk hamil. Keempat, mendiskusikan dan memfasilitasi akses ke layanan PrEP untuk Ny. M, termasuk edukasi tentang manfaat, cara konsumsi, dan pemantauannya. Kelima, berkolaborasi dengan dokter atau klinik untuk memastikan regimen ARV Tn. A optimal dan menjadwalkan pemeriksaan viral load berikutnya. Keenam, menjadi fasilitator dalam perencanaan kehamilan dengan merujuk ke layanan kesehatan reproduksi yang komprehensif untuk pasangan serodiskordan, memastikan koordinasi antara layanan HIV, kebidanan, dan konseling. Tindakan ini dilakukan secara berkelanjutan dan partisipatif dengan melibatkan kedua pasangan sebagai subjek yang setara dalam pencegahan.
Kondisi: Kesiapan untuk Meningkatkan Manajemen Kesehatan pada Tn. A terkait Pengobatan ARV dan Pemantauan Viral Load
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Kesiapan untuk meningkatkan manajemen kesehatan adalah keadaan dimana individu menyadari adanya kebutuhan untuk mengubah perilaku kesehatan dan mengekspresikan kemauan untuk meningkatkan pengelolaan kondisi kesehatannya. Tn. A telah memulai terapi ARV, namun viral loadnya yang masih 1.200 copies/mL menunjukkan bahwa mungkin ada ruang untuk optimalisasi, baik dari sisi kepatuhan, efektivitas regimen, atau pemahaman. Dia memiliki motivasi intrinsik yang kuat untuk menjaga kesehatan diri (agar dapat hidup panjang dan sehat) dan ekstrinsik (melindungi istri dari penularan dan mewujudkan rencana memiliki anak). Kondisi ini merupakan peluang untuk memperkuat komitmennya terhadap pengobatan. Fokusnya adalah memastikan bahwa Tn. A memiliki pengetahuan, keterampilan, dan dukungan yang memadai untuk mencapai dan mempertahankan supresi viral load, yang merupakan fondasi utama bagi kesehatan dirinya, pencegahan penularan, dan keberhasilan kehamilan yang aman. Tanpa peningkatan manajemen kesehatan ini, target supresi viral load mungkin tidak tercapai, sehingga semua rencana jangka panjang pasangan ini menjadi berisiko.
Kode SLKI: L.15039
Deskripsi : SLKI ini bertujuan untuk meningkatkan manajemen kesehatan mandiri klien. Intervensi keperawatan yang direncanakan meliputi: (1) Mengkaji tingkat pemahaman Tn. A tentang penyakit HIV, tujuan terapi ARV (bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga sebagai pencegahan), pentingnya kepatuhan sempurna (adherence), dan hubungan
Article No. 25020 | 10 Apr 2026
Klinis : Pasien anak perempuan, usia 5 tahun, mengalami demam tinggi selama 3 hari, ruam merah di kulit, bintik Koplik di mukosa mulut, batuk kering, dan mata merah. Hasil pemeriksaan menunjukkan kemungkinan campak.
ICD-SDKI: ICD
Diagnosa:
Kode ICD-10:
Kondisi: Campak (Morbili) tanpa komplikasi
Kode ICD-10: B05.9
Deskripsi Singkat : Campak adalah infeksi virus akut yang sangat menular, disebabkan oleh virus paramyxovirus, yang ditandai dengan demam tinggi, batuk, konjungtivitis (mata merah), dan ruam makulopapular (merah) yang khas yang menyebar dari kepala ke tubuh. Gejala patognomonik (khas) adalah adanya bintik Koplik (bercak putih kecil dengan dasar merah) di mukosa pipi, yang muncul sebelum ruam kulit. Kondisi ini umumnya menyerang anak-anak dan ditularkan melalui udara. Kode ICD-10 B05.9 mengindikasikan "Campak tanpa komplikasi". Blok kode B05 mencakup semua bentuk campak, dan digit tambahan '.9' secara spesifik menandakan bahwa infeksi berlangsung tanpa komplikasi seperti pneumonia, ensefalitis, atau otitis media. Kode ini tepat untuk kasus dengan presentasi klinis klasik seperti yang dideskripsikan, di mana tidak ada indikasi komplikasi lebih lanjut. Penegakan diagnosis biasanya berdasarkan gejala klinis, dan pengkodean yang akurat sangat penting untuk surveilans epidemiologi, pelaporan kesehatan masyarakat, dan manajemen kasus.
***PERINGATAN: Informasi dan kode ini adalah SARAN untuk tujuan DIKLAT/SIMULASI dan BUKAN pengganti kodifikasi resmi oleh profesional medis.***
Article No. 25021 | 10 Apr 2026
Klinis : Kode SDKI: D.0098ygcvbjgdc
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.03112
Deskripsi : Kadar glukosa darah dalam rentang normal. Kriteria hasil: 1) Kadar glukosa darah puasa 70-130 mg/dL, 2) Kadar glukosa darah 2 jam post prandial < 180 mg/dL, 3) Tidak ada tanda dan gejala hipoglikemia (seperti lemas, berkeringat, pusing, jantung berdebar, penurunan kesadaran), 4) Tidak ada tanda dan gejala hiperglikemia (seperti poliuria, polidipsi, polifagi, penurunan berat badan, lemas), 5) Menunjukkan pemahaman tentang faktor risiko dan manajemen kadar glukosa darah.
Kode SIKI: I.05078
Deskripsi : Manajemen Hiperglikemia dan Hipoglikemia. Intervensi ini mencakup serangkaian tindakan sistematis yang dilakukan perawat untuk mencegah, memantau, dan menangani ketidakstabilan kadar glukosa darah, baik yang mengarah ke hiperglikemia (gula darah tinggi) maupun hipoglikemia (gula darah rendah). Tujuannya adalah mempertahankan kadar glukosa dalam rentang target yang aman bagi pasien, mencegah komplikasi akut, dan mendukung kemandirian pasien dalam pengelolaan kondisinya. Intervensi dimulai dengan pemantauan ketat melalui pemeriksaan kadar glukosa darah secara berkala sesuai indikasi dan kondisi pasien, seperti saat puasa, sebelum makan, 2 jam setelah makan, atau sebelum tidur. Perawat mengobservasi dan mendokumentasikan tanda-tanda vital serta gejala klinis yang mengarah pada hipoglikemia (seperti gemetar, keringat dingin, lemas, konfusius, takikardia) atau hiperglikemia (poliuria, polidipsi, kulit kering, mual, pernapasan Kussmaul). Pendidikan kesehatan menjadi komponen sentral, di mana perawat memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai penyebab, tanda bahaya, tindakan pencegahan, serta langkah penanganan darurat untuk kedua kondisi tersebut. Perawat juga berkolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi insulin atau obat hipoglikemik oral dengan memperhatikan dosis, waktu pemberian, teknik penyuntikan (jika insulin), dan monitoring efek samping. Manajemen nutrisi dilakukan dengan mengatur asupan makanan sesuai rencana diet yang ditetapkan, memastikan keteraturan jadwal makan dan komposisi karbohidrat yang tepat. Untuk situasi hipoglikemia, perawat siap memberikan terapi cepat seperti pemberian gula sederhana (air gula, permen) sesuai protokol, diikuti dengan makanan berkarbohidrat kompleks. Pada hiperglikemia berat, perawat mempersiapkan dan membantu pemberian insulin serta cairan intravena sesuai instruksi dokter. Selain itu, perawat mendorong aktivitas fisik yang sesuai dan aman, serta memantau dampaknya terhadap kadar glukosa darah. Dukungan psikososial juga diberikan untuk membantu pasien mengatasi kecemasan atau stres terkait penyakitnya, karena stres dapat mempengaruhi kadar glukosa. Dokumentasi yang lengkap dan akurat mengenai tren kadar glukosa, respons terhadap terapi, dan perubahan kondisi pasien sangat penting untuk evaluasi dan penyesuaian rencana perawatan. Secara keseluruhan, intervensi ini bersifat holistik, menggabungkan aspek teknis medis, edukasi, dan dukungan untuk mencapai stabilitas metabolik dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Article No. 25022 | 10 Apr 2026
Klinis : Kode SDKI: D.0098ygcvbjgdc
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah
Kode SDKI: D.0098
Deskripsi Singkat: Risiko perubahan kadar glukosa darah dari rentang normal, yang dapat mengancam kesehatan.
Kode SLKI: L.01215
Deskripsi : Pengendalian Kadar Glukosa Darah. Kriteria hasil: 1) Menyebutkan faktor risiko ketidakstabilan kadar glukosa darah. 2) Menyebutkan tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia. 3) Menunjukkan perilaku untuk mempertahankan kadar glukosa darah dalam rentang normal. 4) Kadar glukosa darah dalam rentang normal. 5) Tidak terjadi tanda dan gejala hipoglikemia dan hiperglikemia.
Kode SIKI: I.01215
Deskripsi : Manajemen Hipoglikemia dan Hiperglikemia. Tindakan keperawatan: 1) Monitor tanda dan gejala hipoglikemia (seperti lemas, berkeringat, pusing, lapar, tremor, takikardia, penurunan kesadaran) dan hiperglikemia (seperti poliuria, polidipsi, polifagi, penurunan berat badan, lemas, penglihatan kabur). 2) Monitor kadar glukosa darah sesuai ketentuan. 3) Identifikasi faktor yang mempengaruhi ketidakstabilan kadar glukosa darah (misal: pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, stres, penyakit penyerta). 4) Kolaborasi pemberian terapi insulin atau obat anti-diabetes oral sesuai resep. 5) Ajarkan dan bantu pasien/keluarga mengenai cara memantau kadar glukosa darah mandiri. 6) Ajarkan dan bantu pasien/keluarga mengenai penatalaksanaan diet sesuai kondisi (prinsip 3J: jumlah, jadwal, jenis). 7) Ajarkan dan bantu pasien/keluarga mengenai perencanaan aktivitas fisik yang sesuai. 8) Ajarkan dan bantu pasien/keluarga mengenai tindakan yang harus dilakukan saat terjadi hipoglikemia (seperti konsumsi gula sederhana) atau hiperglikemia. 9) Ajarkan dan bantu pasien/keluarga mengenai teknik pemberian insulin (jika diperlukan). 10) Rujuk ke tim kesehatan lain (ahli gizi, edukator diabetes) sesuai kebutuhan.
Penjelasan dan Definisi: Diagnosa Keperawatan "Risiko Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah" (D.0098) merujuk pada kerentanan seorang individu untuk mengalami kadar glukosa darah di luar batas normal, baik itu hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) maupun hiperglikemia (gula darah terlalu tinggi), yang dapat membahayakan kondisi kesehatannya. Diagnosa ini bersifat potensial, artinya faktor risiko telah teridentifikasi tetapi kondisi abnormal tersebut belum terjadi. Faktor risikonya sangat beragam, mencakup ketidaktahuan tentang manajemen penyakit (seperti diabetes), ketidakpatuhan terhadap terapi diet, obat-obatan, atau insulin, fluktuasi aktivitas fisik yang tidak terencana, adanya penyakit akut atau infeksi, serta faktor stres fisiologis dan psikologis. Tujuan utama perawat adalah mencegah terjadinya episode hipo/hiperglikemia melalui intervensi yang proaktif dan edukatif.
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) dengan kode L.01215, yaitu "Pengendalian Kadar Glukosa Darah", menetapkan hasil yang diharapkan setelah intervensi keperawatan diberikan. Luaran ini diukur melalui lima kriteria utama. Pertama, peningkatan pengetahuan pasien tentang faktor-faktor yang dapat memicu ketidakstabilan gula darah. Kedua, kemampuan pasien untuk mengenali tanda peringatan dini baik saat gula darah turun maupun naik. Ketiga, demonstrasi perilaku adaptif seperti memeriksa gula darah secara rutin, mengatur pola makan, dan beraktivitas dengan tepat. Keempat, capaian objektif berupa angka glukosa darah yang berada dalam target yang ditetapkan. Kelima, tidak adanya manifestasi klinis dari gangguan kadar glukosa. Pencapaian luaran ini menunjukkan keberhasilan pasien dalam mengelola risikonya.
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) dengan kode I.01215, yaitu "Manajemen Hipoglikemia dan Hiperglikemia", merupakan serangkaian tindakan berbasis bukti yang dilakukan perawat untuk mencapai luaran yang diinginkan. Intervensi ini bersifat komprehensif, dimulai dari pemantauan ketat tanda vital dan gejala, serta pemantauan kadar glukosa darah baik di fasilitas kesehatan maupun mandiri. Perawat melakukan identifikasi mendalam terhadap faktor penyebab ketidakstabilan untuk intervensi yang tepat sasaran. Tindakan kolaboratif pemberian obat sangat krusial. Pilar utama intervensi ini adalah edukasi yang berkelanjutan dan partisipatif kepada pasien dan keluarganya, mencakup pemantauan mandiri, prinsip diet diabetes (3J), manajemen aktivitas fisik, penanganan darurat episode hipo/hiperglikemia, serta teknik penyuntikan insulin jika diperlukan. Perawat juga berperan sebagai koordinator dengan merujuk pasien ke ahli gizi atau edukator diabetes mellitus untuk pendalaman materi. Keseluruhan intervensi ini dirancang untuk memberdayakan pasien, meningkatkan kemandirian dalam perawatan diri (self-care), dan pada akhirnya mencegah komplikasi akut maupun kronis dari ketidakstabilan glukosa darah, sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien.
Article No. 25023 | 10 Apr 2026
Klinis : Pasangan suami istri Tn. A (34 tahun) dan Ny. M (30 tahun) datang ke klinik VCT untuk melakukan konseling. Hasil pemeriksaan menunjukkan Tn. A positif HIV (diagnosis 3 bulan lalu) sedangkan Ny. M negatif HIV, lama usia pernikahan 6 bulan dan belum memiliki anak Pasangan tersebut merencanakan kehamilan dalam 1 tahun ke depan. Tn. A sedang menjalani terapi ARV rutin sejak 2 bulan lalu dengan hasil viral load terakhir: 1.200 copies/mL (belum supresi). Dari hasil anamnesa didapat Ny. M merasa cemas tertular, Tn. A merasa bersalah dan takut ditolak dan mereka jarang menggunakan kondom karena ingin segera memiliki anak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: D.0016
Deskripsi Singkat: Risiko Penularan Infeksi
Kode SLKI: L.03149
Deskripsi : Klien dan pasangan bebas dari penularan infeksi.
Kode SIKI: I.01249
<>Deskripsi : Edukasi pencegahan penularan infeksi.
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: D.0010
Deskripsi Singkat: Ansietas
Kode SLKI: L.03003
Deskripsi : Tingkat ansietas klien menurun.
Kode SIKI: I.01205
Deskripsi : Manajemen ansietas.
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi dan Kecemasan pada Pasangan Serodiskordan HIV dengan Rencana Kehamilan
Kode SDKI: D.0099
Deskripsi Singkat: Koping Tidak Efektif
Kode SLKI: L.03125
Deskripsi : Koping klien efektif.
Kode SIKI: I.01229
Deskripsi : Peningkatan koping.
Article No. 25024 | 10 Apr 2026
Klinis : Pasangan suami istri Tn. A (34 tahun) dan Ny. M (30 tahun) datang ke klinik VCT untuk melakukan konseling. Hasil pemeriksaan menunjukkan Tn. A positif HIV (diagnosis 3 bulan lalu) sedangkan Ny. M negatif HIV, lama usia pernikahan 6 bulan dan belum memiliki anak Pasangan tersebut merencanakan kehamilan dalam 1 tahun ke depan. Tn. A sedang menjalani terapi ARV rutin sejak 2 bulan lalu dengan hasil viral load terakhir: 1.200 copies/mL (belum supresi). Dari hasil anamnesa didapat Ny. M merasa cemas tertular, Tn. A merasa bersalah dan takut ditolak dan mereka jarang menggunakan kondom karena ingin segera memiliki anak.
ICD-SDKI: SDKI
Diagnosa:
DIAGNOSE SDKI:
Kondisi: Risiko Penularan Infeksi
Kode SDKI: 0004
Deskripsi Singkat: Risiko peningkatan kerentanan terhadap penularan patogen dari satu individu ke individu lain yang dapat membahayakan kesehatan.
Kode SLKI: 1801
Deskripsi : SLKI 1801: Klien dan pasangan/keluarga mampu mengidentifikasi faktor risiko penularan infeksi. Dalam konteks pasangan ini, fokusnya adalah pada pemahaman mendalam tentang cara penularan HIV, khususnya melalui hubungan seksual tanpa pengaman dan potensi penularan dari ibu ke anak (PMTCT). Klien dan pasangan perlu memahami bahwa meskipun Tn. A dalam terapi ARV, viral load yang masih terdeteksi (1.200 copies/mL) menunjukkan risiko penularan masih ada. Mereka juga harus mengidentifikasi faktor risiko lain seperti tidak konsisten menggunakan kondom karena keinginan memiliki anak, yang justru meningkatkan risiko Ny. M tertular. Pemahaman ini menjadi dasar untuk membuat rencana kehamilan yang aman (Safe Conception).
Kode SIKI: 4201
Deskripsi : SIKI 4201: Edukasi pencegahan dan pengendalian infeksi. Intervensi keperawatan ini merupakan tindakan utama untuk menurunkan risiko penularan. Perawat memberikan edukasi komprehensif dan konseling berkelanjutan kepada pasangan tersebut. Materi edukasi meliputi: 1) Prinsip U=U (Undetectable = Untransmittable) dan pentingnya mencapai supresi viral load (di bawah 50 copies/mL) terlebih dahulu sebelum merencanakan kehamilan tanpa kondom, untuk meminimalkan risiko. 2) Opsi metode kehamilan aman (Safe Conception) seperti inseminasi buatan dengan semen suami yang telah diproses (sperm washing) jika tersedia, atau melakukan hubungan seksual tanpa kondom hanya pada masa subur (ovulasi) setelah viral load suami benar-benar tidak terdeteksi. 3) Pentingnya konsumsi ARV yang sangat disiplin dan rutin pemantauan viral load untuk mempercepat tercapainya supresi. 4) Penggunaan kondom konsisten di luar waktu rencana pembuahan hingga kondisi viral load supresi tercapai. 5) Edukasi tentang pencegahan penularan ke anak (PMTCT) yang melibatkan konsumsi ARV pada ibu selama hamil dan nifas, serta pemberian ARV profilaksis pada bayi. Perawat juga berperan sebagai fasilitator komunikasi antara pasangan untuk mengurangi rasa bersalah dan takut, serta merujuk ke dokter spesialis kandungan dan konselor yang berpengalaman dalam HIV untuk rencana kehamilan yang terstruktur.
Kondisi: Ansietas
Kode SDKI: 0017
Deskripsi Singkat: Perasaan gelisah, ketegangan, atau kekhawatiran yang tidak jelas dan tidak nyaman sebagai respons terhadap ancaman yang tidak spesifik.
Kode SLKI: 1401
Deskripsi : SLKI 1401: Klien mampu mengidentifikasi penyebab ansietas. Pada kasus ini, ansietas dialami oleh kedua pasangan dengan sumber yang berbeda. Ny. M perlu mengidentifikasi bahwa kecemasannya bersumber dari ketakutan tertular HIV dari suaminya, kekhawatiran terhadap masa depan pernikahan, dan kesehatan anak yang akan direncanakan. Sementara Tn. A perlu mengidentifikasi bahwa kecemasan dan perasaannya bersumber dari rasa bersalah telah membawa "ancaman" ke dalam rumah tangga, takut ditolak atau diasingkan oleh istri, serta kecemasan akan kesehatan dirinya sendiri dan kemungkinan tidak bisa memiliki anak yang sehat. Mengidentifikasi sumber-sumber spesifik ini adalah langkah pertama untuk mengelola emosi secara konstruktif.
Kode SIKI: 4510
Deskripsi : SIKI 4510: Manajemen ansietas. Perawat melakukan intervensi untuk mengurangi tingkat kecemasan kedua klien. Langkah-langkahnya meliputi: 1) Menciptakan lingkungan konseling yang aman, empatik, dan tidak menghakimi untuk mendorong ekspresi perasaan secara terbuka. 2) Melakukan konseling pasangan (couple counseling) untuk memfasilitasi komunikasi tentang ketakutan dan harapan masing-masing. Perawat membantu Tn. A mengungkapkan rasa bersalahnya dan membantu Ny. M menyampaikan kekhawatirannya dengan cara yang tidak menyalahkan, tetapi sebagai masalah bersama yang perlu diatasi. 3) Memberikan informasi faktual dan akurat tentang HIV, terapi ARV, dan peluang untuk memiliki anak yang sehat dengan perencanaan yang tepat. Informasi yang jelas dapat mengurangi kecemasan yang berasal dari ketidaktahuan. 4) Mengajarkan teknik relaksasi sederhana seperti pernapasan dalam untuk mengatasi serangan cemas. 5) Memberikan dukungan psikologis dan penguatan (reinforcement) atas komitmen mereka mencari bantuan dan merencanakan masa depan. 6) Merujuk ke support group ODHA atau konseling psikologi lebih lanjut jika kecemasan sangat berat dan mengganggu. Tujuan akhirnya adalah ansietas berkurang hingga tingkat yang memungkinkan pasangan berpikir jernih dan mengambil keputusan terkait rencana kehamilan dan pengobatan.
Kondisi: Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Perorangan
Kode SDKI: 0009
Deskripsi Singkat: Ketidakmampuan untuk mengidentifikasi, mengelola, dan/atau mencari bantuan dalam memelihara kesehatan.
Kode SLKI: 1613
Deskripsi : SLKI 1613: Klien mampu mengelola terapi yang diresepkan. Fokus pada Tn. A adalah kemampuannya untuk mengelola terapi ARV secara optimal sebagai fondasi utama kesehatan dirinya dan keberhasilan rencana kehamilan yang aman. Ini termasuk kemampuan untuk: 1) Memahami tujuan terapi ARV (untuk menekan virus, meningkatkan CD4, dan mencegah penularan). 2) Menjelaskan jadwal, dosis, dan cara minum obat ARV-nya dengan benar, serta pentingnya kepatuhan mutlak (adherence) lebih dari 95% untuk mencegah resistensi. 3) Mengidentifikasi efek samping obat yang mungkin terjadi dan tahu tindakan yang harus diambil. 4) Memahami pentingnya kontrol rutin dan pemeriksaan viral load/CD4 untuk memantau keberhasilan terapi. Pengelolaan terapi yang baik akan mempercepat tercapainya viral load tidak terdeteksi, yang menjadi kunci bagi kesehatan Tn. A dan keselamatan proses kehamilan.
Kode SIKI: 4320
Deskripsi : SIKI 4320: Manajemen obat. Perawat melakukan intervensi untuk meningkatkan kemampuan Tn. A dalam mengelola terapi ARV-nya. Intervensi meliputi: 1) Edukasi mendetail tentang obat ARV: nama, fungsi, jadwal, pentingnya ketepatan waktu, dan strategi untuk mengingat minum obat (penggunaan alarm, kotak pil). 2) Konseling adherence dengan pendekatan motivasional, mengaitkan kepatuhan minum obat dengan tujuan personalnya (sehat, bisa punya anak, melindungi istri). 3) Pemantauan dan penilaian adherence secara berkala, mengeksplorasi hambatan yang mungkin dihadapi (efek samping, stigma, lupa) dan mencari solusi bersama. 4) Edukasi tentang tanda-tanda efek samping dan kapan harus melapor ke dokter. 5) Memastikan Tn. A terhubung dengan sistem dukungan pengobatan (PPIA, komunitas) dan memahami jalur perawatan berkelanjutan. Selain itu, perawat juga mengedukasi pasangan sebagai satu tim dalam mengelola kesehatan keluarga, di mana Ny. M dapat berperan sebagai pengingat yang supportif tanpa bersikap mengawasi secara berlebihan.
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 171 172 173 174 175 176 177 178 179 180 181 182 183 184 185 186 187 188 189 190 191 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 203 204 205 206 207 208 209 210 211 212 213 214 215 216 217 218 219 220 221 222 223 224 225 226 227 228 229 230 231 232 233 234 235 236 237 238 239 240 241 242 243 244 245 246 247 248 249 250 251 252 253 254 255 256 257 258 259 260 261 262 263 264 265 266 267 268 269 270 271 272 273 274 275 276 277 278 279 280 281 282 283 284 285 286 287 288 289 290 291 292 293 294 295 296 297 298 299 300 301 302 303 304 305 306 307 308 309 310 311 312 313 314 315 316 317 318 319 320 321 322 323 324 325 326 327 328 329 330 331 332 333 334 335 336 337 338 339 340 341 342 343 344 345 346 347 348 349 350 351 352 353 354 355 356 357 358 359 360 361 362 363 364 365 366 367 368 369 370 371 372 373 374 375 376 377 378 379 380 381 382 383 384 385 386 387 388 389 390 391 392 393 394 395 396 397 398 399 400 401 402 403 404 405 406 407 408 409 410 411 412 413 414 415 416 417 418 419 420 421 422 423 424 425 426 427 428 429 430 431 432 433 434 435 436 437 438 439 440 441 442 443 444 445 446 447 448 449 450 451 452 453 454 455 456 457 458 459 460 461 462 463 464 465 466 467 468 469 470 471 472 473 474 475 476 477 478 479 480 481 482 483 484 485 486 487 488 489 490 491 492 493 494 495 496 497 498 499 500 501 502 503 504 505 506 507 508 509 510 511 512 513 514 515 516 517 518 519 520 521 522 523 524 525 526 527 528 529 530 531 532 533 534 535 536 537 538 539 540 541 542 543 544 545 546 547 548 549 550 551 552 553 554 555 556 557 558 559 560 561 562 563 564 565 566 567 568 569 570 571 572 573 574 575 576 577 578 579 580 581 582 583 584 585 586 587 588 589 590 591 592 593 594 595 596 597 598 599 600 601 602 603 604 605 606 607 608 609 610 611 612 613 614 615 616 617 618 619 620 621 622 623 624 625 626 627 628 629 630 631 632 633 634 635 636 637 638 639 640 641 642 643 644 645 646 647 648 649 650 651 652 653 654 655 656 657 658 659 660 661 662 663 664 665 666 667 668 669 670 671 672 673 674 675 676 677 678 679 680 681 682 683 684 685 686 687 688 689 690 691 692 693 694 695 696 697 698 699 700 701 702 703 704 705 706 707 708 709 710 711 712 713 714 715 716 717 718 719 720 721 722 723 724 725 726 727 728 729 730 731 732 733 734 735 736 737 738 739 740 741 742 743 744 745 746 747 748 749 750 751 752 753 754 755 756 757 758 759 760 761 762 763 764 765 766 767 768 769 770 771 772 773 774 775 776 777 778 779 780 781 782 783 784 785 786 787 788 789 790 791 792 793 794 795 796 797 798 799 800 801 802 803 804 805 806 807 808 809 810 811 812 813 814 815 816 817 818 819 820 821 822 823 824 825 826 827 828 829 830 831 832 833 834 835 836 837 838 839 840 841 842 843 844 845 846 847 848 849 850 851 852 853 854 855 856 857 858 859 860 861 862 863 864 865 866 867 868 869 870 871 872 873 874 875 876 877 878 879 880 881 882 883 884 885 886 887 888 889 890 891 892 893 894 895 896 897 898 899 900 901 902 903 904 905 906 907 908 909 910 911 912 913 914 915 916 917 918 919 920 921 922 923 924 925 926 927 928 929 930 931 932 933 934 935 936 937 938 939 940 941 942 943 944 945 946 947 948 949 950 951 952 953 954 955 956 957 958 959 960 961 962 963 964 965 966 967 968 969 970 971 972 973 974 975 976 977 978 979 980 981 982 983 984 985 986 987 988 989 990 991 992 993 994 995 996 997 998 999 1000 1001 1002 1003 1004 1005 1006 1007 1008 1009 1010 1011 1012 1013 1014 1015 1016 1017 1018 1019 1020 1021 1022 1023 1024 1025 1026 1027 1028 1029 1030 1031 1032 1033 1034 1035 1036 1037 1038 1039 1040 1041 1042 1043 1044 1045 1046 1047 1048 1049 1050 1051 1052 1053 1054 1055 1056 1057 1058 1059 1060 1061 1062 1063 1064 1065 1066 1067 1068 1069 1070 1071 1072 1073 1074 1075 1076 1077 1078 1079 1080 1081 1082 1083 1084 1085 1086 1087 1088 1089 1090 1091 1092 1093 1094 1095 1096 1097 1098 1099 1100 1101 1102 1103 1104 1105 1106 1107 1108 1109 1110 1111 1112 1113 1114 1115 1116 1117 1118 1119 1120 1121 1122 1123 1124 1125 1126 1127 1128 1129 1130 1131 1132 1133 1134 1135 1136 1137 1138 1139 1140 1141 1142 1143 1144 1145 1146 1147 1148 1149 1150 1151 1152 1153 1154 1155 1156 1157 1158 1159 1160 1161 1162 1163 1164 1165 1166 1167 1168 1169 1170 1171 1172 1173 1174 1175 1176 1177 1178 1179 1180 1181 1182 1183 1184 1185 1186 1187 1188 1189 1190 1191 1192 1193 1194 1195 1196 1197 1198 1199 1200 1201 1202 1203 1204 1205 1206 1207 1208 1209 1210 1211 1212 1213 1214 1215 1216 1217 1218 1219 1220 1221 1222 1223 1224 1225 1226 1227 1228 1229 1230 1231 1232 1233 1234 1235 1236 1237 1238 1239 1240 1241 1242 1243 1244 1245 1246 1247 1248 1249 1250 1251 1252 1253 1254 1255 1256 1257 1258 1259 1260 1261 1262 1263 1264 1265 1266 1267 1268 1269 1270 1271 1272 1273 1274 1275 1276 1277 1278 1279 1280 1281 1282 1283 1284 1285 1286 1287 1288 1289 1290 1291 1292 1293 1294 1295 1296 1297 1298 1299 1300 1301 1302 1303 1304 1305 1306 1307 1308 1309 1310 1311 1312 1313 1314 1315 1316 1317 1318 1319 1320 1321 1322 1323 1324 1325 1326 1327 1328 1329 1330 1331 1332 1333 1334 1335 1336 1337 1338 1339 1340 1341 1342 1343 1344 1345 1346 1347 1348 1349 1350 1351 1352 1353 1354 1355 1356 1357 1358 1359 1360 1361 1362 1363 1364 1365 1366 1367 1368 1369 1370 1371 1372 1373 1374 1375 1376 1377 1378 1379 1380 1381 1382 1383 1384 1385 1386 1387 1388 1389 1390 1391 1392 1393 1394 1395 1396 1397 1398 1399 1400 1401 1402 1403 1404 1405 1406 1407 1408 1409 1410 1411 1412 1413 1414 1415 1416 1417 1418 1419 1420 1421 1422 1423 1424 1425 1426 1427 1428 1429 1430 1431 1432 1433 1434 1435 1436 1437 1438 1439 1440 1441 1442 1443 1444 1445 1446 1447 1448 1449 1450 1451 1452 1453 1454 1455 1456 1457 1458 1459 1460 1461 1462 1463 1464 1465 1466 1467 1468 1469 1470 1471 1472 1473 1474 1475 1476 1477 1478 1479 1480 1481 1482 1483 1484 1485 1486 1487 1488 1489 1490 1491 1492 1493 1494 1495 1496 1497 1498 1499 1500 1501 1502 1503 1504 1505 1506 1507 1508 1509 1510 1511 1512 1513 1514 1515 1516 1517 1518 1519 1520 1521 1522 1523 1524 1525 1526 1527 1528 1529 1530 1531 1532 1533 1534 1535 1536 1537 1538 1539 1540 1541 1542 1543 1544 1545 1546 1547 1548 1549 1550 1551 1552 1553 1554 1555 1556 1557 1558 1559 1560 1561 1562 1563 1564 1565 1566 1567 1568 1569 1570 1571 1572 1573 1574 1575 1576 1577 1578 1579 1580 1581 1582 1583 1584 1585 1586 1587 1588 1589 1590 1591 1592 1593 1594 1595 1596 1597 1598 1599 1600 1601 1602 1603 1604 1605 1606 1607 1608 1609 1610 1611 1612 1613 1614 1615 1616 1617 1618 1619 1620 1621 1622 1623 1624 1625 1626 1627 1628 1629 1630 1631 1632 1633 1634 1635 1636 1637 1638 1639 1640 1641 1642 1643 1644 1645 1646 1647 1648 1649 1650 1651 1652 1653 1654 1655 1656 1657 1658 1659 1660 1661 1662 1663 1664 1665 1666 1667 1668 1669 1670 1671 1672 1673 1674 1675 1676 1677 1678 1679 1680 1681 1682 1683 1684 1685 1686 1687 1688 1689 1690 1691 1692 1693 1694 1695 1696 1697 1698 1699 1700 1701 1702 1703 1704 1705 1706 1707 1708 1709 1710 1711 1712 1713 1714 1715 1716 1717 1718 1719 1720 1721 1722 1723 1724 1725 1726 1727 1728 1729 1730 1731 1732 1733 1734 1735 1736 1737 1738 1739 1740 1741 1742 1743 1744 1745 1746 1747 1748 1749 1750 1751 1752 1753 1754 1755 1756 1757 1758 1759 1760 1761 1762 1763 1764 1765 1766 1767 1768 1769 1770 1771 1772 1773 1774 1775 1776 1777 1778 1779 1780 1781 1782 1783 1784 1785 1786 1787 1788 1789 1790 1791 1792 1793 1794 1795 1796 1797 1798 1799 1800 1801 1802 1803 1804 1805 1806 1807 1808 1809 1810 1811 1812 1813 1814 1815 1816 1817 1818 1819 1820 1821 1822 1823 1824 1825 1826 1827 1828 1829 1830 1831 1832 1833 1834 1835 1836 1837 1838 1839 1840 1841 1842 1843 1844 1845 1846 1847 1848 1849 1850 1851 1852 1853 1854 1855 1856 1857 1858 1859 1860 1861 1862 1863 1864 1865 1866 1867 1868 1869 1870 1871 1872 1873 1874 1875 1876 1877 1878 1879 1880 1881 1882 1883 1884 1885 1886 1887 1888 1889 1890 1891 1892 1893 1894 1895 1896 1897 1898 1899 1900 1901 1902 1903 1904 1905 1906 1907 1908 1909 1910 1911 1912 1913 1914 1915 1916 1917 1918 1919 1920 1921 1922 1923 1924 1925 1926 1927 1928 1929 1930 1931 1932 1933 1934 1935 1936 1937 1938 1939 1940 1941 1942 1943 1944 1945 1946 1947 1948 1949 1950 1951 1952 1953 1954 1955 1956 1957 1958 1959 1960 1961 1962 1963 1964 1965 1966 1967 1968 1969 1970 1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038 2039 2040 2041 2042 2043 2044 2045 2046 2047 2048 2049 2050 2051 2052 2053 2054 2055 2056 2057 2058 2059 2060 2061 2062 2063 2064 2065 2066 2067 2068 2069 2070 2071 2072 2073 2074 2075 2076 2077 2078 2079 2080 2081 2082 2083 2084 2085 2086 2087 2088 2089 2090 2091 2092 2093 2094 2095 2096 2097 2098 2099 2100 2101 2102 2103 2104 2105 2106 2107 2108 2109 2110 2111 2112 2113 2114 2115 2116 2117 2118 2119 2120 2121 2122 2123 2124 2125 2126 2127 2128 2129 2130 2131 2132 2133 2134 2135 2136 2137 2138 2139 2140 2141 2142 2143 2144 2145 2146 2147 2148 2149 2150 2151 2152 2153 2154 2155 2156 2157 2158 2159 2160 2161 2162 2163 2164 2165 2166 2167 2168 2169 2170 2171 2172 2173 2174 2175 2176 2177 2178 2179 2180 2181 2182 2183 2184 2185 2186 2187 2188 2189 2190 2191 2192 2193 2194 2195 2196 2197 2198 2199 2200 2201 2202 2203 2204 2205 2206 2207 2208 2209 2210 2211 2212 2213 2214 2215 2216 2217 2218 2219 2220 2221 2222 2223 2224 2225 2226 2227 2228 2229 2230 2231 2232 2233 2234 2235 2236 2237 2238 2239 2240 2241 2242 2243 2244 2245 2246 2247 2248 2249 2250 2251 2252 2253 2254 2255 2256 2257 2258 2259 2260 2261 2262 2263 2264 2265 2266 2267 2268 2269 2270 2271 2272 2273 2274 2275 2276 2277 2278 2279 2280 2281 2282 2283 2284 2285 2286 2287 2288 2289 2290 2291 2292 2293 2294 2295 2296 2297 2298 2299 2300 2301 2302 2303 2304 2305 2306 2307 2308 2309 2310 2311 2312 2313 2314 2315 2316 2317 2318 2319 2320 2321 2322 2323 2324 2325 2326 2327 2328 2329 2330 2331 2332 2333 2334 2335 2336 2337 2338 2339 2340 2341 2342 2343 2344 2345 2346 2347 2348 2349 2350 2351 2352 2353 2354 2355 2356 2357 2358 2359 2360 2361 2362 2363 2364 2365 2366 2367 2368 2369 2370 2371 2372 2373 2374 2375 2376 2377 2378 2379 2380 2381 2382 2383 2384 2385 2386 2387 2388 2389 2390 2391 2392 2393 2394 2395 2396 2397 2398 2399 2400 2401 2402 2403 2404 2405 2406 2407 2408 2409 2410 2411 2412 2413 2414 2415 2416 2417 2418 2419 2420 2421 2422 2423 2424 2425 2426 2427 2428 2429 2430 2431 2432 2433 2434 2435